analisa proses interaksi

15
ANALISA PROSES INTERAKSI  Nama : Tn. F Hari/Tanggal : Sabtu 5 Oktober 2013  Usia : 21 Tahun Waktu : 08.30   08.15 WIB. Interaksi : Ke I (Fase Perkenalan) Tujuan : Setelah intervensi keperawatan Tn. F dan perawat dapat membina hubungan saling Lingkungan : Tenang, posisi duduk di kursi berhadapan dengan perawat percaya diri.  Ruang Perawatan RSJ.Belum Sembuh Deskripsi : Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih disisir dan wajah bersih,pakai peci Keterangan : Pasien :Tn.F, Perawat :P sudah mandi. Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisa Berfokus pada Klien Analisa Berfokus pada Perawat Rasional Perawat: Assalamualaikum, selamat pagi!! Bener dengan bapak rizal? P : Kontak mata dengan Tn.F, dan mengulurkan tangan ke Tn.f Tn.F: Kontak mata dengan P dan menerima uluran tangan dari P, sambil menoleh ke kanan dan berbisik- bisik sendiri. Tn.F: Merasa belum mengerti dengan kedatangan perawat P: Ingin memulai komunikasi dengan Tn.F Kalimat pembuka dapat membina hubungan yang akurat. Tn.F: Waalaikumsalam salam, selamat pagi, iya saya bapak rizal,,!! P: Tersenyum dan memandang Tn. F Tn.F: Ekrepresi tersenyum dan menjawab salam Tn.F: Merasa sudah mulai merespon dan mengerti akan kedatangan P P: Memgerti dengan tujuan kedatangan Tn.F Tn. P: Barusan saya berbica dengan keluarga bapak kata mereka bapak sering berbicara sendiri. Apakah benar bapak rizal? P: Kontak mata dengan Tn.F, sambil tersenyum. Tn F: memandang Tn P dengan heran dan memandang yang teman halusinasinya yang di sebelah Tn f P: memulai perkenalan Berharap Tn F mau berinteraksi dengan dirinya Perkenalan membantu mempermudah interkasi selanjut Tn.F: Saya tidak berbicara sendiri bapak, saya berbicara dengan teman saya yang ada di sebelah saya ini perkenalkan namanya Fedi P: kontak mata dengan Tn F tetap terjaga Tn f: Memandang teman halusinasinya yang ada di sebelahnya Tn f: merasa temannya tidak dihiraukan Tn P: Apakah teman bapak sudah P: Menatap ke arah teman P: mengerutkan dahi seakan tidak Menegaskan dialog

Upload: rozye-aj-ezt

Post on 14-Oct-2015

10 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

Psikiatrik

TRANSCRIPT

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama: Tn. FHari/Tanggal: Sabtu 5 Oktober 2013Usia: 21 TahunWaktu: 08.30 08.15 WIB.Interaksi: Ke I (Fase Perkenalan)Tujuan: Setelah intervensi keperawatan Tn. F dan perawat dapat membina hubungan saling Lingkungan: Tenang, posisi duduk di kursi berhadapan dengan perawat percaya diri. Ruang Perawatan RSJ.Belum SembuhDeskripsi: Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih disisir dan wajah bersih,pakai peciKeterangan: Pasien :Tn.F, Perawat :P sudah mandi.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

Perawat:Assalamualaikum, selamat pagi!!Bener dengan bapak rizal?

P : Kontak mata dengan Tn.F, dan mengulurkan tangan ke Tn.fTn.F: Kontak mata dengan P dan menerima uluran tangan dari P, sambil menoleh ke kanan dan berbisik- bisik sendiri.Tn.F: Merasa belum mengerti dengan kedatangan perawatP: Ingin memulai komunikasi dengan Tn.FKalimat pembuka dapat membina hubungan yang akurat.

Tn.F:Waalaikumsalam salam, selamat pagi, iya saya bapak rizal,,!!P: Tersenyum dan memandang Tn. FTn.F: Ekrepresi tersenyum dan menjawab salamTn.F: Merasa sudah mulai merespon dan mengerti akan kedatangan PP: Memgerti dengan tujuan kedatangan Tn.F

Tn. P: Barusan saya berbica dengan keluarga bapak kata mereka bapak sering berbicara sendiri. Apakah benar bapak rizal?

