materi klasifikasi tanah b

11
Oktob er 2014 Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta SISTEM KLASIFIKASI TANAH 1. Pengertian Sistem Klasifikasi Tanah Adalah suatu cara pengelompokan tanah berdasarkan sifat dan ciri tanah yang sama atau hampir sama, kemudian diberi nama agar mudah dikenal, diingat, dipahami dan dibedakan dengan tanah-tanah lainnya. Setiap Jenis Tanah memiliki sifat dan ciri tertentu dan berbeda dengan jenis tanah lainnya. Setiap jenis tanah memiliki sifat, ciri, potensi kesesuaian tanaman dan kendala tertentu untuk pertanian sehingga memerlukan teknologi pengelolaan tanah yang spesifik untuk dapat berproduksi optimal. Berbagai usaha telah dilakukan untuk memperoleh klasifikasi umum yang dapat membantu dalam memprediksi perilaku tanah ketika mengalami pembebanan. Metode yang telah dibuat didasarkan pada pengalaman yang diperoleh dalam perancangan fondasi dan riset. Dari sini, tanah fondasi yang ditinjau menurut klasifikasi tertentu dapat diprediksi perilakunya, yaitu didasarkan pada pengalaman di lokasi lain, namun memiliki tipe tanah yang sama. Sistem klasifikasi tanah adalah suatu sistem pengaturan beberapa jenis tanah yang berbeda-beda tapi mempunyai sifat yang serupa ke dalam kelompokkelompok dan sub kelompok-sub kelompok berdasarkan pemakaiannya. Sistem klasifikasi memberikan bahasa yang mudah untuk menjelaskan secara singkat sifat-sifat tanah yang bervariasi tanpa penjelasan yang terinci. 2. Fungsi Klasifikasi Tanah Dalam perancangan fondasi, klasifikasi tanah berguna sebagai petunjuk awal dalam memprediksi kelakuan tanah. Engineer akan mempunyai gambaran yang baik mengenai perilaku tanah tersebut dalam berbagai situasi, misalnya selama konstruksi, di bawah beban-beban struktural dan lain lain. Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 1

Upload: andika-pramana

Post on 21-Dec-2015

24 views

Category:

Documents


3 download

DESCRIPTION

1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan kota – kota besar ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh urbanisasi yang tinggi. Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah merupakan hirarki puncak dari semua aktivitas di berbagai aspek kehidupan. Semarang memiliki karakteristik sebagai kota yang sentries artinya memusatkan segala aktifitas utama kota tersebut di pusat kota, sedangkan daerah pinggiran banyak difungsikan sebagai kawasan pemukiman. Akibatnya terjadi penumpukan segala macam aktifitas masyarakat di pusat, yang menyebabkan warga Semarang harus menempuh perjalanan dari tempat tinggal untuk mencapai tempat kerjanya. Dengan kondisi topografi kota Semarang yang beragam, berupa daerah perbukitan, daerah daratan, daerah pantai/pesisir dan lokasi yang berjauhan antara pusat kota dan permukiman baru menyebabkan alat transportasi yang dimiliki harus memenuhi faktor kenyamanan dan keamanan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat Semarang. Seiring dengan pergerakan penduduk yang terjadi, disertai dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana transportasi, mengakibatkan meningkatnya permintaan akan kendaraan bermotor, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Hal ini juga yang menyebabkan meningkatnya penjualan unit kendaraan. Pihak Honda Semarang Center jl. Setia Budi Banyumanik sebagai pemegang distribusi merk Honda di Semarang menyadari fenomena tersebut, yang nampak pada meningkatnya penjualan produk mereka di masyarakat, bahkan cenderung naik setiap tahunnya. Menyadari kenyataan di atas, maka pihak Honda Semarang Center jl. Setia Budi Banyumanik berencana meningkatkan pelayanannya di masyarakat, yang di wujudkan dengan membuka showroom untuk lebih dapat menjangkau masyarakat Semarang Utara yang lingkup pelayanannya tidak terbatas pada penjualan mobil saja, tetapi juga melingkupi perbaikan, washing and painting, penjualan asesoris, serta pengurusan dokumen-dokumen kendaraan seperti STNK dll. Dari uraian diatas, penyusun ingin mencoba untuk menyusun laporan Perancangan Arsitektur denagan judul SHOWROOM dan BENGKEL MOBIL HONDA DI SEMARANG, sebuah sarana untuk menampung kegiatan perdagangan dan pelayanan jasa otomotif di segala bidang yang bersifat fungsional, komersial dan rekreatif. 1.2 TUJUAN dan SASARAN Tujuan utama yang dicapai dari permasalahan mengenai Showroom honda di Semarang adalah untuk menggali dan merumuskan permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan suatu fasilitas pelayanan jasa Showroom dan bengkel mobil. Sasaran yang hendak dicapai adalah menyusun dan merumuskan perancangan Arsitektur Showroom honda, berdasarkan aspek – aspek panduan perancangan. 1.3 MANFAAT 1.3.1 Secara Subyektif Memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas Akhir di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Sebagai pegangan dan acuan selanjutnya, dalam penyusunan LP3A yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Tugas Akhir. 1.3.2 Secara Obyektif Dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang mengajukan proposal tugas akhir. 1.4 LINGKUP PEMBAHASAN 1.4.1 Subtansial Showroom mobil Honda di Semarang Utara, merupakan suatu fasilitas pelayanan jasa automobile di semua bidang, sebagai sarana perdagangan dan pelayanan jasa otomotif di segala bidang yang bersifat fungsional, komersial dan rekreatif di semarang yang terdiri dari unit penjualan mobil baru, unit perbaikan, unit pengecetan, test drive area,unit penjualan aksesoris, serta pengurusan dokumen-dokumen kendaraan seperti STNK, dll. 1.4.2 Spasial Disiplin ilmu Arsitektur yang berkaitan dengan aspek-aspek perencanaan dan peranc

