analisis strategi pemasaran bank muamalat cabang solo .../analisis... · analisis strategi...

of 95/95
Analisis Strategi Pemasaran Bank Muamalat cabang Solo dalam meningkatkan jumlah nasabah tahun 2008 Disusun Oleh : Bakhtiar Rifa’i K 7403061 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

Post on 03-Feb-2018

267 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Analisis Strategi Pemasaran Bank Muamalat cabang Solo dalam

    meningkatkan jumlah nasabah tahun 2008

    Disusun Oleh :

    Bakhtiar Rifai

    K 7403061

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2010

  • ABSTRAK

    Bakhtiar Rifai K 7403061. Analisis Strategi Pemasaran Bank Muamalat cabang Solo dalam meningkatkan jumlah nasabah tahun 2008. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari. 2010.

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui penerapan strategi pemasaran Bank

    Muamalat cabang Solo dalam meningkatkan jumlah nasabah tahun 2008 (2) Mengetahui kendala

    kendala apa yang dihadapi oleh Bank Muamalat cabang Solo dalam melaksanakan strategi

    pemasarannya. (3) Mengetahui upaya upaya yang dilakukan oleh Bank Muamalat cabang Solo

    dalam menghadapi kendala kendala pelaksanaan strategi pemasarannya. (4) mengetahui

    alternatif strategi pemasaran Bank Mualamat cabang Solo dalam meningkatkan jumlah nasabah

    tahun 2008.

    Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel

    yang digunakan adalah purposive sampling dengan cara snowball sampling. Teknik

    pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis

    data yang digunakan adalah analisis SWOT yang diaplikasikan dengan metode interaktif.

    Validitas data dengan menggunakan teknik trianggulasi metode dan trianggulasi data/sumber.

    Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang

    diterapkan oleh Bank Muamalat Cabang Solo tahun 2008 terangkum dalam marketing mix yang

    meliputi produk yang bervariasi, differensiasi nama produk dan fasilitas penunjang produk;

    penetapan nisbah bagi hasil yang saling menguntungkan yang telah ditentukan oleh kantor pusat;

    kegiatan promosi melalui iklan surat kabar, spanduk, leaflet; proses distribusi melaui pemelihan

    tempat yang strategis dan kerjasama dengan Kantor Pos; keadaan fisik berupa lay out yang bagus

    dengan penyediaan mushola, tempat parkir; prosedur pelayanan yang mudah dan cepat; dan

    pelayanan pekerja yang terampil dan profesional dengan mengutamakan keramahan kepada

    pelanggan. Perencanaan dan penetapan strategi tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan

    secara eksternal dan internal. Lingkungan eksternal terbagi dalam lingkungan umum meliputi :

    ekonomi, sosial budaya, pemerintah, dan teknologi. Lingkungan industri meliputi : pesaing dan

    pelanggan. Lingkungan internal meliputi operasional perusahaan, sumber daya manusia,

    pemasaran, dan keuangan. Analisis lingkungan tersebut berperan dalam pembentukan strategi

    yang tepat melalui analisis SWOT sebagai formulasi strategi.

  • Kendala kendala yang dihadapi Bank Muamalat dalam melakukan strategi pemasaran

    adalah biaya pemasaran yang kurang besar, jumlah tenaga dan armada pemasaran yang masih

    sedikit, kondisi masyarakat Kota Solo sebagian besar masih menganggap sama antara bank

    berprinsip syariah dengan bank konvesional, dan jumlah kantor kas / kantor pembantu yang

    belum tersebar di daerah Kota Solo. Upaya dan alternatif strategi yang dilakukan Bank

    Muamalat dalam mengatasi kendala kendala adalah melakukan pemasaran yang inovatif dan

    kreatif, menambah jumlah tenaga dan armada, menambah jumlah Dai Muamalat untuk

    memberikan edukasi tentang bank berprinsip syariah terhadap masyarakat dan menambah jumlah

    kantor kas / kantor pembantu di bebarapa tempat secara bertahap.

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Bank merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem

    perekonomian modern karena memiliki posisi strategis sebagai lembaga

    intermediasi, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali

    dana kepada masyarakat yang membutuhkan serta penunjang sistem pembayaran.

    Karena fungsi tersebut bank menjadi motor penggerak perekonomomian yang

    akan m endukung dan menopang aktivitas-akt ivitas ekonomi dalam masyarakat .

    Kondisi perekonomian di era globalisasi membawa perubahan dan

    perkembangan di berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut juga memberikan

    implikasi pada perkembangan sistem perbankan yang ada, yaitu munculnya bank

    umum yang berdasarkan prinsip syariah. Bank umum berdasarkan prinsip syariah

    dapat diart ikan sebagai bank yang kinerjanya berdasarkan pada hukum Islam

    antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan

    kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah.

    Perbedaan antara bank konvesional dengan bank berdasarkan prinsip syariah

    terletak pada prinsip, sistem operasional dan karakteristik produknya. Secara

    singkat dapat dikatakan bahwa bank konvesional menerapkan sistem bunga,

    sedangkan bank syariah tidak menggunakan bunga tetapi berdasarkan pada prinsip

    bagi hasil (profit sharing principles).

    Perkembangan bank umum berdasarkan prinsip syariah di Indonesia

    merupakan suatu fenomena baru yang sedang menjadi bintang baru dalam industri

    perbankan di tanah air. Pemberlakuan undang-undang Nomor 10 tahun 1998

    sebagai perubahan atas undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan,

    bank syariah telah mendapat kesempatan yang lebih luas untuk menyelenggarakan

    kegiatan usaha termasuk pemberian kesempatan yang lebih luas untuk

    menyelenggarakan kegiatan usaha, termasuk pemberian kesempatan kepada bank

    umum konvesional untuk membuka kantor cabang khusus melaksanakan kegiatan

    1

  • 2

    berdasarkan prinsip syariah atau bahkan mengkonversi secara penuh menjadi bank

    berdasarkan prinsip syariah. Pemberian kesempatan kantor cabang syariah ini

    adalah sebagai upaya untuk meningkatkan jaringan perbankan Syariah. Sampai

    saat ini, m arket share bank umum berdasarkan prinsip syariah di Indonesia, relatif

    masih kecil, belum mencapai 2 % dari total asset bank secara nasional. Menurut

    Siti Fajriyah (http://agustianto.niriah.com ) yang menjabat Deputi Gubernur Bank

    Indonesia menyatakan bahwa jumlah nasabah bank syariah saat ini, baru sekitar

    3 juta orang. Padahal jumlah umat Islam potensial untuk menjadi custom er bank

    syariah lebih dari 100 juta orang.

    Bank Mualamat merupakan salah satu bank umum di Indonesia yang

    berdasarkan prinsip syariah, perkembangan dan pertumbuhan bank ini relatif lebih

    baik dari pada bank-bank umum berdasarkan prinsip syariah yang berada di

    Indonesia. Hal ini terbukti dari kinerja keuangan Bank Muamalat mengalami

    peningkatan yang cukup signifikan. hal ini dapat di lihat dalam gambar 1. kinerja

    keuangan Bank Muamalat sebagai berikut:

    Gambar1. Grafik Peningkatan Kinerja Keuangan Bank Mualamat Tahun 1998-2008 (http://muamalatbank.com)

  • 3

    Peningkatan kinerja keuangan yang terjadi pada Bank Muamalat juga

    berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah nasabahnya. Hal ini dapat dilihat

    dalam kurun waktu tahun 1999-2007 Bank Muamalat sudah memiliki nasabah

    sejumlah 2.148.395 nasabah, peningkatan yang cukup signifikan ketika Bank

    Mualamat membuat produk baru yaitu Shar-e. Shar-e adalah investasi syariah

    yang dikemas khusus dalam bentuk paket perdana seharga Rp. 125.000.- dan

    dapat diperoleh di Kantor Pos On-line di seluruh Indonesia, sejak kehadiran

    produk ini, Bank Muamalat berhasil mengembangkan jaringan pelayanannya

    secara pesat dan signifikan. Sampai dengan 31 Maret 2008 melalui 2.861 SOPP

    (Sistem On-line Paym ent Point) Bank Muamalat benar-benar telah merentangkan

    jangkauan pelayanan hampir ke seluruh kecamatan di Indonesia. Setiap daerah

    yang terdapat kantor pos on-line dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank

    apapun, serta merchant Debit Prima di seluruh pelosok tanah air, nasabah

    Muamalat semakin mudah memperoleh akses dan semakin terlayani, yang

    mengakibatkan jumlah nasabahnya meningkat pesat, hal ini dapat di lihat dari data

    sebagai berikut:

    Tabel 1. Perkembangan Jumlah Nasabah Bank Muamalat Indonesia (http://muamalatbank.com)

    Jenis Rekening

    1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

    Non Shar-E Saving

    205,143 249,104 297,086 349,943 411,879 517,022 615,044 694,310 724,975

    Shar-E - - - - - 7,521 132,669 663,877 1,239,439

    Wadiah Current Account

    8,044 9,442 10,684 11,937 13,148 14,989 18,278 22,465 26,722

    Mudharabah Time Dep

    29,228 35,847 43,914 55,529 71,710 95,225 119,849 147,173 157,259

    Total 243,015 294,033 351,684 417.409 496,737 634,757 885,840 1,527,825 2,148,395

  • 4

    Penjelasan kondisi perkembangan yang telah dijelaskan, hal ini

    menunjukan Bank Muamalat saat ini perkembangan dan pertumbuhannya sudah

    baik, dapat dilihat semakin meningkatnya kinerja keuangan serta jumlah

    nasabahnya yang selalu meningkat. Implementasi kebijakan dan untuk mencapai

    hasil yang lebih baik, Bank Muamalat senant iasa menambah kantor cabang hal ini

    di maksudkan supaya dapat lebih dekat dengan konsumen, dari berbagai kantor

    cabang yang telah ada diberbagai daerah. Bank Muamalat mempunyai kantor

    cabang di Kota Solo. Kota Solo mempunyai ciri khas tersendiri yaitu: jumlah

    umat Islam yang mayoritas, banyak organisasi kemasyarakatan yang berlatar

    belakang Islam, kota yang memiliki banyak kegiatan ekonomi terutama pasar

    tradisional dan modern, selain itu kota solo mempunyai potensi perputaran uang

    yang sangat besar yaitu sebanyak 14 trilyun rupiah total dana yang berhasil di

    himpun bank-bank yang berada di Kota Solo, Bank Muamalat sendiri baru

    mampu mendapatkan 1,1 trilyun rupiah saja(Pemkot Solo, 2009 : 30). Selain itu

    market share perbankan syariah hanya 5%, terkhusus Bank Muamalat mempunyai

    market share sebanyak 4% saja dari total m arket share yang berada di kota solo

    (Bank Indonesia, 2009:56). Hal ini menjadi peluang untuk menambah nasabah.

