presentasi ppg karakter

of 45/45
 PSG-RA YON:143 PPG & Pend.Karakter 1 Selamat datang dalam Pendalaman Materi

Post on 16-Jul-2015

323 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Selamat datang dalamPendalaman Materi

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

1

Peningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang paling strategis adalah melalui pendidikan

Peningkatan Kualitas pendidikan yang paling strategis adalah melalui peningkatan kualitas pendidiknya Peningkatan kualitas pendidik adalah mengembangkan profesi guru PPG harus dilihat dari keseluruhan usaha membenahi pendidikan nasional.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 2

UGD & PROFESIONALITASDengan kesejahteraan Yg terjamin, diharapakan guru akan meningkatkan profesionalitasnya. Sehingga menjadi guru yang profesional dan bermartabat, Menjadi guru yang cerdas dan berkarakter

Lahirnya UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen

Harapan baru bagi guru untuk meninggalkan keterpurukan menuju pada kesejahteraan

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

3

Peningkatan Profesionalitas Guru1. Guru sebagai kapital intelektual Intellectual Capital. baiklah digunakan formulasi Dave Ulrich,2006 sbb :Intellectual Capital = Competence X CommitmentKeterangan : Kompetensi

adalah penjumlahan dari pengetahuan, ketrampilan dan sikap ,sedang komitmen terdiri dari indikator afeksi, kontinuitas, dan normatif. Komitmen afeksi adalah adanya rasa senang dan bangga terhadap profesi guru, komitmen kontinuitas adalah adanya rasa keterikatan dan ketergantungan terhadap profesi guru, dan komitmen normatif adalah adanya rasa penuh tanggung jawab dalam menjalankan profesi guru.

*) ekuivalen 2 jam pembelajaran PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 4

Selanjutnya dalam hubungan kedua hal tersebut dapat dibuatkan kuadran-kuadran sbb :K1: Kompetensi rendah Komitmen tinggi K3: Kompetensi rendah Komitmen rendah K2 : Kompetensi Tinggi Komitmen Tinggi K4 : Kompetensi Tinggi Komitmen Rendah

K1 dan K4 : Terjadi masalah ,tetapi bisa dilakukan pembinaan dan pengembangan (K1 biasanya ditempati guruguru yang baru, sedangkan K4 ditempati guru lama yg akan pensiun) K2 : Ideal, yang selalu diharapkan dalam pengembangan pendidikan,perlu dipertahankan K3 : Sumber masalah/ tidak cocok jadi guru, sehingga bila perlu di parkir tidak jadi guru.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 5

2. Kinerja guruKinerja guru dapat dinilai dengan mengaplikasikan formulasi Keith Davis (2000) sebagai berikut :Human Performen = Ability + Motivation

Kinerja seseorang (guru) merupakan penjumlahan dari kemampuan dan motivasi. Kemampuan merupakan produk dari pengetahuan dengan ketrampilan, Motivasi merupakan produk dari sikap dengan situasi.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

6

Peningkatan profesionalitas guruPengembangan Kompetensi, dan Komitmen

Meningkatkan pengetahuan guru. 1. Meningkatkan ketrampilan guru sebagai pembelajar. 2. Mengembangkan sikap positif terhadap pendidikan dan profesi guru. 3. Mengupayakan profesi guru sebagai jabatan yang dibanggakan guru dan masyarakat. 4. Mengupayakan profesi guru ,adalah jabatan yang memberikan jaminan kesejahteraan guru. 5. Meningkatkan guru,akan tanggung jawabnya sebagai pendidik. 6. Mengupayakan situasi dan kondisi fisik sekolah sebagai tempat yg menyenangkan untuk bekerja profesional guru 7. Mengupayakan situasi dan kondisi sosial sekolah sebagai wahana komunikasi dan interaksi menyenangkan untuk bekerja profesional guru.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 7

