kenafsadsa

Upload: taufiq-rizqi

Post on 14-Jan-2016

31 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

sadsadsadsa

TRANSCRIPT

KenafKenaf (Hibiscus cannabinus L) sudah lama dibudidayakan di Indonesia dan pada tahun 1986/1987 mencapai luas 26.000 ha yang tersebar di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Kenaf memiliki keunggulan beradaptasi luas pada berbagai kondisi lahan dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi cekaman abiotik seperti: genangan air, kekeringan, dan pH tanah yang rendah (masam). Kenaf merupakan tanaman hari pendek berumur 100140 hari, dikembangkan dengan benih.Hampir semua bagian tanaman dapat digunakan untuk bahan baku berbagai industri. Daun kenaf mengandung protein kasar 24% sangat baik untuk pakan ternak unggas dan ruminansia. Biji kenaf mengandung lemak 20% bagus untuk minyak goreng karena banyak mengandung asam lemak tidak jenuh (Oleat dan Linoleat). Kayu kenaf sangat baik sebagai bahan baku industri particle board untuk berbagai keperluan seperti furnitur, pintu, jendela, kusen, pelapis dinding rumah, dll. Serat kenaf banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai industri seperti: fibre board, geo-textile, soil remediation, pulp dan kertas, tekstil, karpet, kerajinan tangan, dll. Fibre board dari serat kenaf saat ini digunakan sebagai bahan untuk interior mobil seperti langit-langit, pintu, dushboard, dll. Selain itu, fibre board juga banyak digunakan pada industri eletronik untuk casing TV, radio, tape, dll. Juga untuk perumahan sebagai pelapis dinding rumah, peredam suara, dll. Geotextile, fibredrain banyak digunakan oleh para kontraktor pada pembangunan bandara, jembatan, pertambangan, dll. sebagai ba-han untuk pencegahan longsornya tanah dan penyerapan air tanah. Soil remediation menggu-nakan serat kenaf adalah untuk memperbaiki kondisi kesuburan tanah terutama pada bekas pertambangan sebagai usaha reklamasi. Serat kenaf juga digunakan sebagai bahan suplemen dalam pembuatan tekstil yang diblending dengan serat kapas dan poliester. Pulp dari kenaf digunakan untuk industri kertas.Pengembangan tanaman kenaf diprioritaskan pada lahan bonorowo (lahan banjir) yang tidak sesuai untuk tanaman lain pada waktu banjir. Dengan menyempitnya areal bonorowo (akibat dari perbaikan jaringan irigasi), tanaman kenaf mulai dikembangkan pada daerah lahan masam di daerah Kalimantan Timur dan lahan kering di Jawa. Pengembangan tanaman kenaf diprioritaskan pada lahan sawah irigasi terbatas dan lahan podsolik merah kuning (PMK). Kendala yang dihadapi untuk pengembangan komoditas tersebut adalah masih rendahnya produktivitas di tingkat petani, dan sulitnya proses penyeratan.Varietas unggul kenaf yang telah dihasilkan Balittas adalah KR 11 untuk lahan bonorowo; KR 14 dan KR 15 untuk lahan podsolik merah kuning (PMK); dan KR 9 dan KR 12 untuk lahan kering. Varietasvarietas tersebut dapat ditanam sembarang waktu karena kurang terpengaruh oleh fotoperiodisitas. Pengembangan kenaf adalah di Jawa (Barat, Tengah, Timur), Lampung, Riau, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan (Selatan, Timur, Tengah, dan Barat).Penggunaan varietas unggul kenaf dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 25 35%. Selain itu, tanaman kenaf dapat digunakan untuk memberdayakan lahan kritis, seperti lahan masam (PMK dan gambut). Kenaf dapat ditanam secara tumpang sari dengan jagung lokal atau P7. Penggunaan varietas unggul kenaf di daerah yang berpotensi untuk pengembangan akan menghasilkan produksi 23 ton serat/tahun dan meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp2.000.000,00 per musim

Sebagian besar dari kita mungkin belum banyak yang mengenal tanaman kenaf. Tumbuhan bernama latinHibiscus cannabinus Lini dikenal sebagai salah satu tanaman penghasil serat yang berkualitas. Serat tanaman kenaf biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk bahan membuat karung goni, karpet, tali, geotekstil, kerajinan tangan, bahkan sudah sering dipakai pabrikan mobil sebagai bahan baku komponen interior.Melihat besarnya kegunaan serat kenaf, masyarakat Malang, Jawa Timur mulai membudidayakan tanaman kenaf untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Salah satunya saja seperti Bambang Prayitno yang sejak tahun 2000 silam telah melirikpotensi bisnistanaman kenaf dan membudidayakannya di lahan seluas 1.500 hektare (ha) yang tersebar di sekitar Jawa Timur dan Sulawesi.

