tugas sistem operasional perbankan syariah

23
TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH Oleh Kelompok 1 Adi Wirastono Agus Setiawan Syawaliyah Nilla Novitasari

Upload: candie

Post on 18-Jan-2016

124 views

Category:

Documents


1 download

DESCRIPTION

TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH. Oleh Kelompok 1 Adi Wirastono Agus Setiawan Syawaliyah Nilla Novitasari. Profit sharing sebagai karakteristik Bank Syariah. SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH. Kontrak Al_Mudharabah - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Page 1: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

TUGASSISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Oleh Kelompok 1Adi WirastonoAgus Setiawan

SyawaliyahNilla Novitasari

Page 2: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

A. Kontrak Al_Mudharabah

Prinsip bagi hasil (profit sharing) sebagai karakterisitik umum dan landasan daar operasional bank islam secara keseluruhan.

Dengan penabung bank sebagai Mudharib "pengelola", sedangkan penabung bertindak sebagai shahibul maal "penyandang dana", antara keduanya diadakan akad mudharabah yang menyatakan pembagian keuntungan masing-masing pihak.

PENABUNG BANK

Shahibul Maal Shahibul Maal

Akad Mudharabah

NASABAH PEMINJAM

Akad:MudharabahMusyarakahMurabahah

Bai as-SalamBai al Istishna

ijarahDll

Profit sharing sebagai karakteristik Bank Syariah

Page 3: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

1. Jenis-jenis al-Mudharabahal-mudharabah terdiri atas dua jenis, yakni yang bersifat tidak terbatas (muthlaqah, unrestricted) dan yang bersifat terbatas (muqayyadah, retricted)

a) al-mudhabah yang pertama, pemilik dana memberikan otoritas dan hak sepenuhnya kepada mudharib untuk menginvestasikan atau memutar uangnya.

b) al-mudharabah kedua, pemilik dana memberikan batasan kepada mudharib, diantara batasan itu, misalnya adalah jenis investasi, tempat investasikan, serta pihak-pihak yang dibolehkan terlibat dalam invetasi.

2. Aplikasi al-Mudharabah dalam Bank Islam a) Pemisahan total antara dana al-mudharabah dan harta-harta lainnya, termasuk harta mudharib.

b) Dana al-mudharabah dicampur dan disatukan dengan sumber-sumber dana lainnya.

Page 4: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

B. Faktor Yang Mempengaruhi Bagi Hasil1. Faktor Langsung a. Investment rate merupakan preentase aktual dana yang diinvestasikan dari total dana, Jikan bank menentukan investment rate sebesar 80 persen, maka 20 persen dari total dana dialokasikan untuk memenuhi likuiditas.

b. Jumlah dana merupakan dana dari berbagai sumber dana tersebut dapat dihitung dengan menggunakan dalah satu metode: - rata-rata saldo minimum bulanan - rata-rata saldo harian

c. Nisbah ( Profit Sharing ratio) - ditentukan dan disetujui pada awal perjanjian - Nisbah antara satu bank dan bank lainnya dapat berbeda - Nisbah dapat berbeda dari waktu kewaktu

Page 5: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

SISTEM PENGHIMPUNAN DANA BANK SYARIAH

A. Pendahuluandilihat dari sumbernya, dana bank syariah terdiri atas:

• Modal

• Titipan

• Investasi

B. Modal adalah dana yang diserahkan oleh para pemilik (owner), pemilik modal akan memperoleh bagian dari hasil usaha yang biasa dikenal dengan deviden

Bab 12

INVESTOR BANKSetoran Modal1

.

Bagi Deviden4.

USER

Pemanfaatan dana

2

Bagi Hasil3

( Sumber Dana dari Modal )

Page 6: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

C. Titipan

Salah satu prinsip yang digunakan bank syariah dalam memobilisasi dana adalah dengan menggunakan prinsip titipan, akad yang sesuai dengan prinsip ini adalah al-wadi'ah.

