penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara pemindahan arsip inaktif dari

Download  Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara pemindahan arsip inaktif dari

Post on 30-Jan-2020

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Menimbang

    Mengingat

    Menetapkan

    P:RESIDEN ~~J!oUBLIK INDONE.S1,.\

    RAN CAN GAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR ... TAHUN ...

    TENT ANG

    KEARSIPAN

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    a. bahwa dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memupuk persatuan dan kesatuan bangsa dan menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara, maka arsip sebagai salah satu wahana pemersatu bangsa perlu dikelola dengan baik;

    b. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa diperlukan ketersediaan arsip bagi pemenuhan kebutuhan publik dan hak asasi manusia;

    c. bahwa untuk mendukung terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih serta penegakan kehidupan demokrasi melalui terciptanya transparansi dan akuntabilitas maka pengelolaan arsip di Lembaga-lembaga Negara dan Lembaga Pemerintahan perlu dilakukan dalam suatu sistem terpadu dalam pembangunan nasional;

    d. bahwa ketentuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kearsipan masih bersifat parsial dalam berbagai peraturan perundang-undangan sehingga perlu diatur secara komprehensif dalam suatu undang-undang tersendiri;

    e. bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kehidupan ketatanegaraan dan kebangsaan serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi;

    f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf e perlu membentuk Undang-Undang Republik Indonesia tentang

    Kearsipan;

    Pasal 5 ayat (1 ), Pasal 20, dan Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    MEMUTUSKAN:

    UNDANG-UNDANG TENTANG KEARSIPAN.

    AR SI

    P DP

    R RI

  • BABI KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan :

    1. Kearsipan adalah hal-hal yang berkenaan dengan arsip.

    2. Arsip adalah informasi terekam dan/atau direkam atau dokumen dalam berbagai bentuk dan media, seperti kertas, audio visual, komputer atau elektronik, dan sebagainya sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, lembaga pemerintah, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatannya.

    3. Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi Lembaga Pencipta Arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu untuk memenuhi kewajiban hukum atau transaksi kegiatan organisasi.

    4. Arsip aktif adalah arsip dinamis yang frekuensi penggunaannya tinggi dan/atau terus menerus diperlukan dan dipergunakan dalam penyelenggaraan administrasi.

    5. Arsip inaktif adalah arsip dinamis yang frekuensi penggunaannya untuk penyelenggaraan administrasi sudah menurun.

    6. Arsip vital adalah arsip yang keberadaannya merupakan prasyarat dasar bagi berlangsungnya kontinuitas operasional lembaga penciptanya termasuk apabila terjadi musibah karena tidak dapat diperbarui atau ditemukan di tempat lain.

    7. Arsip statis adalah arsip yang tidak digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi Lembaga Pencipta Arsip tetapi memiliki nilai kesejarahan dan dilestarikan sebagai memori kolektif bangsa di Lem bag a Kearsipan.

    8. Jadwal Retensi Arsip untuk selanjutnya disingkat JRA adalah daftar yang berisi sekurang-kurangnya jenis arsip, jangka waktu penyimpanan atau retensi, serta keterangan tentang musnah atau permanen yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan.

    9. Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara pemindahan arsip inaktif dari Unit Pengolah kepada Unit Kearsipan, pemusnahan arsip yang tidak memiliki nilai guna, dan penyerahan arsip statis kepada Lembaga Kearsipan.

    10. Akses arsip adalah ketersediaan arsip sebagai hasil dari kewenangan hukum atau otorisasi legal dan keberadaan sarana bantu penemuan arsip.

    11. Lembaga Pencipta Arsip adalah lembaga yang mempunyai kemandirian atau otoritas dalam pelaksanaan tugas, fungsi, dan tanggung jawab di bidang pengelolaan arsip dinamis.

    12. Unit Kearsipan adalah satuan kerja pada Lembaga Pencipta Arsip mempunyai tanggung jawab dalam pengelolaan arsip inaktif dan pembinaan arsip dinamis di lingkungan Lembaga Pencipta Arsip.

    13. Lembaga Kearsipan adalah lembaga yang memiliki tugas dan tanggungjawab di bidang pengelolaan arsip statis dan pembinaan kearsipan.

    14. Arsip Nasional Republik Indonesia untuk selanjutnya disebut ANRI adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan yang memiliki fungsi pengelolaan arsip statis, pembina kearsipan nasional dan pusat jejaring kearsipan nasional yang

    berkedudukan di ibukota negara.

