makalah implementasi pendidikan kejuruan

29
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mengingat pentingnya pendidikan bagi manusia, hampir di setiap negara telah mewajibkan para warganya untuk mengikuti kegiatan pendidikan, melalui berbagai ragam teknis penyelenggaraannya, yang disesuaikan dengan falsafah negara, keadaan sosial-politik kemampuan sumber daya dan keadaan lingkungannya masing-masing. Kendati demikian, dalam hal menentukan tujuan pendidikan pada dasarnya memiliki esensi yang sama. Seperti yang disampaikan oleh Hummel (Uyoh Sadulloh, 1994) bahwa tujuan pendidikan secara universal akan menjangkau tiga jenis nilai utama yaitu: 1. Autonomy; gives individuals and groups the maximum awarenes, knowledge, and ability so that they can manage their personal and collective life to the greatest possible extent. 2. Equity; enable all citizens to participate in cultural and economic life by coverring them an equal basic education. 3. Survival ; permit every nation to transmit and enrich its cultural heritage over the generation but also guide education towards mutual understanding and towards what has become a worldwide realization of common destiny.) Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang 1

Upload: ariyo87

Post on 05-Dec-2014

141 views

Category:

Documents


7 download

DESCRIPTION

Makalah tentang implementasi pendidikan kejuruan

TRANSCRIPT

Page 1: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mengingat pentingnya pendidikan bagi manusia, hampir di setiap negara telah

mewajibkan para warganya untuk mengikuti kegiatan pendidikan, melalui

berbagai ragam teknis penyelenggaraannya, yang disesuaikan dengan falsafah

negara, keadaan sosial-politik kemampuan sumber daya dan keadaan

lingkungannya masing-masing. Kendati demikian, dalam hal menentukan tujuan

pendidikan pada dasarnya memiliki esensi yang sama. Seperti yang disampaikan

oleh Hummel (Uyoh Sadulloh, 1994) bahwa tujuan pendidikan secara universal

akan menjangkau tiga jenis nilai utama yaitu:

1. Autonomy; gives individuals and groups the maximum awarenes,

knowledge, and ability so that they can manage their personal and

collective life to the greatest possible extent.

2. Equity; enable all citizens to participate in cultural and economic life by

coverring them an equal basic education.

3. Survival ; permit every nation to transmit and enrich its cultural heritage

over the generation but also guide education towards mutual

understanding and towards what has become a worldwide realization of

common destiny.)

Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat

secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional, bahwa : ” Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan

kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat

dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya

potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,

dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan

pendidikan nasional yang merupakan pendidikan pada tataran makroskopik,

1

Page 2: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan institusional yaitu tujuan pendidikan yang

ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang sekolah atau satuan pendidikan

tertentu.Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan

pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu

kepada tujuan umum pendidikan berikut :

1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup

mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup

mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup

mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Tujuan pendidikan institusional tersebut kemudian dijabarkan lagi ke dalam

tujuan kurikuler yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata

pelajaran yang dikembangkan di setiap sekolah atau satuan pendidikan.