P: Kontak mata dengan Tn.F, sambil tersenyum.Tn F: memandang Tn P dengan heran dan memandang yang teman halusinasinya yang di sebelah Tn f P: memulai perkenalan Berharap Tn F mau berinteraksi dengan dirinyaPerkenalan membantu mempermudah interkasi selanjut

Tn.F: Saya tidak berbicara sendiri bapak, saya berbicara dengan teman saya yang ada di sebelah saya ini perkenalkan namanya FediP: kontak mata dengan Tn F tetap terjagaTn f: Memandang teman halusinasinya yang ada di sebelahnyaTn f: merasa temannya tidak dihiraukan

Tn P: Apakah teman bapak sudah bicaara dengan saya?P: Menatap ke arah teman halusinasi Tn fTn f: menyuruh temannya untuk memperkenalkanP: mengerutkan dahi seakan tidak percayaMenegaskan dialog

Tn. F : teman saya sudah memperkenalkan dirinya Tn P: sambil tersenyumTn f: tatapan mata semakin kuat

Tn P: Tapi saya tidak melihat dan mendengar suara teman bapak

Tn F: Loh tapi temen sudah memperkenalkan dirinya kepada anda saya melihat dan mendengarnya sendiri

Tn P: iya bapak tp saya tidak mendengar dan melihat teman bapak baiklah kita coba Tanya dengan kolega saya apakah pernyataan bapak benar atau salah

Tn F: iya bapak

Tn P:coba bapak perkenalkan sekali lagi teman bapak yang ada di sebelah kepada teman saya

Tn F: sudah bapak

Ny M: Benar bapak saya tidak melihat dan mendengar teman bapak memperkenalkan dirinya ke saya.

P: Selamat siang Pak !

K: Selamat siang !

P: Saya perawat ., Saya mahasiswa S1 Keperawatan . yang sementara praktek di sini selama 2 minggu. Kalau bapak siapa namanya ?

K: Nama Saya Kaharuddin

P: Oh... namanya Kaharuddin, biasanya dipanggil apa?

K: Nama saya Kaharuddin, tapi saya biasanya Kahar.

P: Tersenyum, berdiri sejenak disamping K.K: Menatap ke arah P sambil tersenyum.

P: Tetap tersenyumK: Tersenyum.

P: Sambil duduk disamping Klien dan setelah itu, mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan K.K: Mau bersalaman tersenyum dan menatap ke arah P.

P: Sikap terbuka, tetap tersenyum.K : memperhatikan P namun kelihatan masih raguMerasa terkejut disapa oleh P

Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi

Klien duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah klienMerasa ragu apakah K mau menerima kehadiran P.

Merasa senang karena K mau menjawab salam.

Berharap dapat melanjutkan pembicaraan

Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebut namanya.Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya.

Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.

Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien

Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Kahar, kalau tidak keberatan bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit.

K: Ia Pak Mantri

P: Maunya Kahar kita ceritanya dimana ?

K: Di meja makan saja pak Mantri.

P: Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh Kahar.

P: Kahar, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 14.00. Saya akan bersama-sama dengan Kahar. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Kahar rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap Kahar mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Kahar setuju ?

K: Ia pak Mantri

P: Kahar, bagaimana perasaannya hari ini, apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?

K: Merasa baik-baik saja.

P: Bisakah Kahar cerita, mulanya kenapa sampai kahar dibawah ke rumah sakit ?

K: Saya memukul orang.

P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.

K: Menatap ke arah P .

P: Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.

K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.

P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.

Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.

Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan.

Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.

Tidak merasa keberatan dengan permintaan P

Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.

Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.

Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.

Berharap K mau menjawab pertanyaan P.

Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K.

Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.

Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Baiklah mungkin Kahar mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai Kahar memukul orang ? Bagaimana apakah Kahar setuju ?

