marketing plan hexos

Post on 06-Jul-2015

651 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MARKETING PLAN HEXOS

OLEH ETRO JAYA SINAGA C1B006043

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS BENGKULU 2010

A. Ringkasan Eksekutif Perkembangan industri kembang gula dewasa ini semakin mengalami perkembangan yang siginifikan. Ditandai dengan maraknya perusahaan yang berkecimpung di industri kembang gula, seperti PT. KOnimex, Mayora, PT. OT, dan masih banyak lagi. Berjamurnya industri ini dikarenakan potensi pasar yang sungguh menggiurkan, seperti jumlah penduduk yang besar, perilaku konsumen yang berubah-ubah dan lain-lain. Hexos yang merupakan produk keluaran PT. Konimex melalui divisi kembang gula, Nimms, menjadi produk yang patut disorot sebagai produk yang cukup barhasil di Indonesia. Denagn STP anak muda, Hexos melakukan persaingan kompetitif antara sesama jenis produk yaitu produk herbal, dan juga terhadap jenis permen lainnya. Permen ini dilepas senilai Rp. 1.500 Rp. 2.000,- dipasaran yang bermaksud untuk meraih kantong anak muda yang sangat sensitive terhadap harga. Hexos melakukan beberapa strategi produk untuk mampu bersaing dipasaran Indonesia, dengan melakukan diversivikasi produk, promosi melalui berbagai bentuk, dan peningkatan kualitas mutu produk. Begitu banyak kekuatan perusahaan ini, sehingga Ia pun mampu bersaing di industri kembang gula. Namun juga tidak sedikit hambatan dan ancaman seperti kenaikan harga gula, TDL, dan BBM yang mampu menghambat produksi. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala, dikarenakan kesempatan yang ada dan didapat perusahaan Konimex ini sangatlah banyak. B. Analisis Situasi 1. Situasi Produk Bisa dibilang permen atau kembang gula adalah satu sub produk makanan pelengkap yang simpel namun menyimpan potensi pasar yang cukup menggiurkan. Dalam perkembangan sejarah kembang gula di tanah air bisa kita ketahui bahwa life time suatu brand name produk kembang gula tidaklah panjang.

Patah tumbuh hilang berganti, mungkin itulah perumpamaan yang mungkin pas kita tujukan untuk pasar kembang gula di tanah air. Begitu satu produk lama mulai redup di pasaran maka akan muncul produk baru yang akan menggantikan kedudukannya. Boleh jadi produk kembang gula baru tersebut adalah produk lama namun di re-lounch dengan kemasan baru bahkan dengan merk baru. Trick and Tip semacam ini sering dijalankan oleh perusahaan permen di tanah air. Saat ini banyak sekali macam ragam kembang gula yang ditawarkan di pasaran dan masing-masing memiliki keunggulan komparatif guna menarik minat konsumen untuk membelinya. Jikalau kita teliti lebih dalam permen ata kembang gula ini dibagi menjadi 2 kelopok besar yaitu hard candy dan soft candy. Dari dua kelompok besar ini bisa dipecah atau didifersifikasi lagi menjadi beberapa kelompok kembang gula yaitu : 1. Hard Candy 2. Chewy Gum 3. Soft Candy 4. Liquid Candy 5. Mix Hard and Soft Candy Untuk pilihan rasa, kembang gula dibagi menjadi : 1. Coffee Candy 2. Fruit Candy 3. Herbal Candy 4. Tea Candy 5. Milk Candy 6. Chocolate Candy 7. Tammarind Candy Begitu banyak pilihan kembang gula yang ditawarkan di pasaran memang memberikan satu petunjuk bahwa pasar kembang gula cukuplah manis untuk dicicipi. Pasalnya dalam pasar permen

atau kembang gula saat ini masih memberikan satu keuntungan yang cukup signifikan bagi para pelaku bisnis ini. Selain itu market share di Indonesia memang cukup besar dalam arti potensi pasar untuk menyerap produk permen ini sangatlah menjanjikan. Beberapa product leader permen yang cukup mampu menguasai pasar kembang gula di tanah air tercatat sebagai berikut : 2. Coffee Candy --> Kopiko 2. Herbal Candy --> Hexos, Golia, Relaxa 2. Fruit Candy --> Sugus, Tango 2. Tammarind Candy --> Gulas, 2. Milk Candy --> Sugus 2. Chocolate Candy --> Alpenliebe Namun seiring perkembangan jaman, beberapa leader product kembang gula sedikit demi sedikit tergerus dengan munculnya banyak produk kompetitor baru yang siap menggantikan kedudukannya, salah satu produk baru unggulan yang cukup diperhitungkan semisal : Lotte, Tamarind, Milkita, dan masih banyak lagi produk yang secara kualitas dan kuantitas siap bersaing dengan market leader. Jadi bisa kita simpulkan, dengan memperhatikan pangsa pasar yang potensial dan banyaknya produk yang ditawarkan di pasar kembang gula ini menunjukkan bahwa pasar produk ini cukuplah manis untuk digeluti dan dinikmati. Perkembangan industri permen saat ini terus mengalami perkembangan. Pada tahun 2009, perkembangan industri permen meningkat hingga 10-15% (kapanlagi.com). Hal ini terjadi karena pangsa pasar permen di atau Indonesia semakin berkembang yang dikarenakan adanya isu kasus permen asal Cina

mengandung melamin. Tindakan ini, menyebabkan industri permen di Indonesia menjadi penyuplai permen yang memiliki bargaining power yang lebih besar di kawasan Asia dan Eropa.