TRANSCRIPT

Page 1: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

SISTEM KLASIFIKASI TANAH1. Pengertian Sistem Klasifikasi Tanah

Adalah suatu cara pengelompokan tanah berdasarkan sifat dan ciri tanah yang sama atau hampir sama, kemudian diberi nama agar mudah dikenal, diingat, dipahami dan dibedakan dengan tanah-tanah lainnya. Setiap Jenis Tanah memiliki sifat dan ciri tertentu dan berbeda dengan jenis tanah lainnya. Setiap jenis tanah memiliki sifat, ciri, potensi kesesuaian tanaman dan kendala tertentu untuk pertanian sehingga memerlukan teknologi pengelolaan tanah yang spesifik untuk dapat berproduksi optimal.

Berbagai usaha telah dilakukan untuk memperoleh klasifikasi umum yang dapat membantu dalam memprediksi perilaku tanah ketika mengalami pembebanan. Metode yang telah dibuat didasarkan pada pengalaman yang diperoleh dalam perancangan fondasi dan riset. Dari sini, tanah fondasi yang ditinjau menurut klasifikasi tertentu dapat diprediksi perilakunya, yaitu didasarkan pada pengalaman di lokasi lain, namun memiliki tipe tanah yang sama.

Sistem klasifikasi tanah adalah suatu sistem pengaturan beberapa jenis tanah yang berbeda-beda tapi mempunyai sifat yang serupa ke dalam kelompokkelompok dan sub kelompok-sub kelompok berdasarkan pemakaiannya.

Sistem klasifikasi memberikan bahasa yang mudah untuk menjelaskan secara singkat sifat-sifat tanah yang bervariasi tanpa penjelasan yang terinci.

2. Fungsi Klasifikasi Tanah

Dalam perancangan fondasi, klasifikasi tanah berguna sebagai petunjuk awal dalam memprediksi kelakuan tanah. Engineer akan mempunyai gambaran yang baik mengenai perilaku tanah tersebut dalam berbagai situasi, misalnya selama konstruksi, di bawah beban-beban struktural dan lain lain.

3. Tujuan Klasifikasi Tanah

a.  Mengorganisasi atau menyusun pengetahuan tentang tanh secara sistematis

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 1

Page 2: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

b.  Mengetahui hubungan individu tanah satu sama lain

c.  Memudahkan mengingat sifat-sifat tanah

d.  Mengklasifikasi tanah untuk tujuan yang lebih praktis seperti

menaksir sifat-sifat tanah,

menetapkan lahan-lahan terbaik,

menduga produktivitas tanah dan

menentukan wilayah penelitian untuk tujuan ―agrotechnology transfer‖.

e. Mempelajari hubungan sifat-sifat tanah yang baru

4. Azas Klasifikasi Tanah

Dalam penyusunan suatu klasifikasi tanah biasanya, digunakan beberapa ketentuan atau asas yang digunakan sebagai dasar. Hardjowigeno (1993) menyatakan ada beberapa asas yang digunakan dalam klasifikasi tanah yaitu :

a. Asas genetik (genetic principle)

