well control

Click here to load reader

Post on 22-Dec-2015

165 views

Category:

Documents

57 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Well control adalah usaha untuk menjaga kestabilan lubang bor saat proses pemboran

TRANSCRIPT

  • 1DRILLING PROGRAM

  • 1 Kenapa harus melakukan Well Control ?

    Apa itu Kick & Apa penyebabnya ?

    Apa yang terjadi jika tidak teratasi ?

    Apa yang harus dilakukan ?

  • 1KICKDefinisi : masuknya fluida formasi kedalam lubang pada saat dilakukannya pemboran.Penyebab :a. Lubang tidak terisi penuh saat tripb. Loss sirkulasic. Swab & surge effect, yang bergantung pada :Kecepatan cabut - masuk pipa borProperties lumpur trip margin, viscosity, dan gel strength.Hole geometri

    d. Abnormal formation pressuree. Gas cut mudf. ROP yang berlebihan saat melalui zone gas.

  • 1Tanda-tanda Terjadinya Kick :Pada saat operasi, indikasi kick dapat dilihat dengan cara memonitor tanda-tanda sebagai berikut :Pit Gain / LossNaiknya aliran balik dari dalam sumurPerubahan temperatur flowline.Drilling breakSPM / Tekanan pompa berubahPenurunan MWIndikasi connection gas atau trip gas.Perubahan ukuran, bentuk, dan kuantitas cutting.

  • 1BLOWOUTDefinisi : aliran fluida formasi yang tidak terkontrol yang masuk ke dalam lubang bor dan mencapai permukaanKerugian Jika Terjadi Blowout :a. Sumurb. Peralatanc. Waktud. Manusia

  • 1JENIS WELL CONTROL :1. Primary Well Control Primary well control didapatkan dari tinggi kolom hidrostatik lumpur dalam sumur yang mampu menahan tekanan formasi.

    2. Secondary Well ControlPrinsip secondary well control methode adalah menggunakan kill methode untuk mengontrol kick / influx. Untuk itu diperlukan perangkat BOP System sebagai sarana pendukung.Ada 3 metode yang dapat digunakan :

    a. Drillers methode.b. Wait and weights methode.c. Concurrent methode.

  • 1Drillers MethodDrillers method merupakan metode killing dengan 2 kali sirkulasi.Sirkulasi pertama bertujuan untuk mengeluarkan influks dari dalam lubang bor dengan original mud, sambil mempersiapkan lumpur berat.Apabila hal ini telah tercapai ditandai dengan SIDP = SICPSirkulasi kedua bertujuan untuk mematikan sumur dengan menggunakan lumpur beratBila sumur telah mati maka SIDP = SICP = 0

  • 1

  • 1Wait & Weight MethodWait & weight method merupakan metode killing dengan 1 kali sirkulasi.Lumpur berat dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan sirkulasi.Setelah lumpur berat siap, dilakukan sirkulasi dengan pumping schedule untuk mengeluarkan influks dan mematikan sumur.

  • 1

  • 1Concurrent MethodConcurrent Method merupakan metode killing dengan cara menaikkan berat lumpur secara perlahan untuk mematikan sumur.

  • 1SOFT SHUT IN :Buka Hydraulic operated valve. Tutup BOP (Annular atau Ram)Tutup choke (super choke atau adjustable choke)Baca SIDPP, SICP, pit gainHitung kill mud weight.

    Note : Posisi choke dibuka atau bagian. Metode Penutupan SumurHARD SHUT IN :Buka Hydraulic operated valve. Tutup BOP (Annular atau Ram)Tutup choke (super choke atau adjustable choke)Baca SIDPP, SICP, pit gainHitung kill mud weight.

    Note : Posisi choke tertutup

  • 1PERALATAN WELL CONTROL

  • 1DETAIL PERALATAN WELL CONTROLCasing Head SpoolCasong Head (Bottom Flange)Annular DiverterBOP StackBack PressureManifoldBOP ControlAccumulator UnitSuper ChokeMud Gas Separator

  • 1WELL CONTROLWORK SHEET

    TERIMAKASIH

    **