phylum proteobacteria

52
Phylum Proteobacteria The Largest and most metabolically diverse of all bacteria Reni Wijayanti 10407040 Venessa Alia 10407032 Annisa Kurnia Maulida 10407040

Upload: dayo

Post on 25-Feb-2016

140 views

Category:

Documents


6 download

DESCRIPTION

Phylum Proteobacteria. The Largest and most metabolically diverse of all bacteria. Reni Wijayanti 10407040 Venessa Alia10407032 Annisa Kurnia Maulida 10407040. Phylogenetic Tree of Bacteria. Phylum Proteobacteria. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Page 1: Phylum  Proteobacteria

Phylum Proteobacteria

The Largest and most metabolically diverse of all bacteria

Reni Wijayanti10407040Venessa Alia10407032Annisa Kurnia Maulida10407040

Page 2: Phylum  Proteobacteria

Phylogenetic Tree of Bacteria

Page 3: Phylum  Proteobacteria

Phylum Proteobacteria

Proteobacteria termasuk salah satu divisi terbesar pada prokariot dan pada umumnya

merupakan bakteri gram negatif.

Komponen utama dinding selnya adalah Lipopisakarida, yang menyebabkan bakteri ini terrwarnai negatif.

Fisiologi bakteri pada filum ini beragam yaitu hidup secara anaerobic, microaerophilic, dan facultatively aerobic

Secara morfologi bentuk selnya : : straight, curved rods, cocci, spirilla, budding, dan appenges forms.

Dalam mendapatkan energi juga sangat beragam yaitu dengan Kemolitotrof, Kemoorganotrof, dan secara fototrofik.

Phylogenetic tree of proteobacteria based 16 S rRNA

Page 4: Phylum  Proteobacteria

Taxonomy

Phylum Proteobacteria

Alfaproteobacteria

Betaproteobacteria

Gammaproteobacteria

Deltaproteobacteria

Epsilonproteobacteria

Page 5: Phylum  Proteobacteria

…TaxonomyProteobacterial Class

Alpha Beta Gamma Delta Epsilon

Table : Beberapa genus terpilih, karakteristik umum, dan beberapa perbedaan antara kelima kelas dari proteobakteria

Page 6: Phylum  Proteobacteria
Page 7: Phylum  Proteobacteria

Alphaproteobacteria

Page 8: Phylum  Proteobacteria

Alphaproteobacteria

• Pada kelas ini diketahui terdapat 140 genus dan 425 spesies yang secara morfologi dan metabolismebya sangat beragam ( Extremely diverse)

• Pada umumnya spesies yang termasuk kelas ini berbentuk batang, namun terdapat juga yang berbentuk cocci dan curved, spiral, stalked, budding, dan prostheace.

• Beberapa merupakan bakteri Phototropic purple nonsulfur (PNS), misalnya Rhodospirillum dan Rhodobacter. Kemolitotrof, misalnya Nitrobacter atau juga Kemoorganotrof, misalnya Sphingomonas dan Brucella.

• Beberapa anggota kelas ini hidup berasosiasi dengan Eukariot, dan juga bersifat patogen pada manusia dan hewan , contohnya Brucella atau pada tumbuhan, misalnya Agrobacterium.

• Terdapat juga yang menguntungkan, misalnya yang bersimbiosis dengan akar tanaman Leguminous (Rhizobium dan Bradyrhizobium) atau yang berperan dalam fiksasi nitrogen dari atmosfer

Page 9: Phylum  Proteobacteria

Phylogenetic tree of Alphaproteobacteria

Page 10: Phylum  Proteobacteria

Important genus in

Alphaproteobacteria

Acetobacter

Argobacterium

Gluconobacter

Rhodobacter

Methylobacteriu

m

Rhodospirillum

Rickettsia

Brucella

Page 11: Phylum  Proteobacteria

Acetobacter

• Merupakan Famili dari Acetobacteraceae.• Penghasil asam asetat, ditandai dengan kemampuannya mengubah

etanol (alkohol) menjadi asam asetat (asam cuka) dengan bantuan udara.

• Acetobacter dikenali dengan mudah dengan pertumbuhan koloninya di medium yang mengandung 7% etanol, dan ditambahi kalsium karbonat secukupnya untuk medium sebagian memburamkan.

Acetobacter

Acetobacter

Acetobacter

Page 12: Phylum  Proteobacteria

RickettsiaKarakteristik :• Genus Rickettsia dibagi menjadi typhus and spotted fever groups.• Merupakan anggota dari famili Rickettsiaceae, dimana tumbuh di

sitoplasma atau nukleus host cell nya(Eukariot).• Bersifat parasit intaseluler obligat• Menyebabkan Typus dan Rocky Mountain spotted fever.

