teologi perjanjian.pdf

Download TEOLOGI PERJANJIAN.pdf

Post on 19-Feb-2016

137 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • TEOLOGI PERJANJIAN

    Versus

    DISPENSASIONALISME

    OLEH:

    DR. EDDY PETER P., M.Th., Ph.D.

    Diktat Kuliah ini merupakan copy dari buku

    Teologi Perjanjian Versus Dispensasionalisme oleh Dr. Eddy Peter Purwanto. Dilarang mereproduksi sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis

    dari Penerbit.

    DITERBITKAN OLEH:

    SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI PHILADELPHIA

    3

    TEOLOGI PERJANJIAN

    Versus

    DISPENSASIONALISME

    Oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto, M.Th., Ph.D.

    Diterbitkan oleh:

    STTI PHILADELPHIA/

    YAYASAN PENDIDIKAN PHILADELPHIA

    Terdaftar di Departemen Agama R.I.

    SK. No. DJ III/Kep/HK.00.5/110/2638/2004

    Website: http//:www.sttip.com

    E-mail: info@sttip.com

    Cetakan Pertama: 2004

    Diktat Kuliah ini merupakan copy dari buku

    Teologi Perjanjian Versus Dispensasionalisme oleh Dr. Eddy Peter Purwanto. Dilarang mereproduksi sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis

    dari Penerbit.

    4

    KATA PENGANTAR

    Dengan anugerah Tuhan buku ini dapat diselesaikan dan kiranya buku ini dapat

    menjadi berkat

    bagi setiap pembacanya. Memang ada beberapa buku dalam bahasa Indonesia yang

    telah ditulis untuk

    memperkenalkan pemikiran dari Theologi Perjanjian/Reformed dan

    Dispensasionalisme, misalnya:

    1. Buku yang beraliran Theologi Perjanjian/ Reformed:

    - Berkhof, Louis, Theologi Sistematika. Jakarta: Lembaga Reformed Injili

    Indonesia, 1995.

    - Wongso, Peter, Hermeneutik Eskatologi. Malang: Seminari Alkitab Asia

    Tenggara.

    2. Buku yang beraliran Dispensasionalisme:

    - Ryrie, Charles C., Teologi Dasar I & II. Yogyakarta: Andi Offset.

    - Thiessen, Henry C., Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas.

    - Willmington, Eskatologi. Malang: Gandum Mas

    Namun ada keistimewaan dalam buku ini, karena di sini penulis mencoba untuk

    membuat studi

    perbandingan antara kedua kubu tersebut dengan penyajian yang argumentatif.

    Penulis memahami betul akan keterbatasan dirinya, oleh sebab itu kritik dan

    saran yang membangun

    dari pembaca akan sangat berharga bagi penulis.

    Akhirnya segala kemuliaan hanya bagi Allah Tritunggal.

    Tangerang, 20 Oktober 2004

    Pdt. Dr. Eddy Peter P., M.Th., Ph.D.