Dari setiap 1 hektar lahan pertanian yang Ia miliki, Bambang bisa menghasilkan satu hingga tiga ton serat kenaf. Dengan harga jual kenaf yang bergantung pada harga serat internasional, saat ini pasaran serat kenaf dihargai sekitar Rp 9.000,00 hingga Rp 20.000,00 per kilogram dan jika tingkat produksi global melimpah, harga jualnya bisa jatuh di angka Rp 8.000,00 per kilogram. Sedangkan bila produksinya lagi turun, harga serat kenaf bisa melonjak hingga level Rp 25.000,00 per kg.Rata-rata dalam sebulan, Bambang bisa menjual sekitar 100 ton serat kenaf baik dari hasil budidayanya sendiri ataupun dari hasil tampungan produksi kenaf para petani di sekitar Jawa Timur. Daribisnis budidaya tanamankenaf yang Ia jalankan, setiap bulannya Bambang bisa mengantongi omzet hingga Rp 900 juta.Selain Bambang Prayitno, ada pula Samsul Rusli yang mencoba mengembangkan bisnis budidaya tanaman kenaf di Daerah Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan lahan pertanian seluas 20 hektar (ha), Samsul bisa menghasilkan sekitar 10 ton serat kenaf per bulan dengan harga jual yang cukup bervariasi yaitu mulai dari Rp 3.000,00-Rp 25.000,00 per kg. Alhasil, dari bisnis yang Ia jalankan, setiap bulannya Samsul bisa mengantongi omzet sekitar Rp 50 juta.Meskipun budidaya kenaf tidak terlalu rumit, namun sampai saat ini masih sedikit petani yang tertarik membudidayakan tanaman tersebut. Padahal, kebanyakan perusahaan interior otomotif di dalam maupun di luar negeri banyak yang membutuhkan serat tanaman kenaf, sehingga tidak menutup kemungkinan bila setiap bulannya para petani tanaman kenaf bisa mengantongi omzet yang cukup besar.Perawatannya yang cukup mudah dan masa panennya yang relatif cepat (bisa dipanen dalam waktu 3,5 bulan sejak ditanam), memberikan keuntungan tersendiri bagi para petani tanaman kenaf. Tak hanya itu saja kelebihannya, tanaman kenaf juga jarang terkena hama sehingga untuk perawatannya hanya perlu diberi pupuk urea untuk meningkatkan laju pertumbuhan tanaman.Besarnya peluang pasar dan mudahnya perawatan tanaman, menjadikan bisnis budidaya kenaf cukup menggiurkan untuk dijalankan. Semoga informasisuburnya potensi bisnis budidaya tanaman kenafini memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia untuk mengembangkan potensi di sekitarnya sebagai peluang usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Budidaya Tanaman KhenafA. PendahuluanKenaf merupakan tanaman asli Afrika, di negara-negara selatan Sahara, Hibiscus cannabinus merupakan tanaman liar yang umum dan secara luas ditanam sebagai tanaman sayuran dan serat. Angola kemungkinan menjadi pusat tanamn asli yang pertama,tetapi keragaman morfologi terbesar ditemukan di Afrika Utara. Baik kenaf maupun rosella (Hibiscus sabdariffa L.) temukan pertama pada awal abad 4000 SM di Sudan, dibawa ke India tidak diketahui waktunya.Negara penghasil kenaf terbesar adalah Bengal Barat dan daerah pantai sepanjang Visakhapatnam (Andhra Pradesh) dan Madras (Tamil Nadu). Kenaf dikenalkan ke Indonesia dari India pada tahun 1904. Program budidaya Kenaf secara ekstensif dimulai pada tahun 1920an di daerah Caucasus Federasi Rusia (USSR) dan dari sana dibawa ke China pada tahun 1935. Produksi Kenaf juga dimulai setelah tahun 1945, misalnya di Amerika Serikat, Kuba dan Amerika Selatan. Sekarang Kenaf telah menyebar luas di daerah tropik dan subtropik, sebagai tanaman serat. Di Malyasia ditanam