Modul Break Even Point Ok

Download Modul Break Even Point Ok

Post on 05-Dec-2014

139 views

Category:

Documents

28 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

TRANSCRIPT

<p>KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN POLITEKNIK NEGERI MALANG</p> <p>MANAJEMEN PRODUKSI BERBANTAUAN KOMPUTER</p> <p>MODUL BREAK EVENT POINT</p> <p>Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MALANG 2012</p> <p>HALAMAN PENGESAHAN PENULISAN BUKU / MODUL 1. a. Judul : BREAK EVEN POINT</p> <p>2. Data Pribadi Penulis : a. Nama lengkap dan gelar b. Jenis Kelamin c. NIP/Golongan d. Strata/ Jab. Fungsional e. Jabatan Struktural f. Fakultas/Jurusan f. Bidang Ilmu g. Alamat Kantor h. Telp/Fax/email i. Alamat Rumah j. Telepon/Fax</p> <p>: Drs. Bambang Soepeno. MMKom, MM :L : 195906171989101001 / Vb : S2/Lektor Kepala : Pembina : Administrasi Bisnis : Manajemen dan Komputer : Jl. Soekarno Hatta No. 9 Malang : 0341 404424 / 0341 404420 / pheno_59@yahoo.com : Jl. Candi Panggung Perum Taman Indah Soekarno Hatta 86 Malang : 0341- 40878 / 0341 400878</p> <p>Menyetujui Ketua Jurusan Administrasi Bisnis,</p> <p>Malang, September 2012 Penulis,</p> <p>Drs. Heru Utomo, MELECCOMM NIP. 19641208 199003 1 003</p> <p>Drs. Bambang Soepeno, Mkom, MM NIP. 19590617 198910 1 001</p> <p>Mengetahui Pembantu Direktur I,</p> <p>Drs. Ludfi Djajanto, MBA NIP. 19620421 198803 1 003</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>i</p> <p>KATA PENGANTAR</p> <p>Dengan mengucapkan puji syukur</p> <p>alhamdulillah atas petunjuk dan</p> <p>rahmat Nya, sehingga dapat diselesaikan buku berjudul Manajemen Produksi Berbantuan Komputer modul Break Even Point . Pada buku ini, kami sadari bahwa hasilnya masih jauh dari sempurna sehingga terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati penulis memohon saran dan kritik yang membangun dari pembaca. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan, kepada yang terhormat: 1. Ir. Tundung Subali Patma, MT, selaku Direktur Politeknik Negeri Malang. 2. Drs. Sumiadji, MSA, Ak, selaku Ketua UPT-P2M Politeknik Negeri Malang 3. Semua pihak yang telah memberikan bimbingan, motivasi, bantuan dan</p> <p>masukan sehingga dapat terselesaikannya buku ini. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami berharap semoga buku ini dapat bermanfaat.</p> <p>Malang, September 2012 Penulis</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>ii</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... i KATA PENGANTAR ................................................................................................ ii DAFTAR ISI............................................................................................................. iii DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ iv BAB III 1</p> <p>BREAK EVEN POINT BEP ................................................................................... 1 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. Pengertian BEP................................................................................................ 1 Manfaat Break Even Point ............................................................................... 3 Model BEP ...................................................................................................... 5 Keterbatasan Analisis BEP .............................................................................. 7 Pendekatan BEP ............................................................................................ 11 Pendekatan BEP Unit dan Rupiah. .......................................................... 11 Pendekatan BEP Contribution Margin (CM). .......................................... 14 Metode Pendekatan BEP dengan Grafik.................................................. 16</p> <p>3.5.1. 3.5.2. 3.5.3. 3.6.</p> <p>Analisa BEP Berbantuan Komputer ............................................................... 16 BEP Aplikasi Ms. Excel BEP s.1 ............................................................ 17 Graphik Aplikasi Ms. Excel BEP s.1...................................................... 19</p> <p>3.6.1. 3.6.2. 3.7.</p> <p>Soal Praktek BEP........................................................................................... 22</p> <p>DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 24</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>iii</p> <p>DAFTAR GAMBAR</p> <p>Gambar 3.1. Gambar Model BEP ........................................................................... 6 Gambar 3.2. Model BEP Biaya Variable dan Pendapatan. ...................................... 7 Gambar 3.3. Gambar Perhitungan BEP ................................................................. 13 Gambar 3.4. Graphik BEP ................................................................................... 16 Gambar 3.5. Perhitungan BEP ............................................................................. 17 Gambar 3.4. Graphik BEP ................................................................................... 