reproduksi tumbuhan oke

Download REPRODUKSI TUMBUHAN oke

Post on 03-Jul-2015

875 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Bagian bunga yang Steril: 1. Petal (Corolla) 2. Sepal (Calyx) Bagian bunga yang Fertil: 1. Androecium Stamen: Anthera , Filamen. 2. Gynoecium Pistillum (Carpel) : Stigma, Stilus, dan Ovarium.

Ter iri ari : . Kepala sari ( a t era ) . Ta gkai sari enang sari, nya ter iri ari 4 r ang erisi pollen ikrosporangi ( tempat peng asil mikrospora ) mikrospora t mbuh membentuk buluh gamet jantan.

Gambar penampang lintang anthera lilium (www.upload.wikimedia.org)

Pada umumnya anthera terdiri atas mikrosporangia ( lokuli ). Pada waktu masak, dua sporangia dari masing-masing sisi akan menyatukan diri menjadi 2 teka sehingga ada 2 teka.

Antera yang belum terdiferensiasis epidermis

arkesporium Sel parietal primer Sel parietal sekunder endotesium

Sel sporogen primer Sel parietal sekunder Lapisan tengah bawah Lapisan tengah

Sel sporogen sekunder tapetum

Sel induk mikro spora

Lapisan tengah atas Lapisan tengah

tapetum

mikro spora

epidermis

Menurut Bhojwani dan Bhatnagar ( 1978-1999), anthera mempunyai lapisan dinding sebagai berikut. 1. Epidermis ( eksotesium ); merupakan lapisan terluar, terdiri dari satu lapis sel. Berfungsinya sebagai pelindung. 2. Endotesium; merupakan lapisan yang terletak di sebelah dalam epidermis. berfungsi untuk membukanya kepala sari akibat dari adanya struktur berserabut. 3. Lapisan tengah; merupakan lapisan yang terletak disebelah dalam endotesium, terdiri dari 2-3 lapisan sel atau lebih, tergantung jenis tumbuhannya. . Tapetum; merupakan dinding terdalam dari kepala sari dn berkambang sampai maksimum pada saat terbentukny serbuk sari tetrad.

Perkembangan Gametofit JantanMikrosporosit mengalami meiosis. Lalu membentuk empat meiosis. mikrospora haploid. Kemudian membelah sekali lagi melalui haploid. mitosis dan menghasilkan dua sel, yaitu sel generative dan sel sel, tabung. tabung. Kedua sel itu dan dindingnya membentuk sebuah butiran serbuk sari, atau gametofit jantan yang belum dewasa. dewasa. Ada 3 tahap perkembangan gametofit jantan : 1. Perkembangan pollen

Serbuk sari/pollen pada umumnya mempunyai dua lapisan dinding, yaitu eksin merupakan lapisan terluar dan intin merupakan lapisan terdalam. Eksin tersusun dari sporopolenin, sedangkan intin tersusun dari pektoselulose.

PER EMBANGAN GAMETOFIT JANTANSel induk mikrospora Meiosis I

Meiosis II

mitosis

inti vegetatif inti generatif

Butir Serbuk Sari (gametofit jantan)

PERKEMBANGAN POLLENPollen yang baru dibentuk umumnya mempunyai sitoplasma yang padat. Selnya secara cepat bertambah volumenya, diikuti oleh vakuolisasi dan perpindahan inti dari bagian tengah menuju kebagian yang berdekatan dengan dinding sel.

PERKEMBANGAN POLLENDinding pollen berlapis-lapis. Dinding terluar disebut eksin dan dinding dalam disebut intin. Eksin terdiri atas ekteksin dan endeksin. Ekteksin tersusun oleh 1) tektum dibagian luar, 2) bagian dalam adalah lapisan kaki (foot layer) berbatasan dengan endeksin, dan 3) bakulum lapisan yang terdapat antara tektum dan lapisan kaki.

