analisis efektivitas pengendalian intern pada sistem · analisis efektivitas pengendalian intern...

Download ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM · ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM PEMBERIAN KREDIT Studi Kasus pada PD. ... F. Pengujian Kepatuhan dengan

If you can't read please download the document

Post on 02-Mar-2019

223 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM

PEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus pada PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Sleman

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Brigita Eva Puspita Cahyani

NIM: 122114003

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2016

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

i

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM

PEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus pada PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Sleman

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Brigita Eva Puspita Cahyani

NIM: 122114003

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2016

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skripsi

ANALISIS EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEMPEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus pada PD BPR Bank Sleman

Oleh:

Brigita Eva Puspita Cahyani

NIM: 122114003

Telah Disetujui oleh:

Pembimbing

Dr. FA. Joko Siswanto, M.M.; Ale., QIA., CA.

11

Tanggal: 22 Juni 2016

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skripsi

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEMPEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus Pada PD BPR Bank Sleman

Dipersiapkan d~ ditulis oleh:Brigita Eva Puspita Cahyani

NIM: 122114003

Telah dipertahankan di depan Dewan PengujiPada Tanggal 20 Juli 2016

dan dinyatakan memenuhi syarat

Susunan Dewan Penguji

Tanda Tangan

~J

...~.

Nama Lengkap

Dr. Fr. Reni Retno Anggraini, M.Si., Ak., c.A.

Dr. FA. Joko Siswanto, M.M., Ak., QIA., C.A.

Dr. Fr. Reni Retno Anggraini, M.Si., Ak., C.A~Ilsa Haruti Suryandari, S.E., S.I.P., M.Sc., Ak.,C.A~..

Lisia Apriani, S.E., M.Si., Ak., QIA., C.A.

Anggota

Anggota

Anggota

Ketua

Sekretaris

Albertus Yudi Y 'arto, S.E., M.B.A.

111

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada

pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka ia akan

meluruskan jalanmu.

(Amsal 3: 5 6)

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah

dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa

dan permohonan dengan ucap syukur.

(Filipi 4: 6)

Skripsi ini kupersembahkan untuk

Bapakku Silverius Bambang dan Ibuku Indrasti

Kakakku dan semua keluargaku

Serta teman-temanku yang tercinta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

~~

UNIVERSITAS SANATA DHARMAFAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI - PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSIYang bertanda tangan di bawOO ini, saya menyatakan bOOwa Skripsi dengan judul:

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEMPEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus pada PD BPR Bank Sleman

Dan dimajukan untuk diuji pada tangga120 Juli 2016 adalOO hasil karya saya.

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bOOwa dalam skripsi initerdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan caramenyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkangagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku soolOO-olOOsebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisanyang saya salin, tiro, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikanpengakuan pada penulis aslinya.

Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, denganini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiriini. Bila kemudian terbukti bOOwa saya temyata melakukan tindakan menyalin ataumeniru tulisan orang lain seolOO-olOO hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar danijasOO yang telOO diberikan oleh universitas batal saya terima.

Yogyakarta, 31 Agustus 2016Yang membuat pemyataan,

Brigita Eva Puspita COOyani

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBARPERNYATAANPERSETUJUANPUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Brigita Eva Puspita Cahyani

Nomor Mahasiswa : 122114003

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada PerpustakaanUniversitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEMPEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus pada PD BPR Bank Sleman

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikankepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkandalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lainuntuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikanroyalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenamya.

Yogyakarta, 31 Agustus 2016

Yang menyatakan,

Brigita Eva Puspita Cahyani

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan

skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma.

Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan

arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang

tak terhingga kepada:

1. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata

Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan

kepribadian penulis.

2. Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A. selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk menimba

ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma kepada penulis.

3. Drs. YP. Supardiyono. M.Si. Akt., QIA selaku Kepala Program Studi Akuntansi

Universitas Sanata Dharma.

4. Dr. FA. Joko Siswanto, M.M., Ak., QIA., CA. selaku Dosen Pembimbing yang

telah membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Muhammad Sigit, S.E., M.Si. selaku Direktur Utama di PD BPR Bank Sleman

yang telah berkenan memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian di PD

BPR Bank Sleman.

6. Mbak Tya, Mbak Putri, dan seluruh pihak-pihak PD BPR Bank Sleman yang

telah membantu memberikan data yang diperlukan untuk keperluan penelitian.

7. Kedua orangtua, Mas Albert, dan keluarga besar tercinta atas doa, dukungan dan

bantuannya untuk menyelesaikan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8. Serly, Mayang, AleJo, Cicil, Thomas, Valen, dan Chyntia yang selalu memberikan

bantuan dan dukungan untuk saya saat menyelesaikan skripsi ini.

9. Ternan-ternan sekelas MPAT Pak Joko dan ternan-ternan akuntansi angkatan

2012, terimakasih atas kebersamaan yang telah dilalui bersama selama ini dan

selalu memberikan semangat penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini dengan baik.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna dan

masih banyak kekurangan serta kelemahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan

saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun guna penyempurnaan skripsi

ini. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang

telah membacanya.

Yogyakarta, 31 Agustus 2016

Brigita Eva Puspita Cahyani

viii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL. i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.... ii

HALAMAN PENGESAHAN iii

HALAMAN PERSEMBAHAN iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS... v

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS. vi

HALAMAN KATA PENGANTAR.. vii

HALAMAN DAFTAR ISI ix

HALAMAN DAFTAR TABEL xi

HALAMAN DAFTAR GAMBAR... xii

ABSTRAK. xiii

ABSTRACT... xiv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah 4 C. Tujuan Penelitian.. 4 D. Manfaat Penelitian 5 E. Sistematika Penulisan 5

BAB II LANDASAN TEORI

A. Bank 1. Pengertian Bank.. 7 2. Jenis Bank... 7 3. Fungsi Bank 8

B. Bank Perkreditan Rakyat 1. Pengertian Bank Perkreditan Rakyat.. 9 2. Fungsi Bank Pekreditan Rakyat. 9 3. Bentuk Hukum... 10 4. Kegiatan Bank Pekreditan Rakyat. 10

C. Kredit 1. Pengertian Kredit 12 2. Tujuan Kredit. 13 3. Unsur-Unsur Kredit. 13 4. Fungsi Kredit... 15 5. Jenis-Jenis Kredit 17 6. Prosedur Pemberian Kredit. 21 7. Prinsip Pemberian Kredit. 24

D. Sistem 1. Pengertian Sistem. 28 2. Pengertian Sistem Akuntansi 28 3. Pengertian Sistem Pemberian Kredit 28

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

x

E. Pengendalian Intern 1. Pengertian Pengendalian Intern 33 2. Komponen Pengendalian Intern..... .. 33

F. Pengujian Kepatuhan dengan Attribute Sampling 1. Pengertian Attribute Sampling 43 2. Model Attribute Sampling... 43

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian.. 47 B. Subjek dan Objek Penelitian. 47 C. Tempat dan Waktu Penelitian 48 D. Data yang Dibutuhkan 48 E. Teknik Pengumpulan Data. 48 F. Teknik Analisis Data.. 49

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah PD BPR Bank Sleman. 57 B. Lokasi PD BPR Bank Sleman.. 58 C. Visi dan Misi 59 D. Struktur Organisasi.. 61 E. Uraian Tugas.... 62 F. Produk-produk PD BPR Bank Sleman 65

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman 1. Prosedur pemberian kredit pada BPR Bank Sleman. 71 2. Dokumen-dokumen dalam pemberian kredit 83

B. Analisis Pengendalian Intern dalam Pemberian Kredit 1. Lingkungan Pengendalian. 86 2. Penaksiran Risiko.. 94 3. Informasi dan komunikasi. 97 4. Aktivitas Pengendalian.. 98 5. Pemantauan 102

C. Uji Kepatuhan Sampling. 105 BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan 112 B. Keterbatasan Penelitian. 112 C. Saran...... 113

DAFTAR PUSTAKA..... 114

LAMPIRAN 116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Besarnya Minimum untuk Pengujian Kepatuhan. 51

Tabel 3.2 Stop-or-Go Decision. 53

Tabel 3.3 Attribute Sampling Table for Determining Stop-or-Go Sampling

Sizes dan Upper Precision Limit Population Occurrence Rate

Based on Sample Results. 53

Tabel 5.1 Hasil Analisis Pengendalian Intern menurut COSO.. 86

Tabel 5.2 Hasil Analisis Kepatuhan Efektivitas Pengendalain Intern

Terhadap Sistem Pemberian Kredit. 107

Tabel 5.3 Attribute Sampling Table for Determining Stop-or-Go Sampling

Sizes dan Upper Precision Limit Population Occurrence Rate

Based on Sample Results. 110

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 4.1 Bagan Struktur Organisasi PD BPR Bank Sleman... 61

Gambar 5.1 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Customer Service. 76

Gambar 5.2 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Account Officer dan Appraisal. 77

Gambar 5.3 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Kredit... 78

Gambar 5.4 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Administrasi Kredit dan Direksi.. 79

Gambar 5.5 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Administrasi Kredit dan Direksi.. 80

Gambar 5.6 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Teller dan Pembukuan. 81

Gambar 5.7 Bagan Alir Sistem Pemberian Kredit PD BPR Bank Sleman

yang dilakukan oleh Bagian Administrasi Kredit. 82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiii

ABSTRAK

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA

SISTEM PEMBERIAN KREDIT

Studi Kasus di PD BPR Bank Sleman

Brigita Eva Puspita Cahyani

NIM: 122114003

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2016

Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah pengendalian

intern terhadap sistem pemberian kredit di PD. BPR Bank Sleman sudah sesuai

dengan unsur pengendalian intern menurut COSO, (2) untuk mengetahui efektivitas

pengendalian intern terhadap sistem pemberian kredit yang ditetapkan oleh PD. BPR

Bank Sleman.

