kr acuan motivational speaking

Download Kr Acuan Motivational Speaking

Post on 13-Jul-2015

72 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KERANGKA ACUAN Pelatihan Motivational SpeakingDinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2012

I.

Pendahuluan

Salah satu keberhasilan upaya kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia tenaga kesehatan yang ada. Peningkatkan profesionalisme dan kemampuan ini dapat bertambah diantaranya melalui pendidikan dan pelatihan, selain pengalaman tenaga kesehatan di lapangan. Salah satu sukses seorang dalam menyelesaikan aktivitas dan tanggung jawab pekerjaannya adalah karena bantuan orang lain. Dan satu hal, mengapa orang lain mau membantu dengan kemampuannya yang maksimal adalah karena komunikasi. Banyak contoh betapa seorang atasan tidak mendapat dukungan kerja oleh para staf dan bawahannya, atau staf tidak mempunyai kinerja yang tinggi, karena ketrampilan komunikasi yang tidak mampu memberikan motivasi kerja, komunikasi dengan pola pikir dan presepsi negatif serta tidak memberdayakan. Oleh karena itu ketrampilan motivational speaking bagi seorang pejabat structural menjadi sebuah modal agar di dalam melaksakan tugas bias menjadi efektif dan mampu membangun tim kerja yang handal. Motivational speaking, adalah bentuk ketrampilan berbicara dan berkomunikasi, baik verbal maupun non verbal yang bersifat persuasive menggerakan seseorang untuk melakukan pesan yang dinginkan dengan sepenuh hati dan penuh daya motivasi. Pola komunikasi yang akhir-akhir ini berkembang, seiring dengan berkembangnya metode dan teknik NLP (Neuro Language Programming) yang dikembangkan oleh Richard Bandler dan John Grinder. Dan terbukti powerfull dalam merubah perilaku seseorang melalui patern language yang ditata dengan baik dengan pola-pola model preferensi komunikasi seseorang. II. TUJUAN PELATIHAN 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu melakukan komunikasi yang efektif sebuah modal dalam melaksakan tugas sebagai pejabat struktural guna membangun tim kerja yang handal. 2. Tujuan Khusus Setelah selesai diharapkan dapat: 1. Menjelaskan pentingnya pengembangan softskill, khususnya communication skill bagi sumber daya manusia kesehatan. 2. Menjelaskan apa itu motivasiPelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

1

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Menjelaskan tentang Belief & Belief Change Menjelaskan Success Strategy Mempraktekkan Congruence Speaking Mempraktekkan Building Rapport Mempraktekkan Building Motivation Mempraktekkan Motivation Language Pattern Mempraktekkan NLP & NAC Excellence Tools

III. Peserta 1. Jumlah peserta Jumlah peserta yang dilatih sebanyak 30 orang atau sebanyak 1 angkatan 2. Kreteria Peserta Peserta pelatihan adalah tenaga struktural di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terpilih, dengan persyaratan peserta sebagai berikut: 1) Peserta berasal dari tenaga struktural eselon 3 atau 4 2) Pendidikan minimal S-1

IV. Pelatih/ Fasilitator/Nasasumber Pelatih/Fasilitator berasal dari : 1. Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2. Widyaiswara UPT Latkesmas Murnajati Lawang

V. Tempat dan Waktu Pelatihan 1. Tempat Pelatihan Tempat pelatihan adalah di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Jalan Argo tunggal Nomor 1 Lawang Malang 2. Waktu Pelatihan Waktu Pelatihan tanggal 23 26 Mei 2012 dengan jumlah Jam Pelajaran 30 Jam (1 JP= 45 menit).

VI. Struktur Program Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut di atas, materi pelatihan disusun dengan struktur program sebagai berikut:

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

2

No A 1 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 2

MATERI MATERI DASAR Pentingnya pengembangan softskill, khususnya communication skill bagi sumber daya manusia kesehatan MATERI INTI What is motivation Belief & Belief Change Success Strategy Congruence Speaking Building Rapport Building Motivation Motivation Language Pattern NLP & NAC Excellence Tools MATERI PENUNJANG Building Learning Commitment (BLC) Rencana Tindak Lanjut (RTL) TOTAL

JPL T P PL Jml

2

-

-

2

1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

2 2 2 2 2 2 2 3 2 19

-

1 3 3 3 3 2 3 3 3 3 30

VII. Metode Pembelajaran Metode Pelatihan ini berdasarkan pada prinsip: 1. Orientasi kepada peserta meliputi latar belakang, kebutuhan dan harapan yang terkait dengan tugas yang akan dilaksanakan setelah mengikuti pelatihan, memberikan kesempatan belajar sambil berbuat (learning by doing) dan belajar atas pengalaman (learning by experience). 2. Peran serta aktif peserta (active learner participatory) sesuai dengan pendekatan pembelajaran (learning). 3. Pembinaan iklim yang demokratis dan dinamis untuk terciptanya komunikasi dari dan ke berbagai arah. 4. Oleh karena itu metode yang digunakan selama proses pembelajaran diantaranya adalah : a. Ceramah singkat dan tanya jawab. b. Curah pendapat, untuk penjajagan pengetahuan dan pengalaman peserta terkait dengan materi yang akan diberikan. c. Penugasan berupa : diskusi kelompok, latihan, tugas baca, presentasi, dll. VIII. Alur Proses Pelatihan

