makalah utilitas petrokimia

Download Makalah Utilitas Petrokimia

Post on 31-Jan-2016

343 views

Category:

Documents

138 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

TRANSCRIPT

BAB 1

Utilitas Pada PT Petrokimia Gresik | 26

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah PT. Petrokimia Gresik

PT. Petrokimia Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam lingkup koordinasi Departemen Perindustrian dan Perdagangan. BUMN ini bergerak di bidang produksi pupuk dan bahan-bahan kimia serta bidang jasa baik konstruksi, engineering maupun jasa-jasa lainnya. Sebagai pabrik pupuk kedua di Indonesia, pemerintah telah merancang keberadaannya sejak tahun 1956 melalui Biro Perancangan Negara (BPN).

Perusahaan ini terdiri dari tiga unit produksi utama dan beberapa anak perusahaan patungan. Nama Petrokimia berasal dari kata Petroleum Chemical disingkat menjadi Petrochemical, yaitu pabrik yang memproduksi bahan-bahan kimia yang dibuat dari minyak bumi dan gas.

Secara kronologis, sejarah singkat perkembangan PT. Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut:

1. Tahun 1960

PT. Petrokimia Gresik didirikan dengan dasar hukum :

a. Ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960

b. Keputusan Presiden RI No. 260 Tahun 1960

Dengan nama Projek Petrokimia Surabaja. Proyek ini merupakan proyek prioritas dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap I (1961 1969).

2. Tahun 1962

Badan persiapan proyek proyek Industri (BP3I) yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan melakukan survei lokasi untuk proyek di Jawa Timur yaitu di daerah Tuban, Pasuruan dan Gresik. Dan akhirnya daerah Gresik yang ditetapkan sebagai lokasi yang paling sesuai dengan hasil studi kelayakan pada tahun 1962.

3. Tahun 1964

Pembangunan pabrik pupuk ZA (Zwavelzuur Ammonia) atau Ammonium Sulfat dilaksanakan berdasarkan instruksi Presiden No. 01/Insr/1963 dan dinyatakan sebagai Proyek Vital sesuai dengan Surat Keputusan Presiden No. 225 tahun 1963 tanggal 4 November 1964. Kontrak pembangunan proyek yang menggunakan fasilitas kredit dari Pemerintah Italia ini berlaku mulai Desember 1964 dan sebagai pelaksananya Considit SpA, kontraktor dari Italia. Pembangunan fisiknya dimulai pada awal tahun 1966 dengan berbagai hambatan yang dialami, terutama masalah kesulitan pembiayaan sehingga menyebabkan pembangunan proyek tertunda.

4. Tahun 1968

Pada masa ini pembangunan terhenti dikarenakan krisis ekonomi yang berkepanjangan, sehingga jalannya produksi harus terhenti. Melalui Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera No. B/891/Preskab/4/1967 diputuskan untuk melanjutkan kembali pembangunan proyek ini dan pada bulan Februari 1968 pekerjaan lapangan kembali dilanjutkan sampai percobaan pertama operasional pabrik pada Maret 1970.

5. Tahun 1971

Status badan usaha dari Projek Petrokimia Surabaja telah diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 1971.

6. Tahun 1972

Pabrik yang memproduksi pupuk ZA berkapasitas 150.000 ton/tahun dan pupuk Urea sebanyak 61.700 ton/tahun ini diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Juli 1972. Selanjutnya tanggal tersebut diabadikan dan diperingati sebagai Hari Jadi PT. Petrokimia Gresik.

7. Tahun 1975

Status badan usaha PT. Petrokimia Gresik diubah menjadi Perusahaan Perseroan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1975.

8. Tahun 1977

Berdasarkan peraturan pemerintah No. 28 Tahun 1997 menyatakan bahwa seluruh BUMN pupuk dijadikan satu dalam sebuah Holding Company yang diketahui oleh PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri). Status badan usaha pun berubah dari PT. Petrokima Gresik (Persero) menjadi PT. Petrokimia Gresik.

Pada saat ini PT. Petrokimia Gresik memiliki berbagai bidang usaha dan fasilitas pabrik terpadu yang dikelola sendiri maupun melalui anak perusahaan dan perusahaan patungan, antara lain : a. Industri pupuk

b. Industri Pestisida

c. Industri Kimia

d. Industri Peralatan Pabrik

e. Jasa rancang bangun dan perekayasa serta jasa lain.

1.2 Visi dan Misi PT. Petrokimia Gresik

1.2.1 Visi PT. Petrokimia Gresik

Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen.

1.2.2 Misi PT. Petrokimia Gresik

1. Mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program swasembada pangan.

2. Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional dan pengembangan usaha.

3. Mengembangkan potensi usaha untuk pemenuhan industri kimia nasional dan berperan aktif dalam community development. 1.3 Lokasi Pabrik

PT. Petrokimia Gresik saat ini menempati lahan kompleks seluas 450 Ha. Area tanah yang ditempati berada di tiga Kecamatan yang meliputi enam Desa, yaitu :

1. Kecamatan Gresik, meliputi desa-desa : Ngipik, Karangturi, Sukorame, Tlogopojok 2. Kecamatan Kebomas, meliputi desa-desa : Kebomas, Tlogopatut, Randu Agung 3. Kecamatan Manyar, meliputi desa-desa : Romo Meduran, Pojok Pesisir, Tepen Dipilhnya Gresik sebagai lokasi pendirian pabrik pupuk merupakan hasil studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek-Proyek Industri (BP3I), dibawah Departemen Perindustrian dan Pertambangan.

