Nursing Entrepreneurship

Download Nursing Entrepreneurship

Post on 18-Jul-2015

460 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>NURSING ENTREPRENEUR (http://iyusyosep.wordpress.com/2008/09/15/nursingentrepreneur/)</p> <p>KAITAN KONSEP NURSING DENGAN ENTREPRENEUR (NURSEPRENEUR) 1. PENGERTIAN KEPERAWATAN (NURSING) Salah satu definisi Keperawatan menurut Virginia Henderson : Fungsi unik dari perawat adalah membantu individu baik sehat maupun sakit dalam melaksanakan kegiatan yang menunjang kesehatan serta penyembuhan atau membimbing klien agar meninggal dunia dengan tenang. Segala yang dilakukan perawat adalah untuk membantu meningkatkan dan menumbuhkan kemauan, kekuatan dan pengetahuan agar tidak bergantung pada bantuan orang lain. Kata kunci dari definisi tersebut adalah menumbuhkan kemauan, kekuatan dan pengetahuan agar tidak bergantung pada bantuan orang lain. Pentingnya kemandirian klien agar klien tersebut tidak menjadi beban. Klien harus menjadi bagian dari solusi bukan menjadi bagian dari masalah keluarganya.</p> <p>Masalah kesehatan muncul salah satunya dari ketidak mandirian klien secara finansial. Sebagai illustrasi pada saat bimbingan profesi perawatan jiwa masyarakat di suatu wilayah di Bandung, penulis menemukan kasus sebagai berikut; Kepala keluarga tinggal di rumah kontrakan 44 meter. Mata pencaharian menarik becak. Kontrakan sudah habis dan harus segera dibayar. Listrik Belum dibayar, rumah bocor, Persediaan beras di rumah sudah kosong. Anak yang paling kecil menjadi pengamen. Anak kedua terlibat tawuran dan minuman keras. Klien tersebut mengalami TBC khronis dan muntah darah. Istrinya menjadi tukang cuci pakaian tetangga, iapun sudah mulai mengeluh batuk dan sulit tidur.</p> <p>Bila perawat melakukan asuhan klien di atas, maka tidak ada ilmu yang paling relevan digunakan perawat selain ilmu tentang perubahan behavior dengan jiwa entreprenueur, karena akar masalahnya adalah uang dan kepribadian. Bila faktor genetik dan takdir yang menjadi masalah, maka kuncinya adalah merubah DNA</p> <p>nya dengan metoda re-change your DNA yang digagas Rhenald Kasali. Mungkinkah DNA dirubah?, menurut Kazuo Murakami, ahli genetika terkemuka dunia, pemenangmax Planck research Award dan Japan Academi Prize dalam diri orang miskin ada gen kaya yang sedang tidur (dormant) dan perlu dibangkitkan(2). Gen tidur bisa juga dalam bentuk gen kanker atau gen penyakit lain yang mengancam. Jadi ada dormant posistif yang menguntungkan dan dormant negatif yang merugikan. Melalui penelitian genetika selama lebih dari 40 tahun, Murakami menemukan bahwa kita bisa mengkondisikan tombol gen kita meng on-kan gen positif dan mengoff-kan gen negatif. Stimulusnya bisa dari lingkungan. Lingkungan paling dekat dengan klien adalah perawat. Perawatlah yang dapat memberi stimulus agar klien menjadi kaya. Dapat memenuhi kebutuhannya, tidak tergantung pada orang lain. Bukan rahasia, ada ribuan keluarga yang bernasib sama dengan klien di atas di Indonesia. Kenyataannnya tidak bisa diselesaikan langsung oleh perawat. Karena perawat bukan dewa atau sinterclas. Perawat perlu membekali diri agar cerdas secara finansial, menjadi bagian dari solusi dan bermanfaat untuk orang banyak. Gen dormant klien harus dibangkitkan oleh perawat. Melalui stimulus berupa dorongan, nasehat, ajakan, berupaya sebagai role model, Stimulasi tersebut akan efefktif bila perawat sendiri memiliki jiwa entrepreneur dan telah membangkitkan gen tidur dalam dirinya. Dengan demikian sangat penting menggali wacana ke arah kaitan konsep nursing dengan entrepreneur (nursepreneur).