sebagai pengganti tembakau untuk mengurangi produksi rokok.Taksonomi Tanaman Kenaf Tanaman kenaf memiliki taksonomi sebagai berikut:Divisio : SpermatophytaSub divisio : AngiospermaeKelas : DicotylledoneaeOrdo : MalvaceaeGenus : HibiscusSpesies : Hibiscus cannabinus L.Kenaf mempunyai adaptasi yang lebar terhadap iklim dan tanah. Tanaman ini tumbuh pada 45N dan 30S. Tanaman Kenaf toleran terhadap variasi temperatur harian antara 10C dan 50C, tetapi mati oleh salju. Tanaman ini tumbuh terbaik pada temperaur harian diatas 20C dan curah hujan bulanan rata-rata 100125 mm. Kondisi ini ditemukan selama musim hujan di daerah tropik dan musim panas di daerah subtropik.Kenaf merupakan tanaman berhari pendek: meskipun beberapa kultivar meninggalkan bagian vegetatifnya sampai periode pencahayaan turun dibawah 12,5 jam. Beberapa kultivar ditanam pada 20N, kemudian tidak mulai berbunga pada awal September. Pada latitude yang lebih tinggi, kebiasaan berbunga lebih lambat, pada daerah equator, tanaman berbunga lebih awal dan mencapai tinggi yang tidak mencukupi, kecuali kultivar yang ditanam adalah photo-insensitive.Kenaf dapat tumbuh pada berbagai tanah, tetapi paling baik pada tanah lempung aluvial atau kolluvial berpasir, dengan pH 66.8. Tanaman ini toleran terhadap garam, tetapi sensitif terhadap hilangnya air.Morfologi Kenaf, merupakan herba tegak, satu tahunan, tinggi tumbuhan liar mencapai 2 m, jika ditanam mencapai 5 m. Batang pipih, silindris, pada tanaman budidaya tidak bercabang dan gundul, pigmentasi seluruhnya hijau, hijau dengan merah atau ungu ataupun seluruhnya merah, kadang separo dibawah hijau dan separo diatas berpigmentasi.Daun berseling, stipula filiform, panjang 58 mm, berambut, panjang tangkai daun 330 cm, pada bagian adaksial berambut rata dan pada bagian abaksial berbulu tegak, berwarna hijau hingga merah; helaian daun berukuran 119 cm x 0.120 cm, pangkal daun meruncing sampai bentuk jantung, tepi beringgit atau bergigi, ujung daun meruncing, permukaan atas gundul, permukaan bawah berambut sepanjang urat daun. Bunga axiler, soliter atau kadang berkelompok dekat ujung, biseksual, diameter 7.510 cm; kelopak menggenta, berwarna hijau, berbulu tegak, mahkota besar dan terlihat, biasanya berwarna krem hingga kuning dengan merah pada pangkal dalamnya, terkadang biru atau ungu. Buah bulat telur, tipe kapsul, 1220 mm x 1115 mm, berambut lebat, mengandung 2025(35) biji. Biji bentuk ginjal hingga triangular dengan sudut runcing, 34 mm x 23 mm, berwarna keabuan atau coklat-hitam dengan titik kuning menyala.B. Prospek Tanaman KhenafKegunaan serat kenaf yang kering, digunakan dalam pembuatan tekstil kasar seperti, pakaian hessian dan karung untuk mengemas komoditas pertanian dan industri, juga dibuat menjadi benang, tambang dan benang sepatu. Bijinya dapat dimakan dan dapat digunakan sebagai pupuk alami.Kenaf (Hibiscus cannabinus L) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peluang besar untuk menghasilkan devisa. Hampir seluruh komponen tanaman dapat digunakan sebagai bahan baku industri, seperti: Daun : pakan ternak, pupuk organic, makanan anak-anak (jelly)Kayu : briket bahan bakar, perangkat rumah seperti daun pintu, kusen, jendela, particle board Serat : pulp dan kertas, geotekstil, doortrim, fibre drain, karpet, hardboard, handicraft. Biji : minyak goreng, farmasi, kosmetikKeunggulan komoditas kenaf adalah: berumur pendek (4-5 