kegiatan belajar mengajar (kbm ) yang efektif

of 48 /48
PELAYANAN PROFESIONAL KURIKULUM 2004 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Jakarta, 2003 KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF

Author: vuduong

Post on 12-Jan-2017

230 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PELAYANAN PROFESIONALKURIKULUM 2004

    DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALJakarta, 2003

    KEGIATAN BELAJAR MENGAJARYANG EFEKTIF

  • 2

    Katalog dalam Terbitan

    Indonesia. Pusat Kurikulum, Badan Penelitian

    dan Pengembangan

    Departemen Pendidikan Nasional

    Pelayanan Profesional Kurikulum 2004

    Kegiatan Belajar Mengajar Yang Efektif, - Jakarta:

    Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas: 2003

    iv, 48 hal.

    ISBN 979-725-209-4

  • 3

    KATA PENGANTAR

    Perubahan dan perkembangan aspek kehidupan perlu direspon oleh kinerjapendidikan yang profesional dan bermutu tinggi. Mutu pendidikan yangdemikian itu sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yangcerdas dan berkehidupan yang damai, terbuka, dan berdemokrasi, sertamampu bersaing secara terbuka di era global sehingga dapat meningkatkankesejahteraan seluruh warga negara Indonesia. Dalam pada itu, kinerjapendidikan menuntut adanya pembenahan dan penyempurnaan terhadapaspek substantif yang mendukungnya, yakni kurikulum.

    Pusat kurikulum Balitbang Depdiknas telah menyiapkan seperangkatkurikulum yang disebut dengan Kurikulum 2004. Sebelum kurikulumini diberlakukan secara nasional telah dilakukan rintisan pelaksanaan (pilotmini) di beberapa sekolah kemudian dilanjutkan dengan perluasan rintisanpelaksanaan di sejumlah sekolah yang lebih banyak. Rintisan dan perluasanrintisan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang kekuatan dankelemahan perangkat yang telah disusun sebagai bahan penyempurnaan.

    Perangkat kurikulum 2004 terdiri atas Kerangka Dasar, Standar KompetensiBahan Kajian, dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran. Perangkat Kurikulum2004 juga didukung oleh perangkat layanan profesional yang terdiri atas(1) Pemahaman terhadap Kurikulum 2004, (2) Model Sistem PenyampaianKurikulum, (3) Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif, (4) PengelolaanKurikulum di Tingkat Sekolah, (5) Model Pelatihan dan PengembanganSilabus.

    Jakarta, November 2003Kepala Pusat Kurikulum

    Dr. H. Siskandar, MA

  • 4

    5

    77899

    101010

    12141414

    191920212530

    313134373838

    3942

    45

    4547

    DAFTAR ISI

    BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................

    BAB II. CIRI KBM YANG MENUNJANG PENCAPAIAN KOMPETENSIINDIVIDUAL ....................................................................................A. Pembalikan Makna Belajar .................................................B. Berpusat pada Siswa ............................................................C. Belajar dengan Mengalami ..................................................D. Mengembangkan Keterampilan Sosial, Kognitif, dan Emosional ...E. Mengembangkan Keingintahuan, Imajinasi, dan Fitrah

    Ber-Tuhan ............................................................................F. Belajar Sepanjang Hayat ......................................................G. Perpaduan Kemandirian dan Kerjasama .............................

    BAB III. BAGAIMANA MENYEDIAKAN PENGALAMAN BELAJARYANG BERAGAM? ....................................................................A. Pengalaman Mental .............................................................B. Pengalaman Fisik ................................................................C. Pengalaman Sosial ...............................................................

    BAB VI. BAGAIMANA MENGELOLA KBM YANG EFEKTIF? ..............A. Pengelolaan Tempat Belajar .................................................B. Pengelolaan Siswa ...............................................................C. Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran ...................................D. Pengelolaan Isi/Materi Pembelajaran ..................................E. Pengelolaan Sumber Belajar ................................................

    BAB V. BAGAIMANA MEMILIH STRATEGI PEMBELAJARAN? .........A. Bagaimana Mengaktifkan Siswa? ........................................B. Bagaimana Siswa Membangun Peta Konsep? ......................C. Bagaimana Menggali Informasi dari Media Cetak? .............D. Bagaimana Membandingkan dan Mensintesiskan Informasi?E. Bagaimana Mengamati secara Aktif? ...................................F. Bagaimana Cara Menganalisis dengan Peta Akibat atau

    Roda Masa Depan? ..............................................................G. Bagaimana Melakukan Kerja Praktek? ................................

    BAB VI. BAGAIMANA MERANCANG KEGIATAN LINTAS KURIKULUM? ...A. Ciri Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam

    KBM di Kelas .........................................................................B. Beberapa Bentuk Pengalaman Belajar Lintas Kurikulum ......

  • 5

    Suatu realita sehari-hari, di dalam suatu ruang kelas ketika sesi KegiatanBelajar-Mengajar (KBM) berlangsung, nampak beberapa atau sebagian besarsiswa belum belajar sewaktu guru mengajar. Selama KBM guru belummemberdayakan seluruh potensi dirinya sehingga sebagian besar siswa belummampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikutipelajaran lanjutan. Beberapa siswa belum belajar sampai pada tingkatpemahaman. Siswa baru mampu mempelajari (baca: menghafal) fakta,konsep, prinsip, hukum, teori, dan gagasan inovatif lainnya pada tingkatingatan, mereka belum dapat menggunakan dan menerapkannya secaraefektif dalam pemecahan masalah sehari-hari yang kontekstual.

    Kalau masalah ini dibiarkan dan berlanjut terus, lulusan sebagai generasipenerus bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan dari negara-negara lain.Lulusan yang diperlukan tidak sekedar yang mampu mengingat danmemahami informasi tetapi juga yang mampu menerapkannya secarakontekstual melalui beragam kompetensi. Di era pembangunan yang berbasisekonomi dan globalisasi sekarang ini diperlukan pengetahuan dankeanekaragaman keterampilan agar siswa mampu memberdayakan dirinyauntuk menemukan, menafsirkan, menilai dan menggunakan informasi, sertamelahirkan gagasan kreatif untuk menentukan sikap dalam pengambilankeputusan.

    Buku Model Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini menyajikan prinsip-prinsipkegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi peserta didiksecara optimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik, keadaansekolah dan tuntutan kehidupan di masa depan. Informasi yang disajikandiharapkan membantu guru untuk mengembangkan gagasan tentangpenyediaan strategi mengajar yang mengacu pada pencapaian kompetensiindividual masing-masing peserta didik.

    Kegiatan Belajar Mengajar adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikanyang memadukan secara sistematis dan berkesinambungan kegiatan

    PENDAHULUAN1

  • 6

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    pendidikan di dalam lingkungan sekolah dengan kegiatan pendidikan yangdilakukan di luar lingkungan sekolah dalam wujud penyediaan beragampengalaman belajar untuk semua peserta didik. Ini berarti, diversifikasikurikulum tidak terbatas pada diversifikasi materi, tetapi juga terjadi padadiversifikasi pengalaman belajar, diversifikasi tempat dan waktu belajar,diversifikasi alat belajar, diversifikasi bentuk organisasi kelas, dandiversifikasi cara penilaian. Pandangan ini memberikan dampak padapenyelenggaraan KBM. Bila selama ini KBM hanya ditandai kegiatan satuarah penuangan informasi dari guru ke siswa dan hanya dilaksanakan danberlangsung di sekolah maka KBM dengan nuansa Kurikulum BerbasisKompetensi diindikasikan dengan keterlibatan siswa secara aktif dalammembangun gagasan/pengetahuan oleh masing-masing individu danlazimnya dapat diselenggarakan di beberapa lokasi seperti di kelas, dilingkungan sekolah, di perpustakaan, di laboratorium, di pasar, di toko, dipantai, di tempat rekreasi, di kebun binatang, atau di tempat-tempat lain.

  • 7

    Kegiatan belajar mengajar (KBM) dirancang mengikuti prinsip-prinsipbelajar-mengajar. Belajar mengajar merupakan kegiatan aktif siswa dalammembangun makna atau pemahaman. Dengan demikian, guru perlumemberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atauhaknya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar berada padadiri siswa, tetapi guru bertangung jawab untuk menciptakan situasi yangmendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajarsepanjang hayat. Berikut dikemukakan 7 ciri-ciri Kegiatan Belajar Mengajaryang memberdayakan potensi siswa.

    A. Pembalikan Makna Belajar

    Dalam pikiran kebanyakan praktisi pendidikan, makna dan hakikatbelajar seringkali hanya diartikan sebagai penerimaan informasi darisumber informasi (guru dan buku pelajaran). Akibatnya, guru masihmemaknai kegiatan mengajar sebagai kegiatan transfer informasi (baca:penuangan air informasi) dari guru ke siswa. Untuk keperluanimplementasi KBM yang bernuansa KBK, guru perlu melakukan

    CIRI KBM YANG MENUNJANGPENCAPAIAN KOMPETENSI INDIVIDUAL2

  • 8

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    pembalikan makna dan hakikat belajar. Pada pandangan dan paradigmaini, makna dan hakikat Belajar diartikan sebagai proses membangunmakna/pemahaman terhadap informasi dan/atau pengalaman. Prosesmembangun makna tersebut dapat dilakukan sendiri oleh siswa ataubersama orang lain. Proses itu disaring dengan persepsi, pikiran(pengetahuan awal), dan perasaan siswa. Belajar bukanlah prosesmenyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Hal ini terbukti,yakni hasil ulangan para siswa berbeda-beda padahal mendapatpengajaran yang sama, dari guru yang sama, dan pada saat yang sama.