Posisi Guru Profesional...there are no untachable children. There areany teacher who fail to teach them. Oleh karena itu tidak berkelebihan kiranya bila dihipotesiskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan berbasis sekolah tidak mungkin ada tanpa peningkatan profesinalitas para gurunya.Rice & Bishoprick (1971) :

Guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinyasendiri dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehari-hari. Profesionalisasi guru dipandang sebagai satu proses yang bergerak dari ketidaktahuan (ignorance) menjadi tahu, dari ketidakmatangan (immaturity) menjadi matang, dari diarahkan orang lain (other-directedness) menjadi mengarahkan diri sendiri.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 8

LANJUTAN: Profeionalitas Guru

Glickman (1981), menegaskan

bahwa seorang akan bekerja secara profesional bilamana memilki kemampuan (ability) dan motivasi (motivation). guru yang profesional adalah guru yang memiliki visi yang tepat dan berbagai aksi inovatif. Visi tanpa aksi adalah bagaikan sebuah impian, aksi tanpa visi bagaikan perjalanan tanpa tujuan dan hanya membuang-buang waktu saja, visi dan aksi dapat mengubah dunia.PPG & Pend.Karakter 9

Menurut Ibrahim B (2009)

PSG-RAYON:143

1. Guru dengan visi yang tepatPertama visi dapat diartikan secara sederhana sebagai pandangan. Guru memiliki visi yang tepat berarti guru memiliki pandangan yang tepat tentang pembelajaran, yaitu: (1) Pembelajaran jantung proses pendidikan, Jadi kualitas pendidikan tergantung pada kualitas proses pembelajarannya (2) Pembelajaran tidak dg sendirinya menjadi baik, melainkan melalui proses inovasi tertentu, sehingga guru dituntut melakukan berbagai pembaharuan (pendekatan, metode, teknik, strategi, media pembelajaran) (3) Harus dilaksanakan atas dasar pengabdian, sebagaimana bahwa pendidikan adalah sebuah pengabdian dan bukan sebuah proyek. Kedua visi dapat diartikan sebagai sesuatu yang dinamis, yaitu sebagai suatu harapan yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Harapan tersebut menimbulkan inspirasi, berfungsi sebagai pijakan, dan fokus seluruh pengeluaran energi guru.

2. Guru dengan aksi inovatif dan mandiriVisi tanpa aksi adalah bagaikan sebuah impian. Visi yang tepat oleh guru, sebagai pandangan/ harapan harus diiringi berbagai program kerja pembaharuan menuju pada pembelajaran yang berkualitas. Inovasi pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu yang baru mengenai pembelajaran, bisa berupa ide, program, layanan, metode, teknologi, dan proses pembelajaran.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 10

Kompetensi Guru1. Kompetensi Pedagogik:1) Menguasai karakteritik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 2) Menguasai teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. 3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu. 4) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik. 5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. 6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserra didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 7) Berkomunikasi secara efektif,empatik,dan santun dengan peserta didik 8) Menyelnggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 9) Memanfaatkan hasil penilai dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 11 pembelajaran.

LANJUTAN: Kompetensi Guru

2. Kompetensi kepribadian11) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 12) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 13) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa. 14) Menunjukan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 15) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

12

LANJUTAN: Kompetensi Guru

3. Kompetensi Sosial16) Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 17) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat. 18) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 19) Berkomunkasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

13

LANJUTAN: Kompetensi Guru

4. Kompetensi Profesional20) Menguasai materi,struktur,konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Memanfaatkan teknologi infoemasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan pengembangan diri.

