dinamika ketahanan pangan indonesia 2000-2014 2-10 .kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe)...

Download Dinamika Ketahanan Pangan Indonesia 2000-2014 2-10 .kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe) Percepatan diversifikasi konsumsi pangan Pemberdayaan masyarakat miskin/desa. 14. II

Post on 03-Feb-2018

214 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • DINAMIKA KETAHANAN PANGANINDONESIA TAHUN 2000-2014

    Oleh:Prof. Dr. Achmad Suryana

    Peneliti Utama/Profesor RisetPSEKP Kementerian Pertanian

    Disampaikan pada Diskusi Panel Refleksi 12 Tahun Ketahanan Pangan Indonesia

    Diselenggarakan PP PERHEPIJakarta, 2 Oktober 2014

  • TOPIK BAHASAN

    2

    I. Perkembangan Kebijakan Pangan Nasional

    II. Dinamika Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2000-2014

    III. Kinerja Ketahanan Pangan Indonesia

    IV. Kinerja BKP/Sekretariat DKP 2000-2014

    V. Arah Kebijakan Operasional Penyelenggaraan Pangan 2025

    I. Perkembangan Kebijakan Pangan Nasional

    II. Dinamika Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2000-2014

    III. Kinerja Ketahanan Pangan Indonesia

    IV. Kinerja BKP/Sekretariat DKP 2000-2014

    V. Arah Kebijakan Operasional Penyelenggaraan Pangan 2025

  • I. KEBIJAKAN PANGANA. PERIODE ORDE BARU PARUH I (1966-1997)A. PERIODE ORDE BARU PARUH I (1966-1997)

    3

    Paradigma Politik Pangan:Kecukupan pangan kunci akseptabilitas rakyat terhadappemerintahan yang masyarakatnya miskin dan kekuranganpangan

    Kebijakan Politik: Pemenuhan pangan jangka panjang melalui program swasembada, pemenuhan jangka pendek bila ada kekuranganmelalui impor (kebijakan impor belum dinilai negatif)

    Implementasi Operasional: Pemenuhan pangan difokuskan pada pangan pokok beras April 1966 membentuk KOLOGNAS ditranformasi Mei 1967

    menjadi BULOG Desember 1968 meluncurkan BIMAS GR = (kelanjutan dan

    perluasan dari BIMAS yang dimulai 1963)

    Paradigma Politik Pangan:Kecukupan pangan kunci akseptabilitas rakyat terhadappemerintahan yang masyarakatnya miskin dan kekuranganpangan

    Kebijakan Politik: Pemenuhan pangan jangka panjang melalui program swasembada, pemenuhan jangka pendek bila ada kekuranganmelalui impor (kebijakan impor belum dinilai negatif)

    Implementasi Operasional: Pemenuhan pangan difokuskan pada pangan pokok beras April 1966 membentuk KOLOGNAS ditranformasi Mei 1967

    menjadi BULOG Desember 1968 meluncurkan BIMAS GR = (kelanjutan dan

    perluasan dari BIMAS yang dimulai 1963)

  • Tranfer/ diseminasi teknologi usaha tani dengan pendampinganpenyuluh, penyediaan sarana produksi, akses terhadap kredit UT dan jaminan pasar output.INTERGRASI DAN SINERGI DALAM PELAKSANAANNYA Departemen Pertanian: Penyuluhan pertanian / pendampingan

    utk tranfer teknonologi usahatani unggul (Panca Usahatani) dengan pengungkit benih unggul.

    Litbangtan dan BUMN Benih: Perakitan, pengadaan dandistribusi benih unggul (kerja sama dg IRRI).

    Departemen PU: Majanemen irigasi dan air, termasukpengelolaan bendungan Jatiluhur (mengairi 240 ribu ha).

    BUMN Pupuk: Produksi, pengadaan dan distribusi pupuk.

    INTI BIMAS GOTONG ROYONG (GR)

    4

  • BUMN BRI: Penyaluran kredit UT. BUUUD/KUD: Ketepatan penyaluran input (dan pembelian

    output). BULOG: Ketersediaan pasar output padi pada saat panen dan

    distribusi beras kepasar serta kemasyarakat.