Rickettsia rickettsii Menyebabkan “ Rocky Mountain spotted fever”. Mempunyai siklus hidup yang sangat kompleks yang melibatkan dua inang

berbeda ( mamalia dan “tick”) Gram negatif, Non-motile, Berbentuk cocobacillus dengan ukuran 0.3 sampai

0.7 mcm. Sulit dilihat, kecuali dengan pewarnaan khusus, tetapi dapat divisualisasikan

menggunakan pewarnaan Giemsa (Giemsa stainning) R.rickettsii mempunyai ribosom dan single circular chromosome yang berada

pada sitosol amorphous yang dikelilingi oleh membran plasma. Mempunyai Microcapslular yang terdapat pada permukaan luar dinding

selnya.

Rickettsia rickettsii

Dr. Ricketts

Page 13: Phylum  Proteobacteria

MethylobacteriumCell Structure and Metabolism

• Facultative methylotroph .• Tumbuh pada methylamine, methanol, C2, C3,

and C4 compounds, termasuk methanol yang dikeluarkan oleh stomata tumbuhan.

• Non-motile rod-shaped dan aerob obligat• Disebut juga PPFMs - pink-pigmented

facultative methylotrophs.• Diketahui dapat menstimulasi perkecambahan

biji dan perkembangan tumbuhan, dimungkinkan karena memproduksi Phytohormone.

Electron micrograph of a colony of Methylobacterium strain FM4 on a methylamine agar medium

showing a film covering the colony.

Page 14: Phylum  Proteobacteria

….Methylobacterium

Ecology• Beberapa strain Methylobacterium strains diketahui merupakan flora normal pada, contohnya

Brevibacterium linens.

• Methylobacterium biasanya terdapat pada tanah dan permukaan daun dan bagian lain pada tumbuhan.

• Methylobacterium ditemukan juga terdapat didalam mulut (Isolated from , supra- and subgingival

plaques )

• Methylobacterium membentuk “strong cohesive mat “ pada permukaan bahan bakar atau air, Misalnya

terjadi pada tanki-tangki penampung “distillate fuel-oils”

• Chemofilms menginisiasi pembentukan biofilm. Chemofilm ini sangat kaya nitrogen.

Methylobacterium forming a cohesive mat at a fuel/water interface. Wetland rice being harvested

Page 15: Phylum  Proteobacteria

Species

• Methylobacterium podarium Membutuhkan substrat berupa Methanethiol dan dimethylsulphide.Natural human foot microflora.

• Methylobacterium thiocyanatumTumbuh pada tounge, supra- and subgingival plaques

• Methylobacterium adhaesivum; • M. aminovorans• M. aquaticum• M. chloromethanicum• M. dichloromethanicum• M. extorquens

Page 16: Phylum  Proteobacteria

Rhodospirillum

Description and Significance• Rhodospirillum rubrum merupakan “purple nonsulfur bacterium” yang dapat tumbuh secara

aerobik dan anaerobik. • Mempunyai kemampuan untuk hidup dengan respirasi selular, fermentasi, fotosintesis

atau fotoautotrof.

Cell Structure and Metabolism• Gram-negative, motile, spiral-shaped bacteria.• Anaerobically, bakteri ini menggunakan fermentation or photosynthesis untuk

menghasilkan energi.• In aerobic conditions menggunakan suksinat dan fruktosa secara spontan.• Jika tidak tersedia fruktosa, bakteri ini hanya memproduksi 20% “photosynthetic

membranes”

Page 17: Phylum  Proteobacteria

…Rhodospirillum

Ecology• Secara umum dapat ditemukan pada lingkungan marine. Beberapa dapat

ditemukan di tanah dan lumpur• Tempat yang bercahaya• Rhodospirillum centenum dapat membentuk “Swarm colonies” yang secara

cepat menjauh atau mendekati cahaya dengan menggunakan lateral flagella, dan kemotaksis

Species:• Rhodospirillum centenum, R. photometricum, R. rubrum,

Rhodospirillum centenum

Page 18: Phylum  Proteobacteria

Aplikasi dalam Industri dan Biteknologi

Tabel : Beberapa Genus penting alphaproteobakteria yang dapat menghasilkan produk dalam industri

Page 19: Phylum  Proteobacteria

Betaproteobacteria

• Sangat beragam dari segi metabolisme, morfologi maupun ekologi

• Setidaknya terdapat 75 genus dan 220 spesies• Termasuk beberapa purple nonsulfur phototroph,

chemolitotroph, methylotroph, chemoorganotroph, pemfiksasi nitrogen, juga patogen penting bagi manusia, hewan dan tumbuhan

