materi mekanika tanah sistem klasifikasi tanah

Download Materi Mekanika Tanah Sistem Klasifikasi Tanah

Post on 08-Dec-2015

294 views

Category:

Documents

38 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MOCH IKHSAN ALWI

Materi Mata Kuliah Mekanika Tanah - Sistem Klasifikasi TanahKlasifikasi tanahadalah ilmu yang berhubungan dengankategorisasi tanah berdasarkan karakteristik yang membedakan masing-masing jenis tanah.Klasifikasi tanah merupakan sebuah subjek yang dinamis yang mempelajari struktur dari sistem klasifikasi tanah, definisi dari kelas-kelas yang digunakan untuk penggolongan tanah, kriteria yang menentukan penggolongan tanah, hingga penerapannya di lapangan.Tanah sendiri dapat dipandang sebagai material maupun sumber daya.Tujuan : Untuk mengklasifikasi tanah dalam kelompokkelompok sesuai dengan sifat dan bentuk fisik tanah tersebut.Jenis klasifikasi: Klasifikasi visual Sistem US dept of agriculture Sistem AASHTO Sistem UCSKlasifikasi Visual:Dilakukan dengan cara melihaat langsung benda uji dan memperkirakan jenias material berdasarkan. Warna Bau Perasaan Kethananan Pemuaian Sedimentasi

klasifikasi tanah bukanlah satu-satunya cara yang digunakan sebagai dasar untuk perencanaan dan perancangan konstruksi.Adapun sistem klasifikasi tanah yang telah umum digunakan adalah :1. SistemUnifiedSoil Clasification System(USCS).Dalam sistem ini,Cassagrandemembagi tanah atas 3 (tiga) kelompok (Sukirman, 1992) yaitu :1. Tanah berbutir kasar, < 50% lolos saringan No. 200.2. Tanah berbutir halus, > 50% lolos saringan No. 200.3. Tanah organik yang dapat dikenal dari warna, bau dan sisa-sisa tumbuh-tumbuhan yang terkandung di dalamnya.

Sistem Klasifikasi Tanah USCS

Dimana :W =Well Graded(tanah dengan gradasi baik),P =Poorly Graded(tanah dengan gradasi buruk),L =Low Plasticity(plastisitas rendah, LL 50).

Sistem Klasifikasi Tanah USCS

Grafik plastisitas Cassagrande

Garis A pada umumnya memisahkan material seperti tanah liat (clay) dari material tanah gambut (silty), dan organik dari non-organik.Garis U menyatakan batas teratas untuk tanah pada umumnya.catatan:Jika batas pengukuran tanah berada di kiri garis U, maka perlu dilakukan pengecekan ulang.(Holtz and Kovacs, 1981)

Sistem AASHTO (American Association Of State Highway and Transporting Official)

Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh Hoentogler dan Terzaghi, yang akhirnya diambil olehBureau Of Public Roads. Pengklasifikasian sistem ini berdasarkan kriteria ukuran butir dan plastisitas.Maka dalam mengklasifikasikan tanah membutuhkan pengujian analisis ukuran butiran, pengujian batas cair dan batas palstis.Sistem ini membedakan tanah dalam 8 ( delapan ) kelompok yang diberi nama dari A-1 sampai A-8. A-8 adalah kelompok tanah organik yang bersifat tidak stabil sebagai bahan lapisan struktur jalan raya, maka pada revisi terakhir oleh AASHTO diabaikan (Sukirman, 1992).Klasfikasi tanah untuk tanah dasar jalan raya, AASHTO

Klasifikasi tanah

Keterangan : 1 Persen lolos saringan No. 200 35%,2 Persen lolos saringan No. 200 > 35%,a Tanah yang lolos saringan No. 40,b Untuk A-7-5, PI LL 30,c Untuk A-7-6, PI > LL 30.

