budidaya kailan organik di lahan gambut

Click here to load reader

Download Budidaya kailan organik di lahan gambut

Post on 05-Dec-2014

573 views

Category:

Food

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pertanian organik semakin berkembang seiring dengan munculnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan, sayuran dan buah-buahan yang bebas dari bahan kimia. Di Kalimantan Barat, budidaya sayuran telah dilakukan secara luas namun belum banyak yang memperhatikan dari sisi keamanan pangan. Presentasi berikut mencoba mengangkat teknologi budidaya sayuran organik yang bisa diterapkan oleh petani khususnya di lahan gambut.

TRANSCRIPT

  • 1. Budidaya Kailan Organik di Lahan Gambut
  • 2. Pendahuluan Pertanian organik kini semakin berkembang seiring dengan munculnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan, sayuran dan buah-buahan yang bebas dari bahan kimia. Peluang Indonesia menjadi produsen pangan organik dunia, cukup besar. Disamping memiliki 20% lahan pertanian tropis, plasma nutfah yang sangat beragam, ketersediaan bahan organik juga cukup banyak.
  • 3. Selain menghasilkan pangan yang sehat dan bebas dari residu kimia, teknologi budidaya sayuran organik sesungguhnya merupakan teknologi yang fleksibel, murah dan mudah diterapkan oleh setiap orang. Berikut ini adalah komponen teknologi budidaya Kailan secara organik yang berhasil diterapkan di agroekosistem lahan gambut, Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak.
  • 4. Persiapan Lahan Pembuatan bedengan dengan L = 120 cm, t = 30-40 cm, p = 10 m. Jarak antar bedengan 50 cm. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 10 kg/bedengan, atau pupuk kandang sapi 20 kg/bedengan. Pemberian abu bakar 5 - 10 kg/bedengan. Pemberian pupuk hayati Petrobio 0,5 - 1 Kg/bedengan, atau dekomposer M-Dec yang diberikan dengan cara dikocor dengan dosis 10gr/liter air. Permukaan bedengan dicangkul dan diratakan kembali agar bahan yang diberikan bercampur secara homogen. Dipasang naungan di atas bedengan dengan ketinggian 80 cm dari permukaan tanah.
  • 5. Persemaian dan Pembibitan Benih ditabur pada media persemaian berupa lahan berukuran 1 x 3 m, yang diberi atap dari para-para. Benih telah siap untuk dipindah tanam pada umur 21 hari setelah semai.
  • 6. Penanaman Pilih benih yang seragam dan sehat Gunakan jarak tanam 20 x 20 cm. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan pertumbuhan batang dan daun tanaman tidak optimal. Waktu penanaman dilakukan pada sore hari, untuk menghindari kematian tanaman muda akibat cuaca panas.
  • 7. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan setiap hari saat cuaca kering Penyemprotan menggunakan pestisida nabati setiap 5 7 hari sekali
  • 8. Pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu kunci keberhasilan budidaya. Pada kegiatan budidaya sayuran organik, pengendalian hama penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati (PesNab). PesNab dibuat sendiri dengan dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam yang banyak terdapat di lingkungan sekitar. Pengendalian Hayati
  • 9. Insektisida nabati akar tuba 1 kg, kunyit kg, lengkuas kg, bawang putih kg, air 20 lt. Fungisida nabati daun sirih 1 kg, serai kg, bawang merah kg, air 20 lt. Masing-masing bahan tersebut ditumbuk hingga halus dimasukkan dalam wadah/ember dibiarkan selama 1-2 minggu Jika ada dapat ditambah dengan dekomposer M-Dec 20-50 gr. Bahan dan cara pembuatan Pestisida nabati :
  • 10. Untuk aplikasi, berikan 250 ml larutan PesNab per tangki semprot, ditambah dengan 10 20 gr detergen (sabun colek) sebagai pengemulsi. Cara aplikasi :
  • 11. Pemanfaatan MOL merupakan usaha untuk memperbanyak mikrorganisme dari bahan tertentu yang bermanfaat sebagai dekomposer, mengandung hormon pertumbuhan tanaman, dan senyawa penghambat mikroorganisme yang merugikan. Fungsinya tergantung dari bahan yang digunakan, seperti: pepaya, rebung bambu, bonggol pisang, nasi basi, dan lain sebagainya. Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL)
  • 12. Contoh pembuatan MOL dari bahan pisang, sisa sayuran, dan pepaya.
  • 13. Panen Kailan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 30 35 HST. Panen dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman menggunakan pisau. Waktu panen umumnya dilakukan pada sore hari. PANEN
  • 14. Terima Kasih

View more