bias 24h recall

7
KESALAHAN DALAM DIETARY ASSESMENT kesalahan sistematik dan random dapat terjadi ketika pengukuran asupan makanan dan nutrisi. Arah dan sejauh mana kesalahan tersebut berbeda- beda tergantung metode yang digunakan serta populasi dan nutrisi yang diteliti. Kesalahan pengukuran random mempengaruhi reproduksibilitas dari metode tersebut. Sumber kesalahan pengukuran sumber kesalahan banyak yang sama pada metode survey konsumsi makanan pada rumah tangga maupun individu. Kesalahan utama dapat disingkat di bawah ini : Bias nonrespon dalam survei konsumsi dapat menyebabkan sampel subjek acak menjadi tidak representatif dari populasi yang diteliti. Bias responden merupakan hasil dari pelaporan yang berlebihan maupun kurang dari makanan yang dikonsumsi. Bias pewawancara dapat terjadi jika pewawancara yang berbeda menggali informasi pada tingkat yang berbeda, sengaja menghilangkan pertanyaan-pertanyaan tertentu, atau melaporkan respon subjek salah. Kegagalan memori responden dapat menghasilkan kelalaian yang tidak sengaja ataupun penambahan makanan di food recall. Estimasi ukuran porsi yang salah dapat terjadi ketika responden gagal mengukur dengan benar jumlah makanan yang dikonsumsi, atau salah paham tentang ukuran porsi yang “normal”. Penggunaan supplemen dapat dihilangkan di dietary record atau recall sehingga menyebabkan kesalahan pada pengukuran asupan gizi. Kesalahan koding dapat terjadi ketika ukuran estimasi porsi dirubah dari URT menjadi gram dan ketika bahan makanan diberikan kode (e.g., 2% susu di beri kode susu utuh) Kesalahan dalam penanganan bahan makanan campuran dapat member hasil estimasi kandungan gizi yang salah , juga kesalahan di penentuan kelompok makanan tertentu.

Upload: julie-anggre

Post on 26-Dec-2015

60 views

Category:

Documents


2 download

DESCRIPTION

bias ( kesalahan ) food recall 24 jam

TRANSCRIPT

Page 1: bias 24h recall

KESALAHAN DALAM DIETARY ASSESMENT

kesalahan sistematik dan random dapat terjadi ketika pengukuran asupan makanan dan nutrisi. Arah dan sejauh mana kesalahan tersebut berbeda-beda tergantung metode yang digunakan serta populasi dan nutrisi yang diteliti. Kesalahan pengukuran random mempengaruhi reproduksibilitas dari metode tersebut.

Sumber kesalahan pengukuran

sumber kesalahan banyak yang sama pada metode survey konsumsi makanan pada rumah tangga maupun individu. Kesalahan utama dapat disingkat di bawah ini :

Bias nonrespon dalam survei konsumsi dapat menyebabkan sampel subjek acak menjadi tidak representatif dari populasi yang diteliti.

Bias responden merupakan hasil dari pelaporan yang berlebihan maupun kurang dari makanan yang dikonsumsi.

Bias pewawancara dapat terjadi jika pewawancara yang berbeda menggali informasi pada tingkat yang berbeda, sengaja menghilangkan pertanyaan-pertanyaan tertentu, atau melaporkan respon subjek salah.

Kegagalan memori responden dapat menghasilkan kelalaian yang tidak sengaja ataupun penambahan makanan di food recall.

Estimasi ukuran porsi yang salah dapat terjadi ketika responden gagal mengukur dengan benar jumlah makanan yang dikonsumsi, atau salah paham tentang ukuran porsi yang “normal”.

Penggunaan supplemen dapat dihilangkan di dietary record atau recall sehingga menyebabkan kesalahan pada pengukuran asupan gizi.

Kesalahan koding dapat terjadi ketika ukuran estimasi porsi dirubah dari URT menjadi gram dan ketika bahan makanan diberikan kode (e.g., 2% susu di beri kode susu utuh)

Kesalahan dalam penanganan bahan makanan campuran dapat member hasil estimasi kandungan gizi yang salah , juga kesalahan di penentuan kelompok makanan tertentu.

Pengukuran dan control kesalahan pengukuran

Kesalahan pengukuran dapat diminimalkan dengan menggabungkan prosedur quality-control pada setiap tahap metode dietary assesment. Ini dapat mencakup sesi pelatihan dan pelatihan kembali bagi pewawancara dan pembaca kode, standarisasi teknik wawancara dan kuesioner, pretest kuesioner, dan administrasi dari studi percontohan sebelum survei. Setiap prosedur di metode dietary assessment harus di cek ulang untuk memastikan kesesuaian dengan protocol standar.

