ppg tm 1 2015

Download ppg tm 1 2015

Post on 04-Dec-2015

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pendidikan gizi masyarakat

TRANSCRIPT

  • **

  • PendahuluanPembangunan adalah suatu upaya yang dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara suatu bangsa. Makin maju suatu negara, maka makin baik status gizi masyarakatnya.

    Peningkatan kemajuan dan kesejahteraan bangsa sangat tergantung pada kemampuan dan kualitas sumberdaya manusianya.

    **

  • Pendahuluan (lanjutan)Ukuran kualitas sumberdaya manusia dapat dilihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan

    Ukuran kesejahteraan masyarakat antara lain dapat dilihat pada tingkat kemiskinan dan status gizi masyarakat.

    **

  • Pendahuluan (lanjutan)Dampak buruk kurang gizi antara lain:Rendahnya produktivitas kerja, kehilangan kesempatan sekolah, dan kehilangan sumberdaya karena biaya kesehatan yang tinggi.

    Investasi gizi berperan penting untuk memutuskan lingkaran setan kemiskinan dan kurang giziSebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    **

  • GEMUKMMMMMMKURANG GIZI(UNDER NUTRITION)LEBIH GIZI(OVER NUTRITION)DAYA TAHAN RENDAHMUDAH SAKITBBLRKURUS / KURUS SEKALIPENDEK/PENDEK SEKALIIQ RENDAHTIDAK PRODUKTIFMISKINDAYA TAHAN RENDAH

    MUDAH SAKIT

    BB RENDAH/KURUS

    TB RENDAH/PENDEK

    IQ RENDAH

    TIDAK PRODUKTIF

    AKB/AKBA/AKI TINGGI

    MISKINILMU GIZI UNTUK MENGETAHUI MASALAH GIZI DAN DAMPAKNYA SERTA UPAYA MENCEGAH DAN MENANGGULANGINYAMASALAH GIZI(MALNUTRITION)DIABETESJANTUNGHIPERTENSISTROKEKEMATIANCACATTIDAK PRODUKTIF**

  • Pendahuluan (lanjutan)

    Program penanggulangan masalah gizi harus dapat direncanakan dengan baik, sehingga diharapkan dapat memperbaiki status gizi masyarakat.

    Status gizi yang baik, merupakan modal dasar pembangunan, sehingga tidak menjadi beban suatu bangsa.

    **

  • Ciri-ciri PembangunanMeningkatnya kualitas hidup manusiaPendapatanPendidikanKesempatan kerjaKonsumsi panganPelayanan kesehatanPerumahan yang baikStatus gizi dan kesehatanAir bersih, dll

    **

  • Ciri-ciri PembangunanMeningkatnya kebebasan untuk memilihPerumahan yang diinginkan, Pendidikan yang dikehendaki, Makanan yang dikonsumsi, Sarana pelayanan kesehatan yang digunakan, Pemimpin yang diinginkan Aspirasi politik, dan lain-lain. **

  • Ciri-ciri PembangunanMeningkatnya penghargaan terhadap diri sendiri (self esteem).Penghargaan terhadap diri sendiri akan menyebabkan kita dapat menghargai orang lainPenghormatan terhadap diri sendiriRasa percaya diri.Artinya apa yang bisa dilakukan orang lain dapat juga dilakukan oleh kita sendiri. Tidak apatis (nrimo), menerima saja keadaan yang ada (Ciri dari masyarakat yang kurang gizi

    **

  • Perbaikan Gizi dan MDGSangat erat kaitannya dengan sasaran-sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015, yaitu:

    MDG1: Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; MDG4: Menurunkan kematian anak; MDG5: Meningkatkan kesehatan ibu dan anak.**

  • Analisis situasiPrevalensi anak balita (2007)Gizi kurang 18,4%Pendek 36,8% Timbulnya masalah gizi sangat terkait dengan ketersediaan dan aksesibilitas pangan. BPS (2009) Jumlah penduduk sangat rawan pangan 14,47% (asupan kalori
  • Analisis situasiRPJMN 2010-2014 telah disepakati pencapaian MDGsMenurunnya prevalensi gizi kurang anak balita menjadi 15,5 persenMenurunnya prevalensi pendek pada anak balita menjadi 32 persenTercapainya konsumsi pangan dengan asupan kalori 2.000 Kkal/orang/hari.Perlu program intervensi gizi yang efektif dan efisien untuk penanggulangan masalah gizi tersebut. Disinilah pentingnya perencanaan program intervensi gizi yang baik.