bulan), mampu beradaptasi di berbagai lingkungan tumbuh marjinal, seperti lahan banjir (bonorowo), podsolik merah kuning, gambut dan tadah hujan. Gangguan hama dan penyakit sedikit dan biaya produksi rendah. Di samping multiguna, kenaf juga termasuk komoditas ramah lingkungan karena mudah terdegradasi dan selama pertumbuhannya dapat menangkap karbondioksida (CO2) di udara sehingga dapat mengurangi pencemaran udara (Eko, 2010).C. Budidaya Tanaman Khenafa. Persyaratan TumbuhKenaf dapat tumbuh hampir pada semua tipe tanah, tetapi tanah yang ideal untuk kenaf yaitu tanahlempung berpasir atau lempung liat berpasir dengan drainase yang baik (Dempsey, 1963). Sebagai petunjuk, bila tanah cocok untuk tanaman jagung, berarti juga cocok untuk kenaf. Kenyataannya pengembangan kenaf juga berada di daerab pertanaman jagung. Pada umumnya petani menanam kenaf secara tumpang sari atau tumpang sisip dengan jagung. Kenaf agak tahan kekeringan, namun karena seluruh bagian vegetatifnya (batang) harusdipanen pada umur 3,5-4 bulan, maka ketersediaan air selama pertumbuhan harus cukup. Kebutuhan air untuk kenaf sebesar 600 mm selama empat bulan (Iswindiyono dan Sastrosupadi, 1987). Kisaran pH cukup luas, yaitu dari 4,5-6,5 sehingga kenaf dapat tumbuh baik di tanah yang agak masam, antara lain di lahan gambut, khususnya untuk varietas He G4.Drainase pada stadia awal pertumbuhan harus baik, meskipun pada stadia lanjut kenaf dapat tumbuh dalam keadaan tergenang. Di daerab banjir waktu tanam harus diatur sedemikian rupa sehingga pada waktu mulai tergenang tanaman paling sedikit sudah berumur dua bulan. Dengan cara tersebut kenaf masih dapat menghasilkan serat cukup tinggi. Tanaman semakin tua semakin tahan terhadap genangan.IklimCurah hujan yang dikehendaki oleh kenaf selama pertumbuhannya sebesar 500-750 mm atau curah hujan setiap bulan 125-150 mm (Berger, 1969; Sinha dan Guharoy, 1987; Dempsey, 1963). Bila curah hujan kurang dari jumlah tersebut, umumnya perlu dibantu dengan pengairan dari irigasi maupun pompa.b. Pengadaan benih bermutuPengadaan benih sebar harus berkesinambungan, setiap tahun harus tersedia sesuai dengan areal tanaman serat. Dalam situasi seperti ini, selain jumlab benih, maka mutu benih (mutu genetis, fisis, dan fisiologis) perlu ditangani dengan sungguh-sungguh. Sampai saat ini Balittas masih sanggup menyediakan benih dasar, selanjutnya penangkaran menjadi benih pokok dan sebar menjadi tanggung jawab pihak pengelola. SebeIum ada pihak yang berhak mengeluarkan sertifikat benih, Balittas ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi benih dengan dukungan dana dari pengelola. Untuk keperluan ini Balittas sejak awal harus terlibat langsung, khususnya dalam penyelenggaraan kebun penangkar benih. Dari benih yang bermutu akan memperoleh produktivitas serat yang tinggi meskipun harga benih menjadi lebih mahal.daripada harga sekarang yaitu Rp1.250/kg. Sebagai imbalannya, pemakaian benih per hektar berkurang dan dapat dijamin produktivitas seratnya lebih tinggi. Pada Tabel 1 disajikan biaya produksi untuk memproduksi benih dasar kenaf Hc 48 per hektar di KP Asembagus Harga benih dasar kenaf Hc 48 di KP Asembagus Rp 2.974.000/1.200 kg =Rp2.478,33/kg atau dibulatkan Rp2.500. Diperkirakan bila mengusahakan benih sebar di daerah Asembagus akan menghasilkan 1.400kg/ha dengan biaya Rp2.494.000,- sehingga harga benih sebar Hc 48 = Rp1.781,-/kg atau