makalah hormon

Download makalah hormon

Post on 28-Jun-2015

7.710 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PENDAHULUAN</p> <p>Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan internal yang selalu berubah. Sistem endokrin yang terdiri atas kelnjar kelnjar endokrin dan bekerja sama dengan sisitem syaraf ,mempunyai peranan penting dalam mengendalikan kegiatan organ organ tubuh kita .Untuk itu kelnjar endokrin mengeluarkan suatu zat yang disebut hormon .Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran ,jadi hormon yang dihasilkan diangkut melalui sistem peredaran darah ke sel sel yang dituju guna melangsungkan proses yang di perlukan oleh tubuh . Kata hormon mempunyai arti senyawa yang merangsang ,istilah hormon di perkenalkan untuk pertama kali pada tahun 1904 oleh william Bayliss dan Ernest Starling untuk menerangkan kerja sekretin suatu molekul yang dihasilakn oleh duodenum yang merangsang keluarnya pankreas .konsep tentang hormon kemudian berkembang ,bahwa (1) hormon adalah molekul yang dihasilakan oleh jaringan tertentu (kelenjar) (2) hormon dikeluarkan langsung ke dalam darah yang membawanya ketempat tujuan (3) hormon secara khas mengubah kegiatan suatu jaringan tertentu yang menerimanya .</p> <p>Sekresi Hormonal Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu. Dahulu sekresi hormonal dikenal dengan cara dimana hormon disintesis dalam suatu jaringan diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bekerja pada organ lain disebut sebagai fungsi Endokrin Ini bisa dilihat dari sekresi hormon Insulin oleh pulau Langerhans Pankreas yang akan dibawa melalui sirkulasi darah ke organ targetnya sel-sel hepar. Sekarang diakui hormon dapat bertindak setempat di sekitar mana mereka dilepaskan tanpa melalui sirkulasi dalam plasma di sebut sebagai fungsi Parakrin, digambarkan oleh kerja Steroid seks dalam ovarium, Angiotensin II dalam ginjal, Insulin pada sel pulau Langerhans.Hormon juga dapat bekerja pada sel dimana dia disintesa disebut sebagai fungsi Autokrin. Secara khusus kerja autokrin pada sel kanker yang mensintesis berbagai produk onkogen yang bertindak dalam sel yang sama untuk merangsang pembelahan sel dan meningkatkan pertumbuhan kanker secara keseluruhan. RESEPTOR HORMON Konsentasi hormon dalam cairan ekstrasel sangat rendah berkisar 10-15 10-9. Sel target harus membedakan antara berbagai hormon</p> <p>dengan konsentrasi yang kecil, juga antar hormon dengan molekul lain.Derjad pembeda dilakukan oleh molekul pengenal yangterikat pada sel target disebut Reseptor Reseptor Hormon: Molekul pengenal spesifik dari sel tempat hormon berikatan sebelum memulai efek biologiknya Umumnya pengikatan Hormon Reseptor ini bersifat reversibel dan nonkovalen Reseptor hormon bisa terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun intraselluler. Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan senyawa yang disebut sebagai second messenger (hormon sendiri dianggap sebagai first messenger) Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor spesifiknya pada sel-sel target, maka peristiwa-peristiwa komunikasi intraseluler dimulai.Hal ini dapat melibatkan reaksi modifikasi seperti fosforilasi dan dapat mempunyai pengaruh pada ekspresi gen dan kadar ion. Peristiwaperistiwa ini hanya memerlukan dilepaskannya zat-zat pengatur Struktur Reseptor Hormon Setiap reseptor hormon mempunyai sedikitnya dua daerah domain fungsional yaitu : 1. Domain pengenal akan mengikat hormon 2. Regio skunder menghasilkan (tranduksi) signal yang merangkaikan pengaturan beberapa fungsi intrasel Reseptor hormon Steroid dan Thyroid membentuk suatu superfamili yang besar dari faktor transkripsi. Disini termasuk juga reseptor untuk vitamin D dan Asam retinoid. Reseptor untuk hormon Glukokortikoid mempunyai beberapa