1.2 Rumusan Masalah

a. Apa pengertian manajemen kurikulum

b. Apa saja ruang lingkup manajemen kurikulum

c. Apa prinsip dan fungsi manajemen kurikulum

d. Apa saja komponen – komponenen kurikulum

1.3 Tujuan

a. Pengertian manajemen kurikulum

b. Ruang lingkup manajemen kurikulum

c. Prinsip dan fungsi manajemen kurikulum

d. Komponen – komponen kurikulum

2

Page 3: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Kurikulum

Manajemen yang berasal dari bahasa Inggris: management dengan kata

kerja to manage, diartikan secara umum sebagai mengurusi atau kemampuan

menjalankan dan mengontrol suatu urusan atau “act of running and controlling a

business”.Manajemen ialah proses mengintegrasikan sumber – sumber yang tidak

berhubungan menjadi sistem total untuk menyeesaikan suatu tujuan (Johnson,

1973, h.15 dalam Made Pidarta, 1988, h.3). Manajemen merupakan metode yang

digunakan administrator untuk melakukan tugas – tugas tertentu atau mencapai

tujuan tertentu (Gorton, 1976, dalam Ibrahim,2009,h.39). Menejemen

didefinisikan sebagai proses sosial, yang direncanakan untuk menjamin

kerjasama, partisipasi, intervensi, dan keterlibatan orang lain dalam mencapai

sasaran tertentu atau yang telah ditetapkan, dengan efektif (Iwa, 1986,

h.13).Kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu jarak yang harus ditempuh.

Secara sempit atau tradisional, kurikulum adalah sekedar memuat dan dibatasi

pada sejumlah mata pelajaran yang diberikan guru pada siswa guna mendapatkan

ijazah. Sedang secara modern, kurikulum adalah semua pengalaman yang

diharapkan dimiliki peserta didik dibawah bimbingan guru dengan titik berat pada

usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar-mengajar. Manajeman kurikulum

adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang komperatif,

komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian

tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus di

kembangkan sesuai dengan konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan

Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). Hubungan sekolah dengan

masyarakat perlu dikelola secara produktif agar masyarakat merasa memiliki

sekolah. Dengan demikian keterlibatan masyarakat dalam manajemen kurikulum

dimaksudkan agar dapat memahami, membantu, dan mengontrol implementasi

kurikulum, sehingga lembaga pendidikan atau sekolah selain dituntut kooperatif

3

Page 4: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

juga mampu mandiri dalam mengidentifikasi kebutuhan kurikulum, mendesain

kurikulum, menentukan prioritas kurikulum, melaksanakan pembelajaran, menilai

kurikulum, mengendalikan serta melaporkan sumber dan hasil kurikulum baik

kepada masyarakat maupun pemerintah.

2.2 Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum

Tim dosen administrasi pendidikan (UPI) mengemukakan, Ruang lingkup

manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian kegiatan

kurikulum. Pada tingkat sekolah kegiatan kurikulum lebih mengutamakan untuk

merealisasikan dan merelevensikan antara kurikulum nasional (standart

kompentensi / kompetensi dasar) dengan kebutuhan daerah dan kondisi sekolah

yang bersangkutan, ssehingga kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang

integritas dengan peserta didik maupun dengan lingkungan.

Menurut Oemar Hamalik,( 2006:20-21) mengemukakan, Manajemen kurikulum

adalah bagian dari studi kurikulum. Para ahli pendidikan pada umumnya telah

mengenal bahwa kurikulum suatu cabang dari disiplin ilmu pendidikan yang

mempunyai ruang lingkup sagat luas. Studi ini tidak hanya membahas tentang

dasar-dasarnya, tetapi juga mempelajari kurikulum secara keseluruhan yang

dilaksanakan dalam pendidikan.

Secara sederhana dan lebih mudah dipelajari secara mendalam, maka ruang

lingkup manajemen kurikulum adalah sebagai berikut: (1) manajemen

perencanaan, (2) manajemen pelaksanaan kurikulum, (3) supervisi pelaksanaan

kurikulum, (4) pemantauan dan penilaian kurikulum, (5) perbaikan kurikulum, (6)

desentralisasi dan sentralisasi pengembangan kurikulum. Dari keterangan ini

tampak sangat jelas bahwa ruang lingkup manajemen kurikulum itu adalah prinsip

dari proses manajemen itu sendiri. Hal ini dikarenakan dalam proses pelaksanaan

kurikulum punya titik kesamaan dalam prinsip proses manajemen. Sehingga para

ahli dalam pelaksanaan kurikulum mengadakan pendekatan dengan ilmu

manajemen. Bahkan kalau dilihat dari cakupanya yang begitu luas, manajemen

kurikulum merupakan salah satu disiplin ilmu yang bercabang pada kurikulum.

