97255406 kak ded jembatan rangka baja

22
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN : D.E.D PEMBANGUNAN JEMBATAN RANGKA BAJA BENTANGAN 40,00 METER 1. LATAR BELAKANG Pembangunan jaringan jalan dan jembatan telah dilakukan secara bertahap baik itu melalui Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Karena sebagai urat nadi perekonomian nasional Pembangunan Jaringan Jalan dan Jembatan diharapkan mampu menghubungkan Jalan Provinsi, menghubungkan antar kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, maupun meningkatkan penanganan non lintas agar senantiasa dapat berfungsi untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa. Dalam pendekatan kebijakan pemerintah khususnya penanganan infrastruktur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo melaksanakan Pembangunan Jembatan pada daerah Transmigrasi secara bertahap. Mengingat masih banyaknya ruas jalan Provinsi yang belum ada jembatan terutama jalan provinsi yang sangat strategis. Hal ini pula dilaksanakan untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo tentang Agropolitan dimana masih banyak pula ruas Jalan Akses Agro yang pembangunan jembatannya masih sangat dibutuhkan. Sehingga pada Tahun Anggaran 2012 Pemerintah Provinsi Gorontalo melaui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Perencanaan Jembatan. 2. MAKSUD DAN TUJUAN Jasa pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo dalam rangka melaksanakan pekerjaan Perencanaan Jembatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah ketersediaan perencanaan yang berwawasan lingkungan, serta dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar prosedur yang berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan, tercapainya penyelesaian penanganan masalah-masalah yang sifatnya khusus serta memenuhi tingkat perekonomian yang tinggi sehingga tingkat pelayanan jembatan yang diinginkan selama ini dapat tercapai. 3. SASARAN Sasaran yang dicapai dari pekerjaan ini adalah :

Upload: alpo-reshada

Post on 06-Aug-2015

206 views

Category:

Documents


26 download

TRANSCRIPT

Page 1: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)PEKERJAAN :

D.E.D PEMBANGUNAN JEMBATAN RANGKA BAJABENTANGAN 40,00 METER

1. LATAR BELAKANG

Pembangunan jaringan jalan dan jembatan telah dilakukan secara bertahap baik itu melalui

Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Karena sebagai urat nadi perekonomian nasional

Pembangunan Jaringan Jalan dan Jembatan diharapkan mampu menghubungkan Jalan

Provinsi, menghubungkan antar kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, maupun

meningkatkan penanganan non lintas agar senantiasa dapat berfungsi untuk mendukung

kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa.

Dalam pendekatan kebijakan pemerintah khususnya penanganan infrastruktur Dinas

Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo melaksanakan Pembangunan Jembatan

pada daerah Transmigrasi secara bertahap. Mengingat masih banyaknya ruas jalan

Provinsi yang belum ada jembatan terutama jalan provinsi yang sangat strategis. Hal ini

pula dilaksanakan untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo tentang

Agropolitan dimana masih banyak pula ruas Jalan Akses Agro yang pembangunan

jembatannya masih sangat dibutuhkan. Sehingga pada Tahun Anggaran 2012 Pemerintah

Provinsi Gorontalo melaui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo

melaksanakan kegiatan Perencanaan Jembatan.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Jasa pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Provinsi Gorontalo dalam rangka melaksanakan pekerjaan Perencanaan Jembatan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah ketersediaan perencanaan yang berwawasan lingkungan,

serta dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar prosedur yang

berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan, tercapainya penyelesaian

penanganan masalah-masalah yang sifatnya khusus serta memenuhi tingkat perekonomian

yang tinggi sehingga tingkat pelayanan jembatan yang diinginkan selama ini dapat tercapai.

3. SASARAN

Sasaran yang dicapai dari pekerjaan ini adalah :

Page 2: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

a. Tersedianya Perencanaan Jembatan pada ruas – ruas jalan yang ada di daerah Kota

Terpadu Mandiri (KTM) yang sangat strategis yang belum ada jembatan dan jalan akses

Agro yang pembangunan jembatannya masih sangat dibutuhkan.

b. Ketersediaan Dokumen Lelang Perencanaan Jembatan.

4. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

Pengguna Jasa adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo.

5. SUMBER PENDANAAN

Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia pagu anggaran sebesar Rp. 250.000.000 (DuaRatus Lima Puluh Juta Rupiah) termasuk PPN, sumber dana APBD Tahun Anggaran

2012.

6. LOKASI KEGIATAN

Lokasi pelaksanaan pekerjaaan ini terletak di daerah Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kab.Boalemo Provinsi Gorontalo.

7. LINGKUP DAN FASILITAS PENUNJANG

a. Lingkup KegiatanLingkup Kegiatan ini adalah :

1) Melaksanakan survey dan perencanaan teknik jembatan pengguna jasa sesuai

standar perencanaan;

2) Menyediakan dokumen pelelangan pengadaan jasa konstruksi, daftar kuantitas dan

gambar tipikal sebagai bahan pelelangan konstruksi;

3) Menyediakan perencanaan teknik detail, gambar detail, dan perhitungan volume

pekerjaan;

4) Jumlah jembatan yang direncanakan adalah 1 buah jembatan dengan menggunakan

Rangka baja Bentangan 40,00 Meter.

