konstruksi baja-jembatan truss

of 34 /34
5

Upload: mughny-halim

Post on 19-Jun-2015

3.567 views

Category:

Education


24 download

DESCRIPTION

presentasi ini mengenai design awal (sederhana) untuk jembatan truss baja

TRANSCRIPT

  • 1. 5

2. 4 3. 3 4. The Presentation is begin 5. KONSTRUKSI BAJA BATANG LENTUR MURNI OLEH : 1. GRACE NATALIA TAMPUBOLON () 2. MUHAMMAD MUGHNY HALIM (3111120010) 3. SAALI WIRANA () 2 SIPIL 1 SORE 2011 POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Jl.Prof DR GA Siwabessy Universitas Indonesia Depok 6. Definisi Batang Lentur Murni Batang lentur murni adalah suatu batang dari sebuah konstruksi yang hanya murni menerima beban lentur saja, dengan ini maka momen-momen yang lainnya seperti torsi/puntir tidak boleh ada di dalamnya. Batang lentur murni diperlukan dalam suatu konstruksi sebagai kontrol terhadap momen lentur dan juga kemampuan baja dalam menahan beban sekaligus sebagai kontrol terhadap dimensi baja yang akan dipakai sebagai konstruksi. Batang di sebut batang lentur murni apabila pada batang tersebut bekerja momen lentur dan tidak ada momen torsi yang mengakibatkan batang tersebut terpuntir,dan momen kuat nominal (Mn) yang telah di reduksi harus lebih besar atau mampu menerima beban atau gaya yang di sebabkan oleh momen kuat ultimate (Mu), dengan mengecek local buckling dan lateral buckling 7. Contoh Baja Lentur Murni - batang pengaku pada kolom baja (banyak terdapat di stasiun kereta api), - diafragma, - balok panjang, melintang (semuanya dapat ditemui di dalam jembatan truss) - baja untuk jembatan penyebrangan, - gording pada atap gedung, atau rumah (untuk ini harus dianalisa secara vertikal dan horizontal karena posisinya yang miring). 8. Gambar Objek Batang Lentur murni 9. Gambar Objek Batang Lentur murni 10. Gambar Objek Batang Lentur murni Baja Lentur Murni 11. Gambar Objek Batang Lentur murni 12. Gambar Objek yang akan Dianalisis Objek yang dianalisis Diafragma jembatan 13. diafragma 9 m 14. Data teknis jembatan Panjang Jembatan = 60m Panjang diafragma = 900 cm Tebal Beton = 25 cm Tebal Aspal = 5 cm BJ Aspal = 22 kN/m3 BJ Beton = 24 kN/m3 Lebar Aspal = 700 cm Lebar Trotoar = 200 cm Tebal Trotoar = 20 cm ( dari plat lantai ) BJ plat = 78,55 kN/m3 15. Data teknis jembatan Tebal Plat = 5mm Beban Kendaraan (q) = 9 ( 0,5 + 15/L ) = 9 ( 0,5 + 15/60 ) = 6,75 RSNI T-02-2005 ( pembebanan jembatan ) Mutu Baja = BJ-37 Fy = 240 Mpa Beban orang = 0,5 ton/m2 = 5 kn/m2 RSNI T-02-2005 ( pembebanan jembatan ) 16. Analisis Batang Lentur Murni H = 700 mm B = 300 mm Tw = 13 mm Tf = 24 mm R = 28 mm A = 235,5 cm2 Berat Profil = 185 kg/m Ix = 201.000 cm4 Iy = 10.800 cm4 17. ix = 29,3cm iy = 6,78 cm Sx = 5760 cm3 Zx = 6463,66 cm3 ( tabel ) 18. Pembebanan Beban Mati (dead load) 1. Berat perkerasan : BJ x l x tebal = 24 x 9 x 0,25 = 54 kn/m 2. Berat Lapisan Aspal : BJ x l x tebal = 22 x 7 x 0,05 = 7,7 kn/m 3. Berat Plat Baja : BJ x l x tebal = 78,5 x 9 x 0,005 = 3,5325kn/m 4. Berat trotoar : BJ x l x tebal = 24 x 2 x 0,2 = 9,6 kn/m 5. dead load : 74,8325 kn/m 19. Pembebanan Beban hidup ( life load ) 1. beban kendaraan = 9 ( 0,5 + 15/L ) = 9 ( 0,5 + 15/60 ) = 6,75 2. beban orang = = 0,5 ton/m2 = 5 kn/m2 life load : 11,75 kn/m 20. Perhitungan pembebanan Beban mati M max : 1/8 q.L2 = 1/8 x 74,8325 x 9 2 = 757,679knm Beban Hidup M max = : 1/8 q.L2 = 1/8 x 11,75 x 9 2 = 118,969 knm 21. Momen Ultimate MU : 1,2 Mdl + 1,6 Mll = 1,2 x 757,679 + 1,6 x 118,969 = 1099,564875 knm 22. Momen Ultimate Akhir Adalah momen yang terjadi setelah dimasukan berat profil sendiri MU akhir = MU + 1,1 ( 1/8 q.L2 ) = 1099,564875 + 1,1 ( 1/8. 1850.81) = 1120,17 knm 23. Preliminary design Zx = MU akhir/fy = 1120,17 / 0,9.240000 kn/m = 5,19x 10-3 m3 = 5190cm 3 * Nilai zx diambil yang paling mendekati yaitu pada profil 700 x 300 Iwf = H x B x tw x tf = 700 x 300 x 13 x 24 24. Check Local Buckling - cek kekompakan plat sayap = b/2tf = 300 / 2.24 = 6,25 = 170/ fy = 170/ 240 = 10,97 < p penampang kompak 25. - cek kekompakan plat badan = hw/tw = H 2tf 2r / tw = 700 2.24 2.28 / 13 = 45,846 p = 1680 / fy = 1680 / 240 = 108,4435 < p penampang kompak 26. Check Lateral Buckling Lb = L = 9m Lp = 3,44 m Lr = 10,54 m Lp < Lb < Lr bentang menengah Mn = Cb [ Mr + ( Mp-Mr){(Lr-Lb)/(Lr-Lp)} ] 27. Mp = fy . Zx = 24.000 N/cm2 . 6463,66 cm3 = 155.127.840 Ncm Mr = sx ( fy-fr) = 5760 cm3 (24.000 N/cm2 7.000 N/cm2) = 97.920.000 Ncm Mn = Cb [Mr + (Mp-Mr){(Lr-Lb)/(Lr-Lp)}] = 1 [97.920.000 Ncm + (155.127.840 Ncm - 97.920.000 Ncm){(1054-900)/(1054-344)}] = 110.328.461,1 Ncm = 1103,28461 kNm 28. MU = 1120,17 knm MN = 1103,28461 kNm MU > .MN 1120,17 knm > 0,9 . 1103,28461 kNm 1120,17 knm > 992,97 kNm Struktur tidak kuat 29. Summary Dari hasil perhitungan didapat nilai MU lebih besar daripada MN hal ini berarti struktur jembatan tidak kuat Karena strukturnya tidak kuat, jembatan sudah di perkuat dengan eksternal prestressing sehingga struktur jembatan menjadi kuat dan laik untuk digunakan 30. Gambar Eksternal Prestressing 31. Thank You For Your Attention