Pemeriksaan Forensik Rambut New

Download Pemeriksaan Forensik Rambut New

Post on 06-Jul-2015

439 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>1. Mengapa rambut masih jarang digunakan sebagai barang bukti dan</p> <p>dianggap kurang penting? Jawab: Bertahun tahun yang lalu, banyak orang, terutama pengacara menyatakan bahwa pemeriksaan mikroskopik forensik untuk memeriksa dan menggunakan rambut sebagai pembanding merupakan sesuatu hal yang tidak bermanfaat, bahkan beberapa diantaranya menyatakan bahwa hal itu sama saja dengan penipuan (Smith dan Goodman, 1996). Pada beberapa kasus, karena tenaga pemeriksa patologi rambut kurang terlatih, hasil pemeriksaan rambut menjadi kurang dapat membantu. Jika demikian, sebenarnya seberapa seriuskan masalah ini? Berdasarkan Proyek Innocence, diketahui bahwa jumlah kesalahan yang terjadi dalam penetapan terdakwa mencapai lebih dari 50%, berdasarkan pemeriksaan DNA setelah penjatuhan vonis, dimana hal ini merupakan akibat dari pemeriksaan forensik yang kurang sesuai dan teliti, termasuk di dalamnya adalah pemeriksaan rambut, tetapi angka statistik ini semakin lama semakin menurun hingga hanya sebesar 11% (Collins dan Jarvis, 2009). Proyek Innocence mencatat bahwa testimoni dan laporan dari beberapa pemeriksa rambut tidaklah tepat, misalnya :-</p> <p>Sampel rambut yang diperoleh dari dari tempat kejadian perkara mirip dan cocok dengan sampel rambul yang diambil dari Avery. Rambut pubis dari pelaku menunjukkan gambaran karakteristik mikroskopik yang serupa dengan rambut pubis Brisko. Rambut yang diperoleh dari tempat kejadian perkara mirip dengan rambut Charles. Rambut yang diperoleh dari tempat kejadian perkara menunjukkan gambaran karakteristik mikroskopik yang sama dengan rambut Crutzer.</p> <p>-</p> <p>-</p> <p>Kesalahpahaman yang mendasar mengenai apa yang dapat dan tidak dapat dikatakan dari barang bukti berupa rambut merupakan latar belakang timbulnya permasalahan ini. Testimoni testimoni yang sering disampaikan seperti pada contoh testimoni di atas, tidak ada satupun yang masuk akal karena rambut dari manapun asalnya sebenarnya akan memberikan gambaran karakteristik mikroskopik yang mirip. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada yang salah dengan metode</p> <p>1</p> <p>pemeriksaan untuk mengetahui adanya korelasi positif antara barang bukti rambut dengan tersangka, tetapi yang menjadi masalah di sini sebenarnya adalah pelaksanaan proses pemeriksaannya atau bahkan tenaga pemeriksanya, baik karena pengetahuan dan pelatihan keterampilan yang kurang, maupun praktek kasus untuk berlatihnya yang kurang. 2. Bagaimana rambut bisa menjadi barang bukti? Jawab: Rambut merupakan salah satu jenis barang bukti yang paling sering ditemukan di tempat kejadian perkara, tetapi juga menjadi salah satu barang bukti yang paling sulit untuk dipahami. Rambut dapat dijadikan sebagai barang bukti forensik yang baik karena rambut dapat dipelajari serta dapat bertahan hingga bertahun tahun. Selain itu, rambut juga menyimpan informasi biologis yang sangat banyak serta untuk memeriksanya tidaklah sulit serta tidak memerlukan biaya yang besar. Selain itu, DNA juga dapat diperoleh dari rambut dan hal ini memberikan manfaat tambahan dalam fungsinya sebagai barang bukti forensik. Walaupun sebagian kecil kasus pemeriksaan forensik yang kurang baik telah disorot oleh media, terutama pada saat dilakukan pemeriksaan ulang setelah penetapan hukuman. Akan tetapi, sebenarnya kesalahan tidak terletak pada metodenya, melainkan pada pemeriksanya sendiri. Dalam pembahasan selanjutnya akan diketahui bahwa rambut dapat memberikan informasi investigatif yang kuat dan dapat menjadi penguat keyakinan hakim apabila pemeriksaannya dilakukan secara benar, akurat, dan terdeskripsikan dengan jelas. 