Jenis penelitian ini adalah studi kasus di PD. BPR Bank Sleman. Teknik

pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik

analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan pengujian

kepatuhan dengan metode stop-or-go sampling.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengendalian internal pada

sistem pemberian kredit yang diterapkan oleh PD. BPR Bank Sleman belum

sepenuhnya memenuhi lima komponen pengendalian intern menurut COSO,

komponen yang belum sesuai adalah Lingkungan Pengendalian dan pengendalian

intern pada sistem pemberian kredit di PD. BPR Bank Sleman sudah efektif.

Kata kunci: pengendalian intern, efektivitas pengendalian interm, sistem pemberian

kredit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiv

ABSTRACT

THE EFFECTIVENESS ANALYSIS OF CREDIT SYSTEM

INTERNAL CONTROL

A Case Study at PD BPR Bank Sleman

Brigita Eva Puspita Cahyani

NIM: 122114003

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2016

The purpose of this research are: (1) to determine whether internal control of

credit system at PD. BPR Bank Sleman is in conformity of COSO elements of

internal control, (2) to assess the effectiveness of internal control of credit system

established by the PD. BPR Bank Sleman.

This research is a case study at PD. BPR Bank Sleman. Data was collected

through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used

are descriptive analysis and compliance testing by stop-or-go sampling.

The results showed that the credit system applied by PD. BPR Bank Sleman

was not in accordance with the COSO elements of internal control on control

environment. Further result showed that the internal control credit system at PD. BPR

Bank Sleman had been effective.

Keywords: internal control, internal control effectiveness, credit system

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bank mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian di

Indonesia untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keuangan. Bank

merupakan suatu lembaga perantara keuangan yang memberikan jasa-jasa

keuangan baik berupa tabungan maupun pinjaman. Menurut Undang-Undang No.

10 Tahun 1998 tentang Perbankan, pengertian bank adalah badan usaha yang

menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya

kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam

rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dalam Undang Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan bahwa bank

ada dua jenis bank yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank secara

umum memiliki kegiatan pokok antara lain meghimpun dana dari masyarakat

dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, tabungan, dan atau

bentuk lainnya, memberikan kredit, menerbitkan surat pengakuan utang,

menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. Bank

Perkreditan Rakyat memiliki kegiatan yang jauh lebih sempit dibandingkan

dengan kegiatan bank umum karena Bank Perkreditan Rakyat memiliki kegiatan

usaha antara lain memberikan kredit, menempatkan dananya dalam bentuk

Sertifikat Bank Indoensia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2

tabungan pada bank lain. Selain itu, Bank Perkreditan Rakyat juga melakukan

kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa

deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan

itu.

Kredit berasal dari bahasa Italia, yaitu credare yang berarti kepercayaan.

Makna dari kata kredit menunjukkan kegiatan pemberian kredit didasari oleh

kepercayaan. Kepercayaan ini berarti bahwa pihak yang memberikan pinjaman

(kreditor) percaya bahwa penerima pinjaman (debitur) akan mengembalikan

pinjaman beserta bunganya sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak.

Bank memberikan kreditnya berdasarkan kepercayaan kepada debitur,

walaupun pemberian kredit didasarkan pada kepercayaan, penilaian atas

kepercayaan juga harus didasari oleh kriteria penilaian kredit yang harus

dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar

menguntungkan dilakukan dengan mengunakan analisis 5C dan 7P. Kredit

dengan penilaian 5C berisi penilaian tentang character, capacity, capital,

condition, dan collateral, sedangkan penilaian kredit dengan analisis 7P berisi

penilaian tentang personality, party, purpose, prospect, payment, profitability,

dan protection. Penilaian kredit tersebut berguna untuk meminimalisasi risiko

kredit pada debitur seperti kredit macet.

Pemberian kredit merupakan kegiatan yang mengandung risiko yang dapat

berpengaruh pada kesehatan dan kelangsungan usaha perusahaan sehingga

membutuhkan pengendalian. Untuk mendukung terciptanya pemberian kredit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3

yang sehat, bank harus benar-benar memperhatikan pengendalian intern sudah

dipatuhi selama proses pemberian kredit. Hal ini dilakukan untuk mencegah

terjadinya resiko kredit yang telah diberikan kepada debitur mengalami

kemacetan. Jika kredit bermasalah ini tidak ditangani dengan baik maka kredit

bermasalah ini dapat menganggu kelancaran usaha bank yang tentunya dapat

menimbulkan krisis kepercayaan dari masyarakat. Oleh karena itu, sistem

pemberian kredit yang diterapkan oleh pihak bank akan lebih efektif apabila di

dalam bank tersebut terdapat pengendalian intern yang kuat sebagai dasar

kegiatan operasional bank yang sehat dan aman dalam manajemen bank.

Pengertian pengendalian intern menurut AICPA (American Institute of

Certified Public Accountants) meliputi struktur organisasi, semua metode dan

ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk

melindungi harta kekayaan, memeriksa ketelitian, dan seberapa jauh data

akuntansi dapat dipercaya meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong

ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah diterapkan.Tujuan pengendalian intern

adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan

tujuan yaitu: (1) keandalan informasi keuangan, (2) kepatuhan terhadap hukum

dan peraturan yang berlaku, (3) efektifitas dan efisiensi operasi.

Bank perlu melakukan tinjauan serta melaksanakan pengendalian intern

kredit yang mencakup semua aspek dalam pemberian kredit yang akan

mempengaruhi kelangsungan hidup bank sehingga dapat dipastikan bahwa

pemberian kredit yang dilakukan oleh bank sesuai dengan aturan yang berlaku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk

melakukan penelitian tentang Analisis Efektivitas Pengendalian Intern pada

Sistem Pemberian Kredit (Studi Kasus pada PD BPR Bank Sleman).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dirumuskan

masalah:

1. Apakah pengendalian intern sistem pemberian kredit yang terdapat pada PD

BPR Bank Sleman sesuai dengan unsur pengendalian intern menurut COSO?

2. Apakah pengendalian intern pada sistem pemberian kredit yang ditetapkan di

PD BPR Bank Sleman efektif?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah pengendalian intern terhadap sistem pemberian

kredit di PD BPR Bank Sleman sudah sesuai dengan unsur pengendalian

intern menurut COSO.

2. Untuk mengetahui efektivitas pengendalian intern pada sistem pemberian

kredit yang ditetapkan oleh PD BPR Bank Sleman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi PD BPR Bank Sleman

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi yang berguna

untuk pihak bank tentang sistem pemberian kredit dan sebagai penilaian

atau perbaikan mengenai efektivitas pengendalian intern pada sistem

pemberian kredit.

2. Bagi Penulis

Penelitan ini merupakan kesempatan untuk menambah wawasan dan

mengembangkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke

dalam praktik mengenai pengendalian intern pada sistem pemberian kredit

yang diterapkan di Bank Perkreditan Rakyat.

3. Bagi Universitas Sanata Dharma

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi mengenai

pengendalian intern yang ada dalam perbankan dan penelitian ini

diharapkan dapat menjadi tambahan referensi pustaka di perpustakaan

E. Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang

masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6

BAB II Landasan Teori

Dalam bab ini diuraikan tentang teori-teori yang mendukung

hasil pustaka.

BAB III Metode Penelitian

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai jenis penelitian, subjek

dan objek penelitian, tempat dan waktu penelitian, data yang

dibutuhkan, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV Gambaran Umum Perusahaan

Dalam bab ini akan diuraikan tentang sejarah berdirinya Bank

Perkreditan Rakyat Bank Sleman, struktur organisasi dan

uraian tugas, aktivitas personalia dan personalia.

BAB V Analisis Data dan Pembahasan

Dalam bab ini akan menguraikan tentang hasil penelitian,

analisis data berdasarkan metode yang digunakan serta

pembahasannya.

BAB IV Penutup

Bab ini merupakan penutup dari penulisan yang menguraikan

kesimpulan dari analisis data, keterbatasan penelitian serta

saran yang kiranya dapat membangun penelitian yang lebih

baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Bank

1. Pengertian Bank

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 yang

merupakan perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang

perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang

menghimpun dana dan masyarakat dalam bentuk simpanan dan

menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam

rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

Menurut Kuncoro (2002: 68), pengertian bank adalah lembaga

keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan

kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan

jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

2. Jenis Bank

Menurut Undang-Undang No 10 tahun 1998 tentang Perbankan,

terdapat dua jenis bank di Indonesia, yaitu:

a. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam

kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8

umum memiliki bentuk hukum yaitu: perseroan terbatas (PT),

koperasi, atau perusahaan daerah (PD).

b. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan

usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang

dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas

pembayaran.

