epidemiologi keperawatan.doc

Download Epidemiologi keperawatan.doc

Post on 07-Jan-2016

8 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang

Saat ini, di negara maju telah terjadi pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit non-infeksi, tetapi hal ini tidak berarti negara maju telah terbebas dari masalah penyakit menular karena penyakit akut yang timbul sebagian besar disebabkan oleh penyakit menular, misalnya penyakit influenza di Inggris, morbili di Italia, atau penyakit baru seperti AIDS. Oleh karena itu, pengetahuan tentang penyakit menular masih merupakan hal yang penting untuk diperhatikan terutama di negara berkembang seperti Indonesia, penyakit menular di Indonesia merupakan faktor utama penyebab kematian dan morbiditas. B. Tujuan Penulisan

untuk mengetahui defenisi epidemiologi untuk mengetahui perkembangan epidemiologi untuk mengetahui peran epidemiologi untuk mengetahui riwayat alamiah penyakit untuk mengetahui tingkat pencegahan penyakit

untuk mengetahui tentang penyakit tidak menular

untuk mengetahui tentang penyakit menular

untuk mengetahui berbagai jenis pengukuran epidemiologi untuk mengetahui surveilans epidemiologiC. Manfaat Penulisan

Dapat digunakan sebagai panduan bagi mahasiswa dalam mempelajari tentang konsep-konsep epidemiologi.

BAB IIPEMBAHASANA. Defenisi Epidemiologi

Kata epidemiologi berasal dari bahasa Yunani ;

- Epi = pada, permukaan- Demos = penduduk, rakyat- Logos = ilmu

W.H. WelchEpidemiologi : suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular.

Mausner & KramerStudi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia.

LastStudi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalahkesehatan.

Mac Mahon & PughIlmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.

Omran Suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.

W.H. FrostSuatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat.

Azrul azwarIlmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.Secara umumEpidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi, sebagai berikut :

1) Frekuensi masalah kesehatan ( banyaknya masalah kesehatan (kesakitan, kecelakaan, dll) pada sekelompok manusia.2) Penyebaran masalah kesehatan ( pengelompokan masalah kesehatan menurut keadaan tertentu.3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan ( faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebarannya maupun penyebab timbulnya masalah kesehatan.B. Perkembangan Epidemiologi

Dari catatan sejarah yang terkumpul menunjukkan epidemiologi merupakan ilmu yang telah dikenal sejak zaman dahulu kala bahkan berkembang bersamaan dengan ilmu perubatan/ kedokteran karena saling berkaitan.Hasil yang diperoleh dari studi epidemiologi dapat digunakan untuk pengobatan suatu penyakit, melakukan pencegahan atau meramalkan suatu pengobatan.

Perbedaan antara ilmu kedokteran dan studi epidemiologi terletak pada cara penanganan masalah kesehatan, dimana ilmu kedokteran lebih menekankan pelayanan kasus demi kasus sedangkan epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu.

Oleh karena itu, pada epidemiologi selain membutuhkan ilmu kedokteran juga membutuhkan disiplin ilmu lain, seperti: demografi, sosiologi, antropologi, geologi, lingkungan fisik, ekonomi, budaya dan statistik.Para sarjana yang telah meletakkan konsep epidemiologi yang masih berlaku sampai sekarang ini, konsep-konsep tersebut adalah:

Pengaruh lingkungan terhadap kejadian penyakit

Penggunaan data kuantitatif dan statistik Penularan penyakit

Eksperimen pada manusia

C. Peran Epidemiologi

Dalam bidang kesehatan masyarakat, epidemiologi mempunyai peran ;

1. mengadakan analisis perjalanan penyakit di masyarakat serta perubahan-perubahan yang terjadi akibat intervensi alam atau manusia,

2. mendeskripsikan pola penyakit pada berbagai kelompok masyarakat,3. mendeskripsikan hubungan antara dinamika penduduk dengan penyebaran penyakit.D. Riwayat Alamiah Penyakit (RAP)

RAP adalah proses perjalanan suatu penyakit yang alami (tanpa adanya intervensi yang dilakukan oleh manusia dengan sengaja dan terencana) sejak dari keadaan yang sehat hingga timbulnya akibat penyakit.

Tujuan memahami riwayat alamiah penyakit adalah untuk mengenali atau mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan dengan mengenal gejala, tanda, dan hasil pemeriksaan yang terkait atau mengenal masalah kesehatan secara umum melalui indikator dari masalah tersebut.Tahapan Riwayat alamiah perjalanan penyakit :

a. Tahap Pre-Patogenesa

Pada tahap ini telah terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih di luar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk kedalam tubuh pejamu.

Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda tanda penyakit dan daya tahan tubuh pejamu masih kuat dan dapat menolak penyakit. Keadaan ini disebut sehat.

b. Tahap Patogenesa1) Tahap Inkubasi

Tahap inkubasi adalah masuknya bibit penyakit kedalam tubuh pejamu, tetapi gejala- gejala penyakit belum nampak.

Tiap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda, ada yang bersifat seperti influenza, penyakit kolera masa inkubasinya hanya 1- 2 hari, penyakit Polio mempunyai masa inkubasi 7 - 14 hari, tetapi ada juga yang bersifat menahun misalnya kanker paru-paru, AIDS dan sebagainya.

Jika daya tahan tubuh tidak kuat, tentu penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh.

Pada suatu saat penyakit makin bertambah hebat, sehingga timbul gejalanya. Garis yang membatasi antara tampak dan tidak tampaknya gejala penyakit disebut dengan horison klinik.

2) Tahap Penyakit Dini

Tahap penyakit dini dihitung mulai dari munculnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini pejamu sudah jatuh sakit tetapi sifatnya masih ringan. Umumnya penderita masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dan karena itu sering tidak berobat. Selanjutnya, bagi yang datang berobat umumnya tidak memerlukan perawatan, karena penyakit masih dapat diatasi dengan berobat jalan.

Tahap penyakit dini ini sering menjadi masalah besar dalam kesehatan masyarakat, terutama jika tingkat pendidikan penduduk rendah, karena tubuh masih kuat mereka tidak datang berobat, yang akan mendatangkan masalah lanjutan, yaitu telah parahnya penyakit yang di derita, sehingga saat datang berobat sering talah terlambat.

3) Tahap Penyakit Lanjut

Apabila penyakit makin bertambah hebat, penyakit masuk dalam tahap penyakit lanjut. Pada tahap ini penderita telah tidak dapat lagi melakukan pekerjaan dan jika datang berobat, umumnya telah memerlukan perawatan.

4) Tahap Akhir Penyakit

Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berakhir. Berakhirnya perjalanan penyakit tersebut dapat berada dalam lima keadaan, yaitu :

1. Sembuh sempurna : penyakit berakhir karena pejamu sembuh secara sempurna, artinya bentuk dan fungsi tubuh kembali kepada keadaan sebelum menderita penyakit.

2. Sembuh tetapi cacat : penyakit yang diderita berakhir dan penderita sembuh. Sayangnya kesembuhan tersebut tidak sempurna, karena ditemukan cacat pada pejamu. Adapun yang dimaksudkan dengan cacat, tidak hanya berupa cacat fisik yang dapat dilihat oleh mata, tetapi juga cacat mikroskopik, cacat fungsional, cacat mental dan cacat sosial.

3. Karier : pada karier, perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena gejala penyakit memang tidak tampak lagi. Padahal dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit yang pada suatu saat, misalnya jika daya tahan tubuh berkurang, penyakit akan timbul kembali. Keadaan karier ini tidak hanya membahayakan diri pejamu sendiri, tetapi juga masyarakat sekitarnya, karena dapat menjadi sumber penularan

4. Kronis : perjalanan penyakit tampak terhenti karena gejala penyakit tidak berubah, dalam arti tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. Keadaan yang seperti tentu saja tidak menggembirakan, karena pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit.

5. Meninggal dunia : terhentinya perjalanan penyakit disini, bukan karena sembuh, tetapi karena pejamu meninggal dunia. Keadaan seperti ini bukanlah tujuan dari setiap tindakan kedokteran dan keperawatan.Konsep dasar terjadinya penyakitBanyak teori yang dikemukakan para ahli mengenai timbulnya penyakit. Saat ini dikenal 3 proses terjadinya penyakit, sebagai berikut :

1. Segitiga epidemiologi (The epidemiologic triangle)Menurut model ini, interaksi ketiga factor (agen, host, dan lingkungan) harus dipertahankan keadaan keseimbangannya, dan bila terjadi gangguan keseimbangan antara ketiganya akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu.

Host/ penjamuYaitu semua faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi dan timbulnya suatu perjalanan penyakit.

Agent

Yaitu suatu substansi tertentu yang keberadaannya atau ketidakberadaannya dapat menimbulkan penyakit atau memengaruhi perjalanan suatu penyakit.

Lingkungan/ environment

Yaitu segala sesuatu yang berada disekitar manusia serta penga