    Akan tetapi Kota Solo juga sudah mempunyai jumlah bank yang cukup banyak

    berdasarkan data Bank Indonesia semester II tahun 2008 kantor cabang bank

    umum berjumlah 56 bank (Bank Indonesia, 2009:40), sedangkan bank berprinsip

    syariah berjumlah 4 bank (Bank Indonesia, 2009:56). Bertambahnya bank pesaing

    membuat nasabah mempunyai banyak pert imbangan sebelum menentukan

    pilihannya. Hal ini menyebabkan Bank Muamalat tidak dapat mengandalkan pada

    brand posissitioning dan emotional motive nasabah untuk mempertahankan

    konsumen. Pihak pengembang dan pengelola Bank Muamalat cabang Solo

    memerlukan sesuatu strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan untuk

    menambah jumlah nasabahnya.

  • 5

    Bertolak dari hal tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian

    dengan judul ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BANK MUAMALAT

    CABANG SOLO DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH

    TAHUN 2008.

    B. Perumusan Masalah

    1. Bagaimana penerapan strategi pemasaran Bank Muamalat Indonesia Cabang

    Solo dalam meningkatkan jumlah nasabah pada tahun 2008?

    2. Kendala-kendala apa yang dihadapi oleh Bank Muamalat Indonesia Cabang

    Solo dalam melaksanakan strategi pemasarannya?

    3. Upaya-upaya apa yang dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo

    dalam menghadapi kendalakendala pelaksanaan strategi pemasarannya?

    4. Alternat if strategi pemasaran jasa perbankan apa sajakah yang dapat di

    terapkan pada bank Muamalat Indonesia Cabang Solo dalam meningkatkan

    jumlah nasabahnya?

    C. Tujuan Penelitian

    1. Mengetahui bagaimana penerapan strategi pemasaran Bank Muamalat

    Indonesia Cabang Solo dalam meningkatkan jumlah nasabahnya.

    2. Mengetahui kendalakendala apa yag dihadapi oleh Bank Muamalat Indonesia

    cabang Solo dalam melaksanakan strategi pemasarannya.

    3. Mengetahui upayaupaya apa yang dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia

    cabang Solo dalam menghadapi kendalakendala pelaksanaan strategi

    pemasarannya.

    4. Mengetahui alternatif strategi pemasaran jasa perbankan yang dapat di

    terapkan pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo dalam meningkatkan

    jumlah nasabahnya.

  • 6

    D. Manfaat Penelitian

    1. Manfaat Teoritis

    Manfaat teoritis merupakan manfaat yang berhubungan dengan

    perkembangan ilmu pengetahuan secara konsep maupun teori. Manfaat yang ingin

    diperoleh dalam penelitian ini adalah:

    1. Memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dengan teori

    teori yang relevan, khususnya teori tentang strategi pemasaran jasa perbankan

    syariah.

    2. Memperluas khasanah pengetahuan ilmiah mengenai perbankan syariah,

    khsususnya tentang Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo.

    2. Manfaat Praktis

    Selain manfaat teoritis, dalam penelitian ini juga diharapkan bisa

    memberikan manfaat praktis. Manfaat ini merupakan bentuk kontribusi yang

    diberikan bagi pihak-pihak yang terkait. Manfaat praktis yang ingin diperoleh

    dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1. Bagi peneliti, dapat mengetahui strategi pemasaran Bank Mualamat Indonesia

    Cabang Solo dalam meningkatkan jumlah nasabah di Kota Solo tahun 2008.

    2. Bagi Perusahaan Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo, memberikan

    masukan dan memberikan solusi terhadap pelaksanaan strategi pemasaran

    yang telah di lakukan.

    3. Bagi akademisi, penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain yang

    akan m eneliti hal yang sama.

    4. Bagi FKIP selaku pihak yang memberikan ijin penelitian, hasil penelitian

    yang berupa data dijadikan sebagai bahan kajian kelimuan tentang perbankan

    syariah.

  • 7

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Tinjauan Pustaka

    1. Tinjauan Tentang Strategi Pem asaran

    a. Pengertian Pemasaran

    Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah proses

    perusahaan untuk mencapai tujuannya. Perusahaan tidak dapat bertahan dengan

    hanya menjalankan tugasnya dengan baik. Supaya sukses menghadapi dunia yang

    kom petitif, mereka harus mengetahui seluk beluk pasar dengan baik.

    Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang

    dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya mempertahankan hidupnya, untuk

    berkembang dan mendapatkan laba. Pemasaran memainkan peran penting dalam

    membangkitkan era kegiatan ekonomi. Pemasaran adalah fungsi perusahaan yang

    ditugasi menentukan pelanggan sasaran serta cara terbaik untuk memenuhi

    kebutuhan dan keinginan konsumen secara kompetitif dan menguntungkan.

    Para ahli pemasaran memberikan definisi pemasaran yang berbeda

    beda diantarannya, Philip Kot tler (2003:10) menyatakan bahwa pemasaran adalah

    proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan

    kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan

    menukarkan produk yang bernilai satu sama lain. Sedangkan menurut William J.

    Stanton (1996:7) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu sistem total dari

    kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga,

    mempromosikan, dan mendistibusikan barang-barang yang dapat memuaskan

    keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun kepada konsumen

    potensial.

    7

  • 8

    Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan pemasaran mencakup

    kegiatan perusahaan yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan dan

    keinginan konsumen, baik yang ada saat ini maupun konsumen potensial,

    menentukan produk apa yang akan di produksi, menentukan harga, kemudian

    menentukan berbagai cara untuk promosi dan mendistribusikan produk tersebut

    kepada konsumen. Agar kegiatan pemasaran dapat berjalan dengan baik dan

    mencapai hasil yang diinginkan maka harus dikoodinasikan dan di kelola dengan

    cara yang baik melalui manajemen pemasaran.

    b. Strategi Pemasaran Jasa

    Strategi pemasaran menurut Indriyono Gitosudarmo (1994:124) adalah :

    Strategi pemasaran merupakan strategi untuk melayani pasar yang dijadikan

    target oleh seorang pengusaha. Oleh karena itu strategi pemasaran merupakan

    kom binasi dari bauran pemasaran yang akan diterapkan oleh pengusaha untuk

    melayani pasarnya.

    Strategi pemasaran mengandung dua faktor yang terpisah tapi

    berhubungan erat, yaitu :

    1) Target market , yaitu suatu kelom pok konsumen yang homogen, yang

    merupakan sasaran perusahaan.

    2) Marketing Mix, yaitu varibel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol, yang

    akan dikombinasikan oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang

    maksimal.

    Kedua faktor ini berhubungan erat, target market merupakan suatu

    sasaran yang akan dituju, sedangkan marketing mix merupakan alat untuk menuju

    sasaran tersebut. Sedangkan menurut Tull dan Kahle yang di kutip oleh Fandy

    Tjiptono (1997:6) strategi pemasaran didefinisikan sebagai berikut: strategi

    pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan

    perusahaan dalam mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan

    melalui pasar sasaran tersebut.

    Berdasarkan penjelasan di atas, strategi pemasaran menunjukkan

    pendekatan pemasaran yang hendak digunakan untuk mencapai sasaran rencana

  • 9

    pemasaran. Meskipun beberapa perusahaan mempunyai tujuan yang sama, namun

    penggunaan strateginya dapat berbeda. Pada intinya, strategi ini ditempuh oleh

    perusahaan terdiri dari empat tahap yaitu:

    1) Memilih Konsumen yang Dituju

    Usaha-usaha pemasaran akan lebih berhasil jika hanya di tuju pada

    konsumen tertentu saja, dam bukannya masyarakat secara keseluruhan.

    Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dilayani oleh

    perusahaan dengan memuaskan. Perusahaan tidak mungkin benar-benar

    memberikan kepuasan kepada setiap orang. Pendekatan yang paling baik adalah

    dengan memilih kelompok tertentu yang dituju dan menentukan marketing mix

    yang dapat memuhi keinginan mereka.

    2) Menentukan Keinginan Konsumen

    Strategi pemasaran yang efektif memerlukan suatu pengalaman tentang

    keinginan konsumen yang ditujukan terhadap manfaat barang setelah perusahaan

    memperoleh data tentang keinginan apa yang pent ing bagi konsumen maka

    manajemen dapat menentukan dan mengadakan penyesuaian marketing mix

    terhadap keinginan-keinginan konsumen tersebut.

    Riset pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk mengetahui tentang

    apa yang menjadi keinginan konsumen. Menurut Philip Kotler (2003:141) Riset

    pemasaran adalah sebagai perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan

    data dan temuan secara sistematis yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu

    yang dihadapi perusahaan. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa riset

    pemasaran merupakan suatu proses yang sifatnya praktis, manajemen

    menggunakan riset pemasaran untuk memudahkan dalam mengambil keputusan,

    bukannya untuk kepentingan diri sendiri. Hal tersebut dianggap bahwa kegiatan

    ini tidak bermanfaat bagi manajemen. Tetapi masalah tersebut tidaklah menjadi

    persoalan. Penelitian hanya memberikan data kepada pimpinan, yang dalam hal

    ini bertanggung jawab untuk mengambil keputusan.

    Riset pemasaran ini mempunyai fungsi untuk memperoleh data yang

    berkaitan dengan pangsa pasar, peluang pasar, saluran distribusi yang paling

    cocok untuk produk-produk mereka dan tentu saja untuk memahami keinginan

  • 10

    konsumennya. Sumber-sumber informasi atau data yang paling akurat mengenai

    keinginan konsumen adalah konsumen itu sendiri, namun bagi perusahaan untuk

    mencari informasi langsung dari konsumen diperlukan dana riset yang cukup

    besar. Oleh karena itu perusahaan dapat memanfaatkan sumber-sumber informasi

    yang lain seperti laporan riset terdahulu, publikasi pemerintah melalui Badan

    Pusat Statistik (BPS) dan lembaga-lembaga kajian serta data komersial yang

    diperoleh dari berbagai pihak yang bersangkutan.

    3) Marketing Mix

    Marketing Mix merupakan variabel-variabel yang dipakai oleh

    perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan

    keinginan konsumen. Menurut William J. Stanton yang dikutip oleh Basu Swastha

    DH. (1996:24) Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel kegiatan

    yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu: produk, struktur

    harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi, jadi variabel-variabel yang

    terdapat dalam m arketing m ix meliputi produk, struktur harga, distribusi dan

    promosi.

    William J. Stanton (1996:46) berpendapat bahwa marketing mix

    merupakan kegiatan pemasaran yang didasarkan pada empat variabel yang

    dikombinasikan yaitu produk, harga, promosi dan distribusi. Namun dalam

    pemasaran jasa yang sebagian besar berhubungan langsung dengan manusia

    sehingga membuat perbedaan atas hasil kepuasan pelanggan. Untuk itu

    pemasaran jasa perlu memperhatikan unsur lainnya yaitu people, physical

    evidence dan process. (Ahmad Kurnia, ht tp://elqorni.wordpress.com ). Variabel-

    varibel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

    a) Produk

    Mengelola unsur produk termasuk pemasaran dan pengembangan produk

    atau jasa yang tepat untuk dipasarkan oleh perusahaan. Strategi

    dibutuhkan untuk mengubah produk yang ada, menambah yang baru, dan

    mengambil tindakan-tindakan lain yang memepengaruhi bermacam

    macam produk. Keputusan strategis juga dibutuhkan untuk pengemasan,

    penentuan, cap dan berbagai segi produk lain.