K : Ia Pak Mantri

P: Bagus sekali, sudah mau berceritera dengan Pak mantri, Selamat siang ..!

K: Terima kasih Pak Mantri. Selamat siang ..!

P: Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.

K: Nampak tersenyum dan menatap ke arah P

P: Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan.

K: Membalas jabat tangan.

Tampak K tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan.

Merasa senang karena K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya..

Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.

Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat.

Pertantaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.

Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga n saling percaya,

Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama: Nn.HNHari/Tanggal: 27 mei 2003.Usia: 28 ThWaktu: 09.00 -09.15 witaInteraksi: Ke III (Fase Kerja)Tujuan: Setelah Intervensi Keperawatan Lingkungan: Posisi berdiri berdampingan di samping K dapat mengenal halusinasinya. tempat tidur.Deskripsi: Penampilan K nampak tidak rapi, rabut tidak disisir, menggunakan celana jeans, memakai baju kaos dan memakai sandal.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Selamat pagi Hn

K: Selamat pagi Pak

P: Apakah Hn masih ingat janji kita waktu pertemuan kemarin ?

K

P: Bagaimana perasaannya hari ini bu, apa semalam tidurnya enak, apa sudah makan ? Masih ingat nama saya tidak ? .......Nama saya Mathius.

K: Ehm ......., Mathius P: Bagus ...!, Betul sekali.P: Menghampiri K, tersenyum, duduk berdampingan K

K: Melihat ke arah P, sambil tersenyum.

P: Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K: Menunduk dan menatap ke arah P.

K: Kontak mata kurang.

P: Tenang, rileks, mempertahankan kontak mata.

K: Melamun dan menunduk.

Mungkin bertanya dalam hati, maksud kedatanagn perawat.

K berfikir bahwa ia tidak mengalami perubahan.Penuh percaya diri dan senang bertemu dengan K.

Berusaha mengetahui keadaan hari ini , dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi saat ini.

Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya

Salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi.

Pertanyaan terbuka memberi kesempatan K untuk menentukan arah permbicaraan.

Informing, menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Bagaimana dengan suara-suara yang sering Ibu dengar ? Apakah ibu masih mendengarnya ?

K: Ya.

P: Kapan biasanya suara-suara itu muncul.

K : saat lagi sendiri.

P: Apa yang dibilang ?

K: Menyuruh pulang.

P: Pak mantri percaya apa yang didengar oleh Hn, tapi pak mantri sendiri tidak dengar. Ada juga teman lain di sini yang sama seperti ibu, juga sering mendengar suara-suara.

K : Ia pak

P: Apa yang dirasakan ibu bila mendengar suara-suara itu ?

K :

P: Baik bu, bolehkan kita cerita-cerita lagi sebentar jam 13.30 di sini untuk membicarakan masalah yang Hn rasakan.

K: Ia pak,boleh

P: Terima kasih bu telah cerita-cerita dengan saya. Selamat siang Hn.

P: Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K : Tersenyum dan memandang ke arah P.

P: Menatap ke arah K

k: Menatap ke arah P

P : Bicara santai tapi jelas.

K : Tampak berpikir sambil menunduk.

P: Kontak mata tetap, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi.

K : Tersenyum

P:Nada suara bicara santai dan bersahabat, tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata.K: Tersenyum dan menunduk.

Membayangkan ketika suara-suara itu muncul

Mengingat-nginat apa yang dilakukan jika mendengar suara-suara.

Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya.

Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.

Inorming menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.

Memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien.

Mengidentifikasi kegiatan atau hal-hal yang dilakukan K ketika terjadi halusinasi.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

K: Iya Pak, sekarang sih, sua

K: Ka G

P: Ka G, saya disini selama 6 hari mulai hari senin sampai sabtu dari jam 8.00 samapi jam 13.00. Saya perawat akan bersama-sama Ka G, tujuannya adalah kita akan sama-sama membahas masalah yang Ka G rasakan, mudah-mudahan saya dapat membantu memecahkan masalahn7ya, Untuk itu saya berharap Ka G mau menceritakan apa yang ada dalam fikiran dan perasaan Ka G biar saya lebih tahu, Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apa Ka G setuju ?