Dua jenis wadi'ah:1) Wadi'ah Yad al-Amanah ( Trustee Depository) Karakterisitik wadi'ah jenis ini adalah sebagai berikut: a. Harta atau barang tidak boleh digunakan oelh penerima titipan b. Penerima titipan hanya berfungsi sebagai penerima amanah c. Sebagai kompensasi, penerima titipan diperkenankan membebankan biaya d. Aplikasi perbankan yang memungkinkan adalah safe deposit box

1) Wadi'ah Yad adh-Dhamanah (Guarantee Depository), karakteristik: a. Harta atu barang titipan boleh dimanfaatkan yang menerima titipan b. Tidak ada keharusan penerima titpan untuk memberikan hasil kpd penitip c. Produk perbankan yang sesuai adalah Giro dan Tabungan d. Pemberian bonus tanda terima kasih oleh bank e. Jumlah pemberian bonus merupakan kewenangan bank syari'ah f. Produk tabungan dapat menggunakan akad wadi'ah

Page 7: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

D. Investasi

Prinsp lain yang diguanakan adalah prinsip investasi, akad yang sesuai dengan prinsip ini adalah mudharabah

Dua jenis Mudharabah1) Mudharabah Muthlaqah (General Investment)a. Shahibul maal tidak memberikan batasan-batasanb. Aplikasi perbankan yang sesuai adalah time deposit biasa

Penabung /Deposan BANK

Bagi Hasil4.

Titipan dana1.

Dunia usaha

Pemanfaat dana1

Pemanfaat dana3

( Skema Maudharabah Muthalaqah )

Page 8: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

2) Mudahrabah Muqayyadah

a) Shahibul maal memberikan batasan atas dana yang diinvestasikannya, Mudharib hanya bisa mengelola dana tersebut sesuai dengan batasan yang diberikan Shahibul maal

b) Aplikasi perbankan yang sesuai dengan akad ini adalah special investment

Special Project

Bank Mudharib

Mudharabah Muqayyadah( Penghimpunan Dana )

Proyek tertentu1.

Penyaluran dana4.

Bagi Hasil5.

Investor

Bagi Hasil6

.

InvestDana3

.

Hubungi Investor

2

Page 9: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Menabung di Bank Syariah

Bab 13

A. Menabung adalah tindakan yang dianjurkan oleh islam karena dengan menabung berarti seorang muslim mempersiapkan diri untuk pelaksanaan perencanaan masa yang akan datang sekaligus untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.

dalam Alqur’an (QS an-Nisaa : 9) dan (QS Al-baqarah:266) terdapat ayat-ayat yang secara tidak langsung telah memerintahkan kaum muslimin untuk mempersiapkan hari esok secara lebih baik.

B. Beberapa Jenis Tabungan di Bank Syari’ahSeseorang yang ingin menabung di bank syari’ah dapat memilih antara akad al-wadi’ah atau al-mudharabah.a. Giro

umumnya bank syari’ah menggunakan akad al-wadi’ah pada rekekning giro, Nasabah yang membuka rekening giro berarti melakukan akan wadi’ah.

b. Tabunganbank syariah menrapkan dua akad dalam tabungan yaiu wadi’ah dan mudharabah. Tabungan yang mengikuti wadi’ah artinya tabungan ini tidak mendapatkan keuntungan karena ia titipan dan dapt diambil sewaktu –waktu dengan menggunakan buku tabungan.

Page 10: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Menabung di Bank Syariah

Bab 13

b. Tabungantabungan yang menerapkan akad mudharabah, Pertama: keuntungan dari dana yang digunakan harus dibagi antara Shahibul maal. Kedua: adanya tenggang waktu antara dana yang diberikan dan pembagian keuntungan, karena untuk melakukan investasi dengan memutarkan dana itu diperlukan waktu yang cukup.

c. DepositoBank syari’ah menerapkan akad mudharabah untuk deposito, seperti dalam tabungan dalam hal ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal dan bank selaku mudharib.