    5

    DAFTAR ISI

  • KATA PENGANTAR 4

    DAFTAR ISI 5

    PENDAHULUAN 8

    BAB I DEFINISI & TERMINOLOGI 10

    Covenantalisme 10

    Dispensasionalisme 11

    BAB II LATAR BELAKANG SEJARAH 13

    Covenantalisme 13

    Dispensasionalisme 14

    BAB III SIAPA TEOLOG MEREKA? 17

    Teolog-Teolog Reformed 17

    Amillennial-Covenantalis 17

    Louis Berkhof 17

    William Hendrickson 18

    J. Gresham Machen 18

    Anthony Andrew Hoekema 18

    Benyamin B. Warfield 19

    Postmillennial-Covenantalis 19

    Charles Hodge 20

    Lorainer Boettner 20

    Augustus H. Strong 20

    Premillennial-Covenantalis 20

    Historis Premillennial 21

    George Eldon Ladd 21

    Millard J. Erickson 21

    Bible Presbyterian Churches 22

    Oliver Buswell 22

    Timoty Tow 23

    Teolog-Teolog Dispensasional 23

    Classical-Dispensasionalis 23

    John Nelson Darby 24

    Lewis Spery Chafer 24

    C. I. Scofield 24

    Revised-Dispensasionalis 24

    Alva J. McClain 25

    John Walvoord 25

    Charles C. Ryrie 25

    6

    Henry C. Thiessen 25

    Progressive-Dispensasionalis 26

    Darell L. Bock 26

    Craig A. Blaising 26

    Kesimpulan 26

    BAB IV SISTEM HERMENEUTIKA 29

    Sistem Covenantalisme 29

    Sistem Dispensasionalisme 30

    BAB V SISTEM TEOLOGI 32

    Covenantalisme 32

    Tiga Kovenan 32

    Perjanjian Penebusan 33

    Perjanjian Kerja 33

    Perjanjian Anugerah 33

    Penilaian Terhadap Sistem Theologi Kovenan 33

    Dispensasionalisme 35

    Delapan Dispensasi 36

    Innocence 36

    Concience 36

  • Human Govermant 37

    Promise 38

    Law & Prophet 38

    Grace 39

    Tribulation 40

    Kingdom 41

    Ada Beberapa hal Penting yang harus Diperhatikan 41

    Prinsip-Prinsip Disepensasionalisme 41

    Perjanjian Alkitabiah 42

    Perjanjian Eden (Bersyarat) 42

    Perjanjian Adam 43

    Perjanjian Nuh 43

    Perjanjian Abraham 44

    Perjanjian Musa (Bersyarat) 46

    Perjanjian Palestina 46

    Perjanjian Daud 47

    Perjanjian Baru 49

    Kesimpulan 49

    BAB VI PENGARUHNYA TERHADAP THEOLOGI SISTEMATIKA 52

    Soteriologi 52

    Theologi Perjanjian 52

    Theologi Dispensasional 54

    Ekklesiologi 55

    Theologi Perjanjian 55

    Theologi Dispensasional 56

    Eskatologi 64

    Theologi Perjanjian 64

    Theologi Dispensasional 66

    7

    Pandangan tentang Millennium dalam Sejarah Gereja 66

    Kesimpulan 69

    BAB VII ULTRADISPENSASIONALISME 72

    Definisi 72

    Asal Usul Ultradispensasionalisme 72

    Dua Type Ultradispensasionalisme 73

    Type yang Ekstrim 73

    Type Moderat 73

    Kritik Terhadap Ultradispensasionalisme 73

    Kesimpulan 76

    KESIMPULAN 78

    BIBLIOGRAPHY 80

    8

    PENDAHULUAN

    Ada ketidaksetujuan terhadap beberapa poin penting teologi antara Teologi

    Perjanjian1 dan

    Dispensasionalisme. Dispensasionalis mendasarkan interpretasinya di atas

    firman Allah yang diilhami secara

    literal-grammatikal-historikal-verbal-plenary, sedangkan teologi Reformed

    lebih cenderung menafsirkan

    Alkitab secara alegoris. Pada dasarnya Dispensasionalis adalah konservatif

    dalam mempertahankan doktrin

    kekristenan yang fundamental. Namun demikian banyak orang-orang konservatif

    yang menentang pengajaran

    Dispensasi-onalisme, seperti diantaranya adalah B.B. Warfield salah satu

    penulis artikel yang dimuat

    dalam The Fundamentals, Timothy Tow dan Jeffrey Khoo dari Far Eastern Bible

    College, Singapore,

  • yang mengumumkan dirinya sebagai seorang Injili Konservatif, dan seba-gainya.

    Mayoritas Covenantalis adalah amillennial dan postmillennial, namun ada

    beberapa tokoh yang

    menganut pandangan premillennial, tetapi mereka tidak mau disebut sebagai

    kaum dispensasionalis.