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

3

Alur proses pelatihan dapat digambarkan seperti di bawah ini:

Registrasi Peserta Pembukaan

Pentingnya pengembangan softskill, khususnya communication skill bagi sumber daya manusia kesehatan

Building Learning Commitment

Proses Pembelajaran Materi Inti Motivational Speaking

Pre-Test

Pos-Test

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Evaluasi Penyelenggaraan Penutupan

IX. KELENGKAPAN PELATIHAN Untuk menunjang proses pembelajaran selama pelatihan perlu adanya kelengkapan berupa: 1) Bahan bacaan (referensi) yang berasal dari fasilitator 2) Formulir-formulir yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran 3) Alat bantu belajar berupa LCD, Laptop, Sound, Microphone, Laser Pointer, Note Book, Whiteboard dan Papan Flipchart.

X.

PENYELENGGARA

Pelatihan ini diselenggarakan oleh UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati Jalan Argo tunggal Nomor 1 Lawang Malang.

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

4

XI.

RENCANA EVALUASI PELATIHAN Evaluasi Tujuan evaluasi/penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta, penilaian proses pembelajaran dan penyelenggaraan. Hasil ini dapat digunakan untuk menilai efektifitas pelatihan dan memperbaiki pelaksanaan berikutnya. Evaluasi dilakukan terhadap: 1. Peserta : Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil pembelajaran dari peserta. Evaluasi terhadap peserta dilakukan melalui: Penjajagan awal melalui pre evaluasi Pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima melalui post evaluasi Pengamatan dan penilaian terhadap hasil/output pelatihan, seperti: RTL dan lain-lain. 2. Fasilitator/pelatih : Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan fasilitator/pelatih dalam menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yang dapat dipahami dan diserap peserta. 3. Penyelenggaraan : Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan diklat. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis yang meliputi: Tujuan diklat Relevansi program diklat dengan tugas Manfaat setiap mata sajian bagi pelaksanaan tugas Manfaat diklat bagi peserta/ instansi Hubungan peserta dengan pelaksanaan diklat Pelayanan sekretariat terhadap peserta Pelayanan akomodasi Pelayanan konsumsi dan Pelayanan perpustakaan

IX. SERTIFIKASI Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memenuhi ketentuan yang berlaku yaitu : 1. Mengikuti pelatihan sekurang-kurangnya selama 95% dari alokasi waktu pelatihan 2. Dinyatakan berhasil sesuai evaluasi belajar XII. PEMBIAYAAN/ DANA Biaya Pelatihan berasal dari Dana APBD tahun 2012.

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

5

Lawang, Januari 2012 Panitia Penyelenggara

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

6

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

7

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

8

MATERI DASAR 1 Tujuan Pembelajaran Umum Tujuan Pembelajaran Khusus

PEDOMAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA Peserta latih memahami pedoman pelaksanaan pengembangan Desa Siaga Peserta latih mampu : 1. Menjelaskan konsep dasar Desa Siaga 2. Menjelaskan tentang Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) 3. Menjelaskan langkah-langkah pengembangan Desa Siaga 4. Menjelaskan peran jajaran kesehatan dan pemangku kepentingan terkait 5. Menjelaskan indikator keberhasilan 1. Konsep Dasar Desa Siaga a. Pengertian Desa Siaga b.Tujuan Desa Siaga c. Sasaran Pengembangan Desa Siaga d. Kriteria Desa Siaga 2. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) a. Pengertian Poskesdes b. Kegiatan Poskesdes c. Sumber Daya Poskesdes 3. Langkah-langkah Pengembangan Desa Siaga a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Pemantauan dan Evaluasi d. Pendekatan Pengembangan Desa Siaga

Pokok Bahasan/ Sub Pokok Bahasan

Pelatihan Fasilitator Desa Siaga Tingkat Puskesmas

9

4. Peran jajaran kesehatan & pemangku kepentingan terkait a. Peran Puskesmas, RS, Dinas Kesehatan Kab/Kota/Propinsi, Kementerian Kesehatan b. Peran pemangku kepentingan terkait. 5. Indikator keberhasilan a. Indikator masukan b. Indikator proses c. Indikator luaran d. Indikator dampak 2 Jpl ( T= 2 Jpl, P = 0 Jpl, PL = 0 Jpl ) y y y y Ceramah Tanya jawab OHP/ LCD, Laptop

Waktu Metoda

Alat bantu

Evaluasi Referensi Kepmenkes RI No. 564/Menkes/SK/VIII/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga

MATERI DASAR 2

PERAN DAN FUNGSI TIM FASILITATOR BIDAN POSKESDES TINGKAT PUSKESMAS Peserta latih memahami peran dan fungsi tim fasilitator Bidan Poskesdes tingkat puskesmas Peserta latih mampu : 1. Menjelaskan maksud dan tujuan pembentukan tim fasilitator Bidan Poskesdes tingkat puskesmas 2. Menjelas