</p> <p>Gambar x. Gambar gen diatas menunjukan gen kanker yang dibangunkan di bawah menunjukan gen dorman Sebagi ilustrasi tentang keajaiban stimulasi gen dorman ini mungkin bisa dijelaskan dengan pendekatan ilmu pertanian. Pernahkah Anda mendengar tentang pohon tomat yang setiap batangnya menghasilkan dua belas ribu buah tomat?. Pohon-pohon ini pernah dipamerkan dalam Pameran Sains and Technology Tsukuba pada 1985. Banyak orang yang menganggap bahwa pohonpohon ini adalah hasil dari bioteknologi, tetapi sesungguhnya mereka dihasilkan dari biji sebuah varietas tomat biasa yang</p> <p>biasanya hanya akan menghasilkan dua puluh atau tiga puluh buah tomat. Jika bukan bioteknologi, lalu apa rahasianya?.</p> <p>Pohon-pohon itu dikembangbiakkan dengan metode hidroponik menggunakan sinar matahari dan air yang diperkaya dengan nutrisi. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa pohon-pohon tersebut ditumbuhkan di air dan bukan di tanah. Pada umumnya, tanah sangatlah penting untuk pembiakan tanaman. Tanaman mengirimkan akarnya ke dalam tanah untuk menyerap nutrisi dan kelembapan yang diperlukan untuk tumbuh. Tentu saja, tanaman juga memerlukan sinar matahari dan udara, tetapi tanah selalu dianggap sebagai salah satu aspek terpenting dalam bercocok tanam.</p> <p>Namun, seorang ahli agronomi, Shigeo Nozawa, beranggapan bahwa hal yang sebaliknyalah yang benar. Dengan keyakinan bahwa kemampuan sebuah tanaman untuk tumbuh justru dihalangi oleh kenyataan bahwa akar-akar tanaman tersebut tumbuh di dalam tanah, ia pun menumbuhkan tanaman di air, untuk melepaskan akarakar dari kurungannya dan membiarkannya dengan bebas menyerap pemberian alam. Hal ini dikenal dengan metode hidroponik, dan hasilnya adalah pohon tomat yang menghasilkan seribu kali Iipat buah daripada pohon konvensional.</p> <p>Nozawa dapat melihat kehidupan dari sudut pandang pohon tomat. Dari hal ini, kita dapat melihat bahwa bahkan tomatpun memiliki potensi jauh lebih besar daripada yang dapat kita keluarkan Murakami (2007). Bayangkan. Jika filosofi Nozawa telah membantu tanaman menyadari potensi mereka, apakah yang akan terjadi jika kita menerapkan filosofi ini pada manusia?. Walaupun kita berjuang untuk membangun potensi kita, kita terus terperangkap dalam batasan yang kita terapkan pada diri sendiri. Jika perawat atau dokter berkata, Apakah mungkin bapak bisa membayar pengobatannya?, resep ini mungkin terlalau mahal bagi bapak, obat generic ini mungkin sangat cocok bagai bapak yang secara ekonomi di bawah rata-rata!</p> <p>Batasan yang kita terapkan pada diri sendiri dan klien kita hampir selalu didasari oleh perbandingan dengan orang lain. Ini adalah sebuah sudut pandang yang sangat sempit. Tetapi, kita masih yakin bahwa batasan-batasan ini ada, dan kita memandang pengalaman dan pengetahuan kita sebagai sesuatu yang absolut. Sungguh suatu perspektif yang sangat sempit. Nozawa menjelaskan bagaimana ia mendapat ide untuk memproduksi tomat raksasa: Tumbuh-tumbuhan yang kita lihat di sekitar kita hanya menunjukkan potensi yang terbatas sebagai reaksi dari kondisi tertentu. Saya mulai meneliti kondisi apa saja yang mencegah mereka menyadari potensi yang lebih besar. Saya pun mengambil kesimpulan bahwa tanah adalah salah satu dari hambatan mereka. Menurut jalan pikiran konvensional, tanah sangatlah penting untuk pertumbuhan tumbuhan, tetapi Nozawa membalikkan ide ini. Nozawa menyimpulkan bahwa jika halangan-halangan ini dihilangkan, efisiensi fotosintesis akan lebih baik dan pertumbuhan tanaman pun akan meningkat. Teorinya itu terbukti dengan peningkatan panen seribu kali lipat pada pohon-pohon tomatnya. Manusia pun sama halnya. Jika kita menghilangkan semua hambatan dan menyediakan Iingkungan yang sesuai, potensi kita untuk berkembang akan tidak terbatas. Jika tomat dapat mencapai peningkatan potensi seribu kali lipat, maka bukan tidak realistis untuk mengharapkan peningkatan kemampuan yang lebih besar pada manusia, yang merupakan organisme yang lebih kompleks. manusia pasti memiliki potensi yang lebih besar. Berapa banyak orang di dunia yang menyalahkan kelemahan mereka, seperti kurang memiliki keahlian olahraga, atau menyalahkan orangtua mereka. Memang benar bahwa keturunan memengaruhi karakteristik dan kemampuan setiap individu. Tetapi, walaupun sifat-sifat ini diwariskan secara genetik, gen kita juga dilengkapi dengan suatu tombol nyala/padam yang dapat mengubah fungsi gen tersebut. Contohnya, olahraga secara teratur akan menyalakan gen yang bermanfaat yang berakibat meningkatnya kekuatan otot dan kesehatan, dan pada saat yang sama juga memadamkan gen yang merugikan.