Dalam asas genetik ini, sifat tanah pembeda adalah sifat yang terbentuk sebagai hasil dari protes pembentukan tanah atau sifat-sifat yang mempengaruhi pembentukan tanah.

b.Asas sifat pembeda makin bertambah (Principle of accumulating differentia)

Dalam asas ini sifat-sifat tanah pembeda semakin bertambah semakin mendekati kategori yang lebih rendah. Oleh karena itu, pada kategori rendah tanah tidak hanya dibedakan berdasar sifat-sifat tanah pembeda, tetapi juga digunakan pembeda yang lebih tinggi.

c. Asas menyeluruh kategori taksonomi (Principle of wholeness of taxonomic categories)

Setiap individu tanah harus diklasifikasikan pada masing-masing kategori berdasarkan atas sifat-sifat tanah pembeda yang telah dipilih untuk kategori tersebut. Setiap sifat pembeda yang telah dipilih harus dapat mengklasifikasikan semua individu populasi tersebut.

d. Pembatas asas bebas (Ciling of independence principle)

Sifat tanah yang digunakan sebagai pembeda untuk tanah tingkat kategori tanah, tidak dapat digunakan tapi sebagai faktor pembeda untuk kategori yang lebih rendah.

5. Klasifikasi Tanah ada 2:

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 2

Page 3: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

Klasifikasi Alami

Didasarkan atas sifat tanah yg dimiliki tanpa menghubungkan dg tujuan penggunaan tanah tersebut.

Klasifikasi Teknis

Didasarkan pada sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan-penggunaan tertentu.

Sistem Klasifikasi Tanah yang ideal mampu mengelompokkan tanah dalam satu kelas yang dapat berupa :

a. Isogenus yaitu Tanah yang mempunyai genesis sama

b. Isomorf yaitu Tanah yang mempunyai kenampakan yang sama

c. Isofungsi yaitu Tanah yang mempunyai fungsi sama dalamlingkungan

d. Isotropik yaitu Tanah yang mempunyai lokasi yang sama

2. SISTEM PENG-KLASIFIKASI-AN TANAH

Sistem Peng-klasifikasi-an Tanah yang umum digunakan ada 5, yaitu:

1. Sistem Klasifikasi Tanah Nasional (Dudal & Soepraptohardjo, 1957; Soepraptohardjo, 1961),

2. Sistem Klasifikasi Tanah Internasional, dikenal sebagai Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy, USDA, 1975; 2003)

3. Sistem World Reference Base for Soil Resources4. Sistem ppt (Pusat Penelitian Tanah) - bogor5. Sistem Klasifikasi Tanah Berdasarkan AASHTO

2.1. Sistem Klasifikasi Tanah Nasional (Dudal & Soepraptohardjo, 1957; Soepraptohardjo, 1961)

Taksonomi tanah berdasarkan sistem Dudal-Soepraptohardjo mendasarkan pada penampilan profil tanah dan sejumlah ciri-ciri fisika dan kimia. Dasar sistem ini adalah dari Rudi Dudal, ahli tanah dari Belgia, yang dimodifikasi untuk situasi Indonesia oleh M. Soepraptohardjo.Sistem ini disukai oleh pekerja lapangan pertanian karena mudah untuk diterapkan di lapangan. Versi aslinya dirilis pada tahun 1957. Modifikasinya dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah pada tahun 1978 dan 1982. Sistem ini (dan modifikasinya) berlaku khusus untuk Indonesia, dengan mengadopsi beberapa sistem internasional, khususnya dalam penamaan dan pemberian kriteria.

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 3

Page 4: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

Sistem Klasifikasi Tanah LPT (Soepraptohardjo, 1961)Dalam ategori:1. Golongan (ordo) kriteria Perkembangan profil Meliputi 2 satuan

a. Tanpa perkembanganb. Telah berkembang

2.Kumpulan (sub-ordo) kriteria Susunan horizon utama Meliputi 8 jenis horizon utama dari : O, A, B, C, dan R

3. Jenis (great soil group) kriteria Horison utama penciri dan gejalapengikutPenciri utama sebagaiberikut :1. Tanpa perkembangan

a. Tebal profil, tekstur dan struktur.2. Dengan perkembangan

a. A1 prominen, fragmen atau kongkresi kapurb. A1 cherrozem, fragmen/ kongresi kapurc. A1 prominen, basa tinggid. B2 warna, basa tinggi warna/tekstur; basa tinggi,sedang,

rendah. Horizon kapur,penuh kongkresie. B2 podsol; warna lemah ataukuatf. B2 tiang; Na tinggi ataurendahg. B2 latosol; gembur gley, BOtinggi/ rendahNa-tinggi,

alihantekstur nyata. B-warna/ tekstur,podsol, latosol4. Macam ( sub-group) kriteria Warna horizon atau penciri pada

kedalaman 50 cm horizon tambahan meliputi peralihan antara hitam, merah, kuning dan putih, berdasarkan Hue, Value, Chroma meliputi akumulasi BO, humus, Fe, Mn, R2O3 kongkresi Fe, Mn, kapur lapisan gley.