19</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>iv</p> <p>BAB III BREAK EVEN POINT BEP3.1. Pengertian BEP BEP adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik, dalam satuan unit atau rupiah, yang menunjukkan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan sama dengan pendapatan perusahaan. Titik itu disebut sebagai titik break even point ( BEP). Analisa Break Event adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara Biaya Tetap, Biaya Variabel, Keuntungan dan Volume aktivitas. Masalah Break Event baru akan muncul dalam perusahaan apabila perusahaan tersebut mempunyai Biaya Variabel dan Biaya Tetap. Suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu dapat menderita kerugian dikarenakan penghasilan penjualannya hanya mampu menutup biaya variabel dan hanya bisa menutup sebagian kecil biaya tetap. Contribution Margin adalah selisih antara penghasilan penjualan dan biaya variabel, yang merupakan jumlah untuk menutup biaya tetap dan keuntungan. Perusahaan akan memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya apabila Contribution Marginnya lebih besar dari Biaya Tetap, yang berarti total penghasilan penjualan lebih besar dari total biaya. Break Event Point menyatakan volume penjualan dimana total penghasilan tepat sama besarnya dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. Break Event Point ditinjau dari konsep Contribution Margin menyatakan bahwa volume penjualan dimana Contribution Margin tepat sama besarnya dengan total Biaya Tetapnya. Definisi Break Even Point dari pendapat berbagai ahli terlihat ada kesamaan diantaranya pendapat-pendapat tersebut adalah : o Menurut Bambang Riyanto (1995:359). Analisis break even point adalah suatu tehnik analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel,</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>1</p> <p>keuntungan dan volume kegiatan. Oleh karena analisis tersebut mempelajari hubungan antara biaya keuntungan volume kegiatan, maka analisis tersebut sering pula disebut Cost Profit Volume analysis (C. P. V analysis). Dalamperencanaan keuntungan, analisis break even point merupakan profit planning approach yang mendasarkan pada hubungan antara biaya (cost)dan penghasilan penjualan (revenue). o Charles T. Horngren, Srikant M Datar, dan Gorge Foster (2003:75) mendefinisikan break even dalam buku terjemahan Akuntansi Biaya: Penekanan Manajerial sebagai berikut: Titik impas (break even point ) adalah volume penjualan dimana pendapatan dan jumlah bebannya sama, tidak terdapat laba maupun rugi bersih. o Menurut Reza Lingga (2003: 436) Break Even Point adalah suatu titik atau suatu keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita rugi. Dengan kata lain pada keadaan itu keuntungan dan kerugian sama dengan nol, hal ini bisa terjadi apa bila perusahaan dalamoperasinya menggunakan biaya tetap dan volume penjualan hanya cukupuntuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. o Menurut Hansen dan Mowen (2005:274) dalam buku terjemahan</p> <p>Management Accounting break even point adalah: Break even point adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol. o Menurut Charles T. Horngren, Srikant M Datar, dan Gorge Foster (2003:75) mendefinisikan break even dalam buku terjemahan AkuntansiBiaya: Penekanan Manajerial sebagai berikut: Titik impas (break even point ) adalah volume penjualan dimana pendapatan dan jumlah bebannya sama, tidak terdapat laba maupun rugi bersih. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan dengan kata lain, pada keadaan break event poin keuntungan atau kerugian sama dengan Nol. Suatu kondisi dimana perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian atau TR (total revenue)= TC (total cost), dimana laba = 0Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>2</p> <p>Hal ini bisa terjadi, apabila perusahaan di dalam operasinya menggunakan biaya tetap. Dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Dengan mengetahui titik impasnya (Break Even Point ), manajemen suatu perusahaan dapat mengindikasikan tingkat penjualan yang disyaratkan agar terhindar dari kerugian, dan diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk masa yang akan datang. Dengan mengetahui titik impas ini, manajer juga dapat mengetahui sasaran volume penjualan minimal yang harus diraih oleh perusahaan yang dipimpinnya Breakeven analysis menunjukkan jumlah pemasukan yang harus dihasilkan untuk menutupi pengeluaran sebelum membuat keuntungan sepeser pun. Jika dapat mencapai dan melampaui titik impas, jika dapat menghasilkan lebih dari jumlah pendapatan penjualan yang dibutuhkan untuk membayar pengeluaran maka bisnis memiliki peluang yang baik untuk menghasilkan uang. Banyak pengusaha berpengalaman menggunakan analisa titik impas sebagai alat skrining utama untuk usaha bisnis baru mereka. Mereka bahkan tidak akan menulis business plan yang lengkap, kecuali jika perkiraan titik impas mereka dapat tercapai, meramalkan bahwa pendapatan penjualan mereka diproyeksikan jauh</p> <p>melebihi biaya mereka melakukan bisnis. 