asites

4
1. Pendahuluan Asites adalah penimbunan cairan secara abnormal di rongga peritoneum. Asitesdapat disebabkan oleh banyak penyakit. Antara lain sirrosis hepatis, juga merupakangejala yang sering terjadi pada penderita kanker ovarium, gejala ini juga seringdigunakan sebagai tanda diagnostik adanya kemungkinan keganasan pada tumor ovarium(Brahmana Askandar). Pada dasarnya penimbunan cairan di rongga peritoneum dapatterjadi melalui dua mekanisme dasar, yakni transudasi dan eksudasi. Asites yang adahubungannya dengan sirosis hati dan hipertensi porta adalah salah satu contoh penurunancairan di rongga peritoneum yang terjadi melalui mekanisme transudasi. Asites jenis ini paling sering dijumpai di Indonesia. Asites merupakan tanda prognosis yang rawan pada beberapa penyakit. Contohnnya asites pada kanker ovarium merupakan prognosis yang buruk, ditandai dengan perut yang makin membesar karen a rongga berisi cairan, yanglama kelamaan akan menyebabkan penekanan pada rongga traktus gastrointestinalsehingga akan timbul keluhan anoreksia. Bahkan jika cairan makin bertambah akanmenekan daerah diafragma sehingga akan timbul gangguan pernapasan. (BrahmanaAskandar). Asites juga menyebabkan pengelolaan penyakit dasarnya menjadi semakinkompleks. Seperti Infeksi pada cairan asites akan lebih memperberat perjalanan penyakir dasarnya. Oleh karena itu asites harus dikelola dengan baik. (Hirlan) 2. Patofisiologi Ada beberapa teori yang menerangkan patofisiologi asites transudasi. Teori-teori itu misalnya underfilling, overfilling, d a n peripheral vasodilatation. Menurut teoriunderfilling asites dimulai dari volume cairan plasma yang menurun akibat hipertensi porta dan hipoalbuminemia. Hipertensi porta akan meningkatkan tekanan hidrostatik venosa ditambah hipoalbuminemia akan menyebabkan transudasi, sehingga volumecairan intravascular menurun. Akibat volume cairan intravascular menurun, ginjal akan bereaksi dengan melakukan reabsorpsi air dan

Upload: ikhwan

Post on 17-Feb-2016

43 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

ASITES

TRANSCRIPT

Page 1: asites

1. Pendahuluan

Asites adalah penimbunan cairan secara abnormal di rongga peritoneum. Asitesdapat disebabkan oleh banyak penyakit. Antara lain sirrosis hepatis, juga merupakan g e j a l a y a n g s e r i n g t e r j a d i p a d a p e n d e r i t a k a n k e r o v a r i u m , g e j a l a i n i j u g a s e r i n g digunakan sebagai tanda diagnostik adanya kemungkinan keganasan pada tumor ovarium(Brahmana Askandar). Pada dasarnya penimbunan cairan di rongga peritoneum dapatterjadi melalui dua mekanisme dasar, yakni transudasi dan eksudasi. Asites yang adahubungannya dengan sirosis hati dan hipertensi porta adalah salah satu contoh penurunancairan di rongga peritoneum yang terjadi melalui mekanisme transudasi. Asites jenis ini paling sering dijumpai di Indonesia. Asites merupakan tanda prognosis yang rawan pada beberapa penyakit. Contohnnya asites pada kanker ovarium merupakan prognosis yang buruk, ditandai dengan perut yang makin membesar karen a rongga berisi cairan, yangl a m a k e l a m a a n a k a n m e n y e b a b k a n p e n e k a n a n p a d a r o n g g a t r a k t u s g a s t r o i n t e s ti n a l s e h i n g g a a k a n ti m b u l k e l u h a n a n o r e k s i a . B a h k a n j i k a c a i r a n m a k i n b e r t a m b a h a k a n m e n e k a n d a e r a h d i a f r a g m a s e h i n g g a a k a n ti m b u l g a n g g u a n p e r n a p a s a n . ( B r a h m a n a Askandar). Asites juga menyebabkan pengelolaan penyakit dasarnya menjadi semakin kompleks. Seperti Infeksi pada cairan asites akan lebih memperberat perjalanan penyakir dasarnya. Oleh karena itu asites harus dikelola dengan baik. (Hirlan)

2. Patofisiologi

Ada beberapa teori yang menerangkan patofisiologi asites transudasi. Teori-teori itu misalnya underfilling, overfilling, d a n peripheral vasodilatation.