• Bentuk morfologinya beragam (batang, cocci, spiral,sel sheated)

• Aerob atau fakultatif• Banyak ditemukan di lingkungan seperti air limbah atau

tanah

Page 20: Phylum  Proteobacteria
Page 21: Phylum  Proteobacteria

Genus: Ralstonia

• Gram negatif• Bakteri mengoksidasi hidrogen dan menggunakan CO2 sebagai

sumber karbon (Chemolithoautotroph)• Reaksi Knallgas:

H2 + O2 H2O

• Fakultatif chemolithotrophdapat tumbuh secara chemoorganotroph, dengan bahan organik sebagai sumber energi

• Nama Genus Ralstonia muncul pada tahun 1995, dengan R. pickettii sebagai type spesies

Contoh spesies: Ralstonia eutropha

Page 22: Phylum  Proteobacteria

Ralstonia eutropha

• Sekitar tahun 1970, R. eutropha diperhitungkan sebagai kandidat produksi single cell protein.

• Memproduksi Poly(3-hydroxybutyric acid) atau PHB. Polyester yang renewable ini digunakan sebagai bahan baku plastik biodegradable dan secara bioteknologi banyak diminati.

Page 23: Phylum  Proteobacteria

Gammaproteobacteria

Page 24: Phylum  Proteobacteria

Gammaproteobacteria

• Setidaknya terdapat 180 genus dan 750 spesies (grup proteobacteria yang terbesar)

• Terdiri dari kelompok bakteri yang penting secara medis dan science, seperti Enterobacteriaceae, Vibrionaceae, dan Pseudomonadaceae.

• Sejumlah patogen penting, seperti Salmonella spp. (enteritis dan demam typhoid), Yersinia pestis (penyakit pes), Vibrio cholerae (cholera), Pseudomonas aeruginosa (infeksi paru-paru atau cystic fibrosis), dan Escherichia coli (meracuni makanan).

• Beberapa Gammaproteobacteria adalah pengoksidasi metana dan banyak diantara mereka bersimbiosis dengan hewan geothermic ocean vent.

Page 25: Phylum  Proteobacteria
Page 26: Phylum  Proteobacteria

Enteric bacteria Enterobacteriaceae

• Famili dengan anggota genus terbanyak• Fakultatif aerob• Gram negatif• Bentuk batang, dengan ukuran 0.3-1.0 x 1.0-6.0µm• Nonsporulasi• Beberapa nonmotil atau motil dengan peritrichous flagella• Beberapa memiliki kapsul• Oksidase negatif, catalase positif• Mampu memfermentasi karbohidrat menjadi beragam

produk akhir mixed acid dan 2,3 butanediol• Kebanyakan bakteri ini adalah patogen terhadap

manusia, hewan maupun tumbuhan• Beberapa genus yang penting: Escherichia, Salmonella,

Shigella, Proteus, Enterobacter, Klebsiella, Serratia, Yersinia

Salmonella

Page 27: Phylum  Proteobacteria

Genus: Escherichia• Hampir semua anggota dari genus ini hidup di usus manusia atau

hewan berdarah panas lainnya. • Berperan dalam pemberian nutrisi pada saluran usus melalui

sintesis vitamin, terutama vitamin K• Beberapa strain Escherichia bersifat patogen

Contoh spesies: Escherichia coli• Organisme model• Bakteri yang predominan di usus• Membentuk struktur K antigen (penempelan dan kolonisasi sel pada

usus halus) dan enterotoxin• Digunakan sebagai organisme indikator terhadap keberadaan fekal

pada air dan makanan

Escherichia coli

Page 28: Phylum  Proteobacteria

Genus: Vibrio

• Gram negatif, batang• Habitat: air laut• Fakultatif anaerob• Aktivitas oksidase positif• Motil dan memiliki polar flagella• Beberapa spesies Vibrio adalah patogen penting

bagi manusia, seperti Vibrio cholera, Vibrio parahaemolyticus, Vibrio vulnificus

• Ada pula yang bersifat zoonosis.

Vibrio cholera

Page 29: Phylum  Proteobacteria

Vibrio fischeri

• Curved rod, 1-3µm• Biasanya ditemukan di:

air laut (1-100 sel per ml), bersimbiosis dengan hewan laut (Angler Fish, Flashlight Fish, Bobtail Squid)

• Bioluminecent bacteria:dapat memproduksi cahaya

Page 30: Phylum  Proteobacteria

Bioluminescence

Terdapat 5 gen yang berperan dalam Bioluminescence V. fischeri, yaitu luxCDABE, yang diregulasi oleh luxR dan luxI.