4

Page 5: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

Dalam sebuah kurikulum terdiri dari beberapa unsur komponen yang terangkai

pada suatu sistem. Sistem kurikulum bergerak dalam siklus yang secara bertahab,

bergilir, dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, sebagai akibat dari yang

dianutnya, maka manajemen kurikulum juga harus memakai pendekatan sistem.

Sistem kurikulum adalah suatu kesatuan yang di dalamnya memuat beberapa

unsur yang saling berhubungan dan bergantung dalam mengemban tugas untuk

mencapai suatu tujuan.

2.3 Prinsip dan Fungsi Manajemen Kurikulum

Prinsip dan fungsi yang harus diperhatikan dalam melaksanakan

manajemen kurikulum adalah sebagai berikut, yaitu:

Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan

kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan

dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar

peserta didik mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan

kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen

kurikulum.

Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus

beasaskan pada demokrasi yang menempatkan pengelola,

pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusya dalam

melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk

mencapai tujuan kurikulum.

Kooperatif, untuk memeroleh hasil yang diharapkan dalam

kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerja sama yang

positif dan berbagai pihak yang terlibat.

Efektifitas dan efesiensi, rangkaian manajemen kurikulum

harus mempertmbangkan efektivitas dan efesiensi untuk

mencapai tujuan kurikulum, sehingga kegiatan manajemen

kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan

biaya, tenaga dan waktu yang relatif singkat.

Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan kurikulum,

proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan

mengarahkan visi, misi dan tujuan kurikulum.

5

Page 6: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

Selain prinsip – prinsip tersebut juga perlu mempertimbangkan

kebijaksanaan pemerintah maupun departemen pendidikan nasional, seperti

UUSPN no. 20 tahun 2003, kurikulum pola nasional, pedoman penyelenggaraan

progam, kebijaksanaan penerapan manajemen berbasis sekolah, kebijaksanaan

penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), keputusan dan peraturan

pemerintah yang berhubungan dengan lembaga pendidikan atau jenjang/jenis

sekolah yang bersangkutan.

Dalam proses pendidikan perlu dilaksanakan manajemen kurikulum untuk

memebrikan hasil kurkulum yang lebih efektif, efesien dan optimal dalam

memberdayakan berbagai sumber maupun komponen kurikulum.

Ada beberapa fungsi dari manajemen kurikulum di antaranya :

Meningkatkan efesiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum,

pemberdayaan sumber maupun komponen krikulum dapat

ditingkatkan melalui pengeloalaan yang terencana dan efektif.

Menigkatkan keadilan (equity) dan kesempatan pada siswa

untuk mencapai hasil yang maksimal, kemampuan yang

maksimal dapat dicapai peserta didik tidak hanya melalui

kegiatan intrkurikuler , tetapi juga perlu melalui kegiatan ekstra

kurikuler yang dikelola secara integritas dalam mencapai tujuan

kurikulum.

Meningkatkan relevansi dan efektifitas pembelajaran sesuai

dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar

peserta didik, kurikulum yang dikelola secara efektif dapat

memberikan kesempatan dan hasil yang relevan dengan

kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar.

Menigkatkan efektifitas kinerja guru maupun aktifitas. Siswa

dalam mencapai tujuan pembelajaran, dengan pengelolaan

kurikulum yang professional, efektif dan terpadu dapat

memberikan motifasi pada kinerja guru maupun aktiftas siswa

dalam belajar.

6

Page 7: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

Meningkatkan efesiensi dan efektifitas proses belajar mengajar,

proses pembelajaran selalu dipantau dalam rangka melihat

konsistensi antar desain yang telah direncanakan dengan

pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian ketidaksesuaian

antara desain dengan inplementasai dapat dihindarkan.

Disamping itu, guru maupun siswa selalu termotifasi untuk

melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien,karena

adanya dukungan kondisi positif yang diciptakan dalam kegiatan

pengelolaan kurikulum.

Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu

mengembagkan kurikulum, kurikulum yang dikelola secara

professional akan melibatkan masyarakat khususnya dalam

mengisi bahan ajar atau sumber belajar perlu disesuiakan

dengan ciri khas dan kebutuhan pembangunan daerah setempat.

2.4 Komponen-Komponen Kurikulum

Kurikulum merupakan suatu system yang memiliki komponen –

komponen tertentu. Komponen – komponen apa saja yang membentuk kurikulum

itu? Bagaimana keterkaitan antara komponen – komponen itu? Komponen –

komponen kurikulum dapat dilihat di bawah ini.

Gambar 2.4.1 Sistem Kurikulum

7

TUJUAN

METODE

ISIEVALUASI

Page 8: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

Bagan tersebut menggambarkan bahwa sistem kurikulum terbentuk oleh empat

komponen-komponen, yaitu komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi

pencapaian tujuan dan komponen evaluasi. Sebagai suatu system setiap komponen

harus saling berkaitan satu sama lain. Manakala salah satu komponen yang

membentuk system kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen

lainnya, maka system kurikulum pun akan terganggu pula.

a. Komponen Tujuan

Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang ingin diharapkan.

Dalam skala makro rumusan tujuan kurikulm erat kaitannya dengan filsafat atau

sistem nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan

suatu masyarakat yang dicita-citakan. Misalkan, filsafat atau system nilai yang

dianut masyarakat Indonesia adalah pancasila, maka tujuan yang diharapkan

tercapai oleh suatu kurikulum adalah terbentuk masyarakat yang pancasilais.

Dalam skala makro, tujuan kurikulum bertujuan dengan visi dan misi sekolah

serta tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti tujuan setiap mata pelajaran dan

tujuan proses pembelajaran.

Tujuan pendidikan mempunyai klasifikasi , dari tujuan yang sangat umum sampai

tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur yang kemudian dinamakan

kompetisi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat yaitu:

Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)

Tujuan Istitusional (TI)

Tujuan Kurikuler (TK)

Tujuan Instruksioanal atau tujuan pembeljaran (TP)

Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) adalah tujuan yang bersifat paling umum dan

merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha

pendidikan, artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat

membentuk manusia yang sesuai dengan rumusan itu, baik pendidikan yang

diselenggara oleh lembaga pendidikan formal, informal, maupun non formal.

Tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal

sesuai dengan pandangan hidup dan filsafah suatu bangsa yang dirumuskan oleh

8

Page 9: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

pemerintah dalam bentuk undang-undang. TPN merupakan sumber dan pedoman

dalam usaha penyelenggaraan pendidikan. Secara jelas tujuan pendidikan nasional

yang bersumber dari sistem nilai pancasila dirumuskan dalam undang-undang No.

Tahun, pasal 3, bahwa Pendidikan Nasional yang berfungsi mengembangkan

kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi pesrta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap

kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung

jawab.

Tujuan Instusional (TI) adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga

pendidikan. Dengan kata lain tujuan ini dapat didefinisikan sebagai kualifikasi

yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah mereka menempuh atau dapat

menyelesaikan progam di suatu lembaga tertentu. Tujuan Institusional merupakan

tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk

kompetensi lulusan oleh setiap jenjang pendidikan seperti misalnya standar

kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan dan jenjang pendidikan tinggi.