3. Fungsi Bank

Secara umum, fungsi utama bank adalah menghimpun dana dari

masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagai

tujuan atau sebagai financial intermediary. Menurut Budisantoso (2006: 9)

fungsi bank secara lebih spesifik dapat dibedakan menjadi:

a. Agent of trust

Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik

dalam hal menghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat

mau menitipkan dananya di bank apabila dilandasi adanya unsur

kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan

disalahgunakan oleh bank, uangnya akan dikelola dengan baik, bank

tidak akan bangkrut , dan pada saat yang telah dijanjikan simpanan

tersebut dapat ditarik kembali dari bank.

b. Agent of Development

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9

Kegiatan perekonomian masyarakat di sektor moneter dan di sektor

riil tidak dapat dipisahkan. Kedua sektor tersebut selalu berinteraksi

dan saling mempengaruhi. Sektor riil tidak akan dapat berkinerja

dengan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik.

Kegiatan bank berupa penghimpunan dan penyaluran dana sangat

diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil.

c. Agent of Service

Jasa ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan

perekonomian secara luas. Jasa ini antara lain dapat berupa jasa

pengiriman uang, penitipan barang berharga, pemberian jaminan

bank, dan penyelesaian tagihan.

B. Bank Perkreditan Rakyat

1. Pengertian Bank Perkreditan Rakyat

Menurut pasal 1 butir 4 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998

tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang

perbankan, Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan

kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang

dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. Fungsi Bank Perkreditan Rakyat

Menurut Manurung dan Rahardja (2004), fungsi BPR antara lain:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

a. Memberi pelayanan perbankan kepada masyarakat yang sulit atau

tidak memiliki akses ke bank umum

b. Membantu pemerintah mendidik masyarakat dalam memahami

pola nasional agar ekselarasi pembangunan di sektor pedesaan

dapat lebih dipercepat

c. Menciptakan pemerataan kesempatan berusaha terutama bagi

masyarakat pedesaan

d. Mendidik dan mempercepat pemahaman masyarakat terhadap

pemanfaatan lembaga keuangan formal sehingga terhindar dari

jeratan rentenir

3. Bentuk Hukum

Bentuk hukum suatu Bank Perkreditan Rakyat menurut Undang-

Undang No. 10 Tahun 1998 pasal 21 tentang Perbankan, dapat berupa

salah satu dari:

a. Perusahaan Daerah (PD);

b. Koperasi;

c. Perseroan Terbatas (PT);

d. Bentuk lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

4. Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat

Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan

bank umum karena BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

valas, dan perasuransian. Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun

1998 tentang Perbankan, Bank Perkreditan Rakyat memiliki kegiatan

usaha yang dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

a. Usaha yang diperkenankan Bank Perkreditan Rakyat meliputi:

1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan

berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya

yang dipersamakan dengan itu.

2) Memberikan kredit.

3) Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan

Prinsip Syariah. sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh

Bank Indonesia.

4) Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank

Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito,

dan/atau tabungan pada bank lain.

b. Usaha yang dilarang dilakukan Bank Perkreditan Rakyat meliputi:

1) Menerima simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu

lintas pembayaran.

2) Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing

3) Melakukan penyertaan modal

4) Melakukan usaha perasuransian

5) Melakukan usaha lain di luar kegiatan yang ditetapkan di atas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

C. Kredit

1. Pengertian Kredit

Istilah Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu credere yang berarti

kepercayaan (truth atau faith). Oleh karena itu, dasar dari kredit adalah

kepercayaan yang memiliki arti yaitu seseorang atau suatu badan yang

memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerima kredit (debitur) di

masa mendatang akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai

dengan perjanjian kedua belah pihak yang telah dijanjikan.

Menurut Undang-Undang RI No. 10 tahun 1998 tentang perbankan,

pengertian kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat

dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan

pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak

peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan

pemberian bunga.

Menurut Suyatno (2007: 13), pengertian kredit adalah hak untuk

menerima pembayaran atau kewajiban untuk melakukan pembayaran pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

waktu diminta, atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan

barang-barang sekarang.

2. Tujuan Kredit

Menurut Kasmir (2004: 15), tujuan utama pemberian suatu kredit adalah:

a. Mencari keuntungan

Kredit bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit

tersebut. Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang

diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya adminitrasi kredit

yang dibebankan kepada nasabah.

b. Membantu usaha nasabah

Kredit bertujuan untuk membantu usaha nasabah yang

memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal

kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat

mengembangkan dan memperluaskan usahanya.

c. Membantu pemerintah

Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh

pihak perbankan, maka semakin baik yang berarti adanya

peningkatan pembangunan di berbagai sektor. Keuntungan bagi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

pemerintah dengan menyebarnya pemberian kredit adalah

membuka kesempatan kerja, meningkatkan jumlah barang dan

jasa, meningkatkan devisa negara, dan penerimaan pajak.

3. Unsur-Unsur Kredit

Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas

kepercayaan, sehingga pemberian kredit merupakan pemberian

kepercayaan. Unsur-unsur yang terdapat dalam pemberian suatu fasilitas

kredit menurut Kasmir (2004: 94) adalah:

a. Kepercayaan

Suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan

(berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali

dimasa tertentu dimasa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh

bank, di mana sebelumnya sudah dilakukan penelitian

penyelidikan tentang nasabah baik secara intern maupun dari

ekstern. Penelitian dan penyelidikan tentang kondisi masa lalu dan

sekarang terhadap nasabah pemohon kredit.

b. Kesepakatan

Selain ada unsur kepercayaan, kredit juga mengandung unsur

kesepakatan antara pemberi kredit dengan penerima kredit.

Kesepakatan ini dituangkan dalam satu perjanjian dimana masing-

masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing-masing.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

c. Jangka waktu

Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu,

jangka waktu ini mencakup masa penngembalian kredit yang telah

disepakati. Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek,

jangka menengah atau jangka panjang.

d. Resiko

Adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan

suatu resiko tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semakin

panjang suatu kredit semakin besar resikonya demikian pula

sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan bank, baik resiko yang

disengaja oleh nasabah yang lalaim maupun oleh resiko yang tidak

disengaja. Misalnya terjadi bencana alam atau bangkrutnya usaha

nasabah tanpa ada unsur kesengajaan lainnya.

e. Balas jasa

Balas jasa merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau

jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam

bentuk bunga dan biaya administrasi kredit ini merupakan

keuntungan bank.

4. Fungsi Kredit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

Suatu fasilitas kredit juga memiliki fungsi secara luas menurut

Abdullah dan Tantri (2012: 168) di antaranya adalah:

a. Meningkatkan daya guna uang

Jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu

yang lebih berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut

menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh

penerima kredit.

b. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang

Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar

dari suatu wilayah ke wilayah lainnya sehingga suatu daerah yang

kekurangan uang dengan memperoleh kredit, maka daerah tersebut

akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.

c. Meningkatkan daya guna dan peredaran barang

Kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh

penerima kredit (debitur) untuk mengolah barang yang tidak

berguna menjadi berguna/bermanfaat. Kredit dapat menambah

atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah

lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wilayah ke

wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan

jumlah barang yang beredar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

d. Sebagai alat stabilitas ekonomi

Kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang

diperlukan oleh masyarakat. Selain itu, kredit ini membantu dalam

ekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga dapat

meningkatkan devisa negara.

e. Meningkatkan semangat usaha

Setiap orang yang memiliki usaha ingin selalu meningkatkan

usaha, namun ada kalanya dibatasi oleh kemampuan di bidang

permodalan. Bantuan kredit yang diberikan oleh bank akan dapat

mengatasi kekurangmampuan para pengusaha, sehingga para

pengusaha akan dapat meningkatkan usahanya.

f. Meningkatkan pemerataan pendapatan

Dengan bantuan kredit dari bank, para pengusaha dapat

memperluas usahanya dan mendirikan proyek-proyek baru.

Peningkatan usaha dan pendirian proyek baru akan membutuhkan

tenaga kerja untuk melaksanakan proyek tersebut, sehingga dapat

mengurangi pengangguran. Setelah pendirian usaha dan proyek-

proyek tersebut selesai, pengusaha membutuhkan tenaga kerja, dan

pemerataan pendapatan bagi masyarakat akan meningkat.

g. Meningkatkan hubungan internasional

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

Pinjaman internasional akan dapat meningkatkan kerja sama

internasional yang lebih baik di berbagai sektor, sehingga dalam

jangka panjang akan menciptakan perdamaian antarbangsa.

5. Jenis-Jenis Kredit

Menurut Abdullah dan Tantri (2012: 169) kredit yang diberikan bank

umum dan bank perkreditan rakyat untuk masyarakat terdiri dari berbagai

jenis, secara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat dari berbagai segi yaitu:

a. Segi Kegunaan

1) Kredit investasi, digunakan untuk keperluan perluasan usaha

atau membangun proyek/ pabrik baru atau untuk keperluan

rehabilitasi. Contoh kredit investasi misalnya untuk

membangun pabrik atau membeli mesin-mesin yang

pemakaiannya untuk satu periode yang relatif lebih lama.

