BAB 1 PENDAHULUAN - 1.pdfpembuatan cat-cat dekoratif, arsitektur dan mobil. Untuk mencapai tujuan perusahaan,…

Download BAB 1 PENDAHULUAN - 1.pdfpembuatan cat-cat dekoratif, arsitektur dan mobil. Untuk mencapai tujuan perusahaan,…

Post on 03-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p> 1</p> <p>BAB 1 </p> <p>PENDAHULUAN </p> <p>1.1 Latar Belakang </p> <p>Setiap perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu berproduksi </p> <p>dengan sukses, berproduksi dengan ekonomis, berproduksi dengan dapat </p> <p>menyelesaikan proses produksi tepat waktu, dan tentunya berproduksi dengan </p> <p>harapan memperoleh keuntungan. Hal ini juga diharapkan oleh Pacific Paint </p> <p>sebagai salah satu dari beberapa perusahaan cat terbesar di Indonesia. Pacific </p> <p>Paint mulai berdiri pada bulan Agustus 1943 dan saat ini memfokuskan dalam </p> <p>pembuatan cat-cat dekoratif, arsitektur dan mobil. </p> <p>Untuk mencapai tujuan perusahaan, banyak sekali permasalahan yang </p> <p>dihadapi Pacific Paint, antara lain karena Pacific Paint terkadang tidak mampu </p> <p>atau kurang tanggap menghadapi perkembangan dunia industri yang sangat </p> <p>pesat dengan diikuti perkembangan teknologi yang semakin maju. </p> <p>Permasalahan-permasalahan yang dihadapi mencakup seberapa besar </p> <p>investasi modal yang harus ditanam, perancangan tata letak fasilitas, </p> <p>perencanaan dan pengendalian produksi, pemasaran hasil produksi, dan lain </p> <p>sebagainya. </p> <p>Seperti halnya perusahaan lain, Pacific Paint juga memiliki </p> <p>departemen yang selama ini diharapkan dapat saling mendukung agar </p> <p> 2</p> <p>perusahaan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Departemen yang ada </p> <p>adalah departemen personalia, departemen manajemen, departemen akutansi </p> <p>atau keuangan, dan departemen manufaktur. Departemen manufaktur dibagi </p> <p>menjadi bagian desain, bagian jaminan kualitas, bagian pemasaran, dan </p> <p>bagian produksi. Bagian produksi dibagi lagi menjadi bagian proses produksi </p> <p>dan bagian perencanaan dan pengendalian produksi. Dimana bagian proses </p> <p>produksi bertugas mengawasi aktivitas membuat produk jadi dari bahan baku, </p> <p>sedangkan bagian perencanaan dan pengendalian produksi bertugas </p> <p>mengawasi aktivitas mengelola proses peroduksi. </p> <p>Melalui skripsi ini akan dicoba memecahkan permasalahan yang </p> <p>dihadapi Pacific paint dalam hal perencanaan dan pengendalian produksi, </p> <p>sehingga diharapkan skripsi ini dapat membantu pihak perusahaan untuk </p> <p>mewujudkan tujuan yang diharapkan. </p> <p>1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah </p> <p>Sampai saat ini banyak sekali masalah yang dihadapi Pacific Paint </p> <p>dalam menjalankan produksinya. Masalah yang terpenting ada pada </p> <p>perencanaan dan pengendalian produksi. Didalam perencanaan dan </p> <p>pengendalian produksi terdapat berbagai macam aktivitas, dimana Pacific </p> <p>Paint belum menggunakan aktivitas tersebut dalam menjalankan produksinya </p> <p>sehingga menjadi hambatan untuk mencapai tujuan perusahaan. Aktivitas-</p> <p>aktivitas yang tidak terdapat dalam Pacific Paint tersebut antara lain adalah : </p> <p> 3</p> <p>1. Peramalan permintaan. Permintaan ini