implementasi peraturan mendiknas nomor 18 tahun...

20
1 IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN 2007 TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN (Studi Kasus Di Kota Tanjungpinang) NASKAH PUBLIKASI Oleh : ANDRI FAHMI NIM : 090565201004 PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG 2016

Upload: others

Post on 28-Oct-2020

3 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

1

IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN 2007

TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN

(Studi Kasus Di Kota Tanjungpinang)

NASKAH PUBLIKASI

Oleh :

ANDRI FAHMI

NIM : 090565201004

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

TANJUNGPINANG

2016

Page 2: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

1

IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN 2007

TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN

(Studi Kasus Di Kota Tanjungpinang)

ANDRI FAHMI

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, FISIP UMRAH

Implementasi Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru

dalam Jabatan, adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di

Indoensia. Kebijakan tersebut sudah dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, dari

data tahun 2014 dari total 1787 orang Guru PNS, ada 734 orang belum

bersertifikasi. Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu

dibutuhkan proses implementasi yang baik sehingga tujuan dari program

pemerintah ini bisa berjalan dengan baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Mendiknas

Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan khususnya di

Kota Tajungpinang tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif

kualitatif. Adapun teknik penarikan informan adalah dengan menggunakan teknik

Rendom sampling, Setelah data dikumpulkan dengan lengkap, tahapan berikutnya

adalah tahap analisa data dimana metode analisa data yang dipilih adalah model

analisa interaktif.

Hasil penelitian memperlihatkan Implementasi Permendiknas Nomor 18

Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan telah berjalan dengan baik,

namun dibutuhkkan kesadaran khususnya bagi Guru yang belum bersertifikasi

untuk segera mengikuti kegiatan tersebut dan memenuhi semua syarat dan

ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Tanjungpinang diharapkan mampu

untuk lebih mengoptimalkan peran dalam rangka mengimplementasikan kebijakan

ini. Adapun saran yaitu perlu sosialisasi yang optimal dengan memberdayakan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Pemanfaatan database

seluruh guru baik negeri maupun swasta di Kota Tanjungpinang yang akan

mengikuti sertifikasi sampai tahun 2015. Hal ini untuk mengurangi persoalan

jatah tiap tahun, juga memudahkan guru mempersiapkan diri dalam menghadapi

sertifikasi guru, termasuk membantu guru dalam membuat perencanaan

Kata Kunci : Implementasi, Sertifikasi Guru

Page 3: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

2

THE IMPLEMENTATION REGULATIONS MENDIKNAS NUMBER 18 OF 2007

ABOUT CERTIFICATION FOR TEACHERS IN THE OFFICE

(a case study in the city of Tanjung Pinang)

ANDRI FAHMI

Students of Science Of Government, FISIP, UMRAH

Permendiknas implementation number 18 of 2007 about Certification for

teachers in the Office, was an attempt by the Government to improve education in

Indonesia. The policy was implemented in the city of Tanjung Pinang, from data

by 2014 of a total of 1787 teachers civil servants, there were 734 people have not

been certified. Teacher education certification is important, for it required a good

implementation process so that the goals of this Government program could run

well.

This research aims to know the Implementation Regulations Mendiknas

number 18 of 2007 about Certification for teachers in that capacity particularly in

the town of Tajungpinang by 2014. This research uses qualitative descriptive

method. As for the technique of the withdrawal of the informant is by using the

techniques of Rendom sampling, data collected After complete, the next stage is

the stage of analysis of data where data analysis method chosen is interactive

analysis model.

Research results showed Implementation Permendiknas number 18 of 2007

about the Certification of teachers in the Office has gone well, but the

dibutuhkkan awareness, especially for Teachers who have not been certified to

immediately follow the activities and meet all of the applicable terms and

conditions. Tanjungpinang City Government expected to be able to further

optimize the role in order to implement this policy. As for the advice that need

optimal socialization with empowering education and Culture Department of the

city of Tanjung Pinang, the utilization of the database throughout both public and

private teacher in the town of Tanjung Pinang which will follow the certification

until the year 2015. This is to reduce the rations problems each year, also makes

it easy for teachers to prepare in the face of the certification of teachers,

including helping teachers in planning

Keywords : Implementation, certification of teachers

Page 4: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

3

IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN 2007

TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN

(Studi Kasus Di Kota Tanjungpinang)

A. Latar Belakang

Guru merupakan profesi yang sama tuanya dengan peradaban manusia.