21)22)

23)24)

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

14

PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURUA. Alasan Pentingnya peningkatan kemampuan profesinal guru dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang: 1. Ditinjau dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Ditinjau dari kepuasan dan moral kerja. 3. Ditinjau dari keselamatan kerja. 4. Ditinjau dari pelaksanaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. B. Arti Peningkatan kemampuan profesional guru dapat diartikan sebagai upaya membantu guru yang belum matang, yang tidak mampu mengelola sendiri menjadi mampu mengelola sendiri, yang belum memenuhi kualifikasi menjadi memenuhi kualifikasi. Dengan demikian kematangan, kemampuan mengelola sendiri, terpenuhinya kualifikasi merupakan ciri-ciri profesionalisme. Oleh karena itu peningkatan profesionali guru dapat juga diartikan sebagai upaya membantu guru yang belum profesional menjadi guru yang profesional.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 15

Prinsip-Prinsip Peningkatan Profesional GuruAda dua prinsip dasar yang berkaitan dengan aktivitas peningkatan profesional guru :1. Peningkatan profesional guru merupakan bantuan profesional. Karena bantuan maka memiliki sifat sekedar membantu, Jadi yang lebih aktif adalah guru itu sendiri, artinya seharusnya guru itu sendiri yang meminta bantuan kepada yang berwenang untuk mendapatkan pembinaan. Tujuan akhir adalah tumbuh dan berkembangnya profesionalisme guru. 2. Guru yang profesional memiliki dua ciri yaitu tingkat abstrak yang tinggi dan tingkat komitmen yang tinggi. Oleh karena itu peningkatan kemampuan profesional guru seharusnya diarahkan pada pengikatan kemampuan dan peningkatan komitmen.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 16

Proses Peningkatan Kemampuan Profesional Guru

Proses peningkatan kemampuan profesional guru dapat dilalui melalui dua macam pembinaan, yaitu:(1) Melalui supervisi pendidikan, Melalui program sertifikasi, Melalui tugas belajar. (2) Melalui pembinaan kesejahteraan.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

17

Proses Peningkatan Kemampuan Profesional Guru

Pembinaan kemampuan profesional guru, sebaiknya melalui langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi kekurangan, kelemahan, kesulitan, atau masalah-masalah yang sering dimiliki atau dialamai guru. 2. Menetapkan program peningkatan kemampuan profesional guru yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan, kelemahan, kesulitan, dan masalah yang seringkali dimiliki atau dialamai guru. 3. Merumuskan tujuan program peningkatan kemampuan profesional guru yang diharapkan dapat dicapai pada akhir program pengembangan. Rumusan harus operasional sehingga pencapainnya dapat dengan mudah diukur pada akhir pelaksanaan program. 4. Menetapkan serta merancang meteri dan media yang digunakan dalam peningkatan kemampuan profesional guru. 5. Menetapkan serta merancang metode dan media yang dipergunakan dalam peningkatan kemampuan profesional guru. 6. Menetapkan bentuk dan pengembangan instrumen penilaian yang akan dipergunakan dalam mengukur keberhasilan program peningkatan kemampuan profesional guru. 7. Menyusun dan mengalokasikan anggaran program peningkatan kemampuan profesional guru. 8. Melaksanakan program peningkatan kemampuan profesional guru dengan materi, metode, dan media yang telah ditetapkan dan dirancang. 9. Mengukur keberhasilan program peningkatan kemampuan profesional guru 10. Menetapkan program tindak lanjut peningkatan kemampuan profesional guru.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 18

Proses Peningkatan Kemampuan Profesional Guru

Pembinaan komitmen, atau motivasi atau moral kerja dilakukan dengan pemberian dorongan kepada guru sehingga mereka memiliki kemauan untuk bekerja dengan tulus ikhlas. Semua usaha membina dan meningkatkan semangat dan kegairahan kerja guru-guru agar mereka lebih berprestasi dalam melaksanakn tugasnya. Usaha-usaha yang dapat menumbuhkan semangat dan kegairahan kerja antara lain : 1. Usahakan untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan guru. 2. Menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, lingkungan yang mampu merangsang guru untuk merealisasikan kemampuannnya. 3. Adanya deskripsi yang jelas antara tugas, tanggung jawab, dan wewenang guru. 4. Ciptakan kebebasan kademik dan jiwa guru. 5. Ciptakan hubungan yang harmonis diantara sesama personal sekolah.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 19