perlu diramalkan agar skenario </p> <p>produksi dapat mengantisipasi fluktuasi permintaan. Dimana Pacific </p> <p>Paint aadalah perusahaan yang tipe produksinya make to stock. </p> <p>2. Penyusunan rencana agregat. Rencana agregat mempunyai tujuan </p> <p>membuat skenario pembebanan kerja untuk mesin dan tenaga kerja </p> <p>(reguler, lembur, dan subkontrak) secara optimal untuk keseluruhan </p> <p>produk dan sumber daya secara terpadu (tidak per produk). </p> <p>3. Jadwal Induk Produksi (JIP). JIP adalah suatu rencana terperinci </p> <p>mengenai apa dan berapa unit yang harus diproduksi pada suatu </p> <p>periode tertentu untuk setiap item produksi. </p> <p>4. Merencanakan kebutuhan. Perencanaan kebutuhan material bertujuan </p> <p>untuk menentukan apa, berapa, dan kapan komponen, sub assembly, </p> <p>dan penunjang harus disiapkan. </p> <p>5. Melakukan penjadwalan pada mesin atau fasilitas produksi. </p> <p>Penjadwalan ini meliputi urutan pengerjaan, waktu penyelesaian </p> <p>pesanan, kebutuhan waktu penyelesaian, prioritas pengerjaan, dan </p> <p>lain-lainnya. </p> <p>Pada skripsi ini dirumuskan suatu permasalahan hanya pada </p> <p>penjadwalan pada mesin atau fasilitas produksi yang ada di Pacific Paint ini. </p> <p> 4</p> <p>1.3 Ruang Lingkup </p> <p> Merupakan sesuatu yang sangat ideal bila penelitian pada Pacific Paint </p> <p>dilakukan secara menyeluruh. Namun karena adanya keterbatasan terutama </p> <p>dalam masalah waktu, maka ruang lingkup penelitian dalam skripsi ini akan </p> <p>dibatasi. Batasan-batasan tersebut adalah sebagai berikut : </p> <p>1. Penelitian yang dilakukan oleh penulis terbatas pada pabrik cat dekoratif </p> <p>(waterbase) saja yang terdiri dari 10 jenis warna, dan dilakukan pada </p> <p>tahun 2002 sampai selesai. </p> <p>2. Data proses produksi cat air diperoleh dari departemen engineering. </p> <p>3. Tenaga kerja dan komponen produk diasumsikan dalam kondisi selalu </p> <p>tersedia selama periode kerja. </p> <p>4. Penjadwalan yang dilakukan hanya sebatas untuk menentukan urutan </p> <p>produk mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, tanpa memperhatikan </p> <p>keterlambatan dan jumlah pekerjaan yang terlambat. </p> <p>Ruang lingkup yang tidak dibahas dalam penulisan dan pengembangan skripsi </p> <p>ini adalah masalah biaya. </p> <p> 5</p> <p>1.4 Tujuan dan Manfaat </p> <p> Tujuan yang akan dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : </p> <p>1. Memperoleh gambaran mengenai faktor terpenting yang mempengaruhi </p> <p>suatu perusahaan untuk menjalankan proses produksinya sehingga tujuan </p> <p>yang diharapkan dapat tercapai. </p> <p>2. Menganalisis penjadwalan produksi dengan kondisi Pacific Paint yang ada </p> <p>saat ini. </p> <p>3. Dengan adanya sistem penjadwalan, Pacific Paint dapat menentukan </p> <p>pekerjaan mana terlebih dahulu dan urutan pekerjaan setelahnya yang </p> <p>harus diselesaikan. </p> <p>Semua tujuan diatas tidak lain megarah pada manfaat sebagai berikut : </p> <p>1. Menjadi bahan pertimbangan bagi pihak pimpinan Pacific Paint dalam </p> <p>melakukan proses produksinya untuk dapat menunjang pencapaian tujuan </p> <p>perusahaan secara efektif. </p> <p>2. Sebagai acuan dalam menentukan faktor yang dapat menjadi salah satu </p> <p>bagian