Profesi Guru mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan

perkembangan peradaban manusia dari satu era ke era selanjutnya. Guru

mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam

pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. Hal ini sejalan dengan

ketentuan dalam Pasal 39 ayat (2) UU SISDIKNAS yang disebutkan dalam

pasal tersebut bahwa Pendidik merupakan tenaga profesional.

Kedudukan Guru sebagai tenaga profesional mempunyai visi

terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip

profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warga negara

dalam memperoleh pendidikan yang bermutu.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

mendefinisikan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang

dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang

memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar

mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sebagai tenaga

profesional, guru diharapkan dapat meningkatkan martabat dan perannya

sebagai tokoh sentral dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan

mutu pendidikan nasional.

Page 5: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

4

Kebijakan sertifikasi bagi guru merupakan salah satu upaya strategis

untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Secara formal,

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor

14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor

19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa

guru adalah tenaga profesional. Sebagai tenaga profesional, guru

dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik S-1 (strata satu) atau D-4

(diploma empat) dalam bidang yang relevan dengan mata pelajaran yang

diampunya dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran

Pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan yang dimulai sejak tahun

2007 mengacu pada Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang

Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Adapun tujuan yang mendasar dari

pelaksanaan sertifikasi guru adalah meningkatkan kompetensi guru dalam

melaksanakan kegiatan pembelajaran, faktanya masih ada guru di kota

tanjungpinang yang belum bersertifikasi guru.

Guru adalah tenaga profesional sebagaimana diamanatkan dalam

Pasal 39 ayat 2, UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional, Pasal 2 ayat 1, UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,

dan Pasal 28 ayat (1) PP RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan. Mengacu pada landasan yuridis dan kebijakan tersebut, secara

tegas menunjukkan adanya keseriusan dan komitmen yang tinggi pihak

Pemerintah dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan penghargaan

Page 6: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

5

kepada guru yang muara akhirnya pada peningkatan kualitas pendidikan

nasional.

Sesuai dengan arah kebijakan di atas, Pasal 42 UU RI No. 20

Tahun 2003 mempersyaratkan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi

minimum dan sertifikasi sesuai dengan kewenangan mengajar, sehat jasmani

dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan

nasional. Hal ini ditegaskan kembali dalam Pasal 28 ayat (1) PP RI No. 19

Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; dan Pasal 8 UU RI No

14, 2005 yang mengamanatkan bahwa guru harus memiliki kualifikasi

akademik minimal D4/S1 dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, yang

meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial.

Kompetensi guru sebagai agen pembelajaran secara formal dibuktikan

dengan sertifikat pendidik. Kualifikasi akademik minimum diperoleh

melalui pendidikan tinggi, dan sertifikat kompetensi pendidik diperoleh

setelah lulus ujian sertifikasi.

Di Indonesia, menurut UU RI No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen, sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi

persyaratan kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen

pembelajaran. Sertifikat pendidik diberikan kepada seseorang yang telah

menyelesaikan program pendidikan profesi pendidik dan lulus u j i

sertifikasi pendidik. Dalam hal ini, ujian sertifikasi pendidik

dimaksudkan sebagai kontrol mutu hasil pendidikan, sehingga seseorang

yang dinyatakan lulus dalam ujian sertifikasi pendidik diyakini mampu

Page 7: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

6

melaksanakan tugas mendidik, mengajar, melatih, membimbing, dan menilai

hasil belajar peserta didik. Namun saat ini, mengacu pada Permendiknas

Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan disebutkan

bahwa sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji

kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio alias penilaian kumpulan

dokumen yang mencerminkan kompetensi guru.

Kebijakan sertifikasi ini berdampak terhadap penambahan penghasilan

para guru di Indonesia, dimana bagi guru yang sudah bersertifikasi akan

diberikan imbalan berupa penambahan satu bulan gaji pokok. Konsekwensi

dari kebijakan ini tentu berdampak pada penambahan anggaran negara, oleh

karena itu pelaksanaan kegiatan sertifikasi terhadap guru dilaksanakan secara

bertahap dan berdasarkan kouta guru di masing-masing daerah berdasarkan

pertimbangan pengajuan masing-masing Kabupaten/Kota di Indonesia.

