contoh laporan mortum

Download CONTOH LAPORAN MORTUM

Post on 13-Jan-2016

25 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

JKJJK

TRANSCRIPT

LAPORAN KULIAH LAPANGANMORFOLOGI SISTEMATIKA TUMBUHANSTUDY FLORISTIK JENIS TUMBUHAN DAN TANAMAN OBAT DI KELURAHAN KOTO KATIAK,KECAMATAN PADANG PANJANG TIMUR,KOTA PADANG PANJANG

FAMILY : MALVACEAE

OLEH:KELOMPOK 1 SHIFT 4NAMA ANGGOTA:1. Elin Andika Putri (1304067)2. Mita Ardini (1304043)3. Ramona Chasdiana (1304057) 4. Rifka Irhamna (1304071)5. Septria Lovita (1304103)

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI INDONESIAYAYASAN PERINTISPADANG2015

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT dimana berkat rahmat dan kasih sayang-Nya, laporan Kuliah Lapangan Morfologi Sistematika Tumbuhan dapat kami selesaikan.Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan Laporan Kuliah Lapangan ini. Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan di dalam laporan ini, untuk itu kami sangat mengharapkan kritikan dan solusi yang membangun, agar laporan ini dapat lebih baik lagi. Kami menyadari, bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Walaupun demikian, tidak ada hal yang sia-sia jika kita senantiasa ikhlas menjalaninya.Semoga apa yang kami buat ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu tidak hanya di bidang morfologi, namun menyangkut bidang lain secara keseluruhannya. Padang, Januari 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR............................................................................. iiDAFTAR ISI.......................................... ................................................. iiiDAFTAR TABEL.................................................................................... ivDAFTAR GAMBAR............................................................................... vI.PENDAHULUAN................................................................................. 11.1.LATAR BELAKANG................................................................1.2.TUJUAN.....................................................................................1.3.MANFAAT.................................................................................II. PELAKSAAN.............................................................................2.1.WAKTU DAN TEMPAT2.2.ALAT DAN BAHAN2.3.CARA KERJA2.3.1. Dilapangan ......................2.3.2. Di Herbarium ......2.3.3. Di Laboratorium ...........................III.HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................3.1.JENIS-JENIS YANG DITEMUKAN ..............3.2.MONOGRAF ......................3.2.1. Sida thombifolia . ......................................3.2.2. . Hibiscus abelmoscul. .................................IV.KESIMPULAN DAN SARAN....................................................4.1.KESIMPULAN4.2.SARANDAFTAR PUSTAKA.................................................................................DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................Lampiran Tabel ......................Lampiran Gambar ................................iii

1 PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangMorfologi Sistematika Tumbuhan adalah bidang studi yang luas yang mencakup keanekaragaman, identifikasi, penamaan, klasifikasi dan evolusi tumbuhan. Istilah lain untuk ini adalah Taksonomi Tumbuhan , karena beberapa penulis menyatakan bahwa sistematik tumbuhan dan taksonomi tumbuhan adalah sinonim. Pertama kali de Condolle orfol (1813), menyatakan taksonomi tumbuhan adalah teori dari klasifikasi tumbuhan, jadi de Condelle berpendapat bahwa taksonomi tumbuhan adalah sebagian dari sitematik tumbuhan, yang mencakup prinsip, prosedur, peraturan dan dasar dari klasifikasi tumbuhan. Karena belum ada kesepakatan tentang perbedaan antar sistematik dan taksonomi tumbuhan. Menurut definisinya, morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing masing itu dalam kehidupan manusia, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan tubuh. Selain itu morfologi harus dapat juga memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa bagian bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam. (Jones & Luchsinger , 1987).Dalam khidupan sehari-hari, manusia idak terlepas dari ketersediaan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup, perumahan dan obat-obatan. Secara tradisional masing-masing daerah memiliki nama tersendiri untuk tumbuhan yang terdapat didaerah mereka. Nama ini lebih dikenal dengan nama lokal ( vernacular name).Sebagian besar masyarakat Indonesia telah menggunakan tumbuhan obat secara turun temurun untuk mengobati penyakit. Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan hewan, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.Identifikasi ini didasari dari pengamatan langsung terhadap objek yang dikoleksi, dengan memperhatikan bentuk dan morfologi suatu tumbuhan tanpa mengabaikan teori dan informasi dari literatur resmi yang telah ada. Selain itu, melalui kuliah lapangan ini dapat memperluas pengetahuan dan membuka cakrawala tentang jenis-jenis tumbuhan yang ada di Sumatera Barat khususnya di kawasan padang panjangTujuan dari kuliah lapangan ini adalah penerapan dari ilmu yang telah didapatkan selama dibangku perkuliahan dan praktikum dilaboratorium yang secara garis besar yaitu, mengetahui cara mengidentifikasi suatu specimen. Untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan untuk masyarakat di kelurahan koto katiak, kecamatan Padang Panjang Timur, kota Padang Panjang. Lokasi ini dipilih karena hutannya yang masih asri dan memiliki tumbuhan beragam. Lokasi juga tidak jauh dari pemukiman penduduk, sehingga ketersediaan tempat bermalam, makanan dan air memadai. Tujuan kuliah lapangan ini tidak hanya untuk mengoleksi tumbuhan yang ada di hutan, namun juga bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang digunakan oleh masayarakat. Berbagai jenis tanaman yang dimiliki oleh masyarakat dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional.