K: Tidak ada jawaban.

P: Ka G, bagaimana perasaan Ka G hari ini? Menunduk, Tidak mau menatap P

K: Tetap menundukP: Sikap terbuka, tetap tersenyum.

P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.K: pandangan tetap menunduk, ekspresi wajah datar.

P: Tetap tersenyum, tetap mempertahankan kontak mata.K: Ekspresi wajah nampak datar.P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas

K mulai menjawab.

Mulai berfikir fikir tentang tujuan perawat mendekatinya

Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P

Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.

Berharap K mulai mau berinteraksi d

Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan perawat mengadakan interkasi dengan K.

Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan ..

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama: Tn.DMHari/Tanggal: Jumat, 6 Juni 2003Usia: 34 ThWaktu: 10.00 10.15 witaInteraksi: Ke III (Fase Kerja)Tujuan: Setelah Intervensi Keperawatan Lingkungan: Posisi Duduk berdampingan di samping K dapat mengenal tentang pentingnya tempat tidur. kebersihan diri.Deskripsi: Penampilan K nampak tidak rapi, rabut tidak disisir, menggunakan celana pendek, memakai baju kaos.Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Selamat pagi Mas

K: Selamat Pak

P: Bagaimana perasaannya hari ini ? Masih ingat nama saya tidak ?

K:

P: Boleh saya duduk di sini dan cerita-cerita dengan ibu 10 menit

K : Tidak apa-apa

P: Masih ingat sama saya Mas DM

K:P: Masa lupa, kemarin kan kita sudah kenalan dan janji mau ketemu, nama saya Mathius.K:P: Bagaimana tidurnya semalam ?K: Tidur !P: Menghampiri K, tersenyum, berdiri di sampng tempat tidur K

K: Melihat ke arah P, sambil tersenyum, kemudian pandangan ke tempat lain.

P: Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K: Menunduk dan meludah.

P: Tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata.

K: Kontak mata kurang, terus meludah.P: Tenang, rileks, mempertahankan kontak mata.K: Melamun dan menunduk.

Mungkin bertanya dalam hati, maksud kedatanagn perawat.

K berfikir bahwa ia tidak mengalami perubahan.Merasa ragu, apakah pasien mau menerima kehadiran P.

Perasaan masih ragu apakah K dapat menerima kehadiran P.

Berusaha mengetahui keadaan hari ini , dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi saat ini.

Salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi.

Pertanyaan terbuka memberi kesempatan K untuk menentukan arah permbicaraan.

Informing, menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Bagaimana Mas DM perasaannya pagi ini, kelihatannya ibu nampak lesuh, Apa ibu sudah mandi ?

K: Belum....., nanti h saja.

P: Bagusnya Mas DM mandi supaya badannya terasa segar.

K : Ia nanti......!

P: Baik Mas DM, terima kasih sudah mau cerita dengan saya. Boleh saya kembali sebentar siang untuk cerita-cerita lagi ?

K: Terima - kasih

P: Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K : Memandang ke arah P kemudian pandangan ke tempat lain.

P: Menatap ke arah K

K: Menunduk dan meludah.

P : Bicara santai tapi jelas.

K : Tampak berpikir sambil menunduk.

P: Kontak mata tetap, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi.

K : Tersenyum dan menunduk.

Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya.

Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.

Informing menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.

Memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

K: Iya Pa Mantri, sekarang sih, sua

K: Ka G

P: Ka G, saya disini selama 6 hari mulai hari senin sampai sabtu dari jam 8.00 samapi jam 13.00. Saya perawat akan bersama-sama Ka G, tujuannya adalah kita akan sama-sama membahas masalah yang Ka G rasakan, mudah-mudahan saya dapat membantu memecahkan masalahn7ya, Untuk itu saya berharap Ka G mau menceritakan apa yang ada dalam fikiran dan perasaan Ka G biar saya lebih tahu, Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apa Ka G setuju ?

K: Tidak ada jawaban.

P: Ka G, bagaimana perasaan Ka G hari ini? Menunduk, Tidak mau menatap P

K: Tetap menundukP: Sikap terbuka, tetap tersenyum.

