stmi- kuliah 1 k3-pengantar k3

Upload: rifkyrivatra

Post on 14-Jan-2016

106 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

pengantar k3

TRANSCRIPT

Kuliah - 1

Kuliah 1 - K3KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA( K3 ) DAN KETENAGAKERJAAN

Dosen : Sakri WidhiantoSEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INDUSTRIJAKARTAKuliah 1 - K3Mahasiswa agar mengetahui dan memahami :

Aspek kesehatan dan keselamatan kerja didalam sistem kerja di perusahaan.Pentingnya faktor manusia didalam sistem kerja. Teknik yang dapat digunakan untuk menjamin dan meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja serta teknik untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Manajemen K3 di Industri Kimia Hukum ketenagakerjaan di IndonesiaTUJUANKuliah 1 - K3MATERI PERKULIAHANPertemuan 1 : Pengantar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pertemuan 2 : Faktor manusia dan pekerjaan di industriPertemuan 3 : Bahan berbahaya di tempat kerjaPertemuan 4 : Bahaya kebakaranPertemuan 5 : Peralatan perlindungan diriPertemuan 6 : Ergonomi UJIAN TENGAH SEMESTER

Pertemuan 7 : Kesehatan kerjaPertemuan 8 : Manajemen resikoPertemuan 9 : Sistem Manajemen K3 dan OHSASPertemuan 10 : K3 di Industri KimiaPertemuan 11 : Hukum ketenagakerjaan (1)Pertemuan 12 : Hukum ketenagakerjaan (2)

UJIAN AKHIR SEMESTERKuliah 1 - K31. Sumamur. (1984). Higene Perusahaan dan Kesehatan kerja. Jakarta : Gunung Agung.2. Sumamur. (1989). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta :CV Haji Masagung.3. Ronald M Scott. (1995). Introduction to Industrial Hygiene. London : Lewis Publisher.4. International Labor Office. (1996). Ergonomic Checkpoints. Geneva : International Labor Office.5. Rudi Suardi. (2005). Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : penerbit PPM6. Achadi Budi Cahyono. (2004). Keselamatan Kerja Bahan Kimia di Industri. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.7. Heinrich, H.; Brown, Julienne; Petersen, Dan; Hazlett, Susan (1980). Industrial accident prevention: a safety management approach. New York: McGraw-Hill8. Cole, Roland A. (1987). Industrial Safety Techniques. Sydney: West Publishing Corporation PTY Ltd. 9. Hammer, Willie. (1980). Product Safely Management and Engineering. Englewood Cilffs, New Jersey: Prentice-Hall Inc. 10. Artikel K3 dari internet.

DAFTAR PUSTAKAKuliah 1 - K3Tugas : 30%UTS : 30%UAS : 40%

PERSENTASE PENILAIANKuliah 1 - K3PENGANTAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA( K3 )

Kuliah 1 - K3SEJARAH PERKEMBANGAN K3Zaman Pra-SejarahPada zaman batu, manusia mulai membuat kapak dan tombak yang mudah digunakan serta tidak membahayakan saat digunakan. Disain mata tombak dan mata kapak umumnya mempunyai bentuk yang besar tapi pegangan berbentuk kecil.

Zaman Mesir KunoPada masa Firaun, banyak dilakukan pekerjaan-pekerjaan raksasa yang melibatkan banyak tenaga kerja orang. Pada tahun 1500 BC, Raja Ramses II membuat terusan Suez dan membangun temple Rameuseum. Agar pekerjaannya lancar Raja Ramses II menyediakan tabib serta pelayan untuk menjaga kesehatan para pekerjanya.

Kuliah 1 - K3SEJARAH PERKEMBANGAN K33. Zaman Babylonia di Irak.Kapak dan senjata diberi sarung agar tidak membahayakan pembawanya. Masyarakat menggunakan berbagai macam peralatan dalam membangun saluran air dan fasilitas sanitasi dari batu. Pada tahun 2000 BC muncul peraturan Hammurabi yang menjadi dasar kompensasi asuransi bagi pekerja.

