makalah ok ok

Download Makalah Ok Ok

Post on 26-Dec-2015

42 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangBaut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian bahan dengan proses penyambungannya dapat dilakukan dengan mengebor bagian pelat atau bahan yang akan disambung sesuai dengan diameter baut dan mur. Untuk pondasi suatu mesin kapal ukuran yang dibuat tergantung ukuran mesinnya, hal ini dikarenakan kekuatanmur dan baut yang berbeda-beda, pemasangan harus sesuai dengan kekuatan torsinya. Untuk mengetahui kekuatan torsi suatu baut dapat diukur dengan menggunakan alat uji torsi. Baut untuk pondasi mesin induk sebuah kapal menggunakan baut M 23 dan untuk mesin bantunya menggunakan baut M 16. Sambungan mur dan baut ini dimaksudkan sebagai sambungan yang tidak tetap artinya sewaktu-waktu sambungan ini dapat dibuka.Tujuan pembuatan sistem penyambungan seperti ini, karena sifat baut tidak akanbertahan selamanya, namun pada suatu saat sambungan ini dapat patah, dengan system inilah yang memudahkan untuk melakukan pemasangan kembali.Hanya dengan menggunakan kunci dengan ukuran baut kita dapat membuka dan memasangnya. Beda halnya dengan sistem sambungan lain seperti las, yang tidak akan mungkin sanggup menahan getaran yang besar dari suatu mesin. Oleh karena itu penyambungan dengan mur dan baut adalah cara yang paling efektif digunakan pada bahan yang membutuhkan sambungan yang kuat seperti pondasi mesin.

1.2 Maksud dan TujuanAdapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas.1. Untuk mengetahui pengertian mur dan baut.2. Untuk mengetahui kegunaan mur dan baut.3. Untuk mengetahui ukuran standar mur baut yang digunakan pada pondasi mesin.4. Untuk mengetahuicara memilihmur baut yang berkualitas baik.Dengan tercapainya tujuan-tujuan tersebut, kita dapat menerapkannya langsung dikehidupan kita terutamanya dalam bidang perkapalan.1.3 SasaranPembuatan Makalah ini di tujukan kepada individu,Mahasiswa, Pekerja Galangan Kapal dan Masyarakat luas di Indonesia untuk memberi pengetahuan lebih mengenal Mur dan Baut didalam lingkungan galangan maupun lingkungan yang berhubungan, karena penggunaan mur baut pasti juga diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

1.4 Metode PenulisanPenulisan memakai kajian literature dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bukan hanya bersumber dari survey lapangan,melainkan juga diambil dari media lain seperti website dan media massa yang di ambil dari internet.

BAB IIPERMASALAHAN

2.1 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :1. Apakah pengertian penertian mur dan baut?2. Apasaja kegunaan dari mur dan baut?3. Berapakah ukuran standar dari mur dan baut yang digunakan pada pondasi mesin?4. Bagaimanacara Menjaga Mur dan Baut Agar kualitasnya tetap bagus untuk digunakan?2.2 Batasan Masalah1. Pengertian Mur dan Baut.2. Kegunaan Mur dan Baut.3. Ukuran Standar Mur dan Baut Pondasi Mesin.4.Menjaga Kualitas Mur dan Baut Agar Tetap Bagus.

BAB IIIPEMBAHASAN

3.1 Pengertian Mur Dan BautA. Pengertian BautBaut merupakan suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada permukaannya. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat (fastener) atau sambungan atau pengikat yang tidak permanen -sehingga dapat dibongkar pasang- untuk menahan dua obyek bersama, dan sebagai pesawat sederhana untuk mengubah torka (torque) menjadi gaya linear. Baut dapat juga didefinisikan sebagai bidang miring yang membungkus suatu batang.Cara pembuatan baut ini adalah sebagai berikut,1. Pembuatan bautAda beberapa langkah yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan benda kerja berbentuk baut. Langkah-langkahnya yaitu : a) Pemotongan benda kerjaLangkah ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan.Silinder pejal dengan diameter dan panjang tertentu dipotong.Pemotongan dilakukan dengan gergaji mesin.Pemotongan dengan gergaji mesin, benda kerja ditempatkan tepat di bawah pisau pemotongnya, kemudian di potong sehingga panjang yang terbentuk dapat memenuhi pembuatan baut dengan ukuran yang kita inginkan.memotong dengan mesin ini menghasilkan permukaan yang halus dan memakan waktu yang tidak lama. Sebelumnya, ukur dahulu panjang baut yang akan dibuat dengan menggunakan jangka sorong. Memotong menggunakan mesin harus sangat hati-hati karena akan menimbulkan percikan api dan suara yang keras. Maka dari itu, ketika memotong kita haruskan menggunakan kacamata.b) PembubutanSetelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka sorong dan penggaris. Pembubutan harus dilakukan secara konstan, yaitu kecepatan memutar mesin haruslah tetap.Sehingga benda kerja yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata.Pembubutan dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan diameter baut yang diinginkan.caranya dengan mengatur skala pada mesin bubut. Sebelum melakukan pembubutan, pastikan bahwa benda kerja tepat berada di tengah (center) dan tertancap kuat. Hal ini dilakukan agar ketika pembubutan dimulai, benda kerja tidak akan goyang. Jika posisi baut itu miring, maka baut yang terbentuk pun tidak akan sempurna dan secara ekstetika tidak indah dan bentuknya pun akan menjadi miring sehingga tidak muat untuk dipasangkan mur. Lalu, sebelum menyalakan mesin, goreskan dahulu mata bor kepada benda kerjanya. Selain itu, kita pun harus memberikan air selama proses berlangsung agar mata bor tidak panas.Gb. Proses pembubutanc) MengikirMengikir dilakukan setelah silinder selesai dibubut.Bagian yang dikikir yaitu bagian hasil pembubutan. Silinder yang akan dikikir ditempatkan di atas ragum, sehingga pengikiran akan lebih mudah. Dalam mengikir, usahakan dilakukan satu arah agar hasil yang diperoleh akan baik.d) Membuat UlirSetelah permukaan silinder halus, maka langkah berikutnya adalah pembuatan ulir. Tentukan panjang ulir yang akan diikir. oleh karena itu, harus diukur dan diberi tanda terlebih dahulu. Alat yang digunakan adalah snay.Jadi, baut ditempatkan di atas ragum dengan posisi kepala baut di bawah. Kemudian memasangkan tap dengan ukuran tertentu kedalam baut. Kemudian diputar mengikuti arah jarum jam.Snai yang digunakan ada tiga buah.Yang pertama yang lancip, lalu agak lancip dan yang terakhir yang tumpul.Ketika menyenai, perlu ditambahkan sedikit oli sebagai pelumas, sehingga ketika memutar snay tidak terlalu sulit. Penyenaian dilakukan hingga batas baut yang akan diulir, setelah selesai putar snay berlawanan jarum jam. Pada saat penggunaan snai harus hati-hati.Karena benda kerja dijepit pada snay, maka harus diperhatikan betul apakah benda kerja terjepit sempurna. Jika tidak terjepit dengan sempurna maka resiko tidak terbentuk ulir dengan sempurna dan resiko sney patah akan terjadi. Snay bisa patah jika kita terlalu kencang memutar snai dan snai tidak terjepit benar.1.Jenis Ulir dan FungsinyaSecara umum jenis ulir dapat dilihat dari gerakan ulir, jumlah ulir dalam tiap gang (pitch) dan bentuk permukaan ulir.Bisa juga jenis ulir ini dilihat dari standar yang digunakan, misalnya ulir Whitworth, ulir metrik dan sebagainya.