Tujuan Kurikuler (TK) adalah tujuan yang harus dicapai setiap bidang studi atau

atau pelajaran. Oleh sebab itu tujuan kurikuler dapat didefisnisikan sebagai

kualifikasi yang harus dimiliki anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu

bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler juga pada

dasarnya merupakan tujuan untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Dengan

demikian setiap tujuan kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk

mencapai tujuan nasional. Contoh tujuan kurikuler adalah tujuan bidang studi

matematika di SD, Tujuan pembelajaran IPS di SLTP dan lain sebagainya. Dalam

kurikulum yang berpotensi pada pencapaian kompetensi, tujuan kurikuler

menggambarkan standar isi setiap mata pelajaran atau bidang studi yang harus di

kuasai siswa pada setiap satuan pendidikan. Dalam klasifikasi tujuan pendidikan,

tujuan instruksional atau sekarang lebih popular dengan tujuan pembelajaran,

merupakan tujuan yang paling khusus.

Tujuan pembelajaran (TP) merupakan bagian dari tujuan kurikuler, dapat

disefinikasikan sebagai kemempuan yang harus dimiliki oleh anak didik tertentu

9

Page 10: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

dalam sekali pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi di lapangan,

termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan pembelajaran

disuatu sekolah, maka penjabaran tujuan pembelajaran ini adalah tugas guru.

Sebelum guru melakukan proses belajar mengajar, guru perlu merumuskan tujuan

pembelajaran yang harus diuasai oleh anak didik setelah mereka selesai mengikuti

pelajaran. Menurut Bloom, dalam bukunya Taxonomy of educational Objectiv

yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus

dirumuskan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau tiga domain

(bidang), yaitu domain kognitif, afektif, dan psikomotor.

b. Komponen Isi / Materi Pembelajaran

Pada komponen isi kurikulum lebih banyak menitikberatkan pada pengalaman

belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam kegiatan proses

pembelajaran. Isi kurikulum hendaknya memuat semua aspek yang berhubungan

dengan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap atau perilaku), psikomotorik

(ketrampilan atau skill) yang terdapat pada setiap mata pelajaran yang

disampaikan dalam kegiatan proses pembelajaran. Isi kurikulum dan kegiatan

pembelajaran diarahkan untuk mencapai dari semua aspek tersebut.

c. Komponen Metode

Komponen metode ini berkaitan dengan strategi yang harus dilakukan dalam

rangka pencapaian tujuan. Metode yang cepat adalah metode sesuai dengan materi

dan tujuan kurikulum yang akan dicapai dalam setiap pokok bahasan. Dalam

posisi ini guru hendaknya tidak menerapkan satu metode saja, tetapi guru dapat

menerapkan berbagai metode agar proses pembelajaran berlangsung dengan

menyenangkan dan mencapai sasaran yang direncanakan. Dengan demikian

rencana yang sudah disusun dapat diterapkan secara optimal.

d. Komponen Evaluasi

Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir

(Olivia,1988). Proses tersebut meliputi perencanaan implementasi, dan evaluasi.

Merujuk pada pendapat tersebut maka dalam pengembangan konteks kurikulum,

evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan

10

Page 11: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

kurikulum itu sendiri.Melalui evaluasi, dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum,

sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah suatu kurikulum dapat

dipertahankan atau tidak, bagian-bagian mana yang harus

disempurnakan.Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas

pencapaian tujuan.Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk

mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai strategi yang

ditetapkan. Kedua fungsi tersebut menurut Scriven(1967) adalah evaluasi sebagai

fungsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif.

KASUS

Manajemen kurikulum dan pembelajran diarahkan agar proses pembelajaran

sesuai dengan dengan tujuan yang telah dirumuskan. Guru diberikan kewenangan

untuk mengembangkan kurikulum agar proses belajar mengajar memiliki makna

yang mendalam pada diri siswa dan guru. Kepala sekolah juga bertanggung jawab

dalam membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan

pembelajaran serta melakukan super visi dalam pelaksanaannya. Kepala sekolah

bekerja keras dan bertanggung jawab dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan

penilaian terhadap perbaikan dan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.