    Akibat logis dari pengertian belajar di atas, maka mengajar merupakankegiatan partisipasi guru dalam membangun pemahaman siswa.Partisipasi tersebut dapat berwujud sebagai bertanya secara kritis,meminta kejelasan, atau menyajikan situasi yang tampak bertentangandengan pemahaman siswa sehingga siswa terdorong untuk memperbaikipemahamannya. Mengingat belajar adalah kegiatan aktif siswa, yaitumembangun pemahaman, maka partisipasi guru jangan sampai merebutotoritas atau hak siswa dalam membangun gagasannya. Dengan katalain, partisipasi guru harus selalu menempatkan pembangunanpemahaman itu adalah tanggung jawab siswa itu sendiri, bukan guru.Misal, bila siswa bertanya tentang sesuatu, maka pertanyaan itu harusselalu dikembalikan dulu kepada siswa itu atau siswa lain, sebelumguru memberikan bantuan untuk menjawabnya. Seorang siswabertanya, Pak/Bu, apakah tumbuhan punya perasaan? Guru yangbaik akan mengajukan balik pertanyaan itu kepada siswa lain sampaitidak ada seorang pun siswa dapat menjawabnya. Guru kemudianberkata, Saya sendiri tidak tahu, tetapi bagaimana jika kitamelakukan percobaan?

    B. Berpusat pada Siswa

    Siswa memiliki perbedaan satu sama lain. Siswa berbeda dalam minat,kemampuan, kesenangan, pengalaman, dan cara belajar. Siswa tertentulebih mudah belajar dengan dengar-baca, siswa lain lebih mudah denganmelihat (visual), atau dengan cara kinestetika (gerak). Oleh karena itukegiatan pembelajaran, organisasi kelas, materi pembelajaran, waktu

  • 9

    belajar, alat belajar, dan cara penilaian perlu beragam sesuai karakteristiksiswa. KBM perlu menempatkan siswa sebagai subyek belajar. ArtinyaKBM memperhatikan bakat, minat, kemampuan, cara dan strategi belajar,motivasi belajar, dan latar belakang sosial siswa. KBM perlu mendorongsiswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal.

    C. Belajar dengan Mengalami

    KBM perlu menyediakan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dan atau dunia kerja yang terkait dengan penerapan konsep,kaidah dan prinsip ilmu yang dipelajari. Karena itu, semua siswadiharapkan memperoleh pengalaman langsung melalui pengalamanindrawi yang memungkinkan mereka memperoleh informasi darimelihat, mendengar, meraba/menjamah, mencicipi, dan mencium.Dalam hal ini, beberapa topik tidak mungkin disediakan pengalamannyata, guru dapat menggantikannya dengan model atau situasi buatandalam wujud simulasi. Jika ini juga tidak mungkin, sebaiknya siswadapat memperoleh pengalaman melalui alat audio-visual (dengar-pandang). Pilihan pengalaman belajar melalui kegiatan mendengaradalah pilihan terakhir.

    D. Mengembangkan Keterampilan Sosial, Kognitif, dan Emosional

    Siswa akan lebih mudah membangun pemahaman apabila dapatmengkomunikasikan gagasannya kepada siswa lain atau guru. Dengankata lain, membangun pemahaman akan lebih mudah melalui interaksidengan lingkungan sosialnya. Interaksi memungkinkan terjadinyaperbaikan terhadap pemahaman siswa melalui diskusi, saling bertanya,dan saling menjelaskan. Interaksi dapat ditingkatkan dengan belajarkelompok. Penyampaian gagasan oleh siswa dapat mempertajam,memperdalam, memantapkan, atau menyempurnakan gagasan itu karenamemperoleh tanggapan dari siswa lain atau guru.

    KBM perlu mendorong siswa untuk mengkomunikasikan gagasan hasilkreasi dan temuannya kepada siswa lain, guru atau pihak-pihak lain.

    Ciri KBM yang Menunjang Pencapaian Kompetensi Individual

  • 10

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    Dengan demikian, KBM memungkinkan siswa bersosialisasi denganmenghargai perbedaan (pendapat, sikap, kemampuan, prestasi) danberlatih untuk bekerjasama. Artinya, KBM perlu mendorong siswa untukmengembangkan empatinya sehingga dapat terjalin saling pengertiandengan menyelaraskan pengetahuan dan tindakannya.

    E. Mengembangkan Keingintahuan, Imajinasi, dan Fitrah Ber-Tuhan

    Siswa dilahirkan dengan memiliki rasa ingin tahu, imajinasi, dan fitrahber-Tuhan. Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untukbersikap peka, kritis, mandiri, dan kreatif. Sementara, rasa fitrah ber-Tuhan merupakan embrio atau cikal bakal untuk bertaqwa kepada Tuhan.KBM perlu mempertimbangkan rasa ingin tahu, imajinasi, dan fitrahber-Tuhan agar setiap sesi kegiatan pembelajaran menjadi wahana untukmemberdayakan ketiga jenis potensi ini.

    F. Belajar Sepanjang Hayat

    Siswa memerlukan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk bisabertahan (survive) dan berhasil (sukses) dalam menghadapi setiapmasalah sambil menjalani proses kehidupan sehari-hari. Karena itu,siswa memerlukan fisik dan mental yang kokoh. KBM perlu mendorongsiswa untuk dapat melihat dirinya secara positif, mengenali dirinya baikkelebihan maupun kekurangannya untuk kemudian dapat mensyukuriapa yang telah dianugerahkan Tuhan YME kepadanya. Demikian pulaKBM perlu membekali siswa dengan keterampilan belajar, yang meliputipengembangan rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahamiorang lain, kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama supayamendorong dirinya untuk senantiasa belajar, baik secara formal disekolah maupun secara informal di luar kelas.

    G. Perpaduan Kemandirian dan Kerjasama

    Siswa perlu berkompetisi, bekerjasama, dan mengembangkansolidaritasnya. KBM perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk

  • 11

    mengembangkan semangat berkompetisi sehat untuk memperolehpenghargaan, bekerjasama, dan solidaritas. KBM perlu menyediakantugas-tugas yang memungkinkan siswa bekerja secara mandiri.

    Ciri KBM yang Menunjang Pencapaian Kompetensi Individual

  • 12

    Mengalami langsung apa yang sedang dipelajari akan mengaktifkan lebihbanyak indera daripada hanya mendengarkan orang lain/guru menjelaskan.Mengenal bahwa ada perbedaan susunan tulang daun tumbuhan berakarserabut dengan tumbuhan yang berakar tunggang akan lebih mantap bilasiswa secara langsung mengamati daun-daun dari kedua jenis tumbuhanitu daripada mendengarkan penjelasan guru tentang hal itu. Membangunpemahaman dari pengamatan langsung akan lebih mudah daripadamembangun pemahaman dari uraian lisan guru, apalagi bila siswa masihberada pada tingkat berpikir konkret.

    Pada dasarnya, semua anak memiliki potensi untuk mencapai kompetensi.Kalau sampai mereka tidak mencapai kompetensi, bukan lantaran merekatidak memiliki kemampuan untuk itu tetapi lebih banyak akibat merekatidak disediakan pengalaman belajar yang relevan dengan keunikan masing-masing karakteristik individual. Meskipun anak itu unik karena memilikikeragaman karakteristik, mereka memiliki kesamaan karena sama-samamemiliki: sikap ingin tahu (curiosity), sikap kreatif (creativity), sikap sebagaipelajar aktif (active learner), dan sikap sebagai seorang pengambil keputusan(decision maker). Kita belajar hanya 10% dari apa yang kita baca, 20% dariapa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kitalihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yangkita katakan dan lakukan. Hal ini menunjukkan bahwa jika mengajar denganbanyak berceramah, maka tingkat pemahaman siswa hanya 20%. Tetapisebaliknya, jika siswa diminta untuk melakukan sesuatu sambilmelaporkannya, tingkat pemahaman siswa dapat mencapai sekitar 90%.

    Sewaktu merancang kegiatan pembelajaran siswa selalu berpikir mulai daribawah kerucut pengalaman (lihat gambar):

    3 BAGAIMANA MENYEDIAKAN PENGALAMANBELAJAR YANG BERAGAM?

  • 13

    Apa yang harus dilakukan siswa?. Jika tidak mungkin, bergerak ke atas,Apa yang harus dijelaskan siswa?. Demikian seterusnya, yang akhirnyadengan sangat terpaksa, kita merencanakan, Apa yang harus didengarkanatau dibaca siswa?

    Ketika guru berceramah, apakah semua siswa dalam kelas memperolehpengalaman belajar. Secara umum, mungkin hanya sebagian siswa yangmemperoleh pengalaman belajar. Sebagian siswa yang lain tentu tidakmemperoleh pengalaman belajar. Supaya semua siswa mengalami perisitiwabelajar, guru perlu menyediakan beragam pengalaman belajar.

    Modus

    Kerucut Pengalaman Belajar

    Yang kita ingat:

    10%

    20%

    30%

    50%

    70%

    90%

    baca

    dengar

    lihat

    lihat dan dengar

    katakan

    katakan dan lakukan

    Verbal

    Visual

    Berbuat

    Bagaimana Menyediakan Pengalaman Belajar Yang Beragam?

  • 14

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    A Pengalaman Mental

    Beberapa bentuk pengalaman mental dapat diperoleh antara lain melaluimembaca buku, mendengarkan ceramah, mendengarkan berita radio,melakukan perenungan, menonton televisi atau film. Pada pengalamanbelajar melalui pengalaman mental, biasanya siswa hanya memperolehinformasi melalui indera dengar dan lihat. Ditinjau dari tingkatperkembangan anak, pengalaman belajar melalui indera dengar lebihsulit daripada melalui indera lihat karena melalui indera dengardiperlukan kemampuan abstraksi dan konsentrasi penuh.

    B Pengalaman Fisik

    Pengalaman belajar jenis ini meliputi kegiatan pengamatan, percobaan,penelitian, kunjungan, karya wisata/study tour, pembuatan buku harian,dan beberapa bentuk kegiatan praktis lainnya. Lazimnya, siswa dapatmemanfaatkan seluruh inderanya ketika menggali informasi melaluipengalaman fisik.