Mengingat jumlah guru di Indonesia sangat banyak Berdasarkan

kebijakan Kementrian Pendidikan bahwa pelaksanaan sertifikasi dilakukan

secara bertahap berdasarkan pemetaan wilayah. Sedangkan di Kota

Tanjungpinang jumlah guru Total jumlah guru yang ada di Kota

Tanjungpinang, sebanyak 3.052. Terdiri dari 1.787 guru Pegawai Negeri Sipil

(PNS) dan 1.268 guru honorer. (Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, 2014)

Page 8: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

7

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang tahun

2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel. 1.1

Data Sertifikasi Guru PNS Di Lingkungan Pemerintah

Kota Tanjungpinang tahun 2007 s.d 2014

No Jenjang Sekolah Jumlah Guru

PNS

Sudah

Sertifikasi

Belum

Sertifikasi

1. TK 47 20 27

2. SD 831 445 368

3. SMP 370 248 122

4. SMA 287 183 104

5. SMK 221 128 93

6. SLB 31 8 23

Jumlah 1787 1032

734

Sumber Data : Disdikbud Kota Tanjungpinang Tahun 2014

Dari data komposisi guru yang bersertifikat pendidik diatas terlihat

sejak tahuan 2007 sampai dengan sekarang masih ada guru yang belum

bersertifikat pendidik. Salah satu hal yang menjadi sorotan terhadap

implementasi sertifikasi guru adalah anggapan syarat-syarat yang harus di

penuhi terlalu banyak, sehingga ada sebagian guru senior khususunya malas

untuk ikut ujian sertifikasi, seperti diutarakan Suparman Guru SD 03

Tanjungpinang bahwa beliau tidak ikut ujian sertifikasi karena sudah berumur

untuk itu iya enggan mengurus berkas syarat administrasi kualifikasi.

Berdasarkan pengamatan dan kasus-kasus insidental yang ditemui di

lapangan, titik rawan perbedaan pemahaman prosedur sertifikasi guru (sergur)

terkonsentrasi pada masalah masa kerja, usia dan pendidikan. Satu hal yang

tidak boleh diabaikan adalah bahwa kebijakan sergur tidaklah statis. Meski

Page 9: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

8

Undang-undang dan atau Peraturan Pemerintah sebagai payung hukum

(mungkin) tak berubah, kebijakan lebih teknis yang diterjemahkan dalam

Peraturan atau Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, atau dalam produk

hukum lain di bawahnya, tetap mesti diperhatikan oleh guru.

Misalnya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional alias Kepmendiknas

Nomor 052/P/2011 yang ditandatangani pada 25 Maret silam, yang merevisi

Kepmendiknas Nomor 126/P/2010 tentang Penetapan Lembaga Pendidikan

Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG)

bagi Guru dalam Jabatan. Perubahan terpenting dalam Kepmendiknas tersebut

antara lain menghapus diktum ketiga Kepmendiknas Nomor 126/P/2010

sehingga biaya penyelenggaraan PPG bagi guru dalam jabatan dibebankan

pada anggaran Kemdiknas. Perubahan penting lainnya, menurut Direktur

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Kemdiknas, Supriadi Rustad, adalah merevisi kuota LPTK penyelenggara

PPG tahun 2010, 2011, dan 2012 menjadi kuota tahun 2011, 2012, dan 2013.

Berdasarkan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005

tentang Guru dan Dosen, Pemerintah wajib mulai melaksanakan program

sertifikasi pendidik paling lama dalam waktu 12 bulan terhitung sejak

berlakunya Undang-Undang tersebut, melihat data yang ada saat ini

Pemerintah Kota Tanjungpinang belum mampu seutuhnya menjalankan

kebijakan tersebut.

Page 10: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

9

Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis mencoba mengajukan

studi yang berjudul “Implementasi Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun

2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan ( Study kasus di Kota

Tanjungpinang).

B. Landasan Teoritis

1. Implementasi Kebijakan

Bila kebijakan dipandang sebagai suatu pola kegiatan yang berurutan,

maka Implementasi kebijakan merupakan tahap kedua setelah proses

perencanaan kebijakan. Secara umum Implementasi kebijakan dapat dikatakan

sebagai kegiatan yang menyangkut pelaksanaan kebijakan atau proses

pelaksana penilaian kebijakan yang menyangkut subtansi, dai pelaksanaan

kebijakan.