domain fungsionalyaitu: 1. Regio pengikat hormon dalam bagian terminal karboksil 2. Regio pengikatan DNA yang berdekatan 3. Sedikitnya dua regio yang mengaktifkan transkripsi gen 4. Sedikitnya dua regio yang bertanggung jawab atas translokasi reseptor dari sitoplasma ke nukleus 5. Regio yang mengikat protein renjatan panas tanpa adanya ligand (Gambar)</p> <p>Struktur reseptor dari superfamili hormon Thyroid-Steroid Bagian atas adalah klasifikasi domain beberapa fungsi domain individual bagian bawah adalah contohcontoh reseptor dengan berbagai domain digambarkan dalam skala Reseptor hormon Thyroid 2 dan faktor transkripsi COUP (Chicken Ovalbumin Upstream Promoter) diperlihatkan sebagai pembanding dan mewakili kelompok yang diperkirakan tidak mengikat suatu hormon</p> <p>Klasifikasi HormonHormon dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara yaitu menurut komposisi kimia, sifat kelarutan, lokasi reseptor dan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya 1.Golongan Steroid:Turunan dari kolestrerol yaitu androgen ,estrogen dan adrenokortikoid 2.Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat 3.Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil :Thyroid,Katekolamin,epinefrin dan tiroksin 4.Golongan Polipeptida/Protein : Insulin,Glukagon,GH,TSH,oksitosin vaso perin ,hormon yang dikeluarkan oleh mukosa usus dan lain lainnya. Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormon 1. Lipofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak 2. Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air Berdasarkan lokasi reseptor hormon 1.Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler 2.Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran) Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel:kelompok Hormon yang menggunakan kelompok second messenger senyawa cAMP,cGMP,Ca2+, Fosfoinositol, Lintasan Kinase sebagai mediator intraseluler</p> <p>MEKANISME KERJA HORMON Earl Sutherland memulai penelitianya tentang mekanisme kerja enzim pada tahun 1950 .Mula mulanya ia bertujuan untk mengetahui bagaimana epinefrin dan glukagon bekerja pada reaksi pemecahan</p> <p>glikogen dan pembentukan glukosa oleh yang diamati pertama kali ialah bahwa reaksi pemecahan glikogen menjadi glukosa di percepat oleh hormon hormon tersebut .Pada penelitian lebih lanjut sutherland menemukan bahwa adanya epinefrin dan glukagon pada reaksi pemecahan glikogen telah menimbulkan terbentuknya suatu zat yang tahan panas sebagai zat antara .Dari analisis kimia ternyata zat tersebut ialah AMP Siklik atau 3,5 monofosfat AMP siklik dibentuk dari senyawa ATP oleh kerja enzim Adenilat Siklase dengan adanya Mg2+ yang membentuk suatu kompleks dengan ATP untuk bertindak sebagai substrat untuk reaksi.</p> <p>ATP</p> <p>Mg2+adenilsiklase</p> <p>AMP siklik + PPi + H+</p> <p>AMP siklik + H2O</p> <p>Mg2+</p> <p>AMP + H+</p> <p>AMP siklik dapat di hidrolisis oleh enzim fosfodiesterase menjadi AMP Fosfodiesterase Kerja yang ditimbulkan oleh hormon yang meningkatkan konsentrasi cAMP bisa diakhiri dengan sejumlah cara termasuk hidrolisis cAMP oleh fosfodiesterase. Enzim hidrolisis ini menjamin proses pergantian sinyal yang cepat dengan demikian juga penghentian proses biologik yang cepat begitu stimulus hormonal dihilangkan.Inhibitor fosfodiesterase,yang paling terkenal adalah derivat xantintermetilasi seperti kafein dan teofilin, akan meningkatkan cAMP intrasel,meniru atau memperpanjang kerja hormon Reaksi ini bersifat sangat eksergonik dabn bila tidak ada fosfodiesterase ,AMP siklik merupakan senyawa yang sangat stabil Hasil penelitian Sutherland lebih lanjut dapat menjelaskan konsep tentang mekanisme kerja hormon .Hal hal yang penting pada konsep tersebut ialah : 1. Sel mengadung reseptor bagi hormon dlam membran plasma 