    C Pengalaman Sosial

    Beberapa bentuk pengalaman sosial yang dapat dilakukan antara lain:melakukan wawancara dengan tokoh, bermain peran, berdiskusi, bekerjabakti, melakukan bazar, pameran, jual beli, pengumpulan dana untukbencana alam, atau ikut arisan. Pengalaman belajar ini akan lebihbermanfaat kalau masing-masing siswa diberi peluang untuk berinteraksisatu sama lain: bertanya, menjawab, berkomentar, mempertanyakanjawaban, mendemonstrasikan, dan sebagainya.

    Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan/pemahaman sendiri, maka kegiatan pembelajaran hendaknya mampumemberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat,berpikir, berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpahambatan guru. Suasana belajar yang disediakan guru hendaknyamemberikan peluang kepada siswa untuk melibatkan mental secara aktif

  • 15

    melalui beragam kegiatan, seperti kegiatan mengamati, bertanya/mempertanyakan, menjelaskan, berkomentar, mengajukan hipotesis,mengumpulkan data, dan sejumlah kegiatan mental lainnya. Guruhendaknya tidak memberikan bantuan secara dini dan hendaknya selalumenghargai usaha siswa meskipun hasilnya belum sempurna. Selain itu,guru perlu mendorong siswa supaya siswa berbuat/berpikir lebih baik,misalnya melalui pengajuan pertanyaan menantang yang menggelitiksikap ingin tahu dan sikap kreativitas siswa. Dengan cara ini, guru selalumengupayakan agar siswa terlatih dan terbiasa menjadi pelajar sepanjanghayat. Beberapa strategi dan metode pengajaran perlu memprioritaskansituasi nyata. Kalau sulit menyediakan situasi nyata, baru menyediakanalternatif di bawahnya seperti situasi buatan, atau alat audio-visual, ataualat visual, dan cara dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelahkeempat cara ini tidak mungkin disediakan).

    Dari sudut pandang kekongkritan (non-verbal) dan keabstrakan (verbal),pengalaman belajar dapat diklasifikasikan menjadi situasi nyata, situasibuatan, dan situasi dengar dan lihat (audio-visual)

    Situasi NyataKalau guru ingin meningkatkan pemahaman siswa tentang liku-likusidang tahunan MPR khususnya tentang cara MPR membuat keputusanatau cara MPR menilai pidato pertanggungjawaban presiden, makasiswa perlu dibawa ke gedung MPR untuk mengamati secara langsungsidang MPR. Beberapa kompetensi yang berkaitan dengan kemampuanpraktis akan lebih efektif kalau dilaksanakan dengan menghadirkanatau mendatangi situasi dan peristiwa nyata. Cara ini dapat dibedakanmenjadi dua kelompok: situasi nyata, yakni siswa terlibat langsungdan situasi nyata yang siswa hanya sebagai pengamat dan tidak terlibatlangsung.

    Situasi BuatanTentu saja, guru tidak selalu mampu menyediakan situasi nyata. Sekolah-sekolah di luar Jakarta dan atau yang jauh dari Jakarta tentu akan sulitmenghadiri sidang tahunan MPR. Dengan demikian, peningkatanpemahaman siswa tentang cara MPR membuat keputusan, dapatdilakukan guru dengan menyediakan kegiatan simulasi, yakni membuat

    Bagaimana Menyediakan Pengalaman Belajar Yang Beragam?

  • 16

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    situasi buatan. Pada kondisi ini, kelas dapat dirancang seperti ruangsidang MPR, siswa-siswa berperan sebagai anggota MPR, dan beberapadi antaranya berperan sebagai ketua dan wakil ketua MPR. Seperti jugapada model situasi nyata, pada model ini pun dapat dibedakan menjadisituasi buatan dengan siswa terlibat langsung dan situasi buatan dengansiswa tidak terlibat langsung.

    Audio-VisualCara ini menyajikan contoh situasi nyata atau contoh situasi buatandalam sajian tayangan hidup (film). Tentu saja, cara ini lebih mudahmenjadi pengalaman belajar kalau sajian tayangan mengandung unsurcerita yang berkaitan dengan pengalaman dan imajinasi siswa.Pencapaian kompetensi tentang sikap (attitude) seperti pada matapengajaran Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama, akan sangatmembantu kalau dikemas dalam suatu cerita tayangan hidup yangmenyentuh dimensi emosi dan perasaan.

    Visualisasi VerbalCara ini banyak berkaitan dengan membaca buku pelajaran, bukusumber, ensiklopedia, lembar kegiatan/lembar kerja, carta, grafik, tabel.Pada beberapa buku biasanya tidak hanya menyajikan uraian teks, tetapijuga dilengkapi dengan beragam ilustrasi (gambar). Dengan demikian,siswa yang memiliki daya abstraksi lemah dapat terbantu dengankeberadaan ilustrasi/gambar tersebut.

    Audio VerbalGuru terbiasa menggunakan cara audio-verbal dalam bentuk ceramah.Pada keadaan ini, siswa senantiasa diam-pasif sambil mendengarkanpenjelasan guru. Kekurangan atau kelemahan cara ini adalah adasebagian siswa tidak mudah untuk menyamakan informasi yangdiceramahkan guru dengan pengetahuan awal siswa. Kalau keadaanini berkelanjutan, peristiwa belajar cenderung tidak berlangsung.Untuk mengatasinya, guru harus mengurangi cara ini, atau kalauterpaksa perlu berceramah cukup antara 20 - 25 menit saja dan diselingidengan kegiatan yang mendorong Lihat, Raba, Bau, Rasa. Materi yangdiceramahkan pun perlu kontekstual dengan pengalaman sebagianbesar siswa.

  • 17

    Beberapa contoh pengalaman belajar yang mungkin dipilih guru untukbeberapa mata pelajaran meliputi antara lain;1. Menggubah syair lagu dan bernyanyi2. Melakukan Permainan3. Bermain peran4. Diskusi (bertanya, menjawab, berkomentar, mendengar penjelasan,

    menyanggah)5. Menggambar dan mengarang6. Menulis prosa, puisi, pantun, gurindam7. Membaca bermakna8. Menyimak untuk menangkap gagasan pokok9. Mengisi teka-teki10. Mengajukan pertanyaan penelitian11. Mengajukan pendapat dengan alasan yang logis12. Mengomentari13. Bercerita14. Mendengarkan cerita15. Mengamati persamaan dan perbedaan untuk mencari ciri benda16. Mendengarkan penjelasan sambil membuat catatan penting17. Membuat rangkuman/sinopsis18. Mendemonstrasikan hasil temuan19. Mencari pemecahan soal-soal Matematika20. Membuat soal cerita21. Mengukur panjang, berat, suhu22. Merencanakan dan melakukan percobaan23. Merencanakan dan melakukan penelitian sederhana24. Membuat buku harian25. Membuat kamus26. Melakukan simulasi dengan komputer27. Mengelompokkan sambil mengidentifikasi (mengenali ciri) benda28. Mengumpulkan dan mengoleksi benda dengan karakteristiknya29. Membuat komik30. Membuat ramalan dan berekstrapolasi31. Membuat grafik32. Membuat diagram33. Membuat chart atau grafik34. Membuat jurnal

    Bagaimana Menyediakan Pengalaman Belajar Yang Beragam?

  • 18

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    35. Menyiapkan dan melaksanakan pameran36. Menggunakan alat (alat ukur, alat potong, alat tulis)37. Praktek ibadah38. Praktek menjadi khatib atau pendeta39. Praktek berceramah40. Praktek budi pekerti41. Membuat poster42. Membuat model (seperti kotak, silinder, kubus, segitiga, lingkaran)43. Menata pajangan44. Menata buku perpustakaan45. Membuat daftar pertanyaan untuk wawancara46. Melakukan wawancara47. Membuat denah48. Membuat catatan hasil penjelasan/hasil pengamatan49. Membaca kamus50. Mencari informasi dari ensiklopedia51. Melakukan musyawarah52. Mengunjungi dan menemukan alamat situs website53. Bernegosiasi54. Mendiskusikan wacana dari media cetak/media elektronik55. Membuat cergam56. Membuat resensi buku57. Mengkritisi suatu artikel58. Mengkaji pola tulisan suatu artikel59. Menulis artikel ilmiah popular60. Membuat kamus61. Membuat ensiklopedia62. dapat ditambahkan sejumlah kegiatan lain yang mengerahkan

    keterampilan berpikir dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudahdiketahui

    63. ..................................

  • 19

    Pengelolaan KBM di kelas dan di luar kelas meliputi pengelolaan tempatbelajar/ruang kelas, pengelolaan siswa, pengelolaan kegiatan pembelajaran,pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, danpengelolaan strategi dan evaluasi kegiatan pembelajaran.

    A. Pengelolaan Tempat Belajar

    Tempat belajar seperti ruang kelas yang menarik merupakan hal yangsangat disarankan dalam PAKEM (Pendekatan Pembelajaran yang Aktif,Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Hasil pekerjaan siswa sebaiknyadipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasilpekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerjalebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkandapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok.Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi,karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajanganhasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu gurudalam KBM karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatumasalah.

    Pengelolaan tempat belajar meliputi pengelolaan beberapa benda/objek yang ada dalam ruang belajar seperti meja-kursi, pajangansebagai hasil karya siswa, perabot sekolah, atau sumber belajar yangada di kelas. Pengelolaan meja-kursi dapat disusun secara kelompok,bentuk u, atau bentuk berjajar atau secara berbaris. Susunan inibergantung strategi yang akan digunakan dan tujuan yang akandicapai. Namun, jika menginginkan intensitas interaksi antarsiswayang tinggi, disarankan untuk tidak menggunakan bentuk berjajar-berbaris.

    BAGAIMANA MENGELOLA KBMYANG EFEKTIF?4

  • 20

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    B. Pengelolaan Siswa

    Biasanya, pengelolaan siswa dilakukan dalam beragam bentuk sepertiindividual, berpasangan, kelompok kecil, atau klasikal. Beberapapertimbangan perlu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaansiswa. Antara lain jenis kegiatan, tujuan kegiatan, keterlibatan siswa,waktu belajar, dan ketersediaan sarana/prasarana. Hal yang sangatpenting perlu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa.Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yangberbeda-beda. Untuk itu, perlu dirancang kegiatan belajar mengajardengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluangsama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. Berikutini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa.

    Tabel 1: Faktor Keberagaman karekteristik siswa

    Isi (by content)

    Minat dan motivasisiswa (by interest)

    Kecepatan tahapanbelajar (by pace)

    Tingkat kemampuan(by level)

    Faktor Keberagaman

    Memberikan peluang kepada siswa untukmempelajari materi yang berbeda dalam sasarankompetensi yang sama ataupun berbeda.

    Memberikan peluang kepada siswa untukberkreasi sesuai dengan minat dan motivasibelajar terlepas dari kompetensi yang sama atauberbeda. Hal ini diharapkan mampu memacumotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secaramandiri.

    Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar(bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yangdimilikinya. Keberagaman bisa pada kompetensidan/atau isi materi pelajaran, serta kegiatan yangdilakukan siswa.

    Memberikan peluang kepada setiap siswa untukmencapai kompetensi secara maksimal sesuaidengan tingkat kemampuan yang dimiliki.Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isimateri pelajaran serta kegiatan yang dilakukansiswa.

    Pengelolaan Siswa

  • 21

    C. Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran

    Dalam mengelola kegiatan pembelajaran, guru perlu merencanakan tugasdan alat belajar yang menantang, pemberian umpan balik, danpenyediaan program penilaian yang memungkinkan semua siswa mampuunjuk kemampuan/mendemonstrasikan kinerja (performance) sebagaihasil belajar. Inti dari penyediaan tugas menantang ini adalah penyediaanseperangkat pertanyaan yang mendorong siswa bernalar atau melakukankegiatan ilmiah. Para ahli menyebutkan jenis pertanyaan ini sebagaipertanyaan produktif . Karena itu, dalam pengelolaan kegiatanpembelajaran ini guru perlu memiliki kemampuan merancangpertanyaan produktif dan mampu menyajikan pertanyaan sehinggamemungkinkan semua siswa terlibat baik secara mental maupun secarafisik. Dengan demikian, sedikitnya ada tiga hal strategis yang perludikuasai guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran yaitu,

    Reaksi yang diberikansiswa (by respond).

    Siklus cara berpikir (bycircular sequence)

    Waktu (by time)

    Pendekatanpembelajaran (byteaching style)

    Faktor Keberagaman

    Memberikan kesempatan atau peluang kepadasiswa untuk menunjukkan respon melaluipresentasi/menyajikan hasil karyanya secara lisan,tertulis, benda kreasi, dan sebagainya.

    Memberikan kesempatan kepada setiap siswauntuk menguasai materi melalui cara-caraberdasarkan perspektif yang mereka pilihStruktur pengetahuan (by structure)Memberikan kesempatan kepada siswa untukmemilih (menyeleksi) materi berdasarkan carayang dikuasai, misal: dari yang mudah ke sulit,dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, daridekat ke jauh

    Memberikan perhatian kepada setiap individusiswa yang kemungkinannya memiliki perbedaandurasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar

    Memberikan perlakuan yang berbeda kepadasetiap individu sesuai dengan keadaan siswa.

    Pengelolaan Siswa

    Bagaimana Mengelola KBM Yang Efektif?

  • 22

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    penyediaan pertanyaan yang mendorong berpikir dan berproduksi,penyediaan umpan balik yang bermakna, dan penyediaan penilaian yangmemberi peluang semua siswa mampu melakukan unjuk-perbuatan.

    Penyediaan Pertanyaan yang Mendorong Siswa Berpikir danBerproduksiAlat mengajar yang paling murah tetapi ampuh adalah bertanya.Pertanyaan dapat membuat siswa berpikir. Apa tujuan Saudarasebagai guru bertanya kepada siswa?

    Jika salah satu tujuan mengajar adalah mengembangkan potensisiswa untuk berpikir, maka tujuan bertanya hendaknya lebih padamerangsang siswa berpikir . Merangsang berpikir dalamartimerangsang siswa menggunakan gagasan sendiri dalammenjawabnya bukan mengulangi gagasan yang sudah dikemukakanguru. Kategori pertanyaan yang termasuk jenis pertanyaan ini antaralain pertanyaan produktif, terbuka, dan imajinatif. Pertanyaan inidapat digunakan untuk tujuan merangsang siswa berpikir.

    Tujuanbertanya

    Merangsangsiswa berpikirdan berbuat?

    Akibatnya siswasering tak beranimenjawabpertanyaan gurusekalipunjawabannyamudah

    Mengharapjawaban benar?

    Seberapa besarkemungkinansiswa menjawabjika mereka tidakyakin jawabannyabenar?

  • 23

    Penyediaan Umpan Balik yang BermaknaUmpan balik adalah respon/reaksi guru terhadap perilaku siswa.Apa yang dilakukan guru ketika siswa bertanya? Ketika siswaberpendapat? Ketika siswa menunjukkan hasil kerja? Ketika siswamembuat kesalahan? Umpan balik yang baik adalah respon guruyang bersifat tidak memvonis. Salah!, Bukan!, Tidak!,Baik!, atau Betul!, merupakan umpan balik yang memvonis.Berikut adalah contoh umpan balik yang tidak memvonis.

    Terbuka

    Tertutup

    Produktif

    Tidak Produktif

    Imajinatif/

    Faktual

    Kategori Pertanyaan

    Mengapa ibukotaIndonesia Jakarta?

    Apa nama ibukotaIndonesia?

    Berapa halaman kertasdiperlukan untukmenghabiskan sebuahspidol ini?

    Apa nama benda ini?

    (Diperlihatkan gambargadis termenung dipinggir laut) kemudiandiajukan pertanyaan: Apayang sedang dipikirkangadis tersebut?

    Apa yang dipakai gadistersebut?

    Arti Contoh

    Pertanyaan yangmemiliki lebih dari satujawaban benar

    Pertanyaan yangmemiliki hanya satujawaban benar

    Pertanyaan yang hanyadapat dijawab melaluipengamatan, percobaan,atau penyelidikan.

    Pertanyaan yang dapatdijawab hanya denganmelihat, tanpamelakukan pengamatan,percobaan, ataupenyelidikan.

    InterpretatifPertanyaan yangjawabannya di luarbenda/gambar/kejadianyang diamati

    Pertanyaan yangjawabannya dapat dilihatpada benda/kejadianyang diamati

    Bagaimana Mengelola KBM Yang Efektif?

  • 24

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    Umpan balik yang bersifat memvonis menjadikan siswa tergantungpada guru. Ucapan siswa yang berbunyi: Pak/Bu, ini betul tidak?Ini boleh tidak? merupakan ungkapan yang menunjukkanketergantungan siswa kepada guru. Mereka tidak dapat atau tidakberani memutuskan/menilai sendiri apa yang dilakukannya.Sedangkan umpan balik yang tidak memvonis membuat siswamerasa dihargai, dapat berpikir, dan bertanggung jawab untukmenilai mutu gagasan sendiri.

    Penyediaan Program Penilaian yang Mendorong Semua SiswaMelakukan Unjuk kerjaMenilai adalah mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajarsiswa, tentang apa yang sudah dikuasai dan belum dikuasai siswa.Informasi tersebut diperlukan agar guru dapat menentukan tugas/kegiatan atau bantuan apa yang perlu diberikan berikutnya kepadasiswa agar pengetahuan, kemampuan, dan sikap mereka lebihberkembang lagi. Oleh karena itu, penilaian sebaiknya dilakukan

    Perilaku Siswa

    Bertanya balik:Menurutmu,bagaimana?

    Bertanya: Mengapa kamuberpendapat seperti itu?

    Mengungkapkan kontradiksi

    Meminta penjelasan tentang caraberpikir siswa: Dapatkah kamujelaskan, bagaimana kamu berpikirseperti itu?

    Saya paham, ini penting bagimu Ini alasan yang saya tidak

    banyak tahu Kau telah

    meyakinkankuArgumentasimumasuk akal, bagaimana pendapattemanmu?

    Umpan balik dari Guru

    Bertanya: Pak/Bu, apakah di Marsada kehidupan?

    Memberikan pendapat: Di Marspasti ada kehidupan?

    Mengerjakan sesuatu berbeda daribiasanya/yang seharusnya

    Berargumentasi

  • 25

    secara alami dalam konteks guru mengajar dan siswa belajar, tidakdiadakan secara khusus, dalam waktu yang khusus, terpisah darikegiatan belajar-mengajar, seperti tes. Dalam Kurikulum BerbasisKompetensi, penilaian jenis ini disebut penilaian berbasis kelas.Penilaian yang dilakukan dalam keadaan khusus diragukanketepatan hasilnya dalam menggambarkan keadaan siswa yangsebenarnya, karena keadaan khusus dapat merupakan tekananpsikologis sehingga siswa merasa cemas dalam menghadapinya. Biladari hasil mengerjakan tugas dapat diketahui kemampuan apa sajayang sudah dikuasai siswa, apakah tes masih diperlukan?

    Jika penilaian dimaksudkan untuk mengukur belajar siswa danbelajar itu unik bagi tiap siswa, maka modus/medium untukpenilaian tidak cukup satu jenis. Satu jenis tugas dapat mengungkaphasil belajar seseorang siswa, tetapi belum tentu bagi siswa lain.

    D. Pengelolaan Isi/Materi Pembelajaran

    Agar guru dapat menyajikan pelajaran dengan baik, dalam mengelolaisi pembelajaran paling tidak guru harus menyiapkan rencanaoperasional KBM dalam wujud silabus terlebih dahulu. Demikian pula,bagi guru SD kelas rendah (kelas I dan II) yang siswanya masihberperilaku dan berpikir kongkrit, pembelajaran sebaiknya dirancangsecara terpadu dengan menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatanpembelajaran. Dengan cara ini, pembelajaran untuk siswa usia kelas Idan II menjadi lebih bermakna, lebih utuh, dan sangat kontekstualdengan dunianya, dunia anak usia dini.

    a. Menyiapkan Silabus PembelajaranKurikulum Berbasis Kompetensi yang disiapkan secara nasionalberisi kompetensi dan hasil belajar yang menjadi acuan bagi sekolahatau daerah untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai dengankebutuhan dan lingkungan masing-masing. Pada awal pemberlakuankurikulum, secara nasional telah disediakan contoh silabus siappakai untuk dilaksanakan. Pada tahun-tahun berikutnya silabustersebut perlu direvisi, disempurnakan, disesuaikan dengan

    Bagaimana Mengelola KBM Yang Efektif?

  • 26

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    kebutuhan masing-masing daerah agar dapat meningkatkanefektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikansetiap mata pelajaran.

    Biasanya terdapat kira-kira 42 minggu (204 hari pengajaran efektif)dalam satu tahun ajaran (sekolah) dengan memperhitungkan hari-hari libur dan komitmen-komitmen lain yang akan terjadi selamatahun itu.

    Untuk memperhitungkan waktu yang tersedia untuk satu matapelajaran (atau masing-masing mata pelajaran) dalam tahun itu ataudalam setiap semester, maka proses yang disarankan adalah: Mempelajari ada berapa mata pelajaran dan berapa jam

    disediakan untuk masing-masing mata pelajaran setiap minggu. Mengalikan jumlah pelajaran setiap minggu ini dengan jumlah

    minggu dalam satu tahun (atau dalam satu semester) untukmenghitung jumlah pelajaran untuk satu mata pelajaran.

    Menjumlahkan kompetensi-kompetensi yang akan dilatihkandalam setiap mata pelajaran dalam tahun itu (atau dalamsemester) dan dibagi sama dengan pelajaran-pelajaran untuksetahun atau satu semester.

    Kemudian, melihat jumlah isi, kerumitan gagasan atauketerampilan yang akan dikembangkan dan hakikat tugas-tugasyang diharapkan siswa-siswa akan menyelesaikannya dalam setiapkompetensi. Beberapa kompetensi mungkin harus diberikan lebihbanyak waktu pelajaran daripada yang semula dialokasikan.Dengan demikian, beberapa pelajaran akan dikurangi.

    Proses ini akan memberikan informasi umum untuk digunakan gurupada waktu memulai merencanakan pengajaran secara rinci. Kadang-kadang harus mundur dan mengubah beberapa alokasi waktu yangsemula dibuat pada waktu mempertimbangkan program kerja secararinci.

    b. Pengelolaan Pembelajaran TematikPembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yangmelibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman

  • 27

    yang bermakna kepada siswa. Keterpaduan dalam pembelajaran inidapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, danaspek belajar mengajar. Pembelajaran tematik hanya dijajarkan padasiswa sekolah dasar kelas rendah (kelas I dan II), karena padaumumnya mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satukeutuhan (holistik), perkembangan fisiknya tidak pernah bisadipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional.

    Strategi pembelajaran tematik lebih mengutamakan pengalamanbelajar siswa, yakni melalui belajar yang menyenangkan tanpatekanan dan ketakutan, tetapi tetap bermakna bagi siswa. Dalammenanamkan konsep atau pengetahuan dan keterampilan, siswatidak harus diberi latihan hafalan berulang-ulang (drill), tetapi iabelajar melalui pengalaman langsung dan menghubungkannyadengan konsep lain yang sudah dipahami. Bentuk pembelajaran inidikenal dengan pembelajaran terpadu, dan pembelajarannya sesuaidengan kebutuhan dan perkembangan kejiwaan siswa.

    Sesuai dengan perkembangan fisik dan mental siswa kelas I dan II,pembelajaran pada tahap ini haruslah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:1) Berpusat pada anak2) Memberikan pengalaman langsung pada anak3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu

    proses pembelajaran5) Bersifat fleksibel6) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan

    kebutuhan anak

    Pembelajaran tematik memiliki kekuatan di antaranya:1) Pengalaman dan kegiatan belajar yang relevan dengan tingkat

    perkembangan dan kebutuhan anak2) Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak3) Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan

    dan bermakna,4) Mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan

    permasalahan yang dihadapi, dan

    Bagaimana Mengelola KBM Yang Efektif?

  • 28

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    5) Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerjasama,toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan oranglain.

    Dengan menggunakan tema, kegiatan pembelajaran akanmendorong beberapa hal bermanfaat antara lain;1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik

    tertentu2) Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan

    berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama3) Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan

    berkesan4) Kompetensi berbahasa bisa dikembangkan lebih baik dengan

    mengaitkan mata pelajaran lain dan pengalaman pribadi anak5) Anak lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi

    disajikan dalam konteks tema yang jelas6) Anak lebih bergairah belajar karena mereka bisa berkomunikasi

    dalam situasi yang nyata, misalnya bertanya, bercerita, menulisdeskripsi, menulis surat, dan sebagainya untuk mengembangkanketerampilan berbahasa, sekaligus untuk mempelajari matapelajaran lain

    7) Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yangdisajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dandiberikan dalam 2 atau 3 kali pertemuan. Waktu selebihnyadapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, ataupengayaan

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tematikantara lain;1) Pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan

    belajar-mengajar menjadi lebih bermakna dan utuh2) Dalam pelaksanaan pembelajaran tematis perlu mempertimbangkan

    antara lain alokasi waktu setiap tema, memperhitungkan banyakdan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan

    3) Pilihlah tema yang terdekat dengan anak4) Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai dari

    pada tema

  • 29

    Beberapa langkah yang disarankan untuk menyiapkan pembelajarantematik antara lain;1) Pelajari kompetensi dasar pada kelas dan cawu yang sama dari

    setiap mata pelajaran2) Pilihlah tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kom-

    petensi tersebut untuk setiap kelas dan cawu.Pilihan Tema: Diri Sendiri; Keluarga; Lingkungan; TempatUmum; Pengalaman; Budi Pekerti; Kegemaran; Tumbuhan;Hiburan; Binatang; Transportasi; Kesehatan; K3; Makanan;Pendidikan; Pekerjaan; Peristiwa; Parawisata; Kejadian Sehari-hari; Pertanian; Negara; Komunikasi

    3) Buatlah Matriks Hubungan Kompetensi Dasar dengan Tema.Dalam langkah ini penyusun memperkirakan dan menentukankompetensi-kompetensi dasar pada sebuah mata pelajaran cocokdikembangkan dengan tema apa. Langkah ini dilakukan untuksemua mata pelajaran. Perhatikan contoh!

    4) Buatlah pemetaan pembelajaran tematis. Pemetaan ini dapatdibuat dalam bentuk matriks atau jaringan topik. Dalampemetaan ini akan terlihat kaitan antara tema dengankompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.

    5) Susunlah silabus berdasarkan matriks/jaringan topikpembelajaran tematis.

    Kesenian: Melagukan nyanyian

    Bangun Tidur Menggambar atau

    mewarnai

    DIRI SENDIRI :

    Matematika: Menjumlah dan

    mengurang dikaitkandengan kehidupansehari-hari

    Pendidikan Jasmani: Memahami kebersihan

    diri dan berolahraga

    Bahasa Indonesia: Bercerita kegiatan sehari-hari Menyimak cerita guru Membaca teks pendek Menggambar dan

    menulis tentangdirinya

    Bagaimana Mengelola KBM Yang Efektif?

  • 30

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    E. Pengelolaan Sumber Belajar

    Dalam mengelola sumber belajar sebaiknya memperhatikan sumber dayayang ada di sekolah dan melibatkan orang-orang yang ada di dalam sistemsekolah tersebut. Pembahasan tentang pengelolaan sumber belajar meliputisumber daya sekolah dan pemanfaatan sumber daya lingkungan sekolah.

    a. Sumber Daya SekolahSumber daya sekolah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalamupaya menciptakan iklim sekolah sebagai komunitas masyarakat belajar.Mengapa demikian, karena pencapaian kompetensi tidak hanya dapatdilakukan melalui pembelajaran di kelas. Iklim fisik dan psikologis jugasangat menentukan hasil belajar yang dicapai siswa. Banyak hal yang tidakdapat dilakukan di kelas dalam proses belajar mengajar, namun dapatdituntaskan oleh iklim sekolah yang menunjang, misalnya menumbuhkanmotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut dapat dilakukan melalui berbagailomba yang bervariasi. Untuk ini seluruh komponen lingkungan sekolahharus diberdayakan, termasuk sumber daya manusia yang ada.

    b. Pemanfaatan Sumber Daya LingkunganPemanfaatan sumber daya lingkungan diperlukan dalam upayamenjadikan sekolah sebagai bagian integral dari masyarakat setempat.Sekolah bukanlah tempat yang terpisah dari masyarakatnya. Dengancara ini fungsi sekolah sebagai pusat pembaharuan dan pembangunansosial budaya masyarakat akan dapat diwujudkan. Selain itu, lingkungansangat kaya dengan sumber-sumber, media, dan alat bantu pelajaran.Lingkungan fisik, sosial, atau budaya merupakan sumber yang sangatkaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagaimedia belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar).Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar akan membuat anakmerasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungantidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawake ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatanlingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan sepertimengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskanpertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasikan, membuat tulisan, danmembuat gambar/diagram.