8. METODOLOGI

a. PERSIAPAN PELAKSANAAN DESAIN

1). TujuanPersiapan desain ini bertujuan :

Page 3: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

a. Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.

b. Menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai sebagai

panduan survey pendahuluan.

c. Menetapkan ruas yang akan disurvey.

2) Lingkup PekerjaanKegiatan pekerjaan ini meliputi :

b. Melakukan koordinasi dan konfirmasi dengan instansi terkait baik di pusat

maupun di daerah termasuk juga mengumpulkan informasi harga satuan/

upah untuk disekitar lokasi proyek terutama pada proyek yang sedang

berjalan.

c Mengumpulkan dan mempelajari laporan-laporan yang berkaitan dengan

wilayah yang dipengaruhi atau mempengaruhi jalan yang akan

direncanakan.

b. SURVEY DAN INVESTIGASI

Survey lapangan dan investigasi harus dilaksanakan untuk mendapatkan data di

lapangan sampai dengan tingkat ketelitian tertentu dengan memperhatikan beberapa

faktor, seperti kondisi lapangan aktual yang ada dan sasaran penanganan yang

hendak dicapai. Konsultan Perencana dengan persetujuan Pengguna Jasa harus

menghindarkan suatu kondisi bahwa informasi terlalu berlebihan atau terlalu minimal.

Jenis-jenis survey atau investigasi yang harus dilaksanakan tersebut bergantung

kepada jenis pekerjaan penanganan yang akan dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana

Konstruksi kelak. Sebagai acuan dasar, apabila tidak ditentukan lain oleh Pengguna

Jasa pada saat review hasil Survey Pendahuluan, jenis-jenis survey dan investigasi

yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah sebagaimana tabel di

bawah ini.

1). Pengukuran Topografia) Tujuan

Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah mengumpulkan data

koordinat dan ketinggian permukaan tanah sepanjang rencana trase jalan

dan jembatan di dalam koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta

topografi dengan skala 1:1000 yang akan digunakan untuk perencanaan

geometrik jalan, serta 1:500 untuk perencanaan jembatan dan

Page 4: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

penanggulangan longsoran.

b) Lingkup Pekerjaan(1) Pemasangan patok-patok

- Patok-patok BM harus dibuat dari beton dengan ukuran 10x10x75

cm atau pipa pralon ukuran 4 inci yang diisi dengan adukan beton

dan di atasnya dipasang neut dari baut, ditempatkan pada tempat

yang aman, mudah terlihat. Patok BM dipasang setiap 1 (satu) km

dan pada setiap lokasi rencana jembatan dipasang minimal 3,

masing-masing 1 (satu) pasang di setiap sisi sungai/ alur dan 1

(buah) disekitar sungai yang posisinya aman dari gerusan air

sungai.

- Patok BM dipasang/ ditanam dengan kuat, bagian yang tampak di

atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning, diberi lambang

Prasarana Wilayah, notasi dan nomor BM dengan warna hitam.

Patok BM yang sudah terpasang, kemudian di photo sebagai

dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai koordinat serta elevasi.

- Untuk setiap titik poligon dan sifat datar harus digunakan patok

kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar 5 cm,

panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian bawahnya

diruncingkan, bagian atas diratakan diberi paku, ditanam dengan

kuat, bagian yang masih nampak diberi nomor dan dicat warna

kuning. Dalam keadaan khusus, perlu ditambahkan patok bantu.

- Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada daerah

sekitar patok diberi tanda-tanda khusus.

- Pada lokasi-lokasi khusus dimana tidak mungkin dipasang patok,

misalnya di atas permukaan jalan beraspal atau di atas permukaan

batu, maka titik-titik poligon dan sifat datar ditandai dengan paku

seng dilingkari cat kuning dan diberi nomor.

(2) Pengukuran titik kontrol horizontal

- Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dengan sistem poligon,

dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik poligon.

- Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100 meter,

diukur dengan meteran atau dengan alat ukur secara optis ataupun

elektronis.

- Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur theodolit dengan

Page 5: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan

theodolit jenis T2 atau yang setingkat.

- Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal dan titik akhir

pengukuran dan untuk setiap interval + 5 km di sepanjang trase

yang diukur. Apabila pengamatan matahari tidak bisa dilakukan,

disarankan menggunakan alat GPS Portable (Global Positioning

System). Setiap pengamatan matahari harus dilakukan dalam 2 seri

(4 biasa dan 4 luar biasa).

(3) Pengukuran titik kontrol vertikal

- Pengukuran ketinggian dilakukan dengan cara 2 kali berdiri/

pembacaan pergi- pulang.

- Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik pengukuran

(poligon, sifat datar, dan potongan melintang) dan titik BM.

- Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,

berskala benar, jelas dan sama.

- Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan pembacaan

ketiga benangnya, yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT),

dan Benang Bawah (BB), dalam satuan milimiter. Pada setiap

pembacaan harus dipenuhi: 2 BT = BA + BB.

- Dalam satu seksi (satu hari pengukuran) harus dalam jumlah slag

(pengamatan) yang genap.