dibulatkan Rp1.800,-/kg. Bagi pengelola yang menginginkan benih dasar dari Balittas harus mengajukan rencananya satu tahun sebelum tanam. Perlu diingat bahwa benih dasar yang dihasilkan baru dapat menjadi benih sebarpada tahun ke-3 seperti alur pengadaan benih di bawah ini. Diperkirakan bila mengusahakan benih sebar di daerah Asembagus akan menghasilkan 1.400 kg/ha dengan biaya Rp2.494.000,- sehingga harga benih sebarHc 48 = Rp1.781,-/kg atau dibulatkan Rp1.800,-/kg.c. Waktu Tanam SetempatTanaman kenaf tergolong tanaman hari pendek. Bila tanaman tersebut ditanam pada bulan-bulan dengan fotoperiode yang pendek, maka tanaman akan cepat berbunga, batang pendek, dan produktivitas seratnya rendah. Agar tanaman berbatang tinggi (> 2,5 m) dan berdiameter optimal (1,5 cm), maka pada fase vegetatif harus mendapat penyinaran yang panjang. Jadi selama pertumbuhan fase vegetatif tersebut diusahakan jatuh pada bulan yang mempunyai fotoperiode panjang. Oleh karena itu bulan tanam harus disesuaikan dengan ritme pergerakan bumi mengelilingi matahari. Untuk belahan bumi selatan maka bulan yang mempunyai fotoperiode panjang jatuh pada bulan Agustus-Oktober.Patokan waktu tanam untuk varietas tanaman serat karung disajikan pada Tabel

d. Populasi Tanaman Dan Jarak TanamPopulasi dan jarak tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanahnya. Pada umumnya populasi untuk TSK berkisar dari 250.000-330.000 tanaman/ha atau dengan jarak tanam (20 cm x 20 cm)-(20 cm x 15 cm) dengan satu tanaman tiap lubang. Tanaman serat karung yang dipanen adalah bagian vegetatifnya, agar produktivitasnya tinggi, maka tanaman harus berbatang tinggi dengan diameter besar. Tanaman yang berdiameter kecil ( < 10 mm) seratnya akan mudah hancur pada waktu retting (proses perendaman batang) dan bila diameternya terlabesar (> 22 mm), bagian bawah batang membutuhkan waktu retting yang lama atau sulit untuk diserat. Nurheru et al. (1990) telah memperoleh hubugan antara hasil serat dengan tinggi dan diameter batang kenaf Hc 48 pada 15 hari sebelum panen sebagai berikut:Y = 0,7T 0,65 D11,43Y adalah hasil serat untuk 100.000 batang dalam kg, T tinggi tanaman dalam cm, dan D1 diameter batang bagian bawah dalam mm (diukur + 10 cm dari permukaan tanah atau pangkal batang). Dalam praktek masih banyak dijumpai petani memelihara lebih dari dua tanaman/lubang. Hal ini mungkin disebabkan cara penanamannya dengan cara disebar. Rasa sayang petani untuk membuang tanaman yang berkelebihan masih melekat dan sulit untuk disadarkan. Alasnnya antara lain untuk berjagajaga bila ada pengaruh luar yang kurang baik (hama, penyakit, kerusakan lain), atau mungkin kurang tersedianya tenaga untuk mclakukan penjarangan sehingga jumlah tanaman masih tetap banyak.e. PemupukanPada dasarnya pemupukan untuk kenaf menganut sistem pemupukan berimbang, yaitu pemberian hara disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan tingkat kesuburan tanahnya. Menurut Ghosh (1978) panen serat varietas Hc 867 sebesar 1,7 ton/ha menyerap unsur hara 96 kg N, 26 kg P, 120 kg K, 137 kg Ca, dan 29 kg Mg. Dari hasil analisis tanah di wilayah pengembangan kenaf, unsur K, Ca, dan Mg umumnya tidak menjadi masalah atau cukup tersedia, sedang N dan P sering kekurangan, terutama unsure N. Hal ini sesuai dengan sifat tanaman kenaf. Karena yang dipanen bagian vegetatif berupa batang, maka tanaman kenaf sangat responsif terhadap pemupukan