Perbedaan antara Menabung di Bank Syari’ah dan di Bank KonvensionalPerbedaan pertama: pada bank Syari’ah terletak pada akad yang dibenarkan oleh Syari’ah, dengan demikian semua transaksi harus mengikuti kaidah pada muamalah syari’ah. Sedangkan pada bank konvensional traksaksi pembukaan rekening giro, tabungan, maupun deposito berdasarkan perjanjian titipan. Pada perjanjian titipan ini tidak mengikuti prinsip manapun dalam muamalah syari’ah

Page 11: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Perbedaan antara Menabung di Bank Syari’ah dan di Bank Konvensional

Perbedaan Kedua terdapat pada imbalan yang diberikan. Bank konvensional menggunakan konsep biaya (cost concept) untuk menghitung keuntungan. Sedangkan bank syari’ah menggunakan pendekatan Profit sharing, artinya dana yang diterima bank di salurkan kepada pembiayaan, keuntungan yang didapatkan tersebut dibagi dua untuk bank dan untuk nasabah.

Perbedaan ketiga adalah sasaran kredit atau pembiayaan, di Bank konvensional penabung tidak sadar bahwa uang yang ditabungkannya di putarkan kepada semua bisnis tanpa memandang Halal-Haram bisnis tersebut. Adapun dalam bank syariah, penyaluran dana simpanan dari masyarakat di batasi oleh dua prinsip yaitu prinsip syariah dan prinsip keuntungan, artinya pembiayaan yang akan diberikan harus mengikuti kriteria-kriteria syari’ah disamping pertimbangan-pertimbangan keuntungan.

Page 12: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Bank Syari’ah Bank Konvensional

Bpk A memiliki deposito nominal= Rp. 10.000.000,- jangka waktu 1 bulan ( 1 jan 2000 – 1 feb 2000 )

Nisbah bagi hasil = Deposan 57%; Bank 43%

Bapak B memiliki Deposito Nominal = Rp. 10.000.000,- Jangka waktu = 1 bulan ( 1 Jan 2000 – 1 Feb 2000 )

Bunga = 20% p.a

Jika keuntungan yang diperoleh untuk deposito dalam 1 (satu) bulan sebesar Rp. 30.000.000,- dan rata-rata saldo deposito jangka waktu 1 bulan adalah Rp. 950.000.000,-

Pertanyaan: Berapa keuntunga yang diperoleh Bapak A.??

Pertanyaan : berapa bunga yang diperoleh Bapak B…??

Jawab:

Rp. (10.000.0000 : 950.000.000 ) X Rp. 30.000.000 X 57 % = Rp. 180.000,-

Jawab :

Rp. 10.000.000 X (31:365 hari) X 20%

= Rp. 169.863

Page 13: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Bank Syari’ah Bank KonvensionalBesar kecilnya bagi hasil yang diperoleh

deposan tergantung pada: Pendapatan bank Nisbah bagi hasil antara nasabah dan

bank Nominal deposito nasabah, Rata-rata saldo deposito untuk jangka

waktu tertentu yang ada pada bank Jangka waktu deposito karena

berpengaruh pada lamanya investasi

Besar kecilnya bunga yang diperoleh deposan bergantung pada:

Tingkat bunga yang berlaku, Nominal deposito Jangka waktu deposito

Page 14: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

BAB KEEMPAT BELAS

SISTEM PEMBIAYAAN BANK SYARIAH

A. Pendahuluanmenurut sifat penggunaannya, pembiayaan dapat dibagi menjadi dua hal berikut :

1. Pembiayaan produktif, yaitu pembiayaan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam arti luas, yaitu untuk peningkatan usaha, baik usaha produksi, perdagangan, maupun investasi.

2. Pembiayaan konsumtif, yaitu pembiayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, yang akan habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan.Menurut keperluannya, pembiayaan produktif dapat dibagi menjadi dua:

1. Pembiayaan modal kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan:a) peningkatan produksi, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.b) untuk keperluan perdagangan atau peningkaatan utility of place dari suatu barang.