terpenting dalam menjalankan proses produksi di lingkungan </p> <p>Pacific Paint di kemudian hari untuk mengantisipasi perubahan </p> <p>permintaan yang tidak sama dalam setiap periodenya. </p> <p> 6</p> <p>1.5 Gambaran Umum Perusahaan </p> <p>Pacific Paint adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri </p> <p>cat. Di Pacific Paint terdapat 3 plant (pabrik) cat, yaitu pabrik cat decorative, </p> <p>pabrik cat automotive, dan pabrik cat industri (kapal). Yang di produksi pada </p> <p>pabrik cat decorative adalah cat air (decorative water base paint) dan cat </p> <p>minyak (decorative solvent base paint). Sedangkan di pabrik cat automotive </p> <p>dan pabrik cat industri di produksi cat solvent base. </p> <p>Pacific Paint berdiri sejak bulan Agustus, tahun 1943; merupakan satu </p> <p>perusahaan cat lokal yang tertua dan berkedudukan kuat. Dalam tahun 1950-</p> <p>an, Pacific Paint telah memperluas usahanya ke Singapura dan Malaysia, yang </p> <p>sekarang dikenal sebagai Federal Paint Singapore Pte Ltd dan Federal Paint </p> <p>Malaysia Sdn Bhd. Semenjak itu persekutuan strategis dengan perusahaan </p> <p>asing besar dibentuk, seperti dengan Dainippon Ink Chemical of Japan; </p> <p>Hempel Marine Paint of Denmark; cat akhir mobil BASF of Glasurit; lapisan </p> <p>anti-karat heavy-duty Carboline dan Transocean Marine Paint. </p> <p>Pada saat ini, bidang utama usaha Pacific Paint adalah dalam </p> <p>pembuatan cat-cat dekoratif, arsitektur dan mobil. Pabrik-pabrik Pacific Paint </p> <p>berlokasi di Jl. Industri I No. 1 Laks. RE Martadinata, Tanjung Priok Jakarta </p> <p>Utara. Pabrik ini memiliki areal lahan seluas 85.200 m2 dan luas bangunan </p> <p>13.591 m2, didalamnya terdapat pabrik gabungan yang canggih, fasilitas </p> <p>penelitian, pengembangan dan pengepakan. Kapasitas produksi untuk cat </p> <p> 7</p> <p>dekoratif dan mobil berkisar antara 33.000 hingga 40.000 metrik ton per </p> <p>tahun. </p> <p>Pacific Paint sekarang merupakan salah satu dari beberapa perusahaan </p> <p>cat terbesar di Indonesia, mempekerjakan tenaga kerja diatas 1000 pekerja dan </p> <p>memproduksi cat lebih dari 30000 ton setahun. Akhir tahun, aliansi kuat </p> <p>dengan berbagai macam perusahaan internasional lebih memperkuat </p> <p>kedudukan Pacific Paint di dalam pasar cat. </p> <p>Hasil yang memuaskan telah terbukti sampai saat ini, dan perusahaan </p> <p>terdorong untuk melanjutkan dengan perluasan wilayah. Sehubungan dengan </p> <p>itu, perusahaan bahkan telah membangun pabrik-pabrik di Batam dan </p> <p>Surabaya yang keduanya akan segera beroperasi. </p> <p>Pacific paint telah memperoleh pengakuan mutu internasional tertinggi </p> <p>ditahun 1994 melalui ISO 9002 Quality Management System Certification </p> <p>oleh SGS dan sesudah itu ISO 9001 tahun 1996. </p> <p>1.5.1 Deskripsi Proses </p> <p> Proses pembuatan cat di pabrik Pacific Paint ini, dilakukan secara </p> <p>tidak kontinu dan masih bersifat padat karya. Diperkirakan perusahaan ini </p> <p>akan menunggu karyawannya pensiun dan mulai mengubah sistem kerja dari </p> <p>sistem manual yang menggunakan tenaga manusia menjadi sistem otomatis </p> <p>yang dikendalikan secara komputerisasi. Hal tersebut terlihat dari tidak </p> <p>merekrut lagi karyawan yang akan dipekerjakan