5. Rupa ( Family) Sifat fisik umum h2 utama ataulapisan 50 cm tekstur 5 kelas, drainase3 kelas.

6. Serie (serie) Sifat fisik khusus h2- utamaatau lapisan 50cm tekstur 12 kelas, drainase 7 kelas.

Kategori nomer 1-3 Kategori Tinggi sedangkan Kategori nomer 4-6 Kategori Rendah.

2.2. Sistem Klasifikasi Tanah Internasional, dikenal sebagai Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy, USDA, 1975; 2003)

Sistem USDA atau Soil Taxonomy dikembangkan pada tahun 1975 oleh tim Soil Survey Staff yang bekerja di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Sistem ini pernah sangat populer namun juga dikenal sulit diterapkan. Oleh pembuatnya, sistem ini diusahakan untuk dipakai sebagai alat komunikasi antarpakar tanah, tetapi kemudian tersaingi oleh sistem WRB. Meskipun demikian, beberapa konsep dalam sistem USDA tetap dipakai dalam sistem WRB yang dianggap lebih mewakili kepentingan dunia.

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 4

Page 5: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

Sistem klasifikasi ini menggunakan enam (6) kategori, yaitu:1. Ordo (Order)2. Subordo (Sub-Order)3. Grup (Great group)4. Sub-grup (Subgroup)5. Famili (Family)6. Seri.

Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. Sistem klasifikasi ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal:A. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan.

Menurut Hardjowigeno (1992) terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA 1975 dengan disertai singkatan nama ordo tersebut, adalah sebagai berikiut:

1. Alfisol –> disingkat: Alf2. Aridisol –> disingkat: Id3. Entisol –> disingkat: Ent4. Histosol –> disingkat: Ist5. Inceptisol –> disingkat: Ept6. Mollisol –> disingkat: Oll7. Oxisol –> disingkat: Ox8. Spodosol –> disingkat: Od9. Ultisol –> disingkat: Ult10. Vertisol –> disingkat: Ert

Sistem ini bersifat hierarkis. terdapat penggolongan 12 (pada versi pertama berjumlah sepuluh) kelompok utama yang disebut soil order ("ordo tanah"). Mereka adalah

1. Entisol (membentuk akhiran -ent) merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan.

2. Inceptisol (membentuk akhiran -ept) merupakan tanah muda, tetapi lebih berkembang daripada Entisol.

3. Alfisol (membentuk akhiran -alf) merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah.

4. Ultisol (membentuk akhiran -ult) merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah, bersifat masam, kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%.

5. Oxisol (membentuk akhiran -ox) tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah,

6. Vertisol (membentuk akhiran -vert) merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison,

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 5

Page 6: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras.

7. Mollisol (membentuk akhiran -mol) merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap), kandungan bahan organik lebih dari 1%, kejenuhan basa lebih dari 50%.

8. Spodosol (membentuk akhiran -od) merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang, dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic).

9. Histosol (membentuk akhiran -ist) merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat).

10. Andosol (membentuk akhiran -and)11. Aridisol (membentuk akhiran -id) merupakan tanah-tanah yang

mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering).12. Gleisol (membentuk akhiran )Penamaan berikutnya ditentukan oleh kondisi masing-masing order.

Sistem USDA mempertimbangkan aspek pembentukan tanah akibat faktor aktivitas di bumi dan atmosfer.

B. Definisi-definisi horison penciri.Horizon Penciri terdiri dari dua bagian:(a) horizon atas (permukaan) atau epipedon, dan(b) horizon bawah atau endopedon.

Epipedon atau horison atas / permukaan penciri dibedakan dalam 8 kategori (Soil Survey Staff, 2003), yaitu:

(a) epipedon mollik, (b) epipedon umbrik,(c) epipedon okrik, (d) epipedon histik,(e) epipedon melanik, (f) epipedon anthropik,(g) epipedon folistik, dan (h) epipedon plagen.

