kmb hemoroid isi

Download Kmb Hemoroid Isi

Post on 17-Jan-2016

12 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medikal bedah

TRANSCRIPT

MAKALAH KEPERAWATABN MEDIKAL BEDAH II HEMOROID

DI SUSUN OLEH:KELOMPOK IVMUSLIKHARAFIDA ANISALAILIS M SYAFIQHAIRIANAIFNIIBRAHIM

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATANFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAHSURABAYA2012

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangHemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam anal kanal. Hemoroid sangatumum terjadi. Pada usia 50-an, 50% individu mengalami berbagai tipe hemoroidberdasarkan luas vena yan terkena. Hemoroid juga biasa terjadi pada wanita hamil.Tekanan intra abdomen yang meningkat oleh karena pertumbuhan janin dan juga karenaadanya perubahan hormon menyebabkan pelebaran vena hemoroidalis. Pada kebanyakanwanita, hemoroid yang disebabkan oleh kehamilan merupakan hemoroid temporer yangberarti akan hilang beberapa waktu setelah melahirkan. Hemoroid diklasifiksasikanmenjadi dua tipe. Hemoroid internal yaitu hemorod yang terjadi diatas stingfer analsedangkan yang muncul di luar stingfer anal disebut hemorod eksternal. (brunner &suddarth, 1996)Hemorrhoid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemorroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hemorrhoid merupakan pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar.Hemoroid merupakan salah satu gangguan dalam sistem pencernaan manusia yang prevalensinya cukup tinggi. Biasanya banyak terjadi pada usia 25 tahun sekitar 15%. Insiden terjadi pada usia 20 50 tahun. Hal ini berhubungan berbagai faktor yang menunjang terjadinya haemoroid salah satunya adalah pola aktivitas yang tidak teratur atau berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan intraabdomen. Karena tingkat kejadiannya cukup tinggi maka perawat harus dapat memahami konsep haemoroid dan asuhan keperawatan yang dapat diberikan kepada pasien yang dengan haemoroid.Hemorrhoid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemorroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hemorrhoid merupakan pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar.Hemorrhoid, ambein, atau wasir dapat dialami oleh siapapun. Namun seringkali penderita merasa malu atau dianggap tidak penting maka kurang memperhatikan gangguan kesehatan ini. Secara anatomi ambeien bukanlah penyakit, melainkan perubahan fisiologis yang terjadi pada bantalan pembuluh darah di dubur, berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya. Fungsi bantalan ini sebagai klep/katup yang membantu otot-otot dubur menahan feses. Bila terjadi gangguan (bendungan) aliran darah, maka pembuluh darah akan melebar dan membengkak, keadaan ini disebut ambeien.Secara umum, ambeien dibagi dua yaitu Ambeien Internal dan Ambeien eksternal.1. Ambeien Internal, pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar. Masalahnya jadi tidak sederhana lagi, bila ambeien internal ini membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan. Ambeien yang terlihat berwarna pink ini setelah sembuh dapat masuk sendiri, tetapi bisa juga didorong masuk.2. Ambeien Eksternal, menyerang anus sehingga menimbulkan rasa sakit, perih, dan gatal. Jika terdorong keluar oleh feses, ambeien ini dapat mengakibatkan penggumpalan (trombosis), yang menjadikan ambeien berwarna biru-ungu.Kedua jenis hemoroid ini sangat sering terjadi dan terdapat pada sekitar 35%penduduk. Hemoroid bisa mengenai siapa saja, baik laki-laki maupun wanita. Insidenpenyakit ini akan meningkat sejalan dengan usia dan mencapai puncak pada usia 45-65tahun. Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaanyang sangat tidak nyaman. Berdasarkan hal ini kelompok tertarik untuk membahaspenyakit hemoroid.1.2 Rumusan Masalah1. Apa yang di maksud dengan hemoroid ?2. Apa penyebab penyakit hemoroid?3. Bagaimana cara mengkaji Asuhan keperawatan penyakit hemoroid ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan UmumMahasiswa dapat memahami konsep asuhan keperawatan pada klien hemoroid

1.3.2 Tujuan Khusus Mahasiswa mampu menjelaskan tentang definisi, etiologi, klasifikasi, mnifestasi klinis, patofisiologis, pemeriksaan penunjang, dan penatalaksaan pada klien hemoroid Mahasiswa mampu menjelaskan asuhan keperawatan pada klien hemoroid Mahasiswa dapat menambah wawasan baru mengenai angka kejadian penyakit hemoroid

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 Anatomi dan Fisiologi Sistem PencernaanSistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesoris, seperti gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kandung empedu dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak dibawah area diafragma disebut saluran gastrointestinal Saluran pencernaan merupakan jalur (panjang totalnya 23-26 kaki) yang berjalan dari mulut melalui esofagus, lambung, usus dan anus.

