velg racing

Download Velg racing

Post on 30-May-2015

1.687 views

Category:

Automotive

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bagus bro

TRANSCRIPT

  • 1. ENDAHULUAN 1.1.Latar BelakangDi era modern ini pemakaian velg racing sangatlah berpengaruh keindahan kendaraan kita khususnyamobil dan motor kitamaka dari itu dalam makalah ini kita akan membahas tentang pembuatan velgracing1.2 Tujuan PemakalahTujuan pembuatan makalah ini adalah untuk :1. Mengetahui tentang Proses Pengecoran dan Material yang di gunakan ( almilenium)2. Kegunaan almilenium dan kekurangan terhadap pengecoran3. Bahan-bahan yang terkandung didalam pengecoran velg sepeda motor4. Mengetahui penandaan kelebihan almilenium5. Mengetahu nilai-nilai almilenium6. Mengetahui jenis-jenis almilenium yang berkualitas

2. BAB IIPEMBAHASAN2.1. Paduan Aluminium Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai sifat ketahanan korosi yang baik.Material ini digunakan dalam bidang yang luas bukan hanya untuk peralatan rumah tangga saja tetapijuga dipakai untuk kepentingan industri, misalnya untuk industri pesawat terbang, komponen-komponen mobil, komponen regulator dan konstruksi-konstruksi yang lain. Menurut Aluminum Association (AA) dapat diidentifikasi dengan system empat digitberdasarkan komposisi paduan seperti xxx.1 dan xxx.2 untuk ingot yang dilebur kembali.Sedangkansimbol xxx.0 untuk menentukan batas komposisi pengecoran dan simbol A356, B356 dan C356 untukpaduan cor gravitasi.Masingmasing paduan ini identik dengan kandungan yang mendominasi tetapiberkurang batas penggunaan karena impuritinya, khususnya kandungan besi.Batas komposisiberdasarkan Aluminum Association (AA) telah terdaftar pada paduan cor aluminium. 3. Bahan baku alumunium alloy Gambar 2.1 Material ( alumunium alloy )2.2 Proses Pembuatan Velg Recinga. Casting ( Pengecoran ) Pengecorang merupakan unit yang paling signifikan funsinya di perusahaan.Karena diketahuisemua produksi mengambil alur mula dari pongecoran.Pembahasan berikut akan di khususkan poadaproduk Velg Recing sepeda motor , didasarkan bahwa produk tersebut menjadi focus utamaperusahaan saat ini.b. Bahan baku Velg Dalam proses produksi pengecoran velg recing sepeda motor memerlukan bahan bakuAlumunium Alloy. Bahan baku yang digunakan sebagian besar bersal dari Velg recing bekas mobilyang tentunya berbahan Alumunium maupun alumunium batangan. Bahan bahan tersebut kemudianakan di cairkan pada tungku menjadi alumunium cair (adonan) untuk kemudian dilakukan penuangankembali nsesuai dengan c etakan velg recing yang ada.2.3 Peleburan (melting) Untuk Peleburan paduan aluminium dapat dilakukan pada tanur krus besi cor, tanur krus dantanur nyala api. Logam yang dimasukan pada dapur terdiri dari sekrap (remelt) dan aluminiumingot.Aluminium paduan tuang bentuk ingot didapatkan dari peleburan primer dan sekunder sertapemurnian.Kebanyakan kontrol analisa didapatkan dari analisis pengisian yang diketahui, yaituketelitian pemisahan tuang ulang dan ingot aluminium baru.Ketika perlu ditambahkan elemen padaaluminium, untuk logam yang mempunyai titik lebur rendah seperti seng dan magnesium dapat 4. ditambahkan dalam bentuk elemental.Sekrap dari bermacammacam logam tidak dapat dicampurkanbersama ingot dan tuang ulang apabila standar ditentukan.Praktek peluburan yang baik mengharuskandapur dan logam yang dimasukan dalam keadaan bersih.Untuk