1.2. bahan ajar mengorganisasikan pekerjaan

Download 1.2. Bahan Ajar Mengorganisasikan Pekerjaan

Post on 28-Jan-2016

324 views

Category:

Documents

20 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ORGAN

TRANSCRIPT

BAHAN AJARPELATIHAN BERBASIS KOMPETENSIASISTEN KEBUN KELAPA SAWIT

KODE PROGRAM PELATIHAN : A.0126201.01.15

Mengorganisasikan Pekerjaan(Kode: TAN. KS01.002.01)

KEMENTERIAN PERTANIAN RIBADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGANSUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN Jl. Harsono RM No.3 Ragunan Jakarta Selatan2015

JUDUL:Mengorganisasikan Pekerjaan

KOMPETENSI DASAR:Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, peserta pelatihan diharapkan mampu mengorganisasikan pekerjaan asisten kebun di perkebunan kelapa sawit.

INDIKATOR KOMPETENSI:Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini peserta dapat :1. Mengidentifikasi pekerjaan asisten kebun kelapa sawit 2. Mengelola tenaga kerja3. Melakukan supervisi pelaksanaan pekerjaan4. Mengkoordinasikan pekerjaan sebagai asisten kebun kelapa sawitLANGKAH KERJA:Langkah kerja dalam penerapan mengorganisasikan pekerjaan adalah :1. Jelaskanlah tugas pokok dan fungsi asisten kebun kelapa sawit1. Identifikasilah pekerjaan sebagai asisten kebun berdasarkan SOP1. Jelaskanlah prinsip-prinsip pengelolaan tenaga kerja, penetapan kebutuhan tenaga kerja dan pembagian tugas pekerjaan berdasarkan jenis pekerjaan 1. Laksanakan supervisi pekerjaan sesuai jenis pekerjaan sebagaimana yang diuraikan pada SOP.1. Koordinasikan tugas-tugas asisten kebun dengan pihak terkait.

GAMBAR:1. Pengarahan dalam kerangka pengorganisasian pekerjaan

2. Pengarahan dalam kerangka pengorganisasian pekerjaan pruning dan tanam

3. Pengarahan dalam kerangka pengorganisasian pekerjaan panen

TEORI FUNGSIONAL:

4. Prinsip Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses pembagian kerja atau pengaturan kerja bersamadari para anggota suatu organisasi. Dalam suatu pengorganisasian pada prinsipnyaberguna untuk menunjukkan cara-cara tentang upaya pemberdayaan sumber dayamanusia agar dapar bekerja sama dalam suatu sistem kerja sama dengan harapan dapatmencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif danefisien, maka pengorganisasian dapat dimaknai sebagai berikut:a. Cara manajemen merancang struktur formal untuk menggunakan yang palingefektif sumberdaya-sumberdaya keuangan, fisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasib. Pengelompokkan kegiatan-kegiatan yang diikuti dengan penugasan sesorang pimpina yang diberi wewenang untuk mengawasi angota-anggota kelompok.c. Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas dan para karyawan.d. Cara pimpinan dalam membagi tugas-tugas lebih lanjut yang harus dilaksanakan pada masing-masing unit kerja dengan cara mendelegasikan wewenangnya.

Dari uraian di atas, secara umum dapat dipahami bahwa pengorganisasian merupakanproses pembagian kerja atau pengelompokan tugas-tugas diantara anggota-anggota organisasi. Maksudnya adalah agar tujuan organisasi secara menyeluruh dapat dicapaisecara efisien mungkin, yaitu memudahkan dalam upaya mencapai tujuan dengankonsekuensi pemilihan terhadap pemikiran yang lazim tentang kemampuan memperbesar hasil kerja dengan modal biaya yang serendah-rendahnya. Menurut Y.Warella, pengorganisasian mencakup beberapa aspek penting yang menyangkut struktur organisasi yaitu:a. Departementalisasi, yaitu pengelompokkan kegiatan sehingga pekerjaan yang serupa dan saling berkaitan dapat dilakukan bersama.b. Pembagian kerja, yaitu pemecahan tugas sehingga setiap individu hanya bertanggung jawab dan melakukan sejumlah kegiatan-kegiatan tertentu saja.c. Koordinasi, yaitu proses untuk memadukan kegiatan-kegiatan dan sasaran unit-unit organisasi yang terpisah guna mencapai tujuan bersama secara efisien.d. Rentang manajemen, berupa banyaknya jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang atasan.Dengan adanya pengorganisasian, berarti menunjukkan adanya pengelompokan tugas atau pekerjaan yang didasarkan atas berbagai hal, yaitu:a. Pengelompokan atas dasar fungsi, yaitu penyesuaian pekerjaan dengan fungsi tugasnya.b. Pengelompokan atas dasar proses, yaitu proses pengelompokan pekerjaanmenjadi kesatuan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi.c. Pengelompokan atas dasar pelanggan, d. Pengelompokkan atas dasar produk,e. Pengelompokkan atas dasar daerah (area, territorial)Berdasarkan perincian ciri pengorganisasian di atas, maka dapat disipulkan bahwaprinsip pengorganisasian dalam manajemen meliputi eksistensi tujuan, skala hirarkis,kesatuan perintah, pelimpahan wewenang, pertanggung-jawaban, pembagian kerja,rentang pengawasan, fungsional, pengelompokan tugas, keseimbangan/kesesuaian,fleksibelitas, dan kepemimpinan.