Fungsi utama dari saluran gastrointestinal yang berhubungan dengan memberikan kebutuhan tubuh yaitu :-Memecahkan partikel makanan ke dalam bentuk molekuler untuk dicerna-Mengabsorbsi hasil pencernaan dalam bentuk molekul kecil ke dalam aliran darah.-Mengeliminasi makanan yang tidak tercerna dan terabsorbsi dan produk sisa lain dari tubuh

Susunan saluran pencernaan terdiri dari: oris (mulut), faring (tekak), esofagus (kerongkongan), ventrikulus (lambung), intestinum minor (usus halus) terdiri dari duodenum (usus 12 jari), yeyenum dan ileum, intestinum mayor (usus besar) terdiri dari sekum, kolon asendens, kolon transversum, kolon desendens dan kolon sigmoid, rektum dan anus. 1. MulutMulut adalah jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencenaan.Rongga vestibulum terletak diantara gigi dan bibir, dan pipi sebagai batas luarnya. Rongga oral utama dibatasi gigi dan gusi dibagian depan, palatum lunak dan keras di bagian atas, lidah dibagian bawah, dan orofaring dibagian belakang.

a. BibirTersusun dari otot rangka (orbikularis mulut) dan jaringan ikat. Organ ini berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. b. LidahLidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulun lingua. Lidah berfungsi untuk menggerakkan makanan saat di kunyah atau ditelan, untuk pengecapan, dan dalam produksi wicara.c. PalatumPalatum terbagi atas 2 bagian, yaitu: palatum durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum dan palatum mole (palatum lunak), terletak di belakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir. d. GigiGigi tersusun dalam kantong-kantong (alveoli) pada mandibula dan maksila, setiap lengkung barisan gigi pada rahang membentuk lengkung gigi.Lengkung bagian atas lebih besar dari bagian bawah sehingga gigi atas secara normal menutup gigi bawah. Manusia mempunyai dua susunan gigi yaitu gigi primer dan gigi sekunder. gigi berfungsi dalam proses mastikasi atau pengunyahan. Makanan yang masuk ke dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan.e. Kelenjar ludahKelenjar saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus.Fungsi saliva yaitu melarutkan makanan secara kimia, untuk pengecapan rasa, melembabkan dan melumasi makanan sehingga dapat ditelan, mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltosa, mengeksresi zat buangan seperti asam urat dan urea, serta berbagai zat lain, sebagai zat anti bakteri dan antibodi2. FaringFaring adalah tabung muscular berukuran 12,5 cm yang merentang dari bagian dasar tulang tengkorak sampai sampai esofagus. Faring terbagi menjadi nasofaring, orofaring dan laringofaring

3. EsofagusEsofagus adalah tuba muscular, panjangnya sekitar 9-10 inci (25 cm) dan berdiameter 1 inci ( 2,54 cm). Esofagus berawal dari area laringofaring, melewati diafragma dan hiatus esofagus (lubang) pada area sekitar vertebra torak ke sepuluh dan membuka kearah lambung.Fungsi esofagus menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristalsis.

4. LambungLambung adalah organ berbentuk J, terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen dibawah diafragma.Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung, fundus, badan organ, dan bagian pilorus. Fungsi lambung yaitu sebagai penyimpanan makanan, produksi kimus, digesti protein, produksi mukus, produksi faktor intrinsik dan absorbsi.

5. Usus halusUsus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal, yang jumlah panjang kira-kira 2/3 dari panjang total saluran.Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai ke katup ileosekal, tempatnya menyatu dengan usus besarUsus halus dibagi menjadi duodenum, yeyenum dan ileum. Pembagian ini agak tidak tepat dan didasarkan pada sedikit perubahan struktur dan yang relatif lebih penting berdasarkan fungsi.a. Duodenum :Disebut juga usus dua belas jari, panjangnya 25 cm mulai dari pilorus sampai yeyenum.Berbentuk seperti sepatu kuda melengkung ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pankreas, bagian kanan duodenum terdapat selaput lendir yang membukit disebut papila vateri. Pada papila vateri bermuara saluran empedu dan saluran pankreas. Dinding duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar Brunner, berfungsi memproduksi getah intestinum.Pemisahan duodenum dan yeyenum ditandai oleh Ligamentum Treitz.b. YeyenumMempunyai panjang 2-3 meter atau 2/5 bagian atas. Yeyenum terletak di regio abdominalis media sebelah kiri.c. IleumMempunyai panjang 4-5 meter atau 3/5 bagian terminal. Ileum cenderung terletak di regio abdominalis bawah kanan.Lekukan yeyenum dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoni