proposal 2011-2012

Download PROPOSAL 2011-2012

Post on 09-Jul-2015

36 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

A. JUDUL PENELITIAN Peningkatan Hasil Belajar materi Bangun Ruang Sisi Lengkung

menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada siswa kelas ix SMP Negeri 1 Moyo Utara tahun pelajaran 2011/2012 B. LATAR BELAKANG MASALAH Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah tingkat menengah. Adapun tujuan pembelajaran matematika di sekolah-sekolah ini adalah untuk membentuk kemampuan pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis, dan memiliki sifat obyektif, jujur, dan disiplin dalam memecahkan suatu permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari (Widdiharto, 2004:1). Namun, pada proses pembelajaran matematika ini terdapat banyak permasalahan, salah satunya yang paling konseptual yaitu kesulitan siswa dalam belajar matematika itu sendiri. Mengingat betapa pentingnya pembelajaran matematika di setiap jenjang- jenjang pendidikan, maka peran guru sangatlah penting untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran matematika tersebut. Seorang guru bukan hanya memberikan pengetahuan mengenai materi

pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswa, namun guru harus bisa merencanakan suatu pembelajaran yang efektif memeberikan pemahaman kepada siswa . Sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran tersebut dapat1

tercapai. Berdasarkan evaluasi pengamatan peneliti di SMP Negeri 1 Moyo Utara, bahwa masih banyak siswa kelas IX yang kurang pemahamannya terhadap konsep-konsep tentang materi pokok Bangun Ruang sisi lengkung sehingga berdampak pada hasil belajarnya. Semua ini bukan semata-mata hanya kesalahan siswa tetapi dapat juga karena penggunaan model, metode pembelajaran yang kurang tepat dan kurang efektif sehigga menimbulkan suasana pembelajaran yang tidak efektif. Kurangnya kevariasian model, metode pembelajaran yang digunakan guru disebabkan karena guru merasa kesulitan dalam memilih model, metode, dalam pembelajaran matematika karena dipengaruhi oleh perbedaan individual siswa yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut menyebabkan kurangnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika, karena pembelajaran matematika di kelas cenderung monoton berpusat pada guru sehingga membuat siswa bosan untuk mengikuti pembelajaran matematika tersebut. Selain itu, pada saat pembelajaran materi pokok Bangun ruang sisi lengkung kebanyakan siswa hanya menerima dan menghafal konsepkonsep, rumus-rumus yang diajarkan, tanpa tahu bagaimana proses dari penemuan konsep-konsep dan rumus dari materi Bangun ruang sisi lengkung tersebut. Hal tersebut menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dari materi Bangun ruang sisi lengkung. Untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika2

seperti yang telah diuraikan di atas, maka perlu kiranya dikembangkan suatu bentuk atau model, metode,dan alat bantu pembelajaran yang efektif, berpusat pada siswa, memahami prinsip perbedaan individual siswa, dan mampu meningkatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi Bangun ruang sisi lengkung. Salah satu bentuk atau model, metode, alat bantu pembelajaran yang dapat mengakomodasi kepentingan untuk mengkolaborasikan pengembangan diri di dalam proses pembelajaran matematika adalah model pembelajaran kooperatif dengan bantuan lembar kerja siswa (LKS). Menurut Darmadi (2006:4) dengan adanya pembelajaran kelompok kecil dengan metode penemuan, siswa dapat lebih aktif dan bekerja dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk mendapatkan pengetahuan baru yang merupakan penemuan individu dalam

kelompoknya, serta dengan LKS dapat membantu siswa dalam menemukan unsur-unsur, rumus-rumus dalam Bangun Ruang sisi lengkung. Sehinga kompetensi- kompetensi dasar dalam pembelajaran matematika materi pokok Bangun ruang sisi lengkung ini dapat tercapai.

C. IDENTIFIKASI, PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1. Identifikasi Masalah Dari judul PTK Peningkatkan hasil belajar materi pokok bangun ruang sisi lengkung menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan bantuan lembar kerja siswa (LKS) pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Moyo Utara tahun pelajaran 2011/2012 , dan berdasarkan latar belakang3

masalah diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah adalah sebagai berikut: 1. Rendahnya pemahaman siswa pada pembelajaran bangun ruang sisi lengkungyang berdampak pada rendahnya hasil belajar. 2. Rendahnya motivasi siswa 3. Pembelajaran matematika belum komunikatif 4. Belum ditemukan strategi pembelajaran yang efektif 5. Belum ada kolaborasi antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa lainnya. 6. Metode yang digunakan masih konvensional 7. Pendayagunaan LKS belum optimal.