PEMBENTUKAN SEL VEGETATIF DAN SEL GENERATIF

2. Pembentukan sel vegetatif dan sel generatifPada awal gametogenesis inti serbuk sari membelah menjadi dua sel, yaitu sel vegetatif dan sel generatif. Kedua sel tersebut ukurannya tidak sama. Sel vegetative lebih besar dibandingkan sel generative. Sel generative membelah secara mitosis menghasilkan 2 sel sperma.

PEMBENTUKAN SEL VEGETATIF DAN SEL GENERATIF

Setelah pembelahan mitosis, sel vegetative melanjutkan pertumbuhan, organela sel bertambah jumlah dan ukurannya, vakuola semakin lama menghilang. Setelah lepas dari dinding, sel generative bentuknya speris. Sperma dibentuk dari pembelahan mitosis inti sel generative.

Pembentukan Sel Sperma3. Pembentukan Sel SpermaSetelah sel generative terbentuk, proses selanjutnya adalah pembentukan sel sperma. Pada umumnya, pembentukan sel sperma baru terjadi setelah buluh serbuk sari menembus stigma (tangkai putik) atau setelah buluh mencapai kantong embrio (kandung lembaga). Sperma mungkin dibentuk sewaktu butir pollen masih ada di dalam antera atau telah keluar dari antera. Apabila sperma dibentuk sebelum butir pollen keluar dari antera maka waktu butir pollen dilepas pada stadium 3 sel dan apabila sperma terbentuk setelah keluar dari antera maka pada waktu butir pollen dilepas dalam keadaan dua sel.

PENYERBUKAN ANGIOSPERMAE

BAGIAN-BAGIAN PISTILLUM

MEGASPOROGENESIS DAN MEGAGAMETOGENESIS

Polinasi atau penyerbukan terjadi ketika butir sel jantan dari benangsari masuk ke kepala putik bunga lalu turun ke tangkai putik untuk bergabung dengan bakal biji.

Penyerbukan pada angiospermae (tumbuhan biji tertutup) adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Penyerbukan pada gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada mikropil (liang bakal biji).

Autogami

Cross polination

- Bertambahnya ukuran pollen - Suatu buluh kecil tumbuh memanjang - Menembus jaringan stigma dan stilus - Setelah buluh muncul dari butir pollen, buluh mencari jalan pada papila stigma

Perkecambahan Pollen

y Gymnospermae tidak memiliki stigma sehingga butir pollen langsung menuju ovulum y Perpindahan pollen dari antera ke stigma pada Angiospermae ada dua cara: A. Autogami B. Cross pollination - Geitonogami - Xenogami

PEMBUAHAN

PEMBUAHAN Setelah berkecambah, buluh menembus jaringan stilus, kemudian masuk kedalam jaringan stilus. Dan buluh didalam ovarium dan segera menuju ovulum. Masuknya buluh pollen kedalam ovulum ada beberapa kemungkinan : A. porogami B. halazogami c. Mesogami

Setelah buluh pollen yang membawa sperma sampai di mikropil, kemudian masuk ke dalam kandung lembaga. - Jika, langsung menuju sel sinergid, buluh menembus aparatus filiformis. Isi sel buluh kelua bergabung dengan sitoplasma sel sinergid. Dua sel sperma berubah bentuk dan keluar dai sinergid. setelah sperma masuk ke dalam sel telur terjadilah fusi antara inti sel telur dengan inti sperma (peristiwa ini disebut singami). Sperma yang lain berfusi dengan sel sentral (peristiwa ini disebut fusi tripel)

Tumbuhan homospora menghasilkan satu jenis gametofit yang mengandung organ reproduksi jantan dan betina Tumbuhan homospora menghasilkan satu jenis spora

Gametofit (n) Arkegonium (n) Spora (n) Anteredium (n)

Haploid (n) Generasi gametofit Meiosis Sel spora induk (2n) Diploid (2n) Generasi sporofit

