blood bank transfusi

Click here to load reader

Post on 17-Feb-2016

247 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Blood Bank Transfusi

TRANSCRIPT

  • BANK DARAH& PELAYANAN TRANSFUSI DARAHdr. Sulistyo M. Agustini, SpPKFK-UMM 2012

  • PENDAHULUANTransfusi darah : tindakan invasif life saving/replacement therapyUnit layanan penunjang di RS (Bank Darah)Berpotensi resiko infeksi melalui transfusi darah/ Resiko Transfusion-Transmissible infection (AIDS, HBV, HCV, LUES, Malaria)Pemeriksaan Pra-Transfusi COMPATIBLEKemajuan UTD PMI dalam penyedian darah-komponen & penyimpanannya darah transfusi yg rasional

  • Indentifikasi resipien (+) & sampel darahMenentkan A,B,O, & Rh typingSeroimunologi darah (menentukan jenis aglutinogen dlm sel & aglutinin dlm serum)Crossmach (reaksi silang)Confirmation hasil ABO type of red cell componentsPetunjuk penting transfusi darahDonor darah & uji darah donorEfek samping transfusi darah

  • INDENTIFIKASI RESIPIEN & DONORLabeling resipien:Indentitas (Nama, tgl, umur, RS, ttd permintaan)Indikasi transfusiKapan ditransfusikan (dibutuhkan) emergency/elektifJenis/komponen & jumlah Labeling Darah Donor:Tgl/bln/Tn penyadapanUji saring (skrening)Gol darah ABO/RhTtd petugas

  • TUJUAN TRANSFUSI DARAHGood Manufacturing Practice

    Pemilihan donor darah Pengambilan darah donorPenimpanan Pengolahan komponen darahQuality control

    Good Hospital Practice

    Indikasi transfusiJenis & jumlah komponen darahTES COMPATIBILITAS DARAHTeknis transfusi (jenis, dosis, cara)Perawatan & pengawasan selama & sesudah transfusi Efek samping (Komplikasi)

  • DONOR DARAHSyarat utama: 1. keadaan sehat 2. Sukarela (tdk pamrih)

    Kadar Hb normal Usia (batas bawah 18 th)Berat badan 47- 50 kg frekuensi pendonoran ( 3 bulan) Tekanan darah normal volume pendonoran ( 250 450 ml) darahTidak hamil/menyusui Tidak mengindap penyakit: infeksi, degeneratif dsbBebas dari tindakan (tindik, tusuk jarum, operasi) 1 tahun

  • RESIKO PENYAKIT INFEKSI MELALUI TRANSFUSI DARAH Hepatitis A, B, CHIV (AIDS)Syphilis (Lues)MalariaUji saring darah donor

  • INDIKASI TRANSFUSI DARAH Anemia ( kadar Hb rendah )Perdarahan (Hipovolumia) Leukopenia Trombositopenia Defisiensi komponen dalam plasma darah - defisiensi faktor pembekuan darah - Hipoalbumin. Dll

    Tx / TINDAKAN BERTUJUAN MENGGANTI DARAH ATAU KOMPONENNYA YG BERKURANG

    Memperbaiki kadar Hb yg rendah Mengganti kehilangan darah (perdarahan, operasi, KLL dsb) Mengganti kandungan tertentu darah (faktor pembekuan)

  • KOMPONEN DARAH & INDIKASI Transfusi darah: transplantasi jaringan (darah/komponennya) Kapan mulai pemberian? Apa yg ditransfusikan ?

    Perlu dipahami: indikasi transfusi dg tepat prinsip seleksi sel darah tes compatibilitas darah teknis transfusi (jenis komponen, dosis, cara) efek samping

  • Seleksi Donor Pengambilan Darah Uji Saring Darah Donor Pengolahan & Penyimpanan DarahDistribusi & PenyimpananPermintaan Darah Uji Cocok Serasi UTD PMIMenyediakan DarahBerkualitas/Aman, Jumlah cukup,efisien YAN-TD RSSAProtap, Indikasi, dosis

  • Transf : Bukan satu2nya cara mengatasi k
  • RasionalisasiMenetapkan bts awal &akhir transfusi yg tepatVol darah N: 65-70 cc/kg/BBTx: Hb 8-10 g/dl mengembalikan vol sirkulasi RL, NaCl 0,9 % atau Plasma subtitute (Expafusin, Dextran, Hemaccel, Gelafudin) hemodilusi. Perdrhan s/d 25% vol drh Tx: kehilangan > 30-50% vol drh transfusi (Hb 8-10g/dl)Perhtngan kadar Hb : 1 kantong(250 ml) menaikan Hb 0,5 g/dlDpt diganti dg gizi baik & Fe