    Misalnya Philip Mauro seorang premillennial berkata bahwa Pengajaran Dispensasional adalah

    modernistik2, Oswald T. Allis menyimpulkan bahwa Dispensasionalisme adalah

    berbahaya dan tidak

    alkitabiah.3 Fuller berkata bahwa Dispensasionalis secara internal tidak konsisten dan tidak dapat

    mengharmoniskan dirinya sendiri dengan data Alkitab.4 Dan Jeffrey Khoo

    berkata, Elemen dasar dari teologi dispensasional (1) perbedaan Israel dan Gereja; (2) penafsiran teks

    nubuatan secara literal, dan 3)

    prinsip kesatuan kemuliaan Allah, kami sebagai reformed-premillennialis dapat

    setuju untuk ketiga poin

    tersebut. Oleh sebab itu, sudahkah kami orang-orang dari Bible-Presbyterian

    menjadi dispensasional?

    Tidak, karena kami tidak mempertahankan sistem dispensasional, melainkan

    covenantal.5 Ketidaksetujuan anti-Dispensasionalisme bersum-ber dari sistem interpretasi

    Alkitab mereka yang

    bertolakbelakang dengan sistem Dispensasionalisme. Dispensasionalisme

    menerapkan sistem interpretasi

    Alkitab secara literal-grammatikal-historial-verbal-plenary sejak Dispensasionalisme percaya bahwa

    Alkitab diilhamkan dengan cara demikian juga , sementara di sisi lain anti-Dispensasionalisme menerapkan

    sistem interpretasi Alkitab secara alegoris. Dispensasionalis menerima

    sepenuhnya otoritas Kitab Suci

    yang diilhamkan dan tidak ada salah secara mutlak, baik menyangkut masalah

    iman maupun sejarah,

    geografi, kronologi dan sebagainya.

    Buku ini merupakan usaha untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan

    kontemporer

    berikut ini: 1). Apakah Covenantalisme (Teologi Perjanjian) dan Dispen-

    sasionalisme itu? 2). Bagaimanakah

    sistem pemikiran teologis mereka? 3). Dari manakah kita dapat menemukan

    sumber-sumber pemikiran

    mereka? (Misalnya dari tokoh-tokoh atau literatur-literatur yang ditulis oleh

    tokoh-tokoh mereka). 4).

    Dan bagaimana kita melihat kedua sistem teologi ini dari sudut pandang

    Alkitab?

    Tujuan penulisan buku ini adalah membuat suatu studi perbandingan antara

    Teologi Perjanjian dan

    Dispensasionalisme yang meliputi: (1) bukti menurut sejarah, (2) kontribusi

    dari para tokoh mereka, (3)

    sistem atau prinsip interpretasi antara Teologi Perjanjian dan

    Dispensasionalisme, (4) sistem teologi, dan

    (5) pengaruh kedua sistem teologi ini terhadap tiga doktrin utama, yaitu

    Soteriologi, Ekklesiologi, dan

    Eskatologi.

    Penulis berharap bahwa penulisan buku ini, bisa memberikan suatu gambaran

    bagi kita sekolahsekolah

  • tinggi teologi di Indonesia pada umumnya dan juga gereja-gereja, tentang

    konflik yang terus

    berlangsung antara dua pemikiran teologi ini. Melalui kajian buku ini akan

    memimpin kita mengambil

    sikap untuk berdiri di posisi yang alkitabiah.

    Buku ini bersifat komparatif argumentatif dan eksegetikal. Sejak penulis

    percaya bahwa Alkitab

    diberikan atau diilhamkan secara literal-grammatikal-historikal-verbal-

    plenary dan secara mutlak tidak

    ada salah, maka sistem eksegesis atau interpretasi Alkitab yang penulis

    gunakan untuk memperbandingkan

    dan menguji kedua sistem teologi penentu alur teologi modern ini secara

    literal-grammatikal-historikal9