2. Rumusan masalah. Dari latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas dapat diangkat rumusan masalah adalah : 1. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX SMP Negeri 1 Moyo Utara ? 2. Apakah penggunaan bantuan LKS dapat meningkatkan

motivasi,kolaborasi dan komunikasi antara siswa dan siswa lainnya, antara guru dan siswa ? 3. Pemecahan masalah Untuk mengatasi kesulitan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Moyo Utara4

dalam memahami materi pokok bangun ruang sisi lengkung dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan bantuan LKS Indikator keberhasilan yang akan diukur dalam penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar siswa yang diukur melalui evaluasi dalam bentuk tes serta evaluasi proses pembelajaran.

D. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengatasi kesulitan siswa sekaligus membantu siswa kelas IX SMP Negeri 1 Moyo Utara dalam memahami konsep luas sisi dan volum bangun ruang sisi lengkung pada tabung, kerucut dan bola Secara khusus tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peningkatan Hasil Belajar siswa pada materi luas sisi dan volum tabung, kerucut dan bola yang dicapai setelah menyelesaikan proses pembelajaran. 2) Interaksi belajar siswa dalam kelas selama kegiatan proses pembelajaran.

E. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai bertikut: a. Bagi Penulis/Peneliti, yaitu sabagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan memilih model dan metode pembelajaran dalam5

mengembangkan diri sebagai guru yang professional. b. Bagi siswa dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap mata pelajaran matematika. c. Bagi guru matematika khususnya dan guru lainnya dapat menjadi bahan acuan dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran menggunakan model dan metode pembelajaran yang sesuai.

F. KAJIAN PUSTAKA 1. Belajar Belajar diartikan sebagai suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan diri individu dan merupakan suatu perubahan yang kompleks, karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya (Usman, 1995). Perubahan diri dalam hal ini adalah perubahan yang terjadi dalam diri siswa sebagai hasil belajar pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Menurut Wittrock (Pannen, 2001:), proses belajar seseorang dipengaruhi oleh rangsangan (arousal) dan niat (intention). Selain itu faktor penting dalam proses belajar adalah perhatian, karena tanpa perhatian proses belajar tidak akan pernah terjadi. Dengan demikian, keberhasilan dalam proses belajar mengarah pada perubahan diri siswa dengan fokus pada materi pelajaran yang diberikan sehingga diperoleh suatu pemahaman materi yang baik.

6

Kegiatan belajar yang dilakukan tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan mengajar. Mengajar adalah kegiatan penyampaian materi oleh pengajar kepada pihak yang belajar. Menurut Sudjana (1989) mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar, mengatur dan mengorganisasi lingkugan yang ada disekitar siswa untuk melakuan kegiatan belajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas, membuat siswa aktif, dan dapat meningkatkan kemampuan siswa serta mempersiapkan diri dalam proses pembelajaran. Proses belajar mencapai puncaknya pada hasil belajar siswa atau unjuk kerja siswa. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima atau menyelesaikan pengalaman belajarnya (Sudjana, 1998). Sebagai suatu hasil maka dengan unjuk kerja tersebut proses belajar terhenti untuk sementara dan terjadilah penilaian. Dalam penilaian hasil belajar, maka penentu keberhasilan belajar adalah guru sebagai pemegang kunci pembelajaran yang menyusun desain pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan menilai hasil belajar (Dimyati & Mudjiono, 2002:250). Kegiatan pemberian nilai/penilaian hendaknya merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar (Purwanto, 1990:74). Ini berarti bahwa tujuan penilaian disamping untuk mengetahui kemampuan belajar serta penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran, juga digunakan sebagai feedback (umpan balik), baik kepada7

siswa sendiri maupun bagi guru atau pengajar. Sehingga dari hasil tes, guru dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan siswa tertentu sehingga selanjutnya guru dapat melakukan koreksi maupun reinformance terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Pembelajaran pada materi matematika yang lebih menekankan pada pendekatan keterampilan proses, guru matematika tentunya harus mampu dan mahir menggunakan model-model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan karena tujuan pembelajaran matematika ialah agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengap