contoh proposal judul skripsi man

Download contoh Proposal Judul skripsi man

Post on 30-Jan-2016

50 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal judul

TRANSCRIPT

18

A. JUDUL SKRIPSI1. IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PAI DI MAN MAJALAYA2. PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DAN PENGARUHNYA TERHADAP AHKLAK SISWA DI SEKOLAH3. PENGARUH MATA PELAJARAN PAI TERHADAP PEMBENTUKAN AHKLAK PESERTA DIDIK DI SEKOLAH(penelitian MAN Majalaya)Maka dari ketiga judul itu penulis lebih merujuk pada judul no.1 yaitu:IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PAI DI MAN MAJALAYA

B. LATAR BELAKANGManajemen merupakan suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah managing pengelolaan, sedangkan pelaksananya disebut dengan manager atau pengelolaPada awalnya istilah manajemen cenderung ditempatkan dalam dunia bisnis atau lembaga profit saja. Mengingat pentingnya peranan manajemen dalam usaha pengelolaan dunia pendidikan maka istilah manajemen diadaftasikan dalam dunia pendidikan. Dengan kata lain pendidikan memposisikan manajemen dalam dunia pendidikan dan memunculkan istilah yang disebut manajemen pendidikan. Pada proses pendidikan, manajemen sangat berperan penting karena untuk menciptakan suatu lembaga pendidikan yang bermutu sehingga hasil lulusannya pun bermutu. Mutu produk pendidikan akan dipengaruhi oleh tingkat kemampuan lembaga pendidikan dalam memanage organisasinya yang meliputi proses pembelajaran, sarana pendidikan, keuangan dan termasuk hubungannya dengan masyarakat.Tak dapat disangkal bahwa manajemen adalah suatu hal penting yang menyentuh, mempengaruhi dan bahkan merasuki hampir seluruh aspek kehidupan manusia layaknya darah dan raga, karena dengan manajemen manusia akan mudah untuk membuat program dan tatalaksana dalam kehidupannya. Begitu juga dalam dimensi pendidikan, manajemen merupakan istilah yang tak dapat dihindari demi tercapainya suatu tujuan maka sebuah lembaga pendidikan harus mempunnyai manajemen yang baik dan terarah.Permasalahan yang timbul berkaitan dengan peningkatan mutu bahwa 85% dari masalah peningkatan mutu terletak pada manajemen (pengelolaan), oleh sebab itu manajemen harus dilaksanakan secara efektif dan efisien. Idealnya suatu lembaga pendidikan harus memiliki manajemen yang baik dalam meningkatakan mutu pendidikan khususnya terhadap kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru, karena untuk meningkatkan kualitas peserta didik kompetensi guru sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan serta kualitas hasil lulusan lembaga pendidikan.Maka beranjak dari hal tersebut, maka penulis memfokuskan penelitian pada aspek manajemen mutu terhadap guru mengangkat judul penelitian sebagai berikut:IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAI di MAN MAJALAYA

C. IDENTIFIKASI, RUMUSAN, DAN PEMBATASAN MASALAH1. Identifikasi masalahBerdasarkan hasil studi lapangan yang pernah penulis lakukan maka identifikasi masalah yang penulis buat adalah sebagai berikut: apakah manajemen peningkatan mutu pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal ini dikhususkan pada peningkatan kompetensi guru PAI.2. Rumusan masalaha. Bagaimana manajemen peningkatan mutu di MAN Majalaya ?b. Bagaimana Kompetensi guru PAI di MAN Majalaya ?c. Bagaimana Peningkatan Kompetensi Guru PAI di MAN Majalaya ?3. Pembatasan masalahDalam melakukan penelitian ini, penulis memfokuskan titik tekan pada permasalahan yang telah direncanakan, agar tidak keluar dari rencana maka peneliti perlu melakukan pembatasan masalah, pembatasan masalah ini diambil berdasarkan rumusan dan identifikasi masalahyang telah dibuat.Pembatasan masalah yang telah dibuat menitikberatkan pada:a. Implementasi Manajemen peningkatan mutu pendidikan.b. Kompetensi guru PAI di MAN Majalaya.c. Peningkatan kompetensi guru PAI di MAN Majalaya.D. TUJUAN PENELITIANa. Untuk mengetahui manajemen peningkatan mutu pendidikan di MAN Majalaya.b. Untuk mengetahui Kompetensi guru PAI di MAN Majalaya.c. Untuk mengetahui Peningkatan Kompetensi Guru PAI di MAN Majalaya ?E. TINJAUAN PUSTAKA1. Pengertian manajemenManajemen secara etimologis yaitu menegemet yang artinya seni mengatur dan melaksanakan. Kata manajemen sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita, dan sangat menmbantu dalam mengerjakan sesuatu. Tentunya peran manajemen sangat dibutuhkan dalam mengatur segala pekerjaan, manajemen ini berfungsi agar segala pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik secara sistematis.Pengertian dan definisi manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur . data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukkan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusa SMU sebesar 25,47 %, Diploma / SO sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%. Adanya ketidak serasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja tentu saja guru selain mengacu pada tuntutan kurikulum, juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisi serta potensi yang ada di sekolah masing-masing. Hal ini tentu saja akan berimplikasi pada model atau isi perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru, disesuaikan dengan kondisi nyata yang dihadapi setiap sekolah.[footnoteRef:1] [1: Nana dan Sukirman perencanaan pembelajaran (2008).http://arditeach.wordpress.com/2010/09/25/belajar-pembelajaran / diakses tanggal 2 desember 2014]

