sistem pengaturan on-off kipas angin otomatis dengan menggunakan sensor suhu

Click here to load reader

Post on 19-Jun-2015

8.787 views

Category:

Documents

58 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sistem Pengaturan On-Off Kipas Angin Otomatis Dengan Menggunakan Sensor Suhu

TRANSCRIPT

SISTEM PENGATURAN ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SUHU

SISTEM PENGATURAN

OLEH :

Putu Rusdi Ariawan

0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Ida Shang Hyang Widhi Waca, atas berkat dan rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan tugas laporan ini yang berjudul Sistem Pengaturan On/Off Kipas Angin Otomatis dengan Menggunakan Sensor Suhu. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas perkuliahan Sistem Informasi. Selain hal itu, laporan ini dibuat sebagai suatu kajian terhadap penggunaan teknologi informasi, sehingga dapat dijadikan suatu referensi bagi para pembacanya Rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya saya haturkan kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang turut membantu agar terselesaikannya laporan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih terdapat kekurangan karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membantu demi sempurnanya laporan ini. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Denpasar, Mei 2010

Penulis

ii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. i

KATA PENGANTAR ................................................................................ ii DAFTAR ISI .............................................................................................. iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Alat yang Dibuat ......................................................................... 1 1.2 Tujuan dan Manfaat .............................................................................. 1 1.2.1 Tujuan .......................................................................................... 1 1.2.2 Manfaat ........................................................................................ 1 1.3 Alat, Bahan, dan Gambar Rangkaian...................................................... 2 1.3.1 Alat dan Bahan ............................................................................. 2 1.3.2 Gambar Rangkian ......................................................................... 4 1.4 Block Diagram ...................................................................................... 4 BAB II DASAR TEORI 2.1 Catu Daya .............................................................................................. 5 2.2 Sensor Suhu ........................................................................................... 8 2.3 Trimpot.................................................................................................. 10 2.4 Dioda Bridge ......................................................................................... 11 2.5 Penguat OP-AMP .................................................................................. 12 BAB III METODE PELAKSANAAN 3.1 Desain Model dan Algoritma Cara Kerja................................................ 14 3.1.1 Desain Model ................................................................................ 14 3.1.2 Algoritma Cara Kerja .................................................................... 16 3.1.3 Spesifikasi..................................................................................... 18 3.1.3.1 Maket ................................................................................ 18 3.1.3.2 Rangkaian Alat.................................................................. 18 3.1.4 Alur analisis ................................................................................. 18

iii

3.2 Jadwal Kegiatan ..................................................................................... 19 3.3 Rancangan Biaya .................................................................................... 20 3.3.1. Realisasi Dasar System................................................................. 20 3.3.2 Pembuatan Maket.......................................................................... 21 BAB IV CARA KERJA BAB V SIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

iv

BAB I SISTEM PENGATURAN ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SUHU

1.1

Nama Alat yang Dibuat Sistem Pengaturan On/Off Kipas Angin Otomatis dengan Menggunakan Sensor Suhu

1.2

Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan dari pembuatan sistem pengaturan On/Off Kipas Angin dengan menggunakan sensor suhu adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Pengaturan 2. Memahami Sistem Pengaturan dengan membuat alat sederhana dengan aplikasi sistem kontrol sederhana. 3. Untuk mengimplementasikan teori yang di dapat pada perkuliahan Sistem Pengaturan ke dalam bentuk praktek. 4. Memahami prinsip kerja/proses kerja alat yang dibuat.

1.2.1 Tujuan

1.2.2 Manfaat 1. Adapun manfaat dari pembuatan sistem pengaturan On/Off Kipas Angin dengan menggunakan sensor suhu ini adalah agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mempermudah penggunaan kipas angin tanpa mengatur kecepatan putaran kipas, efektif dan efisien bagi penggunanya. 2. Agar masyarakat awam bisa lebih mengenal bahwa teori Sistem Pengaturan dapat diterapkan di dalam pembuatan alat-alat sederahana.

ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS

1

1.3

Alat, Bahan, dan Gambar Rangkaian

1.3.1 Alat dan Bahan 1. Dari pembuatan alat a. Komponen atau bahan pembuatan : Tabel 1.1 Komponen atau bahan pembuatan Nama IC LM-35 beserta socketnya Transistor BC-547 Kapasitor 470 F Komparator IC LM-324 Dioda Bridge 2 A Dioda In 4001 Trimpot Travo 1A IC-7805 Relay 5V Resistor 470 Led merah Led biru Header 2 pin Motor 3 volt PCB Timah Kabel Baterai 1,5 volt Jumlah 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 1 1 secukupnya secukupnya 1

ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS

2

b. Peralatan yang dipergunakan : Tabel 1.2 Peralatan yang dipergunakan Nama Solder Multimeter Obeng min(-) kecil Tang pemotong kabel 2. Dari pembuatan maket a. Komponen atau bahan pembuatan : Tabel 1.3 Komponen atau bahan pembuatan Nama Kertas emas Kertas silver Triplek Paku Lem kertas Kardus besar Kayu tipis dan bambu secukupnya b. Peralatan yang dipergunakan : Tabel 1.4 Peralatan yang dipergunakan Nama Pisau Gergaji Palu Gunting Paku Jumlah 1 1 1 1 1 Jumlah 5 lembar 5 lembar secukupnya secukupnya secukupnya secukupnya secukupnya Jumlah 1 1 1 1

ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS

3

1.3.2 Gambar Rangkian

Gambar 1.1 Rangkaian Sistem Pengaturan On/Off Kipas Angin dengan Menggunakan Sensor Suhu

1.4

Block Diagram

Tegangan +5V

Sinyal dari LM-35

Sinyal dari potensio

Dibanding kan

Vout

Relay

Ground

Kipas anginGambar 1.2 Diagram Blok Sistem Pengaturan On/Off Kipas Angin dengan Menggunakan Sensor Suhu

ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS

4

BAB II DASAR TEORI

2.1

Catu Daya Catu daya merupakan suatu rangkaian penyuplay tegangan dengan input

tegangan AC dan output tegangan DC. Dengan kata lain mengkonversikan tegangan AC ke DC. Pada rangkaian catu daya terdapat transformator yang berfungsi sebagai penurun tegangan. Dengan rangkaian jembatan empat dioda tegangan disearahkan. Kemudian disaring oleh kapasitor dan distabilkan oleh IC sehingga mendapatkan output DC yang stabil. Komponen paling penting dalam catu daya adalah transformator. Transformator (trafo) merupakan piranti yang mengubah energi listrik dari suatu level tegangan AC ke level tegangan AC lain melalui gandengan magnet berdasarkan prinsip induksi elektromagnet. Transformator terdiri atas dua atau lebih kumparan yang dililitkan pada inti besi bersama. Secara umum, kumparankumparan trafo tidak terhubung secara langsung secara elektrik. Satu-satunya hubungan antara kumparan berupa gandengan fluk magnetic yang berada pada inti besi. Transformator digunakan secara luas baik pada bidang tenaga listrik maupun elektronika. Penggunaan transformator pada system tenaga, misalnya untuk mengubah level tegangan pada penyaluran tenaga listrik. Dalam bidang elektronika, transformator digunakan antara lain sebagai gandengan impedansi antara sumber dengan beban, untuk memisahkan satu rangkaian dari rangkaian lain, dan filter arus searah. Trafo tersusun dari dua atau lebih kumparan yang dililitkan pada inti besi. Kumparan Primer adalah kumparan yang terhubung ke sumber. Kumparan Sekunder (tersier, dan seterusnya) adalah kumparan yang terhubung ke beban. Berdasar cara lilitan pada kumparan inti dikenal dua tipe transformator: tipe inti (core type) dan tipe cangkang (shell type). Pada tipe inti, inti berupa batangan segi empat dengan kumparan dililitkan pada dua sisi inti. Sementara inti trafo tipe cangkang terdiri dari tiga lengan dengan kumparan dililitkan pada lengan tengah

ON/OFF KIPAS ANGIN OTOMATIS

5

inti. Inti trafo disusun atas lapisan-lapisan tipis yang diisolasi secara elektrik antara satu lapisan dengan yang lain untuk meminimalkan arus eddy.

(b)

Gambar 2.1 Konstruksi trafo (a) tipe cangkang (b) tipe inti

Kumparan primer dan sekunder secara fisik, dililitkan satu di atas yang lain dengan kumparan tegangan rendah berada di sebelah dalam (dekat inti). Susunan mempunyai keuntungan mempermudah isolasi sisi kumparan tegangan tinggi dengan inti dan memperkecil fluks bocor dibandingkan jika kedua kumparan disusun secara terpisah pada inti. Pada rangkaian catu daya terdapat dioda. Dioda merupakan salah satu komponen elektronika yang termasuk komponen aktif. Dibawah ini merupakan gambar yang melambangkan dioda penyearah. P N

Anoda

Katoda

Gambar 2.2 Simbol Dioda

Sisi P disebut Anoda dan sisi N disebut Katoda. Lambang dioda seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N. Karenanya ini mengingatkan kita pada arus konvensional muda

View more