  • 31

    BAGAIMANA MEMILIH STRATEGIPEMBELAJARAN?5

    Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metodepembelajaran. Strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan polapikir guru dalam mengajar. Dalam mengembangkan strategi pembelajaranpaling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain:bagaimana mengaktifkan siswa, bagaimana siswa membangun petakonsep, bagaimana mengumpulkan informasi dengan stimuluspertanyaan efektif, bagaimana menggali informasi dari media cetak,bagaimana membandingkan dan mensintesiskan informasi, bagaimanamengamati (mengawasi) kerja siswa secara aktif, bagaimana caramenganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan, serta bagaimanamelakukan kerja praktik.

    A. Bagaimana Mengaktifkan Siswa?

    Jika siswa belum biasa bekerja efektif dalam kelompok, maka guru bolehmenetapkan tugas untuk masing-masing kelompok denganmempertimbangkan beberapa hal seperti; kelompok itu kecil (dua sampai tiga siswa) dan guru menetapkan

    anggota kelompok tugas itu dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat saja tugas itu sederhana perintah-perintah jelas dan diberikan selangkah demi selangkah guru perlu menyediakan sumber belajar guru menerangkan dengan jelas peran setiap siswa yang sedikit

    berbeda di dalam kelompok penilaian bersifat informal dan guru perlu membahas dan

    mendiskusikan tugas itu dengan siswa

    Suatu bagian penting dari tugas ini adalah belajar bekerjasama. Untuksiswa-siswa yang sudah lebih berpengalaman bekerja dengan cara ini,guru dapat menetapkan tugas dan kelompok, sehingga:

  • 32

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    kelompok dapat lebih besar dan kadang-kadang siswa boleh memilihsiapa anggota kelompoknya

    tugas dapat ditambahkan lebih banyak, tetapi dengan batas waktuyang jelas dan ditetapkan oleh guru

    tugas dapat dibagi dalam bagian-bagian atau merupakan suatupilihan dari sejumlah pilihan yang ditetapkan guru

    beberapa perintah/instruksi pengerjaan tugas membolehkan siswauntuk memberikan saran, misalnya dalam pendekatan, memilihmetode eksperimen, atau memutuskan bentuk produk pekerjaanyang akan mereka hasilkan

    beberapa sumber belajar dapat dipilih oleh siswa peran siswa dalam kelompok dapat beragam dan beberapa keputusan

    tentang peran ini dapat dibuat oleh siswa-siswa penilaian dapat dibicarakan dengan siswa melalui diskusi informal

    dengan kriteria terstruktur formal, serta penilaian individual ataukelompok dapat dilakukan

    Dalam hal ini, keterampilan bekerjasama turut dikembangkan. Terdapatjuga suatu fokus penting tentang topik belajar khusus dan produk kerjakelompok yang akan memperlihatkan bahwa pembelajaran sudahberlangsung. Dengan cara seperti ini, siswa akan mampu melakukankegiatan secara mandiri yang dicirikan dengan beberapa hal antara lain; mereka memutuskan jumlah dan anggota kelompok tugas dapat tersebar untuk masa yang panjang atau lama melalui

    siswa-siswa berunding dengan guru membahas jumlah waktu yangdiperlukan untuk menyelesaikan tugas

    tugas mungkin rumit, para siswa perlu memilah-milah perinciansetepatnya dari beberapa bagian pekerjaan

    sumber belajar dapat meliputi beragam media dan bahan peran setiap siswa dalam kelompok ditetapkan secara musyawarah

    untuk mufakat (konsensus).

    Strategi ini merupakan temuan dari Jigsaw di mana kerja kelompok yangterstruktur didasarkan pada kerjasama dan berbagai tanggung jawab.Strategi ini menjamin agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawabyang jelas dalam kelompoknya. Kelas diatur ke dalam sejumlahkelompok pangkalan dengan kira-kira enam anggota untuk masing-

  • 33

    masing kelompok. Tugas dibagi dalam sejumlah kelompok yang telahditetapkan. Di dalam kelompok pangkalan yang terdiri dari enam siswa,terdapat enam pertanyaan untuk dijawab, atau enam potongan informasiuntuk ditemukan atau enam bagian suatu model untuk dirancang ataudiperiksa. Dalam setiap kelompok pangkalan, setiap siswa meneliti satudari isu atau pertanyaan yang berbeda-beda itu. Anda dapat menugaskantugas khusus untuk anggota-anggota kelompok pangkalan ataumembiarkan kelompok berunding di antara mereka mengenai siapa yangakan melakukan apa.

    Pada bagan pertama menunjukkan bahwa ada lima kelompok pangkalandan setiap kelompok masing-masing membawa hal yang harusdiselesaikan, kemudian masing-masing mengelompokkan diri sesuaidengan masalahnya (seperti gambar kedua) masalah tersebutdidiskusikan pada kelompok. Setelah mereka menemukan jawabankemudian mereka bergabung seperti pada kelompok pertama yaitu padagambar ketiga. Kemudian setiap kelompok masing-masing mengemukakanmasalah dan hasil penyelesaiannya. Dengan demikian setiap orangmemperoleh informasi yang sama dari berbagai masalah yangdipecahkan.

    1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    1. 1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    3. 1 2 34 5 6

    1 2 34 5 6

    2. 6 6 6 6 65 5 5

    5 5

    4 4 4 4 43 3 3

    3 3

    2 2 2 2 21 1 1

    1 1

    Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran?

  • 34

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    Ilustrasi ini menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok diatur denganmenggunakan strategi jigsaw. Siswa-siswa adalah anggota kelompok-kelompok pangkalan dan lalu mereka meneliti aspek tertentu dari topik didalam kelompok-kelompok pakar. Pada waktu tugas penelitian sudahselesai, mereka kembali ke kelompok pangkalan asal mereka.

    Cara lain untuk mengetahui tahap awal pengetahuan siswa dariserangkaian kegiatan bisa dilakukan curah pendapat (brain storming).Kegiatan ini perlu dikendalikan oleh guru, tetapi guru tidak bolehmembatasi atau mengarahkan alur gagasan-gagasan siswa.

    Dalam sidang curah pendapat (brain storming), guru meminta kepadasiswa-siswa untuk memberi kata-kata atau ungkapan-ungkapan yangditulis di papan tulis. Guru menjamin bahwa semua siswa di dalamkelas menyumbang dan tidak menunjukkan melalui perkataan atauperbuatan bahwa satu jawaban lebih berharga atau tepat. Pada tahap-tahap permulaan, semua sumbangan diterima dan tidak ada diskusimengenai hal-hal itu. Begitu daftar sudah selesai, guru memperkenankandiskusi, umpamanya Manakah dari gagasan-gagasan ini yang kamusetujui atau tidak setujui dan mengapa?Apakah beberapa gagasan iniperlu dikelompokkan bersama?

    Suatu sidang curah pendapat dapat digunakan untuk: mendorong guru menemukan sejauhmana pengetahuan siswa tentang

    sesuatu topik sebelum kelas mulai mengerjakannya, sehingga gurudapat merencanakan urutan pembelajaran selanjutnya. Untuk maksudini guru akan bertanya, Apa yang kamu ketahui tentang . . .?

    merencanakan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab sebagai suatubagian proyek kelompok dari kegiatan kerja kelompok gergaji ukir.Dalam hal ini, guru akan bertanya kepada siswa-siswa, Apa yangharus kita upayakan mencarinya tentang . . .?

    B. Bagaimana Siswa Membangun Peta Konsep?

    Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompokkecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada

  • 35

    satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garisdan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yangmenjelaskan kaitan antarkata-kata atau konsep-konsep.

    Peta konsep dapat digunakan untuk: membantu guru mengetahui sejauhmana pengetahuan siswa-siswa

    tentang suatu topik sebelum kelas mulai mengerjakannya, sehinggaguru dapat merencanakan urutan pembelajaran selanjutnya. Untukmaksud ini, guru dapat memberi kepada siswa-siswa sejumlah katakunci atau gagasan terkait dengan topik yang akan dipelajari.

    menyediakan suatu titik tolak untuk diskusi antarsiswa gunamemperjelas pengertian mereka. Untuk maksud ini, siswa-siswaakan ditempatkan di dalam kelompok-kelompok dua atau tiga oranguntuk membangun peta melalui mufakat (konsensus).

    memberi umpan balik tentang sejauhmana siswa-siswa sudahmemahami topik itu. Untuk maksud ini, peta konsep tentudiselesaikan sebagai kegiatan terakhir dalam urutan pengajarantentang suatu topik. Siswa-siswa dapat diberi semua konsep kuncitentang suatu topik dan meminta mereka menghubungkannya dalamsuatu peta konsep. Sebagai kemungkinan lain, mereka dapat diberisatu atau dua gagasan kunci dan meminta membangun suatu petakonsep dengan menambahkan pada gagasan-gagasan ini danmengembangkan suatu peta yang menjelaskan semua hal yang sudahdipelajarinya.

    mengaitkan gagasan-gagasan dan pengertian yang dikembangkandalam satu kegiatan dengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatanlain. Untuk maksud ini, guru akan memberi siswa-siswa dua buahdaftar kata kunci, satu daftar dari setiap topik, dan meminta siswa-siswa menghubungkan kata-kata dari kedua daftar dalam petakonsep mereka.

    Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran?

  • 36

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    Dalam kegiatan ini guru menantang siswa-siswa untuk mengerjakankonsep atau gagasan yang diilustrasikan. Guru memilih gagasan yangia ingin siswa-siswa mengenalinya, mengerti, dan menggambarkan,umpamanya binatang menyusui.

    Guru menantang siswa-siswa untuk mengolah gagasan itu denganmenempatkan gambar-gambar, kata-kata, benda-benda, kalimat-kalimat atau diagram-diagram yang disajikan dalam dua tumpukanyang berbeda. Satu tumpukan merupakan contoh yang baik darigagasan yang ia pikirkan dan tumpukan yang satu lagi berisi hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasannya.