4. Tujuan PengorganisasianTerdapat beberapa tujuan pengorganisasian, yaitu: Membantu koordinasi, yaitu memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif.Koordinasai dibutuhkan tatkala harus membagi unitkerja yang terpisah dan tidaksejenis, tetapi berada dalam satu organisasi. Memperlancar pengawasan, yaitu dapat membantu pengawasan denganmenempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unitorganisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam organisasisecara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat mencapai sasaran kerjanyawalaupun dengan lokasi yang tidak sama. Unit-unit operasional yang identikdapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pula secara terpadu. Maksimalisasi manfaat spesialisasi, yaitu dengan konsentrasi kegiatan, makadapat membantu seorang menjadi lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu.Spesialisasi pekerjaan dengan dasar keahlian dapat menghasilkan produk yangberkualitas tinggi, sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan danmemperoleh kepercayaan masyarakat pengguna. Penghematan biaya, artinya dengan pengorganisasian, maka akan tumbuhpertimbangan yang berkaitan dengan efisiensi. Dengan demikian pelakuorganisasi akan selalu berhati-hati dalam setiap akan menambah unit kerja baruyang notabene menyangkut penambahan tenaga kerja yang relatif banyakmembutuhkan biaya tambahan berupa gaji/upah. Penambahan unit kerjasebaiknya dipertimbangkan berdasarkan nilai sumbangan pekerja baru dengantujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan. Meningkatkan kerukunan hubungan antar manusia, dengan pengorganisasian, maka masing-masing pekerja antar unit kerja dapat bekerja saling melengkapi,mengurangi kejenuhan, menumbuhkan rasa saling membutuhkan, mengurangipendekatan materialistis. Untuk ini pihak manajer harus mampu mengadakanpendekatan sosial dengan penanaman rasa solidaritas dan berusaha menampungserta menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat individual.

Dalam menetapkan tujuan-tujuan itu perlu adanya pertimbangan, yaitu:a. Membatasi idealisme tujuan, yaitu menghindari penetapan tujuan yang terlalumuluk, sebaiknya dilakukan penyesuaian kapasitas kemampuan teknis danpengetahuan dengan besarnya harapan yang hendak dicapai.b. Pertimbangan waktu, artinya penggunaan waktu yang sebaik-baiknya, sehinggaefektivitas kerja dapat terjamin.c. Pertimbangan sumber daya, yaitu melihat dan penggalian potensi organisasi dankualitas anggota organisasi untuk kepentingan kemudahan mencapai tujuan.d. Keseimbangan tujuan-tujuan, artinya perlu memperhatikan keseimbangankepentingan antara berbagai pihak. Tidak hanya terbatas pada kepentinganpribadi atau kepentingan organisasi saja, melainkan juga memperhatikankepentingan pemerintah dan publik.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka tujuan-tujuan yang ditetapkan relatif dapatdiseimbangkan. Oleh karena itu dalam proses penetapan tujuan organisasi, seorang manajer harus dapat menentukan dan menciptakan suatu keseimbangan dari tujuantujuan ganda, di samping mampu memadukan berbagai kepentingan, agar tujuan akhirdapat memberikan keseimbangan pula antara kepentingan pribadi, organisasi,pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

4. Syarat-syarat PengorganisasianDalam pengaturan pembagian kerja yang baik, tentu memerlukan seorang manajer yangcukup berkemampuan dan berpengalaman di bidangnya. Fungsinya adalah agar jikapada suatu waktu ditemui hambatan, maka seorang manajer yang bertanggungjawabdalam pengaturan pembagian tugas tidak mengalami kesulitan dalam mencari jalankeluar. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan produktivitasdan kepuasan para anggota organisasi. Semakin banyak pengetahuan dan pemahamanterhadap implikasi pribadi dan sosial tentang pengorganisasian, maka akan semakinbesar pula terciptanya team work yang baik, sehingga upaya pencapaian tujuanorganisasi benar-benar dapat memberikan kepuasan anggota organisasi secaramenyeluruh dan merata. Ada beberapa syarat utama pengorganisasian, yaitu: a. Adanya sekelompok orang yang bekerja bersama;b. Adanya tujuan-tujuan berganda yang hendak dicapai;c. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan;d. Adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan;e. Adanya wewenang dan tanggungjawabf. Adanya pendelegasian wewenang;g. Adanya hubungan (relationship) antara satu sama lain anggota;h. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan;i. Adanya tatatertib yang harus ditaat.

4. Fungsi PengorganisasianFungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

4. Pengorganisasian Pekerjaan Asisten Kebun Kelapa SawitSetelah melakukan pencermatan terhadap uraian di atas menyangkut prinsip, tujuan, syarat dan fungsi perngorganisasian maka pengorganisasian pekerjaan asisten kebun kelapa sawit dapat didekati dengan hal-hal yang telah diuraikan tersebut. Secara lebih rinci, pengorganisasian pekerjaan asisten kebun kelapa sawit haruslah menyuratkan apa saja lingkup pekerjaan yang harus dikerjakan oleh asisten kebun kelapa sawit, siapa saja juga menyangkut jumlah, yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, bagaimana supervisi pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan oleh asisten kebun, se