3. Bagaimana fisiologi pertumbuhan rambut? Jawab : Rambut merupakan salah satu bagian dari struktur tubuh yang hanya dapat ditemukan pada mamalia. Rambut merupakan pertumbuhan serabut yang berasal dari kulit. Pada kelompok hewan lain mungkin saja ditemukan struktur yang mirip atau sering disebut dengan rambut, tetapi sebenarnya itu bukanlah rambut. Hanya mamalia yang memiliki rambut. Manusia menggunakan rambut sebagai tanda</p> <p>2</p> <p>kebudayaan, status, dan jenis kelamin, terutama untuk menunjukkan tampilan yang sifatnya khusus dan indah. Rambut tumbuh dari kulit, tepatnya dari epidermis. Folikel merupakan struktur di dalam epidermis dimana rambut itu tumbuh, dimana folikel ini berupa tabung silinder dengan ruang yang lebih lebar pada bagian dasarnya. Rambut timbuh dari dasar folikel ke atas. Pada dasar folikel, rambut masih sangat halus, dan semakin ke atas maka perlahan lahan rambut akan menjadi lebih keras dan kering. Rambut terbuat dari keratin, yang merupakan protein kuat, dimaa keratin ini merupakan bahan dari rambut, kuku, dan tanduk pada hewan. Oleh akrena itu, proses penguatan pada pertumbuhan rambut disebut juga dengan keratinisasi. Rambut merupakan salah satu bahan alami yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, seperti pada mumi, rambutnya masih tersisa walaupun ditemukan beribu ribu tahun setelah kematiannya. Adanya proses keratinisasi juga menjadi jawaban mengapa ketika rambut dipotong kita tidak merasakan sakit. Rambut dikatakan mati sejak rambut tersebut tumbuh di atas kulit. Tempat dimana rambut masih dikatakan hidup hanya pada saat rambut masih berada di dasar folikel, sehingga rambut masih terasa sakit ketika dicabut.</p> <p>GAMBAR 12.2 Epidermis merupakan bagian dari kulit dengan struktur yang rumit, terdiri atas berbagai macam struktur di dalamnya. Rambut, terdiri atas bagian ujung, batang, dan akar, yang tumbuh dari dalam folikel. Pertumbuhan rambut disertai</p> <p>3</p> <p>dengan penguatan rambut yang terjadi karena adanya proses keratinisasi yang terus berlangsung hingga rambut tumbuh mencapai permukaan kulit. Kelenjar sebasea membuka ke arah folikel untuk meminyaki rambut. Otot erector pili berfungsi untuk mengontrol posisi rambut, menghasilkan efek berdirinya bulu kuduk ketika seseorang kedinginan melalui proses kontraksi yang menyebabkan rambut terdorong ke atas. 4. Apakah penyusun dari folikel rambut? Jawab : Folikel selain di dalamnya terdapat rambut juga dapat ditemukan struktur lain seperti pembuluh darah, syaraf, dan juga kelenjar sebasea, dimana kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan minyak yang melapisi rambut serta membantu menjaga rambut supaya tetap halus. Rambut juga memiliki otot yang disebut otot erektor pili (pillus dalam bahasa Latin berarti rambut). Otot inilah yang membuat rambut menjadi berdiri ketika seseorang merasa kedinginan (disebut juga bulu kuduk yang berdiri) 5. Apa saja fase pertumbuhan rambut? Jawab : Rambut melalaui tiga fase pertumbuhan, seperti yang digambarkandi Gambar 12.3. pada anagen, atau fase aktif tumbuh, folikel memproduksi sel-sel baru dan mendorongnya batang rambut ke atas dan bergabung menjadi struktur rambut. Batang rambut tumbuh melalui metode mekanik. Seiring diproduksinya sel, sel tersebut memanjangkan batang rambut dengan arah berlawanan lebih cenderung seperti roda gigi pada mesin! Diantara metode mekanik tersebut dan tekanan ke atas dari pertumbuhandalam folikel, rambut tumbuh ke arah luar dari kulit. Sel khusus dalam folikel memproduksi granula kecil yang berwarna, yang disebut sebagai melanin atau pigmen, yang memberikan warna tertentu pada rambut; selsel tersebut disebut melanosit. Hanya dua tipe melanin yang ditemukan di rambut: pigmen coklat gelap yang disebut eumelanin dan pigmen yang lebih terang yang disebut pheomelanin. Kombinasi, kepadatan, dan distribusi dari granula-granula</p> <p>4</p> <p>tersebut memproduksi berbagai warna rambut seperti yang terlihat pada manusia dan hewan. Setelah fase pertumbuhan aktif, rambut mengalami transisi ke fase istirahat; fase transisional ini disebut sebagai fase katagen. Selama fase katagen, folikel mulai menghentikan produksi sel, sel mulai menyusut, dan akarnya memadat ke dalam struktur berbentuk lampu pijar, yang diketahui sebagai, bohlam akar transisi atau akar gada. Fase telogen merupakan fase istirahat untuk folikel. Produksi sel telah berhenti seluruhnya; akar telah memadat ke dalam bentuk bohlam dan tertanam hanya dengan hubungan mekanik pada dasar akar/folikel. Ketika hubungan mekanik ini terputus (melalui menyisir, menyikat, atau pakaian normal), folikel terpacu ke dalam fase anagen ;agi dan siklus rambut diperbarui. Pada rambut kepala manusia yang sehat, sekitar 80% hingga 90% rambut akan berada dalam fase anagen, sekitar 2% dalam fase katagen, dan sekitar 10% hingga 18% dalam fase telogen. Ketika rambut telogen diangkat, rambut baru mulai tumbuh saat itu juga; pengguntingan dan pencukuran tidak memberikan efek pada pertumbuhan. Waktu yang diperlukan bagi folikel rambut mausia untuk menumbuhkan kembali rambut bervariasi dari 147 hari untuk rambut pada kulit kepala hingga 61 hari untuk rambut alis. Manusia, secara rata-rata, kehilangan sekitar 100 rambut di kulit kepala dalam sehari; kondisi tersebut menjadi sumber yang adekuat dan konstan sebagai bukti potensial untuk pemindahan dan pengumpulan barang bukti.</p> <p>5</p> <p>GAMBAR 12.3 Rambut tumbuh dalam tiga fase. Pada fase anagen, atau fase tumbuh aktif, folikel memproduksi sel-sel baru dan mendorongnya ke atas membentuk batang rambut. Setelah 2 hingga 7 tahun, folikel mengalami transisi ke fase katagen. Folikel mulai berhenti memproduksi sel dan rambut selama 2 3 minggu. Fase akhir, telogen atau fase istirahat, yang berlangsung selama sekitar 100 hari, folikel berhenti total dan akar mengering membentuk bohlam. Pada titik ini, rambut hanya terhubung secara mekanik dan akan rontoh secara alami. 6. Apakah dari rambut yang tercabut bisa ditentukan sebab pencabutannya? Jawab : Pemeriksa rambut di forensik terkadang menanyakan bilamana mereka dapat menentukan apakah sehelai rambut tersebut tercabut secara paksa, selama proses perlawanan atau penyerangan, sebagai contoh, untuk mendokumentasikan keparahan dari penyerangan. Hal ini merupakan pertanyaan sulit. Secara jelas jika rambut memiliki akar seperti bohlam (yang berarti bahwa rambut tercabut selama fase telogen), maka pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab. Jika jaringan dari folikel melekat pada akar, maka rambut tersebut tercabut saat anagen atau mungkin fase katagen, yang mana, saat rambut dan folikel tersambung melalui pertumbuhan sel yang aktif. Karena rambut yang tumbuh secar aktif masih halus dan tak berkeratin, akar dapat meregang dan memiliki jaringan folikuler yang menempel, pemeriksa dapat menyatakan bahwa rambut dicabut secara paksa. Seperti yang terlihat pada Gambar 12.4. namun, hal tersebut tidak bisa untuk menentukan jenis paksaan yang</p> <p>6</p> <p>digunakan sebuah serangan brutal, rambut tersangkut sesuatu, atau pertandingan persahabatan gulat- dan pemeriksa harus berhati-hati dalam membuat pernyataan yang tidak mendukung. 7. Apakah material selubung pada rambut yang tercabut signifikan untuk penyelidikan? Jawab : Mencabut rambut tidak menjamin adanya jaringan folikel pada akarnya. King, Wigmore, dan Twibell menunjukkan pada 1981 bahwa hanya 65% rambut yang dicabut paksa meninggalkan selubung. Terlebih, dari rambut yang dicabut secara cepat, 53% memiliki selubung, sementara rambut yang dicabut perlahan, hanya 11% yang memiliki jaringan selubung. Sel-sel selubung senantiasa berhubungan dengan rambut anagen dan katagen dalam penelitian ini. Penelitian ini juga mengesankan bahwa pada sampel material selubung. 