Dasar pemilihan lokasi dengan pertimbangan :

1. Tersedianya lahan yang kurang produktif.

2. Tersedianya sumber air dari aliran sungai brantas dan bengawan solo.

3. Dekat dengan daerah konsumen pupuk terbesar, yaitu perkebunan dan petani tebu.

4. Dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan untuk mengangkut peralatan pabrik selama masa konstruksi, pengadaan bahan baku maupun pendistribusian hasil produksi melalui alat angkut laut.

5. Dekat dengan Surabaya yang memiliki kelengkapan memadai antara lain tersedianya tenaga terampil

1.4 Unit ProduksiPT Petrokimia Gresik terbagi dalam tiga unit produksi, yaitu :A. Unit Produksi I (Unit Pupuk Nitrogen)Unit penghasil produk utama ini terdiri dari :1. Pabrik Pupuk ZA 1(1972) dengan kapasitas 200.000 ton/tahun dengan bahan baku ammonia dan asam sulfat.

2. Pabrik Pupuk ZA II (1984) dengan kapasitas 250.000 ton/tahun dengan bahan baku gypsum dari limbah proses pembuatan asam fosfat dan ammonia. Pabrik ini secara operasional masuk ke Unit Produksi III.

3. Pabrik Pupuk ZA III (1986) dengan kapasitas 200.000 ton/tahun dengan bahan baku ammonia dan asam sulfat.

4. Pabrik Urea (1994) dengan kapasitas 460.000 ton/tahun dengan bahan baku ammonia dan C02.Selain produk utama tersebut, juga menghasilkan bahan baku dan produk samping untuk dijual :1.Ammonia, dengan kapasitas 445.000 ton/tahun. Digunakan untuk bahan baku pembuatan pupuk ZA (Ammonium Sulfat) dan Urea. 2. Asam sulfat, dengan kapasitas 168.000 ton/tahun. Digunakan untuk bahan baku pembuatan pupuk ZA (Ammonium Sulfat).

3. CO2 cair dengan kapasitas 10.000 ton/tahun.

4. C02 padat (dry ice / es kering) dengan kapasitas 4.000 ton/tahun.

5. Nitrogen gas dengan kapasitas 500.000 NCM/tahun.

6. Nitrogen cair dengan kapasitas 250 ton/tahun

7. Oksigen gas dengan kapasitas 600.000 NCM/tahun

8. Oksigen cair dengan kapasitas 3.300 ton/tahun

B. Unit Produksi II (Unit Pupuk Fosfat)Terdiri dari 3 pabrik pupuk fosfat yaitu :l. Pabrik Pupuk Fosfat I (1979), kapasitas produknya berupa pupuk TSP/SP 36 sebanyak 500.000 tonltahun, atau dapat divariasikan dengan berproduksi:

a. Pupuk TSP/SP-36 (Super Phosphat-36) dengan kapasitas 400.000 ton/tahun

b. Pupuk DAP (Diammonium Phosphat) dengan kapasitas 80.000 ton/tahun

c. Pupuk NPK (Nitrogen Phosphat Kalium) dengan kapasitas 50.000 ton/tahun

2. Pabrik Pupuk Fosfat II (1983) dengan kapasitas produksi 500.000 ton/tahun, sejak Januari 1998 TSP diubah menjadi SP-36.

3. Pabrik Pupuk Majemuk

Pupuk Majemuk dengan nama PHONSKA diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2000 oleh Presiden RI Bapak K.H. Abdurrachrnan Wachid. Kontraktor PT Rekayasa Industri dengan Teknologi Proses oleh !NeRO dari Spanyol dengan kapasitas produksi 300.000 ton/tahun.

4. Pabrik Pupuk Kalium Sulfat (ZK) dengan kapasitas produksi 10.000 tonltahun. Pabrik ini mulai beroperasi komersial pada 22 Maret 2005.

C. Unit Produksi III (Unit Produksi Asam Fosfat) Unit ini beroperasi sejak tahun 1984 yang terdiri dari 4 pabrik :l. Pabrik Asam Fosfat dengan kapasitas 17l.450 ton/tahun (100% P20s) dipakai sebagai bahan baku pembuatan pupuk SP-36.

2. Pabrik Asam Sulfat dengan kapasitas 510.000 ton/tahun dipakai sebagai bahan baku pembuatan asam fosfat, pupuk SP-36, dan pupuk ZA.

3. Pabrik Cement Retarder dengan kapasitas 440.000 ton/tahun dipakai untuk industri semen sebagai bahan penolong untuk pengatur kekerasan.

4. Pabrik Aluminium Fluorida dengan kapasitas 12.600 ton/tahun dipakai sebagai bahan untuk menurunkan titik lebur pada industri peleburan aluminium.Selain pabrik pupuk dan produk-produk kimia non-pupuk, PT Petrokimia juga menawarkan berbagai bentuk jasa pelayanan, antara lain:1. Desain dan rekayasa

2. Fabrikasi peralatan

3. Pertanian konstruksi 4. PertanianPrestasi kerja yang telah dicapai dari kegiatan usaha sector jasa rancang bangun dan teknik perekayasaan, antara lain :1. Pembangunan di dalam PT Petrokimia Gresik dan Groupa. Pembangunan pabrik pemurnian asam fosfat

b. Pembangunan tangki oktanol di PT Petronika

2. Implementasi proyek jasa di dalam negeri

a. CAP unit pada pabrik kertas Gowa

b. Studi kelayakan untuk penggilingan batuan fosfat di PT Kertas Niaga

c. Evaluasi tender proyek Styrene Butadiene Rubber di PT Karindo Utama

3. Implementasi proyek di mancanegara

Pembangunan pabrik alumunium florida di Cina yang meliputi : a. Pembuatan basic design

b. Supervisi/pengawasan untuk detail design dan konstruksi

c. Training operas