sejarah,definisi, ruang lingkup psikologi pendidikan

Click here to load reader

Download Sejarah,definisi, ruang Lingkup psikologi pendidikan

Post on 13-Feb-2017

5.095 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • *

  • *

  • *

  • *

  • UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA

    Oleh : Muhammad Hori, M.Ag

    *

  • Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi. Karena psikolgi sebagai ilmu pengetahuan masih muda usianya, maka psikologi pendidikan sebagai cabangnya lebih-lebih masih muda usianya. walaupun ditinjau dari segi ilmu pengetahuan usianya masih sangat muda, akan tetapi pemikiran tentang pendidikan dan problem jiwa telah dipikirkan oleh orang sejak dahulu kala. Misalnya Aristoteles telah menyusun periode-periode perkembangan anak, sifat-sifat anak menurut periode dan bentuk pendidikan yang perlu diselenggarakan sesuai dengan periode-periode itu.Sejarah Psikologi Pendidikan

    *

  • Aristoteles (384-322 SM) membagi masa perkembangan menjadi 3 tahap: yaitu masa kanak-kanak (0-7 tahun), masa anak (7-14 tahun), masa remaja (14-21 tahun), setelah itu adalah masa dewasaLANJUTAN

    *

  • Perkembangan kognitif pada anak ada 5 tahap yaitu:Tahap sensori motor (sensory motor stage) usia 0-2 tahun, pada masa ini bayi bisa membedakan dan mengetahui nama-nama benda;Tahap pra-operasional (pre-operesional stage) usia 2-7 tahun. Tahap ini terbagi lagi atas tahap prakonseptual (preconceptual stage) usia 2-4 tahun masa awal perkembangan bahasa dengan pemikiran yang sederhana, dan tahap pemikiran intuitif (intuitive thought) usia 4-7 tahun, merupakan masa berpikir khayal. Tahap operasi konkrit (concrete operational) usia 7-11 tahun, kemampuan berfikir anak telah lebih tinggi, tetapi masih terbatas kepada hal-hal yang konkrit. Tahap operasi formal (formal operational) usia 11 tahun ke atas. Pada tahap ini kemampuan berfikir anak telah sempurna, ia telah dapat berfikir abstrak, deduktif, induktif, analitis dan sintesis

    LANJUTAN

    *

  • Upaya-upaya yang bersifat semi ilmiah dipelopori oleh para pendidik, seperti Pestalozzi, Herbart, Frobel dan sebagainya. Mereka itu sering dikatakan sebagai pendidik yang mempsikologikan pendidikan, yaitu dalam wujud upaya memperbaharui pendidikan dengan melalui bahan-bahan yang sesuai dengan tingkat usia, metode yang sesuai dengan bahan yang diajarkan dan sebagainya, dengan mempertimbangkan tingkat-tingkat usia dan kemampuan anak didik.Lanjutan

    *

  • Pestalozzi misalnya, dengan upayanya itu kemudian sampai pula pada pola tujuan pendidikannya, yang disusun dengan bahasa psikologi pendidikan; dikatakan olehnya bahwa tujuan pendidikan adalah tercapainya perkembangan anak yang serasi mengenai tenaga dan daya-daya jiwa.Lanjutan

    *

  • Herbart bahkan telah menyusun pola rangkaian cara menyampaikan bahan pelajaran, berturut-turut: persiapan, penyajian, asosiasi, generalisasi dan aplikasi. Tentu saja sifat dan luasnya usaha yang mereka hasilkan dan sumbangkan sesuai dengan zamannya, yaitu bahwa psikologi sebenarnya pada zaman itu belum berdiri sebagai ilmu pengetahuan yang otonom.Lanjutan

    *

  • Adapun Frobel Menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah terwujudnya kepribadian melalui perkembangan sendiri, akativitas dan kerja sama social dengan semboyan belajar sambil bekerja.Lanjutan

    *

  • Akhir abad 19 penelitian-penelitian dalam lapangan psikologi pendidikan secara ilmiah sudah semakin maju. Di Eropa Ebbinghaus mempelajari aspek daya ingatan dalam hubungannya dengan proses pendidikan. Dengan penelitiannya itu misalnya terkenallah Kurve Daya Ingatan, yang menggambarkan, bahwa kemampuan mengingat mengenai sejumlah objek kesan-kesannya semakin lama semakin berkurang (menurun), akan tetapi tidaklah hilang sama sekali.Lanjutan

    *

  • Pada awal abad 20 pemerintah Prancis merasa perlu untuk mengetahui prestasi belajar para pelajar, yang dirasa semakin menurun. Pertanyaannya yang ingin dijawab, apakah prestasi belajar itu semata-mata hanya tergantung pada soal rajin dan malasnya si pelajar, ataukah ada factor kejiwaan atau mental yang ikut memegang peranan.Lanjutan

    *

  • Maka untuk memecahkan problem itu ditunjuklah seorang ahli psikologi yang bernama Alfred Binet, Dengan bantuan Theodore Simon, mereka menyusun sejumlah tugas yang terbentuk dalam sebuah tes baku untuk mengetahui inteligensi para pelajar. Tes ini kemudian dikenal dengan tes Inteligensi. Tes inteligensi Binet-Simon ini sangat terkenal, yang kemudian banyak dipakai di Amerika Serikat, yang di negri itu mengalami revisi berkali-kali untuk mendapat tingkat kesesuaiannya dengan masyarakat atau orang-orang Amerika.Lanjutan

