UBKPU BUDIDAYA TEBU 2012-Perkebunan budidaya tebu

Download UBKPU BUDIDAYA TEBU 2012-Perkebunan budidaya tebu

Post on 21-Jun-2015

11.134 views

Category:

Education

18 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bahan bacaan pendukung kuliah UBKPU BUDIDAYA TEBU 2012

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. Budidaya danPasca Panen TEBUPnyusun : Chandra Indrawanto Purwono Siswanto M. Syakir Widi Rumini, MSRedaksi Pelaksana : Yusniarti Agus Budiharto NahrowiDesain dan foto sampul :Agus BudihartoTata letak :Agus BudihartoFoto : Chandra IndrawantoPenerbit :ESKA MediaJln. Nilam Raya No. 8 (Kodam), Sumur Batu, Jakarta 10660Telp. (021) 425 0632. Fax. (021) 425 0633ISBN :Pusat Penelitian dan Pengembangan PerkebunanHak Cipta dilindungi Undang-undang 2010 Budidaya dan Pasca Panen TEBU iii</li></ul><p> 2. Budidaya dan Pascapanen Tebu Kata PengantarHingga saat ini Indonesia mengimporsekitar 2 juta ton gula dengan nilai sekitarUS$900 juta setiap tahun untuk memenuhikebutuhan gula dalam negeri. Kekuranganpasokan gula di dalam negeri inidisebabkan kurangnyaluas arealpertanamantebu dan rendahnyaproduktivitas tebu dan rendemen gula yangada.Penanaman tebu melibatkan banyak petani. Keberhasilan penanaman tebu oleh petani tergantung dari teknik penanamannya. Dengan penerapan teknik penanaman dan pasca panen yang baik akan didapat tingkat produktivitas tebu dan rendemen yang tinggi.Buku ini menyediakan informasi tentang teknik penanaman dan pasca panen tebu bagi para petani, pemerhati dan peminat tebu. Diharapkan buku ini dapat mendorong petani untuk menerapkan teknologi budidaya dan pasca panen yang baik.Kami menyadari bahwa materi maupun penyajian buku ini masih belum sempurna. Untuk itu sumbang saran dari pembaca sangata diharapkan. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua.Bogor, Oktober 2010ivBudidaya dan Pasca Panen TEBU 3. Kepala Pusat,M. SyakirDaftar Isi HalamanKata Pengantar ....................................................................... iiiDaftar Isi ....................................................................................vI.Pendahuluan 1II. Syarat Tumbuh 3A.Tanah .......................................................................... 4B. Iklim.............................................................................5III.Biologi 7A. Klasifikasi...................................................................7B. Morfologi dan Biologi ..........................................7IV. Perbanyakan Tanaman 9A. Varietas Unggul...................................................... 9B. Pengadaan Bahan Tanaman ..............................10V.Penyiapan Lahan dan Penanaman 14A. Pembersihan Areal ................................................14B. Penyiapan Lahan ....................................................14C. Penanaman ..............................................................16D. Penyulaman .............................................................17 Budidaya dan Pasca Panen TEBU v 4. VI.Pemupukan 20 VII. Pengendalian Hama dan Penyakit 22A. Hama .......................................................................... 22B. Penyakit .................................................................... 25 VIII. Panen 27 A. Estimasi Produksi Tebu........................................ 27 B. Analisis Kemasakan Tebu .................................... 28 C. Tebang Angkut .......................................................29 D. Perhitungan Rendemen ......................................31 IX.Analisis Usahatani 33 Bahan Bacaan .......................................................................... 