Gambaran dari klafikasi tanah:

SUMBER:http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/09/sistem-klasifikasi-tanah.htmlhttp://repository.binus.ac.id/content/S0034/S003493342.pdf

WAKTU PEMERAMAN TANAHTanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu bidang pekerjaan konstruksi.Tanah yang dijumpai di lapangan sangat bervariasi dan kualitasnya tidak selalu memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk suatu konstruksi bangunan di atasnya.Penelitian ini mencoba menganalisa besarnya pengaruh pemeraman pada tanah lempung dengan tambahan Cornice Adhesive terhadap nilai CBR. Penelitian dilakukan pada kondisi tanah asli dan setelah distabilisasi dengan kadar pencampuran Cornice Adhesive sebesar 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dengan waktu pemeraman yang ditentukan antara 0 hari,1 hari, 4 hari, 7 hari, dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian CBR yang mengalami proses pemeraman. Hasil CBR yang dilakukan dengan penambahn kadar Cornice Adhesive serta adanya variasi waktu pemeraman yang telah ditentukan dapat meningkatkan nilai CBR. Peningkatan nilai CBR terjadi seiring bertambahnya waktu pemeraman akibat penambahan Cornice Adhesive. Peningkatan pada nilai CBR terjadi secara signifikan setelah penambahan 6% Cornice Adhesive, pada penambahan 9% Cornice Adhesive peningkatan nilai CBR sudah cukup baik tetapi lama waktu pemeramannya tidak mempengaruhi peningkatan nilai CBR, sedangkan pada penambahan 12% dan 15% Cornice Adhesive, serta lamanya waktu pemeramandapat mempengaruhi peningkatan nilai CBR yang baik.

lempung adalah deposit yang mempunyai partikel berukuran0,002 mm atau lebih kecil dari itu dalam jumlah lebih dari 50%. Menurut Mitchell, 1976)lempung didefinisikan sebagai partikel tanah yang berukuran < 2 mm, sedangkan ASTMmemberikan batas bahwa secara fisik ukuran lempung adalah yang lolos saringan No.200.Lempung terdiri dari partikel mikroskopis dan sub-mikroskopis yang berbentuklempengan-lempengan pipih dan merupakan partikel-partikel dari mika, mineral-minerallempung (clay minerals), dan mineral-mineral yang sangat halus lainnya. Mineralogi adalah faktor pengendali utama terhadap ukuran, bentuk, sifat fisis, mekanisdan kimia dari partikel tanah ( Mitchell, 1976 ). Untuk jenis lempung tidak cukup hanyadilihat dari ukuran butirannya saja tetapi perlu diketahui mineral yang terkandungdidalamnya.Beberapa karakteristik tanah lempung mengembang yang diteliti oleh N. K. Ameta, D.G.M. Purohit, A. S. Wayal, (2008), dapat diperlihatkan pada Tabel 1.

Menurut Desiani (2003) mengindentifikasi komposisi kimia dan komposisi mineralpada pengujian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral Bandung bahwakandungan utama dari deposit tanah lempung P.Rimau terdiri dari silika ( 59,44%) danalumina (16,06%) yang memungkinkan terjadinya sementasi.

A.S.P Jurnal Volume 1 Nomor 1, Mei 2012penambahanCornice Adhesive terhadap sifat fisis tanah lempung dan nilai CBR, yangoptimal sebagai perbaikan pondasi tanah dasar.

Gambar 1.Berat volume kering maksimum dari tanah dengan penambahan abu batu bara.