Proses Peningkatan Kemampuan Profesional GuruBeberapa teknik supervisi pendidikan yang dapat meningkatkan kemampuan profesional guru antara lain : 1. Kepanitiaan : Dengan seringkali ikut serta dalam kepanitiaan, mereka akan dapat meningkatkan wawasannnya, mengembangkan keterampilannnya dalam bekerja sama dengan orang lain atau kelompok (team work). 2. Kursus: mengikuti kursus yang dapat meningkatkan kemampunnya dalam melaksanakan tugas proses pembelajaran. 3. Laboratorium kurikulum: yaitu menyelenggarakan laboratorium yang dapat dijadikan pusat kegiatan guru untuk memperoleh bermacam-macam bahan pembelajaran, gambar, dan berlatih menggunakan metode dan media pembelajaran 4. Bacaan terpimpin: yaitu dengan memberikan beberapa buku kepada guru agar dapat dibaca sera seksama. 5. Demonstrasi pembelajaran : yaitu dengan cara menunjukkan cara mengelola pembelajaran yang baik. 6. Perjalanan staf: yaitu dengan cara mengajak guru untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu, atau sekolah-sekolah unggulan, mengadakan studi banding tentang proses pembelajaran yang dianggap lebih unggul . 7. Diskusi panel: yaitu menyelenggarakan diskusi panel tingkat sekolah, tingkat kecamatan atau kota/kabupaten yang dilaksanakan oleh pengawas, dalam rangka mengatasi kesulitan-kesulitan guru. 8. Perpustakaan profesional : yaitu menyelenggarakan perpustakaan yang dapat diikuti guru dalam rangka pengembangan kemampuan profesional. 9. Organisasi profesional: yaitu dengan menyarankan atau memerintahkan guru untuk menjadi anggota organisasi pofesional, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia.(PGRI). 10. Buletin supervisi: yaitu sebuah buletin yang diterbitkan supervisor, dengan maksud semata-mata untuk memberikan supervisi kepada guru, yang diharapkan kemampuan guru bisa berkembang. 11. Sertifikasi guru: yaitu mengikut sertakan guru dalam program sertifikasi, terutam yang telah memenuhi kualifikasi akademik. 12. Tugas belajar: yaitu menugaskan kepada guru untuk belajar lebih lanjut/ studi lanjut. 13. Pertemuan guru: pertemuan guru baik dalam sekolah maupun antar sekolah, seperti KKG atau MGMP, serta asosiasi guru lainnnya.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 20

Proses Peningkatan Kemampuan Profesional Guru

Peningkatan Kemampuan Melalui Program Sertifikasi bagi guru dalam jabatan tahan 2011 dilaksanakan melalui 4 pola : Penilaian Portofolio Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung Pendidikan Profesi Guru

Prinsip pelaksanaan sertifikasi guru: Dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel Berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru Dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Dilaksanakan secara terencana dan sistematis Jumlah peserta sertifikasi guru ditetapkan oleh pemerintahPSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 21

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI PORTOFOLIO

L

TLSERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI PLPGUJI KOMPETENSI

TUNJANGAN PROFESI

LPENGEMBANGAN KARIR

BADAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU (BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN) PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter

POLA REKRUTMEN POLA REKRUTMEN

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI PPG DALAM JABATAN PEMBINAAN

TL

GURU PROFESIONAL

PKG

PEND PRAJABATANUJI KOMPETENSI

S1/D4 DIK

PPG (LPTK)

