perkembangan masa dewasa akhir

Click here to load reader

Download Perkembangan Masa Dewasa Akhir

Post on 20-Nov-2014

502 views

Category:

Science

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. PERKEMBANGAN MASA DEWASA AKHIR AI SITI NURHASANAH ARIKAHWIDYA M. PSIKOLOGIVI D

2. Usia Tua Saat ini Di jepang, usia tua adalah tanda status. Sebaliknya di Amerika Serikat, ketuaan umumnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak diinginkan. Ageisme : Prasangka buruk atau diskriminasi terhadap seseorang ( umumnya terhadap orang yang sudah tua ) yang didasarkan kepada usia. 3. Young Old , Old Old , Oldest Old Penuaan Primer adalah proses kemunduran tubuh gradual tak terhindarkan yang dimulai pada masa awal kehidupan dan terus berlangsung selama bertahun tahun, terlepas dari apa yg orang orang lakukan untuk menundanya. Penuaan Sekunder merupakan hasil penyakit, kesalahan, dan penyalahgunaan faktor faktor yg sebenarnya dpt dihindari dan berada dalam kontrol sso. Dengan memilih makanan dan menjaga kebugaran tubuh sepanjang masa dewasa, banyak orang yg dpt menunda efek sekunder dari penuaan. 4. Pada saat ini, ilmuwan sosial yg mengkhususkan diri mempelajari penuaan merujuk kpd 3 kelompok lansia : lansia muda ( young old ), lansia tua ( old old ), lansia tertua ( oldest old ). Secara kronologis, young old berkisar antara usia 65 sampai 74 tahun, yg biasanya aktif, vital, dan bugar. Old old berusia antara 75 sampai 84 tahun, dan oldest old berusia 85 tahun keatas, berkecenderungan lebih besar lemah dan tdk bugar serta memiliki kesulitan dalam mengelola aktivitas keseharian. 5. Usia Fungsional : Ukuran kemampuan sso untuk berfungsi secara efektif dlm lingkungan fisik dan sosialnya dibandingkan dg orang lain yg seusianya. Ex : sso berusia 90 tahun yg tetap berasa dlm kesehatan yg prima bisa jadi berfungsi lebih muda dibandingkan org berusia 65 tahun yg tdk sehat. Gerontologi : Studi tentang penuaan dan prosesnya. Geriatris : Cabang pengobatan yg fokus pada proses penuaan dan kondisi medis yg berkaitan dg usia. 6. PERKEMBANGAN FISIK Usia dan Penuaan Harapan hidup : Usia dimana sso dalam waktu ttt biasanya hidup ( dg mempertimbangkan usia & status kesehatannya pada saat ini ), berdasarkan usia rata rata populasi. Usia : Panjang kehidupan sso Rentang usia : Periode terpanjang suatu spesies dpt hidup 7. Tren dan Faktor dalam Harapan Hidup Perbedaan Regional dan Etnis : Rata2 sso yg lahir di negara maju dpt berharap u hidup 13 tahun lebih lama dibandingkan org yg lahir di negara berkembang.Akan tetapi, harapan hidup bervariasi scr lebih luas dlm bbrp negara. ( Harapan hidup berdaasarkan tahun kelahiran, jenis kelamin, dan ras, tahun 2000, diAmerika Serikat ) Jenis Kelamin Semua Ras Kulit Putih Kulit Hitam Pria 74,1 74,8 68,2 Wanita 79,5 80,0 74,9 8. Perbedaan Gender : Hampir di seluruh dunia, wanita hidup lebih lama dibandingkan pria, walaupun terdapat pengecualian di negara berkembang dimana para anak perempuan dan wanita menghadapi diskriminasi yg parah ( Kinsella &Velkoff, 2001 ). 