METODE PENELITIANStandart Penelitian Penelitian Laboratorium ini dimaksudkan untuk mengetahui persentase penambahanCornice Adhesive dan variasi pemeramanya. Semua pengujian ini dilakukan di LaboratoriumMekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Medan (ITM). Jenis Percobaan yangdilakukan menurut Standart ASTM dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Jenis Percobaan yang dilakukan menurut Standart ASTM

Bahan dan Peralatan Bahan penelitian ini diambil dari tanah lempung Melati II Perbaungan Deli SerdangBerdage dan cornice adhesive dari toko bangunan gipsum di Medan. Pekerjaan lapanganyang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah. sampel tanah yang diambil meliputi tanahterganggu(disturb soil), dan tanah tidak terganggu (undisturb soil). Akan tetapi dalampenelitian ini cukup dengan pengambilan sample dengan cara disturb soil (tanah terganggu).Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat untuk batas konsistensi, ujipemadatan (proctor modified) dan CBR pemeraman di Laboratorium Mekanika TanahJurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Medan yang telah sesuai dengan StandarisasiAmerican Society for Testing Material (ASTM).

A.S.P Jurnal Volume 1 Nomor 1, Mei 2012Hasil Pengujian Pemadatan Hasil uji pemadatan di laboratorium dengan metode standar proctor pada tanah aslidiperoleh kadar air optimum 24,36% dan berat isi kering 1,30 gr/cm seperti Gambar 2.

Hasil Pengujian CBR Laboratorium Pada Tanah Asli Pengujian CBR di laboratprium dilakukan sebagai design nilai CBR dari material yangakan digunakan sebagai bahan lapisan pondasi bawah (sub base) dilapangan. Tabel 4 hasil ujiCBR yang diperam dengan waktu bervariasi antara 0 hari, 1 hari, 4 hari, 7 hari, dan 14 haridengan kadar air optimum yang diperoleh dari hasil uji compaction dan dipadatkan padakondisi 5 lapis x 10 pukulan, 5 lapis x 25 pukulan, 5 lapis x 56 pukulan. Dari hasil CBRtanah asli pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa variasi waktu pemeraman yang diberikan padatanah asli mempengaruhi nilai CBR yang diperoleh. Dapat disimpulkan bahwa lamanyawaktu pemeraman pada tanah asli dapat meningkatkan nilai CBR.

Pengaruh Penambahan Cornice Adhesive Terhadap Pemadatan Dari hasil pengujian pemadatan terhadap penambahan cornice adhesive diperoleh kadarair optimum dan berat isi kering. Dari Gambar 2 dapat diketahui untuk cornice adhesivedengan 3% berkurang 2,01%, untuk 6% berkurang 0,35%, untuk 9% berkurang 2,3%, untuk12% berkurang 3,9%, dan untuk 15% berkurang 2,6%. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiappertambahancornice adhesive dapat menurunkan kadar air optimum.Tabel 4. Hasil Pengujian CBR Pada Tanah Asli

Pengaruh Penambahan Cornice Adhesive Terhadap Nilai CBR Setelah MengalamiProses Pemeraman.Seperti terlihat pada Gambar 4.didapat untuk penambahan 6% cornice adhesive tanpapemeraman tidak menunjukan peningkatan nilai CBR yang berarti dan masih lebih kecil darisyarat minimum nilai CBR untuk tanah dasar ( 5% ). Akan tetapi setelah penambahan 6%Cornice Adhesive pemeraman peningkatan nilai CBR sangat signifikan. Pada penambahan 9%Cornice Adhesive peningkatan nilai CBR sudah cukup baik tetapi lama waktu pemeramannyatidak mempengaruhi peningkatan nilai CBR, sedangkan pada penambahan 12% dan 15%A.S.P Jurnal Cornice Adhesive, serta lamanya waktu pemeraman dapat mempengaruhi peningkatan nilaiCBR yang baik dan memenuhi syarat sebagai tanah dasar.

Hubungan Pengaruh Pemeraman Terhadap Nilai CBR Desain Akibat Penambahancornice adhesive Untuk variasi waktu pemeraman pada pengujian CBR Desain baik pada tanah aslimaupun yang sudah distabilisasi dengan cornice adhesive diperoleh nilai CBR Desain padamasing-masing waktu pemeraman, Dari Gambar 5. pemeraman 14 hari dengan kadar corniceadhesive 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15% dapat diperhatikan a