35vi Budidaya dan Pasca Panen TEBU 5. BABPendahuluanDefisit gula Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula nasional mulai dirasakan sejak tahun1967. Defisit ini terus meningkat dan hanya bisa dipenuhimelalui impor gula. Dengan harga gula dunia yang tinggidan defisit yang terus meningkat, mengakibatkan terjadinyapengurasan devisa negara. Pada tahun 2007, misalnya,Indonesia mengimpor gula sebanyak 3,03 juta ton dengannilai US$ 1,05 milyar. Untuk mengatasi defisit ini telahdilakukan usaha peningkatan produksi gula nasional. Usahaini memberikan hasil dengan meningkatnya produksi gulanasional dari 2,05 juta ton tahun 2004 menjadi 2,8 juta tontahun 2008 dan diperkirakan tahun 2009 mencapai 2,9 jutaton. Akan tetapi kenaikan produksi ini juga diikuti dengankenaikan konsumsi.Pada tahun 2009 konsumsi gulanasional diperkirakan mencapai 4,8 juta ton. Sehinggaterjadi defisit gula nasional tahun 2009 sebesar 1,9 juta ton.Gambaran ini menunjukkan usaha pembangunan industrigula tebu nasional, berupa perluasan areal pertanaman tebuserta peremajaan dan penambahan pabrik gula, masih perluditingkatkan. Masalah klasik yang hingga kini sering dihadapiadalah rendahnya produktivitas tebu dan rendahnya tingkatrendemen gula. Rata-rata produktivitas tebu yang ditanamdi lahan sawah sekitar 95 ton/ha dan di lahan tegalanBudidaya dan Pasca Panen TEBU 1 6. sekitar 75 ton/ha dengan rendemen gula sekitar 7,3 7,5%.Produktivitas dan rendemen ini masih dibawah potensiproduktivitas dan rendemen yang ada, yaitu diatas 100ton/ha untuk pertanaman tebu di lahan sawah dan sekitar90 ton/ha untuk pertanaman tebu di lahan tegalan denganrendemen gula diatas 10%. Rendahnya produktivitas iniberakibat pula pada rendahnya efisiensi pengolahan gulanasional.Masalah lain yang berakibat pada rendahnyaefisiensi industri gula nasional adalah kondisi varietas tebuyang dipakai menunjukkan komposisi kemasakan yang tidakseimbang antara masak awal, masak tengah dan masakakhir, hal ini berdampak pada masa giling yangberkepanjangan dan banyaknya tebu masak lambat yangditebang dan diolah pada masa awal sehingga rendemenmenjadi rendah. Penerapan teknologi budidaya tebu jugabelum dilaksanakan secara optimal dan banyak tanamantebu dengan ratun lebih dari 3 kali. Oleh sebab itu dalambuku ini akan disajikan teknologi yang telah dihasilkanmulai dari hulu sampai hilir.2Budidaya dan Pasca Panen TEBU 7. Penampilan tanaman tebuBABSyarat Tumbuh Tanaman tebu tumbuh didaerah tropika dan subtropika sampai batas garis isoterm 20 0C yaitu antara 190 LU 350 LS. Kondisi tanah yang baik bagi tanaman tebu adalahyang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, selain ituakar tanaman tebu sangat sensitif terhadap kekuranganudara dalam tanah sehingga pengairan dan drainase harussangat diperhatikan. Drainase yang baik dengan kedalamanBudidaya dan Pasca Panen TEBU 3 8. sekitar 1 meter memberikan peluang akar tanamanmenyerap air dan unsur hara pada lapisan yang lebih dalamsehingga pertumbuhan tanaman pada musim kemarautidak terganggu. Drainase yang baik dan dalam juga dapatmanyalurkan kelebihan air dimusim penghujan sehinggatidak terjadi genangan air yang dapat menghambatpertumbuhan tanaman karena berkurangnya oksigen dalamtanah. Dilihat dari jenis tanah, tanaman tebu dapat tumbuhbaik pada berbagai jenis tanah seperti tanah alluvial,grumosol, latosol dan regusol dengan ketinggian antara 0 1400 m diatas permukaan laut. Akan tetapi lahan yangpaling sesuai adalah kurang dari 500 m diatas permukaanlaut. Sedangkan pada ketinggian &gt; 1200 m diataspermukaan laut pertumbuhan tanaman relative lambat.Kemiringan lahan sebaiknya kurang dari 8%, meskipun padakemiringan sampai 10% dapat juga digunakan untuk arealyang dilokalisir. Kondisi lahan terbaik untuk tebu adalahberlereng panjang, rata dan melandai sampai 2% apabilatanahnya ringan dan sampai 5 % apabila tanahnya lebihberat.A. Tanah1. Sifat fisik tanahStruktur tanah yang baik untuk pertanaman tebuadalah tanah yang gembur sehingga aerasi udara danperakaran berkembang sempurna, oleh karena itu