di produksi dan mulai </p> <p> 8</p> <p>dipasangnya alatalat baru. Pabrik ini membuat cat dengan peruntukan yang </p> <p>berbeda. Produk cat dekoratif, seperti cat tembok, kayu, dan besi. Produk auto </p> <p>untuk kendaraan, dan produk cat untuk industri yang sangat membutuhkan </p> <p>fungsi cat sebagai perlindungan dari korosi dan bahan kimia lainnya, produk </p> <p>ini memiliki spesifikasi heavy duty. </p> <p> Proses yang dilakukan hampir sama untuk produksi catcat tersebut di </p> <p>atas, tapi yang membedakan adalah tambahan dan sedikit tahap proses. </p> <p>Misalnya untuk proses cat auto, tidak mengalami grinding untuk membuat </p> <p>efek mengkilap pada cat mobil. Untuk cat industri diberikan tambahan seperti </p> <p>aditif untuk menambah ketahanan terhadap benturan dan panas. </p> <p> Proses yang dilakukan secara umum untuk membuat cat, terbagi </p> <p>menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan bahan baku, tahap produksi cat, dan </p> <p>tahap penyimpanan. </p> <p>1 Tahap Persiapan Bahan Baku </p> <p> Formulasi </p> <p>Penentuan formula yang akan digunakan untuk suatu produk </p> <p>ditentukan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap produksi. Pada </p> <p>tahap ini dilakukan oleh technical lab. Formula yang telah dibuat akan </p> <p>diuji cobakan di dalam lab. Dan bila telah memenuhi standar mutu </p> <p>yang diinginkan maka formula masuk kedalam tahap produksi. </p> <p>Formula baru ini akan mengalami supervisi selama tiga kali proses </p> <p>produksi yang akhirnya dilepas dari pengawasan ketat technical lab. </p> <p> 9</p> <p> Penyelesaian Bahan Baku </p> <p> Bahan baku yang diterima pabrik harus melewati Quality </p> <p>Control Row Material (QCRM), tahap ini dilakukan agar kualitas cat </p> <p>yang diproduksi akan tetap terjaga dengan baik. Pengetesan ini lebih </p> <p>banyak dilakukan terhadap sifat fisik dari bahan baku cat. Untuk bahan </p> <p>resin pengetesan dilakukan dengan cara menentukan mengambil </p> <p>sampel untuk setiap tangki pembawa resin, dan kemudian dilakukan </p> <p>pengukuran terhadap kandungan padatan dalam resin yang ada. </p> <p>Penentuan specific gravity, viskositas, warna yang dimiliki resin, </p> <p>peruntukannya, waktu kering dan kemurniannya. </p> <p> Sedangkan untuk aditif yang dikirim per paket diambil sampel </p> <p>untuk setiap paket kiriman bahan, yang dilihan adalah sifat aditif, </p> <p>bilangan asamnya, bilangan kompleknya dan specific gravity. Untuk </p> <p>filler kualitas ditentukan dengan warna dari filler, daya tutup, daya </p> <p>serap minyak, dan kehalusannya. Untuk pelarut indeks biasnya, titik </p> <p>didih, specific gravity, dan kemurniannya, sedangkan untuk kualitas </p> <p>air pelarut ditentukan pH, kesadahan, dan jumlah bakteri yang </p> <p>terkandung didalamnya. </p> <p> Sedangkan untuk pigmen dilakukan penentuan kualitas dengan </p> <p>menentukan kekuatan warna yang akan dihasilkan. Bila pengetesan </p> <p>yang dilakukan tidak sesuai dengan standar maka bila suplier terdiri </p> <p>dari beberapa perusahaan maka produknya akan ditolak, sedangkan </p> <p> 10</p> <p>bila suplier hanya ada satu dan bahan baku masih bisa diakali untuk </p> <p>digunakan maka bahan baku akan digunakan dengan pengawasan </p> <p>technical lab. </p> <p> Bila