9. Mengapa Orang Orang Menjadi Tua ? Teori Pemrograman Genetik Teori Peringkat Variabel Teori senescene terprogram : Penuaan mrp hasil pertukaran berurutan pd gen ttt. Senescene mrp waktu ketika penurunan yg berkaitan dg penuaan menjadi nyata. Teori wear and tear : Sel dan jaringan memiliki bagian vital yg akan rusak. Teori Endokrin : Jam biologis bertindak melalui hormon untuk mengontrol dimensi penuaan. Teori radikal bebas : Akumulasi kerusakan dari radikal oksigen menyebabkan sel dan organ u berhenti berfungsi. Teori Imunologis : Penuaan terprogram dlm sistem imun tubuh yg menjurus kpd peningkatan kerapuhan trhdp penyakit menular & kemudian kpd penuaan dan kematian. Teori peringkat kehidupan : semakin besar tingkat metabolisme, semakin pendek usianya. Teori autoimun : Sistem imun menjadi bingung & menyerang sel tubuh sendiri. 10. Perubahan Fisik Perubahan Organis dan Sistematis : Perubahan dlm fungsi organis dan sistematis sangat bervariasi, baik diantara maupun didlam individu. Sebagian sistem tubuh dan keberfungsian organ menurun, sedangkan sebagian yg lain tetap sebagaimana adanya. Penuaan Otak : Pada lansia normal & sehat, perubahan pd otak biasanya bersifat rendah dan hanya membuat sedikit perbedaan ( kemper, 1994 ). Setelah usia 30 tahun, otak kehilangan beratnya, pertama- tama sedikit, kemudian menjadi lebih cepat. Sehingga, pada usia 90 tahun, otak kehilangan 10 % dari beratnya. 11. Fungsi Sensoris dan Psikomotoris Penglihatan : Banyak lansia yg kesulitan melihat warna atau melakukan aktivitas sehari- hari seperti membaca, menjahit, berbelanja, dan memasak. Sebagian besar kerusakan penglihatan ( termasuk kebutaan ) disebabkan oleh katarak, degenerasi moskular yg berhubungan dg usia, glaukoma, dan retinopathy diabetes ( komplikasi diabetes yg tdk berkaitan dg usia ). 12. 1. Katarak : Bidang berkabut atau buram di sekeliling lensa mata, yg menyebabkan pengaburan pandangan. 2. Degenerasi moskular yg berkaitan dg usia : Kondisi dimana inti retina secara gradual kehilangan kemampuan u membedakan detail yg halus, menjurus kpd penyebab kerusakan mata permanen pd lansia. 3. Glaukoma : Merupakan kerusakan permanen pd saraf optik yg disebabkan oleh peningkatan tekanan pada mata. 13. Pendengaran : 40 % lansia menderita kehilangan pendengaran, sering kali disebabkan oleh pres- bycusis, penurunan dlm kemampuan mendengarkan suara bernada tinggi yg berkaitan dg usia ( ONeill et al., 1999). Rasa dan Bau : Kehilangan kedua indra ini dpt merupakan bagian normal dari penuaan, tetapi juga dpt disebabkan oleh berbagai jenis penyakit dan obat- obatan, pembedahan, atau keterpaparan trhdp materi beracun di lingkungan. Selain itu dpt disebabkan juga oleh olfactory bulb, organ di otak yg bertanggung jawab trhdp penciuman dan perasa yg rusak. Kekuatan, DayaTahan, Keseimbangan, danWaktu Bereaksi : Lansia memiliki kekuatan yg jauh berkurang dari yg pernah mrk miliki dan lebih terbatas kemampuannya dlm aktivitas yg mensyaratkan daya tahan atau kemampuan membawa beban berat. 14. Fungsi Seksual Seks pd masa dewasa akhir berbeda dg apa yg ada pd masa yg lebih muda. Pria biasanya membutuhkan waktu lebih lama u ereksi dan ejakulasi. 15. Kesehatan Fisik dan Mental Kondisi Kronis dan Ketidakberdayaan Fisik : Sebagian besar lansia memiliki satu/ lebih kondisi kronis/ ketidakberdayaan fisik. Arthritis ( radang sendi ) : Kelompok gangguan yg menyebabkan sakit & ketidakmampuan bergerak, seringkali mengandung peradangan pada sendi. Osteoarthritis : Penyakit degeneratif sambungan sendi. Rheumatoid arthritis :Yg mengakibatkan kesulitan bergerak yg scr progresif menghancurkan jaringan sambungan. Biasanya penanganan penyakit tsb mengandung kombinasi obat anti peradangan, istirahat, terapi fisik, penggunaan panas dan dingin, melindungi sendi dari tekanan, dan terkadang mengganti sambungan, terutama pinggang. Latihan aerobik dan menyedot cairan yg terbentuk dlm lubang sendi dpt meringankan osteoarthritis. 