2. Situasi Produk Hexos yang tergolong hard candy menjadi produk yang

memberikan keuntungan yang sangat signifikan bagi perusahaan Konimex. Perusahaan melempar produk hexos ke pasaran dengan harga per sachet Rp. 1.000,-, dan dijual kembali oleh retail sekitar pada harga Rp. 1.500 2.000,-. Harga ini cukup terjangkau oleh masyarakat terlebih kalangan anak muda yang menjadi target utama Hexos. Biaya tetap dalam memproduksi Hexos menghitung marjin kontribusi yang didapat itu sendiri mapu oleh perusahaan

menghabiskan sekitar Rp. 975,-. Oleh karena itu, kita mampu tersebut, yaitu dengan mengurangi biaya tetap dengan harga yang dilempar kepasar, yaitu sebesar Rp. 25,- /sachet. Besarnya tingkat penjualan Hexos pada tahun 2009 saja untuk daerah Bengkulu saja mampu mencapai 1 hingga 3 juta kotak (satu kotak terdiri dari 50 pieces Hexos)/bulan. 3. Situasi Persaingan Analisa mengetahui pesaing siapa saja dan bertujuan menjadi agar pemasar dan dapat bisa

yang

pesaingnya

menetukan strategi yang akan digunakannya dalam menghadapi pesaing tersebut.Dengan begini maka diharapkan agar produk pesaing bisa berhasil saat diluncurkan di pasar. Seperti yang telah diketahui, bahwa permen dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu, hard candy dan soft candy. Dan Hexos merupakan permen kategori hard candy. Tingkat persaingan pada industri hard candy ini menjadikan Hexos memiliki banyak pesaing dikarenakan kebanyakan perusahaan permen bermain pada hard candy. Ditambah lagi pada produk sejenis,yaitu pada golongan permen herbal. Hexos yang merupka kategori permen herbal, memiliki beberapa pesaing, seperti Nigella Candy, permen Antangin, dal masih banyak lagi.

Kompetesi

persaingan

permen

herbal

ini,

merupakan

tantangan berat yang menjadi ancaman bagi Hexos. Ditambah lagi terhadap golongan hard candy lainnya, seperti permen produksi PT. Orang Tua ; MintZ, Minis, Blaster, dan Kurang Asem. Dan juga dari perusahaan Mayora yang memluncurkan produk nya yaitu Kopiko, Kiss, Tamarin, Plonk. Dan juga permen-permen lainnya yang bergabung dalam industri hard candy. Besarnya persaingan di dalam industri permen ini, dalam kurun waktu yang sangat singkat, mengalami banyak perkembangan. Persaingan menjadi bertambah ketika jenis soft candy dipasarkan, seperti golongan permen karet, permen coklat dan lain sebagainya. Besarnya jumlah penduduk di Indonesia menjadi sumber utama mengapa industri permen di Indonesia semakin berkembang. Banyak perusahaan yang tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang terkemuka, seperti perusahaan Nimmss yang menjadi perusahaan divisi permen PT. Konimex. Namun tidak sedikit pula perusahaan permen yang tumbang karena ketidakmampuan produk tersebut dalam memposisikan produknya. Kebanyakan anak remaja. perusahaan ada juga permen perusahaan di yang Indonesia sengaja mensegmentasikan produknya pada batas usia anak-anak hingga Namun menargetkan produknya untuk kalangan orang dewasa, seperti permen khusus untuk perokok. Segmentasi yang sedemikan rupa, berfungsi untuk mempermudah produknya dalam menentukan pasar yang ingin dicapai. Nimms yang saat ini masih menjadi follower dalam industri ini, yang masih membayang-bayangi PT. Orang Tua yang saat ini menjadi market leader di industri permen, mengambil segmentasi anak muda sebagai pasar utamanya. Ini dapat dilihat dari beberapa iklan Hexos yang cenderung mempergunakan aktivitas-aktivitas anak muda. Dan juga event-event yang dibuat oleh Hexos, seperti pertandingan basket dan cheers di beberapa SMU di Indonesia. Permen adalah makanan yang bersifat easy to carry, easy to use sehingga cocok untuk dibawa mereka yang

beraktivitas tinggi seperti mereka yang masih duduk dibangku sekolah dengan segala macam kegiatan mereka. Dalam tingkatan persaingan yang sangat besar ini, setiap perusahaan harus mampu membuat startegi yang mampu menjatuhkan atau menyaingi perusahaan yang lain. Strategi-strategi tersebut dapat berupa startegi penetapan harga, distribusi, dan promosi. a. Strategi Harga Segmentasi psychographical yang dilakukan oleh perusahaan Hexos yaitu remaja yang sangat sensitive terhadap harga merupakan langkah awal dalam menggaet konsumen. Harga yang ditawarkan dipasaran yang mudah terjangkau oleh konsumen, menjadikan daya jual Hexos sangat tinggi. b. Strategi Distribusi Peusahaan Nimms menyebarkan jumlah produk yang sangat banyak di pasaran. Ini dimaksudkan untuk menjaga ketersedian produk di seluruh retailer agar tidak terjadi brand switching yang dimana c. permen merupakan produk yang memiliki tingkat perpindahaan merek yang sangat tinggi. Strategi Promosi Startegi promosi merupkan stretgi utama yang sangat sering dilakukan oleh Hexos. Diantaranya dengan membuat event-event di SMU se-Indonesia. Event ini dimaksudkan untuk meningkatkan image Hexos dimata konsumennya (remaja) agar konsumen Hexos tersebut semakin mempercayai bahwa Hexos merupkan permen anak-anak muda yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi. Media promosi lainnya yang merupakan media yang mempengaruhi penjualan Hexos yaitu media iklan. Total belanja iklan Hexos saja pada tahun 2003 mencapa