  • 11

    b) Harga

    Penentuan suatu harga produk dalam suatu perusahaan, pihak manajemen

    harus menentukan harga dasar yang tepat bagi produknya. Manajemen

    harus menentukan strategi yang menyangkut potongan harga,

    pembayaran ongkos angkut, dan berbagai variabel yang bersangkutan

    dengan harga.

    c) Promosi

    Promosi adalah unsur yang dipergunakan memberitahukan dan

    membujuk pasar tentang produk baru perusahaan, iklan, penjualan,

    perorangan dan promosi penjualan merupakan kegiatan utama promosi.

    d) Distribusi

    Meskipun perantara pemasaran pada dasarnya merupakan faktor

    lingkungan yang berada di luar jangkauan perusahaan, seorang eksekutif

    pemasaran tetap mempunyai ruang gerak yang besar sekali pada waktu ia

    berhubungan dengan mereka. Tanggung jawab pemasaran adalah (1)

    memilih dan mengelola saluran perdagangan dimana yang dipakai

    menyalurkan produk dapat mencapai pasar yang tepat dalam waktu yang

    tepat pula dan (2) mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman

    dan penanganan produk secara fisik melalui saluran-saluran ini.

    e) Orang (people)

    Perusahaan jasa dapat membedakan dirinya dengan cara merekaryawant

    dan melatih karyawan yang lebih mampu dan lebih cepat diandalkan

    dalam berhubungan dengan pelanggan, dari pada karyawan pesaingnya.

    f) Lingkungan Fisik (Physical environment)

    Perusahaan jasa dapat mengembangkan lingkungan fisik yang lebih

    atrakt if

    g) Proses (Process)

    Perusahaan jasa dapat merancang proses penyampaian jasa yang

    superior, misalnya home banking yang dibentuk bank tertentu.

  • 12

    4) Mengelola Kualitas Jasa

    Cara lain yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan adalah

    secara konsisten memberikan kualitas jasa yang lebih baik daripada para pesaing.

    Hal ini dapat tercapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa

    yang diharapkan oleh para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua

    variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan

    (expected service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan,

    maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang

    bersangkutan. Sedangkan bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived >

    expected), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia

    jasa itu lagi.

    Leornard L. Berry, A. Parasuraman, dan Valeria A Zeithaml yang dikutip

    oleh Fandy Tjiptono (1997:134) mereka mengidentifikasikan 5 gap yang

    menyebabkan kegagalan penyampaian jasa, kelima gap tersebut adalah:

    a. Gap antara harapan konsumen dan persepsi manajemen Pihak manajemen suatu perusahaan tidak selalu dapat merasakan atau memahami apa yang diinginkan para pelanggan secara tepat.

    b. Gap antara persepsi manajemen terhadap harapan konsumen dan spesifikasi kualitas jasa. Pihak manajemen mampu memahami secara tepat apa yang diinginkan oleh pelanggan, tetapi tidak menyusun suatu standar kinerja tertentu yang jelas.

    c. Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa Karyawan dihadapkan pada standar-standar yang kadangkala saling bertentang satu sama lain, misalnya para juru rawat diharuskan meluangkan waktunya untuk mendengarkan keluhan atau masalah pasien, tetapi di sisi lain mereka juga harus melayani para pasien dengan sangat cepat.

    d. Gap antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal Harapan pelanggan dipengaruhi oleh iklan dan pernyataan atau janji yang dibuat oleh perusahaan. Risiko yang dihadapi perusahaan apabila janji yang diberikan ternyata tidak terpenuhi.

    e. Gap antara jasa yang dirahasiakan dan jasa yang diharapkan Gap ini terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja/prestasi perusahaan dengan cara yang berlainan, atau bisa juga keliru memepersepsikan kualitas jasa tersebut.

  • 13

    c. Merancang Strategi Pem asaran

    Perusahaan perlu merancang strategi pemasaran yang kompetitif, yaitu

    strategi yang akan memberikan kepada perusahaan atas produk-produknya suatu

    keunggulan kompetitif, paling tidak dalam benak konsumennya, strategi dan

    posisi kompetitif perusahaan dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

    1) Strategi Pemim pin Pasar (market leader)

    Perusahan ini memiliki pangsa pasar terbesar dalam produk yang relevan.

    Keunggulan ini dari perusahaan lainnya, pada umumnya mencakup perubahan

    harga, pengenalan produk, pencakupan saluran distribusi, dan intensitas promosi,

    biasanya perusahaan ini mendominasi usaha dan diakui keberadaannya oleh

    perusahaan lainnya sejenis.

    Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap nomor satu. Sikap ini

    mendorongnya untuk mengambil tindakan ke t iga arah. Pertama, perusahaan harus

    menemukan cara untuk pengembangan jumlah permintaan keseluruhan, kedua,

    perusahaan harus menjaga tingkat pangsa pasar yang dikuasainya dengan cara

    bertahan maupun menyerang yang baik. Ketiga, perusahaan mencoba

    meningkatkan pangsa pasarnya meskipun luas pasar tidak berubah.

    2) Strategi Penantang Pasar (Market Chalenge)

    Strategi ini digunakan oleh perusahaan mecoba meningkatkan pangsa

    pasar dari market leader dan pesaing lainnya. Dalam hal ini terdapat beberapa

    strategi yang digunakan oleh penantang pasar:

    a) Menetapkan Sasaran Strategis dan Lawan

    Sasaran strategis dari kebanyakan penantang di pasar ialah

    peningkatan pangsa pasar. Mereka menuju sasaran terssebut dengan

    harapan bahwa hal itu akan menghasilkan profitabilitas yang lebih

    tinggi.

    b) Memilih Strategi Penyerangan

    Bila sudah ditetapkan lawan dan sasaran yang harus dicapai

    selanjutnya menggunakan prinsip masa yaitu daya tempur yang

    terbaik harus dipusatkan pada waktu yang tepat, untuk fungsi yang

    menentukan.

  • 14

    3) Strategi Pengikut Pasar (Market Follower)

    Strategi ini digunakan oleh perusahan nomor dua dalam industri yang

    memilih untuk tidak menyerang, tetapi sekedar mengikuti saja. Hal ini dilakukan

    karena kekhawatirannya akan kehilangan lebih banyak daripada yang

    diperolehnnya, bila ia menyerang. Meskipun demikian, perusahaan pengikut

    memiliki strategi sendiri dengan memanfaatkan kompetensi khususnya agar bisa

    berperan serta secara aktif dalam perutumbuhan pasar, akan tetapi dalam

    kenyataannya pengikut pasar banyak yang menikmat i tingkat keuntugan yang

    lebih tinggi daripada yang dicapai oleh pemimpin pasar dalam industrinya.

    4) Strategi Penggarap Relung Pasar (Market Nicher )

    Strategi penggarap relung pasar Ialah perusahaan yang memilih untuk

    bergerak di beberapa bagian dalam pasar khusus dan tidak menarik minat

    perusahaan-perusahaan yang lebih besar. Gagasan pokok dalam menggarap relung

    pasar ini ialah spesialisasi. Perusahaan harus mempunyai keahlian khas dalam

    hal pasar, konsumen, produk atau lini-lini dalam bauran pasarnya.

    d. Lingkungan Pem asaran

    Fluktuasi lingkungan yang sulit diprediksi saat ini harus dicermati oleh

    perusahaan terutama oleh bagian pemasaran. Pemasaran perusahaan harus mampu

    memonitor dan menyelidiki keadaan lingkungan pemasaran yang terdiri dari para

    pelaku dan kekuatan-kekuatan di luar kendali perusahaan dan berperan penting

    dalam menentukan posisi perusahaan.

    Philip Kot ler (2003: 194) mengemukakan bahwa lingkungan pemasaran

    secara terus menerus memunculkan kesempatan dan ancaman baru sehingga

    perusahaan perlu mengenal betapa pentingnya memonitor dan beradaptasi secara

    terus menerus terhadap lingkungan yang berubah. Perusahaan harus menggunakan

    kemampuannya dalam hal riset pemasaran dan penyelidikan lingkungan dengan

    tidak hanya mengandalkan satu aspek lingkungan saja tetapi secara keseluruhan

    agar keseimbangan tercapai dan terwujudnya kondisi perusahaan yang stabil dan

    dinamis sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dalam penyusunan strategi

    pemasaran, perusahaan perlu menganalisis faktor-faktor lingkungan yang terdiri

    dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal.

  • 15

    1) Lingkungan Internal

    Lingkungan ini merupakan kekuatan yang berhubungan erat dengan

    pelaksanaan fungsi perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam

    melayani konsumen. Faktor-faktor lingkungan internal yang akan memberikan

    pengaruh besar terhadap perusahan adalah:

    a) Operasional Perusahaan

    Kegiatan sebuah perusahaan supaya berjalan dengan lancar diperlukan

    kegiatan operasional yang menjadi siklus untuk mengatur dan membagi tugas

    tugas khusus / pembagian kerja yang jelas dan spesifik sehingga perusahaan dapat

    berjalan secara efektif dan efesien.

    b) Sumber Daya Manusia

    Pimimpinan memegang peranan penting dalam pembentukan individu

    individu yang menjalankan operasi perusahaan dengan tidak hanya mengandalkan

    tingkat pendidikan tetapi lebih menekankan pada kecerdasan, wawasan,

    keterampilan dan kepribadian agar m emiliki kom petensi terhadap pekerjaannya.

    c) Pemasaran

    Pemasaran berawal dan berakhir pada pelanggan. Berdasarkan konsep ini,

    setiap keputusan bisnis (termasuk keputusan pemasar) harus bersifat customer

    oriented. Menurut Fandy Tjiptono dan Teguh Budiyanto (1997:2) keputusan

    pemasaran dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu : 1) Keputusan target pasar;

    2) Keputusan pemasaran; 3) Keputusan pengorganisasian dan pengendalian

    pemasaran.

    Proses pemasaran adalah proses tentang bagaimana perusahaan dapat

    mempengaruhi konsumen untuk tahu, senang dan puas terhadap produk yang

    ditawarkan perusahaan, dan akhirnya secara terus-menerus perusahaan

    mendapatkan keuntungan melalui penjualan. Bagaimana caranya perusahaan

    dapat mempengaruhi konsumennya merupakan hal yang memerlukan perencanaan

    dan pengawasan yang matang serta perlu dilakukan tindakan konkrit dan

    terprogram melalui tindakan-tindakan yang terdiri dari empat macam, yaitu

    produk (product), harga (price), promosi (prom otion), dan distibusi (placem ent).