    **

  • Apa peran GiziInvestasi pembangunanPertumbuhan dan kecerdasanKesehatan dan produktivitasDaya saing bangsa

  • ARAH PEMBANGUNAN KESEHATANAKSES masyarakat terhadap YANKES YANG BERKUALITAS semakinMANTAP RPJMN III2015 -2019KURATIF REHABILITATIFPROMOTIF - PREVENTIFYANKES BERMUTUAKSESMANTAPSEMUA ORANGmendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan di tempat pelayanan kesehatan yang terstandart, dilayani oleh tenaga kesehatan yang kompeten, menggunakan standart pelayanan, dengan biaya yang terjangkau serta informasi yang adekwat atas kebutuhan pelayanan kesehatanya KESEIMBANGANPATIENT SAFETY dan KESEJAHTERAAN NAKESKESEIMBANGANSUPPLY and DEMANDPencapaian SPMBid Kesehatan

    KEWENANGANKAB/KOTA/PROV

  • Kerangka Konsep Jangka Menengah dan Panjang Perbaikan Gizi di Indonesia

  • KERANGKA PIKIR PENYEBAB MASALAH GIZI PADA 1000 HPKPenanganan masalah gizi merupakan upaya lintas sektor untuk mengatasi penyebab langsung, tidak langsung, dan akar masalah melalui upaya intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif

  • Intervensi Perbaikan Gizi

  • 4. Usia sekolah 3.Bayi & Balita5. Remaja & Usia produktif2.Ibu Menyusui1. Ibu hamil6. LansiaKepada ibu menyusuiPromosi menyusui / ASI EksklusifKonseling Menyusui Pemantauan pertumbuhan (D/S = 80,3%Suplemen vitamin A = 84,1%Pemberian garam iodium = 74,7 %PMT / MPASI Fortifikasi besi dan kegiatan suplementasi (Taburia) di 15 ProvinsiZink untuk manajemen diarePemberian obat cacingKonseling gizi Pelayanan gizi Lansia Kespro remaja Konseling: Gizi Suplementasi Fe PenjaringanBln Imunisasi Anak SekolahUpaya Kes SekolahPMT anak sekolah di Prov. Papua dan P BaratPromosi MJAS di sekolahSuplementasi besi folat = 82%PMT ibu hamil KEK Penanggulangan kecacinganSuplemen kalsiumIntervensi Gizi Spesifik

  • INTERVENSI GIZI SENSITIF:Pengarusutamaan Pembangunan Gizi pada Lintas SektorKetahanan Pangan dan Gizi

    Jaminan Kesehatan MasyarakatPenanggulangan KemiskinanKeluarga BerencanaAir Bersih & SanitasiRemaja PerempuanPendidikan Gizi MasyarakatPUBKKBNAGAMADIKBUDPP DAN PABPJSBKP/PERTANIANSOSIAL

  • ************Secara keseluruh tujuan akhir (goal) pada tahun 2025 dari gerakan :Menurunkan proporsi anak balita yang stunting sebesar 40 persenMenurunkan proporsi anak balita yang menderita kurus (wasting) kurang dari 5 persenMenurunkan anak yang lahir berat badan rendah sebesar 30 persen.Tidak ada kenaikan proporsi anak yang mengalami gizi lebihMenurunkan proporsi ibu usia subur yang menderita anemia sebanyak 50 persen.Meningkatkan prosentase ibu yang memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan paling kurang 50 persen.

    Adapun pada tahun 2015 diharapkan :Prevalensi anak balita gizi kurang setinggi-tingginya 15,5%Prevalensi anak balita stunting setinggi-tinggi 32%Konsumsi pangan mencapai 2000Kalori per kapita per hari.

    Untuk mencapai ini maka strategi yang dilakukan adalah :Perbaikan gizi terutama ibu pra-hamil, bumil dan bayiPeningkatan aksesiblitas panganPeningkatan pengawasan mutu panganPeningktakan PHBSPenguatan kelembagaan pangan dan gizi

    Intervensi : bersifat spesifik dan sensitive ***