2) Kredit modal kerja, digunakan untuk keperluan meningkatkan

produksi dalam operasionalnya. Sebagai contoh kredit modal

kerja yang diberikan untuk membeli bahan baku, membayar

gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan

proses produksi perusahaan.

b. Segi Tujuan Kredit

1) Kredit produktif, yaitu kredit yang digunakan untuk

peningkatan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa. Sebagai contoh

kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan

menghasilkan barang, kredit, pertanian akan menghasilkan

produk pertanian atau kredit pertambangan menghasilkan

bahan tambang atau kredit industri lainnya.

2) Kredit konsumtif, yaitu kredit yang digunakan untuk

dikonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada

pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena

digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.

Sebagai contoh kredit perumahan, kredit mobil pribadi, kredit

peralatan rumah tangga dan kredit konsumtif lainnya.

3) Kredit perdagangan, yaitu kredit yang digunakan untuk

perdagangan biasanya untuk membeli barang dagangan yang

pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang

dagangan tersebut. Kredit ini sering diberikan kepada supplier

atau agen-agen perdagangan yang akan membeli barang dalam

jumlah besar. Contoh kredit ini misalnya kredit ekspor impor.

c. Segi Jangka Waktu

1) Kredit jangka pendek merupakan kredit yang memiliki jangka

waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan

biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. Contohnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

peternakan misalnya kredit peternakan ayam atau pertanian

misalnya tanaman padi atau palawija.

2) Kredit jangka menengah merupakan kredit yang memiliki

jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan

3 tahun, biasanya untuk investasi. Sebagai contoh kredit untuk

pertanian tanaman buah-buahan.

3) Kredit jangka panjang merupakan kredit yang masa

pengembaliannya paling panjang. Kredit jangka panjang waktu

pengembaliannya di atas 3 tahun atau 5 tahun. Biasanya kredit

ini untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan karet,

kelapa sawit, atau manufaktur dan untuk kredit konsumtif

seperti kredit perumahan.

d. Segi Jaminan

1) Kredit dengan jaminan yaitu kredit yang diberikan dengan

suatu jaminan. Jaminan tersebut dapat berbentuk barang

berwujud atau bukan berwujud atau jaminan orang. Artinya

setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan

yang diberikan calon debitur.

2) Kredit tanpa jaminan merupakan kredit yang diberikan tanpa

jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

dengan melihat prospek usaha dan karakter serta loyalitas atau

nama baik calon debitur selama ini.

e. Segi Sektor Usaha

1) Kredit pertanian merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor

perkebunan atau pertanian rakyat. Sektor usaha pertanian dapat

berupa jangka pendek atau jangka panjang.

2) Kredit peternakan merupakan kredit yang digunakan untuk

jangka pendek, misalnya peternakan ayam dan jangka panjang

kambing/sapi.

3) Kredit industri yaitu kredit untuk membiayai industry kecil,

menengah, atau besar.

4) Kredit pertambangan yaitu jenis usaha tambang yang dibiayai

biasanya dalam jangka panjang seperti tambang emas, minyak

atau timah.

5) Kredit pendidikan merupakan kredit yang diberikan untuk

membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula

berupa kredit untuk para mahasiswa.

6) Kredit profesi diberikan kepada para professional seperti

dosen, dokter atau pengacara.

7) Kredit perumahan yaitu kredit untuk membiayai pembangunan

atau pembelian perumahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

6. Prosedur Pemberian Kredit

Menurut Mulyadi (2008: 6), pengertian prosedur adalah suatu urutan

kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu

departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara

seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

Prosedur pemberian dan penilaian kredit oleh dunia perbankan secara

umum antar bank yang satu dengan bank yang lain tidak jauh berbeda.

Perbedaan mungkin hanya terletak dari prosedur dan persyaratannya yang

di tetapkannya dengan pertimbangan masing-masing. Prosedur pemberian

kredit secara umum dapat dibedakan antara pinjaman perseorangan

dengan pinjaman oleh suatu badan hukum, kemudian dapat pula ditinjau

dari segi tujuannya apakah untuk konsumtif atau produktif. Menurut

Suyatno (1995: 69), prosedur umum pemberian kredit adalah sebagai

berikut:

a. Permohonan Kredit

Permohonan kredit ini diartikan sebagai permohonan baru untuk

mendapat suatu jenis fasilitas kredit. Berkas-berkas permohonan

kredit terdiri dari:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

1) Surat-surat permohonan kredit yang ditandatangani secara

lengkap dan sah.

2) Daftar isian yang disediakan oleh bank yang secara sebenarnya

dan lengkap diisi oleh nasabah.

3) Daftar lampiran lainnya yang diperlukan menurut jenis fasilitas

kredit.

b. Penyidikan dan Analisis Kredit

1) Penyidikan Kredit

Penyidikan (investigasi) kredit adalah pekerjaan yang meliputi

wawancara dengan debitur, pengumpulan data yang

berhubungan dengan permohonan kredit yang diajukan

nasabah (data intern bank maupun data ekstern), pemeriksaan

atau penyidikan atas kebenaran dan kewajiban mengenai hal-

hal yang dikemukakan nasabah, penyusunan laporan mengenai

hasil penyidikan yang telah dilaksanakan.

2) Analisis Kredit

Analisis kredit adalah pekerjaan yang meliputi mempersiapkan

pekerjaan-pekerjaan penguraian dari segala aspek, baik

keuangan maupun nonkeuangan untuk mengetahui

kemungkinan dapat atau tidak dapat dipertimbangkan suatu

permohonan kredit.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

c. Keputusan atas Permohonan Kredit

Keputusan atas permohonan kredit adalah setiap tindakan

pejabat yang berdasarkan wewenangnya berhak mengambil

keputusan berupa menolak, menyetujui, dan atau mengusulkan

permohonan kredit kepada pejabat yang lebih tinggi.

Bahan pertimbangan pengambilan keputusan kredit

berdasarkan laporan pemeriksaan dan analisis kredit. Wewenang

untuk mengambil keputusan ini diberikan oleh pejabat-pejabat

yang memiliki kewenang antara lain kepala bagian kredit memiliki

wewenang untuk permohonan jumlah kredit yang telah ditentukan,

direksi atau kantor pusat memiliki wewenang memberikan

keputusan permohonan fasilitas kredit yang diusulkan oleh bagian

kredit setelah mengadakan penilaian permohonan kredit.

Keputusan kredit yang dapat diberikan berupa:

1) Keputusan penolakan permohanan kredit

Penolakan kredit dilakukan oleh pihak bank apabila dokumen

permohonan kredit yang diajukan calon debitur secara teknis

dianggap tidak memenuhi persyaratan bank.

2) Keputusan persetujuan permohonan kredit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

Persetujuan kredit adalah keputusan bank untuk mengabulkan

sebagian atau seluruh permohonan kredit dari calon debitur.

d. Pencairan Fasilitas Kredit

Pencairan fasilitas kredit adalah setiap transaksi dengan

menggunakan kredit yang telah disetujui oleh pihak bank.

Pencairan kredit ini berupa pembayaran dan/atau pemindahbukuan

atas beban rekening pinjaman atau fasilitas lainnya.

e. Pelunasan Fasilitas Kredit

Pelunasan kredit adalah dipenuhinya semua kewajiban nasabah

terhadap bank yang berakibat terhapusnya ikatan perjanjian kredit.

7. Prinsip-prinsip Pemberian Kredit

Menurut Kasmir (2004: 104), suatu fasilitas kredit sebelum diberikan

kepada pihak debitur, bank harus merasa yakin bahwa kredit yang

diberikan benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari

hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan. Penilaian kredit

oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai acara untuk mendapatkan

keyakinan tentang nasabahnya, seperti melalui prosedur penilaian yang

benar.

Pada umumnya kriteria penilaian yang harus dilakukan oleh bank

untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan

dengan menggunakan prinsip pemberian kredit analisis 5C dan 7P.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

a. Analisis kredit dengan 5C dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Character

Suatu keyakinan bahwa sifat atau watak dari orang-orang yang

akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya, hal ini

tercemin dari latar belakang si nasabah baik yang bersifat latar

belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti: cara

hidup atau gaya hidup yang dianutnya, keadaan keluarga, hobi

dan social standing-nya. Ini semua merupakan ukuran

kemauan membayar.

2) Capacity

Berkaitan dengan kemampuan nasabah dalam bidang bisnis

yang dihubungkan dengan pendidikannya, kemampuan bisnis

juga diukur dengan kemampuannya dalam memahami tentang

ketentuan-ketentuan pemerintah. Begitu pula dengan

kemampuannya dalam menjalankan usahanya selama ini. Pada

akhirnya akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan

kredit yang disalurkan.

3) Capital

Berkaitan dengan nasabah dalam penggunaan modal apakah

efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba)

dengan melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

solvabilitas, rentabilitas dan ukuran lainnya. Capital juga

harus dilihat dari mana saja sumber modal yang ada sekarang

ini.

4) Collateral

Jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik

maupun non fisik. Jainan hendaknya melebihi jumlah kredit

yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya,

sehingga jika terjadi suatu masalah maka jaminan yang

dititipkan dapat dipergunakan secepat mungkin.