LPKB

PKR

PTP

S1/D4 NON DIK

22

Guru yang cerdasadalah memiliki kecerdasan majemuk secara komprehensif (SEKSI & MANIS) SEKSIS : Kecerdasan Spiritual, yang beraktualisasi diri melalui olah hati/ kalbu untuk menumbuhkan keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia, berbudi pekerti luhur serta kepribadian unggul E : Kecerasan Emosional, yang beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekpresikannnya. K : Kecerdasan Kinestetis, yang beraktualisasi diri melalui olah raga, untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar, budaya tahan, sigap, trampil dan trengginas, yang pada saatnya bermuara pada insan adiraga. S : Kecerdasan Sosial, yang beraktualisasi sosial, membina dan memupuk hubungan timbal balik, demokratis, simpati dan empaty, menjunjung tinggi HAM, ceria dan percaya diri, menghargai keberanekaragaman sosial, kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat, bangsa dan negara.

I : Kecerdasan Intelektual, yang beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta beraktualisasi insan yang kritis, kreatif, inovatif, dan imajinatif. PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 23

Guru yang cerdasadalah memiliki kecerdasan majemuk secara komprehensif (SEKSI dan MANIS) MANIS M : Matturity, memilki kematangan mental dan moral Tua itu pasti, Dewasa belum tentu, jadilah guru dewasa yaitu mampu melaksanakan tugas keguruanannya secara mandiri. A : Atractive, Memiliki kelincahan, ulet dalam menghadapi persoalan yang terkait dengan tugas kepropfesiannnya. N : Naturity, Alami, memiliki kewajaran dalam berfikir, bersikap dan bertindak dalam keprofesiannnya. I : Intelegent, memiliki kemampuan/ kompetensi/ kecerdasan yang lebih dari peserta didiknya. S : Sensitive, peka terhadap berbagai persoalan yang terkait dengan pendidikan dan keprofesionalan guru.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 24

Guru yang kompetitif adalah : Guru yang berkepribadian unggul dan selalu gandrung pada keunggulan; bersemangat juang yang tinggi; mandiri, pantang menyerah; pembangun dan membina jejaring; bersahabat dengan dengan perubahan; produktif; sadar mutu; jujur dan integritas; berorientasi global pebelajar sepanjang hayat; menjadi rahmad bagi alam semesta; kreatif dan inovatif menjadi agen perubahan.PPG & Pend.Karakter 25

PSG-RAYON:143

PEMBINAAN PROFESIONAL GURU BERBASIS KARAKTER Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa Potongan lagu hymne guru di atas menunjukkan betapa berarti dan pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam menjalani hidupnya. Guru berada di garis depan dalam memberi penyejuk dan kemajuan suatu bangsa.

PEMBINAAN PROFESIONAL GURU BERBASIS KARAKTER

Tanpa guru, sistem yang dibangun tidak akan berhasil. No Teacher, No Education (Presiden Vietnam Ho Chi Minh).Fuad Hasan (alm) :

Jangan terlalu meributkan soal kurikulum dan sistemnya. Itu semua bukan apa-apa, justru pelaku-pelakunya (guru) itulah yang lebih penting diperhatikanPSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 26

You are what you think Anda adalah sebagaimana yang Anda pikirkan tentang diri Anda sendiri; Kita adalah sebagaimana yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

27

Citra Diri PositifCitra Diri Guru didefinisikan sebagai gambaran tentang diri pribadi guru yangdiberikan appresiasi oleh masyarakat dapat ditambahkan bahwa penilaian yang diberikan oleh masyarakat terhadap guru bisa berbentuk positif atau negative tergantung kepada kepribadian maupun karakter yang muncul sebagai wujud profesi guru secara utuh.