1.2.TujuanAdapun tujuan dari kuliah lapangan ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan di Kelurahan koto katiak, kecamatan Padang Panjang Timur, kota Padang panjang. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya tumbuhan obat disekitar Kawasan koto katiak padang panjang.

1.3. ManfaatManfaat yang diperoleh dari kuliah lapangan ini yaitu :1. Untuk dapat mempraktekan pengetahuan yang didapatkan dalam mata kuliah Morfologi dan Sistematika Tumbuhan.2. Untuk memahami cara kerja lapangan dalam melakukan koleksi dan pembuatan spesimen herbarium.3. Untuk memahami berbagai jenis tumbuhan, terutama tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat.

II. PELAKSANAAN2.1. Waktu dan tempatKegiatan kuliah Lapangan Morfologi dan Sistematika Tumbuhan ini dilaksanakan pada tanggal 26-28 Desember 2014 di Kelurahan Koto Katiak, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Dilanjutkan di Herbarium Universitas Andalas (ANDA), dan laboratorium STIFI-YP.

2.2 Alat dan bahan2.2.1. Peralatan Di LapanganPeralatan di lapangan yang harus dipersiapkan oleh masing-masing kelompok yaitu, notebook laporan, spidol permanen, kertas folio bergaris, kertas HVS A4, data sheet tumbuhan obat, pensil, penghapus, dan mistar, kamera. Peralatan yang diperlukan untuk koleksi bebas adalah parang, gunting tumbuhan, label gantung (3 x 4) cm, karet gelang, plastik 5 kg, karung plastik, kamera, notebook dan alat tulis. Peralatan untuk Tumbuhan Obat sama dengan koleksi bebas, dan ditambah dengan datasheet. Peralatan yang dibutuhkan untuk pengawetan tumbuhan yaitu koran tabloid, spidol permanen, lakban kuning besar, dan karung plastik. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu alkohol 70 % atau spritus bening. 2.2.2. Peralatan Di LaboratoriumPeralatan yang diperlukan untuk pengeringan adalah potongan kardus 40 x 30 cm, tali rafia, label gantung, pensil, oven. Peralatan yang diperlukan untuk proses mounting adalah karton tik/ kertas spesimen 30 x 40 cm, jarum kasur, benang jagung, label herbarium, alat tulis dan notebook, kertas manila biru, map herbarium ukuran 43 x 30 cm, sesuai dengan jumlah family, label map herba sesuai dengan jumlah family. Bahan yang digunakan yaitu lem khusus.2.3. Cara Kerja2.3.1. Cara Kerja Di LapanganPada saat di kerja di lapangan anggota kelompok dibagi menjadi dua tim. Satu tim terdiri dari 3 orang ke hutan untuk mengambil sampel tumbuhan (koleksi bebas). Tim lain yang terdiri dari 2 orang ke masyarakat untuk mencari tanaman obat.Di hutan, pada saat akan mengambil / mengoleksi tumbuhan perlu diperhatikan habit dan cara pengambilannya, sebagai berikut :Untuk tumbuhan herba, semak yang berukuran kecil dikoleksi lengkap dengan cara mencabut dari bagian akarnya. Khusus Zingiberaceae mempunyai cara khusus untuk mengkoleksinya. Untuk pohon, semak besar dan liana, dikoleksi sebagian rantingnya sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan serta harus lengkap dengan organ generative dan vegetatifnya.Sebelum berangkat menuju hutan lokasi pengoleksian, semua alat dan bahan dipersiapkan. Berangkat pada jam 08.00 Setelah di lokasi pengoleksian, tanaman yang ingin dikoleksi dicari yang lengkap organ vegetatif dan generatif nya. Sebagai langkah awal, dicatat karakter penting yang terdapat pada tumbuhan yang bisa hilang setelah dikeringkan di notebook, misalnya habit, habitat, warna batang, warna daun, warna bunga, warna buah, serta warna getah apabila bergetah, dan sebagainya, serta menggali informasi tentang tumbuhan yang bersangkutan kepada masyarakat setempat mengenai nama lokal, khasiat dan sebagainya. Kemudian tanaman dikoleksi, untuk tumbuhan herba atau semak kecil digali dengan parang ag