a. Jenis Ulir Menurut Arah Gerakan Jalus UlirMenurut arah gerakan ulir dapat dibedakan dua macam ulir yaitu ulir kiri dan ulir kanan.Untuk mengetahui apakah suatu ulir termasuk ulir kiri atau ulir kanan dilihat arah kemiringan sudut sisi ulir. Atau bisa juga dicek dengan memutar pasangan dari komponen-komponen yang berulir misalnya mur dan baut. Apabila sebuah mur dipasangkan pada baut yang kemudian diputar ke kanan (searah jarum jam) ternyata murnya bergerak maju maka ulir tersebut termasuk ulir kanan. Sebaliknya, bila mur diputar arahnya ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) ternyata murnya bergerak maju maka ulir tersebut termasuk ulir kiri. Jadi, pada ulir kanan, kalau akan melepaskan mur dari bautnya maka mur harus diputar ke kiri. Sedangkan pada ulir kiri, untuk melepaskan murnya adalah dengan memutar mur ke kanan. Yang paling banyak digunakan adalah ulir kanan.b. Jenis Ulir Menurut Jumlah Ulir Tiap Gang (Pitch)Dilihat dari banyaknya ulir tiap gang (pitch) maka ulir dapat di bedakan menjadi ulir tunggal dan ulir ganda. Ulir ganda artinya dalam satu putaran (dari puncak ulir yang satu ke puncak ulir yang lain) terdapat lebih dari satu ulir, misalnya dua ulir, tiga ulir dan empat ulir. Untuk ulir ganda ini biasanya disebutkan berdasarkan jumlah ulirnya, misalnya ganda dua, ganda tiga dan ganda empat.Gambar 4.1 menunjukkan bagan dari ulir tunggal dan ulir ganda.Melihat bentuknya, maka satu putaran pada ulir ganda dapat memindahkan jarak yang lebih panjang dari pada satu putaran ulir tunggal.

Gambar 4.1.Ulir tunggal dan ulir ganda.

c. Jenis Ulir Menurut Bentuk Sisi UlirMelihat bentuk dari sisi ulir ini maka ulir dapat dibedakan menjadi ulir segi tiga, segi empat, trapesium, parabol (knuckle).Bentuk ulir ini juga ada kaitannya dengan standar yang digunakan.Berikut ini berapa contoh dari bentuk ulir.

Ulir Metrik (ISO) British Standard Whitworth

d. Fungsi UlirDengan adanya sistem ulir memungkinkan kita untuk menggabungkan atau menyambung beberapa komponen menjadi satu unit produk jadi. Berdasarkan hal ini maka fungsi dari ulir secara umum dapat dikatakan sebagai berikut:

a. Sebagai alat pemersatu, artinya menyatukan beberapa komponenMenjadi satu unit barang jadi.Biasanya yang digunakan adalah ulirulir segi tiga baik ulir yang menggunakan standar ISO, British Standard maupun American Standard.b. Sebagai penerus daya, artinya sistem ulir digunakan untukMemindahkan suatu daya menjadi daya lain misalnya sistem ulir pada dongkrak, sistem ulir pada poros berulir (transportir) pada mesin-mesin produksi, dan sebagainya. Dengan adanya sistem ulirini, maka beban yang relatif berat dapat ditahan/diangkat dengan daya yang relatif ringan.Ulir segi empat banyak digunakan disini.c. Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran,Terutama pada sistem ulir yang digunakan pada pipa.Ke