(4). Pengukuran situasi

Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri, yang

mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun manusia

yang ada disepanjang jalur pengukuran, seperti alur, sungai, bukit,

jembatan, rumah, gedung dan sebagainya.

Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman

penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan

gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi khusus (misalnya:

sungai, persimpangan dengan jalan yang sudah ada) pengukuran

harus dilakukan dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.

Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat theodolit.

(5). Pengukuran Penampang Melintang.

Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan

persyaratan:

Page 6: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

KondisiLebar

koridor, (m)

Interval,(m) Jalan

baru

Interval, (m)Jembatan/Longsoran

- Datar, landai, dan lurus 75 + 75 50 25

- Pegunungan 75 + 75 25 25

- Tikungan 50 (luar) +

100 (dalam)

25 25

Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan alat theodolit.

(6). Pengukuran pada perpotongan rencana trase jembatan dengan sungai

atau jalan

Koridor pengukuran ke arah hulu dan hilir masing-masing minimum

200 m dari perkiraan garis perpotongan atau daerah sekitar sungai

(hulu/ hilir) yang masih berpengaruh terhadap keamanan jembatan

dengan interval pengukuran penampang melintang sungai sebesar

25 meter.

Koridor pengukuran searah rencana trase jembatan masing-

masing minimum 100 m dari garis tepi sungai/ jalan atau sampai

pada garis pertemuan antara oprit jembatan dengan jalan dengan

interval pengukuran penampang melintang rencana trase jalan

sebesar 25 meter.

Pada posisi lokasi jembatan interval pengukuran penampang

melintang dan memanjang baik terhadap sungai maupun jalan

sebesar 10 m, 15 m, dan 25 m.

Pengukuran situasi lengkap menampilkan segala obyek yang dibentuk

alam maupun manusia disekitar persilangan tersebut.

c) Persyaratan(1). Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.

Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan digunakan

harus diperiksa dan dikoreksi sebagai berikut:

a. Pemeriksaaan theodolit:

Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.

Page 7: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

Sumbu II tegak lurus sumbu I.

Garis bidik tegak lurus sumbu II

Kesalahan kolimasi horizontal = 0.

Kesalahan indeks vertikal = 0.

b. Pemeriksaan alat sifat datar:

Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.

Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo.

Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan dilampirkan

dalam laporan.

(2). Ketelitian dalam pengukuran

Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :

a. Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”√n, (n adalah

jumlah titik poligon dari pengamatan matahari pertama ke

pengamatan matahari selanjutnya atau dari pengukuran GPS

pertama ke pengukuran GPS berikutnya).

b. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.

(3). Perhitungan

- Pengamatan Matahari.

Dasar perhitungan pengamatan matahari harus mengacu pada tabel

almanak matahari yang diterbitkan oleh Direktorat Topografi TNI-AD

untuk tahun yang sedang berjalan dan harus dilakukan di lokasi

pekerjaan.

- Perhitungan Koordinat.

Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi, antara

pengamatan matahari yang satu dengan pengamatan berikutnya.

Koreksi sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi

harus diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang

lebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar), dan harus

dilakukan di lokasi pekerjaan.

- Perhitungan Sifat Datar.

Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal (ketelitian

0,5 mm), dan harus dilakukan kontrol perhitungan pada setiap lembar

perhitungan dengan menjumlahkan beda tingginya.

- Perhitungan Ketinggian Detail.

Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur yang

Page 8: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung secara

tachimetris.

- Seluruh perhitungan sebaiknya menggunakan sistim komputerisasi.

(4). Keluaran

Penggambaran poligon harus dibuat dengan skala 1 : 1.000 untuk

jalan dan 1:500 untuk jembatan.

Garis-garis grid dibuat setiap 10 Cm.

Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga absis

(x) dan ordinat (y)-nya.

Pada setiap lembar gambar dan/ atau setiap 1 meter panjang

gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara.

Penggambaran titik poligon harus berdasarkan hasil perhitungan dan

tidak boleh dilakukan secara grafis.

Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan diberi

tanda khusus.

Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan

penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,

sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis ketinggian

(contour) 1 meter.

2). Survey Lalu Lintasa) Tujuan

Survey lalu lintas bertujuan untuk mengetahui kondisi lalu lintas, kecepatan

kendaraan rata-rata, menginventarisasi jalan yang ada, serta

menginventarisasi jumlah setiap jenis kendaraan yang melewati ruas jalan

tertentu dalam satuan waktu, sehingga dapat dihitung lalu lintas harian rata-

rata sebagai dasar perencanaan jembatan.

b) Ruang LingkupSurvey lalu lintas meliputi kegiatan:

(1) Survey volume kendaraan

Seluruh jenis kendaraan yang lewat baik dari arah depan maupun dari

arah belakang harus dicatat.

Setiap lajur minimal 2 orang dengan peralatan yang digunakan 1 orang

1 counter serta format survey yang telah ditentukan.

