tahun ajaran 2011-2012

Download TAHUN AJARAN 2011-2012

Post on 11-Jul-2015

1.047 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG DAN RASIONAL Terjadinya perubahan nilai kehidupan disegala bidang, baik dibidang politik, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam, menuntut dilakukan reformasi dibidang pendidikan. Reformasi pendidikan juga dimaksudkan untuk mengatasi masalahmasalah pokok dibidang pendidikan yaitu (1) pemerataan pendidikan, (2) peningkatan mutu, (3) relevansi, serta (4) efisiensi manajemen. Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah pendidikan. Salah satu upaya yang telah dilakukan misalnya dengan diberlakukan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang implementasinya melalui 3 (tiga) demensi, yaitu: (1) dari dimensi sentralistik menjadi otonomi sekolah; (2) dari dimensi pendekatan birokratik menjadi profesional, (3) dari dimensi keputusan pusat menjadi partisipatif. Melaui ketiga demensi tersebut menuntut perubahan pada tingkat satuan pendidikan seperti penyesuaian kurikulum yang digunakan. Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. KTSP ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. Keberadaan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan merupakan suatu keharusan. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum pada setiap satuan pendidikan tidak lagi disusun oleh pemerintah pusat, namun diserahkan kepada tingkat satuan pendidikan masing-masing dengan difasilitasi oleh pemerintah daerah. Pemerintah hanya menetapkan beberapa standar sebagai acuan, selebihnya dapat dikembangkan oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing.Kurikulum SDN 3 Renon Denpasar Selatan

1

Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan diharapkan dapat memberdayakan sumber daya masyarakat melalui peran serta komite sekolah serta tokoh-tokoh masyarakat. Melalui kerja sama ini, sangat dimungkinkan untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan tatanan budaya, kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Dengan demikian diharapkan dapat mengatasi masalah pendidikan yang berkaitan dengan pemerataan, peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi manajemen. Berdasarkan uraian di atas serta memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah dibidang pendidikan, maka Sekolah Dasar Negeri 3 Renon dengan segenap komponennya berupaya menyusun Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 3 Renon, sebagai implementasi dari Menejemen Berbasis Sekolah (MBS) serta sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. B. DASAR HUKUM/LANDASAN KEBIJAKAN Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, berdampak juga terhadap perubahan dibidang pendidikan. Dalam penyelenggaraan pendidikan, tingkat satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk mengelola sekolah masing-masing. Menejemen yang diterapkan adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Melalui MBS dimungkinkan untuk dirancang sebuah program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah bersangkutan. Landasan hukum dalam penyusunan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 3 Renon adalah: 1. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia dan Pasal 32 ayat (1), Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat budayanya. 2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3, Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanKurikulum SDN 3 Renon Denpasar Selatan

dalam

memelihara

dalam

mengembangkan

nilai-nilai

2

Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan; 4. Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi (SI); 5. Permen Diknas Nomor 23 Tahun 2005, Tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL); 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). 11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. 13. Panduan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dari BSNP.

C.

ANALISIS KONTEKS 1. a. Analisis Konteks Sekolah Internal 1) Lokasi sekolah berada di kawasan pemukiman penduduk yang cukup padat. 2) Secara geografis mudah di jangkau dengan alat transportasi.

Kurikulum SDN 3 Renon Denpasar Selatan

3

3) Kepercayaan masyarakat terhadap SDN 3 Renon semakin tinggi, sekaligus keinginan menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah ini makin banyak. 4) Dengan kondisi sosial ekonomi kebanyakan masyarakat dari daerah sekitar adalah menengah ke bawah sehingga sering menimbulkan banyak kendala dalam pengembangan kemajuan sekolah. 5) Motivasi belajar siswa cukup karena input yang diterima umumnya cukup. b. Eksternal 1) Sarana prasarana yang tersedia di SDN 3 Renon cukup memadai walaupun masih jauh dari yang diinginkan. 2) Dukungan pendanaan sekolah dari stakeholder dan orang tua murid masih dirasakan rendah. 3) Hubungan kerja sama antara masyarakat sekitar sekolah dan lembaga/instansi yang terkait cukup baik. 2. a. Anilisis SWOT Kekuatan (Strenght) 1) Pengakuan masyarakat semakin tinggi. 2) Letak sekolah yang strategis dapat dijangkau dengan alat tranporstasi. 3) Terjadinya interaksi yang baik antara instansi/lembaga terkait sekitarnya dengan SDN 3 Renon. 4) Motivasi guru, Kepala Sekolah, dan siswa yang tinggi. b. c. Kelemahan (Weakness) 1) Kurangnya kemapuan pihak sekolah dan masyarakat dalam mengelola waktu Peluang (Opportunate) 1) Daya dukung dan motivasi guru dalam etos kerja dapat dijadikan modal bagi sekolah untuk maju. 2) Kepercayaan masyarakat terhadap SDN 3 Renon cukup dijadikan modal dalam pengembangan sekolah. 3) Sistem keterbukaan dan akutanbilitas sangat memberikan kepercayaan kepada masyarakat dalam mengelola pendidikan di SDN 3 Renon. 4) SDN 3 Renon merupakan satu-satunya SD yang berada di lingkungan Banjar Kelod Renon, sehingga dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan partisipasi semua kalangan dalam pengembangan program pendidikan.

Kurikulum SDN 3 Renon Denpasar Selatan

4

d.

Ancaman (Treath) 1) Belum tersedianya sarana teknologi seperti komputer yang mengakibatkan siswa tidak mendapatkan pengalaman belajar tentang IT sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman. 2) 3) 4) Biaya perawatan dan operasional sarana prasarana yang cukup tinggi. Tidak adanya tenaga keamanan dan penjaga sekolah yang

memungkinkan terjadinya beberapa hambatan dalam pemberian layanan. Tenaga pendidik dan kependidikan belum seluruhnya menguasai teknologi. 3. Deskripsi Hasil Analisis Pada dasarnya dengan kondisi yang ada di SDN 3 Renon baik secara internal maupun eksternal, memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disiasati secara cermat dengan mengupayakan peningkatan dan pemanfaatan sisi positif yang dimiliki, sedangkan dari sisi negatifnya diupayakan pengurangan atau ditekan seminimal mungkin sehingga program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. D. 1. TUJUAN PENGEMBANGAN KTSP Pengertian dan Tujuan Pengembangan Kurikulum Pengertian a. Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur, dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. c. Silabus

Kurikulum SDN 3 Renon Denpasar Selatan

5

Silabus adalah rencana pembelajaran pada satu dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus SD Negeri 3 Renon ter