5) Condition

Penilaian kredit hendaknya juga dinilai berdasarkan kondisi

ekonomi dan politik sekarang dan dimasa yang akan datang

sesuai sektor masing-masing, serta prospek usaha dari sektor

yang ia jalankan. Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai

hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik, sehingga

kemungkinan kredit tersebut bermasalah relatif kecil.

b. Penilaian kredit dengan metode analisis 7P adalah sebagai berikut:

1) Personality

Menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya

sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

sikap, emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam

menghadapi suatu masalah.

2) Party

Mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau

golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta

karakternya. Sehingga nasabah dapat digolonglan ke golongan

tertentu dan akan mendapatkan fasilitas yang berbeda dari

bank.

3) Purpose

Mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk

jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan

kredit dapat bermacam-macam.

4) Prospect

Mengetahui nasabah dengan menilai usaha di masa yang akan

datang menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain

mempunyai prospek atau sebaliknya. Hal ini penting

mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa

mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi akan tetapi

juga nasabah.

5) Payment

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah

mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber

mana saja dana untuk pengembalian kredit. Semakin banyak

sumber penghasilan debitur maka akan semakin baik, sehingga

jika salah satu usahanya merugi akan dapat ditutupi oleh sektor

lainnya.

6) Profitability

Profitability memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis

bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.

Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap

sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan

kredit yang akan diperolehnya.

7) Protection

Analisis ini memiliki tujuan yaitu bagaimana menjaga agar

usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan. Perlindungan

dapat berupa jaminan barang atau orang atau jaminan asuransi.

D. Sistem

1. Pengertian Sistem

Menurut Mulyadi (2008: 5), pengertian sistem adalah jaringan

prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan

kegiatan-kegiatan pokok perusahaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

Menurut James A. Hall (2007: 6), pengertian sistem merupakan

kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling

berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama.

2. Pengertian Sistem Akuntansi

Menurut Mulyadi (2008: 5), pengertian sistem akuntansi adalah

organisasi, formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian

rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh

manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

3. Pengertian Sistem Pemberian Kredit

Sistem pemberian kredit adalah rangakaian dari cara atau prosedur

dalam pemberian kredit yang mencakup tahapan permohonan kredit

sampai dengan pencairan kredit yang membentuk suatu sistem yang

berurutan dan berkaitan erat dalam pelaksanaan pemberian kredit.

(Simorangkir, 2000).

a. Dokumen-dokumen dalam Pemberian Kredit

Menurut Suyatno (1995: 69), dalam sistem pemberian kredit

membutuhkan adanya dokumen-dokumen yang memadai. Berbagai

dokumen yang digunakan dalam pemberian kredit tersebut adalah:

1) Surat permohonan nasabah

Merupakan surat yang diajukan oleh nasabah kepada pihak bank

dan ditandatangani secara lengkap oleh calon debitur.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

2) Daftar isian dari bank

Merupakan daftar isian yang disediakan oleh bank yang harus diisi

oleh calon debitur mengenai data dan informasi yang lengkap.

3) Daftar lampiran sesuai jenis kredit

Merupakan daftar lampiran lainnya yang diperlukan menurut jenis

fasilitas kredit yang diajukan.

4) Surat jaminan

Merupakan surat yang dibuat oleh bank terhadap jaminan yang

digunakan calon debitur untuk memperoleh kredit yang diajukan.

5) Dokumen penyidikan dan analisis

Catatan yang dibuat oleh pihak bank mengenai kelengkapan dan

pengajuan kredit

6) Surat keputusan

Surat yang menunjukkan diterima atau ditolaknya permohonan

kredit.

7) Dokumen pengikatan jaminan

Dokumen yang berisi bahwa barang atau benda tersebut benar-

benar dijadikan jaminan untuk memperoleh fasilitas kredit.

8) Dokumen perjanjian kredit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

Dokumdn penegasan yang berisi mengenai hak dan kewajiban

yang harus dipenuhi oleh calon debitur.

9) Bukti pencairan kredit

Merupakan bukti bahwa kredit yang diajukan telah disetujui dan

telah dicairkan.

10) Bukti pembayaran atau pelunasan kredit

Dokumen penegasan yang berisi bahwa debitur telah

menyelesaikan kewajibannya melunasi kredit kepada pihak bank.

b. Unit-Unit Terkait dalam Pemberian Kredit

Menurut Kuncoro (2002: 106), tugas dan tanggung jawab dari masing-

masing unit yang bertugas dalam pemberian kredit antara lain:

1) Seksi Administrasi Kredit

Tugas bagian ini adalah mengadministrasikan dokumen-dokumen

pinjaman mulai dari proses permohonan sampai kredit tersebut

lunas. Dokumen-dokumen yang perlu diadministrasikan antara

lain: dokumen permohonan, dokumen analisis kredit, dokumen

putusan kredit, dokumen jaminan, dokumen pengikatan jaminan,

dokumen pencairan kredit dan sebagainya.

2) Seksi Analisis Kredit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

Tugas utama bagian ini adalah melakukan analisis atas

permohonan kredit yang diajukan oleh calon nasabah berdasarkan

informasi-informasi yang berkaitan dengan usaha nasabah

diperoleh secara langsung maupun secara tidak langsung melalui

berbagai instansi yang berkaitan dengan usaha calon nasabah.

3) Seksi Monitoring Kredit

Tugas utamanya adalah memonitor perkembangan usaha dan

ketepatan membayar bunga dan angsuran pokok kredit. Informasi

perkembangan usaha diperoleh dari laporan rutin oleh nasabah

kredit dan informasi ketepatan membayar bunga, angsuran pokok

diperoleh dari pembukuan bank.

4) Seksi Asuransi

Tugas utamanya adalah melakukan administrasi kredit-kredit yang

diasuransikan, baik asuransi jaminan kredit, asuransi jiwa

debiturnya maupun asuransi kreditnya sendiri.

5) Seksi Pelayanan Hukum

Tugas utama bagian ini adalah melakukan pembelaan hukum

untuk kepentingan bank dan pegawainya, baik di pengadilan

maupun di tempat lain. Selain itu, bertugas melakukan konsultasi

hukum terhadap semua pegawai bank.

6) Seksi Penagihan Tunggakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

Tugas utamanya adalah melakukan administrasi terhadap kredit-

kredit yang sudah macet, baik yang sudah dihapuskan dari

pembukuan bank (off balance sheet) maupun yang masih ada

dalam pembukuan bank (on balance sheet).

7) Bagian Pelayanan Dana dan Jasa

Tugas utama bagian ini adalah memberikan pelayanan kepada

nasabah/calon nasabah yang akan menggunakan produk dana dan

jasa bank. Petugas di bagian ini memberikan informasi yang

diperlukan oleh nasabah berkaitan dengan produk dana dan jasa

yang akan akan dipergunakan.

8) Bagian Pelayanan Pinjaman/Kredit

Tugas utamanya adalah memberikan pelayanan dalam hal

pencairan kredit, angsuran kredit, perhitungan bunga dan

sebagainya. Petugas di bagian ini memberikan informasi yang

diperlukan nasabah berkaitan dengan produk kredit yang dimiliki

oleh bank, cara permohonan, proses pengajuannya, ketentuan dan

syarat-syaratnya.

9) Bagian Teller/Kasir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

Tugas utamanya adalah memberikan pelayanan kepada nasabah

dalam hal penarikan dan penyetoran uang. Semua kegiatan yang

berkaitan dengan uang tunai harus melalui teller/kasir.

10) Bagian Teknologi dan Akuntansi

Tugas-tugas di bagian ini adalah memastikan bahwa semua

kegiatan bagian operasional telah dibuku pada hari tersebut,

mencetak laporan-laporan keuangan bank, melakukan verifikasi

atas transaksi pembukuan berdasarkan bukti-bukti pembukuan

yang ada.

E. Pengendalian Intern

1. Pengertian Pengendalian Intern

Comitte of Sponsoring Organization (COSO) mendefinisikan

pengendalian intern sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan

komisaris, pihak manajemen, dan seluruh staf dan karyawan yang berada

di bawah arahan keduanya, untuk memberikan jaminan yang memadai

bahwa tujuan pengendalian dicapai dengan beberapa pertimbangan

meliputi:

a. Efektivitas dan efisiensi operasional organisasi

b. Keandalan pelaporan keuangan

c. Kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku

2. Komponen Pengendalian Internal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

Sawyer et. al., (2003: 66) mengatakan bahwa terdapat lima komponen

pengendalian intern yang saling berkaitan pada pernyataan COSO

(Committee of Sponsoring Organization) atau disebut dengan model

pengendalian COSO. Kelima komponen tersebut adalah:

a. Lingkungan pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan para

pemiliki dan manajer perusahaan mengenai pentingnya pengendalian

intern perusahaan. Lingkungan pengendalian mempengaruhi suasana

suatu organisasi, dan sebagai landasan bagi komponen pengendalian

intern lainnya dengan menciptakan displin dan struktur. Lingkungan

pengendalian mencakup:

1) Komitmen terhadap Kompetensi

Kompetensi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang

diperlukan untuk melaksanakan tugas seseorang secara efektif.

Komitmen terhadap kompetensi mencakup pertimbangan

manajemen atas pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan,

dan paduan antara kecerdasan, pelatihan, dan pengalaman yang

dituntut dalam pengembangan kompetensi.

