Pembahasan Hormon

Download Pembahasan Hormon

Post on 13-Aug-2015

50 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Hormon

TRANSCRIPT

<p>BAB III PEMBAHASAN</p> <p>Hormon adalah suatu zat yang bertugas sebagai pembawa pesan (chemical messenger) disekresikan oleh sejenis jaringan dalam jumlah yang sang kecil dan dibawa oleh darh menuju target jaringan di bagian lain tubuh untuk merangsang aktivitas atau fisiologi yang khusus. Istilah hormone dulunya adalah hormone endokrin. Kini pengertian hormone adalah hormon-hormon lokal : parakrin, autokrin dan juxtakrin. Endokrin merujuk pada molekul kimia yang disekresi ke dalam darah dan</p> <p>sel targetnya terletak jauh dari sel sekretori. Hormone parakrin memiliki target sel di sekitar sel sekretori, beberapa sitokin dan neurotransmitter berefek parakrin. Hormon autokrin disekresi suatu sel dan aksinya mempengaruhi sel itu sendiri. Juxtakrin adalah jenis komunikasi interselular yang melibatkan sel-sel</p> <p>yang letaknya berdempetan Fungsi system endokrin: 1. Mengatur beberapa aspek metabolisme 2. Mengatur pertumbuhan sel dan jaringan3. Mengatur denyut jantung</p> <p>4. Mengatur tekanan darah 5. Mengatur fungsi ginjal 6. Sekresi Enzim-enzim pencernaan</p> <p>7. Pergerakan saluran gastro Intestinal8. Laktasi dan sistem endokrin</p> <p>9.</p> <p>Mengatur metabolisme organik dan H2O serta keseimbangan elektrolit.</p> <p>10. Menyebabkan perubahan adaptasi untuk membantu tubuh menghadapi tekanan stress 11. Mengatur pertumbuhan dan perkembangan tubuh 12. Mengontrol reproduksi 13. Mengatur produksi sel darah merah 14. Bersama dengan system saraf otonom, mengontrol dan menyatukan baik sirkulasi dan pencernaan serta absorbs makanan</p> <p>3.1 Klasifikasi Hormon Ada tiga golongan umum dari hormon 1. Protein dan polipeptida, mencakup hormon-hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior dan posterior, pankreas (insulin dan glukagon), kelenjar paratiroid (hormon paratiroid) , dan lain-lain. Terikat pada reseptor membran akan menginduksi serangkaian kejadian yang menyebabkan pembentukan molekul-molekul second messenger (hormon adalah first messenger) yang kemudian membangkitkan signal yang mengatur berbagai fungsi selular, seringkali dengan cara mengubah aktivitas enzim 2. Steroid yg disekresikan korteks adrenal (kortisol dan aldosteron), ovarium (Estrogen dan progesteron), Testis (testosteron), dan plasenta (estrogen dan progesteron). Berinteraksi dengan reseptor intraselular, dan kompleks ini membangkitkan signal yang mengatur ekspresi gen. 3. Turunan asam amino tirosin, yang disekreskan oleh kelenjar tiroid (tiroksin dan triiodotironin) dan medul adrenal (epinefrin dan norepinefrin) 3.1.1 Klasifikasi Hormon Berdasarkan struktur kimianya Protein. Terdiri atas polimer asam amino yang tidak larut dalam lemak. Hormon ini dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal dari jaringan alat pencernaan. Hormon tumbuh atau grwoth hormone termasuk hormon protein yang terbesar yang mengandung 191 asam amino (pada manusia). Jumlah asam amino pada hormon tumbuh bervariasi tergantung pada species. Hormon parathyroid mempunyai sekitar 80-85 asam amino, sedangkan insulin yang terdiri dari rantai A dan rantai B mengandung asam amino sebanyak 49-52. Susunan asam amino pada</p> <p>insulin ini adalah 20-21 asam amino pada rantai A dan sejumlah 29-31 asam amino pada rantai B. Peptida. Yang termasuk peptida antaranya adalah beberapa hormon yang dihasilkan oleh hipothalamus yaitu TRF dalam bentuk tripeptida, vasopressin dan oxytocin yang secara struktur kimianya termasuk octapeptida. Hormon gastrin 8 mempunyai komponen asam amino sebanyak 17 buah. Hormon