Menurut teoriunderfilling asites dimulai dari volume cairan plasma yang menurun akibat hipertensi porta dan hipoalbuminemia. Hipertensi porta akan meningkatkan tekanan hidrostatik v e n o s a d i t a m b a h h i p o a l b u m i n e m i a a k a n m e n y e b a b k a n t r a n s u d a s i , s e h i n g g a v o l u m e cairan intravascular menurun. Akibat volume cairan intravascular menurun, ginjal akan bereaksi dengan melakukan reabsorpsi air dan garam melalui mekanisme neurohormonal.Sindroma hepatorenal terjadi bila penurunan cairan intravaskuler sangat menurun. Teoriini tidak sesuai dengan hasil penelitian selanjutnya yang menunjukkan bahwa pada pasiensirosis hati terjadi vasodilatasi perifer, vasodilatasi splanchnic bed , peningkatan volumec a i r a n i n t r a v a s k u l e r d a n c u r a h j a n t u n g . T e o r i overfilling m e n g a t a k a n b a h w a a s i t e s dimulai dari ekspamsi cairan plasma akibat reabsorpsi air oleh ginjal. Gangguan fungsiitu terjadi akibat peningkatan aktivitas hormone anti-diuretik (ADH) dan penurunanaktivitas hormone natriuretik karena penurunan fungsi hati. Teori

overfilling tidak dapatm e n e r a n g k a n k e l a n j u t a n a s i t e s m e n j a d i s i n d r o m h e p a t o r e n a l . T e o r i i n i j u g a g a g a l menerangkan gangguan neurohormonal yang terjadi pada sirosis hati dan asites. Evolusidari kedua teori itu adalah teori vasodilatas perifer. Menurut teori ini, factor patogenesis p e m b e n t u k a n a s i t e s y a n g a m a t p e n ti n g a d a l a h h i p e r t e n s i p o r t a l y a n g s e r i n g d i s e b u t s e b a g a i f a c t o r l o c a l d a n g a n g g u a n f u n g s i g i n j a l y a n g s e r i n g d i s e b u t f a c t o r s i s t e m i k . ( H i r l a n ) P a d a k a r s i n o m a O v a r i , c a i r a n

Page 2: asites

a s i t e s d i p r o d u k s i o l e h o v a r i u m y a n g a k a n mensekresikan cairan yang dapat bersifat serous atau musin. (Brahmana Askandar)

Akibat vasokonstriksi dan fibrotisasi sinusoid terjadi peningkatan system portal d a n t e r j a d i h i p e r t e n s i p o r t a l . P e n i n g k a t a n r e s i s t e n s i v e n a p o r t a d i i m b a n g i d e n g a n vasodilatasi

splanchnic bed

menyebabkan hipertensi portal menjadi menetap. Hipertensi p o r t a l a k a n m e n i n g k a t k a n t e k a n a n t r a n s u d a s i , t e r u t a m a d i s i n u s o i d d a n s e l a n j u t n y a kapiler usus. Transudat akan terkumpul di rongga peritoneum. Vasodilator endogen yangdicurigai berperan antara lain : glukagon , nitric oxide

( NO),calcitonine gene related peptide (CGRP), endotelin, factor natriuretik atrial (ANF), polipeptida vasoaktif intestinal(VIP), substansi P, prostaglandin, enkefalin, dan

tumor necrosis factor

(TNF).Vasodilatasi endogen pada saatnya akan mempengaruhi sirkulasi arterial sistemik;terdapat peningkatan vasodilatasi perifer sehingga terjadi proses

underfilling

relative.Tubuh akan bereaksi dengan meningkatkan aktivitas system saraf simpatik, sisten rennin-angiotensin-aldosteron dan arginin vasopressin. Akibat selanjutnya adalah peningkatanreabsorpsi air dan garam oleh ginjal dan peningkatan indeks jantung.