(1.1) Pos-pos perhitungan lalu lintas yang terbagi dalam beberapa tipe pos :

Page 9: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

a Pos Kelas A : yaitu pos perhitungan lalu lintas yang terletak pada ruas

jalan dengan jumlah lalu lintas yang tinggi dan mempunyai LHR >

10.000 kendaraan.

b Pos Kelas B : yaitu pos perhitungan lalu lintas yang terletak pada ruas

jalan dengan jumlah lalu lintas yang sedang dan mempunyai 5.000 <

LHR< 10.000 kendaaan.

c Pos Kelas C : yaitu pos perhitungan lalu lintas yang terletak pada ruas

jalan dengan jumlah lalu lintas yang rendah dan mempunyai LHR <

5.000 kendaraan.

(1.2) Pemilihan Lokasi Pos

a. Lokasi pos harus mewakili jumlah lalu lintas harian rata-rata dari

ruas jalan tidak terpengaruh oleh angkutan ulang alik yang tidak

mewakili ruas (commuter traffic).

b. Lokasi pos harus mempunyai jarak pandang yang cukup untuk

kedua arah, sehingga memungkinkan pencatatan kendaraan

dengan mudah dan jelas.

c. Lokasi pos tidak dapat ditempatkan pada persilangan jalan.

(1.3) Tanda Pengenal Pos

Setiap pos perhitungan lalu lintas rutin mempunyai nomor pengenal,

terdiri dari satu huruf besar dan diikuti oleh tiga digit angka. Huruf besar

A,B,dan C memberikan identitas mengenai tipe kelas pos perhitungan.

Tiga digit angka berikutnya identik dengan nomor ruas jalan dimana

pos-pos tersebut terletak.

Apabila pada suatu ruas jalan mempunyai pos perhitungan lebih dari

satu, maka kode untuk pos kedua, digit pertama diganti dengan 4 dan

seterusnya. Urutan pos hendaknya dimulai dari kilometer kecil kearah

kilometer besar pada ruas jalan tersebut.

Contoh:

1. Di ruas jalan 002 ada beberapa pos kelas A penulisan nomor posnya

: A002; A302; A402 sampai dengan A902.

2. Di ruas jalan 157 ada beberapa pos kelas B, penulisan nomor posnya

: B157; B357; B457; sampai dengan B957.

3. Di ruas jalan 057 ada beberapa pos kelas C, penulisan nomor

posnya: C057; C357; C457 sampai dengan C957.

(1.4) Periode Perhitungan

Page 10: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

a. Pos Kelas A

Untuk Pos Kelas A perhitungan dilakukan dengan periode 40 jam

selama 2 hari, mulai pukul 06.00 pagi pada hari pertama dan

berakhir 22.00 pada hari kedua.

Pembina jalan akan menginformasikan jadual perhitungan pada

awal Tahun Anggaran. Apabila ada perubahan jadual, waktu survei

akan ditentukan lebih lanjut oleh pembina jalan yang bersangkutan.

b. Pos Kelas B

Untuk pos kelas B, pelaksanaan perhitungan seperti pada pos kelas

A. Pelaksanaan perhitungan pada pos-pos kelas B sesuai jadual

yang telah ditentukan.

c. Pos Kelas C

Perhitungan dilakukan dengan periode 16 jam mulai pukul 06.00

pagi dan berakhir pada pukul 22.00 pada hari yang sama yang

ditetapkan untuk pelaksanaan perhitungan.

(1.5) Pengelompokan Kendaraan

Dalam perhitungan jumlah lalu lintas, kendaraan dibagi kedalam

10elompok mencakup kendaraan bermotor dan kendaraan tidak

bermotor.

Golongan /

Kelompok

Jenis Kendaraan yang masuk kelompok ini adalah

1 Sepeda motor, sekuter, sepeda kumbang dan kendaraan bermotor

roda 3

2 Sedan, Jeep, dan Station Wagon.

3 Opelet, Pick-up opelet, Suburban, Combi, Minibus

4 Pick-up, Micro Truck dan Mobil hantaran atau Pick-up Box

5a Bus Kecil

5b Bus Besar

6 Truk 2 sumbu

7a Truk 3 cumbu

7b Truk Gandengan

7c Truk Semi Trailer

8 Kendaraan tidak bermotor, sepeda, becak, andong/ dokar, gerobak

sapi

Page 11: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

Pengenalan ciri kendaraan :

1. Sepeda Kumbang: sepeda yang ditempeli mesin 75 cc (max)

2. Kendaraan bermotor roda 3 antara lain: bemo dan bajaj.

3. Kecuali Combi, umumnya sebagai kendaran penumpang umum maximal 12

tempat duduk seperti mikrolet, angkot, minibus, pick-up yang diberi penaung

kanvas/ pelat dengan rute dalam kota dan sekitarnya atau angkutan pedesan.

4. Umumnya sebagai kendaraan barang maximal beban sumbu belakang 3,5

ton dengan bagian belakang sumbu tunggal roda tunggal (STRT).

5. a. Bus Kecil adalah sebagai kendaraan penumpang umum dengan tempat

duduk antara 16 s/d 26 buah, seperti kopaja, metromini, elf dengan bagian

belakang sumbu tunggal roda ganda (STRG) dan panjang kendaraan

maximal 9 m dengan sebutan bus ¾.

b. Bus Besar adalah sebagai kendaraan penumpang umum dengan tempat

duduk antara 30 s/d 50 buah, seperti bus malam, bus kota, bus antar kota

yang berukuran 12 m (+) dan STRG.