Untuk ketercapaian program kurikulum dan pembelajaran yang efektif, kepala

sekolah bersama guru harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan

operasional dalam program tahunan, catur wulan dan bulanan.Sedangkan program

mingguan atau satuan pelajaran (satpel), wajib dipahami dan didalami gurus

ebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Agar proses belajar mengajar

berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka langkah-langkah dalam

pelaksanaan kurikulum disekolah perlu diperhatikan. Tahapan pelaksanaan

disekolah melalui empat tahap yaitu: (a) perencanaan, (b) pengorganisasian dan

koordinasi, (c) pelaksanaan, dan (d) pengendalian

1. Tahap perencanaan. Pada tahap ini perlu dijabarkan menjadi rencana

pembelajaran (RP). Guru melakukan persiapan yang komprehensif

sebelum melakukan proses belajar mengajar dikelas. Pada tahap ini

guru melakukan persiapan dari mulai tujuan pembelajaran, materi yang

akan disampaikan, metode tepat yang akan digunakan media dan alat

11

Page 12: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

yang mendukung proses pembelajaran , buku sumber atau referensi, dan

alat evaluasi yang akan diterapkan. Dalam tahap perencanaan ini pula

perlu dipahami hal-hal sebagai berikut : (a) menjabarkan GBPP menjadi

Analisis Mata Pelajaran(AMP), (b) memiliki kalender akademik, (c)

menyusun program tahunan (prota), (d) menyusun program catur wulan

(proca), (e) program satuan pembelajaran (PSP), dan (f) rencana

pengajaran (RP). Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan pedoman guru

dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kepala

sekolah perlu memberikan perhatian, pembinaan dan bantuan serta

memeriksa pekerjaan tersebut.Kepala sekolah melakukan pemeriksaan

secara cermat untuk memberikan penilaian dan umpan balik apabila ada

yang perlu diperbaiki atau ditambahkan. Dengan cara ini akan

memberikan pengaruh dan dampak bagi guru untuk melakukan

persiapan dan perencanaan pembelajaran dengan baik. Penyusunan

perencanaan pembelajaran akan lebih komprehensif apabila dilakukan

bersama beberapa orang guru bidang studi sejenis dalam MGMP.

MGMP perlu mendapat perhatian dari pimpinan sekolah agar berjalan

sesuai dengan tujuan dibentuknya lembaga ini.

2. Tahap Pengorganisasian dan Koordinasi.Pada tahap perencanaan

seluruh aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran disiapkan

secara matang dan menyeluruh agar pada tahap pengorganisasian dan

kordinasi dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pada tahap

pengorganisasian dan kordinasi ini merupakan tahap yang perlu

diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh kepala sekolah beserta tim

yang dibentuk untuk memudahkan pembagian tugas sesuai dengan

kegiatan yang akan dilaksanakan. Kepala sekolah berkewajiban untuk

mengelola dan mengatur penyusunan kalender akademik, jadwal

pelajaran, tugas dan kewajiban guru, serta kegiatan sekolah.Pada tahap

ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kepala sekolah adalah sebagai

berikut.

12

Page 13: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

a. Kalender akademik disusun berdasarkan rencana program kegiatan

yang akan berlangsung disekolah selama satu tahun kedepan.

Penyusunan kalender akademik memberikan arah yang jelas

tentang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh sekolah

selama satu tahun kedepan. Kalender akademik yang disusun

berdasarkan kebutuhan dan hasil pemikiran bersama antara kepala

sekolah dan guru akan memberikan kejelasan dalam merealisasikan

program kegiatan sekolah. Kalender akademik yang telah disusun

ini disosialisasikan kepada seluruh guru, siswa, orang tua siswa

dan masyarakat. Dengan mengetahui kalender akademik

diharapkan akan terjadi sinergi dalam mewujudkan program

kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah.

b. Penyusunan jadwal pelajaran didasarkan kepada kewajiban

mengajar guru 5 hari/minggu. Jadwal pelajaran disusun

berdasarkan hasil musyawarah bersama antara kepala sekolah dan

guru. Dengan demikian guru akan bertanggunng jawab dalam

menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk meningkatkan mutu

pembelajaran diharapkan guru mengikuti kegiatan dalam MGMP.