Kebijakan itu sendiri merupakan proses pengambilan keputusan oleh

pejabat publik atas nama Negara, hal ini seperti yang dikemukakan oleh,

Islamy (2003;20), beliau mengatakan kebijakan publik itu kebijaksanaan

negara (public policy) dalam bentuk serangkaian tindakan yang ditetapkan

dan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah yang mempunyai

tujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu demi kepentingan seluruh

masyarakat.

Selanjutnya, aspek yang penting dari keseluruhan proses kebijakan

publik adalah mengimplementasikannya sebagaimana amanat yang telah

ditetapkan dalam kebijakan publik tersebut. Kebijakan yang telah

direkomendasikan untuk di pilih oleh police makers bukanlah jaminan bahwa

Page 11: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

10

kebijakan tersebut pasti berhasil dalam implementasinya. Ada banyak

variabel yang mempengaruhi impelementasi kebijakan publik baik yang

bersifat individual maupun kelompok atau institusi.

Oleh karena itu, menurut Wahab (1991;50) kalau konsep ini diikuti

maka implementasi kebijaksanaan dapat dipandang sebagai suatu proses

melaksanakan keputusan kebijaksanaan (biasanya dalam bentuk undang-

undang, peraturan pemerintah, keputusan peradilan, perintah eksekutif, atau

dekrit presiden).

Terkait dengan implementasi kebijakan, pendapat yang hampir sama

dengan konsep diatas dikemukakan oleh Meter dan Horn yang menegaskan

bahwa implementasi kebijakan merupakan tindakan-tindakan yang

diperlukan baik oleh individu atau pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok

pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang

telah digariskan dalam keputusan kebijaksanaan (Agustino,2008;139).

Kemudian, dari berbagai definisi tentang implementasi kebijakan,

Agustino (2008;139) menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan

merupakan suatu proses yang dinamis, yang mana pelaksana kebijakan

dengan melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, sehingga pada akhirnya

akan mendapatkan suatu hasil yang sesuai dengan tujuan atau sasaran

kebijakan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk dapat mengimplementasi

sebuah kebijakan secara sempurna diperlukan syarat-syarat tertentu. Terkait

dengan hal tersebut untuk memperkaya pemahaman kita tentang

Page 12: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

11

implementasi kebijakan khusususnya tentang variabel dari implementasi

kebijakan, dapat dilihat dari beberapa teori berikut:

Menurut Winarno (2012;177) Implementasi kebijakan adalah suatu

tahap kebijakan publik, antara pembentuk kebijakan dan konsekuensi-

konsekuensi kebijakan bagi masyarakat yang dipengaruhinya.

Menurut Grindle. M.S (Subasono, 2005;78) menegaskan bahwa

keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh dua variabel

besar, yakni isi kebijakan (content of policy), dan lingkungan implementasi

(context of implementation).

Khususus mengenai Implementasi kebijakan proses sertifikasi Guru

maka, pelaksana kebijakan dalam melakukan kegiatan sudah barang tentu

mengaju pada ketentuan atau aturan yang telah ada. Peraturan yang

dimaksudkan adalah Peraturan Implementasi Peraturan Mendiknas Nomor

18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Guna

mengukur sejauhmana proses berjalannya kegiatan tersebut, teori Edward

III dapat dipergunakan sebagai alat pengukur dari kebijakan sertifikasi guru

tersebut khususnya di Kota Tanjungpinang.

Edward III (Subarsono, 2005;76) mengemukakan sedikitnya ada

empat variabel yang sangat menentukan keberhasilan implementasi suatu

kebijakan, yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, struktur birokrasi.

Penjelasan mengenai implementasi kebijakan model Edward III ini,

menurut Agustino (2008;150-153) dapat diuraikan indikator dari masing-

masing variabel yaitu :

Page 13: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

12

1) Komunikasi dengan indikator sebagai berikut:

a. Transmisi, yaitu penyaluran komunikasi yang baik akan dapat

menghasilkan suatu implementasi yang baik pula;

b. Kejelasan, yaitu komunikasi yang diterima oleh para pelaksana

kebijakan haruslah jelas dan tidak membingungkan (tidak

ambigu/mendua).

c. Konsistensi, yaitu perintah yang diberikan dalam pelaksanaan suatu

komuniksi haruslah konsisten dan jelas (untuk diterapkan atau

dijalankan).