6. Truk 2 sumbu adalah sebagai kendaraan barang dengan beban sumbu

belakang antara 5-10 ton (MST 5,8,10 dan STRG).

7. a. Truk 3 sumbu adalah sebagai kendaraan barang dengan 3 sumbu yang

letaknya STRT dan SGRG (sumbu ganda roda ganda).

b. Truk gandengan adalah sebagai kendaraan no. 6 dan 7 yang diberi

gandengan bak truk dan dihubungkan dengan batang segitiga. Disebut

juga Full Trailer Truck.

c. Truk semi trailer atau truk tempelan adalah sebagai kendaraan yang terdiri

dari kepala truk dengan sumbu 2-3 sumbu yang dihubungkan secara sendi

dengan pelat dan rangka bak yang beroda belakang yang mempunyai 2

atau 3 sumbu pula.

c) PersyaratanStandar pengambilan dan perhitungan data harus mengacu pada buku

Manual Kapasitas Jalan Indonesia.

3). Survey Penyelidikan Tanah (Mektan)

a) TujuanTujuan penyelidikan tanah dalam pekerjaan ini adalah untuk memenentukan

jenis dan karakteristik tanah untuk keperluan bahan jembatan, serta

Page 12: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

mengidentifikasi lokasi sumber bahan termasuk perkiraan kuantitasnya.

b) Ruang LingkupKegiatan penyelidikan tanah meliputi :

(2.1). Sondir (Pneutrometer Static)

Sondir dilakukan untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah

keras, menentukan lapisan-lapisan tanah berdasarkan

tahanan ujung konus dan daya lekat tanah setiap

kedalaman yang diselidiki, alat ini hanya dapat digunakan

pada tanah berbutir halus, tidak boleh digunakan pada daerah

aluvium yang mengandung komponen berangkal dan kerakal

serta batu gamping yang berongga, karena hasilnya akan

memberikan indikasi lapisan tanah keras yang salah.

Ada dua macam alat sondir yang digunakan :

1. Sondir ringan dengan kapasitas 2,5 ton

2. Sondir berat dengan kapasitas 10 ton

Pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam

20 cm, pekerjaan sondir dihentikan apabila pembacaan pada

manometer berturut-turut menunjukan harga >150 kg/cm2, alat

sondir terangkat keatas, apabila pembacaan manometer

belum menunjukan angka yang maksimum, maka alat sondir

perlu diberi pemberat yang diletakan pada baja kanal jangkar.

Hasil yang diperoleh adalah nilai sondir (qc) atau perlawanan

penetrasi konus dan jumlah hambatan pelekat (JHP). Grafik

yang dibuat adalah perlawanan penetrasi konus (qc) pada tiap

kedalaman dan jumlah hambatan pelekat (JHP) secara

kumulatif.

(2.2). Boring

(3) Lokasi Quarry

Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, struktur

jembatan, maupun untuk bahan timbunan (borrow pit) diutamakan

yang ada disekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak dijumpai, maka harus

menginformasikan lokasi quarry lain yang dapat dimanfaatkan.

Penjelasan mengenai quarry meliputi jenis dan karakteristik bahan,

Page 13: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta kesulitan-

kesulitan yang mungkin timbul dalam proses penambangannya,

dilengkapi dengan foto-foto.

c) Persyaratan(1). Pengujian Lapangan

Metoda pekerjaan lapangan lainnya harus sesuai dengan persyaratan

seperti yang dijelaskan pada Tabel Pengujian Lapangan pada

halaman berikut ini:

Tabel Pengujian Lapangan

No Pengujian Acuan Keterangan

1. Resistivity ASTM G57-78

2. Standard Penetration Test

termasuk Split Spoon

Sampling

ASTM D1586-94 Pada daerah rencana

jembatan, harus

mencapai kedalaman

lapisan keras.

3. Stand Pipe AASHTO T252-84

(2) Pekerjaan Laboratorium

Pekerjaan Laboratorium dilaksanakan sesuai ketentuan yang

tercantum pada Tabel berikut :

Tabel Spesifikasi Pengujian Tanah di Laboratorium.

NO. PENGUJIAN ACUAN KETERANGANSIFAT INDEKS

1 Kadar air ASTM D 2216-922 Batas susut ASTM D 427-933 Batas plastis ASTM D 4318-93 - Fresh Condition4 Batas cair SK-SNI M-07-1989-F - oven dried 100 oC5 Analisa saringan SNI-03-3423-19946 Berat Jenis ASTM D 854-92 Gunakan ' Wet method '7 Berat isi SNI-1742-19898 Chloride Content K.H. Head, Vol.1, 19849 Carbonate