perangsang alpha-melanosit (Alphamelanocyte-stimulating hormone) mempunyai komponen asam amino sejumlah 13 buah, sedangkan yang beta (Beta- melanocyte-stimulating hormone) mengandung 18 atau 22 asam amino. Glucagon mempunyai komponen asam amino sebanyak 29 buah, calcitonin 32 buah dan ACTH 39 buah. Asam amino. Yang termasuk kelompok ini adalah hormonhormon amine, yaitu yang berasal dari asam amino yang mengalami modifikasi. Di antara yang termasuk ke dalam hormon amine adalah epinephrine dan norepinephrine yang merupakan hasil modifikasi dari asam amino tyrosine. Modifikasi dari asam amino tryptophan dapat menghasilkan serotonin dan melatonin. Hormon thyroxin (T4) juga termasuk hormon amine, sebagai hasil yodanisasi dan kondensasi dari dua molekul asam amino tyrosine. Steroid. Hormon steroid dihasilkan dari metabolisme dan proses konversi dari kolesterol yang mengandung 27 buah atom karbon (C-27). Hormon steroid larut dalam lemak dan dihasilkan oleh kelenjar adrenal, testes, ovarium, dan plasenta. Hormon-hormon itu diantaranya adalan estrogen (C-18), androgen (C-19), corticoid (C-12) dan progesteron (C-21). Asam lemak. Hormon prostaglandin adalah satu-satunya hormon yang masuk katagori ini. Prostaglandin dihasilkan oleh beragam sel hewan yang merupakan biosintesis dari dua asam lemak yaitu asam</p> <p>lemak arachidonic dan di-homo-gamma-linolenic (arachidonic acid; dihomo--linolenic acid). 3.1.2 Klasifikasi Hormon Berdasarkan Fungsinya Hormon Perkembangan Adalah hormon-hormon yang memegang peranan di dalam perkembangan dan pertumbuhan serta peranannya dalam biologi reproduksi baik ketika individu masih dalam kandungan (intrauterine) maupun setelah berada di luar kandungan (extrauterine) sampai mencapai usia remaja (pubertas) pada manusia atau dewasa kelamin pada hewan. Termasuk dalam hormon-hormon ini diantaranya hormonhormon yang dihasilkan oleh kelenjar gonad. GH (growth hormone) , FSH (follicle stimulating hormone). Hormon Metabolisme Konservas atau proses homeostasis gula (glukosa) dalam tubuh diatur oleh beragam hormon, di antaranya glucocorticoid, glucagon dan katekolamin. Sebaliknya insulin, somatomedin dan nonsuppressible insuline-like activity (NSILA) mempunyai efek yang berlawanan dengan glucocorticoid maupun dengan glucagon ataupun dengan catecholamin. Hormon tumbuh (Growth Hormone) ddan thyroxin memegang peranan pula di dalam metabolisme, disamping peranan kedua macam hormon dalam proses pertumbuhan. Hormon-hormon androgen, estrogen dan progesteron meskipun mempunyai peranan utama dalam perkembangan individu atau hewan, ketiga macam hormon ini juga mempunyai peranan dalam proses metabolisme dan pertumbuhan. Hormon Trofik (Trophic Hormone) Di dalam proses evolusi dan perkembangan species sampai mencapai peringkat vertebrata terbentuklah suatu struktur dari organ</p> <p>tubuh yang mempunyai peranan yang khusus. Di dalam pengaturan fungsi kelenjar endokrin terbentuk suatu sistem yang menghasilkan hormon yang merangsang kelenjar endokrin agar pada gilirannya kelenjar endokrin ini menghasilkan hormon pula. Hormon yang dhasilkan oleh struktur yang khusus ini, yaitu hipofisa adalah hormonhormon tersebut adalah hormon perangsang kelenjar thyroid (TSH); hormon-hormon perangsang folikel (FSH) yang merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium dan proses spermatogenesis; hormon penguning (Luteinizing Hormone; LH) yang mengatur produksi progesteron pada hewan betina dan testosteron pada hewan jantan; hormon adrenokortikotrofik (ACTH) yang merangsang korteks kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon glucocorticoid dan hormonhormon yang dihasilkan oleh hipothalamus (hyphotalamic releasing hormone atau hypothalamic releasing factor). Dua hormon lain yang bersifat trofik tetapi dihasilkan diluar hipofisa adalah chorionic gonadotropin manusia (human Chorionic Thyrotropin) yang dihasilkan oleh plasenta. HCG mempunyai fungsi atau efek yang sama dengan LH sedangkan HHCG mempunyai peranan yang mirip dengan TSH dari hipofisa. Meskipun belum umum diterima, telah bertahun-tahun (Sejak 1975) disarankan bahwa plasenta juga menghasilkan hormon ACTH (Human Chorionic Corticotrophin; HCC) Renin meskipun zat ini tidak dpaat kita katagorikan sebagai hormon berdasarkan batasan yang kita pakai, mampu menghasilkan angiotensin dan selanjutnya angiotensin berperan dalam produksi hormon mineralocorticoid yang kita jumpai pembentukan hormonhormon dengan fungsi dan peranan spesifik. Hormon-hormon tersebut adalah hormon perangsang pigmen (melanocyte stimulating hormone ; MSH) dan oxytocin yang berperan pada proses kelahiran dan ekskresi air susu. Hormon Pengatur Metabolisme Air dan Mineral</p> <p>Calcitonin yang dihasilkan oleh kelenjar thyroid (sel C atau sel-sel parafolikuler) mempunyai peranan untuk mengatur metabolisme calcium dan fosfor. Meningkatnya produksi calcitonin akan menyebabkan menurunnya calcium dan fosfor dalam darag dan meningkatkan ekskresi calcium, fosfor, natrium, kalium dan magnesium melalui ginjal. Hormon parathyroid yang dihasilkan oleh kelenjar parathyroid mengatur homeostasis mineral terutama calcium dan fosfor. Peningkatan produksi hormon parathyroid akan berakibat meningkatnya calcium di dalam serum dan meningkatnya ekskresi fosfor melalui air seni. Aldosteron adalah mineralocorticoid yang dihasilkan oleh zona glomerulosa dari kelenjar adrenal. Hormon ini berperan di dalam pengaturan metabolisme natrium dan kalium. Peningkatan produksi aldosteron akan mengakibatkan meningkatnya reabsorbsi natrium dan sekresi kalium dan hydrogen (dalam bentuk ammonium) di kawasan tubuli pengumpul bagian kortikal (cortical collecting tubules) pada ginjal. Vasopressin dihasilkan oleh sel-sel dari nucleus supraoptik dan para ventrikuler (supraoptic and paraventricular nuclei) yang kemudian disimpan di dalam hipofisa pars nervosa (neurohypophysis) menunggu sampai diperlukan oleh tubuh untuk disekresikan ke dalam aliran darah. Peranan vasopressin (yang disebut juga anti-diuretic hormone; ADH) ialah melakukan konservasi air tubuh dengan jalan mengurangi ekskresi air seni. Hormon Pengatur Sistem Kardiovaskuler Epinephrine dihasilkan oleh bagian medula dari kelenjar adrenal. Efek dari hormon ini tergantung dari reseptor dari setiap organ tujuannya (target organ), yaitu adrenergic receptor (alpha atau beta). Pada jantung yang mempunyai beta reseptor epinephrine akan mengakibatkan peningkatan konduksi dan kontraksi dari jantung. Pada arteriol yang mempunyai reseptor beta epinephrine akan menyebabkan vasolidasi sedangkan arteriol yang mempunyai reseptor alpha</p> <p>epinephrine akan menyebabkan vasokonstriksi. Dengan jalan demikian keseimbangan hemodinamika oleh epinephrine dicoba untuk diserasikan. Selain terhadap sistem kardiovaskuler, epinephrine juga mempunyai peranan terhadap sistem pernapasan yaitu menyebabkan dilatasi pada saluran pernapasan (bronchus) dan menyebabkan menurunnya gerakan atau kontraksis usus. Namun demikian kerja ketiga sistem tersebut (kardiovaskuler, pernapasan dan usus) lebih didominasi parasimpatis. 3.1.3 Klasifikasi Hormon Berdasarkan Lokasi Reseptornya 1. Di dalam permukaan atau pada permukaan membran oleh katecholamin dan acetylkolin (catecholamin, acetylcholine) yang dihasilkan oleh ujung-ujung syaraf simpatis dan</p> <p>sel. Reeseptor membran sebagian besar spesifik untuk protein, peptida, dan hormon katekolamin 2. Di dalam sitoplasma sel. Reseptor utama berbagai hormon</p> <p>steroid terutama ditemukan dalam sitoplasma. 