4. Zaman RomawiPara ahli seperti Lecretius, Martial, dan Vritivius mulai memperkenalkan adanya gangguan kesehatan akibat paparan bahan-bahan toksik dari lingkungan kerja seperti timbal dan sulfur. Pada masa pemerintahan Jendral Aleksander Yang Agung sudah dilakukan pelayanan kesehatan bagi angkatan perang.

Kuliah 1 - K35. Abad PertengahanTelah diberlakukan pembayaran kompensasi kepada pekerja yang kecelakaan kerja sehingga cacat atau meninggal. Bahaya cemaran gas di lingkungan kerja sudah dikenal sehingga pekerja dilingkungan beresiko cemaran gasharus menggunakan masker.

6. Abad ke-16Tokoh terkenal pada masa ini adalah Phillipus Aureolus Theophrastus Bombastus von Hoheinheim atau Paracelsus yang menunjukkan penyakit-penyakit akibat kerja terutama yang dialami pekerja tambang. Pada era ini mulai dilakukan upaya pengendalian bahaya timbal di pertambangan dengan menerapkan prinsip ventilasi.SEJARAH PERKEMBANGAN K3

Kuliah 1 - K3Abad ke-18Bernardino Ramazzini (1664 1714) dari Universitas Modena di Italia, menulis buku yang terkenal : Discourse on the diseases of workers, yang masih menjadi referensi para ahli K3. Ramazzini mendapatkan bahwa dokter-dokter masa itu jarang yang melihat hubungan antara pekerjaan dan penyakit. Ramazzini melihat ada dua faktor besar penyebab penyakit akibat kerja, yaitu bahaya dari bahan-bahan yang digunakan ketika bekerja (faktor bahan) dan adanya gerakan-gerakan janggal yang dilakukan pekerja ketika bekerja ( faktor ergonomi).

8. Era Revolusi Industri (Traditional Industrialization) Pada era ini hal-hal yang mempengaruhi perkembangan K3 adalah : a. Penggantian tenaga hewan dengan mesin-mesin seperti mesin uap yang ditemukan sebagai sumber energi. b. Penggunaan mesin-mesin yang menggantikan tenaga manusia c. Pengenalan metode-metode baru dalam pengolahan bahanbaku (khususnya bidang industri kimia dan logam). d. Pengorganisasian pekerjaan dalam cakupan yang lebih besar, berkembangnya industri yang ditopang oleh penggunaan mesin-mesin baru. e. Perkembangan teknologi menyebabkan mulai muncul penyakit-penyakit yang berhubungan dengan cemaran karbon dari bahan-bahan sisa pembakaran.SEJARAH PERKEMBANGAN K3Kuliah 1 - K39. Era Industrialisasi (Modern Industrialization).

Sejak era revolusi industri sampai dengan pertengahan abad 20, maka penggunaan teknologi berkembang pesat, yang diikuti perkembangan pengendalian K3.Perkembangan meliputi antara lain pembuatan alat pelindung diri, safety devices dan interlock serta alat-alat pengaman lainnya.

SEJARAH PERKEMBANGAN K3

Kuliah 1 - K310. Era Manajemen dan Manajemen K3.

Perkembangan era manajemen modern dimulai sejak tahun 1950-an hingga sekarang.Berkembang sistem otomasi pekerjaan untuk mengatasi masalah keterbatasan faktor manusia. Timbulnya blok-blok/unit-unit pekerjaan dan upaya untuk mengintegrasikannya.

Tahun 1972, Frank Bird (International Loss Control Institute - ILCI) kemukakan teori Loss Causation Model faktor manajemen dapat sebagai penyebab terjadinya kecelakaan berkembang konsep sistem manajemen K3 yang mengintegrasikan semua unit kerja seperti safety, health dan lingkungan dalam satu sistem manajemen. Sehingga berlaku penerapan standar internasional seperti ISO 9000, ISO 14000 dan ISO 18000.

Kuliah 1 - K3Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Adalah ilmu pengetahuan dan penerapan guna mencegah kemungkinan terjadinyakecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.

Menurut America Society of safety and Engineering (ASSE) K3 diartikan sebagai bidang kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan (kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, dll) yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja.Kuliah 1 - K3Pengertian Keselamatan Kerja adalah sebagai ilmu dan penerapannya yang berkaitan dengan mesin, peralatan kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan kerja serta cara melakukan pekerjaan, guna menjamin tenaga kerja dan aset perusahaan agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian lainnya.