N. Pemberian 1/3 N pada umur 10 hari dimaksudkan untuk starter, karena sampai umur satu bulan laju pertumbuhan kenaf masih kecil. Laju pertumbuhan terbesar terjadi pada umur 30 hari sampai dengan umur 60 hari. Karena itu 213 N diberikan pada waktu kenaf berumur 30-35 hari. Pupuk N dapat pula diberikan tiga kali, yaitu pada umur 10, 30, dan 60 hari.f. Panen Dan PenyeratanUmur panen sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas serat. Umur panen yang optimal untuk kenaf yaitu bila 50% dari populasi sudah berbunga atau dapat ditunda sampai bunga yang kesepuluh mekar. Pada waktu mulai berbunga tanaman dalam Case generatif dan pertumbuhan vegetatif yang dicerminkan oleh aktivitas kambium mulai berhenti. Dalam Case vegetatif, kambium membentuk kulit dan sel-sel serat. Dalam fase generatif sudah tidak terjadi pembentukan serat. Bila panen terlambat atau kelewat masak, akan terjadi perombakan karbohidra~ serat untuk dikirimkan ke buah. Panen yang terlalu muda menghasilkan produktivitas dan kualitas yang rendah, meskipun warna seratnya putih. Sebaliknya panen yang terlalu tua (buah sudah mulai kering) kualitas seratnya rendah, serat menjadi rapuh karena meningkatnya kandungan lignin dan kekuatan serat juga turun Pemotongan batang hendaknya pada pangkal batang dekat permukaan tanah, karena kandungan serat yang paling tinggi terdapat pada sepertiga batang bagian bawah.Perendaman batang atau kulit (retting)

Agar dapat diambil seratnya, maka batang berkulit atau kulit batang harus direndam dalam kolam perendaman. Dengan perendaman sel-sel serat dapat terlepas melalui proses mikrobiologis. Terlepasnya serat hanya dapat dilakukan karena adanya perombakan substansi yang mengelilingi sel serat oleh aktivitas bakteri. Bila. yang direndam seluruh batang, maka waktu yang diperlukan untuk perendaman adalah 14-20 Hari. Bila yang direndam banya kulitnya, waktu perendaman hanya 7-10 hari saja. Untuk melepaskan kulit dari kayu kenaf digunakan alat pengelupas kulit atau ribboner. Proses penyeratan dan perendaman batang merupakan pekerjaan yang sangat banyak membutuhkan tenaga dan biaya. Umumnya kemampuan petani untuk menyerat adalah 15-20 kg serat kering/ha/orang. Selain memerlukan banyak tenaga, pekerjaan menyerat dirasakan se bagai pekerjaan yang kurang nyaman karena berhadapan. dengan proses pembusukan kulit oleh kegiatan mikroba yang menghasilkan aroma yang kurang sedap.Serat akan meneapaigrade A apabila ketentuan sebagai berikut dapat dipenuhi:a. Perendaman ditempatkan pada kolam-kolam rendaman yang airnya mengalir secara per lahan-lahan. Batang harus berada di bawah permukaan air. Sebagai pemberat batang agar terendam air digunakan bahan-bahan yang tidak mempengaruhi kualitas.b. Batang pisang tidak baik sebagai bahan pemberat karena mengandung senyawa tanin yang dapat menyebabkan serat berwarna hitam. Juga bahan mengandung Fe perlu dihindari karena Fe menyebabkan warna serat menjadi hitam.c. Merendam batang yang mempunyai ukuran relatif sama agar diperoleh waktu masak yang seragam.d. Diameter ikatan batang yang direndam jangan melebihi 20 cm karena bila terlalu besar bagian dalam memerlukan waktu masak lebih lama.e. Kedalaman kolam rendaman kurang lebih 100 cmPemberian Urea ke dalam kolam perendaman dapat mempersingkat waktu retting dan meningkatkan kualitas serat. Dosis Urea untuk setiap 1.000 kg batang yang direndam adalah 0,1 kg (Adjie, 2007).