2. Pembiayaan investasi, yaitu untuk memenuhi kebutuhan barang – barang modal serta fasilitas - fasilaitas yang erat kaitannya dengan itu.

Page 15: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

B. PEMBIAYAAN MODAL KERJA

Unsur - unsur modal kerja terdiri atas komponen - komponenalat likuid (cash), piutang dagang (receiable), dan persediaan (inventory), yang umumnya terdiri atas persediaan bahan baku (raw material), persediaan barang dalam proses (work in process), dan persediaan barang jadi (finished goods). oleh karena itu pembiayaan modal kerja merupakan salah satu atau kombinasi dari pembiayaan likuiditas (cash financing), pembiayaan piutang (receivable financing), dan pembiayaan persediaan (inventory financing).

1. pembiayaan Likuditas (Cash financing) pembiayaan ini pada umumnya digunakan untuk memnuhi kebutuhan yang timbul

akibat terjadinya ketidaksesuaian (mismatced) antara cash flow dan cash out flow pada perusahaan nasabah.

2. Pembiayaan Piutang (receivable financing)kebutuhan pembiayaan ini timbul pada perusahaan yang menjual barangnya

dengan kredit, akan tetapi baik jumlah maupun jangka waktunya melebihi kapsitas modal kerja yang dimilikinya.

Bank konvensional biasanya memberikan fasilitas berupa hal – hal berikut :a) Pembiayaan piutang (receivable financing)b) Anjak piutang (factoring)

Page 16: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

3. Pembiayaan persediaan

Pada bank konvensional dapat kita jumpai adanya kredit modal kerja yang dipergunakan untuk mendanai pengadaan persediaan (inventory financing). Pola pembiayaan ini pada prinsipnya sama dengan kredit untuk mendanai komponen modal kerja lainnya, yaitu memberikan pinjaman dengan bunga. Ada beberapa skema jual beli yang dipergunakan untuk meng – aproach kebutuhan tersebut, yaitu sebagai berikut:

a. Ba’ai al – Murabahah, yaitu akad jual beli antar antar dua belah pihak dimana pembeli dan penjual menyepakati harga jual yang terdiri dari harga beli ditambah

ongkos pembelian dan keuntungan bagi penjual.b. Ba’ai al – Istishna’, yaitu pembelian barang melalui pesanan dan diperlukan proses

untuk pembuatannya sesuai dengan pesanan pembeli dan pembayaran dilakukan dimuka sekaligus atau secara bertahap.

c. Ba’ai as – salam, yaitu pembelian barang dengan pembayaran di muka dan barang diserahkan kemudian.

Page 17: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

BANK(muslam ilaih &

muslimah

BANK(muslam ilaih &

muslimah

BARANGPesanan

(muslam fiih)

BARANGPesanan

(muslam fiih)

PEMBELINasabah 2(muslim)

PEMBELINasabah 2(muslim)

PETANINasabah 1

(muslam ilaih)

PETANINasabah 1

(muslam ilaih)

1b. Negosiasi & akad

2a. Bayar kewajiban

3a. Kirim barang + dokumen

3b. Kirim dokumen2b. bayar

1a. Negosiasi & salam

skema transaksi salam paralel dapat di gambarkan sebagai berikut :

Page 18: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Skema transaksi murabahah dapat digambarkan sebagai berikut:

BANKBANK NASABAHNASABAH

SUPPLIERPENJUAL

SUPPLIERPENJUAL

1. Negosiasi

2. Akad Jual Beli

3. Beli 4. Kirim

6. Bayar

5. TerimaBarang danDokumen

kredit investasi

Page 19: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

4. Pembiayaan Modal Kerja untuk Perdagangan

a. Perdagangan umum

perdagangan umum adalah perdagangan yang dilakukan dengan target pembeli siapa saja yang datang membeli barang – barang yang telah disediakan di tempat penjual, baik pedagang eceran (retailer) maupun pedagang besar (whole seller).

b. Perdagangan Berdasarkan pesanan

Perdagangan ini biasanya dilakukan atau diselesaikan ditempat penjual, yaitu seperti perdagangan antar kota, perdagangan antar pulau, atau perdagangan antar negara.