2) Integritas dan Nilai Etika

Integritas dan nilai etika adalah produk dari standar etika dan

perilaku perusahaan, serta bagaimana standar itu dikomunikasikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

dan diberlakukan dalam praktik. Unsur ini meliputi tindakan

manajemen untuk mengurangi dorongan dan godaan yang

mungkin membuat karyawan melakukan tindakan tidak jujur,

illegal, dan tidak etis. Selain itu, unsur ini juga meliputi cara

manajemen mengkomunikasikan nilai integritas dan etika kepada

karyawan melalui pernyataan kebijakan, dan cara berperilaku.

3) Dewan komisaris dan komite audit

Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang

saham dengan pihak manajemen perusahaan. Dewan ini berfungsi

mengawasi pengelolaan perusahaan yang dilaksanakan oleh

manajemen (direksi). Dengan demikian, dewan komisaris yang

menjalankan fungsinya dapat mencegah konsentrasi pengendalian

yang terlalu banyak di tangan manajemen. Dewan komisaris

bertanggung jawab untuk menentukan apakah manajemen

memenuhi tanggung jawab dalam mengembangkan dan

melaksanakan pengendalian intern.

Komite Audit beranggotakan seluruh atau terutama terdiri dari

pihak luar perusahaan. Komite audit bertanggungjawab untuk

mengawasi struktur pengendalian internal perusahaan, proses

pelaporan keuangan, dan kepatuhannya terhadap hukum,

peraturan, dan standar yang terkait. Salah satu tugas komite audit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

adalah menyediakan peninjauan independen terhadap tindakan

para manajer perusahaan. Peninjauan ini berfungsi untuk

memeriksa integritas manajemen dan meningkatkan kepercayaan

publik yang berinvestasi, atas kesesuaian pelaporan keuangan.

4) Filosofi dan Gaya Operasi Manajemen

Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi

parameter bagi perusahaan dan karyawannya (menggambarkan apa

yang seharusnya dikerjakan dan yang seharusnya tidak dikerjakan

oleh perusahaan). Gaya operasi mencerminkan ide manajer tentang

bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dilaksanakan.

5) Struktur Organisasi

Dalam sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu

diperlukan struktur organisasi, karena struktur organisasi dapat

memberikan rerangka untuk menunjang aktivitas perencanaan,

pelaksanaan, pengendalian, dan pemantauan aktivitas perusahaan.

Struktur organisasi menunjukkan secara jelas pembagian

wewenang dan tanggung jawab para pegawai, serta keterkaitan

yang saling berhubungan dari antar bagian satu dengan bagian

lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

6) Pembagian Wewenang dan Pembebanan Tanggung Jawab

Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab

merupakan perluasan dan pengembangan struktur organisasi.

Dalam suatu organisasi harus ada sistem yang mengatur

pembagian wewenang dan tanggung jawab untuk mengotorisasi

suatu aktivitas. Jika satu unit dibebankan wewenang yang terlalu

banyak, hal ini akan mengakibatkan timbulnya kecurangan dalam

pelaksanaan wewenang tersebut.

7) Kebijakan dan Praktik Sumber Daya Manusia

Kebijakan dan praktik yang sehat berhubungan dengan

kebijakan perekrutan, pelatihan, tindakan-tindakan pendisplinan

atas pelanggaran, evaluasi, dan promosi kerja. Hal tersebut dapat

menentukan apakah personil perusahaan memiliki tingkat

integritas yang diharapkan, nilai etika, dan kompetensi. Aspek

paling penting dari pengendalian intern adalah karyawan. Jika

perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur

pengendalian intern dapat dikurangi sampai batas minimum, dan

tetap dapat menghasilkan laporan keuangan yang dapat

diandalkan. Karyawan yang tidak kompeten atau tidak jujur bisa

merusak sistem meskipun terdapat banyak unsur pengendalian

yang sudah dilaksanakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

b. Penaksiran risiko (Risk Assessment)

Penaksiran risiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah

identifikasi, analisis, dan pengelolaan risiko entitas yang berkaitan

dengan penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi

yang berlaku di Indonesia. Penaksiran risiko manajemen harus

mencakup pertimbangan khusus terhadap risiko yang dapat timbul dari

perubahaan keadaan, seperti: bidang baru bisnis atau transaksi yang

memerlukan prosedur akuntansi yang belum pernah dikenal, hukum

dan perarturan baru, perubahan standar risiko. Penaksiran risiko terdiri

dari:

1) Identifikasi Risiko

Identifikasi Risiko adalah kegiatan untuk menemukan atau

mengetahui risiko risiko yang mungkin timbul dalam kegiatan

yang dilakukan oleh perusahaan atau perorangan terhadap faktor

eksternal seperti perkembangan teknologi, persaingan, dan

perubahan ekonomi maupun faktor internal meliputi kompetensi

karyawan, sifat dari aktivitas bisnis, dan karakteristik pengelolaan

sistem informasi.

2) Analisis Risiko

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

Analisis risiko meliputi mengestimasi signifikansi risiko,

menilai kemungkinan terjadinya risiko, dan bagaimana mengelola

risiko. Suatu risiko yang telah di identifikasi dapat di analisis dan

di evaluasi, sehingga risiko dapat memperkirakan akibat dari

terjadinya risiko dan dapat melakukan tindakan yang dapat

meminimalkan risiko tersebut.

c. Informasi dan komunikasi (Information and Communication)

Sistem informasi yang berhubungan dengan tujuan pelaporan

keuangan, yang mencakup sistem akuntansi, terdiri dari metode dan

catatan-catatan yang digunakan untuk menggolongkan,

mengidentifikasi, menggabungkan, menganalisis, mencatat, dan

melaporkan transaksi perusahaan dan menyelanggarakan

pertanggungjawaban atas aktiva dan kewajiban yang bersangkutan.

Komunikasi menyangkut pemberian pemahaman yang jelas tentang

peran dan tanggung jawab setiap karyawan berkenaan dengan sistem

informasi perusahaan. Informasi dan komunikasi mencakup:

1) Mengidentifikasi dan mencatat semua transaksi yang valid

Perusahaan harus mengidentifikasi dan mencatat semua

transaksi yang valid. Contohnya bank harus mencatat semua

transaksi pembayaran angsuran kredit, pelunasan kredit,

penerimaan kas berupa tabungan, dan sebagainya. Apabila ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

transaksi bank yang tidak tercatat, maka akan muncul

ketidaksesuaian antara catatan pihak bank dan catatan milik

nasabah atau debitur.

2) Mencatat transaksi pada periode akuntansi yang tepat

Perusahaan harus mencatat transaksi sesuai dengan periode

akuntansi yang tepat. Hal ini berfungsi supaya informasi pada

transaksi dapat sesuai dengan kronologis dan peristiwa ekonomi

yang telah terjadi pada perusahaan, sehingga informasi periode

akuntansi dapat relevan bagi pengguna laporan keuangan.

3) Menyajikan transaksi dan pengungkapan terkait dalam laporan

keuangan secara tepat

Perusahaan harus menyajikan transaksi dengan pengungkapan

laporan keuangan secara tepat agar tidak menyesatkan pembaca

laporan keuangan dan laporan keuangan dapat

dipertanggungjawabkan dan diandalkan.

d. Aktivitas pengendalian (Control Activities)

Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat

untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh

manajemen dilaksanakan. Kebijakan dan prosedur bahwa memberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

keyakinan bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk

mengurangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. Aktivitas

pengendalian mencakup:

1) Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai

Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar

otorisasi dari yang memiliki wewenang untuk menyetujui

terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu, dalam organisasi

harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk

otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi.

2) Pemisahan fungsi yang memadai

Pemisahan fungsi antar unit pada organisasi memiliki tujuan

pokok yaitu untuk mencegah dan deteksi secara dini atas kesalahan

dan ketidakberesan dalam pelaksanaan tugas yang dibebankan

kepada seseorang. Pembebanan tanggung jawab ke orang yang

berbeda dapat mengurangi kesempatan bagi seseorang untuk

berbuat curang atau menyembunyikan kesalahan dalam

menjalankan tugasnya. Pemisahan tugas yang efektif dicapai

ketika fungsi otorisasi, fungsi pencatatan, dan fungsi penyimpanan

dipisahkan.

3) Pengendalian fisik atas kekayaan dan catatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

Perlindungan secara fisik adalah cara yang paling baik dalam

perlindungan kekayaan dan catatan. Perlindungan fisik juga

diperlukan untuk catatan dan dokumen. Catatan dan dokumen

adalah objek fisik di mana transaksi akan dicantumkan serta

diikhtisarkan. Perusahaan lebih baik mengeluarkan biaya untuk

penjagaan catatan dan dokumen serta biaya untuk pembuatan

catatan pengganti daripada menanggung risiko kerugian atas

hilangnya catatan dan dokumen.

4) Pemeriksaan independen atas kinerja

Pemeriksaan harus independen karena pemeriksaan umumnya

akan lebih efektif apabila dilaksanakan oleh orang lain yang tidak

bertanggung jawab atas jalannya operasi yang diperiksa.