    AR SI

    P DP

    R RI

  • 15. Arsip Daerah Provinsi adalah organisasi perangkat daerah yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan tingkat Provinsi yang memiliki fungsi pengelolaan arsip statis, penyimpanan arsip inaktif, pembina kearsipan Provinsi dan pusat jejaring kearsipan daerah Kabupaten/Kota yang berkedudukan di lbukota Provinsi.

    16. Arsip Daerah Kabupaten/Kota adalah organisasi perangkat daerah yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan tingkat Kabupaten/Kota yang memiliki fungsi pengelolaan arsip statis, penyimpanan arsip inaktif, pembina kearsipan Kabupaten/Kota yang berkedudukan di lbukota Kabupaten/Kota.

    17. Arsip Universitas adalah unit organisasi universitas/perguruan tinggi yang melaksanakan tugas di bidang kearsipan yang memiliki fungsi pengelolaan arsip statis dan pembinaan kearsipan di lingkungan perguruan tinggi.

    18. Arsiparis adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan profesionalisme yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai tugas, fungsi dan tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan kearsipan.

    19. Penyelenggaraan kearsipan adalah keseluruhan kebijakan dan kegiatan pengelolaan arsip yang didukung oleh sumber daya manusia, prasarana dan saran a, serta sumber daya lainnya.

    20. Pengelolaan arsip dinamis adalah proses pengendalian arsip dinamis secara efisien, efektif, dan sistematis meliputi penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan, dan penyusutan arsip.

    21. Pengelolaan arsip statis adalah proses pengendalian arsip statis secara efisien, efektif, dan sistematis meliputi akuisisi, pengolahan, preservasi, pemanfaatan dan pendayagunaan arsip statis.

    22. Akuisisi arsip statis adalah proses penambahan khasanah arsip statis pada Lembaga Kearsipan yang dilaksanakan melalui kegiatan penyerahan arsip statis dan hak pengelolaannya dari Lembaga Pencipta Arsip kepada Lembaga Kearsipan.

    23. Jaringan lnformasi Kearsipan Nasional untuk selanjutnya disingkat JIKN adalah sistem jaringan informasi dan sarana pelayanan arsip statis secara nasional.

    Pasal 2

    Penyelenggaraan kearsipan dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, transparansi, antisipatif, keamanan, dan keselamatan.

    Pasal3

    Penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk:

    a. menjamin terciptanya arsip atas kegiatan-kegiatan yang harus dipertanggungjawabkan;

    b. menjamin ketertiban pengelolaan dan penggunaan arsip bagi kegiatan pemerintahan dan pembangunan; dan

    c. menjamin keselamatan bukti pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta menyediakan bukti pertanggung-jawaban tersebut untuk kepentingan bangsa dan negara. AR

    SI P

    DP R

    RI

  • BAB II TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN KEARSIPAN

    Bagian Kesatu Um um

    Pasal4 (1) Penyelenggaraan kearsipan secara nasional menjadi tanggung jawab Pemerintah.

    (2) Tanggung jawab Pemerintah dalam penyelenggaraan kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penetapan kebijakan, pengelolaan arsip, dan pembinaan kearsipan.

    (3) Untuk mempertinggi mutu penyelenggaraan kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) Pemerintah melakukan kajian dan penelitian.

    Pasal5

    Penetapan kebijakan kearsipan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dalam bentuk norma, standar, dan pedoman di bidang:

    a. pengembangan organisasi kearsipan;

    b. pengembangan sumber daya manusia kearsipan;

    c. pengembangan prasarana dan sarana kearsipan;

    d. pengembangan jaringan informasi kearsipan secara nasional; dan

    e. perlindungan dan penyelamatan arsip.

    Pasal6

    (1) Pengelolaan arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) meliputi:

    a. Pengelolaan arsip dinamis; dan

    b. Pengelolaan arsip statis.

    (2) Pengelolaan arsip dinamis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilaksanakan oleh Lembaga Pencipta Arsip.

    (3) Pengelolaan arsip dinamis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi arsip aktif dan arsip inaktif.

    (4) Pengelolaan arsip statis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan oleh Lembaga Kearsipan.

    Pasal7

    (1) Pemerintah melakukan pembinaan kearsipan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) terhadap Lembaga Pencipta Arsip pusat dan daerah.

    (2) Pembinaan kearsipan sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) dilaksanakan oleh Lembaga Kearsipan.

    Bagian Kedua Pengembangan Organisasi Kearsipan

    PasalB (1) Pemer

Recommended

View more >