  • Mengunakan komponen & dosis yg tepat:WB berisi semua komponen lengkap < 6 jamPRC Anemia kronis, Pdrhan akut ssdh pemberian cairan PRP/ TC 1 unit (50 cc) meningkatkan 5000/mm3,temp 22oCBerthn 24 jam, temp 4-10 oC 6 jam Plasma u/ Hipovolemia : 10-20 cc/kg Hsl peneltian ter: PRC, dosis/ jumlah 2, UPF Bedah

    APLIKASI KLINIS PENGGUNAAN KOMPONEN DARAH

  • Oksigenasi Jaringan mekanisme

    Sistem Pernafasan (O2 udara ke alveoli difusi ke dlm drhSistem sirkulasi yg membawa ( darah berisi O2 kejaringan)Sistem O2-Hb dlm eritrosit & transpor ke Jar Jumlah O2 yg dibawa ke Jar tgt Cardiac Output Available O2 = CO x CaO2Kompensasi CO optimal, jk vol drh sdh normal (transcapillary refill)Proses refill dipercepat dg cairan infusNormovolemia tercapai Dulu Hb: 9-10 g/dl O2 menckpi organ vital (otak, jantung)Sekarang:3- 6 g/dl atau Hct 6-8 % mampu menunjang kehdpanBatas Anemia aman (jantung N) : Hematokrit 20 %(Eddy Raharjo, 1999)

  • TRANSFUSI AUTOLOG Lebih aman dari transfusi HomologTidak menularkan infeksiTidak banyak dikerjakanPada pasien operasi elektifPerkiraan kebutuhan transfusi sesuaiSyarat : (Hb > 11%, Ht > 34 %, waktu < 72 jam pra op, flebotomi tak > 3 hari, tdk ada batasan umur/ BB)

  • GOLONGAN DARAHMenentkan subgroup gol darah A,B,O, ABMenentukan jenis aglutinogen dlm sel & aglutinin dlm serumCara : a. kaca obyek b. tabung ( suspebnsi sel darah dg nilai hematokrit 2 %)

  • MUKOPOLISAKARIDA(PRECURSOR SUBSTANCE)GEN hh GEN HH/HhH-SUBSTANCE -H-SUBSTANCE +GENOOOOABBO/BBAg H ++Ag A, B, H+Ag B, H+Ag A/H+OABBAAg H-Anti H+. OBOMBAYGbr.1 PATOFISIOLOGI KEJADIAN GOL. DARAH ABOOA/AA

  • HUKUM LANSTEINERAGLUTININ (Ab) THD GOL. DARAH TDP DLM PLASMA HANYA APABILA ERITROSITNYA TDK MENGANDUNG Ag YG SESUAI GOL. DARAHANTIGENAGLUTININO

    A

    B

    AB

    O BOMBAY --

    A

    B

    AB

    --Anti-A, B

    Anti-B

    Anti-A

    --

    Anti-A, B, H

  • Nomenklatur Gol. Darah(Nomenclature, Sistim Penamaan) Jenis gol. Darah berdasarkan jenis Ag-nya. Ag Gol. Darah (phenotype) ditentukanoleh ekspresi genotipe gol. Darah-nya.Gol. Darah AAg A(phenotype)AA, A0(Genotype)Gol. Darah BAg B(phenotype)BB, B0(Genotype)Gol. Darah ABAg A dan Ag B(phenotype)AB(Genotype)Gol. Darah 0Tidak punyaAg A dan Ag B(phenotype)OO (Genotype)Gen A, Gen B, Gen O No A, No B Ag Amorph Not expresive A, or B orA and B Ag Expresive

  • A x AAA x AAAA x AOAO x AOA (AA)A (AA, AO)A (AO, AO) atau O (OO)B x BBB x BBBB x BOBO x BOB (BB)B (BB, BO)B (BO, BO) atau O (OO)AB x ABAB x ABA (AA), B (BB), AB (AB)O x OOO x OOO (OO)FenotipeOrang-tuaGenotipeOrang-tuaKemungkinan Fenotipe anak (Genotipe anak)Fenotipe dan Genotipe Golongan Darah