Guru yang memiliki citra diri positif : Senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Perubahan positif tidak hanya dirasakan oleh dirinya, namun juga oleh lingkungannya. Citra Diri Seorang Guru, berkaitan dengan kecakapan hidup, ia mampu mengembangkan dan merawat citra diri sebagai pendidik, eksistensi lingkungan terhadap diri guru, berpengaruh kepada tugas guru dalam mendidik (sebagai panutan)PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 28

Faktor yang berhubungan Citra Diri antara lain : tutur kata, tingkah laku, cara berpikir, cara berpakaian, penampilan, dsb.Yang kesemuanya terbentuk dari ketepatan individu dalam mempersepsi dirinya, sikap kepuasan individu terhadap dirinya, tingkah laku/ aktivitas untuk memelihara dan mempertahankan penampilannya

Citra Diri Negatif : Sebagian besar orang banyak yang mengalami kegagalan mencapai keberhasilan hidup yang lebih baik karena lemahnya (negatif) citra diri kita. Jadi bukannya karena faktor kemampuan dan bakat semata, melainkan karena citra diri yang lemah akan berakibat lanjut pada harga diri yang lemah. Mereka yang tergolong seperti ini selalu merasa dirinya tidak bernilai, motivasi dan semangat hidupnya pun rendah.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 29

Manfaat citra diri yang positif Guru akan membawa perubahan positif Guru yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Perubahan positif tidak hanya terasakan oleh dirinya, namun juga oleh lingkungannya. Mengubah krisis menjadi keberuntungan Selain membawa perubahan positif, guru juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Mendorong guru untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Pandangannya terhadap kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian mereka lebih diarahkan pada jalan keluar dari kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan tsb.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 30

Cara Membangun Citra Diri yang PositifA. analisis siapa saya dan siapa saya menurut pikiran saya penting karena beberapa factor: 1) dapat mengetahui mengenai dirinya sendiri, sebagai apa dia, posisinya sekarang dimana, apa yang sudah diperbuatnya, 2) dapat mengetahui apa yang dia kehendaki dan jalan mana yang harus ditempuh dan dituju, 3) dapat mengetahui kelebihan dan kelemahannya dan bagaimana mengembangkan aspek-aspek diri itu, 4) dapat menampilkan gaya hidup yang sesuai dengan konsep dirinya, 5) dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang berarti penyesuaian yang khas.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 31

LANJUTAN: Cara Membangun Citra Diri yang Positif

Dengan mengenali diri sendiri, dengan menyadari segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Ibarat akan masuk dalam area pertandingan, kita harus mengetahui kekuatan yang kita miliki, apakah kita sudah memiliki kompetensi yang dibutuhkan?. Jika telah merasa siap, maka keyakinan akan menjadi modal anda selanjutnya untuk bersaing.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 32

LANJUTAN: Cara Membangun Citra Diri yang Positif

B.C.

D.

E.

Belajar untuk berpikir positif Perlu mengembangkan pola pikir positif. Belajar untuk mengendalikan emosi Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa percaya diri. Menyikapi kegagalan dengan bijak Coba cari dan meminta masukan dari rekan sekerja, tentang bagaimana kinerja anda di mata atasan. Siapa tahu ada beberapa saran yang patut dipetimbangkan demi kemajuan karir. Terus belajar, belajar dan belajar Perubahan terjadi dengan cepat dan dinamis di semua aspek kehidupan. Jangan cepat merasa puas dengan apa yang telah kita raih dan kita miliki. Tambahlah wawasan dan kuasailah ipteks yang sekiranya dapat menunjang pelaksanaan kerja agar lebih optimal. Terus senantiasa meningkatkan kemampuan diri dengan belajar mandiri mengenai bidang kemampuan yang sedang digeluti.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

33

Seperti pepatah Harimau mati, meninggalkan belang gajah mati, meninggalkan gading begitu pula manusia mati akan mengharapkan peningglan berupa citra positif . MAKA: Penting bagi kita mengembangkan kompetensi social dengan rasa percaya diri yang kuat, luwes dalam bergaul, mempunyai persepsi yang tepat terhadap keadaan, lingkungan dan individu yang terlibat dalam interaksi tersebut, dapat menguasai situasi, mengetahui apa yang diharapkan dari interaksi tersebut.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 34