    Gambar : peta konsep

    Darah

    Jantung

    JaringanTubuh

    Darah

    Paru-paru

    Mengangkut darah dari

    Memompa

    Mengangkut

    Mengangkutdarah ke

    Dimana darahdiperlukan oleh

    Mengambil

    Pembuluhdarah

  • 37

    Langkah pertama adalah menyajikan kepada siswa-siswa contohyang baik dari gagasan umpamanya gambar seekor gorila, binatangmenyusui. Lalu guru memberitahu kepada siswa-siswa bahwa iniadalah contoh yang baik. Inilah contoh pertama dalam tumpukancontoh-contoh yang baik.

    Sekarang guru menunjukkan kepada siswa-siswa contoh yang jelekdari gagasan itu seperti kata siput. Siput bukan binatang menyusui.Kata ini ditempatkan dalam tumpukanbukan contoh baik.

    Guru lanjutkan lagi menunjukkan contoh-contoh yang baik dancontoh-contoh yang tidak cocok dengan gagasan itu, mengajaksiswa-siswa untuk membantunya memutuskan ke dalam tumpukanmana contoh itu akan ditempatkan.

    Pada waktu hampir semua siswa mampu menempatkan contoh-contohke dalam tumpukan yang benar, guru harus bertanya kepada dua atautiga siswa yang tampaknya memahami gagasan itu untuk menjelaskanbagaimana mereka memutuskan di mana contoh ditempatkan. Sesudahpenjelasan yang baik dan jelas diberikan, guru mungkin masihmenyajikan beberapa lagi contoh untuk memastikan bahwa semua siswasudah mengenali gagasan itu. Jika siswa-siswa tidak mampu mengenaligagasan itu, maka guru harus memberikan jawabannya.

    Sama halnya dalam Bahasa Indonesia, guru hendaklah mengembangkankonsep kata benda. Gunakanlah gambar bunga sebagai contoh yangbaik dan kata berlari sebagai contoh yang tidak sesuai dengankonsep. Dalam matematika, konsep segitiga dapat dikembangkandengan menunjukkan gambar-gambar atau benda-benda di dalamkelas yang memang atau yang bukan segitiga.

    C. Bagaimana Menggali Informasi dari Media Cetak?

    Jika siswa-siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingatinformasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan,surat kabar dan sebagainya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan

    Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran?

  • 38

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    informasi. Tidaklah selayaknya mengajukan suatu pertanyaan denganmenggunakan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang dengan mudahditemukan di dalam teks atau naskah. Hal demikian seringmengkondisikan siswa hanya menyalin jawaban dari sumber itu.

    Misalkan ada suatu pertanyaan Apakah ciri-ciri binatang menyusui?tidak tepat jika hal-hal berikut dapat ditemukan di dalam teks.

    Semua binatang menyusui mempunyai sepasang anggota badan sepertitangan atau kaki, kelenjar susu, mengasuh anaknya, dan mempunyaibulu sedikitnya pada satu tahap dalam siklus hidupnya.

    Pertanyaan yang lebih tepat adalah Cari uraian tentang binatangmenyusui di dalam teks dan gunakanlah itu untuk memutuskanbinatang-binatang berikut mana yang sesuai dimasukkan ke dalamkelompok itu. Lalu, untuk siswa disediakan gambar-gambar dan uraian-uraian, menggunakan beragam kosakata, dari beberapa binatang yangmenyusui dan beberapa yang tidak menyusui.

    D. Bagaimana Membandingkan dan Mensintesiskan Informasi

    Pemahaman informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber belajardapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiapanggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakandalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siswa harus membandingkan dan mendiskusikan jawaban-jawaban yangsudah mereka tuliskan, sehingga, sebagai hasilnya, mereka akan mampumemberi satu jawaban yang memuaskan. Ini sering merupakan strategiyang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompok pakar ketikapendekatan gergaji ukir (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan.

    E. Bagaimana Mengamati (Mengawasi) secara Aktif?

    Sering para siswa tidak berpikir dan belajar aktif pada waktu menontonvideo. Beberapa orang guru mengajukan sejumlah pertanyaan kepada

  • 39

    mereka untuk dijawab pada waktu mereka menonton video. Biasanyapertanyaan-pertanyaan itu disajikan dengan jawaban-jawaban akanmuncul di dalam video dan ungkapan-ungkapan kunci di dalampertanyaan-pertanyaan juga terjadi di dalam video, sehingga menunjukpada jawaban. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mudah dijawab danjarang menuntut keterlibatan aktif.

    Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video,mintalah mereka untuk: Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada

    waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untukdikusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu.

    Menuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwa-peristiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yangmuncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dandikelompokkan sebagai dasar untuk kegiatan meraih konsep.

    F. Bagaimana Cara Menganalisis dengan Peta Akibat atau RodaMasa Depan?

    Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswamempelajari sesuatu topik. Hal itu dapat digunakan untukmenemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatuisu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menemukan apakahmereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinyadalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untukmempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatutindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatsesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang akibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputihal-hal yang bersifat sosial, etik, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukumatau politik.

    Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran?

  • 40

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    Gambar: suatu contoh peta akibat.

    Petani-petanimenjadi kaya

    Lebih banyakorang bekerjapenuh-waktudi pertanian

    Para petani didaerah itu dapat

    menanamsepanjang tahun.

    Lebih banyakpenyakit

    Pendudukdesa terdekatberkembang

    Waduk dibangunmenyeberangi sungai

    untuk menyimpanair untuk irigasiselama musim

    kemarau.

    Lebih banyaknyamuk

    bertumbuhdalam airwaduk.

    Banyak rakyatdipekerjakanmembangun

    waduk.

    Kurang airyang mengalir

    di hilir dariwaduk.

    Kurang ikanhidup dan

    berkembang disungai hilir

    waduk.

    Sebagian tanahditutupi air.

    Beberapapetani harus

    pindahmencari tanah

    pertanian.

    Beberapapetani tidakmempunyai

    pekerjaan lagi.

    Rumah-rumahbaru dibangundi mana saja

    dekat desa itu.

  • 41

    Suatu tugas analisis yang tidak begitu rumit dapat melibatkan siswa-siswa untuk memeriksa informasi yang mereka temukan tentangkeputusan, sikap atau tindakan yang kontroversial (menjadi sengketa).Siswa-siswa bekerja sebagai satu kelas keseluruhan atau dalamkelompok-kelompok untuk menggolong-golongkan informasi yangmereka kumpulkan atas menguntungkan atau merugikan bagi merekasendiri, keluarganya, desa atau masyarakat umumnya. Sesudah klasifikasiatas keuntungan dan kerugian sudah dirampungkan, siswa-siswa dapatdiminta untuk memutuskan, apakah sesudah menyeimbangkan, merekamendukung keputusan, sikap atau tindakan itu.

    Strategi-strategi ini meliputi permainan peran atau anjuran (advokasi)untuk kepentingan kelompok masyarakat/komunitas tertentudimaksudkan untuk membantu siswa-siswa mengenali bahwa biasanyaterdapat suatu rentang sudut pandang mengenai sesuatu isu dan suaturentang cara menafsirkan informasi tentang isu itu. Pandangan-pandangan ini biasanya ditentukan oleh pengalaman, harapan dan cita-cita, nilai, pendidikan, gaya hidup dan peran di dalam masyarakat dariorang yang mengungkapkan pandangan itu.

    Satu pendekatan adalah meminta setiap siswa mempertimbangkan suatuisu atau masalah dari sudut pandang satu kelompok komunitas yang

    Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran?

  • 42

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    bersangkutan. Ini dapat meliputi orang-orang bisnis, pekerja-pekerja,anak-anak, pelestari-pelestari alam, anggota-anggota Dewan PerwakilanRakyat atau dewan setempat, para petani, penjaga warung, ibu-ibupekerja, wisatawan, akuntan, dokter, dan sebagainya. Sesudah memilihisu atau masalah, kelas dapat menggunakan strategi mencari ilham(topan otak) untuk mengenali kelompok-kelompok komunitas yangberkepentingan ini. Siswa-siswa memainkan satu dari peran-peran yangdiidentifikasi. Mereka boleh bekerja sendirian atau dalam kelompok.Guru dapat memberi informasi atau siswa-siswa sendiri dapat mencariinformasi tentang isu atau masalah itu atau mungkin sudah didiskusikandalam pengertian umum oleh seluruh kelas pada pelajaran-pelajaranyang lalu. Siswa-siswa memutuskan apa pandangan mereka dalam peranyang dipilihnya. Mereka harus bertindak dan berbicara dengan cara yangruntut atau konsisten dengan perannya selama konverensi meja bundarberlangsung. Peran ini hendaklah jelas untuk seluruh kelas selamakonverensi meja bundar melalui etiket yang ditempatkan di hadapansetiap siswa atau kelompok siswa.

    Guru bertindak sebagai fasilitator (pemberi kemudahan), memastikanbahwa semua siswa diperkenankan mengemukakan pandangan sesuaiperan yang diterimanya, bahwa setiap diskusi berlangsung tertib danmendorong peranserta yang jika perlu dengan mengajukanpertanyaan.

    Pada akhir konverensi meja bundar, siswa-siswa hendaklah didoronguntuk memperhatikan semua sudut pandang dan tiba pada suatukeputusan pribadi tentang isu itu.

    G. Bagaimana Melakukan Kerja Praktik?

    Kerja praktik selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains.Namun, kerja praktik tradisional jenis resep atau selangkah demiselangkah bukanlah strategi belajar yang efektif. Siswa-siswa mungkinmengikuti perintah-perintah sejenis resep itu dan memperoleh hasil-hasil yang diharapkan tanpa memahami konsep yang sedang diselidikiatau pengertian tentang pentingnya hasil-hasil yang diperoleh.