2) Sumberdaya dengan indikator sebagai berikut:

a. Staf, yaitu sumberdaya utama dalam implementasi kebijakan adalah

staf. Kegagalan yang sering terjadi dalam implementasi kebijakan

adalah salah satunya adalah staf yang tidak mencukupi, memadai,

ataupun tidak kompeten dibidangnya;

b. Informasi, dalam implementasi kebijakan, informasi mempunyai dua

bentuk, yaitu pertama informasi yang berhubungan dengan cara

melaksanakan kebijakan. Kedua, informasi mengenai data kepatuhan

dari para pelaksana terhadap peraturan dan regulasi pemerintah yang

telah ditetapkan;

c. Wewenang, pada umumnya kewenangan harus bersifat formal agar

perintah dapat dilaksanakan;

d. Fasilitas, fasilitas fisik merupakan faktor penting dalam implementasi

kebijakan.

3) Disposisi dengan indikator sebagai berikut:

a. Pengangkatan birokrat, yaitu disposisi atau sikap terhadap

pengangkatan personil pelaksana kebijakan haruslah orang yang

memiliki dedikasi pada kebijakan yang telah ditetapkan;

b. Insentif, dengan cara menambah keuntungan atau biaya tertentu

mungkin akan menjadi faktor pendorong yang membuat para

pelaksana kebijakan melaksanakan perintah dengan baik.

4) Struktur birokrasi dengan indikator sebagai berikut:

a. Standar Operating Prosedures (SOPs), yaitu merupakan pelaksanaan

kegiatan setiap hari sesuai dengan standar yang telah ditetapkan;

b. Fragmentasi, yaitu upaya penyebaran tanggungjawab kegiatan-

kegiatan atau aktivitas-aktivitas pegawai diantara beberapa unit.

Dari pengertian dan pendekatan teori yang dikemukakan di atas,

dapat diasumsikan bahwa implementasi kebijakan merupakan proses dari

kebijakan publik yang tersusun dalam bentuk kegiatan dengan

menedepankan kerangka program kebijakan yang telah di susun dan

tentunya kebijakan tersebut harus mempunyai dampak dan tujuan yang jelas

Page 14: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

13

sesuai dengan keinginan, dalam hal ini implementasi dilaksanakan dan

digunakan oleh implementor atau pelaksana kebijakan pada setiap proses

pelaksanaan kegiatan.

2. Sertifikasi

Sertifikasi guru menjadi landasan menjamin keberadaan guru yang

profesional untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pelaksanaan

sertifikasi guru diharapkan mampu sebagai solusi berkaitan dengan

pencapaian standar guru yang berkualitas dan professional tersebut. Kebijakan

Sertifikasi Guru melalui Permendiknas No 18/2007 merupakan salah satu

upaya Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam rangka

meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru sehingga pembelajaran di

sekolah menjadi berkualitas. Tujuan sertifikasi adalah (1) menentukan

kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2)

meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan

guru, (4) meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan

nasional yang bermutu.

Istilah sertifikasi dalam kamus berarti surat keterangan (sertifikat)

dari lembaga berwenang yang diberikan kepada jenis profesi dan sekaligus

pernyataan (lisensi) terhadap kelayakan profesi untuk melaksanakan tugas.

Sedangkan dalam pasal 1 ayat (7) dijelaskan bahwa sertifikasi guru adalah

proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Dasar hukum tentang

perlunya sertifikasi guru dinyatakan dalam pasal 8 UU Nomor 14 Tahun 2004

tentang guru dan dosen, bahwa guru harus memiliki kualifikasi akademik,

Page 15: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

14

kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki

kemampuan guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sedangkan kita lihat dalam pasal 1 ayat (12), bahwa sertifikat

pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru

sebagai tenaga professional. Sedangkan dalam pasal 11 ayat (2), menyatakan

sertifikat pendidikan tersebut hanya dapat diperoleh melalui program

sertifikasi. Secara khususus sertifikat pendidik adalah bukti formal dari

pemenuhan dua syarat, yaitu kualifikasi akademik minimum dengan

penguasaan kompetensi minimal sebagai guru.

Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa sertifikat pendidik

adalah surat keterangan yang diberikan suatu lembaga pengadaan tenaga

kependidikan yang terakreditasi sebagai bukti formal kelayakan profesi guru,

yaitu memenuhi kualifikasi pendidikan minimum sebagai agen pembelajaran.

C. Hasil Penelitian

1. Komunikasi

Tim Pelaksanaan Sertifikasi Guru Kota Tanjungpinang senantiasa

menyampaikan kepada guru-guru yang mendapat kesempatan sertifikasi bahwa

tujuan sertifikasi adalah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini

dilakukan untuk menjaga kekonsistenan informasi tentang program sertifikasi.

Tim Pelaksanaan Sertifikasi Guru Kota Tanjungpinang selalu menekankan bahwa

sertifikasi ini bukan sebagai tujuan akhir namun sebagai salah satu cara atau

proses untuk menjadi guru yang profesional.

Page 16: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

15

2. Sumber daya

Fasilitas sebagai salah satu komponen sumberdaya dalam pelaksanaan

sertifikasi ini cukup memadai. Fasilitas lain yang dibutuhkan dalam pelaksanaan

sertifikasi guru di Kota Tanjungpinang adalah sarana dan prasarana. Sarana dan

prasarana yang dimiliki Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Tanjungpinang

antara lain ruang kerja , komputer sebanyak 4 unit, terdiri dari 3 desktop dan 1

laptop, printer, dan sejumlah ATK .

3. Disposisi implementor

Dalam implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kota Tanjungpinang,

kecenderungan implementor ini meliputi sikap pelaksana, tingkat kepatuhan

pelaksana dan pemberian insentif. Secara umum kecenderungan implementor

adalah baik sehingga mereka dapat menjalankan kebijakan dengan baik seperti

yang diinginkan oleh pembuat kebijakan. Para pelaksana kebijakan sertifikasi ini

memiliki sikap atau perspektif yang mendukung kebijakan sehingga proses

implementasi kebijakan berjalan efektif. Kecenderungan atau karakteristik yang

dimiliki oleh para pelaksana ini terwujud seperti komitmen dan kejujurannya.

4. Struktur birokrasi

Keterlibatan semua komponen ini juga merupakan syarat keberhasilan

implementasi kebijakan pemerintah tentang sertifikasi guru. Koordinasi internal

yaitu dalam kepanitiaan sertifikasi Kota Tanjungpinang berjalan baik. Begitu juga

dengan koordinasi eksternal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota

Tanjungpinang dengan LPMP Pekanbaru maupun dinas pendidikan propinsi

Kepulauan Riau. Kesatuan perintah berjalan sesuai yang diharapkan dengan

Page 17: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

16

mengacu pada struktur organisasi pelaksana sertifikasi guru Kota Tanjungpinang.

Jika dalam pelaksanaan sertifikasi menemui masalah maka para pelaksana bisa

mengacu pada buku pedoman atau konsultasi dengan lembaga terkait.

D. Penutup

1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian yang telah disajikan maka

dapat ditarik kesimpulan yaitu Implementasi Peraturan Mendiknas Nomor 18

Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan ( Study kasus di Kota

Tanjungpinang) sudah berjalan dengan baik. Transmisi, konsistensi, dan kejelasan.

Informasi tentang pelaksanaan sertifikasi guru telah sumber daya dimengerti

dengan cermat oleh para pelaksana. Secara keseluruhan dianggap baik walaupun

masih ada permasalahan-permasalahan seperti masih terbatasnya personil kerja

dan kurangnya fasilitas namun semua rangkaian kebijakan dapat dilaksanakan

secara maksimal. Para pelaksana kebijakan sertifikasi ini memiliki sikap atau

perspektif yang mendukung kebijakan sehingga proses implementasi kebijakan

berjalan efektif. Kemudian Adanya hubungan hierarkhi dan pembagian tanggung

jawab yang tegas di antara personel menyebabkan struktur birokrasi menjadi

efektif. Pelaksanaan pekerjaan juga dibarengi dengan pengawasan yang efektif.