ETIKA PROFESI GURU

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

35

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kesan positif dari lingkungan, antara lain : Kejujuran Orang lain akan mampu melihat diri kita lebih lengkap sehingga dapat memaklumi kesalahan dan kita dapat diposisikan pada tempat atau tugas yang sesuai dengan potensi yang kita miliki dan kita dapat merasakan kenyamanan dalam beraktifitas. Pikiran positif Orang yang selalu berfikiran positif akan memiliki talenta yang luar biasa dimata orang lain, karena orang lain tidak ragu lagi dalam berkomunikasi dengan kita karena akan selalu diterima dan ditanggapi secara positif Taat beribadah Bukan hanya kerajinan pergi ke rumah ibadah, kekhusyukan dalam berdoa, seringnya membaca kitab suci atau besarnya sumbangan yang diberikan untuk rumah ibadah, tetapi lebih kepada implementasi ibadah dalam kehidupan sehari-hari juga dalam hubungannya dengan sesama. Ketaatan ibadahnya mampu diselaraskan dengan sikap, perkataan dan perbuatan sehari-hari terhadap sesama Menghargai orang lain Hargailah orang lain seperti layaknya kita menghargai diri kita sendiri, karena pada dasarnya seluruh manusia di dunia ini memiliki derajat dan kedudukan yang sama. Bekerja keras, penuh semangat dan tulus Bekerja keras dan penuh semangat merupakan kunci pokok menuju kesuksesan. Kerjakeras, semangat dan ketulusan akan membuat diri kita akan selalu digunakan oleh orang lain dan sebuah jaminan akan hasil kerja yang terbaik.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 36

Guru yang berpenampilan ramah, pandai menghibur, dan memikat lebih mudah diterima oleh anak didik mereka. Apakah dalam situasi panik guru tersebut akan tetap bersikap sama?. Biasanya dalam kondisi mengajar yang normal, ketika anak-anak berperilaku baik, guru umumnya dapat mengatur prilaku diri. Akan tetapi keberhasilan itu hanya akan berlangsung dalam jangka pendek jika tidak dibarengi dengan Character Ethics. Character Ethics adalah penampilan berdasarkan watak atau karakter terpuji yang dilandasi oleh lima sikap dasar, yaitu jujur, terbuka, berani mengambil resiko, komitmen, dan berbagi.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 37

Gambar1: Etika, Karakter dan Kepribadian (dikutip dari SoedarsonoCharacter Building, 2002).PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 38

Keterangan : Pada gambar terlihat bahwa kedaan di atas air merupakan nilai sekunder sebagai etika kepribadian yang terdiri dari penampilan dan keterampilan yang hanya meliputi 15% dari totalitas kepribadian (yang sering muncul). Bagian bawah air dari gunung es ini merupakan merupakan watak, integritas, rendah hati, kesetiaan, kepedulian, keteladanan, yang berarti 85% dari keseluruhan (nilai primer). Dengan demikian, penampilan sebagian besar manusia barulah merupakan penampilan lahiriah, sehingga guru perlu menampilkan pribadi guru yang sesungguhnya untuk mewujudkan kredibilitas, integritas atau harkat dan martabat guru. Nilai primer ini yang perlu diasah dan dimunculkan dalam membangun citra diri guru sehingga guru memiliki kopetensi pribadi dan sosial yang mantap.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 39

Kode Etik Guru IndonesiaGuru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap tuhan yang maha esa, bangsa, dan negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia kepada Undang-Undang dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut: (1) Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila, (2) Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional, (3) Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, (4) Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar, (5) Guru memelihara hubungan dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan, (6) Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya, (7) Guru memelihara hubungan seprofesinya, semangat kekeluargaan, dan kesetia-kawanan social, (8) Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian, (9) Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 40