  • Jenis golongan darahberdasarkan jenis antigen eritrositAg-EritrositAb-SerumGol. DarahABNo-A, No-BA dan BAnti-BAnti-AAnti-A, Anti-BNo-anti A,No-anti BABOABGolongan darah sistim ABO (Karl Landsteiner 1900)menunjukkan fenomena (fakta) bahwa

  • Distribusi gol. darah sistim ABO

    1. Gol: O > A > B > AB2. Gen: OO > AA, AO > BB, BO > AB3. Populasi: HH > Hh > hh4. Ag-H pada eritrosit:O > A > B > AB5. Ag H, A, dan B terdapat di:eritrosit, lekosit, trombosit, epidermis, jaringan, spermatozoa dan cairan tubuh (saliva).6. Ag sistim ABO: terbentuk sejak embrio 5-6 minggu, tetapi masih lemah pada usia < 2 tahun, Ag-sitas sempurna pada anak 2-4 tahun

  • Frekuensi (%)Golongan darah sistim ABOO454841A412725B102127AB447Gol. DarahUS WhiteBlackIndonesia

  • FREKUENSI:- KULIT PUTIH: 85 % Rh (+) 15 % Rh (-)

    - NEGRO: 90 % Rh (+)

    - INDONESIA: 99,9% Rh (+) 0,1 % Rh (-)

    MASALAH Rh HDN (HEMOLYTIC DISEASE OF THE NEW BORN)

  • REAKSI SILANG ( Crossmatch )TUJUAN: 1. MENCEGAH KEJADIAN REAKSI TRANSF. HEMOLITIK2. MEYAKINKAN BAHWA MANFAAT TRANSFUSI OPTIMAL

    ERI DonorSERUM ResipienERI ResepienSERUM DonorMAYORMINOR

  • PRINSIPMengetahui apakah sel darah merah (eritrosit) donor bisa hidup dalam tubuh pasien

    Mengetahui apakah ada/tidak antibodi komplet (tipe IgM) dan antibodi inkompliet (tipe IgG) dalam serum pasien (mayor) maupun dalam serum donor yang melawan sel pasien (minor)

  • Uji Silang ( Crossmatch )Uji silang utk tindakan sblm transfusi mencocokkan darah penderita dg darah donorUji silang major : sel donor serum penerimaUji silang minor : serum donor sel penerimaInterpretasi hasil ada / tdk aglutinasi (tdk terjadi reaksi= uji saring darah sesuai)

  • Ab AKTIP DLM SALINAb TAK AKTIP DLM SALINAb. KOMPLET ALAMI TIPE DINGINAb. INKOMPLET IMUN TIPE PANAS2. Ig M

    3. REAKSI OPTIMAL t 40 C

    4. AGLUTINASI DLM SALIN

    5. MENGAKTIFASI KOMPLEMEN DGN KUAT

    6. LEWAT PLACENTA (NEG)

    7. Ab GOL DRH ( ABO, MN, LEWIS,I )Ig G

    REAKSI OPTIMAL t 370 C

    AGLUTINASI PERLU - MEDIUM VISCUS- ENZYM TREATED RED CELL- ANTI HUMAN GLOBULIN

    5. SEBAGIAN DPT MENGAKTIFASI KOMPLEMEN: IgG3 dan IgG1

    6. LEWAT PLACENTA + (POS)

    7. Ab. GOL DRH ( Rh, KELL, DUFFY KIDD)

  • REAKSI SILANG 3 TAHAP:R S SALIN : MENCOCOKKAN Ab ALAMI ( IgM ) DONOR & RESIPIEN RECEK GOL. DARAH ABO 2. R S ALBUMIN : MENDETEKSI Ab-anti Rh MENINGKATKAN KEPEKAAN TES ANTI GLOBULIN3. R S ANTI GLOBULIN : MENDETEKSI Ab IMUN (IgG) YANG TIDAK TERLIHAT PD RS MEDIUM SALIN/ ALBUMIN Mis. GOL DARAH Rh, KELL.,DUFFY, KIDD

  • Tes CoombsMencari antiglobulin aglutinasi Tes langsung Indikasi : hemolitik, ikterus neonatorum, reaksi transfusi ( ada/tdknya anlizat yg melapisi eritrosit)Tes tak langsung mencari analizat tak lengkap dlm serum

  • DIREK COOMBS TEST Prinsip : mencari antibodi (Ab) spesifik tdk lengkap yg menempel pd sel eritrosit. Dg me+kan anti human glob.serum pd suspensi sel eritrosit yg bebas dari prot. Yg terlapisis oleh Ab spesifik dlm wkt ttt akan terjadi aglutinasiReagen & al