c. Pengaturan tugas dan kewajiban guru dilandasi oleh kebersamaan,

keadilan, dan tidak menimbulkan permasalahan. Pembagian tugas

dan kewajiban guru ini disesuaikan dengan bidang keahlian dan

minat guru tersebut. Pembagian tugas didasarkan kepada setiap

guru diharapkan akan tumbuh motivasi untuk berprestasi,

kebersamaan dalam merealisasikan program sekolah, sinerjik

antara pimpinan, guru staf TU, dan orang tua dalam upaya

meningkatkan mutu sekolah.

d. Program kegiatan sekolah di susun berdasarkan kebutuhan nyata

untuk meningkatkan, mengembangkan dan memajukan sekolah.

Program kegiatan sekolah di susun berdasarkan visi, misi dan

bersama-sama seluruh komponen sekolah. Program kegitan sekolah

meliputi program internal sekolah dan program eksternal yang akan

dilaksanakan sekolah. Program yang berkaiatan dengan

13

Page 14: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan profesionalisme

guru dan staf TU, program penataan kurikulum, program

pengelolaan sarana dan prasarana sekolah, program pengelolaan

keuangan sekolah, program pengembangan hubungan sekolah

dengan masyarakat. Berbagai program kegiatan sekolah 1 tahun

sampai dengan 5 tahun kedepan perlu diorganisir dan

dikoordinasikan secara cermat dan transparan.

3. Tahap pelaksanaan. Pada tahap ini merupakan tahap yang paling

menentukan apakah sekolah dapat mewujudkan program sekolah atau

tidak. Perencanaan, pengorganisasian dan koordinasi yang telah di

susun akan dibuktikan keberhasilannya dalam tahap pelaksanaan ini.

Proses belajar mengajar akan berjalan secara efektif apabila guru dan

kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam upaya

meningkatkan mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran dapat

dilaksanakan dengan baik apabila guru dan kepala sekolah bersama-

sama untuk membuka diri terhadap masukan atau kritikan yang

membangun. Sebagai guru harus siap untuk diberi masukan oleh kepala

sekolah. Begitupun kepala sekolah harus memiliki jadwal yang jelas

dan rinci untuk melakukan supervise terhadap kinerja guru. Hasil

supervise kepala sekolah menjasi fakta dan data yang benar untuk

memberikan informasi kepada guru berkaitan dengan tugas yang

dikerjakannya selama disekolah. Apabila kepala sekolah memiliki fakta

dan data yang berkaitan dengan kinerja guru maka guru akan menerima

dengan terbuka terhadap masukan yang disampaikan oleh kepala

sekolah. Sebaliknya apabila kepala sekolah tidak melakukan supervise

(tidak berdasarkan fakta dan data) yang diperoleh langsung oleh kepala

sekolah, maka masukan yang diberikan kepala sekolah tidak valid dan

berpengaruh negative terhadap kinerja guru. Dengan demikian, kepala

sekolah dan guru akan terbuka dalam memberikan masukan atau

kesulitan yang dihadapi dengan tujuan untuk kemajuan dan peningkatan

mutu pembelajaran.

14

Page 15: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

4. Tahap evaluasi dan pengendalian. Pelaksanaan pembelajaran berjalan

secara efektif atau tidak dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi.

Evaluasi ini penting dilakukan secara benar karena bertujuan untuk

mengetahui apakah tujuan pembelajaran yang dilakukan berjalan atau

tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Guru perlu

menetapkan jenis evaluasi apa yang digunakan dan hasil evaluasi

diharapkan akan memiliki pengaruh dan dampak terhadap perbaikan

dan peningkatan mutu pembelajaran selanjutnya. Dengan

dilaksanakannya evaluasi ini akan memberikan dampak dan manfaat

bagi guru dan siswa untuk peningkatan mutu pendidikan secara

berkelanjutan. Disamping itu evaluasi yang dilakukan oleh guru dapat

menjadi masukan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh siswa.