menghemat waktu peleburan dan mengurangi kehilangan karena oksidasi lebih baikmemotong logam menjadi potongan kecil yang kemudian dipanaskan untuk di jadikan ingot.Kalaubahan sudah mulai mencair, fluks harus ditaburkan untuk mengurangi oksidasi dan absorbsigas.Bentuk oksidasi tergantung Selama pencairan, permukaan harus ditutup fluk dan cairan diadukpada jangka waktu tertentu untuk mencegah segresi.Hidrogen adalah satu-satunya gas yang dapat timbul dalam aluminium danpaduannya.Persentase timbulnya gas hidrogen lebih banyak terdapat pada aluminium dalam bentukcair daripada dalam bentuk padat. Beberapa sumber potensial timbulnya hidrogen pada aluminiumantara lain:1. Udara dalam tungku (furnace) menggunakan bahan bakar terkadang menimbulkan gas hidrogen yang disebabkan oleh reaksi pembakaran bahanbakar yang kurang sempurna.2. Terjadinya asap hasil pembakaran pada waktu proses peleburan.3. Reaksi antara aluminium cair dengan cetakanSebelum dilakukan peleburan di dalam tungku sebaiknya logam dipotong menjadi kecil-kecil,hal ini bertujuan untuk menghemat waktu peleburan dan mengurangi kehilangan komposisi karenaoksidasi. Setelah material mencair, fluks dimasukkan ke dalam coran, yang bertujuan untukmengurangi oksidasi dan absorbs gas serta dapat bertujuan untuk mengangkat kotoran-kotoran yangmenempel padam aluminium.Selama pencairan, permukaan harus ditutup fluks dan cairan diaduk pada jangka waktu tertentuuntuk mencegah segresi (surdia, 1991).Kemudian kotoran yang muncul di ambil dan dibuang.Setelahpada suhu kurang lebih 725oC aluminium di tuang ke dalam cetakan.Adapun untuk remelting, materialhasil peleburan di atas dilebur kembali. Tungku Pencairan Bahan BakuTungku pencairan alumunium untuk velg recing ada dua macam :a)Tungku PeleburanTungku peleburan terbuat dari tanah liat yang di bakar yang sering disebut dengan kuali.Kapasitasnya antara 40 Kg sampai dengan 50 Kg, pemanasan yang dilakukan adalah pemanasan 5. kompor dengan bahan bakar minyak tanah yang di tekan dengan tekanan udara dari kompresor untukmenyemprotkan minyak menjadi kabut yang nantinya mudah terbakar dan memiliki suhu pemanasancukup tinggi yaitu sekitar 800C.Di tungku ini, bahan baku alumunium alloy di cairkan dan mendapat beberapa perlakuan antara lain :a. Pemanasan alumunium alloy diawali dengan penataan alumunium alloy di sekeliling tungku peleburan. Setelah berubah warna menjadi Orange silver, maka alumunium alloy di masukkan ke tungku.b. Dilakukan penekanan dengan menggunakan stick untuk lebih memudahkan nyala api memanas sehingga memudahkan proses pencairan.c. Setelah mencair maka dilakukan pemberian serbuk Flux, yang berfungsi untuk memisahkan antara kotoran dengan cairan alumunium yang terbentuk.d. Kotoran yang terbentuk dipisahkan menggunakan saringan manual dengan cara diangkat dari kuali sehingga didapatkan cairan alumunium yang cukup bersih.e. Langkah terakhir adalah memindahkan cairan alumunium tersebut ke tungku selanjutnya yaitu tungku untuk penuangan cairan.b) Tungku Penuangan Cairan. Tungku ini terbuat dari bahan besi baja atau juga besi cor. Kapasitasnya sekitar 2,5 kuintal.Cairan alumunium dari tungku peleburan di tuangkan ke tungku penuangan ini untuk kemudian dituangkan ke cetakan. Untuk memudahkan dan menberi sekat antara cairan alumunium dan dindingtungku, maka diding di beri sejenis cairan kapur yang kemudian sering di sebut denga koting. Danproses