ContentK.H. Head, Vol I, 1984

10 Sulphate Content K.H. Head, Vol. 1, 1984SIFAT KUATGESER TANAH

11 Direct Shear SNI 03-2813-1992 - Fresh sample dengan PenjenuhanASTM D 3080-90 - Fresh sample tanpa Penjenuhan

- Fresh sample dioven 70 oC selama satuhari

Page 14: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

SIFATPEMAMPATANTANAH

12 Swelling ASTM D 4546-90 - Fresh Condition - Dioven 40 oC dan 70 oCselama satu hari

KEPADATAN13 Pemadatan

SIFATKELULUSAN

14 Permeabilitas KH Head Vol. 2 1984 Manual of Soil Laboratory Testing. Gunakanmetode Falling Head

4). Survey Hidrologia) Tujuan

Tujuan survey hidrologi dan hidrolika yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini adalah

untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter/ perilaku aliran air pada bangunan

air yang ada (sekitar jembatan maupun jalan), guna keperluan analisis hidrologi,

penentuan debit banjir rencana (elevasi muka air banjir), perencanaan drainase dan

bangunan pengaman terhadap gerusan, river training (pengarah arus) yang

diperlukan.

b) Ruang LingkupLingkup pekerjaan survey hidrologi ini meliputi:

a. Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr) paling sedikit dalam

jangka 10 tahun pada daerah tangkapan (catchment area) atau pada daerah

yang berpengaruh terhadap lokasi pekerjaan, data tersebut bisa diperoleh dari

Badan Meteorologi dan Geofisika dan/ atau instansi terkait di kota terdekat dari

lokasi perencanaan.

b. Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti gorong-gorong,

jembatan, selokan yang meliputi: lokasi , dimensi, kondisi, tinggi muka air banjir.

c. Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan rencana, debit dan

tinggi muka air banjir rencana dengan periode ulang 10 tahunan untuk jalan

arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor, 5 tahunan untuk jalan lokal dan 50 tahunan

jembatan dengan metode yang sesuai.

d. Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk memberikan masukan

dalam proses perencanaan yang aman.

e. Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang diperlukan.

f. Menentukan rencana elevasi aman untuk jalan/ jembatan termasuk

Page 15: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

pengaruhnya akibat adanya bangunan air ( aflux).

g. Merencanakan bangunan pengaman jalan/ jembatan terhadap gerusan samping

atau horisontal dan vertikal.

c) PersyaratanProses analisa perhitungan harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI)

No: 03-3424-1994 atau Standar Nasional Indonesia (SNI) No: 03-1724-1989 SKBI-

1.3.10.1987 (Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk Bangunan di

Sungai).

c. PROSES ANALISA STRUKTUR JEMBATANSetelah semua data dikumpulkan kemudian data tersebut dianalisa dan dilakukan

desain jembatan, baik itu bangunan bawah maupun bangunan atas jembatan. Dalam

perencanaan tekbik jembatan konsultan harus berdasarkan peraturan perencanaan

yang telah ditetapkan atau sesuai SNI. Terutama diharapkan desain yang tahan

terhadap gempa. Untuk hal ini Konsultan mengacu pada SNI 2833 tahun 2008 tentang

“Perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan”. Dalam standar ini dijelaskan

dinamika struktur agar setiap perencana akan menguasai segi kekuatan, keamanan

dan kinerja ketahanan gempa jembatan dalam suatu proses perencanaan utuh.

d. PENGGAMBARAN1). Rancangan (Draft Perencanaan Teknik)

Tim harus membuat rancangan (draft) perencanaan teknis dari setiap detail

perencanaan dan mengajukannya kepada pengguna jasa untuk diperiksa dan

disetujui.

a. Gambar detail bangunan bawah dan bangunan atas Jembatan.

b. Keterangan mengenai mutu bahan dan kelas pembebanan.

2). Gambar Rencana (Final Desain)Pembuatan gambar rencana lengkap dilakukan setelah rancangan perencanaan

disetujui oleh pengguna jasa dengan memperhatikan koreksi dan saran yang

diberikan.

Gambar rencana akhir terdiri dari gambar-gambar rancangan yang telah

diperbaiki dan dilengkapi dengan:

a. Sampul luar (cover) dan sampul dalam.

b. Daftar isi.

Page 16: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

c. Peta lokasi proyek.

d. Peta lokasi Sumber Bahan Material (Quarry).

e. Daftar simbol dan singkatan.

f. Daftar bangunan pelengkap dan volume.

g. Daftar rangkuman volume pekerjaan.

i. PERHITUNGAN KUANTITAS PEKERJAAN FISIKa. Penyusunan mata pembayaran pekerjaan (per item) harus sesuai dengan

spesifikasi yang dipakai,

b. Perhitungan kuantitas pekerjaan harus dilakukan secara keseluruhan. Tabel

perhitungan harus mencakup lokasi dan semua jenis mata pembayaran (pay

item)

c. Tim harus mengumpulkan harga satuan dasar upah, bahan, dan peralatan yang

akan digunakan di lokasi pekerjaan.

d. Tim harus menyiapkan laporan analisa harga satuan pekerjaan untuk semua mata

pembayaran yang mengacu pada Panduan Analisa Harga Satuan No.

028/T/BM/1995 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Marga.

e. Tim harus menyiapkan laporan perkiraan kebutuhan biaya pekerjaan konstruksi.

9. JANGKA WAKTU PELAKSANAANKeseluruhan jadwal waktu jasa konsultansi ini terdiri dari pekerjaan perencanaan teknik

yang dilakukan dalam periode 3 bulan Kalender (90 hari kerja).