    Notable output: Pencapaian swasembada beras 2004 Penghargaan FAO untuk Presiden RI pada Nop. 2005

    di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia.

    5

  • Paradigma Politik Pangan:Pemenuhan pangan dengan fokus swasembada beras danpeningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani denganpengembangan agribisnis berbagai komoditas (Fokus bergeser/melebar tidak hanya pemenuhan pangan)

    Kebijakan Politik:Repelita V: Pengembangan pertanian maju, efisien, dan

    tangguhRepelitaVI: Peningkatan diversifikasi usaha dan hasil

    pertanian Intensifikasi dan diversifikasi pertanian

    dengan dukungan industri pertanianRepelita VII: (serupa dengan Repelita VI)

    B. PERIODE ORDE BARU PARUH II / MENJELANG REFORMASI (1988-1998)

    6

  • Kebijakan Operasional: Mempertahankan swasembada beras (Repelita VII:

    pemantapan); Mengembangkan sistem agribisnis; Memperluas diversifikasi usahatani dan pengolahan hasil.

    KEYWORD ERA INI : Ultimate goal kebijakan pangan adalah pemenuhan kecukupan

    pangan. Swasembada pangan (beras). Peningkatan produksi dalam negeri/BIMAS dan impor pangan. Kuantitas over kualitas.

    7

  • MUNCUL UNEXPECTED SHOCKS DAN PRAHARA SERTA PEMBARUAN POLITIK (1997-1998)

    8

    EL Nino, mengakibatkan kekeringan panjang lebih dari 7 bulan Krisis moneter dunia, tertransmisikan ke Indonesia, antara lain

    nilai tukar rupiah merorot tajam Produksi pangan dunia menurun dan stok pangan global

    stagnant Pangan pokok beras langka dan harga beras naik tajam; Terjadi kerusuhan sosial di Jakarta dan kota-kota besar di

    Indonesia; Muncul kekuatan masa gerakan Reformasi.

    14 MEI 1998 BAPAK SOEHARTO MUNDUR DARI JABATANSEBAGAI PRESIDEN RI

  • Paradigma Politik Pangan:Kemampuan peningkatan produksi domestik denganmemanfaatkan keragaman sumber daya bahan pangan, kelembagaan dan budaya lokal.

    Kebijakan Politik:Ketahanan pangan difokuskan pada ketersediaan danstabilitas pasokan dan aksesibilitas masyarakat atas pangan(daya beli dan harga)

    Kebijakan Operasional: Dua program utama: (1) peningkatan ketahanan pangan

    dan (2) pengembangan agribisnis berbagai komoditas. Untuk stabilitas politik nasional impor beras lebih dari

    6 juta ton

    C. ERA AWAL REFORMASI (1998-1999, Presiden BJ Habibie)

    9

  • 1. GBHN 1999-2004 Paradigma Politik Pangan: Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan. Lingkup ketahanan pangan sesuai dengan pengertian yang

    disepakati komunitas internasional.

    Kebijakan PolitikMengembangkan sistem ketahanan pangan (ketersedian, keterjangkauan, pemanfaatan), berbasis pada keragamansumberdaya bahan pangan, kelembagaan dan budaya lokal, dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan gizi dalam jumlah dan mutu sesuai, dengan tingkat harga yang terjangkau.

    D. ERA PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL (15 TAHUN TERAKHIR, 2000-2014)

    10

  • Kebijakan Operasional Pilot Corporate Farming (mengatasi skala usaha kecil) Program Ketahanan Pangan (keanekaragaman ketersediaan

    dan konsumsi pangan hasil produksi dalam negeri) Kementerian Negara Pangan dibubarkan Pembentukan Badan Ketahanan Pangan dan Dewan Ketahanan

    Pangan (Ketua Wakil Presiden, diubah menjadi Presiden) Perubahan status BULOG dariu LPND menjadi Perum (2003) Pembentukan Komite Penanggulangan Kemiskinan Pendekatan agribisnis menjadi acuan kegiatan.

