studi kasus estuari

of 4 /4
STUDI KASUS SIRKULASI ALIRAN DI ESTUARI PASUT DEBIT SUNGAI PERBEDAAN RAPAT MASSA ANTARA AIR ASIN (LAUT) DAN AIR TAWAR (SUNGAI) DAPAT DIPREDIKSI MODEL FISIK MODEL MATEMATIK SIRKULASI ALIRAN DI GAMBARKAN DALAM BENTUK PERSAMAAN MATEMATIK DARI PENJALARAN GELOMBANG PASUT TRANSPOR MASSA (SEDIMEN DAN GARAM) PENJALARAN GELOMBANG PASUT DI ESTUARI DIDASARKAN PADA PERSAMAAN BARRE DE ST. VENANT”, YANG TERDIRI DARI PERSAMAAN KONTINUITAS ZAT CAIR DAN PERSAMAAN MOMENTUM, DENGAN MEMBUAT BEBERAPA ANGGAPAN: PENGALIRAN, 1 DIMENSI, ARTINYA KECEPATAN DAN RAPAT MASSA AIR ADALAH SERAGAM PADA SELURUH PENAMPANG ALIRAN DAN PERMUKAAN AIR ADALAH HORIZONTAL DALAM ARAH LATERAL TEKANAN HIDROSTATIK: PERCEPATAN VERTIKAL DIABAIKAN PENGARUH GESEKAN PADA DASAR DAN TEBING DAN TURBULENSI DAPAT DIPRESENTASIKAN OLEH GAYA GESEKAN SEPERTI PADA PENGALIRAN SERAGAM GAYA CORIOLIS DAN GAYA ANGIN DIABAIKAN FORMULASI MATEMATIK CUNGE, DKK (1980) PERSAMAAN KONTINUITAS ∂y ∂t + 1 b ∂Q ∂x =q PERSAMAAN MOMENTUM

Author: rohimin-roy-dahuri

Post on 11-Nov-2015

232 views

Category:

Documents


13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

STUDI KASUS

SIRKULASI ALIRAN DI ESTUARI PASUT DEBIT SUNGAI PERBEDAAN RAPAT MASSA ANTARA AIR ASIN (LAUT) DAN AIR TAWAR (SUNGAI)DAPAT DIPREDIKSI MODEL FISIK MODEL MATEMATIKSIRKULASI ALIRAN DI GAMBARKAN DALAM BENTUK PERSAMAAN MATEMATIK DARI PENJALARAN GELOMBANG PASUT TRANSPOR MASSA (SEDIMEN DAN GARAM)PENJALARAN GELOMBANG PASUT DI ESTUARI DIDASARKAN PADA PERSAMAAN BARRE DE ST. VENANT, YANG TERDIRI DARI PERSAMAAN KONTINUITAS ZAT CAIR DAN PERSAMAAN MOMENTUM, DENGAN MEMBUAT BEBERAPA ANGGAPAN: PENGALIRAN, 1 DIMENSI, ARTINYA KECEPATAN DAN RAPAT MASSA AIR ADALAH SERAGAM PADA SELURUH PENAMPANG ALIRAN DAN PERMUKAAN AIR ADALAH HORIZONTAL DALAM ARAH LATERAL TEKANAN HIDROSTATIK: PERCEPATAN VERTIKAL DIABAIKAN PENGARUH GESEKAN PADA DASAR DAN TEBING DAN TURBULENSI DAPAT DIPRESENTASIKAN OLEH GAYA GESEKAN SEPERTI PADA PENGALIRAN SERAGAM GAYA CORIOLIS DAN GAYA ANGIN DIABAIKAN

FORMULASI MATEMATIKCUNGE, DKK (1980)PERSAMAAN KONTINUITAS

PERSAMAAN MOMENTUM

PERSAMAAN TRANSPOR MASS

PERSAMAAN KEADAAN

GESEKAN DASAR DAN DINDING YANG MENGHAMBAT ALIRAN

KONDISI BATAS DAN KONDISI AWAL

PADA AWAL PERHITUNGANDIPEROLEH DARI PENGUKURAN DI LAPANGANKONDISI AWAL ELEVASI MUKA AIR DEBIT ALIRAN KONSENTRASI GARAM DISEPANJANG ESTUARI

KONDISI BATASHULU TERGANTUNG PADA TIPE ESTUARI UNTUK ESTUARI TERTUTUP, DIMANA ADA BENDUNGAN (JIKA PASUT MENCAPAI BENDUNGAN TERSEBUT), DIANGGAP KECEPATANNYA = 0, AIR YANG KELUAR DARI BANGUNAN PELIMPAH DIANGGAP SEBAGAI DEBIT LATERAL UNTUK ESTUARI TERBUKA, KONDISI BATAS HIDROGRAF DEBIT, UNTUK SALINITAS BATAS HULU DIPILIH SEJAUH MUNGKIN SEHINGGA TIDAK DIPENGARUHI OLEH INTRUSI AIR ASIN, SEHINGGA SALINITAS DIBATAS TSB = 0HILIR TERLETAK PADA MULUT ESTUARI ELEVASI MUKA AIR SEBAGAI FUNGSI WAKTU (PASUT) KONDISI BATAS HILIR UTK SALINITAS SULIT KRN BERUBAH DENGAN DEBIT SUNGAI

HARLEMAN,DKK, MENGUSULKAN METODA UNTUK MENENTUKAN SALINITAS DI MUARA SELAMA AIR PASANG KONSENTRASI = KONSENTRASI AIR LAUT C0 PADA WAKTU AIR SURUT, KONSENTRASI DIPENGARUHI DEBIT SUNGAI = KONSENTRASI GARAM DARI AIR YANG MELEWATI MUARA MENUJU KE LAUT KONSENTRASI TERSEBUT DIPENGARUHI OLEH KONDISI HULU DARI MUARA, YANG DAPAT DIHITUNG PADA AKHIR AIR SURUT KONSENTRASI (C1) AIR YANG KELUAR DARI ESTUARI ADALAH LEBIH RENDAH DARI KONSENTRASI AIR LAUT PADA AWAL AIR PASANG TERJADI TRANSISI ANTARA NILAI C1 DAN C0KOEFISIEN DIFUSI LONGUTUDINALTAYLOR, 1954 (DALAM FISCHER, 1967),KOEFISIEN DIFUSI:

UNTUK PENGALIRAN DI DALAM SALURAN TERBUKA,

OKUBO (DE BORNE DE GRANDPRE, 1978),