  • 43

    Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibatdalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu. Satu strategi sederhana adalah memberi para siswa perintah-perintah

    dalam suatu susunan acak. Mereka diberitahu apa yang mereka cobatemukan dan kemudian diminta untuk memisahkan perintah-perintah ke dalam susunan yang dapat dikerjakan sebelum merekamemulai eksperimen.

    Sebelum memulai eksperimen, mereka hendaklah diminta untukmeramalkan hasil-hasilnya. Pada waktu hasil-hasil sudah diperoleh,mereka diminta untuk memutuskan apakah hasil-hasil sesuai atautidak dengan ramalan-ramalan mereka. Jika hasil-hasil sesuai denganramalan, maka mereka hendaklah menjelaskan mengapa merekamengharapkan hasil-hasil itu. Jika hasil-hasil tidak sesuai denganharapan, siswa hendaklah diminta untuk memikirkan-ulang metodeeksperimen untuk memutuskan apakah ramalan yang salah atauterdapat kesalahan dalam cara pelaksanaan prosedur eksperimen.

    Mereka dapat diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatupertanyaan untuk diselidiki. Kelas dapat mendiskusikan jenis datayang perlu dikumpulkan. Kemudian, mereka merancang prosedureksperimennya sendiri, mengumpulkan data dan tiba pada suatukesimpulan.

    Mereka dapat diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka(tidak terbatas), yakni diberi hanya rincian topik yang sedangdibicarakan dan mungkin beberapa gagasan tentang beberapa aspektopik yang akan mereka selidiki. Dalam kegiatan seperti itu, merekaakan mengembangkan suatu hipotesis, merancang metodeeksperimen, memilih peralatan yang tepat, mengumpulkan data,mengatur data dan tiba pada suatu kesimpulan.

    Suatu catatan tentang penggunaan buku pelajaran yang sekarangtersedia. Dalam waktu singkat, buku-buku pelajaran baru, secara khususditulis untuk kurikulum berbasis kompetensi tidak akan tersedia dihampir semua sekolah. Guru harus bekerja dengan buku-buku pelajaranyang sudah ada.

    Dalam banyak hal, isi mata pelajaran tidaklah berubah secara berarti/signifikan, sehingga informasi, contoh-contoh, penjelasan dan latihan-

    Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran?

  • 44

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    latihan dalam buku pelajaran yang ada masih dapat digunakan. Namun,guru harus menggunakan buku-buku secara berbeda dalam suatu carayang meningkatkan pengertian dan bukan hanya sekedar mengingat isibuku.

    Misalkan ada suatu contoh, guru mungkin harus mengembangkanseperangkat pertanyaan baru untuk diberikan kepada siswa-siswa padawaktu ia menginginkan mereka menemukan informasi dalam bukupelajaran. Lihat Pertanyaan efektif menggunakan sumberdaya cetakan padahalaman 20 untuk contoh-contoh yang diperlukan.

    Guru mungkin harus merencanakan tugas-tugas di mana siswa-siswamenerapkan informasi dalam buku pelajaran untuk menjamin bahwamereka sudah mengerti apa yang dibacanya. Umpamanya: Suatu buku pelajaran mungkin menggambarkan peran-peran setiap

    orang dengan tanggungjawab dalam administrasi kabupaten/kota.Daripada meminta menyalin ini dan mempelajarinya, siswa-siswadapat diminta untuk menyepadankan/menyamakan peran-peran inidengan hal-hal dalam suatu daftar situasi atau peraturan yang terjadidalam kehidupannya sehari-hari.

    Suatu teks mungkin memberi suatu gambaran tertulis tentang unsur-unsur (partikel) dalam suatu atom atau hubungan antarbagian-bagian pemanas air matahari. Siswa-siswa dapat diminta untukmenggambar dan memberi etiket diagram suatu atom atau suatupemanas air matahari.

    Suatu teks mungkin berisi suatu diagram beretiket dari strukturdan lapisan-lapisan bumi. Siswa-siswa dapat diminta untukmembayangkan melakukan perjalanan dalam suatu sangkarterlindungi dari permukaan ke pusat bumi. Mereka hendaklahmenggambarkan dalam suatu cerita apa yang mereka lihat danmungkin rasakan pada perjalanan mereka.

  • 45

    Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatansibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diaturberkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebutbukanlah ciri yang sebenarnya dari Siswa Belajar Aktif. Pada kondisi ini,sebenarnya aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Siswa seringbertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasanmerupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mentaladalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takutdisepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknyamenghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guruitu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangatbertentangan dengan hakikat pembelajaran PAKEM, yakni PembelajaranAktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan.

    A. Ciri Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam KBMdi Kelas

    Pembaharuan di bidang kurikulum harus mampu mengubah kebiasaanguru yang selama ini cenderung menggunakan metode ceramah, yakniguru sangat dominan di dalam KBM. Pemberlakuan Kurikulum BerbasisKompetensi (KBK) diharapkan dapat mengubah pola KBM menuju KBMyang berorientasi kepada siswa. Untuk menuju ke perubahan yangdiinginkan perlu peningkatan kemampuan dan cara pandang baru dalammengelola KBM. Kemampuan yang perlu dikuasai guru untukmenciptakan keadaan tersebut sebagai berikut.

    BAGAIMANA MERANCANG KEGIATANLINTAS KURIKULUM?6

    1. Guru merancang danmengelola KBM yangmendorong siswa untuk

    Kemampuan Guru

    Guru melaksanakan KBM dalam kegiatanyang beragam, misalnya: Percobaan

    Indikator KBM

  • 46

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    berperan aktif dalampembelajaran.

    2. Guru menggunakan alatbantu dan sumberbelajar yang beragam.

    3. Guru memberikesempatan kepadasiswa untukmengembangkanketerampilan.

    4. Guru memberikesempatan kepadasiswa untukmengungkapkangagasannya sendirisecara lisan atau tulisan.

    5. Guru menyesuaikanbahan dan kegiatanbelajar dengankemampuan siswa.

    6. Guru mengaitkan KBMdengan pengalamansiswa sehari-hari.

    Kemampuan Guru

    Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas

    Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan,misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

    Siswa: Melakukan percobaan, pengamatan, atau

    wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan

    mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus

    sendiri (Mat) Menulis laporan/hasil karya lain dengan

    kata-kata sendiri

    Melalui: Diskusi Guru mengajukan lebih banyak pertanyaan

    terbuka Hasil karya

    Siswa dikelompokkan sesuai dengankemampuan (untuk kegiatan tertentu)

    Bahan pelajaran disesuaikan dengankemampuan kelompok tersebut.

    Tugas perbaikan atau pengayaan diberikansesuai dengan kebutuhan siswa.

    Siswa menceritakan atau memanfaatkanpengalamannya sendiri.

    Siswa menerapkan hal yang dipelajaridalam kegiatan sehari-hari

    Indikator KBM

  • 47

    B. Beberapa Bentuk Pengalaman Belajar Lintas Kurikulum?

    Pengalaman belajar lintas kurikulum dikembangkan dengan tujuanuntuk meningkatkan kompetensi, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan,empati, toleransi dan keterampilan hidup. Pengalaman belajar inidiberikan tidak terbatas pada rumpun pelajaran tertentu, tetapimencakup berbagai rumpun.

    Pengalaman belajar lintas kurikulum dikembangkan melalui berbagaikegiatan di luar dan di dalam kelas antara lain adalah sebagai berikut:

    a. Lomba/KompetisiBerbagai kegiatan lomba/kompetisi yang dapat dilakukan dapatmencakup berbagai bidang: (a) lomba bidang sains dan teknologiyang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan logis danteknologi siswa, (b) bidang olahraga dan seni untuk mengembangkanestetika dan kinestetika siswa, dan (c) bidang bahasa untukmengembangkan keterampilan berkomunikasi.

    7. Menilai KBM dankemajuan belajar siswasecara terus menerus.

    Kemampuan Guru

    Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik

    Indikator KBM

    Bagaimana Merancang Kegiatan Lintas Kurikulum?

  • 48

    Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif

    b. PerkemahanPerkemahan dapat melatih siswa untuk hidup mandiri denganpermasalahan yang dihadapi harus dipecahkan sendiri. Perkemahandapat diberi tema sesuai dengan penekanan yang diinginkan,misalnya perkemahan sosial, atau perkemahan lintas mata pelajaranseperti perkemahan bakti sosial di daerah bencana.

    c. Bakti SosialBakti Sosial diharapkan akan mampu melatih dan mengembangkanempati siswa serta menumbuhkan solidaritas pada orang lain sebagaianggota masyarakat

    d. Studi Banding BudayaStudi Banding Budaya diharapkan akan dapat menumbuhkan rasatoleransi dan saling menghargai atas dasar kesadaran akankeanekaragaman bangsa Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkanmampu menumbuhkan sikap menghormati perbedaan.

    e. Penelitian LatihanPenelitian latihan lintas mata pelajaran dapat meningkatkankemampuan siswa untuk berpikir logis dan sistematis dalammenghadapi dan memecahkan masalah. Siswa dilatih untuk dapatmengidentifikasi masalah dan menemukan pemecahannya secarakontekstual.

    f. Koperasi SiswaKoperasi siswa mendorong siswa untuk bekerjasama dalam suatutim. Selain itu, siswa juga dapat menghargai pekerjaan dan hasilkarya orang lain sambil melatih keterampilan berorganisasi.

    g. Kebun/sawah Percobaan dan Bengkel SiswaMelatih siswa untuk dapat menerapkan teori, konsep, prinsip dankaidah bidang ilmu yang telah dipelajari ke dalam kegiatan nyata.

    Kepustakaan:

    1. Brooks, J.G. & Brooks, M.G. (1993), In Search of Understanding The Case for ConstructivistClassrooms. USA: ASCD (referensi halaman 9-12).

    2. Harlen, W. (Ed.; 1987), Primary science taking the plunge. London: HeinemannEducational Books Ltd (referensi halaman 9-12).