3.2. Manfaat Break Even Point Analisis break even ini selain digunakan untuk menganalisis pada unit atau pada omzet penjualan, agar perusahaan tidak menderita rugi dan tidak menerima keuntungan. Ada beberapa manfaat lain yang bisa diambil dengan menggunakan konsep break even point. a. Perencanaan Penjualan atau Produksi Pada setiap awal periode perusahaan sudah harus mempunyai perencanaan produksi dan penjualan. Rencana produksi dan penjualan bisa direncanakan dengan menggunakan konsep BEP. Penjualan yang direncanakan perusahaan tentunya disertai dengan target laba yang diinginkan. Dengan demikian rencana penjualan minimal (PM) adalah :</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>3</p> <p>PM = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Laba b. Perencanaan Harga Jual Normal Salah satu keputusan yang harus diambil oleh manager keuangan adalah penentuan harga jual. Harga jual merupakan sejumlah uang yang dibayarkan oleh pembeli untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Bagi perusahaan harga jual harus bisa menutup semua biaya semua biaya dan target keuntungan. Apabila tidak bisa menutup target laba, apalagi biaya yang dikeluarkan berarti perusahaan dalam kondisi rugi. c. Perencanaan Metode Produksi Analisis Break Even ini juga sering digunakan untuk menentukan alternatif pemilihan metode produksi atau mesin produksi. Ada mesin produksi yang mempunyai karakteristik biaya variabel tinggi tetapi biaya variabel per unit rendah (sering disebut padat karya) atau biaya tetap tinggi tetapi biaya variabel per unit rendah (sering disebut padat modal). Dari dua pilihan tersebut, mana yang akan dipilih apakah dengan padat karya atau padat modal. Untuk memilih alternatif mana yang terbaik, bisa digunakan analisa biaya, laba, dan volume (cost, profit, volume analisis). d. Titik Tutup Pabrik Apabila kondisi perusahaan sudah menunjukan biaya total melebihi penjualan totalnya, artinya bahwa perusahaan beroperasi dibawah titik break even, apakah perusahaan sebaiknya ditutup atau dipertahankan. Untuk itu manajemen harus menganalisa apakah kondisi yang demikian akan berlanjut dalam waktu yang relatif lama atau tidak. Ada kemungkinan manajemen harus memutuskan untuk menghentikan sementara atau seterusnya apabila kondisi sudah sedemikian parahnya Alat yang dapat digunakan manejemen dalam mengadakan analisa penutupan perusahaan tersebut adalah analisa titik tutup pabrik atau sering disebut shut down point. Apabila perusahaan beroperasi dibawah BEP berarti perusahaan secara akuntansi mengalami kerugian. Namun cash flow perusahaan masih mendapatkan sisa kas, selama penerimaan penghasilan masih bisa menutup biayaPenulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>4</p> <p>variabel dan biaya tetap tunai. Biaya tetap tunai adalah biaya tetap yang dikeluarkan tunai seperti pembayaran gaji, biaya promosi, sewa gudang dan biaya tetap tunai lainnya. Artinya pada kondisi tersebut perusahaan masih bisa membayar gaji karyawannya, walaupun untuk menutup biaya tetap tidak tunai (penyusutan) tidak mencukupi. Tetapi kalau penerimaan penjualan tidak bisa menutup biaya variabel dan biaya tetap tunai, maka perusahaan sudah harus ditutup.</p> <p>3.3.</p> <p>Model BEP Sasaran analisis break-even adalah untuk mengetahui pada tingkat volume</p> <p>atau rupiah berapa perusahaan mencapai titik impas dari kegiatan usahanya. Dalam hal lain, analisis ini dapat dipakai untuk membantu pemilihan jenis produk atau proses dengan mengidentifikasi produk atau proses yang mempunyai total biaya terendah untuk suatu volume yang diharapkan. Dalam pemilihan lokasi, analisis ini dapat dipakai untuk menentukan lokasi yang memiliki total biaya terendah, yang berarti juga memiliki total pendapatan tertinggi untuk kapasitas produksi yang ditentukan. Analisis BEP adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik, dalam satuan unit atau rupiah, yang menunjukkan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan sama dengan pendapatan perusahaan.Titik itu disebut sebagai titik break even / BEP (break-even point ). Kegunaan analisis BEP adalah dapat diketahui pada volume penjualan berapa perusahaan mencapai titik impasnya, tidak rugi tetapi juga tidak untung, sehingga apabila penjualanmelebihi titik tersebut maka perusahaan mulai mendapatkan untung. Estimasi biaya yang diperlukan dalam analisi BEP adalah Biaya tetap ( fixed cost ) adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan besar yang tetap , tidak tergantung pada volume penjualan dan biaya variable ( variable cost ) yaitu biaya yang besarnya bervariasi sesuai dengan jumlah unit yang dijual</p> <p>Penulis, Drs. Bambang Soepeno, MMKOM, MM</p> <p>5</p> <p>Gambar 3.1 menunjukkan model dasar analisi break-even , dimana garis pendapatan berpotongan dengan garis biaya pada titik break-even ( BEP ) . Sebelah kiri BEP menunjukkan daerah kerugian,sedangkan daerah sebelah kanan BEP menunjukkan daerah keuntungan. Model ini memiliki asumsi dasar bahwa biaya per unit ataupun harga jual per unit dianggap tetap/konstan., tidak tergantung dari jumlah unit y...</p>

Recommended

View more >