10. PERKIRAAN KEBUTUHAN TENAGAPerkiraan Kebutuhan Personil (Man Month) adalah sebagai berikut:

Kebutuhan Tenaga Ahli Perencanaan Teknik terdiri dari:

a. Ketua Tim (Team Leader)Adalah seorang sarjana (S1) atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil dan

berpengalaman dibidangnya minimal 5 (Lima) tahun yang terkait, dimana tugas utama

ketua tim adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:

Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan personil

yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan

baik serta mencapai hasil yang diharapkan,

Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan

Page 17: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan.

b. Soil and Material Engineer (Ahli Mekanika Tanah)Adalah seorang sarjana atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil dan

berpengalaman dibidangnya selama minimal 3 (Tiga) tahun, dimana tugas ahli material

adalah merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan yang mencakup

pelaksanaan pelaksanaan penyelidikan tanah dan penyelidikan material di lapangan

dan di laboratorium, pengolahan dan analisis data material, dan harus menjamin

bahwa data, analisis dan Penelitian Material yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap

digunakan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan jembatan.

c. Ahli Hidrologi (Hydrology Engineer)Adalah seorang sarjana atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil dan

berpengalaman dibidangnya selama minimal 3 (Tiga) tahun, dimana tugas ahli teknik

hidrologi/ hidraulik adalah merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan yang

mencakup pelaksanaan pengumpulan data hidrologi, pengolahan dan analisis data

hidrologi, dan perhitungan-perhitungan hidrologi untuk perencanaan bentuk dan dimensi

bangunan hidrologi, serta harus menjamin bahwa data, analisis dan perhitungan

hidrologi yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap digunakan, dapat memberikan

masukan yang rinci mengenai curah hujan dan pola aliran air permukaan untuk tahap

perencanaan teknik jalan dan jembatan.

d. Ahli Quantity & Cost EstimatorAdalah seorang sarjana atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil dan

berpengalaman dibidangnya selama minimal 3 (Tiga) tahun, dimana tugas Quantity &

Cost Estimator adalah melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pengumpulan

data harga satuan bahan dan upah, menyiapkan analisa harga satuan pekerjaan,

membuat perhitungan kuantitas pekerjaan jalan dan jembatan, membuat perkiraan

biaya pekerjaan konstruksi, serta harus menjamin bahwa data, perhitungan analisa

harga satuan dan perhitungan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan adalah benar dan

akurat.

Semua Tenaga Ahli adalah Lulusan Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan

Page 18: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

Tinggi Swasta yang telah terakreditasi, Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian konsultansi

bidang ke-PU-an dari LPJK.

Kebutuhan Asisten Tenaga Ahli Perencanaan Teknik terdiri dari:

a. Asisten Soil and Material Engineer (Ahli Mekanika Tanah)Adalah seorang Diploma 3 teknik sipil atau STM Teknik Sipil dan berpengalaman

dibidangnya selama minimal 2 (Dua) tahun untuk Diploma 3 atau 4 (Empat) tahun

untuk STM, dimana tugas ahli material adalah merencanakan dan melaksanakan

semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan penyelidikan tanah dan material di

lapangan dan di laboratorium, pengolahan dan analisis data material, dan harus

menjamin bahwa data, analisis dan Penelitian Material yang dihasilkan adalah benar,

akurat, siap digunakan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan jembatan.

b. Asisten Ahli Hidrologi (Hydrology Engineer)Adalah seorang Diploma 3 teknik sipil atau STM Teknik Sipil dan berpengalaman

dibidangnya selama minimal 2 (Dua) tahun untuk Diploma 3 atau 4 (Empat) tahun

untuk STM, dimana tugas ahli teknik hidrologi/ hidraulik adalah merencanakan dan

melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan pengumpulan data

hidrologi, pengolahan dan analisis data hidrologi, dan perhitungan-perhitungan hidrologi

untuk perencanaan bentuk dan dimensi bangunan hidrologi, serta harus menjamin

bahwa data, analisis dan perhitungan hidrologi yang dihasilkan adalah benar, akurat,

siap digunakan, dapat memberikan masukan yang rinci mengenai curah hujan dan pola

aliran air permukaan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan jembatan.

c. Asisten Quantity & Cost Estimator EngineerAdalah seorang Diploma 3 teknik sipil atau STM Teknik Sipil dan berpengalaman

dibidangnya selama minimal 2 (Dua) tahun untuk Diploma 3 atau 4 (Empat) tahun

untuk STM, dimana tugas quantity & cost estimator adalah melaksanakan semua

kegiatan yang mencakup pengumpulan data harga satuan bahan dan upah,

menyiapkan analisa harga satuan pekerjaan, membuat perhitungan kuantitas pekerjaan

jalan dan jembatan, membuat perkiraan biaya pekerjaan konstruksi, serta harus

menjamin bahwa data, perhitungan analisa harga satuan dan perhitungan kuantitas

pekerjaan yang dihasilkan adalah benar dan akurat.

