004

Download 004

If you can't read please download the document

Post on 01-Sep-2014

306 views

Category:

Documents

37 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan (Rasyid, 2011). Secara histografi, Indonesia merupakan wilayah langganan gempabumi dan tsunami. Paska meletusnya gunung Krakatau yang menimbulkan tsunami besar di tahun 1883, setidaknya telah terjadi 17 bencana tsunami besar di Indonesia selama hamper satu abad ( 1900-1996 ). Bencana gempa dan tsunami besar yang terahir terjadi pada akhir 2004 di Aceh dan sebagian sumatera utara. Lebih dari 150.000 orang meninggal dunia. Tapi gempabumi terjadi hampir setiap tahun di Indonesia. Setelah gempa aceh di akhir 2004, pada tahun 2005 Pulau Nias dan sekitarnya juga dilanda gempa. Sekitar 1000 orang menjadi korban. Akhir Mei 2006 giliran Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah diporakporandakan dengan gempabumi. Korban meninggal mencapai 5.000 orang lebih.(Rapi, 2008) Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.(Rasyid 2011) Titik sumber gempa tersebut disebut hiposenter dan proyeksinya terhadap permukaan bumi disebut episenter.(Gadi, 2011) Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi. (Rasyid 2011) Penelitian mengenai gempa bumi sangat penting, karena kerusakan suatu daerah diakibatkan gempa sangat merugikan masyarakat. Untuk itu perlu dikaji penelitian mengenai titik sumber gempa bumi, sehingga dari gempa bumi yang dirasakan masyarakat dapat di keahui sumber dan kedalaman terjadinya gempa bumi tersebut. Sebagai salah satu wujud tindakan pemerintah akan musibah tersebut, pemerintah membentuk lembaga pemerintah non department (LPND) mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah dibidang Meteorologi, Klimatologi, Kualias udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku. Lembaga tersebut dinamai Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam melaksanakan tugas sebagaimana maksud diatas, BMKG

menyelenggarakan fungsinya yaitu menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada instansi atau pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena factor meteorology, klimatologi dan geofisika. Oleh karena itu, BMKG diharapkan dapat menyampaikan informasi cepet, akurat dan tepat guna. Khususnya informasi dibidang geofisika yang meliputi gempa bumi dan tsunami sangat diharapkan dapat mengurangi dampak yang diakibatkan dari bencana tersebut. Dari seluruh Indonesia, terdapat lima balai besar, masing masing adalah Balai Besar Wilayah I berada di medan, Balai Besar Wilayah II berada di ciputat, Balai Besar Wilayah III berada di denpasar, Balai Besar Wilayah IV berada di Makassar dan Balai Besar Wilayah V berada di jayapura. Masing masing Balai Besar Wilayah mamiliki beberapa stasiun pamantau yang berad di setiap pengawasannhya. Untuk Balai Besar Wilayah II sendiri tepatnya bertlokasi di Jl. KP Bulak Raya Cempaka Putih Ciputat. Di BMKG ini terdapat 32 stasiun yang berada dibawah pengawasaanya. Salah satu program computer yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan program WinITDB. WinITDB merupakan software integrasi data gempabumi dan tsunami, yang memuat tampilan katalog gempa, katalog tsunami, analisis gempa/ tsunami dan pemodelan tsunami. Bahkan pada aplikasi ini dapat ditampilkan plate/lempeng yang akan sangat membantu dalam plot gempa.(Joker, 2011) Warga negara Indonesia sangat minim dalam memahami kondisi dan letak terjadinya gempa bumi sehingga sering kali mereka membiarkan suatu musibah gempabumi berlalu dengan begitu saja tanpa adanya antisipasi adanya gempa susulan. Mereka juga jarang yang mengerti dimanakah titik gempabumi itu berasal. Oleh karena itu, dibutuhkannya suatu metode untuk memetakan letak letak terjadinya gempabumi. Oleh karena itu, kami mengangkat judul Analisis Hipocenter Gempa Wilayah Balai II dengan Menggunakan Software Win ITDB.

Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan pada pembahasn sebelumnya terdapat beberapa permasalahan yaitu: Gempa bumi dapat mengakibatkan kerusakan suatu daerah dengan tingkat kerusakan yang tinggi sehingga merugikan masyarakat. Gempa bumi mempunyai ukuran yang bermacam-macam sehingga banyak yag tidak terasa oleh manusia. Batasan Masalah Dalam penelitian ini dilakukan pembatasan masalah penelitian, yaitu hiposenter gempa bumi yang dianalisis hanya yang terjadi di Balai Besar Wilayah II pada bulan Agustus 2011. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan Bagaimana cara menganalisis hiposenter gempa diwilayah balai 2 dengan menggunakan software Win ITDB?. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hiposenter gempa bumi yang terjadi di Balai Besar Wilayah II pada bulan Agustus 2011 dengan menggunakan program software WinITDB.

Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian yang kami lakukan adalah: Untuk memberi informasi terhadap masyarakat akan hiposenter titik pusat gempa bumi dan memberikan informasi daerah yang terkena gempa bumi dan kemungkinan adanya gempa bumi susulan dengan menggunakan program software WinITDB. Meningkatkan kewaspadaan lebih dini terhadap bencana alam (gempa), agar dapat meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh gempa

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bumi Bentuk dan Ukuran Bumi berbentuk bulat seperti bola, namun rata di kutub-kutubnya.jari-jari Khatulistiwa = 6.378 km, jari-jari kutub=6.356 km. Lebih dari 70 % permukaan bumi diliputi oleh lautan. Gambar 2.1 Sketsa Bentuk Bumi Struktur Dalam Bumi Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan telur. Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak

Gambar 2.2 Struktur Lapisan Bumi Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira 100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagianatas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkangunungapi. Litosfer bersuhu dingin dan kaku. Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer. Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itubersifatseperti fluida. Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu. Lapisanberikutnya mesosfer. Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.

Teori Tektonik Lempeng Menurut teori tektonik lempeng, permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besaryang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas. Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair. Gambar 2.3 Pergerakan Lempengan Batas - Batas Lempeng Daerah tempat lempeng-lempeng itu bertemu disebut batas lempeng. Pada batas lempeng kita dapat mengetahui cara bergerak lempeng-lempeng itu. Lempeng bisa saling menjauh, saling bertumbukan, atau saling menggeser ke samping. Gambar 2.4 Batas-batas lempeng Penyebab Gerakan Lempeng Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas.Gambar poci kopi menunjukkan dua arus konveksi dalam zat cair. Perhatikan, air yang dekat dengan api akan naik, saat dingin dipermukaan air kembali turun. Para ilmuwan menduga arus konveksidalam selubung itulah yang membuat lempeng-lempeng bergerak. Karena suhu selubung amat panas, bagian-bagian di selubung bisa mengalir seperti cairan yang tipis. Lempeng-lempeng itu bergerak seperti ban berjalan berukuran besar. Gambar 2.4 Ilustrasi Pemanasan Bumi Gempa Bumi Gempa bumi merupakan getaran lapisan batuan yang patah yang energinya terakumulasi dan menjalar melalui badan dan permukaan bumi yang berupa gelombang seismic. Gempa bumi itu sendiri terjadi pada daerah yang mengalami deformasi (perubahan kedudukan). Energy yang tersimpan dalam deformasi itu berbentuk elastic strain dan stress yang terakumulasi sampai daya dukung batuan mencapai batas maksimum, hingga akhirnya menimbulkan rekahan dan patahan. Terkadang gempa seismic yang menjalar hingga permukaan bumi dapat mengakibatkan

perubahan struktur lapisan maupun bangunan di daerah tersebut. Sehingga pergerakan tanah yang terjadi akibat gempa bumi itu dapat kita gambarkan sebagai gerakan ver