C. PEMBIAYAAN INVESTASI

Pembiayaan investasi diberikan kepada para nasabah untuk keperluan investasi, yaitu keperluan penambahan modal guna mengadakan rehabilitasi, perluasan usaha, ataupun pendirian proyek baru. Ciri – ciri pembiayaan investasi adalah :

1. untuk pengadaan barang – barang modal

2. mempunyai perencanaan alokasi dana yang matang dan terarah

3. Berjangka waktu menengah dan panjang.

Page 20: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

D. PEMBIAYAAN KONSUMTIF

kebutuhan konsumsi dapat di bedakan atas kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok, baik berupa barang, seperti makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal, maupuan berupa jasa, seperti pendidikan dasar dan pengobatan. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan tambahan yang secara kuantitatif maupun kualitatatif yang lebih tinggi atau yang lebih mewah dari kebutuhan primer, seperti perhiasan, bangunan mewah, kendaraan, pariwisata, hiburan, dll.

Bank syariah dapat menyediakan pembiayaan komersil untuk pemenuhan kebutuhan barang konsumsi dengan menggunakan skema berikut ini :

1. Al- Ba’ai bi tsaman ajil (salah satu bentuk murabahah) atau jual beli dengan angsuran.

2. Al- ijarah al- muntahia bit- tamlik atau sewa beli.

3. Al- Musyarakah mutnaqhishah atau desreasing participation, dimana secara bertahap bank menurunkan jumlah partisipasinya.

4. Ar- rahn untuk memenuhi kebutuhan jasa.

Page 21: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

BAB KELIMA BELAS

MEMPEROLEH PEMBIAYAAN DARI BANK SYARIAH

A. URGENSI MEMINJAM DANA UNTUK USAHA

Untuk memulai usaha seperti pertanian, perdagangan, peternakan, transportasi, pengolahan makanan dan minuman, dll diperlukan modal seberapa pun kecilnya. Adakalanya orang mendapatkan modal tersebut dari rekan ataupun keluarganya, peran institusi ini keuangan menjadi sangat penting karena dapat menyediakan modal bagi orang yang ingin bserusaha. Dalam islam, hubungan pinjam – meminjam tidak dilarang, bahkan dianjurkan agar terjadi hubungan saling menguntungkan, yang pada gilirannya berakibat kepada hubungan persaudaraan.

A. ETIKA MEMINJAM SECARA ISLAMI

Jika seseorang datang kepada bank syariah dan ingin meminjam dana untuk membeli barang tertentu, suka atau tidak suka harus melakukan jual beli dengan bank syariah. Bank syariah bertindak selaku penjual dan nasabah betindak selaku pembeli. Jika bank memberikan pinjaman (dalam pengertian konvensional) kepada nasabah untuk membeli barang – barang itu, bank tidak boleh mengambil keuntungan dari pinjaman tersebut.

Page 22: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

C. SYARAT ADMIINISTRATIF

Seperti juga dalam perbankan konvensional, perbankan syariah menetapkan syarat – syarat umum untuk sebuah pembiayaan, seperti hal – hal berikut :

1. Surat permohonan tertulis, dengan dilampiri proposal yang memuat (antara lain) gambaran umum usaha, rencan atau prospek usaha, rincian dan rencana penggunaan dana, jumlah kebutuhan dana, dan jangka waktu penggunaan dana.

2. Legalitas usaha, seperti identitas diri, akta pendirian usaha, surat izin umum perusahaan, dan tanda daftar perusahaan.

3. Laporan keuangan, seperti neraca dan laporan rugi laba, data persediaan terakhir, data penjualan, dan fotokopi rekening bank.

Page 23: TUGAS SISTEM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH

Wassalamu’alaikum wr.wb