upayapemecahan bongkahan tanah atau agregat tanah menjadipartikel-partikel kecil akan memudahkan akar menerobos.4Budidaya dan Pasca Panen TEBU 9. Sedangkan tekstur tanah, yaitu perbandingan partikel-partikel tanah berupa lempung, debu dan liat, yang idealbagi pertumbuhan tanaman tebu adalah tekstur tanahringan sampai agak berat dengan kemampuan menahan aircukup dan porositas 30 %.Tanaman tebu menghendaki solum tanah minimal 50cm dengan tidak ada lapisan kedap air dan permukaan air40 cm. Sehingga pada lahan kering, apabila lapisan tanahatasnya tipis maka pengolahan tanah harus dalam.Demikian pula apabila ditemukan lapisan kedap air, lapisanini harus dipecah agar sistem aerasi, air tanah dan perakarantanaman berkembang dengan baik.2. Sifat kimia tanah Tanaman tebu dapat tumbuh dengan baik pada tanahyang memiliki pH 6 7,5, akan tetapi masih toleran pada pHtidak lebih tinggi dari 8,5 atau tidak lebih rendah dari 4,5.Pada pH yang tinggi ketersediaan unsur hara menjaditerbatas. Sedangkan pada pH kurang dari 5 akanmenyebabkan keracunan Fe dan Al pada tanaman, olehkarena itu perlu dilakukan pemberian kapur (CaCo3) agarunsur Fe dan Al dapat dikurangi. Bahan racun utama lainnya dalam tanah adalah klor(Cl), kadar Cl dalam tanah sekitar 0,06 0,1 % telah bersifatracun bagi akar tanaman. Pada tanah ditepi pantai karenarembesan air laut, kadar Cl nya cukup tinggi sehinggabersifat racun.B. IklimBudidaya dan Pasca Panen TEBU 5 10. Pengaruh iklim terhadap pertumbuhan tebu danrendemen gula sangat besar. Dalam masa pertumbuhantanaman tebu membutuhkan banyak air, sedangkan saatmasak tanaman tebu membutuhkan keadaan kering agarpertumbuhan terhenti. Apabila hujan tetap tinggi makapertumbuhan akan terus terjadi dan tidak ada kesempatanuntuk menjadi masak sehingga rendemen menjadi rendah.1. Curah hujanTanaman tebu dapat tumbuh dengan baik didaerahdengan curah hujan berkisar antara 1.000 1.300 mm pertahun dengan sekurang-kurangnya 3 bulan kering.Distribusi curah hujan yang ideal untuk pertanaman tebuadalah: pada periode pertumbuhan vegetatif diperlukancurah hujan yang tinggi (200 mm per bulan) selama 5-6bulan. Periode selanjutnya selama 2 bulan dengan curahhujan 125 mm dan 4 5 bulan dengan curah hujan kurangdari 75 mm/bulan yang merupakan periode kering. Periodeini merupakan periode pertumbuhan generative danpemasakan tebu. Ditinjau dari kondisi iklim yang diperlukan, makawilayah yang dapat ideal diusahakan untuk tebu lahankering/tegalan berdasarkan Oldemen dan Syarifudin adalahtipe B2, C2, D2 dan E2. Sedangkan untuk tipe iklimB1C1D1dan E1 dengan 2 bulan musim kering, dapatdiusahakan untuk tebu dengan syarat tanahnya ringan danberdrainase bagus. Untuk tipe iklim D3, E3 dan D4 dengan4 bulan kering, dapat pula diusahakan dengan syaratadanya ketersediaan air irigasi.2. Suhu6Budidaya dan Pasca Panen TEBU 11. Pengaruh suhu pada pertumbuhan dan pembentukansukrisa pada tebu cukup tinggi. Suhu ideal bagi tanamantebu berkisar antara 240C340C dengan perbedaan suhuantara siang dan malam tidak lebih dari 10 0C.Pembentukan sukrosa terjadi pada siang hari dan akanberjalan lebih optimal pada suhu 30 0C. Sukrosa yangterbentuk akan ditimbun/disimpan pada batang dimulaidari ruas paling bawah pada malam hari. Prosespenyimpanan sukrosa ini paling efektif dan optimal padasuhu 15 0C.3. Sinar MatahariTanaman tebu membutuhkan penyinaran 12-14 jamsetiap harinya.Proses asimilasi akan terjadi secara optimal, apabiladaun tanaman memperoleh radiasi penyinaran mataharisecara penuh sehingga cuaca yang berawan pada siang hariakan mempengaruhi intensitas penyinaran dan berakibatpada menurunnyaproses fotosintesa sehinggapertumbuhan terhambat.4. Angin Kecepatan angin sangat berperan dalam mengaturkeseimbangan kelembaban udara dan kadar CO2 disekitartajuk yang mempengaruhi proses fotosintesa.Angindengan kecepatan kurang dari 10 km/jam