Kesalahan random, berbeda dengan kesalahan sistematik, dapat diminimalkan dengan meningkatkan jumlah observasi. Kesalahan acak dapat terjadi pada semua subjek dan semua hari. Sebaliknya, kesalahan sistematik dapat dikaitkan hanya dengan beberapa responden (e.g., obese atau subject lansia), pewawancara tertentu, atau makanan tertentu (e.g., alcohol). kekhawatiran terhadap pengaruh kesalahan pengukuran pada perkiraan risiko relatif untuk penyakit menyebabkan meningkatnya

Page 2: bias 24h recall

penggunaan studi kalibrasi untuk mengukur kesalahan pengukuran sistematis. Penilaian reproduksibilitas dan validitas metode diet yang digunakan sangat penting, terutama untuk perbandingan lintas negara dan pengamatan gizi.

Bias nonrespon

Kurangnya respond an rendahnya kepatuhan dari responden mengakibatkan bias nonresponse yang signifikan dan dapat terjadi pada semua jenis assessment gizi. Strategi yang dapat dilakukan untuk meminimalkan angka nonresponse adalah dengan menyederhanakan metode dietary assessment, mengirimkan surat atau telepon untuk mengingatkan pada studi pengamatan, dan pelatihan wawanara agar menunjukkan kehangatan, pengertian dan rasa percaya.

Bias responden

Bias yang biasa muncul apabila responden salah pengertian terhadap apa yang ditanyakan atau diminta oleh pewawancara, menerima isyarat nonverbal tentang apa yang “benar” dari pewawancara, atau memiliki kecenderungan memberikan jawaban yang “diinginkan masyarakat”. Biasanya berkaitan dengan orang yang mempunyai karakteristik tertentu (e.g., obese). Menghasilkan data yang kurang (underreporting) maupun lebih (overreporting) dari makanan yang dikonsumsi.

Factor yang berkaitan dengan underreporting meliputi status berat badan,usia dan jenis kelamin, factor sosial dan ekonomi, aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan, faktor perilaku, dan faktor psikologis.

Status berat badan merupakan faktor yang paling konsisten dan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya BMI.

Usia dan jenis kelamin biasanya yang beresiko underreporting adalah wanita dan orang yang lebih tua.

Status sosial ekonomi bukan merupakan faktor yang konsisten namun di beberapa kasus , perbedaan budaya yang membuat tidak konsisten.

Aktivitas kesehatan termasuk merokok dan berdiet. Faktor perilaku perlu perhatian lebih karena responden bisa saja mengubah pola makan mereka

ketika survey karena alasan seperti merepotkan, malu maupun rasa bersalah. Faktor psikologis termasuk yang berkaitan dengan gangguan makan, depresi, dan masalah

emosi yang baru dialami. Makanan dan minuman tertentu dikarenakan beberapa makanan dianggap “baik” dan yang

lainnya “jelek”.

Walaupun tidak sebanyak underreporting, overreporting juga perlu diperhatikan. Faktor yang menyebabkan responden melakukan overreporting adalah bias social desirability (respon agar terhindar dari kritik) dan social approval (keinginan dipuji) merupakan dua sumber bias utama dalam metodedietary assessment.

Bias pewawancara

Page 3: bias 24h recall

Bias pewawancara meliputi kesalahan yang diakibatkan oleh pertanyaan yang terlalu mengarahkan, kesalahan dalam mencatat respon responden, sengaja dihiangkan, bias yang berhubungkan dengan setting wawancara, gangguan, kerahasiaan responden, dan kecocokan antara responden dan pewawancara.

Bias dapat dikurangi dengan mendesain dan menstandarisasi protocol wawancara dengan hati-hati, lebih baik dengan computer.

Kegagalan memori responden

Kegagalan mengingat dapat mempengaruhi metode food recall dalam dua cara: responden bisa lupa merecall makanan yang memang dikonsumsi atau bisa melaporkan makanan yang tidak dikonsumsi pada hari yang direcall. Jenis kelamin, usia, pendidikan dan kelompok etnis tertentu, dan juga setting wawancara dapat mempengaruhi proses mengingat. Cara untuk meminimalkan kesalhan adalah

Multi-pass dietary interview , otomatis menggunakan mikrokomputer banyak digunakan di survey nasional.

Teknik pertanyaan probing dan satandar “prompts” untuk mengurangi lupa ingatan, brguna juga dalam FFQ, dan metode yang membutuhkan untuk mengingat.

Alat Bantu mengingat terdiri dari simulasi makanan dari plastic atau tanah liat, makanan betulan, gambar atau foto.