    Perpaduan antara empat macam hal tersebut menjadi senjata bagi perusahaan

  • 16

    dalam memasarkan produknya dan biasa disebut bauran pemasaran atau

    marketing mix. Kemudian ditambah analisis 3P dalam pemasaran jasa, yaitu

    melalui: orang (people), lingkungan fisik (physical environment), dan proses

    (process) yang akan menentukan kualitas jasa.

    d) Keuangan

    Perusahaan dalam melaksanakan seluruh kegiatan opersional perusahaan,

    pembentukan sumber daya manusia dan kegiatan pemasaran diperlukan biaya.

    Keuangan di sini sebagai motor penggerak dan menjadi sesuatu yang vital (harus

    ada) sumber keuangan diperoleh dari modal atau keuntungan penjualan.

    2) Lingkungan Ekternal

    Lingkungan ekternal terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat

    kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam

    lingkungan ekternal dalam perusahaan, yaitu:

    a) Lingkungan Umum

    (1) Ekonomi

    Keadaan perekonomian pada waktu sekarang dan waktu yang akan datang

    dapat mempengaruhi keberhasilan strategi pemasaran perusahaan. Faktor-faktor

    yang perlu dianalisis oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

    (a) Tahapan siklus bisnis, perekonomian dapat diklasifikasikan sepert i

    dalam keadaan depresi, resesi, kebangkitan dan kemakmuran

    (b) Gejala inflasi dan deflasi harga barang-barang dan jasa, jika inflasi

    sangat tajam maka diadakan pengedalian upah.

    (c) Kebijakan keuangan, tingkat suku bunga dan devaluasi atau revaluasi

    uang dalam hubungannya dengan uang asing dan valuta asing.

    (d) Kebijakan fiskal, berupa tingkat pajak untuk perusahaan dan

    perorangan.

    (e) Neraca pembayaran internasional yang mungkin surplus atau defisit

    dalam hubungannya dengan perdagangan luar negeri.

  • 17

    (2) Sosial Budaya

    Mereka menyerap hampir secara sadar tentang pandangan yang

    merumuskan hubungan mereka dengan tuhan, sesamanya, masyarakat lain dan

    alam semesta. Masyarakat membentuk kepercayaan dasar, nilai-nilai dan norma.

    Ada beberapa ciri kebudayaan dan kecenderungan minat terhadap para pemasar

    yaitu :

    (a) Nilai-nilai dengan pokok bertahan kuat

    (b) Setiap budaya yang mempunyai sub budaya

    (c) Nilai-nilai budaya sekunder berubah dari waktu ke waktu

    (3) Pemerintah

    Lingkungan terbentuk oleh hukum-hukum, lembaga pemerintah, dan

    kelompok penantang yang mempengaruhi serta membatasi gerak-gerik berbagai

    perusahaan dan individu dalam masyarakat kecenderungan pemerintah akan

    mengeluarkan politik dan hukum dapat berupa:

    (a) Jumlah perundang-undangan pokok yang mengatur bisnis.

    (b) Pelaksanaan undang-undang oleh lembaga pemerintah yang berubah.

    (c) Pertumbuhan kelompok-kelompok kepentingan masyarakat.

    (4) Teknologi

    Perubahan teknologi mempengaruhi daur hidup barang dan jasa. Setiap

    perubahan teknologi menimbulkan akibat-akibat jangka panjang yang besar dan

    tidak selalu dapat diramalkan terlebih dahulu. Para pemasar perlu mengamati

    perubahan teknologi, yaitu:

    (a) Laju pecepatan teknologi.

    (b) Peluang pembaharuan yang tidak t erbatas.

    (c) Anggaran biaya penelitian dan pengembangan yang besar.

    (d) Konsentrasi pada penyempurnaan kecil dan bukan penemuan besar.

    (e) Pengaturan perubahan teknologi yang meningkat.

  • 18

    b) Lingkungan Industri

    (1) Pesaing

    Sistem pemasaran perusahaan di pengaruhi oleh kelompok pesaing yang

    perlu diidentifikasi, dimonitor dan dikalahkan untuk memperoleh dan

    mempertahankan kesetiaan pelanggan kepada perusahaan. Keberhasilaan

    pemasaran merupakan masalah bagaimana mencapai keterpaduan yang efektif

    dari pihak perusahaan dengan para pelanggan, saluran distribusi dan pesaing.

    (2) Pelanggan

    Pelanggan yaitu konsumen yang senant iasa mengkonsumsi produk yang

    ditawarkan dan menunjukan ciri khas yang perlu ditelaah secara cermat oleh

    perusahaan. Analisa mengenai pelanggan di pengaruhi oleh:

    (a) Demografi

    Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan

    permasalahan mengenai penduduk, sepert i distribusi penduduk secara

    geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari

    satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras,

    suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal di atas dapat

    mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam

    memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu

    pasar.

    (b) Geografi

    Lingkungan geografis perlu diketahui untuk menemukan lokasi yang

    sesuai bagi perusahaan, karena berhubungan dengan masalah iklim

    dan ekologi. Perusahaan yang bergerak dalam bidang yang berkaitan

    dengan masalah iklim, keberadaannya sangat ditentukan perubahan

    udara sekitarnya. Selain masalah iklim adalah masalah daerah

    pemasaran. Lokasi perusahaan yang terbaik adalah mudah dijangkau

    atau yang mendekat dengan pelanggan.

  • 19

    2. Tinjauan Tentang Bank

    a. Pengertian Bank

    Pengertian bank menurut Kashmir (2004: 11) adalah Lembaga

    keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan

    menyalurkannya kembali dana tersebut ke m asyarakat serta memberikan jasa bank

    lainnya. Sebagai lembaga keuangan, tentunya bank akan selalu bergerak di

    bidang jasa keuangan. Bank selaku lembaga keuangan, menyediakan berbagai jasa

    di bidang keuangan.

    Menurut howard D. Crosse dan George J. Hemple yang dikutip Prof. Dr.

    H. Veithzal Rivai, M.B.A (2007:321), bank adalah suatu organisasi yang

    menggabungkan usaha manusia dan sumber-sumber keuangan untuk

    melaksanakan fungsi bank dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat dan

    untuk memperoleh keuntungan bagi pemilik. Definisi bank dalam juga terdapat

    dalam undang-undang No. 10 Tahun 1998, bank adalah usaha yang menghimpun

    dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada

    masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka

    meningkatkan taraf masyarakat banyak.

    Pengertian tentang bank di atas, menunjukkan ada tiga kegiatan utama

    bank, yaitu :

    1) Menghimpun dana

    2) Menyalurkan dana

    3) Memberikan jasa bank lainnya

    Menghimpun dana merupakan kegiatan mengumpulkan atau mencari

    dana (uang) dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan,

    giro, tabungan dan deposito. Menyalurkan dana adalah melemparkan kembali

    dana yang diperoleh bank lewat penghimpunan tadi dalam bentuk pinjaman

    (kredit) bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional ataupun bank dengan

    prinsip syariah.

    Jasa bank lainnya merupakan jasa pendukung ataupun pelengkap bagi

    perbankan. Contoh dari jasa bank lainnya adalah jasa transfer, clearing, inkaso,

    dan lain sebagainya. Jasa keuangan pendukung yang dimiliki oleh bank ini

  • 20

    merupakan sarana bagi kelancaran kegiatan menghimpun dana ataupun

    penyaluran dana.

    b. Jenis Bank

    Bank dalam praktek kegiatannya terbagi dari beberapa jenis, bank dapat

    dibedakan dari berbagai segi antara lain :

    1) Dilihat dari segi fungsinya terdiri dari :

    a) Bank Umum

    Pengert ian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No.

    9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha

    secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang

    dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

    Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat

    memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering

    disebut bank komersial (commercial bank).

    b) Bank Perkreditan Rakyat

    BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

    konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam

    kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

    Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan

    kegiatan bank umum.

    2) Dilihat dari segi kepemilikannya terdiri dari :

    a) Bank milik Pemerintah

    Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun

    modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan

    bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat

    Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik

    pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II

    masing-masing provinsi.

    b) Bank milik Swasta Nasional

    Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar

    modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya

  • 21

    pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya

    juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank

    Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank

    Niaga, dan lain-lain

    c) Bank milik Asing

    Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri,

    baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya

    dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank,

    City Bank, dan lain-lain.

    d) Bank milik Campuran

    Merupakan bank yang kepemilikannya sahamnya campuran antara

    pihak asing dan pihak swasta nasional. Contoh : BII

    Com monwelth, Bank Finconesia, Bank Merincorp, Mitsubishi

    Buana, Bank, dll.

    3) Dilihat dari segi statusnya terdiri dari :

    a) Bank Devisa

    Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri

    atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara

    menyeluruh.

    b) Bank non Devisa

    Merupakan bank yang mempunyai izin untuk melaksanakan

    transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksankan

    transaksi sepert i halnya bank devisa.

    4) Dilihat dari segi menentukan harga tediri dari :

    a) Bank yang berdasarkan prinsip konvensional

    Bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya

    menerapkan m etode bunga.

    b) Bank berdasarkan prinsip syariah

    Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-

    prinsip syariah Islam.

  • 22

    3. Tinjauan Tentang Bank Umum berprinsip Syariah

    a. Pengertian Bank Um um Berprinsip Syariah

    Produk yang diberikan oleh perbankan Islam tidak hanya dikonsumsi

    terbatas pada kalangan muslim saja. Hal tersebut dikarenakan memang pada

    prinsipnya jasa yang diberikan perbankan Islam sama sekali tidak berkaitan

    dengan ritual keagamaan. Pengertian Bank Islam menurut Muhammad (2005: 13)

    adalah Lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan

    jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang

    pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat Islam. Pengertian yang

    diberikan tersebut memberikan penjelasan terkait dengan landasan perbankan

    Islam yaitu berlandaskan pada Al Quran dan hadits Nabi SAW.

    Bank Islam memberikan prinsip-prinsip muamalah yang sesuai dengan

    syariat Islam, jauh dari praktek sistem bunga. Dengan demikian, Bank Islam

    memberikan alternatif terhadap pertentangan antara sistem bunga bank dengan

    riba.

    b. Ciri ciri Bank Umum Berprinsip Syariah

    Sistem operasinal antara Bank Islam berbeda dengan sistem perbankan

    konvensional. Telah disebutkan sebelumnya bahwa Bank Islam tidak

    menggunakan sistem bunga pada kegiatan operasionalnya. Bank Islam memiliki

    berbagai karakteristik yang merupakan ciri bagi Bank Islam. menurut Warkum

    Sumitro (2004: 19) ada berbagai ciri dari Bank Islam :

    1) Beban biaya yang disepakati bersama pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal, yang besarnya tidak kaku dan dapat dilakukan dengan kebebasan untuk tawar menawar dalam batas wajar

    2) Penggunaan persentase dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindarkan, karena persentase melekat pada sisa utang meskipun batas waktu perjanjian telah berakhir

    3) Di dalam kontrak-kontrak pembiayaan proyek, Bank Islam tidak menerapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang pasti (fixed return) yang ditetapkan di muka

    4) Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito/ tabungan, oleh penyimpan dianggap titipan (al wadiah) sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamatkan sebagai penyertaan dana pada proyek-proyek yang dibiayai bank.