2. Penggabungan hormon dengan reseptor nya dalam membran plasma dapat merangsang siklase adenil yang juga terdapat dalam membaran plasma 3. Peningkatan aktivitas siklase adenil menyebabkan meningkatkan nya jumlah AMP siklik dalam sel</p> <p>4. AMP siklik bekerja dalam sel unutk mengubah kecepatan satu atau beberapa proses Dari konsep tersebut dapat di gambarkan mekanisme kerja hormon serta peranan AMP siklik sebagai berikut:</p> <p>Adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam menyebabkan kelenjar endokrin memproduksi dan mengeluarkan hormon kedalam plasma darah .Setelah sampai pada sel menjadi tujuan ,hormon bergabung dengan reseptor dan meningkatkan aktivitas adnil siklase yang terdapat pada membran Aktivitas adnil siklase yang meningkatkan ini menyebabkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang terdapat dalam plasma sel yang dapat mengubah proses didalam sel tersebut misalnya aktivitas enzim ,permeabelitas membran dan sebagainya .Keseluruahan proses yang berubah ini dapat terwujud dalam tindakan sebagai jawaban fisiologik atau uasaha yang dilakukakn oleh manusia .proses yang bersifat hormonal ini terdiri atas dua tahap yaitu tahap pertama pembentukan sampai tiba pada dinding sel atau plasma sedangkan tahap kedua ialah peningkatan jumlah AMP siklik sehingga terjadinya pertumbuhan atas proses dalam sel. AMP Siklik mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses kerja sejumlah hormon.Epineprin meningkatkan kadar AMP siklik yang tinggi di dalam sel-sel otot dan perubahan yang relatif kecil dalam</p> <p>sel-sel hati Mekanisme Kerja Hormon Protein. Reseptor hormon protein bersifat spesifik dan terdapat pada membran plasma sel target. Interaksi hormon dengan reseptornya</p> <p>mengakibatkan perangsangan atau penghambatan enzim adenilsiklase yang terikat pada reseptor tersebut. Interaksi hormon-reseptor ini mengubah mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP. Selanjutnya siklik AMP berfungsi sebagai mediator intrasel untuk hormon tersebut dan seluruh sistem ini berfungsi sebagai suatu mekanisme spesifik sehingga efek spesifik suatu hormon dapat terjadi. Untuk protein ini siklik AMP menyebabkan aktivasi enzim-enzim protein kinase yang terlibat dalam proses fosforilasi pada sintesis protein dalam sel. Siklik AMP ini mempengaruhi kecepatan proses ini. Hormon-hormon yang bekerja dengan cara diatas ialah hormon tropik adenohipofisis misalnya MSH (melanocyte stimulating hormone), glukagon, hormon paratiroid, dan gonadropin. Beberapa hormon membutuhkan ion Ca sebagai mediator intraselularnya (intracellular messenger, second messenger), molekul lain yang juga dapat bekerja sebagai mediator intrasel adalah GMP, diasilsgliserol, dan inositol trifosfat. Mekanisme Kerja Hormon Steroid Hormon steroid melewati membran sel masuk ke dalam sitoplasma setiap sel, baik sel target hormon steroid maupun sel lainnya. Tetapi reseptor hormon steroid hanya terdapat di dalam sel target yaitu dalam sitoplasmanya. Bila hormon steroid berikatan dengan reseptor sitoplasma maka kompleks hormon-reseptor tersebut dengan atau tanpa modifikasi akan di transportasi ketempat kerjanya (sites of action) di dalam inti sel yaitu pada kromatin. Selanjutnya terjadilah beberapa hal yang berhubungan dengan peningkatan sintesis protein sesuai dengan fungsi masing-masing sel target. Mekanisme Kerja insulin Dimulai dengan berikatnya insulun dengan reseptor glikoprotein yang spesifik pada permukaan sel sasaran. Reseptor ini terdiri dari 2 subunit yaitu: - subunit yang besar dengan BM 130.000 yang meluas ekstraseluler terlibat pada pengikatan molekul insulin - subunit yang lebih kecil dengan BM 90.000yang dominan di dalam sitoplasma mengandung suatu kinase yang akan teraktivasi pada pengikatan insulin dengan akibat fosforilasi