Semua Asisten Tenaga Ahli adalah Lulusan Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau

Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi,

Page 19: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

Staf Pendukung dan Tenaga Teknis :a. Surveyor

b. Estimator

c. Auto Cad Specialist

d. Drafter

e. Office Administration

11. LAPORAN TEKNIKLaporan Teknik yang dihasilkan dari jasa konsultansi ini, adalah sebagai berikut :

1. Laporan penyelidikan tanahLaporan Penyelidikan Tanah harus mencakup sekurang-kurangnya pembahasan

mengenai hal-hal berikut:

- Data proyek.

- Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota

besar terdekat.

- Hasil Penyelidikan Sondir dan Boring

- Rekomendasi.

2. Laporan TopografiLaporan topografi mencakup sekurang-kurangnya pembahasan mengenai hal-hal

berikut:

Data proyek.

Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota

besar terdekat.

Kegiatan perintisan untuk pengukuran.

Kegiatan pengukuran titik kontrol horizontal.

Kegiatan pengukuran titik kontrol vertikal.

Kegiatan pengukuran situasi.

Kegiatan pengukuran penampang melintang.

Kegiatan pengukuran khusus (bila ada).

Perhitungan dan penggambaran.

Peralatan ukur yang digunakan berikut nilai koreksinya.

Dokumentasi foto (ukuran 3R) mengenai kegiatan pengukuran topografi termasuk

Page 20: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

kegiatan pencetakan dan pemasangan BM, pengamatan matahari, dan semua

obyek yang dianggap penting untuk keperluan perencanaan jalan.

Deskripsi BM (sebagai lampiran).

Data ukur hasil ploting dan negatip film harus diserahkan.

3. Laporan HidrologiLaporan mengenai survey dan analisis hidrologi, yang meliputi :

Data proyek.

Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota

besar terdekat, pos pencatat curah hujan.

Data curah hujan untuk setiap pos yang diambil.

Analisis/ perhitungan.

Penentuan dimensi dan jenis bangunan air.

Daftar lokasi bangunan air yang direncanakan.

4. Laporan Survey Lalu lintas

Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi :

1. Foto dokumentasi

2. Data lapangan

3. Perhitungan

4. Laporan teknik

5. Laporan Hasil Analisa Struktur Bangunan Bawah JembatanHasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi :

1. Data lapangan

3. Perhitungan

4. Laporan teknik

12. KELUARANKeluaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah:

1. Laporan PendahuluanLaporan pendahuluan merupakan apresiasi terhadap kerangka acuan kerja kegiatan

yang antara lain meliputi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, ruang lingkup

yang diharapkan, metode / cara pendekatan, teknik dan prosedur pengumpulan data

serta analisis. Pada pelaporan ini dicantumkan juga pentahapan pekerjaan, jadwal

rencana kerja dan organisasi pelaksanaan studi yang akan dibahas dalam pertemuan

dengan Pengguna Jasa. Laporan ini diserahkan pada hari kalender ke 30 (Tiga Puluh)

Page 21: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

setelah diterbitkan SPMK dan diserahkan sebanyak 10 (Sepuluh) buku dan soft copy

(CD).

2. Laporan AntaraLaporan ini berisi hasil pengumpulan bahan dan kajian yang akan dibahas dalam

pertemuan dengan Penyedia Jasa. Laporan ini diserahkan pada hari kalender ke 75

(Tujuh Puluh Lima) setelah diterbitkan SPMK dan dibuat sebanyak 10 (Sepuluh) buku

dan soft copy (CD).

3. Draft Laporan AkhirLaporan ini merupakan produk akhir sementara yang akan dibahas dalam pertemuan

dengan Pengguna Jasa. Konsep laporan akhir ini yang diserahkan pada hari ke 135

(Seratus Tiga Puluh Lima) setelah dikeluarkannya SPMK. Jumlah buku yang akan

diserahkan sebanyak 10 (Sepuluh) buku dan soft copy (CD).

4. Laporan Akhir yang berisi:- Hasil Penyelidikan Tanah

- Hasil Analisis Topografi

- Pembuatan Gambar Topografi

- Hasil Analisis Hidrologi

- Hasil Analisis LHR

- Hasil Analisis Struktur Jembatan

- Perhitungan & Perencanaan jembatan

Laporan ini merupakan penyempurnaan dari Draft Laporan Akhir. Laporan ini akan

diserahkan pada akhir masa kontrak pada hari ke 150 (Seratus Lima Puluh) setelah

dikeluarkannya SPMK berjumlah sebanyak 5 (lima) buku dan soft copy (CD).

5. Pembuatan Dokumen Pelelangan.

Dokumen ini terdiri dari

o Gambar Rencana / gambar kerja

o Engineering Estimate (EE)

o Rencana Kerja & Syarat-syarat / Spesifikasi Teknis

diserahkan bersama Laporan Akhir sebanyak 10 (Sepuluh) buku dan soft copy (CD).

Page 22: 97255406 Kak Ded Jembatan Rangka Baja

13. LAIN - LAINApabila ada hal-hal lain yang belum tercakup dalam KAK ini dan sangat dibutuhkan demi

terselesaikannya pekerjaan tersebut maka perlu dikoordinasikan sesuai dengan ketentuan

yang berlaku.

Gorontalo, Juni 2012

KUASA PENGGUNA ANGGARAN

T T D

Ir. Hi. AMIR H. HADJU, S.SosNip. 19710831 200212 1 005