  • 23

    5) Bank Islam tidak menerapkan jual beli atau sewa menyewa uang dari mata uang yang sama yang dari transaksi itu dapat menghasilkan keuntungan

    6) Adanya pos pendapatan berupa Rekening Pendapatan non Halal sebagai hasil transaksi dengan bank konvensional

    7) Adanya Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi operasionalisasi bank dari sudut syariah

    8) Produk-produk Bank Islam selalu menggunakan sebutan-sebutan dari istilah arab, misalnya al-m urabahah, al-m udhrabah dan sebagainya

    9) Adanya produk khusus yang tidak terdapat di dalam bank konvensional, yaitu kredit tanpa beban yang murni bersifat sosial, dimana nasabah tidak ada kewajiban untuk mengembalikannya

    10) Fungsi kelembagaan Bank Islam selain menjembatani antara pihak pemilik modal/ memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana, juga mempunyai fungsi berkewajiban menjaga dan bertanggungjawab atas keamanan dana yang disimpan dan siap sewaktu-waktu apabila dana tersebut ditarik kembali sesuai dengan perjanjian.

    c. Perbedaan Bank umum berprinsip Syariah Dengan Bank Konvensional

    Menurut Dianita Kristanti, Abdul Rosyid, Ali Sadikin yang dikutip

    Veithzal Rivai (2007:326), perbedaan antara Bank Islam dengan bank

    konvensional dapat dilihat dari aspek :

    1) Akad dan aspek legalitas

    Dalam bank syariah, akad yang dilakukan memiliki konsekuensi

    duniawi dan ukhrawi, karena akad yang dilakukan berdasarkan hukum

    Islam. Sehingga pelanggaran kesepakatan dapat diminimalisir. Selain

    itu akad dalam perbankan syariah baik dalam hal barang, pelaku

    transaksi, maupun ketentuan lainnya harus memenuhi ketentuan akad,

    baik rukun maupun syaratnya.

    2) Lembaga penyelesaian sengketa

    Dalam perbankan syariah, apabila terdapat perbedaan atau

    perselisihan antara bank dan nasabah, kedua belah pihak tidak

    menyelesaikannya di pengadilan negeri, tetapi menyelesaikannya

    sesuai dengan tata cara dan hukum materi syariah. Hukum yang

    mengatur ini disebut BAMUI yang didirikan bersama antara MUI dan

    Kejaksaan Agung.

  • 24

    3) Stuktur organisasi

    Dalam stuktur organisasi bank syariah memiliki kesamaan dengan

    bank konvensional, sepert i komisaris maupun direksi. Tetapi unsur

    yang dapat membedakan antara bank syariah dan konvensional adalah

    adanya pengawas syariah (DPS) yang bertugas mengawasi

    operasional bank dan produk-produk agar sesuai dengan garis-garis

    syariah dan DPS biasanya diletakkan pada posisi setingkat dewan

    kom isaris pada setiap bank.

    Perbedaan yang dimiliki pada bank konvensional dengan Bank Islam

    hanya terletak pada proses pengelolaan perusahaan, sedangkan untuk fungsi dari

    kedua banka tersebut adalah sama, misalkan fungsi menghimpun dana dari

    masyarakat.

    4. Tinjauan tentang Bank Muamalat

    a. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia

    PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1991, diprakarsai

    oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia, dan memulai

    kegiatan operasinya pada bulan Mei 1992. Dengan dukungan nyata dari eksponen

    Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha

    Muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat,

    terbukti dari komitmen pembelian saham Perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat

    penandatanganan akta pendirian Perseroan. Selanjutnya, pada acara silaturahmi

    peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor, diperoleh tambahan kom itmen dari

    masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar. Pada

    tanggal 27 Oktober 1994, hanya dua tahun setelah didirikan, Bank Muamalat

    berhasil menyandang predikat sebagai bank devisa. Pengakuan ini semakin

    memperkokoh posisi Perseroan sebagai bank syariah pertama dan terkemuka di

    Indonesia dengan beragam jasa maupun produk yang terus dikembangkan.

    Indonesia dilanda krisis moneter pada akhir tahun 1990 yang

    memporakporandakan sebagian besar perekonomian Asia Tenggara. Sektor

    perbankan nasional tergulung oleh kredit macet di segmen korporasi. Bank

  • 25

    Muamalat pun terimbas dampak krisis. Hal ini menyebabkan pada tahun 1998,

    rasio pembiayaan macet (NPF) mencapai lebih dari 60%. Perseroan m encatat rugi

    sebesar Rp 105 miliar. Ekuitas mencapai titik terendah, yaitu Rp 39,3 miliar,

    kurang dari sepert iga modal setor awal.

    Bank Muamalat melakukan upaya dalam memperkuat permodalannya

    yaitu dengan cara mencari pemodal yang potensial, dan ditanggapi secara positif

    oleh Islam ic Development Bank (IDB) yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.

    Pada RUPS tanggal 21 Juni 1999 IDB secara resmi menjadi salah satu pemegang

    saham Bank Muamalat, oleh karenanya dalam kurun waktu antara tahun 1999 dan

    2002 merupakan masa-masa yang penuh tantangan sekaligus keberhasilan bagi

    Bank Muamalat. Bank Muamalat Dalam kurun waktu tersebut berhasil

    membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba berkat upaya dan dedikasi setiap

    karyawan Bank Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi

    pengembangan usaha yang tepat, serta ketaatan terhadap pelaksanaan perbankan

    syariah secara murni.

    Bank Muamalat berhasil bangkit dari keterpurukan setelah melalui masa-

    masa sulit ini, diawali dari pengangkatan kepengurusan baru dimana seluruh

    anggota Direksi diangkat dari dalam tubuh Bank Muamalat. Bank Muamalat

    kemudian menggelar rencana kerja lima tahun dengan penekanan pada (i) tidak

    mengandalkan setoran modal tambahan dari para pemegang saham, (ii) tidak

    melakukan PHK satu pun terhadap sumber daya insani yang ada, dan dalam hal

    pemangkasan biaya, tidak memotong hak Karyawan Bank Muamalat sedikitpun,

    (iii) pemulihan kepercayaan dan rasa percaya diri karyawan Bank Muamalat

    menjadi prioritas utama di tahun pertama kepengurusan direksi baru, (iv)

    peletakan landasan usaha baru dengan menegakkan disiplin kerja Bank Muamalat

    menjadi agenda utama di tahun kedua, dan (v) pembangunan tonggak-tonggak

    usaha dengan menciptakan serta menumbuhkan peluang usaha menjadi sasaran

    Bank Muamalat pada tahun ketiga dan seterusnya, yang akhirnya membawa Bank

    kita, dengan rahm at Allah Rabbul Izzati, ke era pertumbuhan baru memasuki

    tahun 2004 dan seterusnya.

  • 26

    b. Visi dan Misi Bank Muamalat Indonesia

    Visi dari Bank Muamalat Indonesia adalah Menjadi bank syariah utama

    di Indonesia, dominan di pasar spiritual, dikagumi di pasar rasional. Adapun Misi

    Bank Mualamat Indonesia adalah Menjadi role m odel Lembaga Keuangan

    Syariah dunia dengan penekanan pada semangat kewirausahaan, keunggulan

    manajemen dan orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimumkan nilai

    bagi stakeholder.

    c. Konsep Dasar dan Kegiatan Operasional Bank Muamalat Indonesia

    Warkum Sumitro (2004:91) mengemukakan bahwa Bank Muamalat

    Indonesia dalam menjalankan usahanya mempunyai lima konsep dasar

    operasional yang terdiri dari: Simpanan murni (Al-Wadiah), sistem bagi hasil,

    sistem jual beli dan marjin keuntungan, system sewa (Al-Ijarah) dan sistem jasa

    (Fee).

    1) Sistem Simpanan (Al-Wadiah)

    Sistem simpanan yaitu fasilitas yang diberikan oleh bank untuk

    memberikan kesempatan kepada pihak yang berkelebihan dana untuk

    menyimpan dananya di bank. Fasilitas ini biasanya diberikan untuk

    tujuan keamanan dan pemindah bukuan dan bukan untuk tujuan

    investasi.

    2) Sistem Bagi Hasil

    Sistem bagi hasil yaitu sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil

    usaha antara penyedia dana dan pengelola dana, yang terjadi antara

    bank dengan penyimpan dana, maupun antara bank dengan nasabah

    penerima dana. Bentuk jasa yang berdasarkan konsep dasar ini adalah

    mudharabah dan musyarakah.

    3) Sistem Jual Beli dan Marjin Keuntungan

    Sistem jual beli dan marjin keuntungan yaitu sistem yang menerapkan

    tata cara jual beli, pihak bank akan membeli terlebih dahulu barang

    yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank dan

    nasabah dalam kapasitasnya sebagai agen bank melakukan pembelian

  • 27

    barang atas nama bank, kemudian bank menjual barang tersebut

    kepada nasabah dengan harga beli ditambah keuntungan (m argin/m ark

    up).

    4) Sistem Sewa (Al-Ijarah/ Al-Tajri)

    Sistem sewa terbagi dalam dua jenis yaitu:

    a) Al-Ijarah

    Perjanjian sewa yang member kesempatan kepada penyewa untuk

    memanfaatkan barang yang di sewa dengan imbalan uang sewa

    sesuai dengan persetujuan. Setelah masa sewa berakhir, barang

    akan dikembalikan kepada pemilik.

    b) Al-Tajri

    Sama dengan al-ijarah, tetapi setelah masa sewa berakhir, pemilik

    barang menjual baran yang di sewa kepada penyewa dengan harga

    yang disepakati.

    5) Sistem Jasa (Fee)

    Sistem jasa yaitu sistem kegiatan yang meliputi seluruh layanan non

    pembiayaan yang diberikan bank. Bentuk jasa yang berdasarkan

    konsep dasar ini antara lain, bank garansi, kliring, inkaso, jasa transfer

    dan lain-lain.

    d. Produk dan Jasa Bank Muamalat Indonesia

    Bank Muamalat Indonesia dalam kegiatan opersionalnya mempunyai dua

    pengelompokan produk dan jasanya yaitu; penyimpan dana dan pengeloa dana.

    Hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

    1) Penyimpan Dana

    a) Tabungan Ummat

    Tabungan Ummat merupakan sarana investasi murni sesuai syariah

    dalam mata uang rupiah yang memungkinkan anda melakukan

    penyetoran dan penarikan tunai dengan sangat mudah.

    b) Tabungan Ummat Junior

    Tabungan Umat Junior adalah tabungan khusus untuk pelajar

  • 28

    c) Shar-e

    Shar-e adalah investasi syariah yang dikemas khusus dalam bentuk

    paket perdana seharga Rp. 125.000.- dan dapat diperoleh di

    Kantor-Kantor Pos On-line di seluruh Indonesia.

    d) Tabungan Haji Arafah

    Tabungan Haji Arafah merupakan jenis tabungan yang

    ditujukan bagi anda yang berniat melaksanakan ibadah haji secara

    terencana sesuai dengan kemampuan dan jangka

    waktu yang anda kehendaki.

    e) Giro Wadiah

    Giro Wadiah Bank Muamalat dalam mata uang rupiah maupun

    valas, pribadi ataupun perusahaan, ditujukan untuk mendukung

    aktivitas usaha anda. Sistem wadiah bank tidak berkewajiban,

    namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah.

    f) Deposito Mudharabah

    Merupakan pilihan investasi dalam mata uang rupiah maupun USD

    dengan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan yang ditujukan bagi anda

    yang ingin berinvestasi secara halal, murni sesuai syariah.

    g) Deposito Fulinves

    Merupakan pilihan investasi dalam mata uang rupiah maupun USD

    dengan jangka waktu 6 dan 12 bulan yang ditujukan bagi Anda

    yang ingin berinvestasi secara halal, murni sesuai syariah. Deposito

    ini dilengkapi dengan fasilitas asuransi jiwa.

    h) DPLK Muamalat

    Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Muamalat, merupakan

    badan hukum yang menyelanggarakan program pensiun, yaitu

    suatu program yang menjanjikan sejumlah uang yang

    pembayarannya secara berkala dan dikaitkan dengan pencapaian

    usia tertentu.

  • 29

    2) Pengelola Dana

    a) Piutang Murabahah

    Fasilitas penyaluran dana dengan sistem jual beli. bank akan

    membelikan barang-barang halal apa saja yang anda butuhkan

    kemudian menjualnya kepada anda untuk diangsur sesuai dengan

    kemampuan anda.

    b) Piutang Istishna

    Fasilitas penyaluran dana untuk pengadaan objek / barang investasi

    yang diberikan berdasarkan pesanan anda.

    c) Pembiyaan Mudharabah

    Pembiayaan dalam bentuk modal/dana yang diberikan oleh bank

    untuk anda kelola dalam usaha yang telah disepakat i bersama.

    Selanjutnya dalam pembiayaan ini anda dan bank sepakat untuk

    berbagi hasil atas pendapatan usaha tersebut. Resiko kerugian

    ditanggung penuh oleh pihak bank kecuali kerugian yang

    diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan

    penyimpangan pihak nasabah sepert i penyelewengan, kecurangan

    dan penyalahgunaan.

    d) Pembiyaan Musyarakah

    Pembiayaan Musyarakah adalah kerjasama perkongsian yang

    dilakukan antara anda dan Bank Muamalat dalam suatu usaha

    dimana masing-masing pihak berdasarkan kesepakatan

    memberikan kontribusi sesuai dengan kesepakatan bersama

    berdasarkan porsi dana yang ditanamkan.

    e) Gadai Syariah (Rahn)

    Bekerja sama dengan Perum Pegadaian membentuk Unit Layanan

    Gadai Syariah (ULGS). Rahn (Gadai Syariah) adalah perjanjian

    penyerahan barang atau harta anda sebagai jaminan berdasarkan

    hukum gadai berupa emas/perhiasan/kendaraan.

  • 30

    B. Kerangka Pemikiran

    Secara garis besar masalah-masalah yang diteliti, dituangkan dalam

    bentuk suatu kerangka pemikiran untuk memperjelas dan mengarahkan jalannya

    penilitian agar tidak menyimpang dari pokok permasalahan. Penjelasan dalam

    bentuk gambar kerangka pemikiran dapat dijelaskan bahwa strategi pemasaran

    yang terangkum dalam strategi marketing m ix perusahaan jasa yaitu produk,

    harga, distribusi, promosi, orang, lingkungan phisik, proses, merupakan faktor

    dominan yang ditetapkan berdasarkan misi, tujuan dan sasaran utama bank

    muamalat untuk mendapatkan nasabah baru.

    Aspek-aspek yang mempengaruhi nasabah dalam menggunakan jasa

    perbankan juga di pengaruhi oleh faktor ekternal yaitu suatu proses yang

    digunakan perencana untuk memantau sektor lingkungan dalam menentukan

    peluang atau ancaman terhadap perusahaan. Suatu proses analisis akan melahirkan

    keputusan manajemen yang dibuat berdasarkan penilaian pentingnya data tentang

    peluang dan ancaman. Keputusan ini akan diarahkan kepada tindakan apakah

    perlu bereaksi, mengabaikan, mencoba, mempengaruhi ataupun mengantisipasi

    peluang atau ancaman yang ditemukan. Faktor internal yang menganalisis pola

    kekuatan dan kelemahan, unit bisnis tidak harus mengoreksi semua kelemahannya

    atau memanfaatkan semua kekuatannya. Karena itu penting bagi pihak

    manajemen untuk menelaah kualitas hubungan kerjasama antar bagian dari

    analisis lingkungan internal. Salah satu cara yang baik dalam pemecahan masalah

    hubungan kerja ini antara lain dengan meminta tiap-tiap bagian menentukan

    sendiri kualitas bagiannya dan satu sama lain mengidentifikasi kekuatan dan

    kelemahannya.

    Bank Muamalat Indonesia dalam penetapan dan penerapan strategi

    pemasaran perusahaan dalam menghadapi persaingan sekaligus menjadi proses

    evaluasi yang diperlukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk

    akan mengalami beberapa kendala yang ditemui, kendala-kendala yang akan

    dihadapi berupa kendala yang bersumber dari lingkungan internal perusahaan dan

    kendala yang bersumber dari lingkungan ekternal perusahaan sehingga akan

  • 31

    menghambat untuk mendapatkan nasabah baru. Oleh karena itu perlu adanya

    upaya-upaya yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menghadapi kendala

    kendala yang ada, sehingga akan muncul beberapa alternatif strategi pemasaran

    yang di terapkan, yang akan menjadi langkah Bank Muamalat Indonesia dalam

    menambah jumlah nasabahnya pada tahun 2008. Kerangka pikir untuk

    memudahkan penelitian, disusun sebagai berikut:

    Gambar 2. Kerangka Pemikiran

    Marketing mix a. Produk b. Harga c. Distribusi d. Promosi e. People f. Lingkungan g. proses

    Kendala kendala yang

    dihadapi dalam penerapan

    strategi pemasaran

    Bertambahnya

    nasabah

    Upaya upaya yang

    dilakukan untuk menghadapi

    kendala penerapan strategi

    pemasaran

    Alternatif strategi

    pemasaran

    Analisis Interakt if

    Faktor faktor ekternal

    a. Umum b. Industri

    - Ekonomi - Sosial budaya - Pesaing

    - Pemerintah - T eknologi - Pelanggan

    b. Faktor faktor internal:

    - Operasional perusahaan - Pemasaran

    - SDM - Keuangan

    Analisis SWOT

  • BAB III

    METODOLOGI

    A. Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tem pat Penelitian

    Tempat yang akan digunakan sebagai tempat penelitian adalah Bank

    Mualamat Indonesia Cabang Solo yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi. No.

    314,Surakarta.

    2. Waktu Penelitian

    Dalam penelitian ini waktu yang direncanakan adalah bulan Juli 2008

    sampai selesai.

    B. Bentuk dan Strategi Penelitian

    1. Bentuk Penelitian

    Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yang ditekankan

    pada masalah dan makna perpsepsi, maka bentuk penelitian yang digunakan oleh

    peneliti dapat digolongkan dalam penelitian kualitatif, dimana peneliti

    memperoleh data dari area yang berlatar belakang alamiah yang berupa kata

    kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Bentuk

    penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskript if kualitatif.

    Penelitian kualitatif menurut Lexy J. Meolong (2000:3) yang mengutip Bogdan

    dan Taylor adalah sebagai berikut: prosedur penelitian yang menghasilkan data

    deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang

    dapat diamati. Menurut Lexy J. Moleong (2000: 9) ciri-ciri penelitian kualitatif

    adalah sebagai berikut :

    a) Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila dihadapkan pada kenyataan jamak.

    b) Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden.

    c) Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

    32

  • 33

    2. Strategi Penelitian

    Peneliti dalam mengkaji permasalahan penelitian diperlukan suatu

    pendekatan penelitian melalui pemilihan strategi penelitian yang tepat. Strategi

    penelitian yang dipilih akan digunakan untuk mengamati, mengumpulkan

    informasi dan untuk menyajikan analisis hasil penelitian dan juga mendukung

    cara menetapkan jumlah sampel serta pemilihan instrument penelitian yang akan

    digunakan untuk mengumpulkan informasi.

    Strategi yang digunakan adalah metode tunggal terpancang.H.B sutopo

    (2002:42) mengatakan bahwa penelitian tunggal terpancang (embedded research)

    yaitu penelitian kualitatif yang sudah menentukan fokus penelitian ini berupa

    vaiabel utamanya yang akan dikaji berdasarkan pada tujuan dan minat pelitiannya

    sebelum peneliti terjun ke lapangan.

    Strategi tunggal terpancang adalah tunggal berart i penelitian yang

    dilakukan hanya pada bank mualamat Indonesia cabang solo, sedangkan

    terpancang art inya sudah menetukan fokus yang akan dikaji berdasarkan tujuan

    yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan

    Bank Mualamalat Indonesia Cabang Solo.

    C . Sumber Data

    Lexy J. meoleong (2000:13) mengatakan bahwa sumber data utama

    dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data

    tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data penelitian ini di bagi

    menjadi dua bagian yaitu:

    1. Data Primer

    Data primer adalah data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber

    data oleh penyidik untuk tujuan khusus. Adapun yang menjadi sumber data primer

    adalah manajer Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo beserta staff karyawan

    dibidang pemasaran. Data primer yang ingin diketahui adalah data tentang produk

    yang ditawarkan, kondisi Bank Muamalat, fasilitas yang tersedia, kebijakan harga

    (sistem bagi hasil),kebijakan promosi serta hubungan kemasyarakatan, kebijakan

    distribusi, keadaan lokasi bank, prosedur pelayanaan dan keberadaan karyawan.

  • 34

    2. Data Sekunder

    Data sekunder adalah data yang peroleh secara tidak langsung dari

    subyeknya maupun berdasarkan informasi dari pihak lain yang dianggap relevan,

    yaitu sumber tertulis baik catatan yang berupa laporan penelitian, buku referensi

    maupun arsip atau dokumen yang ada di bank muamalat Indonesia cabang solo.

    Data dalam penelitian ini diperlukan data tambahan berupa foto dan data

    statistik yang berperan sebagai penujang untuk mendapatkan hasil sesuai dengan

    tujuan.