Sel telur (n) Sperma (n) Fertilisasi Zigot (2n)

Sporangium (2n) Sporofit (2n)

Embrio (2n)

Siklus hidup tumbuhan homospora

DIPLOID (2n) Kepala putik Tangkai putik Ovarium Ovulum Kepala sari Tangkai sari Serbuk sari Mikrogametofit berkembang dari mikrospora di dalam kotak serbuk sari

Putik

Megagametofit berkembang dari megaspora di dalam ovulum Meiosis

Sel induk megaspora (2n) Zigot berkembang menjadi sporofit dewasa Fertilisasi ganda menghasilkan zigot 2n dan endosperm 3n Fertilisasi ganda Meiosis Nukleus endosperm (3n) Zigot (2n) Serbuk sari (mikrogametofit (n)

Megaspora (n)

8 nukleus haploid Megagametofit (n)

Serbuk sari berkecambah di kepala putik. Buluh serbuk sari tumbuh sampai mencapai megagametofit

HAPLOID (n)

Inti buluh Sperma

Buluh serbuk sari

Megagametofit

Perbedaan Utama Antara Gymnosperma dan AngiospermaFaktor Pembeda Habitus/ bentuk tubuh Sistem akar Batang Daun Gymnosperma emak,perdu, pohon tunggang tegak lurus, bercabang-cabang Jarang yang berdaun lebar dan bersifat majemuk Tidak beragam Bunga sesungguhnya belum ada Membentuk strobilus Bakal biji nampak menempel pada daun buah Serbuk sari jatuh pada bakal biji Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif lama Akar dan batang memiliki kambium Xylem terdiri atas trakeidng Floem tidak terdapat sel pengiring Angiosperma terna, semak, perdu, pohon Serabut dan tunggang Bercabang-cabang atau tidak Kebanyakan berdaun lebar, ada yang berdaun majemuk dengan komposisi yang beragam Beraneka ragam Ada bunga Tidak membentuk strobilus Bakal biji tidak tampak (tertutup) Serbuk sari jatuh pada kepala putik Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif lebih pendek Hanya sebagian anggota yang memiliki kambium pada akar dan batangnya Terdiri atas trakea dan trakeid Terdapat sel pengiring

Sistem tulang daun Bunga

Penyerbukan

Anatomi

EndospermaEndosperma merupakan bagian dari biji yang pada umumnya merupakan hasil pembelahan sel endosperma primer secara mitosis berkali-kali dan berfungsi sebagai pemberi atau penyuplai makanan bagi embrio yang sedang berkembang. Tumbuhan yang tidak mempunyai endosperm adalah suku orchidaceae, podostemaceae, dan Trapaceae.

BIJI y Berkembang dari ovulum (bakal biji) y Berisi embrio dan cadangan makanan (endosperm, perisperm) y Dorman saat dewasaStruktur Umum Biji :

Struktur endosperm, y halus/rata (umum) y ruminan, Annonaceae, Passifloraceae, Myristicaceae Sifat endosperm, y farinosus (berbutir), y carnosus (berdaging), R. communis, C. nucifera y corneum (tanduk, keras) -Coffea arrabica y lapideus (keras seperti batu) Palmae y aquosus (berair) C. nucifera y hyalinus (bening) Arenga pinnata, lontar/siwalan

Berdasarkan kehadiran endosperma, biji dapat dibedakan menjadi : Biji exalbuminous = biji yang hanya mengandung sedikit endosperma atau tidak ada sama sekali y Misalnya : Biji pada tumbuhan Fabaceae, Citrus(mengandung klorofil) Biji albuminous = biji yang mengandung endosperma atau perispem y Perisperm, jaringan nuselus yang persisten dan volumenya bertambah sejalan dengan perkembangan biji, misalnya pada tumbuhan Piperaceae, Nymphaeaceae

y Berdasarkan perkembangannya, endosperma dib