terhadap subunit itu sendiri (autofosforilasi)</p> <p>Reseptor insulin yang sudah terfosforilasi melakukan reaksi fosforilasi terhadap substrat reseptor insulin ( IRS -1).IRS-1 yang terfosforilasi akan terikat dengan domain SH2 pada sejumlah proteinyang terlibat langsung dalam pengantara berbagai efek insulin yang berbeda. Pada dua jaringan sasaran insulin yang utama yaitu otot lurik dan jaringan adiposa, serangkaian proses fosforilasi yang berawal dari daerah kinase teraktivasi tersebut akan merangsang protein-protein intraseluler, termasuk Glukosa Transpoter 4 untuk berpindah ke permukaan sel. Jika proses ini berlangsung pada saat pemberian makan, maka akan mempermudah transport zat-zat gizi ke dalam jaringan-jaringan sasaran insulin tersebut.</p> <p>BEBERAPA JENIS HORMON A. Hormon Saluran Pencernaan. Gastrin Gastrin diproduksi oleh mukosa pilorik dan terbentuknya hormon ini dirangasang oleh adanya protein dari makanan atau mungkin juga oleh asam lambung. Rangsangan mekanik berupa gerakan lambung juga dapat meningkatkan produksi gastrin. Hormon ini dibawa oleh darah ke sel-sel tujuan dan mengakibatkan sel-sel tersebut mengeluarkan HD lebih banyak. Molekul gastrin adalah suatu heptapeptida. Sekretin Sekretin diproduki oleh mukosa usus, dan diangkut oleh darah ke pankreas. Hormon ini merangsang pankreas untuk mengeluarkan cairan pankreas yang mengandung banyak bikarbonat. Sekretin merupakan polipeptida yang kemungkinan juga merangsang aliran cairan usus dan merupakan salah satu faktor yang meningkatkan sekresi ampedu oleh hati. Kolesistokinin Kolesistokinin diproduksi oleh mukosa usus halus. Kolesistokinin merangsang pankreas untuk mengeluarkan cairan pankreas yang mengandung banyak enzim. Pankreozimin</p> <p>Pankreozimin diproduksi oleh mukosa usus halus bagian atas. Pengeluaran hormon pankreozimin dirangsang oleh adanya beberapa zat antara lain kasein, dekstrin, maltosa, laktosa, dan lain-lain. Pankreozimin merangsang keluarnya cairan pankreas yang mengandung banyak bikarbonat maupun enzim tinggi. Pankreozimin bersifat tahan terhadap panas, tidak dapat dirusak oleh asam, namun tidak stabil terhadap alkali. B. Hormon Adenohipofisis</p> <p>Sekresi hormon hipofisis selian dikontrol oleh hipotalamus, dipengaruhi banyak faktor antara lain oleh obat hormon alamiah, atau antagonis hormon. Hormon hipofisis mengatur sintesis dan sekresi hormon serta zat-zat kimia di sel target, sebaliknya hormon yang disekresi tersebut juga mengatur sekresi hipofisis. Pada vertebrata dikenal 10 hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis, 6 diantranya sudah diketahui kegunaannya pada manusia, sisanya belum diketahui peranannya. Pada saat ini susunan asam amino semua hormon hipofisis telah diketahui dan beberapa telah dapat disintesis sebagian maupun keseluruhan. Sehingga memudahkan pembuatan hormon secara masal dalam waktu cepat dengan metode rekayasa genetik. Proses ini penting sebab pada umumnya hormon hipofisis sangat spesifik untuk tipa spesies, sehingga sumber untuk penggunaan klinis yang memenuhi syarat hanya mungkin didapat dari ekstrak hipofisis manusia. Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan merupakan polipeptida dengan berat molekul 22.000. atau sekitar 10 % dari berat kelenjar hipofisis kering. Fungsi hormon pertumbuhan jelas untuk pertumbuhan, defisiensi hormon ini pada anak-anak menyebabkan kekerdilan (dwarfisme) sedangkan kelebihan hormon ini menyebabkan gigantisme pada anak atau akromegali pada orang dewasa. Hormon pertumbuhan terutama mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan lemak, dengan mekanisme kerja yang belum jelas. Hormon pertumbuhan memperlihatkan efek antiinsulin yaitu meninggikan kadar gula darah, tetapi disamping itu juga berefek seperti insulin yaitu</p> <p>men...</p>