3. Didalam Nukleus sel. Reseptor untuk hormon tiroid</p> <p>dijumpai di nukleus dan lokasinya diyakini berhubungan erat dengan satu atau lebih kromosom. 3.2 Kelenjar-kelenjar endokrin 3.2.1 Kelenjar Pankreas (Langerhans) Pankreas terletak di retroperiotoneal rongga abdomen bagian atas, dan terbentang horizontal dari cincin duodenal ke lien. Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2,5-5 cm. mendapat pasokan darah dari arteri mensenterika superior dan splenikus. Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau</p> <p>Langerhans. Pulau-pulau Langerhans terdiri tiga jenis sel yaitu; sel alpha yang menghasilkan yang menghasilkan glukoagon, sel beta yang menghasilkan insulin, dan sel deltha yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui. Kelenjar pankreas merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas, sehingga dikenal dengan pulau pulau langerhans. Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Insulin mempermudah gerakan glukosa dari darah menuju ke sel sel tubuh menembus membrane sel. Di dalam otot glukosa dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan. Di sel hati, insulin mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis) dan pembentukan lemak (lipogenesis). Kadar glukosa yang tinggi dalam darah merupakan rangsangan untuk mensekresikan insulin. Sebaliknya glukogen bekerja secara berlawanan terhadap insulin. Organ sasaran kedua hormon ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Glukagon dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat ,dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glukagon bila kadar gula darah rendah, dan asam amino darah meningkat. Efek glukoagon ini juga sama dengan efek kortisol, GH dan epinefrin.Dalam meningkatkan kadar gula darah, glukagon merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan gula karbohidrat). darah, insulin Dalam sebagai metabolisme hormon lemak, glukagon akan meningkatkan lipolisis (pemecahan lemak).Dalam menurunkan kadar anabolik terutama meningkatkan difusi glukosa melalui membran sel di jaringan.</p> <p>3.2.2 Testis Dua buah testis ada dalam skrotum. Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Testis akan menghasilkan hormon testosteron dan estradiol dibawah pengaruh LH. Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis sementara FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis. Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi testosteron melalaui umpan balik negatif terhadap FSH sementara kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik negatif terhadap LH. Sebagai hormon anabolik, ia akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise tulang. 3.2.3 Ovarium Seperti halnya testis, ovarium juga berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi. Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum. Sementara untuk hormone progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum. Pengelompokan hormon berdasarkan tempat diproduksinya Hormon(H), Sumber Pelepasan Hormon Bentuk (RH),atau Kimia Penghambat Hormon (IH) Sasaran Aksi</p> <p>Hipotalamus GHRH RH hormone PP Pituitary anterior Menghambat</p> <p>pertumbuhan GHIH IH hormone pertumbuhan (somatostatin) TRH RH tirotrofin PP Pituitary anterior PP Pituitary anterior</p> <p>pelepasan hGH Merangsang pelepasan hGH</p> <p>Merangsang pelepasan TSH dan hGH Merangsang pelepasan LH dan FSH Merangsang pelepasan PRL Menghambat pelepasan PRL Merangsang pelepasan ACTH</p> <p>GnRH</p> <p>RH gonadot...</p>