P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.K: pandangan tetap menunduk, ekspresi wajah datar.

P: Tetap tersenyum, tetap mempertahankan kontak mata.K: Ekspresi wajah nampak datar.P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas

K mulai menjawab.

Mulai berfikir fikir tentang tujuan perawat mendekatinya

Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P

Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.

Berharap K mulai mau berinteraksi d

Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan perawat mengadakan interkasi dengan K.

Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan ..

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama: Tn DMHari/Tanggal: Jumat, 13 Juni 2003Usia: 34 ThWaktu: 13.00 13.10 witaInteraksi: Fase TerminasiTujuan: Setelah Intervensi Keperawatan Lingkungan: Posisi Duduk berdampingan di samping K dapat menerima perpisahan tempat tidur. secara wajar.Deskripsi: Penampilan K nampak rapi, rabut disisir, menggunakan celana jeans, memakai baju kaos dan memakai sendal.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Selamat siang Mas DM

K: Selamat siang.

P: Bagaimana perasaannya hari ini bu ? Apakah sudah makan bu ?

K: Sudah.

P: Boleh saya duduk di sini dan cerita-cerita dengan ibu 10 menit

K : Duduk paK.

P: Oh iya Mas DM, apakah ibu masih ingat tujuan kita bertemu, dimana waktu itu kita sama-sama cerita untuk membantu masalah yang ibu rasakan, Bagaimana menurut ibu apa merasa ada baikan/enak ? Saya melihat Mas DM sekarang, sudah banyak berubah karena sudah mau cerita dengan orang lain dan sekarang sudah nampak segar dan rapih.

K: Ia pakP: Menghampiri K, tersenyum, berdiri di samping tempat tidur K

K: Melihat ke arah P, sambil tersenyum.

P: Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K: Menganggukkan kepala.

P: Tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata.

K: Menatap ke arah P sambil tersenyum.

P: Tenang, rileks, mempertahankan kontak mata.

K: Menatap P dan tersenyum

Memikirkan topik apa lagi yang harus ditanyakan ke P

Merasakan adanya perubahan dalam dirinya.

Merasa ragu, apakah K mau menerima perpisahan ini.

Perasaan masih ragu apakah K dapat menerima perpisahan.

Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan P.

Pada akhir interaksi harus dilakukan terminasi.

Perawat dengan Klien, menerima perpisahan dengan wajar.

Komunikasi VerbalKomunikasi Non VerbalAnalisa Berfokus pada KlienAnalisa Berfokus pada PerawatRasional

P: Oh ya, agar perasaan mau mengamuk dan marah marah Mas DM dapat melakukan misalnya jangan suka melamun, cari kesibukan di rumah, dll.

K: Ia pak, nanti ku coba.

P: Bagus bu, selain itu yang perlu ibu lakukan di rumah adalah ibu harus cerita-cerita dengan orang di rumah, dan jangan lupa minum obat secara teratur dan ingat kembali kontrol ke dokter di Polik.K: Ia pak.

P: Nah, kalau begitu pertemuan ini, kita cukupkan sampai di sini dulu, mudah-mudahan semua yang sudah kita bicarakan dapat bermanfaat bagi ibu. Selamat siang bu.

K: Terima kasih pak, selamat siang.P: Tersenyum, dan mempertahankan kontak mata.

K: Melihat ke arah P, sambil tersenyum.

P: Berbicara dengan suara lembut tapi jelas dan mempertahankan kontak mata.

K: Wajah nampak ceria.

P: Tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata.

K: Menatap ke arah P dan tersenyum.

Berusaha untuk melaksanakan apa yang dianjurkan P

Merasa bahwa ada yang akan membantu.

Senang karena K dapat menangkap apa yang disampaikan oleh P.

Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disanmpaikan P.

Saran : memberi alternatif ide untuk pemecahan masalah.

Reinforcement meningkatkan harga diri klien.

Informing memberikan informasi dan fakta untuk pendidikan kesehatan.

Melakukan terminasi akhir interaksi.