Semua perencanaan yang baik adalah suatu proses pertumbuhan. Pada mulanya suatu konsep hanya samar-samar, lambat laun berkat pemikiran yang matang maka konsep itu makin jelas dan terperinci. Setiap perencanaan harus bersifat fleksibel (bisa berubah-ubah) sehingga ada usaha untuk selalu memperbaiki dan mempertinggi mutu pengajarannya.Mengajar itu sebenarnya merupakan juga suatu seni dan sebagaimana kesenian yang lain harus pula selalu dikembangkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan tekun untuk mencapai taraf dan mutu yang lebih baik. Untuk menciptakan pembelajaran yang ideal hendaknya perencanaan pembelajaran disusun sesuai dengan aturan yang berlaku dan dikembangkan sekreatif mungkin oleh guru yang bersangkutan.Permasalahan yang timbul dari kegiatan perencanaan pembelajaran ini adalah banyak guru yang tidak melakukan perencanaan pembelajaran tersebut secara matang. Mereka beranggapan bahwa mereka sudah hapal dengan materi yang akan diberikan karena sudah sering memberikan materi tersebut. Permasalahan yang lain banyak guru yang hanya melakukan copy paste semata guna mempersiapkan perencanaan pembelajaran yang di maksud. Padahal perkembangan peserta didik setiap tahun berbeda. Bahkan setiap tahun dapat dikatakan perkembangan dan pengetahuan anak itu semakin bertambah. Sehingga apabila seorang guru melakukan perenanaan dan metode pembelajaran yang sama dari tahun ke tahun dapat di pastikan daya tarik pelajaran tersebut akan kurang dimata peserta didik.Perencanaan sistem pembelajaran PAI memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan ahlak peserta didik. Perencanan pembelajaran PAI merupakan acuan bagi guru untuk menjalan kan pembelajaran dikelas. Karena dengan perencanaan yang matang guru dapat memperluas penguasaan matei yang akan disampaikan. Seorang guru diharapkan dapat memiliki perencanaan pembelajaran yang baik. Agar dapat mengukur keberhasilan belajar baik proses maupun hasil. Terutama dalam meningkatkan ahlak peserta didik. Diharapkan dengan perencanaan pembelajaran PAI yang baik dapat menghasilkan suatu output yang baik berupa ahlakkul karimah.([footnoteRef:2]) [2: Darwin Syah , Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. 2007]

Idealnya pembelajaran yang telah disusun dan direncanakan dengan atang dapat meningkatkan kualitas peserta didik. Tidak hanya dai segi kognitif atau kecerdasan semata, namun juga dai bebagai segi. Terutama dari segi afektif atau sikaf. Sikap yang diharapkan tentunya adalah sikap atau ahlak yang baik. Namun pernyataan tersebut dinilai tidak efektik dengan bebagai alasan dan pernyataan yang menguatkan.Dengan menelaah peremasalahan permasalahan yang muncul kepermukaan. Manajemen pembelajaran PAI diharapkan dapat meningkatkan ahlak peserta didik. Maka sebagai peneliti penulis mengajukan judul sebagai berikut:F. KERANGKA PEMIKIRAN1. LandasanTeologisTeologi menurut bahasa Yunani asal kata dari theos, artinya "Allah, Tuhan", dan logia, "kata-kata,"ucapan," atau "wacana" adalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, Dengan demikian, teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan berlandasan agama. Sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam Firmannya Q.S. Shaad Ayat 46, [footnoteRef:3] [3: Dan demikianlah , telah Kami jadikan kamu suatu ummat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul menjadi saksi (pula) atas kamu. Dan tidaklah Kami jadikan kiblat yang telah ada engkau atasnya, melainkan supaya Kami ketahui siapa yang mengikut Rasul dari siapa yang berpaling atas dua tumitnya. Dan memanglah berati kecuali atas orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan tidaklah Allah akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah terhadap manusia adalah maha Penyantun lagi maha Penyayang.]

Sesungguhnya kami Telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.2. Landasan filosofisLandasan yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah landasan filosofis Pragmatisme dan Progresivisme. Progresivisme mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada prinsip, antara lain: a) anak harus bebas untuk dapat berkembang; b) pengalaman merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar; c) guru harus menjadi peneliti dan pembimb