Etos Kerja GuruUkuran etos kerja guru , terlihat dari : Rasa tanggungjawabnya menjalankan tugas, profesi yang diembannya, rasa tanggungjawab moral dipundaknya. Kepatuhan dan loyalitasnya dalam menjalankan tugas keguruannya di dalam kelas dan tugas kependidikannya di luar kelas. Rasa tanggungjawabnya mempersiapkan segala perlengkapan pengajaran sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Komitmen untuk terus dan terus belajar. Kemampuannya mengintegrasikan dengan komponen yang ada di sekolahan, apakah itu kepala sekolah, guru, karyawan maupun anak didik. Rasa keikhlasannya, serta selalu menyadari akan kekurangan yang ada pada dirinya, dan berupaya untuk dapat meningkatkan atas kekurangan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kearah yang lebih baik. Prinsip yang dilakukan bahwa hari ini akan lebih baik dari hari kemarin, dan tentunya etos kerja masa depan lebih baik dari etos kerja hari ini. Semoga bermanfaat dan dijauhkan dari kesia-siaan.

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

41

Empati Guru Guru empati dapat membayangkan pikiran dan perasaan siswa menurut persepsi mereka, bukan menurut persepsi guru.Hal ini tercermin dalam bahasa yang digunakan dan cara memperlakukan siswa. Guru empati berbeda dengan guru biasa dalam memperlakukan siswasiswinya.

Namun memiliki empati saja tidak cukup, untuk menjadi guru harus memiliki sikap bijaksana.Seorang guru dikatakan bijaksana apabila dalam menghadapi setiap persoalan senantiasa mempertimbangkan dengan akal sehat dan mendasarkannya pada ilmu pengetahuan. Ia tidak reaktif dan emosional. Misalnya: apabila ia menghadapi siswa yang melakukan kesalahan, ia tidak dengan serta-merta menyalahkan, mencela, memaki, dan menghukum siswa. Dengan tenang dan penuh kesabaran, ia mengumpulkan berbagai bukti secara objektif. Dalam PBM, guru merancang dan melaksanakan seuai dengan kemampuan dan keadaan siswa-siswinya. Ia tidak memaksakan kehendaknya sendiri pada anak-anak. Ia tidak berlebihan dalam memberikan tugas, tapi disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan siswa.PSG-RAYON:143 Bams PPG & Dasar PKn SD KonsepPend.Karakter 42

REFLEKSIKalau kita hayati selama ini, bahwa nasib sahabatku guru dalam sejarah Republik Indonesia mengalami pasang dan surut. Dahulu mereka di panggil dengan sebutan digugu dan ditiru, kemudian oleh Iwan fals dipanggil Umar Bakri dan pada orde baru dipanggil Pahlawan tanpa tanda jasa, orang-orang sering dengan celotehannnya menyebut : Lek Minggu Turu, Wagu tur Kuru, dsb, yang menjadikan keterpurukan profesi guru.Tetapi kini kita tetap bersukur dengan terbitnya UU No 14/2005 tentang guru dan dosen dan Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2008 tentang guru, maka profesi guru diakui oleh masyarakat dan pemerintah, sebagai profesi yang terhormat

PSG-RAYON:143

PPG & Pend.Karakter

43

Cintaku padamu, bapak ibu guru Kau boleh ragukan bahwa bintang itu api Kau boleh ragukan bahwa bulan itu sejuk dan lembut Kau boleh ragukan bahwa mentari itu bisa menari Kau boleh ragukan bahwa kebenaran itu palsu Tetapi engkau jangan ragukan cintaku padamu, wahai sahabatku guru terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Aku berada di sini karena ibu bapak guru, tanpa ibu bapak guru aku tak ada artinya.PSG-RAYON:143 PPG & Pend.Karakter 44

TERIMA KASIH

ADA SUMUR DI LADANG BOLEH KITA NUMPANG MANDI, BILA ADA UMUR YG PANJANG BOLEH KITA JUMPA LAGI, AMIN 14 143/10/2012 Sugiono_UNP 45