16. Pengaruh pada Kesehatan Aktivitas Fisik. Program olahraga jangka panjang bisa mencegah banyak perubahan fisik yg diasosiasikan dg penuaan yg normal. Latihan reguler dpt menguatkan jantung & paru paru serta menurunkan stres. Nutrisi. Nutrisi berperan dlm proses kerapuhan terhadap penyakit kronis seperti atherosclerosis, jantung, dan diabetes ( Mohs, 1994 ). Memakan buah & sayur sayuran, terutama yg kaya dg vitaminC seperti buah jeruk dan jus, sayuran berdaun hijau, brokoli, kubis menurunkan resiko stoke ( Joshipura at al., 1999 ). KekuranganVitamin D meningkatkan resiko patah pinggul ( LeBoff et al., 1999 ). 17. Masalah Mental dan Perilaku Demensia ( kepikunan ) : Penurunan pada fungsi kognitif dan perilaku akibat penyebab fisiologis. Alzheimer : Gangguan otak yg bersifat degeneratif & progresif yg ditandai dg penurunan kognitif dan kehilangan kontrol fungsi tubuh, bermuara kpd kematian. Neurofibrillary tangles: Jumlah berlipat ganda serat yg ditemukan dlm otak mrk yg menderita alzheimer. Amyloid plaque : Gumpalan berlilin jaringan yg tdk dpt larut, yg ditemukan dlm otak sso yg menderita alzheimer. Penyakit Parkinson : Degenerasi neurologis progresif, ditandai dg gemetar, kekakuan, gerakan yg melambat, dan postur yg tdk stabil. 18. PERKEMBANGAN KOGNITIF Kecerdasan dan Kemampuan Memproses a. Mengukur kecerdasan lansia. Mengukur kecerdasan lansia mrp hal yg kompleks. Sejumlah faktor fisik dan psikologis dpt menurunkan nilai kecerdasan dan mengarah kpd kesalahan penilaian atas kecerdasan mrk. Untuk mengukur kecerdasan lansia, para periset seringkali menggunakan tesWechsler Adult Intelligence Scale (WAIS ). Model dual proses : Model fungsi kognitif yg dikemukakan o Baltes, yg mengidentifikasi dan mencoba mengukur dua dimensi kecerdasan, yakni mekanis dan pragmatis. 19. Mekanika kecerdasan : Pada model dual proses Baltes, istilah ini berarti kemampuan memproses informasi dan memecahkan masalah, terlepas dari isi, dpt pula berarti area kognisi dimana kerap terjadi penurunan yg berkaitan dg usia. Pragmatis Kecerdasan : Dalam model dual proses Baltes, kalimat ini berarti dimensi kecerdasan yg cenderung tumbuh seiring dg bertambahnya usia dan mencakup pemikiran praktis, aplikasi dari pengetahuan & keterampilan yg terakumulasi, kekhususan, produktivitas profesional, dan kebijaksanaan. Optimasi selektif terhadap kompetensi : Dalam model dual proses Baltes, strategi u memelihara atau meningkatkan keseluruhan fungsi kognitif dg menggunakan kekuatan yg lebih kuat untuk mengkompensasi yg melemah. 20. b. Perubahan dalam Kemampuan Memproses : Penurunan menyeluruh pd fungsi sistem saraf pusat, sebagaimana yg diukur melalui waktu reaksi, scr luas dipercaya sbg kontributor utama perubahan dlm kemampuan kognitif dan efisiensi dlm pemprosesan informasi. Kemampuan yg digunakan u belajar dan menguasai ket. Baru cenderung menurun pada lansia. c. Kompetensi dalamTugas Sehari- hari dan Pemecahan Masalah : Ketika org menjadi tua, tes penting kompetensi kognitifnya adlh kemampuan u hidup independen, sebagaimana yg diukur oleh tuj