    D. Teknik Sampling

    Maksud sampling dalam penelitian ini adalah untuk menjaring sebanyak

    mungkin informasi dari berbagai macam sumber dan bangunannya (construction),

    Lexy J. Moleong (2006:165). Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan

    sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti tidak menentukan jumlah sampel, tetapi

    peneliti menentukan sejumlah informan untuk diwawancarai guna memperoleh

    informasi tentang permasalahan yang sedang diteliti. Peneliti berusaha

    memperoleh informasi sebanyak mungkin yang dapat diperoleh dari berbagai

    sumber.

    Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan

    teknik purposive sam pling (sampel bertujuan). Peneliti tidak menentukan jumlah

    sampel, tetapi menentukan informan untuk diwawancarai guna memperoleh

    informasi tentang permasalahan yang sedang diteliti. Peneliti dalam menentukan

    informan tersebut, peneliti menggunakan teknik snowball sam pling (sampel bola

    salju). Menurut Yin yang dikutip oleh H.B. Sutopo (2002: 57) m enyatakan bahwa:

    Snowball sampling digunakan bilamana peneliti ingin mengumpulkan data berupa informasi dari informan dalam salah satu lokasi, tetapi peneliti tidak tahu siapa yang tepat untuk dipilih karena tidak mengetahui kondisi dan struktur warga masyarakat dalam lokasi tersebut, sehingga ia tidak bisa merencanakan pengumpulan data secara pasti. Untuk itu peneliti bisa langsung datang memasuki lokasi dan bertanya mengenai informasi yang diperlukannya kepada siapa pun yang dijumpai pertama.

  • 35

    Pengambilan sampel tidak ditekankan pada jumlah, melainkan lebih

    ditekankan pada kualitas pemahamannya kepada masalah yang diteliti. Jumlah

    sampel akan berkembang (Snowball) yaitu dari satu informan ke informan lain

    sampai informasi yang dibutuhkan mencukupi. Hal ini dimaksudkan agar data

    yang diperoleh bisa lengkap dan mendalam. Pada dasarnya teknik bola salju tidak

    melakukan seleksi dalam menentukan sampel, sehingga peneliti tidak membatasi

    jumlah informan. Peneliti memilih informan kemudian informan tersebut diminta

    menunjuk informan berikutnya yang dianggap lebih mengetahui dan memahami

    permasalahan yang diteliti. Hal ini dilakukan supaya data yang diperoleh akan

    mendalam dan benar-benar mendukung hasil penelitian.

    Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas maka peneliti pertama-tama datang

    pada Manajer Bank Muamalat Cabang Solo yang menurut pengetahuannya bisa

    dipakai sebagai informan kunci (key informant). Peneliti setelah berbicara

    secukupnya kemudian menunjuk informan baru, demikian seterusnya bergant i

    informan berikutnya yang tahu lebih dalam mengenai permasalahan yang diteliti.

    E. Teknik Pengumpulan Data

    1. Metode Wawancara atau Interview

    Menurut Suharsimi Arikunto (1999:44) interview adalah sebuah dialog

    (interview) yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh

    informasi dari terwawancara (interviewer). Wawacara menurut suharsimi

    Arikunto di bagi menjadi tiga yaitu:

    a. Interview bebas

    Interview bebas yaitu interview yang dilakukan pewawancara bebas

    menanyakan apa saja tetapi sesuai dengan data yang akan

    dikumpulkan.

    b. Interview terpimpin

    Interview terpimpin yaitu interview yang dilakukan pewawancara

    dengan membawa pedoman pewawancara lengkap.

  • 36

    c. Interview bebas terpimpin

    Interview bebas terpimpin yaitu kombinasi antara interview bebas dan

    terpimpin, interview yang dilaksanakan pewawancara dengan

    membawa pedoman wawancara yang merupakan garis besar tentang

    hal hal yang akan ditanyakan.

    Tahapan wawancara yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan

    wawancara diperlukan hal-hal sebagai berikut:

    a. Perencanaan wawancara

    Perencanaan tahap pertama ini adalah menentukan orang yang akan

    diwawancarai. Langkah kedua mencari tahu bagaimana cara yang

    sebaiknya untuk mengadakan kontak dengan mereka, langkah ketiga

    mengadakan persiapan yang matang seperti memperkenalkan diri dan

    memberikan ikhtisar singkat tentang penelitian.

    b. Pelaksanaan wawancara

    Pelaksanaan menyangkut pewawancara dengan yang diwawancarai

    yang meliputi mengatur strategi dan teknik berwawancara serta

    melakukan pencatatan data wawancara.

    c. Kegiatan sesudah wawancara

    Sesudah kegiatan wawancara berakhir hendaknya menggunakan waktu

    untuk mengecek kualitas datanya dan membuat cacatan lapangan serta

    mengorganisasikan kualitas datanya agar siap dijadikan bahan analisis.

    Interview yang digunakan adalah interview bebas terpimpin, yang

    pelaksanaan wawacaranya secara bebas tetapi berdasarkan pada pedoman

    wawancara yang telah dibuat. Alasan digunakannya interview bebas terpimpin

    adalah:

    1) Untuk menghindari arah pertanyaan yang menyimpang dari tujuan

    yang telah ditetapkan.

    2) Memudahkan dalam mencatat jawaban pertanyaan terarah sesuai

    dengan pedom an dan memudahkan untuk mengelola data yang telah

    diperoleh.

  • 37

    2. Metode Observasi

    Suharsimi Arikunto (1999:145) mengatakan bahwa obeservasi atau

    yang disebut pula dengan pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian

    terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh alat indera.

    Observasi ini dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:

    a. Pengamatan langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa

    perantara terhadap obyek yang diteliti.

    b. Pengamatan tidak langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan

    terhadap obyek penelitian melalui perantara suatu hal atau cara, baik

    dilakukan dalam situasi sebenarnya atau buatan.

    c. Patisipasi yaitu, pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil

    bagian atau melibatkan dalam situasi obyek yang diteliti.

    Penelitian ini menggunakan pengamatan langsung dengan tujuan

    mendapatkan informasi yang diperlukan secara akurat. Teknik ini sering disebut

    dengan observasi part isipasif pasif yang dilakukan secara formal dan informal

    untuk mengamati kondisi informan dan lokasi penelitian.

    3. Metode Dokumentasi

    Menurut suharmini Arikunto (1999:148) mengatakan bahwa

    dokumentasi adalah cara mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang

    berupa catatan, transkip buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda

    dan sebagainya. Jadi metode dokumentasi merupakan suatu laporan tertulis dari

    suatu peristiwa dan sengaja disimpan sebagai dokumen atau sumber data.

    F. Validitas Data

    Data yang telah berhasil digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan

    penelitian, harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Validitas

    (keabsahan) dilakukan dengan tujuan agar hasil penelitiannya benar-benar dapat

    dipertanggung jawabkan, karena validitas data menunjukkan mutu dari seluruh

    proses pengumpulan data dalam penelitian.

  • 38

    Menurut Patton dalam H.B Sutopo (2002 : 78), terdapat empat macam

    teknik triangulasi, yaitu (1) triangulasi data, (2) triangulasi metode, (3) triangulasi

    peneliti, (4) triangulasi teori. Adapun penjelasan masing-masing teknik triangulasi

    tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Triangulasi Data

    Triangulasi data juga disebut triangulasi sumber. Cara ini mengarahkan

    paneliti agar dalam mengumpulkan data peneliti wajib menggunakan beragam

    sumber data yang tersedia. Art inya, data yang sama atau sejenis, akan lebih

    mantap kebenarannya bila digali dari berbagai sumber data yang berbeda. Pada

    teknik ini tekanannya pada perbedaan sumber data, bukan pada teknik

    pengumpulan data atau yang lain.

    2. Triangualasi Metode

    Jenis triangulasi ini bisa dilakukan oleh seorang peneliti dengan

    mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik atau metode

    pengumpulan data yang berbeda. Teknik triangulasi metode ini, ditekankan pada

    panggunaan metode pengumpulan data yang berbeda, dan bahkan lebih jelas

    untuk diusahakan mengarah pada sumber data yang sama untuk menguji

    kemantapan informasinya. Penggunakan metode yang berbeda untuk suatu

    informasi yang sama, peneliti dapat menarik kesimpulan atas data yang digali

    secara lebih mantap.

    3. Triangulasi Peneliti

    Triangulasi peneliti adalah hasil peneliti baik data ataupun kesimpulan

    mengenai bagian tentang atau keseluruhannya bisa diuji validitas dari beberapa

    peneliti. Pandangan dan tafsir yang dilakukan oleh beberapa peneliti terhadap

    semua informasi yang berhasil digali dan dikumpulkan berupa catatan, diharapkan

    bisa terjadi pertemuan pendapat yang pada akhirnya bisa lebih memantapkan

    hasil penelitian.

    4. Triangulasi Teori

    Triangulasi teori dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu

    teori dalam membahas permasalahan yang dikaji dari beberapa perspekt if yang

  • 39

    digunakan dapat diperoleh pandangan yang lebih lengkap, tidak hanya sepihak,

    sehingga dapat ditarik kesimpulan yang lebih utuh dan menyeluruh. Hal ini karena

    setiap pandangan teori selalu memiliki teori-teori yang digunakan dan keterkaitan

    dengan permasalahan yang diteliti sehingga mampu menghasilkan simpulan yang

    lebih mantap dan benar-benar memiliki makna yang kaya perspektifnya.

    Jenis triangulasi yang digunakan untuk mencapai validitas data dalam

    penelitian ini adalah triangulasi data/sumber dan triangulasi metode. Karena

    dengan triangulasi tersebut dapat dilakukan pengumpulan data sejenis dengan

    menggunakan berbagai sumber data yang berbeda, dengan demikian kebenaran

    data diuji oleh sumber data yang lain. Hal ini dapat dicapai dengan jalan :

    a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil

    wawancara. Pengamatan yang dilakukan dilapangan harus relevan

    dengan hasil wawancara yang diperoleh peneliti, yaitu tentang

    strategi pemasaran di Bank Muamalat Indonesia cabang Solo.

    b. Membandingkan hasil wawancara dengan isi hasil dokumentasi yang

    dilakukan peniliti agar tidak menyimpang jauh dari dokumentasi

    yang terdapat di obyek penelitian.

    Penggunaan triangulasi metode ini laporan di tinjau ulang kembali oleh

    informan (khususnya informan kunci) untuk mengetahui apakah yang ditulis

    merupakan sesuatu yang disetujui mereka. Kemudian hasil data tersebut dapat

    dibandingkan dengan dokumentasi yang ada. Hal tersebut di lakukan untuk

    mendapatkan mutu dari keseluruhan proses pengumpulan data dalam penelitian

    ini menjadi valid dan sah dengan landasan hasil wawancara, observasi dan

    dokumentasi.

    G. Analisis Data

    Analisis data adalah proses urut-urutan data dengan mengorganisir data

    ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Teknik analisa yang

    digunakan dalam penelitian ini menggunakan pola penelitian induktif yang diolah

    dengan teknik saling terjalin atau interaksi saling mengalir. Teknik interaksi

    mengalir yaitu model analisis yang menyatu dengan proses pengumpulan data

    dalam suatu rangkaian tertentu atau merupakan suatu siklus. Proses analisa data

  • 40

    dengan model interakt if meliputi tiga komponen yaitu, pengumpulan data, reduksi

    data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi.