</p> <p>Lingkungan juga dapat memicu mekanisme nyala/padam ini. Namun, yang lebih luar biasa adalah kenyataan bahwa mekanisme nyala/padam tersebut dapat dipicu oleh sikap mental. Penelitian di masa kini menunjukkan bahwa cara berpikir dapat mengaktifkan gen kita. Sebuah eksperimen yang baru-baru ini dilakukan Kazuo dkk. menemukan bahwa kita dapat menurunkan secara signifikan tingkat gula darah pada penderita diabetes setelah makan. Selanjutnya ditemukan pula bahwa gen-gen tertentu dapat teraktivasi oleh perasaan bahagia, dan membuktikan untuk pertama kali bahwa berpikir positif dapat memicu tombol positif genetic dormant. Dengan mempelajari bagaimana mengaktifkan gen positif dan menonaktifkan gen negatif kita, terbuka kemungkinan tak terbatas untuk mengembangkan potensi kemampuan finansial manusia.</p> <p>Faye Glenn Abdellah, mendefinisikan perawatan sebagai berikut: Perawatan adalah memberikan pelayanan kepada individu keluarga dan masyarakat yang didasari oleh ilmu seni, sikap dan kemampuan intelektual serta keterampilan. Perawat berupaya dengan hasrat dan kemampuannya untuk menolong seseorang yang sakit maupun yang sehat. Abdellah memperhatikan gambaran perawat melalui intelegensi, kemampuan dan tehnik yang baik dalam memberikan pertolongan kepada kliennya. Abdellah mengklasifikasikan 21 tipe masalah keperawatan, yang dirangkum dalam 3 pola : 1. 2. Kebutuhan, fisik, sosial dan emosional pasien Hubungan interpersonal antara perawat dan pasien</p> <p>3. Unsur biasa dari perawatan pasien yang menyangkut lingkungan fisik.</p> <p>Fokus penting dari keperawatan menurut Abdellah adalah perawat harus menciptakaan atau memelihara lingkungan terapeutik. Abdellah juga mengatakan bahwa bila reaksi perawat terhadap klien bersikap bermusuhan atau negative maka keseluruhan lingkungan klien akan terpengaruh menjadi menjadi negatif juga.</p> <p>Suasana emosional perawat akan mempengaruhi suasana emosional klien. Suasana emosional klien akan mempengaruhi kekebalan tubuhnya. Kekebalan tubuh akan mempengaruhi penyembuhannya. Suasana emosional perawat dapat terpengaruh oleh kondisi keuangan perawat. Perawat-perawat yang kurang cerdas secara finansial cenderung lebih emosional, reaktif dan menyalahkan lingkungan. Ciri-ciri perawat ini adalah kebutuhan dasarnya sendiri belum terpenuhi secara optimal, tidak punya tabungan, tidak adanya asset yang dimiliki, sering bertengkar tentang masalah-masalah kecil yang sebenarnya mempertengkarkan gaji, honor, komisi atau sejenisnya. Akibatnya energinya akan ditransfer pada lingkungan dan pada kliennya. Menurut prof. Arphon ahli holistic care, setiap perawat memancarkan aura pada lingkungannya. Lingkungan akan merasakan apakah kehadiran perawat menyebabkan lebih tenang, lebih termotivasi atau makin cemas. Aura perawat yang buruk biasanya mencerminkan karakter perawat tersebut, dimana secara psikologis klien tidak tenang berdekatan dengan tipe perawat tersebut. Contoh perawat yang memiliki aura buruk seperti perawat pemarah, pendendam, otoriter, sombong tidak empati dan kurang toleran.