Dari sekian banyak siswa tentunya ada diantara mereka yang menemui

kesulitan dalam belajar. Siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat

dilakukan pemantapan atau perhatian khusus agar tidak ketinggalan dan

dapat menyesuaikan diri dengan siswa lain. Dalam mengatasi kesulitan

belajar siswa perlu dicarikan solusinya, misalkan dengan remedial,

pemantapan, belajar dengan teman sejawat yang lebih pandai, atau

membentuk kelompok belajar yang dibimbing oleh guru. Dengan

demikian evaluasi juga dapat menjadi umpan balik bagi guru untuk

memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. Agar evaluasi yang

dilakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan perlu diperhatikan dari

mulai persiapan awal, menyiapkan bahan-bahan evaluasi yang

diperlukan, menyusun kisi-kisi evaluasi, menyusun bentuk tes,

menyusun butir-butir soal, memvalidasi, menyiapkan jawabannya,

membuat jadwal pemeriksaan serta penyerahan hasil evaluasi dengan

tepat waktu. Penyusunan soal sebaiknya melibatkan beberapa guru

bidang studi sejenis atau bersama MGMP. Kepala sekolah berperan

dalam pengendalian system evaluasi agar evaluasi dapat dilaksanakan

sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah

bekerjasama dengan guru untuk melakukan evaluasi dengan objektif

15

Page 16: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

agar evaluasi benar-benar menunjukan hasil belajar siswa yang

sesungguhnya. Sehingga prestasi yang diraih oleh siswa merupakan

kerja keras siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Evaluasi yang

dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan objektif dapat

mengukur kemampuan siswa akan berdampak pada peningkatan mutu

yang berkelanjutan.

16

Page 17: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dalam implementasi manajemen kurikulum perlu diperhatikan prinsip-prinsip

berikut:

1. Produktifitas, bagaimana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar

sesuai dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen

kurikulum.

2. Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berasaskan

demokrasi untuk mencapai tujuan kurikulum.

3. Kooperatif, perlu adanya kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat (guru,

kepala sekolah).

4. Efektifitas dan efisiensi, kegiatan manajemen kurikulum memberikan hasil

yang berguna dengan biaya, tenaga dan waktu yang relatif singkat.

5. Mengarahkan visi, misi dan tujuan, proses manajemen kurikulum harus

dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi dan tujuan kurikulum.

3.2 SARAN

Dalam implementasi manajemen kurikulum perlu diperhatikan prinsip dalam

menejemen kurikulum agar pembelajaran dapat tercipta dengan baik sehingga

tercapainya tujuan pendidikan di Indonesia.

17

Page 18: Makalah Implementasi Pendidikan Kejuruan

DAFTAR PUSTAKA

Bafadal.Ibrahim.2009.Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah

Dasar.Jakarta:Bumi Aksara.

Dadang Suhardan dkk. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta

E. Mulyasa. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : PT. Rosyda

Karya

Oemar, Hamalik. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT.

Remaja Rosyda Karya.

Pidarta.Made.1988.Manajemen Pendidikan Indonesia.Jakarta:Bina Aksara.

Rusman. 2009. Manajemen Kurikulum. Jakarta: Grafindo Persada

Sudrajat,Akhmad.2008.Komponen-Komponen Kurikulum,(online),

(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/22/komponen-komponen-

kurikulum/), diakses pada tanggal 9 Maret 2013.

Sukiswa.Iwa.1986.Dasar – Dasar Umum Manajemen Pendidikan.Bandung :

Tarsito.

Tim Dosen MKDK. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung. Jurusan

Kurikulum an Pendidikan UPI

Tim Dosen Administasi Pendidikan Universias Indoesia. 2011. Manajemen

Pendidikan.. Bandung : Alfabeta

18