    Proses analisa data dalam penelitian kualitatif ini adalah sebagai berikut:

    1. Pengum pulan Data

    Pengumpulan data dilakukan selama data yang dibutuhkan belum

    memadai, dan akan dihent ikan apabila data yang diperlukan telah memadai untuk

    mengambil keputusan. Data kualitatif terutama terdiri dari kata-kata, dan bukan

    angka. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi maupun dokumentasi

    tersebut dikumpulkan menjadi satu untuk diproses lebih lanjut.

    2. Reduksi Data

    Data yang diperoleh dari lapangan ditulis dalam bentuk uraian atau

    laporan yang terperinci. Laporan tersebut perlu direduksi, dirangkum, dan dipilah-

    pilah hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, dicari pola atau

    temanya. Jadi laporan lapangan sebagai bahan disingkatkan, direduksi, disusun

    lebih sistematis, ditonjolkan pokok-pokok yang penting, sehingga lebih mudah

    dikendalikan. Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam, juga

    mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperlukan.

    3. Penyajian Data

    Data yang tertumpuk, akan sukar untuk ditangani, sukar mencari

    hubungan antara data yang satu dengan data yang lain dan sukar pula melihat

    gambaran keseluruhan untuk melihat kesimpulan. Oleh karena itu, agar dapat

    melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari penelitian

    perlu dibuat penyajian data.

    4. Menarik Kesimpulan Atau Verifikasi

    Peneliti berusaha mencari data yang dikumpulkan, kemudian mencari

    pola, tema hubungan, persamaan hal-hal yang sering muncul dan sebagainya. Data

    yang diperoleh kemudian dibuat suatu kesimpulan. Kesimpulan ini mula-mula

    bersifat tentatif, kabur, diragukan, akan tetapi dengan bertambahnya data,

    kesimpulan itu akan lebih grounded. Jadi kesimpulan senantiasa harus verifikasi

    selama penelitian berlangsung.

  • 41

    Gambar 3. di bawah ini adalah skema model analisis interakt if yang

    akan digunakan oleh peneliti:

    Gambar 3. Skema Analisis Dan Model Interaktif (Burhan Bungin, 2003 : 93)

    Cara peneliti untuk menganalisis faktor faktor strategi dan mengetahui

    kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi,

    dalam penilitian ini. Penulis menggunakan pola analisis SWOT (Strenght,

    Weakness, Opportunities, and Threats) menurut Freddy Rangkuti (2004:18)

    didefinisikan sebagai berikut:

    Analisis SWOT adalah identifikasi bebagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis SWOT didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness), dan ancaman (threaths).

    SWOT merupakan singkatan dari lingkungan internal strength dan

    weakness serta lingkungan eksternal opportunitiy dan threaths. Analisis SWOT

    digunakan untuk menganalisa kondisi internal Bank Muamalat Cabang Solo yang

    kemudian akan menentukan kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)

    terhadap persaingan yang kemudian muncul dan akan menentukan peluang dan

    ancaman (opportunitiy and threaths) pada usaha tersebut. Hal tersebtu digunakan

    untuk menganalisis atribut-atribut dari SWOT yaitu atribut kekuatan, kelemahan,

    peluang, dan acaman.

    Pengumpulan Data Penyajian Data

    Simpulan : Verifikasi Reduksi Data

  • 42

    Atribut kekuatan (streght) merupakan keunggulan atau kemampuan

    perusahaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain atau pesaing yang berguna

    untuk melindungi bisnis dari kekuatan kompetitor dengan membangun

    penghalang mobilitas. Sedangkan atribut kelemahan (weakness) merupakan

    kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan tidak harus mengoreksi

    semua kelemahannya.

    Peluang (opportunities) merupakan sebuah hal yang menarik untuk

    kegiatan pemasaran perusahaan yang menjadi sebuah peluang terntentu bagi

    perusahaan untuk meraih keunggulan bersaing. Ancaman (treath) merupakan

    tantangan yang diperlihatkan oleh suatu kecenderungan atau perkembangan yang

    tidak menguntungkan dalam lingkungan yang akan menyebabkan kemerosotan

    kedudukan perusahan, jika tidak ada kegiatan pemasaran dengan tujuan tertentu.

    Matrik analisis SWOT yang merupakan kombinasi dari lingkungan

    internal dan ekternal sebagai berikut:

    INTERNAL FAKTOR

    EKTERNAL

    FAKTOR

    KEKUATAN

    Tentukan lima sampai

    dengan sepuluh faktor

    faktor kekuatan internal

    KELEMAHAN

    Tentukan lima sampai

    sepuluh faktor faktor

    kelemahan internal

    PELUANG

    Tentukan lima sampai

    dengan sepuluh faktor

    faktor peluang ekternal

    STRATEGI SO

    Ciptakan strategi yang

    menggunakan kekuatan

    untuk memanfaatkan

    peluang

    STRATEGI WO

    Cipatakan strategi yang

    meminimalkan

    kelemahan untuk

    memanfaatkan peluang

    ANCAMAN

    Tentukan lima sampai

    dengan sepuluh faktor

    faktor ancaman ekternal

    STRATEGI ST

    Ciptakan strategi yang

    menggunakan kekuatan

    untuk mengatasi

    ancaman

    STRATEGI WT

    Ciptakan strategi yang

    meminimalkan

    kelemahan dan

    menghindari ancaman

    Gambar 4. Skema Matrik SWOT (Freddy Rangkuti, 2004:31)

  • 43

    Keterangan :

    Strategi SO : Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu

    dengan memanfaatkan seluruh kekuatan unutk merebut dan

    memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan

    peluang sebesar besarnya.

    Strategi ST : Strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan

    untuk mengatasi ancaman

    Strategi WO : Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada

    dengan meminimalkan kelemahan yang ada.

    Strategi WT : Strategi ini berdasarkan pada kegaitan yang bersifat defensive dan

    berusaha menimimalkan kelemahan yang aa serta menghindari

    ancaman.

    Dari skema analisisis SWOT di atas dapat diketahui situasi perusahaan

    secara umum, yang berhubungan dengan kombinasi dari kondisi lingkungan yang

    berperngaruh terhadap perusahan baik lingkungan internal maupun linkungan

    ekternal yang dihadapi perusahaan. Berdasarkan situasi tersebut dapat diambil

    manfaatnya oleh perusahaan untuk memutuskan berbagai macam strategi dari

    masing masing situasi yang dialami perusahaan guna kemajuan perusahaan dan

    untuk mengatasi masalah yang terjadi diperusahaan.

    H. Prosedur Penelitian

    Prosedur penelitian merupakan rangkaian kegiatan (tahapan) yang harus

    ditempuh dari awal hingga akhir penelitian. Kegiatan ini dimulai sejak pembuatan

    proposal penelitian, mengurus perijinan, pelaksanaan penelitian di lapangan,

    analisa data dan pembuatan laporan, serta penggandaan laporan. Analisa data

    dimulai dari analisa awal, kemudian analisa data akhir dan kemudian penarikan

    kesimpulan.

    1. Tahap Persiapan Penelitian

    Tahap ini kegiatannya adalah merencanakan segala sesuatu yang

    berhubungan dengan pelaksanaan penelitian, dimulai pengajuan judul, pembuatan

    proposal dan mengurus perijinan untuk memperlancar jalannya penelitian.

  • 44

    2. Tahap Pengum pulan Data

    Tahap ini kegiatannya adalah peneliti terjun ke lapangan untuk

    mengumpulkan data yang akan mendukung tujuan penelitian. Peneliti dalam

    melaksanakan pengumpulan data ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data,

    yaitu : (1) pengamatan (observasi), (2) wawancara, (3) dokumentasi. Ketiga teknik

    tersebut digunakan untuk saling melengkapi satu dengan yang lain, sehingga data

    yang dikumpulkan benar-benar valid.

    3. Tahap Analisi s Data Awal

    Analisa data awal dilakukan untuk mengetahui apakah data yang telah

    dikumpulkan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga dapat diketahui

    data-data yang diperlukan dan data-data yang tidak diperlukan. Hal ini dilakukan

    agar data yang sangat diperlukan dapat terpisah dari data yang tidak berguna.

    4. Tahap Analisi s Data Akhir

    Data yang dianalisis dalam tahap ini adalah seluruh data yang diperoleh

    dalam pengumpulan data yang sangat mendukung tujuan penelitian. Karena data

    ini sudah dianalisis awal, maka merupakan data yang valid. Setelah tahap analisis

    data selesai, maka dapat ditarik kesimpulan tentang permasalahan yang sedang

    diteliti.

    5. Tahap Penarikan Kesimpulan

    Tahap selanjutnya setelah semua data dianalisis dengan teknik analisis

    yang sesuai dengan penelitian data yang kualitatif, yaitu menarik

    kesimpulan/verifikasi dari apa yang dihasilkan dari data tersebut. Penarikan

    kesimpulan harus didasarkan pada tujuan penelitian yang didukung oleh data yang

    valid, sehingga hasil penelitian tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

    6. Tahap Penulisan Dan Penggandaan Laporan

    Tahap penulisan dan penggandakan laporan ini semua kegiatan yang

    berhubungan dengan penelitian dan hasil yang dicapai ditulis dan dilaporkan

    kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan bentuk laporan harus sesuai dengan

    aturan yang telah ditetapkan.

  • 45

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN

    A. Deskripsi Lokasi Penelitian

    1. Sejarah Berdirinya Bank Muam alat Indonesia (BMI)

    a. Sejarah Bank Muam alat Indonesia

    PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1991, diprakarsai

    oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia,yang muncul

    dalam lokakarya bunga bank pada tanggal 19-22 Agustus 1990 di Cisarua, Bogor.

    Ide ini dipertegas kembali dalam Musyawarah Nasional IV MUI di Hotel Sahid

    Jaya, Jakarta pada tanggal 22-25 Agustus 1990. Pendirian Bank Muamalat

    mendapat dukungan pengusaha maupun cendekiawan muslim yang tergabung

    dalam 227 pemegang saham pendiri, juga diperoleh dukungan dari ICM. Bank

    Muamalat merupakan bank syariah Pertama di Indonesia yang menggunakan

    konsep perbankan Syariah. Berdasarkan surat Keputusan Menteri Keuangan RI

    No. 430/KMK.013/1992 tanggal 24 April 1992 Bank Muamalat telah memeproleh

    ijin untuk beroperasi.

    Pendirian Bank Muamalat Indonesia memeperoleh tanggapan positif dari

    pemerintah dan masyarakat, sebagaimana tercermin pada komitmen untuk

    membeli saham perseroan sebesar Rp. 84 Milyar pada saat penandatanganan akta

    pendirian perseroan. Acara silaturahm i kemudian diselenggarakan di Istan