disiang hariberdampak positif bagi pertumbuhan tebu, sedangkanangin dengan kecepatan melebihi 10 km/jam akanmengganggu pertumbuhan tanaman tebu bahkan tanamantebu dapat patah dan roboh. Budidaya dan Pasca Panen TEBU 7 12. BAB BiologiA. Klasifikasi Tanaman tebu tergolong tanaman perdu dengannama latin Saccharum officinarum. Di daerah Jawa Baratdisebut Tiwu, di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timurdisebut Tebu atau Rosan. Sistematika tanaman tebu adalah:Divisi : SpermatophytaSubdivisi: AngiospermaeKelas: MonocotyledoneOrdo : GraminalesFamili : GraminaeGenus: SaccharumSpecies: Saccarum officinarumB. Morfologi dan Biologi8Budidaya dan Pasca Panen TEBU 13. 1. BatangBatang tanaman tebu berdiri lurus dan beruas-ruasyang dibatasi dengan buku-buku. Pada setiap bukuterdapat mata tunas. Batang tanaman tebu berasal darimata tunas yang berada dibawah tanah yang tumbuh keluardan berkembang membentuk rumpun. Diameter batangantara 3-5 cm dengan tinggi batang antara 2-5 meter dantidak bercabang.2. AkarAkar tanaman tebu termasuk akar serabut tidakpanjang yang tumbuh dari cincin tunas anakan. Pada fasepertumbuhan batang, terbentuk pula akar dibagian yanglebih atas akibat pemberian tanah sebagai tempat tumbuh.3. Daun Daun tebu berbentuk busur panah seperti pita,berseling kanan dan kiri, berpelepah seperti daun jagungdan tak bertangkai. Tulang daun sejajar, ditengah berlekuk.Tepi daun kadang-kadang bergelombang serta berbulukeras.4. Bunga Bunga tebu berupa malai dengan panjang antara 50-80 cm. Cabang bunga pada tahap pertama berupakarangan bunga dan pada tahap selanjutnya berupa tandandengan dua bulir panjang 3-4 mm. Terdapat pulabenangsari, putik dengan dua kepala putik dan bakal biji.5. Buah Budidaya dan Pasca Panen TEBU 9 14. Buah tebu seperti padi, memiliki satu biji dengan besar lembaga 1/3 panjang biji. Biji tebu dapat ditanam di kebun percobaan untuk mendapatkan jenis baru hasil persilangan yang lebih unggul. BAB Bahan Tanaman A. Varietas Unggul Pemilihan varietas harus memperhatikan sifat-sifat varietas unggul yaitu, memliki potensi produksi gula yang tinggi melalui bobot tebu dan rendemen yang tinggi; memiliki produktivitas yang stabil dan mantap; memiliki ketahanan yang tinggi untuk keprasan dan kekeringan; serta tahan terhadap hama dan penyakit.Varietas tebu berdasarkan masa kemasakannya dapat dibedakan menjadi tiga,yaitu:10Budidaya dan Pasca Panen TEBU 15. 1. Varietas Genjah (masak awal), mencapai masak optimal + 8-10 bulan.2. Varietas Sedang (masak tengahan), mencapai masak optimal pada umur + 10-12 bulan.3. Varietas Dalam (masak lambat), mencapai masak optimal pada umur lebih dari 12 bulan.Beberapa varietas unggul yang telah dilepas oleh MenteriPertanian dapat dilihat pada Tabel 1. Mengingat masa panen tebu dilakukan pada saatyang relatif serempak, akan tetapi ditanam pada waktuyang lebih panjang karena bergiliran, maka perlu diaturkomposisi penanaman varietas dengan umur masak yangberbeda, yaitu masak awal, masak tengah dan masaklambat. Komposisi varietas dengan tingkat kemasakanmasak awal, masak tengah dan masak lambat yangdianjurkan berdasarkan luas tanam adalah 30:40:30.Tabel 1. Varietas Unggul TebuProduksiVarietas Sifat Lahan Sawah Lahan Tegalan SK. MenteriMasak PertanianTebu Rend (%)TebuRend (ku/ha)(ku/ha) (%) PS 865Awal- 804 9,38 342/Kpts/SR. tengah 112 1,41120/3/2008KdgTengah- 1.125 10,99 992 9,51 334/Kpts/SR.Kencanalambat325 1,65 238 0,88120/3/2008 PS 864Tengah- 1.221 + 8.34 + 888 + 9.19 +56/Kpts/SR.1 lambat228 0.60 230 0.6420/1/2004 PS 891Tengah- 1.106 + 9.33 + 844 + 10,19+55/Kpts/SR.1 lambat271 1,19 329 1,3520/1/2004 PSBMAwal-704 + 9.93 +54/Kpts/SR.1901tengah 162 1.0220/1/2004Budidaya dan Pasca Panen TEBU11 16. PS 921 Tengah1.391 + 8.53 + 53/Kpts/SR.1 101 1,19 20/1/2004PS 951 Lambat1.461 + 9.87 + 52/Kpts/SR.1 304 0.86 20/1/2004 B. Pengadaa...</p>