Keselamatan kerja juga meliputi : penyediaan APD (Alat Perlindungan Diri), perawatan mesin dan pengaturan jam kerja yang manusiawi.Kuliah 1 - K3Dalam K3 meliputi Kesehatan (Derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu) Kerja, yaitu : suatu ilmu yang penerapannya untuk meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja melalui peningkatan kesehatan, pencegahan Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan pemberian makan dan minum bergizi.

Kesimpulannya.K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan dan PAK yang pada akhirnya dapat meningkatkan sistem dan produktifitas kerja.

Kuliah 1 - K3Tujuan K3

Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatan dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktifitas perusahaan. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja. Melindungi sumber produksi agar terpelihara dan dapat digunakan secara aman dan efisien. Terciptanya suatu keserasian antara penerapan teknologi dgn faktor manusianya di dalam dan di luar lingkungan perusahaan.Kuliah 1 - K3FUNGSI K3

Mencegah atau mengurangi kecelakaan dan bahayanya. Mencegah timbulnya penyakit akibat kerja. Mencegah atau mengurangi terjadinya kecacatan para pekerja. Mencegah atau mengurangi kematian akibat kecelakaan. Mengusahakan bahan material, konstruksi, pemakaian, pelayanan, pemeliharaan atas bangunan2 kerja sedemikian rupa shg teknik keselamatan kerja dapat dijamin atau dipertanggungjawabkan.Mencegah pemborosan tenaga manusia, modal, waktu kerja dll. Meningkatkan prestasi kerja tanpa mengurangi tenaga kerja, alat2 kerja serta apapun juga dengan jaminan kehidupan pengguna selama mungkin. Menjamin tempat kerja yang bersih, sehat, nyaman dan aman shg tercipta suasana kerja yg ceria dan meningkatkan semangat untuk selalu bekerja dengan baik.

Kuliah 1 - K3SYARAT K3

Memelihara kondisi kerja yang aman dan sehat. Mematuhi setiap azas dan prosedur operasional yang dirancang untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan. Mematuhi Undang-Undang No.1/1970 tentang K3 dan seluruh peraturan2 yang berkaitan dengan K3.

Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

UUD 1945 Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 27 ayat 2)Tap MPR No. 11/MPR/1983 tentang Garis Besar Haluan NegaraUU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan KerjaUU No. 3 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Pokok pengaturan antara lain : Keselamatan kerja di semua tempat kerja , baik didarat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara , yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. tempat kerja adalah tempat dimana : a. dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut, atau di simpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. b. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di daratan, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun udara. c. Dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok stasiun atau gudang. d. Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu , kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran.

Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Pokok pengaturan antara lain :

3. syarat-syarat keselamatan kerja adalah untuk : a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. Mencegah mengurangi dan memadamkan kebakaran c. Mencegah dan mengurangi bahaya kebakaran d. Mengamankan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman, atau barang. e. Mengamankan dan memelihara segala jenis bagunan f. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.

Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan pada kegiatan perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang, produk teknis, dan aparat produksi yang mengandung dan menimbulkan bahaya kecelakaan.Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Pasal 86(1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : a. keselamatan dan kesehatan kerja; b. moral dan kesusilaan; dan c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama(2) Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja(3) Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 87.(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.(2) Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamaatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksaud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Berikut kumpulan perundang-undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Republik Indonesia antara lain sebagai berikut :

Undang-Undang K3 : Undang-Undang Uap Tahun 1930 (Stoom Ordonnantie).Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.Undang-Undang Republik Indonesia No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.UU dan Peraturan Uap tahun 1930UU Petasan tahun 1932UU tentang Timah Putih tahun 1931

Peraturan Pemerintah terkait K3 : Peraturan Uap Tahun 1930 (Stoom Verordening).Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan dan Peredaran Pestisida.peraturan Pemerintah No 19 Tahun 1973 tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan.Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 1979 tentang keselamatan Kerja Pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi.Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 1975 tentang Keselamatan Kerja terhadap Radiasi

Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Peraturan Menteri terkait K3 : Permenakertranskop RI No 1 Tahun 1976 tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan.Permenakertrans RI No 1 Tahun 1978 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pengangkutan dan Penebangan Kayu.Permenakertrans RI No 3 Tahun 1978 tentang Penunjukan dan Wewenang Serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Ahli Keselamatan Kerja.Permenakertrans RI No 1 Tahun 19879 tentang Kewajiban Latihan Hygienen Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi Tenaga Paramedis Perusahaan.Permenakertrans RI No 1 Tahun 1980 tentang Keselamatan Kerja pada Konstruksi Bangunan.Permenakertrans RI No 2 Tahun 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.Permenakertrans RI No 4 Tahun 1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.Permenakertrans RI No 1 Tahun 1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja.Permenakertrans RI No 1 Tahun 1982 tentang Bejana Tekan.Permenakertrans RI No 2 Tahun 1982 tentang Kualifikasi Juru Las.Permenakertrans RI No 3 Tahun 1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja.Permenaker RI No 2 Tahun 1983 tentang Instalasi Alarm Kebakaran Otomatis.Permenaker RI No 3 Tahun 1985 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes.Permenaker RI No 4 Tahun 1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi.Permenaker RI No 5 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.Permenaker RI No 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja.Permenaker RI No 1 Tahun 1988 tentang Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator Pesawat Uap.Permenaker RI No 1 Tahun 1989 tentang Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat.Permenaker RI No 2 Tahun 1989 tentang Pengawasan Instalasi-instalasi Penyalur Petir.Permenaker RI No 2 Tahun 1992 tentang Tata Cara Penunjukan, Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Permenaker RI No 4 Tahun 1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Permenaker RI No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Permenaker RI No 1 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan Manfaat Lebih Dari Paket Jaminan Pemeliharaan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja.Permenaker RI No 3 Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan.Permenaker RI No 4 Tahun 1998 tentang Pengangkatan, Pemberhentian dan tata Kerja Dokter Penasehat.Permenaker RI No 3 Tahun 1999 tentang Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk Pengangkutan Orang dan Barang.Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE. 02/Men/1978 tentang Nilai Ambang Batas Bahan Kimia

Kuliah 1 - K3DASAR HUKUM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Keputusan Menteri terkait K3 : Kepmenaker RI No 155 Tahun 1984 tentang Penyempurnaan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep 125/MEN/82 Tentang Pembentukan, Susunan dan Tata Kerja Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional, Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wilayah dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum RI No 174 Tahun 1986 No 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi.Kepmenaker RI No 1135 Tahun 1987 tentang Bendera keselamatan dan Kesehatan Kerja.Kepmenaker RI No 333 Tahun 1989 tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja.Kepmenaker RI No 245 Tahun 1990 tentang Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional.Kepmenaker RI No 51 Tahun 1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja.Kepmenaker RI No 186 Tahun 1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.Kepmenaker RI No 197 Thun 1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya.Kepmenakertrans RI No 75 Tahun 2002 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja.Kepmenakertrans RI No 235 Tahun 2003 tentang Jenis-jenis Pekerjaan yang Membahayakan Kesehatan, Keselamatan atau Moral Anak.Kepmenakertrnas RI No 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja.

Instruksi Menteri terkait K3 : Instruksi Menteri Tenaga Kerja No 11 Tahun 1997 tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran.

Surat Edaran dan Keputusan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan terkait K3 : Surat keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja RI No 84 Tahun 1998 tentang Cara Pengisian Formulir Laporan dan Analisis Statistik Kecelakaan.Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No 407 Tahun 1999 tentang Persyaratan, Penunjukan, Hak dan Kewajiban Teknisi Lift.Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No 311 Tahun 2002 tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknisi Listrik.

Kuliah 1 - K3Beberapa faktor yang masih menghambat dalam penerapan K3 di dunia kerja :

Dari sisi masyarakat pekerjaTuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (upah dan tunjangan kesehatan/kesejahteraan).K3 belum menjadi tuntutan pekerja.

Dari sisi pengusahaPengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.K3 masih dipandang sebagai beban sebagai biaya operasional tambahan

Kuliah 1 - K3

Kuliah 1 - K3Selamat belajarTerima kasih