Asites dapat dikendalikan dengan terapi konservatif yang terdiri atas :

istirahat

d i e t r e n d a h g a r a m : u n t u k a s i t e s r i n g a n d i c o b a d u l u d e n g a n i s ti r a h a t d a n d i e t rendah garam dan penderita dapat berobat jalan dan apabila gagal maka penderitaharus dirawat.

Diuretik Pemberian diuretic hanya bagi penderita yang telah menjalani diet rendah garamdan pembatasan cairan namun penurunan berat badannya kurang dari 1 kg setelah 4h a r i . M e n g i n g a t s a l a h s a t u k o m p l i k a s i a k i b a t p e m b e r i a n d i u r e ti c a d a l a h hipokalemia dan hal ini dapat mencetuskan encepalophaty hepatic, maka pilihan

Page 3: asites

utama diuretic adalah spironolacton, dan dimulai dengan dosis rendah, serta dapatd i n a i k k a n d o s i s n y a b e r t a h a p t i a p 3 - 4 h a r i , a p a b i l a d e n g a n d o s i s m a k s i m a l diuresisnya belum tercapai maka dapat kita kombinasikan dengan furosemid.Sebagian kecil penderita asites tidak berhasil dengan pengobatan konservatif. Padakeadaan demikian pilihan kita adalah parasintesis. Mengenai parasintesis cairan asitesdapat dilakukan 5 10 liter / hari, dengan catatan harus dilakukan infus albumin sebanyak 6 – 8 gr/l cairan asites yang dikeluarkan. Ternyata parasintesa dapat menurunkan masaopname pasien. Prosedur ini tidak dianjurkan pada Child’s C, Protrombin < 40%, serum bilirubin > dari 10 mg/dl, trombosit < 40.000/mm 3, creatinin > 3 mg/dl dan natrium urin< 10 mmol/24 jam. (Sri Maryani Sutadi)Peritonitis Bakterial Spontan (PBS) adalah komplikasi serius pada pasien sirosisdengan asites. PBS didefinisikan sebagai infeksi cairan asites tanpa dapat ditemukan pen yeb ab da r i i n t r aa bdomin a l yang dap a t d i t e r ap i s ec a r a bedah . D i s ebu t PBS b i l adidapatkan peningkatan sel polimorfonuklear PMN melebihi 250/mm dengan atau tanpa bakteriemia yang diisolasi dari dalam cairan asites. Perkembangan penyakit PBS padasirosis hati dipengaruhi oleh respon imun cairan asites, yang tergantung pada mekanisme pertahanan dalam rongga peritoneal yaitu opsonisasi dan bakterisidal cairan asites yangsangat ditentukan oleh kadar protein cairan asites.( Anak Agung Ayu Yuli Gayatri, IDewa Nyoman Wibawa)Asites pada kanker ovarium merupakan prognosis yang buruk, ditandai dengan pe ru t ya ng mak i n membe sa r ka r en a rongga be r i s i c a i r an , ya ng l ama ke l a maa n aka nmen yebabka n pene kan an pada rongga t r a k tu s ga s t ro in t e s t i na l se h ingga a kan t i mbu l keluhan anoreksia. Bahkan jika cairan makin bertambah akan menekan daerah diafragmase h ingga a kan t im bu l ganggua n pe r napa sa n . P ada ka r s in oma O va r i , c a i r an a s i t e s diproduksi oleh ovarium yang akan mensekresikan cairan yang dapat bersifat serous ataumusin. (Brahmana Askandar)