Dapat memproduksi cahaya saat berada dalam densitas sel yang tinggi → Quorum Sensing

Emisi cahaya terjadi akibat oksidasi bahan organik yang dikatalis oleh enzim luciferase

Dapat digunakan sebagai indikasi toksisitas air

Page 31: Phylum  Proteobacteria

Deltaproteobacteria

Page 32: Phylum  Proteobacteria

Deltaproteobacteria terdiri dari 60 genera berbeda dan 160species yang dirangkum dalam tabel berikut:

Page 33: Phylum  Proteobacteria

DeltaproteobacteriaGroup utama dari deltaproteobacteria:

1. Bdellovibrio bersifat sebagai predator prokariot lainprokariot yang merupakan predator bagi prokariot lain

2. Myxobacteriamemiliki siklus hidup kompleks dan dapat menghasilkan struktur “fruiting body”

3. Bakteri pereduksi sulfat (Nama genusnya biasanya diawali Desulfo- )

4. Bakteri yang memfermentasi propionat (Synthrophobacter) atau benzoat (Synthrophus) menjadi asetat, CO2 dan Hidrogen

Page 34: Phylum  Proteobacteria

Bdellovibrio Myxobacteria

Page 35: Phylum  Proteobacteria

Desulfufibrio Syntrophobacterales

Page 36: Phylum  Proteobacteria

Myxobacteria

• Aerob obligat, chemoorganotrophic,bergerak dengan cara gliding (meluncur),dapat membentuk sel vegetatif, berbentuk batang, gram negatif, cooperative motility (swarming)

• Kebanyakan mesofil, namun ada juga spesies yang psikrofil, alkalifil dan acidofil

• Memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan melisiskan bakteri lain

• Terdapat di berbagai habitat: tanah sumber organik material seperti kayu dan tumbuhan yang telah mati

Page 37: Phylum  Proteobacteria

Keunikan Myxobacteria

• Memiliki genom yang sangat besar dibandingkan bakteri lain Myxococcus xanthus memiliki kromosom tunggal 9,2 MBp (dua kali E.coli)

• Menghasilkan metabolit yang berpotensi digunakan sebagai antibiotik menghasilkan corallopyronins (dapat menghambat sintesis RNA bakteri), Sorangium cellulosum menghasilkan epothilones yang memiliki aktifitas antineoplastic.

• Sampai saat ini, Myxobacteria dinilai sebagai prokariot yang memiliki kebiasaan dan siklus hidup paling komples diantara prokariot-prokariot lainnya sangat menarik untuk dipelajari

Page 38: Phylum  Proteobacteria

Siklus Hidup Myxobacteria

Ketika nutrisi di lingkungan sedikit, sel-sel Myxobacteria beragregasi membentuk badan buah. Proses ini berkaitan dengan adanya gerakan kemotaksis dan sinyal-sinyal molekular. Selama menjadi badan buah, sel merupakan sel vegetatif yang berbentuk batang dan menghasilkan myxospores yang memiliki dinding sel yang tebal. Myxospores ini analog dengan spora-spora yang ada pada organisme lain. Fungsinya untuk mempertahankan diri pada saat kondisi nutrisi di lingkungan sedikit.

Page 39: Phylum  Proteobacteria

Bdellovibrio

• Merupakan predator bagi bakteri gram negatif (Bdello: penghisap atau lintah)

• Banyak terdapat di alam, telah berhasil diisolasi dari limbah, tanah, freshwater, dan lingkungan laut

• Berbentuk batang (sekitar 1 mikrometer), bergerak menggunakan flagel dengan kecepatan sekitar 160 mikrometer per detik atau lebih dari 100 kali panjang selnya

• Siklus hidupBiphasic Life Cycle (Fase penyerangan ekstraselular dengan flagel dan Fase reproduktif intraseluler tanpa flagel)

Page 40: Phylum  Proteobacteria

• Kadouri dan O’Toole pada tahun 2005 menemukan bahwa Bdellovibrio dapat digunakan untuk menyerang biofilm

• Dari sekuen genom bakteri ini diketahui bahwa Bdellovibrio memiliki sekitar 200 gen yang mengodekan berbagai pprotein yang digunakan untuk memecah molekul berbagai senyawa organik penyusun membran atau dinding sel berbagai bakteri

Page 41: Phylum  Proteobacteria

Siklus hidup Bdellovibrio1= Bdellovibrio pertama-tama akan menempel pada membran plasma bakteri mangsanya2 = Masuk ke dalam ruang periplasma3-5 = Membentuk struktur yang disebut bdelloplast dan memulai menggunakan nutrien dari sitoplasma bakteri mangsanya6-7 = Setelah nutrien tersebut habis, bdelloplast akan terbagi – bagi menjadi beberapa Bdellovibrio baru yang kemudian mengalami maturasi8 = Bdellovibrio baru memecah sel bakteri mangsanya untuk keluar dan mencari mangsa baru.