Endopedon atau horizon bawah penciri dibedakan menjadi 13 (Soil Survey Satff, 2003), yiatu:

(a) horizon argilik, (b) horizon kambik,(c) horizon kandik, (d) horizon kalsik,(e) horizon oksik, (f) horison gipsik,

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 6

Page 7: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

(g) horizon petrokalsik, (h) horizon natrik,(i) horizon plakik, (j) horizon spodik,(k) horizon sulfuric, (l) horizon albik.

Beberapa Sifat Penciri Khusus, adalah:(a) konkresi, (b) padas (pan),(c) fraipan, (duripan), (d) Plintit,(e) slickenside, (f) selaput liat,(g) kontak litik, (h) kontak paralithik.

C. Beberapa sifat penciri lainnya, adalah:a. Rezim suhu tanah,Rezim suhu tanah dibedakan dalam 3 kategori, yaitu:(1) mesic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 8°C s/d 15°C.(2) thermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 15°C s/d 22°C.(3) hyperthermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan > 22°C.

Istilah iso (iso-mesic, iso-thermic, iso-hyperthermic) digunakan untuk menunjukkan perbedaan suhu tanah rata-rata musim panas dan musim dingin < 6°C).

b. Rezim lengas tanah, danRezim lengas tanah dibedakan dalam 4 kategori, yaitu:(1) aquic: tanah hampir selalu jenuh air, sehingga terjadi reduksi

dan ditunjukkan oleh adanya karatan dengan chroma rendah (chroma < 2 dan value < 4).

(2) perudic: curah hujan setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi.

(3) udic: tanah tidak pernah kering selama 90 hari (kumulatif) setiap tahunnya.

(4) ustic: tanah setiap tahunnya kering lebih dari 90 hari (kumulatif) tetapi kurang dari 180 hari.

c. Sifat-sifat tanah Andik.

3. Sistem World Reference Base for Soil ResourcesSistem ini, disingkat sistem WRB, merupakan hasil kerja dari tim

bentukan FAO dan disarankan oleh Organisasi Ilmu Tanah Sedunia. Berdasarkan kesepakatan pada tahun 1998, sistem WRB menggantikan sistem FAO. Versi terbarunya terbit tahun 2006.Sistem WRB terdapat dua pembagian yaitu:

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 7

Page 8: Materi Klasifikasi tanah b

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tenik Sipil Dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

1. peringkat primer merupakan penggambaran terhadap 32 jenis tanah utama dunia.

2. peringkat sekunder merupakan kata sifat yang menggambarkan keadaan fisik dan kimia tanah.

Berbeda dari sistem USDA, sistem WRB tidak mempertimbangkan aspek iklim sebagai alat untuk pengelompokan.

4. Sistem ppt (Pusat Penelitian Tanah) - bogor :Sistem ini ada 6 kategori yaitu:1. golongan,2. kumpulan,3. jenis,4. macam,5. rupa,6. seri.

golongan dan kumpulan didasarkan atas tingkat perkembangan dan susunan horison. Penciri utama rupa dan seri adalah tekstur dan drainase.penamaan tanah pada kategori jenis. Contoh jenis tanah : organosol, litosol, grumosol, aluvial, regosol, andosol, latosol, podsolik, oksisol, mediteran, rendzina, podsol.

5. Sistem Klasifikasi Tanah Berdasarkan AASHTOSistem klasifikasi AASHTO berguna untuk menentukan kualitas

tanah guna pekerjaan jalan yaitu lapis dasar (subbase) dan tanah dasar(subgrade). Karena sistem ini ditujukan untuk pekerjaan jalan tersebut,maka penggunaan sistem ini dalam prakteknya harus dipertimbangkan terhadap maksud aslinya.Sistem ini membagi tanah ke dalam 7 kelompok utama yaitu A-1 Sampai dengan A-7. Tanah yang terklasifikasikan dalam kelompok A-1, A-2, dan A-3 merupakan tanah granuler yang memiliki partikel yang lolos saringan No. 200 kurang dari 35%. Tanah yang lolos saringan No. 200 lebih dari 35% diklasifikasikan dalam kelompok A-4, A-5, A-6, dan A-7. Tanah-tanah dalam kelompok ini biasanya merupakan jenis tanah lanau dan lempung.AASHTO sistem mengklasifikasikan tanah menjadi 7 bagian besar, yaitu :

1. A-1 (A-1-a ; A-1-b), kelompok ini termasuk granular .2. A-2 (A-2-4 ; A-2-5 ; A-2-6 ; A-2-7), A-3, termasuk kelompok gravel

dan sand.3. A-4, A-5 (fine), A-6((silt dan clay), A-7.

Dr. Ivonne Ayesha, SP., MP Page 8