    *

  • Perlu juga diketahui, bahwa laboratorium ciptaan Wundt di Leipzig juga tidak hanya melakukan aktivitas penelitian yang bersifat psikologi umum, melainkan juga memegang peranan dalam psikologi pendidikan. Banyak orang Amerika yang belajar di Leipzig kepada Wundt. Akibatnya setelah mereka mengembangkan psikologi itu di negaranya, termasuk psikologi pendidikan. Terkenallah psikologi pendidikan di Amerika misalnya Charles H. Judd, E.L. Thorndike, B.F. Skinner dan sebagainya. Orang-orang ini sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan di Amerika Serikat. Terutama E.L. Thorndike, sehingga ia dipandang sebagai Bapak Psikologi Pendidikan di Amerika Serikat.Lanjutan

    *

  • Di Indonesia psikologi pada umumnya dan psikologi pendidikan pada khususnya sedang dalam proses perkembangan yang cepat. Pada mata pelajaran, misalnya di sekolah calon guru. Setelah merdeka dan dengan berdirinya Fakultas Psikologi di beberapa Universitas serta berdirinya FKIP atau IKIP di berbagai kota, maka psikologi pada umumnya atau psikologi pendidikan khususnya, tidak hanya dipelajari sebagai mata kuliah, melainkan juga diteliti sebagai ilmu pengetahuan.Lanjutan

    *

  • Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa inggris psycology. kata psycology merupakan dua akar kata yang bersumber dari kata greek (yunani), yaitu satu) psyche yang berarti jiwa; dua) logos yang berarti ilmu. jadi, secara harfiah psikologi memang berarti ilmu jiwa.PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

    *

  • Pendidikan menurut KBBI adalah peroses pengubahan sikap dan tata laku sesorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihanPENGERTIAN PENDIDIKAN

    *

  • Muhibbin Syah adalah ilmu yang mengenai kehidupan mental (the sciance of mental life), iilmu mengenai pikiran (the sciance of mind) dan ilmu mengenai tingkah laku (the sciance of behavior).

    Gleitman (1986) adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu, juga memahami bagaimana makhluk tersebut dapat berfikir dan berperasaan secara sesungguhnya.PENGERTIAN PSIKOLOGI

    *

  • Chaplin (1972) adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mreaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakatan yang mengubah lingkungan.

    Bruno (1987) membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada prinsipnya saling berhubungan. Pertama, psikologi adalah studi (pendidikan) mengenai ruh. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental. ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai tingkah laku organismeLanjutan

    *

  • Psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang dalam penguraian dan penelitiannya lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat hubungannya dalam masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar. Ngalim Purwanto (2007: 7)PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

    *

  • RUANG LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKANMenurut Muhibbin Syah (1995:25)Belajar, meliputi: teori, prinsip dan ciri khas perilaku siswaProses Belajar yang di dalamnya terdapat tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswaSituasi belajar adalah suasana dan keadaan lingkungan bauk bersifat fisik dan non fisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa

  • LanjutanMenurut Samuel SmithPengetahuan tentang psikologi pendidikanHeriditasatau karakteristik pembawaan sejak lahirLingkungan yang bersifat fisikPerkembangan SiswaProses-proses tingkah lakuHakikat dan ruang lingkup belajarFaktor-faktor yang mempengaruhi belajarHukum dan teori belajarPengukuran, yaitu prinsip-prinsip dasar dan batasan pengukuran/evaluasiTransfer belajar dengan menekankan pada mata pelajaranSudut pandang praktis mengenai pengukuranIlmu statistik dasarKesehatan rohaniPendidikan pembentukan watakPengetahuan Psikologi tentang mata pelajaran sekolah dasar

  • LanjutanMenurut Ahmad ThantowiHreditas dan lingkunganPertumbuhan dan perkembanganPotensialitas dan karakteristik tingkah lakuHasil proses pendidikan dan pengaruhnya terhadap individu yang bersifat personal dan sosialHigiene mental dan pendidikan Evaluasi hasil pendidikan

  • KEGUNAAN PSIKOLOGI PENDIDIKANPsikologi Pendidikan sangat berguna bagi para pendidik (guru), agar dapat:Memberikan pelajaran terhadap anak didik, sesuai dengan perkembangan jiwa merekaMengenal dan memahami anak didik secara individual maupun kelompokMemperlakukan anak didik sesuai dengan keadaan jiwa merekaMembantu anak didik dalam mengatasi masalah pribadi yang dihadapiMewujudkan tindakan psikologi yang tepat dalam interaksi belajar-mengajar

  • METODE PSIKOLOGI PENDIDIKANMetode ObservasiMetode Observasi NaturalistikMetode EksperimenMetode TesMetode KuesionerMetode IntervieuMetode Studi kasusMetode Penyelidikan KlinikMetode SosiometriMetode Statistik

  • TEKNIK PENGAJARAN PSIKOLOGI PENDIDIKANGuru yang paham ilmu Psikologi akan mengawali pelajarannya dengan gembira dan senyum.Guru yang paham Psikologi, akan mengawali pelajaran dengan yang mudah. Lalu, sedikit demi sedikit akan memberikan bobot pelajaran yang membutuhkan pem

View more