Estimasi ukuran porsi yang salah

Kesalahanmengukur porsi makanan yang dikonsumsi merupakan kesalahan terbesar di banyak metode dietary assessment. Bias ini muncul dari kegagalan responden mengkuantitaskan secara akurat jumlah makanan yang dikonsumsi, atau kekeliruan ukuran porsi yang “rata-rata”. Perbedaan ini timbul karena variasi jenis dan ukuran makanan. Kemampuan responden mendiskripsikan jumlah makanan yang dikonsumsi sangatlah kurang.

Alat bantu untuk mengukur ukuran porsi dibagi menjadi 2-dimensi (2D) dan 3-dimensi (3D)

Alat Bantu 2D Alat Bantu 3D Gambar makanan asli, bentuk abstrak,

ukuran rumah tangga Foto makanan Grafis computer Label kemasan makanan

Ukuran rumah tangga Sampel makanan asli Replica makanan (model makanan asli) Model makanan (model abstrak)

Penggunaan Supplemen

Pencatatan yang benar tentang penggunaan supplemen di survey nutrisi terutama di negara industry sangat penting. Kegagalan mengumpulkan data yang akurat dalam penggunaan supplemen dapat

Page 4: bias 24h recall

memberikan hasil yang kurang terhadap konsumsi zat gizi tertentu, dengan demikian akan terjadi penaksiran prevalensi yang terlalu tinggi untuk kekurangan zat gizi.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat ,perlu diketahui nama merk supplemen,dosis,periode waktu penggunaan supplemen yang dibutuhkan, dan perlu mencatat karakteristik kimia supplemen karena faktor kimia dapat berpengaruh dalam bioavailabilitas.

Kesalahan pengkodean (koding)

Membuat system pengkodean yang terstandarisasi komputer merupakan hal yang penting, terutama untuk studi antar budaya yang melibatkan perbandingan secara internasional. Di kasusu seperti itu, perbedaan di pengkodean, baik dari waktu ke waktu maupun antar negara dapat memberikan perbedaan pada asupan konsumsi.

Untuk menyeleseikan masalah mengenai system pengkodean ada label makanan INFOODS dan menggunakan pemindaian barcode untuk item bermerek.

Kesalahan dalam penanganan bahan makanan campuran

ada dua kesalahan utama selama menangani bahan makanan campuran (mixed dishes). Pertama, kesalahan dapat terjadi ketika pembongkaran mixed dishes menjadi bahan mentah kemudian dikonversi menjadi bentuk yang dapat dikonsumsi. Konversi biasanya melibatkan penyetelan untuk perubahan berat dan kehilangan nutrisi karena pemasakan.

Kesalahan kedua muncul selama penempatan mixed dishes ke kelompok grup yang tepat.dikelompokkan berdasarkan bahan utama di setiap mixed dishes, namun sering memberikan estimasi yang salah untuk bahan utama menjadi energy dan zat gizi.

Untuk menghindari kesalahan ini, semua mixed dishes harus dibongkar terlebih dahulu menjadi bahan sederhana yang kemudian ditempatkan di kelompok makanan yang tepat. Tapi tetap harus diklasifikasikan item mana sebagai prepared foods (roti, biscuit, sup,minuman) yang mana tidak dibongkar.

Maksud dari kesalahan dalam dietary assessment

Dengan adanya kesalahan random dan sistematik merupakan tantangan utama dari semus system assessment gizi. Adanya kesalahan tersebut di dietary assessment dapat memberikan konsekuen yang serius ketikan menginterprestasikan data :

Underreporting asupan energy akan mengakibatkan estimasi yang terlalu tinggi tentang zat gizi yang kurang menyebabkan prevalensi asupan gizi kurang di populasi.

Underreporting makanan tertentu akan mempersulit kegunaan data konsumsi untuk mengembangkan pedoman diet berdasarkan makanan.

Page 5: bias 24h recall

Adanya kesalahan pengukuran melemahkan hubungan antara asupan zat gizi dengan parameter hasil, jadi hubungan diet dengan penyakit menjadi kabur. Fenomena ini dinamakan “bias pelemahan”.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki tipe dan sifat kesalahan pengukuran agar lebih spesifik, terutama yang berkaitan dengan underreporting, jadi dapat meminimalkan atau membenarkan secara statistic. Dengan cara ini, analisis dan interpretasi data dapat ditingkatkan. Adanya kesalahan pengukuran melemahkan estimasi relative resiko penyakit, yang mana mempunyai keterlibatan besar di studi epidemiologi faktor resiko diet dan penyakit.

.