Manajemen melakukan pemeriksaan atas kinerja berfungsi untuk

menilai pekerjaaan karyawan apakah pelaksanaan pekerjaan

tersebut sudah sesuai dengan prosedur atau belum, menilai kinerja

sesungguhnya dibandingkan dengan jumlah menurut anggaran,

atau jumlah tahun yang lalu.

5) Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai

Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu

untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh

data transaksi yang berkaitan. Desain dokumen yang sederhana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

akan meminimalkan kemungkinan kesalahan pencatatan, dan

mendukung pencatatan yang efisien. Dokumen harus memiliki

ruang untuk tanda tangan pihak yang berwenang untuk

mengotorisasi transaksi dan dokumen harus diberikan nomor urut

tercetak, agar penggunaan dokumen dapat

dipertanggungjawabkan.

e. Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerja pengendalian

intern sepanjang waktu. Pemantauan dilaksanakan oleh personel yang

berwenang melakukannya, untuk menentukan apakah pengendalian

intern beroperasi sebagaimana yang diharapkan, dan untuk

menentukan apakah pengendalian intern berubah/tidak. Pemantauan

mencakup:

1) Supervisi yang efektif

Supervisi yang efektif mencakup melatih dan mendampingi

pegawai, mengawasi kinerja pegawai, mengoreksi kesalahan, dan

melindungi aset dengan cara mengawasi pegawai yang memiliki

akses terhadap aset perusahaan.

2) Audit internal

Audit internal mencakup peninjauan ulang keandalan dan

integritas informasi keuangan dan operasional serta menyediakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

penilaian keefektifan pengendalian internal. Audit internal juga

mencakup penilaian kesadaran pegawai terhadap prosedur dan

kebijakan manajemen, hukum dan peraturan yang berlaku,

mengevaluasi efisiensi dan keefektifan manajemen.

F. Pengujian Kepatuhan dengan Attribute Sampling

1. Pengertian Attribute Sampling

Menurut Mulyadi (2002: 253) auditor dalam menentukan sampel

untuk melakukan pengujian terhadap karakteristik sebagai bukti dapat

ditempuh dengan salah satu cara yaitu statistical sampling. Statistical

sampling terdiri dari dua yaitu attribute sampling dan variable sampling.

Attribute sampling digunakan terutama untuk menguji efektivitas

pengendalian intern dalam pengujian pengendalian, sedangkan variable

sampling digunakan untuk menguji nilai rupiah yang tercantum pada akun

dalam pengujian substantif. Penelitian ini akan melakukan pengujian

kepatuhan, maka model sampel yang akan digunakan adalah attribute

sampling.

2. Model Attribute Sampling

Menurut Mulyadi (2002) Attribute Sampling memiliki tiga model, yaitu:

a. Fixed-Sample-Size Attribute Sampling

Model ini digunakan untuk memperkirakan persentase terjadinya

mutu tertentu dalam suatu populasi. Model ini terutama digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

jika auditor melakukan pengujian pengendalian terhadap suatu

unsur pengendalian intern, dan auditor tersebut memperkirakan

akan menjumpai beberapa penyimpangan (kesalahan). Prosedur

pengambilan sampel ini adalah:

1) Penentuan attribute yang akan diperiksa untuk menguji

efektivitas pengendalian intern.

2) Penentuan populasi yang akan diambil sampelnya.

3) Penentuan besarnya sampel.

4) Pemilihan anggota sampel dari seluruh anggota populasi.

5) Pemeriksaan terhadap attribute yang menunjukkan efektivitas

unsur pengendalian intern.

6) Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap attribute anggota sampel.

b. Stop-Or-Go Sampling

Model ini sering disebut juga decision attribute sampling. Model

ini dapat mencegah dari pengambilan sampel yang terlalu banyak,

yaitu dengan cara menghentikan pengujian sedini mungkin. Model

ini digunakan jika auditor yakin bahwa kesalahan yang

diperkirakan dalam populasi yang sangat kecil. Dalam stop-or-go

sampling ini, jika auditor tidak menemukan adanya

penyimpangan/menemukan jumlah penyimpangannya tertentu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

yang telah ditetapkan, maka dapat menghentikan sampelnya.

Prosedur pengambilan sampel dalam menggunakan stop-or-go

sampling adalah:

1) Menentukan desired upper precision limit (DUPL) dan tingkat

keandalan (R). Auditor disarankan untuk memilih tingkat

keandalan 90%, 95%, dan 97,5%.

2) Menggunakan tabel besarnya sampel minimum untuk

pengujian pengendalian guna menentukan sampel pertama

yang harus diambil.

3) Membuat tabel stop-or-go decision

4) Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel

Jika AUPL (Achieved Upper Precision Limit) = DUPL (Desire

Upper Precision Limit), maka pengendalian intern dikatakan

efektif. Jika pengambilan sampel sampai dengan empat kali

dan hasilnya AUPL > DUPL maka pengendalian intern

dikatakan tidak efektif. Dalam keadaan seperti ini peneliti

dapat menggunakan model fixed-sample-size attribute

sampling sebagai alternatif untuk melanjutkan pemeriksaan.

c. Discovery Sampling

Model pengambilan sampel ini cocok digunakan jika tingkat

kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

(mendekati nol). Discovery sampling dipakai oleh auditor untuk

menemukan kecurangan, pelanggaran yang serius dari unsur

pengendalian intern, dan ketidakberesan yang lain. Prosedur

pengambilan sampel model ini adalah:

1) Tentukan attribute yang akan diperiksa

2) Tentukan populasi dan besar populasi yang akan diambil

sampelnya.

3) Tentukan tingkat keandalan

4) Tentukan desired upper precision limit

5) Tentukan besarnya sampel

6) Periksa attribute sample

7) Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap karakteristik sampel

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah studi kasus, yaitu melakukan penelitian

terhadap objek tertentu yang populasinya terbatas sehingga hasil kesimpulan yang

diambil dari penelitian ini hanya berlaku bagi objek yang diteliti dan berlaku pada

waktu tertentu. Penelitian ini dilakukan secara langsung di PD BPR Bank Sleman

dan hasil penelitian hanya berlaku untuk PD BPR Bank Sleman.

B. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek penelitian, meliputi:

a. Direktur PD. BPR Bank Sleman Yogyakarta

b. Kepala bagian kredit

c. Bagian pembahas kredit.

d. Bagian pelaksana kredit.

e. Bagian administrasi kredit

2. Objek penelitian, meliputi:

a. Prosedur-prosedur yang diterapkan dalam sistem pemberian kredit.

b. Komponen-komponen pengendalian intern.

c. Dokumen pemberian kredit yang digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

C. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PD BPR Bank Sleman di Jl. Magelang Km. 10

Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55511.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama bulan Maret sampai dengan Mei 2016 di

PD BPR Bank Sleman.

D. Data yang Dibutuhkan

1. Sejarah dan gambaran umum bank.

2. Struktur organisasi bank.

3. Deskripsi jabatan.

4. Prosedur permohonan kredit.

5. Prosedur penyidikan dan analisis kredit.

6. Prosedur pengambilan keputusan kredit.

7. Prosedur pencairan kredit.

8. Prosedur administrasi kredit.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan

tanya jawab secara langsung untuk memperoleh informasi dari sumber

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

yang bersangkutan atau bagian yang berwenang yang berhubungan dalam

proses pemberian kredit.

Wawancara dibutuhkan untuk memperoleh informasi tentang

gambaran umum PD BPR Bank Sleman, pengendalian intern bank pada

pemberian kredit, dan informasi yang lebih rinci mengenai sistem

pemberian kredit, serta dokumen yang digunakan dalam pemberian kredit.

2. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan pengamatan

secara langsung pada objek kajian. Tujuan observasi ini adalah untuk

memperoleh tambahan data yang mendukung penelitian seperti tahap

pemberian kredit dan informasi lainnya mengenai praktik pekreditan bank.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melihat

dokumen, arsip, catatan-catatan yang terdapat ada di PD BPR Bank

Sleman. Teknik dokumentasi dibutuhkan untuk memperoleh informasi

data mengenai prosedur dan dokumen permohonan kredit, prosedur dan

dokumen pencairan kredit, dan dokumen administrasi kredit.

F. Teknik Analisis Data

1. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang

pertama mengenai pengendalian intern prosedur pemberian kredit yang

terdapat pada BPR Bank Sleman sesuai dengan unsur pengendalian intern

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

menurut COSO adalah menggunakan teknik analisis deskriptif. Langkah

langkah teknik analisis data yang dilakukan adalah:

a. Mendeskripsikan sistem pemberian kredit yang terdapat pada BPR

Bank Sleman.

b. Mendeskripsikan kesesuaian prosedur pemberian kredit yang terdapat

pada BPR Bank Sleman dengan unsur-unsur pengendalian intern

menurut COSO yang meliputi lingkungan pengendalian, informasi dan

komunikasi, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, dan

pemantauan.

2. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalah yang

kedua mengenai menentukan efektivitas pengendalian intern sistem

pemberian kredit dengan melakukan pengujian kepatuhan Stop-or-Go

Sampling (Mulyadi: 2002). Stop-or-Go Sampling dapat mencegah peneliti

dari pengambilan sampel yang terlalu banyak, yaitu dengan cara

menghentikan pengujian sedini mungkin. Langkah-langkah teknik analisis

data yang dilakukan adalah:

a. Menentukan attribute yang akan diperiksa, yaitu:

Attribute I : Pemberian tanda tangan oleh pihak yang berwenang.