pelapisan ini dinamakan pengkotingan.Koting ini sangat besar perannya dalam pembersihan danpemisahan cairan sehingga sewaktu waktu dilakukan pembersihan tungku, proses ini dapat dilakukan dengan mudah. Dan pelaksanaan proses penggantian atau prembersian di lakukan ritinmakasimal 1 (satu) bulan sekali. Bahan pemanas sama dengan tungku peleburan yaitu sistem pemanas terbuka dari komporgasdan minyak tanah sebagai bahan bakar minyak. Minyak tanah ini di beri tekanan tinggi dengankompresor untuk pengabutan minyak sehingga minyak mudah terbakar dan diperoleh nyala dan suhuyang cukup tinggi. Cairan alumunium di tungku ini mendapat perlakuan panas antar suhu 700C sampai dengan750C dari yang sebelumnya hanya mencapai titik lebur (600C-680C) saja. Perlakuan cairan sebelum 6. dituang ke dalam tungku, penuangan ini adalah menaikkan suhu dari cairan dan fungsinya untukmenkondisikan agar kekentalan cairan yang diharapakn tercapai yang akhirnya cairan akan dapatmemenuhi cetakan saat penuangan dan menghasilkan coran yang baik. Perlakuan yang diberikan pada proses ini selanjunya adalah pemberian flux untukmenbersihkan kotoran yang masih ada pada pencairan awal dan memisahkan aluminium yang tidakdapat mencair dengan suhu kompor yang ada. Sisa aluminium yang tidak dapat dicairka ini kemudiandiangkat dan disendirikan yang nantinya diambil untuk di jual di perusahaan pencairan aluminium.Dan dilakukan pengadukan adonan untuk meratakan suhu pada cairan. c) Alat pengukur suhu peleburan Termometer digital Termometer digital pada gambar 3.8 digunakan untuk mengukurtemperatur ruangan, temperatur pemanasan cetakan dan temperature penuangan. Gambar 2.2 Termometer digitalGambar 2.3 Saat Peleburan 7. 2.4Cetakan Cetakan yang digunakan dalam pengecran menggunakan system cetakan tetap, dikarenakanproduksi terus menerus dan permintaan pasar yang semakin meningkat. Faktor lain yang harusdiperhatiakn adalah sipat dari cairan Aluminium silicon yang memiliki sipat penyusutan rendah dankejernihan yang baik sehingga cetakan tetap menjadi pilihan yang sesuai dalam proses produksi. Bahan cetakan dari besi tuang yang telah mendapat perlakuan panas sehingga mengurangiunsure karbon.Hal tersebut menbuat cetakan menjadi lebih liat dan dapat diproses permesinan. Cetakan dan sistem saluran Meski saat ini sudah banyak home industri yang membuat velg racing untuk berbagai jeniskendaraan bermotor, tetapi tetap saja model baru bisa dijadikan suatu pilihan. Untuk itulah dirancangpembuatan velg racing dengan proses pengecoran menggunakan pasir cetak. Perancangan pembuatancetakan untuk velg racing ini menggunakan perhitungan sistem saluran. Perancangan prosespengecoran velg racing ini menggunakan bahan baku untuk coran adalah paduan aluminium standartAlcan dengan nomor bahan B135, bahan baku untuk pola adalah kayu mahoni, bahan baku untukcetakan adalah pasir kering dengan bahan pengikat semen serta rangka cetakan dari kayu papan. Setelah diketahui nilai volume dari coran sebesar 1.527,47 cm3 akhirnya diketahui pula beratcoran sebesar 4,1 kg, waktu penuangan 12 detik, volume tuang 145.522,39 mm3/det. Untuk saluranturun tingginya 274,3 mm, diameternya 15 mm, luas irisannya 176,6 mm2, choke area 62,76 mm2.Untuk saluran masuk luas irisannya 353,25 mm2, panjangnya 188 mm. Untuk cawan tuangkedalamannya 67,5 mm, panjangnya 150 mm, lebarnya 60 mm. Untuk sa

Recommended

View more >