PELUANG USAHA KENAF.Saat ini para ahli otomotif Jepang telah melirik serat kenaf sebagai bahan baku pembuatan trim mobil. Di Jepang dan Amerika, serat kenaf banyak digunakan untuk lapisan dalam mobil dan kursi mobil-mobil mewah.Tampang keren saja tidak cukup, mobil zaman sekarang juga harus ringan agar bisa berlari lebih kencang. Untuk itu, para insinyur otomotif mulai beralih menggunakan bahan yang lebih ringan untuk berbagai komponen mobil. Salah satu yang belakangan banyak dipilih adalah plastik, karena selain murah, mudah dibentuk dan ringan, juga memiliki kekuatan yang mengagumkan.Tapi inovasi tak pernah sudi berhenti di satu penemuan. Isu lingkungan mendorong para ahli otomotif mengembangkan alternatif lain karena plastik dinilai berpotensi menjadi pencemar.Saat ini para ahli otomotif Jepang telah melirik serat kenaf sebagai bahan baku pembuatan trim mobil. Di Jepang dan Amerika, serat kenaf banyak digunakan untuk lapisan dalam mobil dan kursi mobil-mobil mewah.Menurut Kepala Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas), Dr Suwarso, serat kenaf selain mudah dibentuk juga sangat kuat. Bagian tanaman kenaf yang dimanfaatkan untuk interior mobil adalah kulit batang yang banyak mengandung serat.Untuk memprosesnya menjadi interior mobil, serat kenaf dicampur dengan larutan fenol, kemudian dipres dengan pemanasan sehingga menjadi lempengan-lempengan pipih mirip irisan kayu tripleks. Lempengan serat inilah yang siap diolah menjadi bahan bagian interior mobil, antara lain bagian dalam kursi dan lapisan dalam dinding.Iklim tropis yang dimiliki Indonesia membuat tanaman kenaf dapat tumbuh sepanjang musim, ujar Suwarso. Tidak heran beberapa perusahaan Jepang berminat menjadikan Indonesia sebagai produsen serat kenaf.Salah satunya yang sudah melakukan uji coba di Balittas adalah PT Araco dari Jepang. Perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan otomotif pertama di dunia yang menggunakan kenaf untuk interior mobil mewah.Mengimpor KenafSelama ini, PT Araco mengimpor serat kenaf dari Vietnam. Di Jepang sendiri kenaf hanya dapat ditanam satu kali dalam setahun karena adanya musim dingin.Oleh karena itu, serat kenaf harus diimpor dari negara-negara tropis. Karena kenaf juga dapat tumbuh di Indonesia, sejak tiga tahun terakhir perusahaan itu mendirikan anak perusahaannya di Indonesia, yaitu PT Kaderaar Indonesia (KI).Namun, peluang tersebut tidak serta merta bisa dijadikan pengembangan industri. Menurut Suwarso ada empat syarat yang harus diperhatikan dalam pengembangan industri serat kenaf untuk interior mobil. Yaitu jumlah pasokan harus sesuai permintaan, mutu sesuai kebutuhan, biaya dapat bersaing dengan plastik, dan harga serat kenaf yang ditawarkan Cina dan Vietnam, serta pengiriman tepat waktu sehingga tidak menganggu proses industri otomotif itu sendiri.Berdasarkan mutu KI membagi serat kenaf menjadi serat berkualitas A yang digunakan untuk mobil mewah dan serat berkualitas B untuk kendaraan sekelas Toyota Kijang. Setiap bulan PT Toyota Astra Motor memproduksi sekitar 5.000 unit Kijang. Jika satu unit Kijang membutuhkan 11 kg serat kenaf, maka per bulan dibutuhkan 55 ton serat kenaf. Sayangnya potensi pasar yang besar tersebut belum bisa dipenuhi Indonesia.Untuk memenuhi permintaan sepanjang tahun, kenaf harus pula ditanam dan dipanen sepanjang tahun. Dengan demikian, areal tanam pun harus sesuai untuk penanaman kenaf sepanjang