2. Saran

Peneliti memberikan beberapa saran dalam proses implementasi kebijakan

sertifikasi guru di Kota Tanjungpinang sebagai berikut :

a. Perlu sosialisasi yang optimal dengan memberdayakan Dinas

Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Sosialisasi yang

Page 18: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

17

optimal ini untuk meminimalisir ketidakjelasan para guru mengenai

persyaratan masa kerja guru, Pendidikan terkahir, Pangkat/golongan

dan format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

b. Pemanfaatan database seluruh guru baik negeri maupun swasta di Kota

Tanjungpinang yang akan mengikuti sertifikasi sampai tahun 2015.

Hal ini untuk mengurangi persoalan jatah tiap tahun, juga

memudahkan guru mempersiapkan diri dalam menghadapi sertifikasi

guru, termasuk membantu guru dalam membuat perencanaan.

c. Pemerintah Kota Tanjungpinang agar lebih memperhatikan alokasi

anggaran untuk pelaksanaan sertifikasi guru di Kota Tanjungpinang.

Faktor pembiayaan merupakan hambatan dalam implementasi

kebijakan tersebut selama ini. Dengan alokasi anggaran pendidikan

yang cukup besar maka Pemerintah Kota Tanjungpinang hendaknya

dapat memprioritaskan dana untuk pelaksanaan sertifikasi guru di Kota

Tanjungpinang.

Page 19: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

18

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zainal Said, 2004. Kebijakan Publik, Jakarta, Tim Penerbit Yayasan

Pancur Siwah.

Agustino, Leo, 2008, Dasar-Dasar Kebijakan Publik, Bandung, Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi, 2002. “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”,

Edisi Revisi V, Jakarta, Rineka Cipta.

Dunn, N.William, 2001. Analisis Kebijakan Publik, Yogyakarta , Gadjah Mada

University Press.

Edward, George. C.1980. Implementing Public Policy. Washington D.C:

Congressional Quarterly Inc.

Herman. 2011. Manajemen Perbankan. Jakarta: Bumi Aksara.

Islamy, M Irfan, 2003. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara.

Jakarta, Bumi Aksara.

Liaw, Ponijan. 2008. Talk To Your Customer This Way. Pengaruhi dan Kuasai

Pelanggan dan Orang Lain dengan 25 Jurus Bicara Tokoh-Tokoh Dunia. PT

Elex Media Komputindo, Jakarta.

Ndraha, Taliziduhu, 2003. Kybernology (Ilmu Pemerintahan Baru), Jilid1,

Yogyakarta, PT Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta :

PT. Rieneka Cipta

Nugroho Riant D., 2004. Kebijakan Publik, Formulasi, Implementasi, dan

Evaluasi, Jakarta, PT Elex Media Komputindo.

Nurharjadmo, Wahyu, 2008, Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem

Ganda Di Sekolah Kejuruan, Jurnal Spirit Publik, Volume 4, Nomor 2.

Subarsono, A.G. 2005. Analisa Kebijakan Publik: Konsep, Teori dan Aplikasi.

Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Sugiyono, 2005. Metode Penelitian Administrasi, Edisi ke IV, Bandung, CV.

Alfabeta.

Syafiie, Inu Kencana, 1992, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Bandung, PT. Eresco.

---------,2002. Sistem Pemerintahan Indonesia (Edisi Revisi), Bandung, PT.

Rineka Cipta.

Page 20: IMPLEMENTASI PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 18 TAHUN …jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity... · Sertifikasi pendidikan guru adalah hal yang penting, untuk itu dibutuhkan proses

19

Usman, Husaini. dan Purnomo Setiady Akbar., 2001, Metodologi Penelitian

Sosial, Jakarta, PT Bumi Aksara.

Wahab, Solichin Abdul, 1991. Analisis Kebijaksanaan dari Formulasi ke

Implementasi Kebijaksanaan Negara, Jakarta, PT Bumi Aksara.

Wicaksono, Kristian. 2006. Administrasi dan Birokrasi Pemerintah. Yogyakarta :

Graha Ilmu.

Winarno, Budi, 2012, Kebijakan Publik: Teori Dan Proses, Yogyakarta , media

Perssindo.

Dokumen

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2003 Tentang Guru dan Dosen.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah

dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional

Pendidikan.