</p> <p>Suasana emosional perawat</p> <p>Aura perawat yang memilki kecerdasan finansial</p> <p>Mempengaruhi suasana emosional pasien</p> <p>Mempengaruhi kekebalan tubuh klien</p> <p>Mempengaruhi proses penyembuhan klien</p> <p>kebutuhan dasar perawat</p> <p>terpenuhi</p> <p>Gambar 1. Kaitan ilmu keperawatan dengan entrepereneur yang dilandasai teori model keperawatan Glen Faye Abdellah. Aura perawat yang memiliki kecerdasan finansial memberikan efek penyembuhan klien.</p> <p>Hubungan interpersonal perawat klien dapat mengalami hambatan komunikasi. Perawat yang memiliki aura buruk biasanya mengalami countertransferencedalam dirinya. Bentukbentuk countertransference adalah: tidak mampu berempati terhadap klien, perasaan tertekan selama/setelah proses, tidak bijaksana dalam membuat membuat kontrak dengan klien, terlambat atau terlalu lama, Klien dan perawat dalam mood yang kurang baik, Marah dan tidak sabar karena klien tidak mau berubah, aura</p> <p>perawat dalam memenuhi kebutuhan fisik, sosial dan emosional klien sangat penting.</p> <p>Gambar X. Prof. Arphon dengan perawat Indonesia mentransfer Aura positif pada klien di Bangkok hospital Thailand. Marilah kita tinjau Teori Model keperawatan menurut Imogene M. King. Kerangka ini dikenal sebagai kerangka sistem terbuka. Asumsi yang mendasari kerangaka ini adalah Pertama, asuhan keperawatan berfokus pada manusia termasuk berbagai hal yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Kedua, tujuan asuhan keperawatan adalah kesehatan bagi individu, kelompok dan masyarakat. Ketiga, manusia selalu berinteraksi secara konstan terhadap lingkungan. Dalam kerangaka konsep ini terdapat 3 sistem yang saling berinteraksi dan saling berhubungan. Pertama, kepribadian (personal system). Setiap individu mempunyai sistem kepribadian tertentu. Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh persepsi, konsep diri, pertumbuhan dan perkembangan, gambaran diri, tempat dan waktu. Kedua, sistim interpersonal. Sistem interpersonal terbentuk karena hasil interaksi manusia. Konsep ini dapat berupa interaksi, komunikasi, perjanjian, stress dan peran pendidikan, sistem pekerjaan dan kelompok sebaya. Menurut king tujuan pemberian asuhan keperawatan dapat tercapai jika perawat dan pasien saling bekerja sama dalam mengidentifikasi masalah</p> <p>serta menetapkan tujuan bersama yang hendak dicapai. Faktor utama yang menentukan adalah kepribadian perawat (personality system). Setiap orang yang diciptakan Tuhan sudah dilengkapi dengan kepribadian(personal system). Kepribadian itu sebetulnya adalah anugerah Tuhan yang dilengkapi dengan pengaruh lingkungan yang kita terima atau kita alami pada masa pertumbuhan kita (5). Ada beberapa ahli yang beranggapan bahwa segalanya telah diprogram dalam genetik. Beberapa ahli lain menyatakan bahwa faktor belajar dan lingkungan memegang peranan yang sangat menentukan. Perpaduan kedua faktor itu dinamakan Anna Anastasia, dimana keduanya membentuk kepribadian perawat yang akan mempengaruhi perilaku pasien. John L Holland, seorang praktisi yang mempelajari hubungan antara kepribadian dan minat pekerjaan, mengemukakan bahwa ada enam tipe atau orientasi kepribadian pada manusia. 1. Tipe realistik . Menyukai pekerjaan yang sifatnya konkret, yang melibatkan kegiatan sistematis, seperti mengoperasikan mesin, peralatan. Tipe seperti ini tidak hanya membutuhkan keterampilan, komunikasi, atau hubungan dengan orang lain, tetapi dia memiliki fisik yang kuat. Bidang karier yang cocok, yaitu perburuhan, pertanian, barber shop, dan konstruski. 2. Tipe intelektual/investigative . Menyukai hal-hal yang teoritis dan cenderung pemikir daripada pelaku tindakan, senang dan memahami sesuatu. Biasanya menghindari hubungan akrab. Tipe ini cocok bekerja di laboratorium seperti peneliti, ilmuwan, ahli matematika.</p> <p>konseptual, menganalis, sosial yang penelitian, 3.Tipe sosial.</p> <p>Sena ng membantu atau bekerja dengan orang lain. Dia menyenangi kegiatan yang melibatkan kemampuan berkomunikasi dan ketrampilan berhubungan dengan orang la...</p>