tahun. Selain itu benih sebar dari varietas unggul yang dapat ditanam sepanjang tahun juga perlu disediakan.Mengingat terbatasnya lahan pertanian di Jawa, maka alternatif pengembangan kenaf adalah di luar Jawa, antara lain di Kalimantan Timur. Provinsi ini memiliki lahan kering 2,92 juta ha, curah hujan 1.500-3.500 mm/tahun dengan klasifikasi E2-A1.Menurut Sri Hartati, salah seorang peneliti Balittas, uji coba benih kenaf di wilayah tersebut menghasilkan dua galur yang potensial untuk dikembangkan yaitu KR6 dan Hc 85-9-66-1.Potensi produksi serat kering rata-rata lebih dari 3 ton/ha. KR6 memiliki potensi produksi serat dan benih cukup tinggi, berumur relatif pendek, tetapi agak peka terhadap fotoperiodisitas.Sedangkan Hc 85-9-66-1 memiliki potensi produksi serat tinggi, dapat dipanen pada umur 120-155 hari, kurang peka terhadap foto-periodisitas sehingga dapat ditanam sepanjang tahun, tetapi potensi produksi benihnya relatif rendah.Namun, menurut Sri, dengan mengatur penanaman kedua galur tersebut selama setahun, kebutuhan serat tersebut dapat terpenuhi. Penyediaan benih dasar varietas unggul kenaf secara terus menerus dilakukan oleh Balittas. Untuk menghasilkan benih sebar, diperlukan lahan yang dapat diairi dan iklim relatif kering dengan musim kemarau yang tegas.Menurut Sri, wilayah Asembagus (Situbondo), Bali, dan Nusa Tenggara Barat cukup potensial untuk memproduksi benih sebar. Dalam kaitan ini, KI dapat bertindak sebagai produsen benih sebar bekerja sama dengan Balittas sebagai penyedia benih dasar.Sri memperkirakan, tahap awal kebutuhan serat untuk interior mobil (dalam negeri dan ekspor) rata-rata 120 ton/bulan atau 60 ton/2 minggu. Dengan asumsi produktivitas rata-rata 1,5 ton/ha, diperlukan areal pertanaman 40 ha dengan panen setiap dua minggu. Bila setiap areal lahan dapat ditanami kenaf dua kali setahun maka diperlukan 520 ha lahan tiap tahun.Mutu BeragamMutu serat kenaf ditentukan oleh cara penyeratan. Saat ini, penyeratan dilakukan dengan merendam batang basah dalam kolam selama beberapa hari, kemudian serat dipisahkan dari kayunya. Hasil uji demplot PT Araco dan PT KI di beberapa lokasi menunjukkan mutu serat masih beragam. Salah satu penyebabnya adalah pH air yang relatif rendah. Oleh karena itu, areal pengembangan kenaf sebaiknya diarahkan ke daerah dengan pH tanah dan pH air di atas 5,5.Saat ini, harga serat kenaf Indonesia lebih mahal dibandingkan harga serat asal Cina dan Vietnam, karena biaya tenaga kerja di Indonesia lebih tinggi. Untuk mengimbanginya, produktivitas tanaman harus dinaikkan, biaya produksi lebih efisien, dan lokasi penanaman berdekatan dengan pabrik pengolahan.Balittas memiliki beberapa varietas dan galur yang memiliki potensi produksi serat tinggi dan dapat beradaptasi di beberapa lokasi di Kalimantan Timur. Di samping itu, dengan koleksi plasma nutfah kenaf yang cukup banyak, masih terbuka peluang untuk merakit varietas unggul baru. Penelitian penananam tanpa olah tanah, dosis pupuk yang relatif rendah, populasi tanaman optimum, dan teknik penyeratan yang murah, sangat penting untuk menekan biaya produksi.Sementara untuk menjamin pasokan agar tepat waktu perlu kerja sama pengelolaan antara petani dan PT KI. Petani cukup melakukan penanaman, pemanenan, penyeratan hingga menghasilkan serat kering. Sedangkan pihak pengelola bertanggung jawab membeli serat di lahan petani dan mengangkutnya ke pabrik pengolahan.