Page 42: Phylum  Proteobacteria

Epsilonproteobacteria

Page 43: Phylum  Proteobacteria

Epsilonproteobacteria• Merupakan kelas Proteobacteria yang paling kecil (6 genus,

50 spesies)• Ditemukan di berbagai habitat di alam (marine dan terestrial). • Jumlah dan kemampuan metabolisme Epsilonproteobacteria

(khususnya genus Sulfospirillum dan Thiovulvum) memiliki peranan penting dalam ekologimampu mentransformasi sulfur

• Kebanyakan spesiesnya bersifat mikroaerofilik, autotrof, menggunakan H2, format,sulfida atau thiosulfat sebagai elektron danor dengan nitrit, oksigen atau sulfur sebagai akseptor elektron (tergantung spesiesnya), motil (corkscrew-like motion), berbentuk spiral atau curved, memenuhi kebutuhan energinya dari asam amino atau tricarbocylic acid cycle intermediates

Page 44: Phylum  Proteobacteria

6 genus Epsilonproteobacteria: Campylobacter, Helicobacter, Arcobacter, Sulfurospirilum, Thiovulvum,dan Wolinella

Page 45: Phylum  Proteobacteria

Campylobacter dan Helicobacter

• Walaupun merupakan genus yang berbeda, namun memiliki banyak kemiripan karakteristik gram negatif, motil dengan spirilla, kebanyakan spesiesnya patogen terhadap manusia dan hewan.

• Mikroaerofil kultur dari spesimen klinik diinkubasi pada O2 rendah (3-15%) dan tinggi CO2 (3-10%)

Helicobacter

Campylobacter

Page 46: Phylum  Proteobacteria

• Salah satu spesies Helicobacter yang sangat terkenal adalah Helicobacter pylori

• Pada tahun 2005, Robin Waren memenangkan Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran karena menemukan bagaimana peranan Helicobacter pylori dalam menyebabkan gastritis dan peptic ulcer disease

• “Pylori” Pyloric Valve (katup yang terdapat pada rongga perut yang berhubungan dengan duodenum)

• Awalnya bernama Campylobacter pyloridis, namun pada 1989 setelah 16srRNA disekuens dan diteliti, bakteri ini tidak termasik genus Campylobacter, namun genus Helicobacter

Page 47: Phylum  Proteobacteria

References• Anonim 1. 2008. PHAs:  Chemistry, History, and Biology. www.clt.astate.edu. Tanggal

akses: 2 Desember 2009• Bowien, Botho Prof. 2004. Ralstonia eutropha. www.g2l.bio.uni-goettingen.de . Tanggal

akses: 2 Desember 2009• Crowe, Allan Dr. 2009. E. coli. www.lakehuron.ca. Tanggal akses: 2 Desember 2009• Lidstrom ,Mary E. and Ludmila Chistoserdova. 2002. Plants in the Pink: Cytokinin

Production by Methylobacterium. Journal of Bacteriology.• Madigan MT, et. al. 2009. Brock’s Biology of Microorganisms. 12th edition. San Fransisco :

Benjamin Cummings.• Martin Dworkin,Stanley Falkow .2009.The prokaryotes: a handbook on the biology of

bacteria, Jilid 5. http://books.google.co.id• Popham, David L and Ann M. Stevens. 2005. Bacterial Quorum Sensing and

Bioluminescence. Association for Biology Laboratory Education (ABLE) 2005 Proceedings, Vol. 27:201-215. Virginia Tech: Department of Biological Sciences

• Sexton, Daniel J.2009. Biology of Rickettsia rickettsii infection . http://www.uptodate.com/patients/content/topic.do

• Reinecke, Frank and Alexander Steinbüchel. 2008. Ralstonia eutropha Strain H16 as Model Organism for PHA Metabolism and for Biotechnological Production of Technically Interesting Biopolymers. J Mol Microbiol Biotechnol 2009;16:91–108. DOI: 10.1159/000142897. Germany : Institut für Molekulare Mikrobiologie und

Biotechnologie

Page 48: Phylum  Proteobacteria
Page 49: Phylum  Proteobacteria
Page 50: Phylum  Proteobacteria
Page 51: Phylum  Proteobacteria
Page 52: Phylum  Proteobacteria