Attribute II : Kelengkapan surat keputusan kredit, dengan adanya

dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan.

Attribute III : Pemberian nomor urut pada dokumen kredit dan

penggunaannya dapat dipertanggung jawabkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

b. Menentukan sampel yang akan diambil

Dalam pengujian kepatuhan terhadap sistem pemberian kredit, sampel

yang akan diambil adalah dokumen-dokumen pemberian kredit beserta

dokumen pendukung lainnya PD BPR Bank Sleman pada bulan Juni-

September tahun 2014.

c. Menentukan tingkat keandalan (R%) dan DUPL.

Tingkat keandalan (R%) adalah probabilitas benar dalam

mempercayai efektivitas struktur pengendalian intern. Desired Upper

Precision Limit (DUPL) yaitu tingkat kesalahan maksimum yang

dapat diterima. Pada prosedur ini peneliti menentukan tingkat

keandalan yang akan dipilih dan tingkat kesalahan maksimum yang

masih diterima. Tabel yang tersedia dalam stop-or-go sampling

menyarankan peneliti untuk memilih tingkat kepercayaan 90%, 95%,

dan 97,5%.

d. Menentukan sampel pertama yang harus diambil dengan

menggunakan tabel besarnya sampel minimum

Tabel 3.1 Tabel Besarnya Sampel Minimum untuk Pengujian

Pengendalian

Acceptable Upper

Precision Limit

Sample Size Based on Confidence Levels

90% 95% 97.5%

10% 24 30 37

9% 27 34 42

8% 30 38 47

7% 35 43 53

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

6% 40 50 62

Tabel 3.1 Tabel Besarnya Sampel Minimum untuk Pengujian

Pengendalian (lanjutan)

Acceptable Upper

Precision Limit

Sample Size Based on Confidence Levels

90% 95% 97.5%

5% 48 60 74

4% 60 75 93

3% 80 100 124

2% 120 150 185

1% 240 300 370

Sumber: Mulyadi (2002: 265)

Dengan tingkat keandalan (R%) 95% dan AUPL 5%, maka besarnya

sampel yang dapat diambil dalam penelitian sebanyak 60, berdasarkan

tabel 3.1 (Tabel Besarnya Sampel Minimum untuk Pengujian

Pengendalian).

e. Memilih anggota sampel dari seluruh anggota populasi secara acak.

Pemilihan sampel harus dilakukan secara acak agar setiap anggota

populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi

anggota sampel. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive

sampling, purposive sampling adalah pengambilan sampel yang

dilakukan berdasarkan suatu kriteria tertentu. Dalam penelitian ini,

peneliti menggunakan metode pengambilan sampel ini karena

pengambilan sampel bertujuan untuk melihat bahwa sampel yang

dipilih sudah memenuhi attribute yang sudah ditentukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

f. Pemeriksaan terhadap attribute yang menunjukkan efektivitas

pengendalian intern.

Dalam pengujian kepatuhan, atribut yang sudah ditentukan di atas

diuji apakah ketiga atribut tersebut ada pada sampel yang diambil.

g. Membuat tabel stop-or-Go Decision

Tabel stop-or-go decision berisi informasi tentang jumlah sampel awal

dan tindakan yang harus diambil jika terdapat kesalahan. Cara

penyusunan tabel stop-or-Go Decision yaitu:

Tabel 3.2 Tabel Stop-or-Go Decision

Langkah Besarnya sampel

kumulatif yang

digunakan

Berhenti jika

kesalahan

kumulatif

yang terjadi

sama dengan

Lanjutkan ke

langkah

berikutnya

jika kesalahan

yang terjadi

sama dengan

Lanjutkan ke

langkah 5 jika

kesalahan

paling tidak

sebesar

1 60 0 1 4

2 96 1 2 4

3 126 2 3 4

4 156 3 4 4

5 Pengujian kepatuhan menggunakan fixed-sample-size-attribute

sampling

Sumber: Mulyadi (2002: 266)

1) Langkah 1

Apabila pemeriksaan terhadap 60 anggota sampel tidak ditemukan

kesalahan, tingkat kesalahan sama dengan 0, maka pengambilan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

sampel dapat dihentikan karena AUPL = DUPL. AUPL dihitung

dengan rumus:

AUPL =

Tabel 3.3 Attribute Sampling Table for Determining Stop-or-Go

Sampling Sizes dan Upper Precision Limit Population

Occurrence Rate Based on Sample Results

Number of

Occurrences

Confidence Levels

90% 95% 97,5%

0 2,4 3,0 3,7

1 3,9 4,8 5,6

2 5,4 6,3 7,3

3 6,7 7,8 8,8

4 8,0 9,2 10,3

5 9,3 10,6 11,7

6 10,6 11,9 13,1

7 11,8 13,2 14,5

8 13,0 14,5 15,8

9 14,3 16,0 17,1

10 15,5 17,0 18,4

(Sumber: Mulyadi, 2002: 268)

2) Langkah 2

Apabila dalam pemeriksaan terhadap 60 sampel pertama

ditemukan ada kesalahan sebesar 1, maka confidence level factor

pada R% = 95% adalah sebesar 4,8 dan AUPL = 4,8/60 adalah 8%.

Oleh karena AUPL > DUPL, maka peneliti perlu mengambil

sampel tambahan. Sampel tambahan ini dihitung dengan rumus:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

Sample size =

Berdasarkan rumus tersebut, besar sampel dihitung 4,8/5% = 96.

Angka besarnya sampel kemudian dicantumkan di kolom

Besarnya Sampel Kumulatif yang Digunakan di baris langkah

ke-2.

3) Langkah 3

Apabila dalam pemeriksaan terhadap 96 anggota sampel pada

langkah 2 tersebut ditemukan ada kesalahan atau penyimpangan

sebesar 2, maka diperlukan tambahan anggota sampel. Pada

confidence level factor pada R% = 95% adalah sebesar 6,3 dan

AUPL = 6,3/5% = 126 buah. Angka besarnya sampel kemudian

dicantumkan di kolom Besarnya Sampel Kumulatif yang

Digunakan di baris langkah ke-3.

4) Langkah 4

Apabila dalam pemeriksaan terhadap 126 anggota sampel pada

langkah 3 tersebut, peneliti ditemukan ada kesalahan atau

penyimpangan sebesar 3, maka diperlukan tambahan anggota

sampel. Besarnya sampel tambahan dihitung 7,8/5% = 156 buah.

Angka besarnya sampel kemudian dicantumkan di kolom

Besarnya Sampel Kumulatif yang Digunakan di baris langkah

ke-4.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

Apabila dalam 156 anggota sampel tersebut hanya terdapat 3

kesalahan, maka AUPL sama dengan DUPL, peneliti akan

mengambil kesimpulan bahwa pengendalian intern sudah efektif.

Namun, apabila dalam 156 anggota sampel tersebut ditemukan

kesalahan atau penyimpangan sebesar 4, maka AUPL = 9,2%/156

=5,9%. Dalam keadaan ini dapat disimpulkan bahwa pengendalian

intern yang ada tidak efektif dan peneliti harus beralih ke langkah

kelima yaitu dapat menggunakan fixed-size-attribute sampling

sebagai alternatif.

h. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel

Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel dilakukan dengan cara

membandingkan tingkat kesalahan maksimum yang dapat diterima

(DUPL) dengan tingkat kesalahan yang dicapai (AUPL). Apabila

AUPL = DUPL, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern

efektif, tetapi bila AUPL > DUPL, maka dapat disimpulkan bahwa

pengendalian intern tidak efektif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah PD BPR Bank Sleman

PD BPR Bank Sleman dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten

Sleman Nomor 3 Tahun 1962 tanggal 19 Mei 1962 tentang Mengadakan Bank

Pasar. Keberadaannya kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Bupati Nomor

6/K/1969 tanggal 21 Januari 1969 tentang Penetapan bank-bank pasar dan

Keputusan Bupati Sleman Nomor 3/K/1970 tanggal 24 Maret 1970 tentang

Pedoman Pelaksanaan Bank Pasar Daerah Kabupaten Sleman. Sejak tahun 1970

inilah, PD BPR Bank Sleman yang pada saat pendiriannya bernama Bank Pasar

ini memulai aktivitasnya di bidang perbankan.

Seiring perkembangan usahanya, kemudian diterbitkan Keputusan Bupati

Kepala Daerah Tingkat II Sleman Nomor 076/Kep. KDH/1981, tanggal 21 Juli

1981, tentang Anggaran Dasar Sementara Perusahaan Daerah Bank Pasar

Kabupaten Dati II Sleman. Anggaran Dasar Sementara tersebut lalu

disempurnakan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Sleman Nomor 15

tahun 1983 tanggal 21 Juni 1983 yang disahkan dengan Keputusan Gubernur

Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 209/KPTS/1983, tanggal 21

November 1983 dan telah mendapat Surat Keterangan Ijin Usaha Bank Pasar dari

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Nomor S-387/MK.11/1981, tanggal 28

November 1981.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Sleman, Nomor 30

Tahun 1995, tanggal 6 September 1995 yang disahkan oleh Gubernur Daerah

Istimewa Yogyak