8. Bagaimana struktur mikroanatomi rambut manusia? Apakah dalam pemeriksaan forensik, struktur mikroanatomi selalu diperiksa? Jawab : Mikroanatomi rambut Rambut merupakan material rumit dan majemuk dengan banyak struktur yang tersusun secara rumit hanya beberapa diantaranya dapat terlihat di bawah mikroskop. Sehelai rambut pada skala makro memiliki akar, batang, dan ujung, seperti yang terlihat pada Gambar 12.5. Akar merupakan bagian yang sebelumnya berada dalam folikel, bagian paling proksimal dari rambut (yang mengarah ke tubuh). Batang merupakan bagian utama dari rambut. Ujung merupakan bagian paling distal (ke arah menjauhi tubuh) dari rambut. Secara internal, rambut memiliki mikroanatomi yang variabel dan kompleks. Tiga elemen struktur utama dari rambut adalah kutikula, korteks, dan medulla. Kutikula rambut memiiki serangkaian lapisan sisik yang saling tumpang tindih yang dalam jumlah besar yang digunakan sebagai bukti, rasio anagen/telogen mungkin lebih signifikan bagi penyelidik daripada ada atau tidaknya</p> <p>7</p> <p>membentuk penutup yang melindungi. Rambut hewan memiliki pola-pola sisik yang beragam sesuai spesiesnya, dan pola-pola tersebut merupakan alat diagnostik yang bermanfaat untuk mengidentifikasi rambut hewan, terlihat pada Gambar 12.6. Rambut manusia memiliki pila sisik yang disebut imbrikata, tetapi pola ini cukup sering ditemukan pada hewan dan, selain pendekatan untuk menggunakan sisik sebagai alat penentuan individu untuk rambut manusia, tidak digunakan secara umum dalam pemeriksaan forensik.</p> <p>GAMBAR 12.4 Akar yang meregang dan memiliki jaringan folikel yang menempel kemungkinan dicabut secara paksa; sebaliknya, rambut fase anagen ini akan tetap bertahan dalam folikel. Namun, hal tersebut tidak dapat memberitahukan pemeriksa tentang jenis paksaan yang digunakan sebuah serangan brutal, rambut tersangkut sesuatu, atau pertandingan persahabatan gulat dan pemeriksa harus berhati-hati dalam membuat pernyataan yang tidak mendukung.</p> <p>8</p> <p>GAMBAR 12.5 Secara makroskopik, sehelai rambut tidak memiliki akar, batang, dan ujung (a). Akar merupakan bagian yang sebelumnya berada di folikel, bagian paling proksimal dari rambut (yang mengarah ke tubuh). Batang merupakan bagian utama dari rambut. Ujung merupakan bagian paling distal (ke arah menjauhi tubuh) dari rambut. Secara makroskopis, sehelai rambut terdiri dari tiga bagian utama (b). Kutikula merupakan penutup luar yang berupa sisik yang aling tumpang tindih, seperti sirap pada atap. Korteks merupakan massa utama dari rambut dan mengandung banyak ciri mikroanatomi. Medula merupakan bagian pusat dari rambut dan terdiri dari sel-sel yang terisi udara atau cairan.</p> <p>9</p> <p>GAMBAR 12.6 Kutikula rambut merupakan serangkaian lapisan sisik yang saling tumpang tindih yang membentuk lapisan pelindung. Rambut hewan memiliki polapola sisik yang beragam tergantung spesies, dan pola-pola tersebut merupakan alat diagnostik yang berguna dalam mengidentifikasi rambut hewan. Manusia memiliki pola sisik yang disebut imbrikata (dalam kotak merah), namun pola ini juga terdapat pada hewan. Selain upaya untuk menggunakan sisik sebagai alat penentu individu untuk rambut manusia, rambut tersebut tidak bemanfaat secara umum dalam pemeriksaan forensik. 9. Bagaimana gambaran mikroanatomi rambut? Jawab : Struktur selanjutnya adalah korteks yang merupakan bagian terbesar dari rambut. Kortek terdiri atas sel bentuk spindle/ disebut juga fusiform yang didalamnya berisi sejumlah struktur. Pigmen bergranula ditemukan pada kortek dan terletak disepanjang kortek. Granule mempunyai bermacam-macam ukuran, bentuk, agregasi, dan distribusiyang semuanya berperan penting dalam pembandingan forensik. Bola- bola kecil disebut fusi kortikal, yang...</p>