kualitas dari bahan baku cat telah terpenuhi, maka bahan </p> <p>baku yang telah datang siap untuk diumpankan ke dalam proses </p> <p>pembuatan cat. </p> <p> Penyimpanan Bahan Baku </p> <p>Setelah bahan baku yang dibeli telah melalui tes dari QCRM, bahan </p> <p>baku disimpan untuk digunakan pada saat yang dibutuhkan. </p> <p>Penyimpanan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku </p> <p>produksi, sehingga tidak terjadi produksi berhenti karena bahan baku </p> <p>yang dibutuhkan tidak tersedia. </p> <p>2. Tahap Produksi Cat </p> <p> Pre Mixing </p> <p> Pada proses ini bahan baku yang telah dicek kualitasnya </p> <p>dimasukkan kedalam mixer untuk membuat produk intermediet yaitu </p> <p>pasta cat yang akan menjadi bahan dasar dari cat. Pasta cat ini akan </p> <p>berwarna putih tanpa ada campuran resin dalam pastanya. Bahan baku </p> <p>yang dicampurkan adalah filler, pelarut, dan sebagian aditif. </p> <p>Pembuatan pasta cat ini dilakukan, agar pada saat pencetakan warna </p> <p>yang berbeda, dapat dilakukan dengan menggunakan pasta yang sama. </p> <p> 11</p> <p>Pembuatan pasta cat pada pre mixing ini terlihat tidak dilakukan lagi </p> <p>pengukuran berat bahan baku yang diumpankan, hal ini dimungkinkan </p> <p>karena bahan baku yang diumpankan telah dalam bentuk kantong yang </p> <p>tertentu ukurannya. Selain itu pekerja yang mengumpankan telah </p> <p>berpengalaman lebih dari 20 tahun dibidang itu jadi cukup dengan </p> <p>perkiraan untuk penambahan pelarut telah diketahui berapa banyak </p> <p>pelarut yang diumpankan. </p> <p> Seluruh proses pada tahap pre mixing tidak dilakukan </p> <p>pengendalian terhadap temperatur dan tekanan, semuanya dilakukan </p> <p>pada keadaan temperatur lingkungan dan pada tekanan atmosfer. </p> <p>Walaupun pada saat pencampuran dimungkinkan terjadi perpindahan </p> <p>panas dari impeler ke cairan. Tapi, hal tersebut masih dapat diabaikan </p> <p>karena perpindahan panasnya tidak terlalu besar. </p> <p>Satusatunya pengendalian yang dilakukan adalah pengendalian </p> <p>terhadap kualitas pasta yang dihasilkan. Pasta yang dihasilkan harus </p> <p>memiliki kehalusan antara 6 6.5 NS atau setara dengan 20m. Waktu </p> <p>pengadukan juga tidak diukur dengan baik, penghentian pengadukan </p> <p>dilakukan bila kehalusan telah tercapai dalam waktu yang tidak terlalu </p> <p>lama, waktu yang diambil berkisar 23 jam pengadukan. Bila pasta </p> <p>yang dihasilkan tidak memenuhi syarat kehalusan maka dilakukan </p> <p>penggerusan dengan menggunakan mesin grinding dengan </p> <p>menggunakan media pasir. Pengendalian putaran motor hanya </p> <p> 12</p> <p>dilakukan pada saat motor dipasang. Pada saat beroperasi putaran </p> <p>motor tidak dikendalikan. Berbeda dengan mixer yang baru putaran </p> <p>dapat dikendalikan dari mixernya. Tapi, perubahan putaran sangat </p> <p>jarang terjadi, sehingga sangat jarang dilakukan pengaturan ulang </p> <p>putaran motor. </p> <p> Grinding </p> <p>Tahap grinding dilakukan untuk mendapatkan kehalusan dari cat yang </p> <p>akan dibuat. Pada saat ini proses grinding jarang dilakukan, karena </p> <p>pada tahap pre mixing pasta cat telah mencapai kehalusan yang </p> <p>diinginkan yaitu sebesar 20m. </p> <p> Make Up atau Let Down </p> <p> Tahap...</p>