    11

  • 2. RPJM 2004-2009 (Perpres No. 7/2005)

    Revitalisasi Pertanian (Bab 19)RPPK (dicanangkan di Jatiluhur 11 Juni 2005)

    Paradigma Politik Pangan: Pembangunan pangan/ketahanan pangan diletakkan sebagai

    subset Revitalisasi Pertanian

    Kebijakan Politik: Target swasembada beras 90 % kebutuhan domestik Diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan

    terhadap beras. Agribisnis menjadi acuan untuk meningkan value added

    pertanian dan pendapatan yang diterima petani

    12

  • Kebijakan Operasional: Ruh pembangunan pertanian : Bersih dan Peduli (birokrasi

    pertanian yang profesional dan berintegritas moral tinggi)

    Sasaran kegiatan fokus pada swasembada beras, jagung, kedelai, gula, daging sapi di 2009

    Peningkatan produksi peternakan dan perikanan utkmeningkatkan konsumsi protein

    Ketahanan pangan salah satu dari 5 program di Deptan (ketahanan pangan, agribisnis, kesejahteraan petani, SD perikanan, dan potensi SD kehutanan)

    Kegiatan Program Ketahanan Pangan: peningkatan produksi, distribusi, pasca panen dan pengolahan hasil, diversifikasipangan, dan pencegahan & penanggulangan masalah pangan.

    13

  • 3. RPJMN 2010-2014 (Perpres No. 5/2010) Paradigma Politik Pangan: Ketahanan pagan salah satu dari 11 prioritas nasional

    Kebijakan Politik: Ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk

    mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan daya saingproduk pertanain, peningkatan pendapatan petani, sertakelestarian SDA.

    Ketahanan pangan bagian dari revitalisasi pertanian

    Kebijakan Operasional: Fokus pada peningkatan produksi 5 pangan utama Stabilisasi harga pangan bagi konsumen (beras, daging sapi,

    kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe) Percepatan diversifikasi konsumsi pangan Pemberdayaan masyarakat miskin/desa.

    14

  • II. DINAMIKAN KELEMBAGAAN KETAHANAN PANGAN, 2000-2014

    A. BADAN KETAHANAN PANGANA. BADAN KETAHANAN PANGAN

    15

    Mei 2000: BUKP = Badan Urusan Ketahanan Pangan(Keppres 136/1999 dan Kepmentan 166/2010)

    Feb 2001: BBKP = Badan Bimbingan Massal KetahananPangan (Keppres 177/2000 dan Kepmentan 01/2001)

    Feb 2005: BKP = Badan Ketahanan Pangan (Perpres 10/2005 (KIB1) dan Perpres 24/2010 (KIB2))

    Tupoksi BUKP, BBKP, dan BKP relatif sama.

    Mei 2000: BUKP = Badan Urusan Ketahanan Pangan(Keppres 136/1999 dan Kepmentan 166/2010)

    Feb 2001: BBKP = Badan Bimbingan Massal KetahananPangan (Keppres 177/2000 dan Kepmentan 01/2001)

    Feb 2005: BKP = Badan Ketahanan Pangan (Perpres 10/2005 (KIB1) dan Perpres 24/2010 (KIB2))

    Tupoksi BUKP, BBKP, dan BKP relatif sama.

  • 16

    Tugas: melakukan pengkajian, pengembangan dan koordinasi di bidang ketahanan pangan

    Fungsi: melakukan pengkajian, penyiapan perumusan kebijakan, pengembangan, pemantauan, dan pemantapan :(1) Ketersediaan pangan serta pencegahan dan

    penanggulangan kerawanan;(2) Distribusi pangan dan cadangan pangan;(3) Pola konsumsi dan penganekaragaman pangan.

    Tugas: melakukan pengkajian, pengembangan dan koordinasi di bidang ketahanan pangan

    Fungsi: melakukan pengkajian, penyiapan perumusan kebijakan, pengembangan, pemantauan, dan pemantapan :(1) Ketersediaan pangan serta pencegahan dan

    penanggulangan kerawanan;(2) Distribusi pangan dan cadangan pangan;(3) P