toegoe edisi laporan publik walhi yogya 2005-2008

Download Toegoe Edisi Laporan Publik WALHI Yogya 2005-2008

Post on 10-Jun-2015

1.848 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kerja-kerja ADVOKASI WALHI Yogya 2005-2008

TRANSCRIPT

Diterbitkan Oleh: Devisi kampanye Walhi yOgyakartatim maJalah tOegOe penanggungJaWab umumsuparlan, s.sOs. i

penanggungJaWab penerbitanumbu Wulang tap

pimpinan reDaksiJumiat

repOrterumbu Wulang tap Jumiat tata

FOtODOkumen Walhi yOgyakarta

karikaturiseDy prima habibi

tOegOe p e m b a c a ............... 2 suara tOegOe............... 5 tOegOe utama............... 7 tOegOe mapala.............. 33 tOegOe Walhi............... 34 pOtret tOegOe............... 41 tOegOe shalink............... 49 tOegOe khusus............... 50 ceritera tOegOe............... 80 arena tOegOe............... 82catatan lingkungan...............

Desain graFis & tataletakFathur rOziqin Fen FreDy FebrisOn

alamat reDaksi

Jl. nyi pembayun nO. 14 a karang semalO kOtageDe yOgyakarta 55172, telp/Fax: 0274-378631 e-mail: tOegOe.Walhi@gmail.cOm reDaksi menerima sumbangan tulisan berupa surat pembaca, tips pengelOlaan lingkungan, artikel atau Opini. Diketik 3 halaman kuartO, 1,5 spasi, times neW rOman. antar langsung ke reDaksi Dalam bentuk File atau Dikirim via e-mail. reDaksi berhak mengeDit sepanJang tiDak mengurangi esensi tulisan. tiDak aDa imbalan berupa materi bagi naskah yang Dimuat.

tim penyusun lapOran publiks uparlan, s.s Os.i nanang ismuhartOyO, s.psi reknO purWanti h alik s anDera , st ari a nDy prastOWO, sh Fathur rOziqin Fen, s.ip muhammaD s aDri umbu Wulang tap, s.sOs

85

toegoe :: suara rakyat dalam wahana lingkungan ::

| edisi khusus laporan publik | Tahun II | januari 2009 |

1

tOegOe pembaca

Pekerjaan rumah yang harus Diselesaikan

asah asih asuh Walhi yogyakarta

Herry Zudianto, Walikota Yogyakarta;

sebagai orang nomor satu Di kota y ogyakarta, tentu beliau Punya PanDangan tentang kiPrah Walhi y ogyakarta selama ini, khususnya Dalam kurun Waktu 2005-2008WALHI selama ini telah menjalankan fungsinya Saya sebagai lembaga WALHI advokasi ranah mampu lingkungan, khususnya dalam hal kontrol. memandang berarti dalam harus Asah, asih, asuh. Asah kan WALHI Asih mengasah kemampuannya dalam menjalanfungsinya. mampu berarti bagaimana kontribusi WALHI memberikan

nyata dalam upaya kelola lingkungan ke arah yang lebih baik. Sementara asuh adalah bagaimana pihak lain termasuk pemerintah mampu memberikan ruang bagi WALHI dan mengingatkan bila ada yang salah. Pernyataan ini dikemukakan Herry Zudianto seusai audiensi tentang penyelenggaraan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Publik di Kampung Gambiran, Kota Yogyakarta. Beliau menambahkan WALHI kedepannya harus lebih memperkenalkan diri ke publik agar lebih dikenal luas. Selain itu, WALHI harus mampu menjadi lembaga yang mandiri, khususnya dalam kerangka keuangan agar tidak menimbulkan ketergan-tungan kepada pihak donor asing. Saya pikir gagasan untuk penggalangan dana publik dan pembuatan unit usaha harus dikampanyekan terus-menerus, ungkapnya. Selanjutnya beliau berterima-kasih atas dukungan WALHI Yogyakarta selama ini yang telah membantu upaya pengelolaan lingkungan. Beberapa waktu lalu, majalah TEMPO menobatkan beliau sebagai salah satu daftar pemimpin yang berhasil dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Itu berkat panjenengan juga dan pegiat lingkungan yang lain, tuturnya saat audiensi.

toegoe pembaca kali ini tampil dengan konsep yang berbeda. Reporter toegoe melakukan wawancara langsung baik lisan maupun tulisan dengan para pembaca yang notabene terdiri dari masyarakat umum, anggota partisipan WALHI dan dari aparat pemerintah. Berikut hasil wawancara dengan mereka yang dirangkum oleh Jumiat dan Umbu Wulang tAP.

2 toegoe ::

| edisi khusus laporan publik | Tahun II | januari 2009 |

suara rakyat dalam wahana lingkungan

::

Ati (Pedagang) Wirobrajan Kota Yogyakarta

Air menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak terkecuali bagi seorang ibu rumah tangga. Ati yang membuka warung minuman ini sangat risau melihat keadaan air semakin kotor dan terbatas debitnya. Bila menggunakan air PAM sangat sulit. Pada saat-saat dibutuhkan, seperti pagi dan sore hari, air yang dinantikan tidak mengalir. Akhirnya, ibu yang berusia 39 tahun ini harus menyedot mengunakan pompa air pada malam hari. Langkah antisipasi agar tidak kekuarangan air pun telah diupayakan yaitu meminta bantuan orang lain untuk mengali sumur di sekitar rumahnya. Namun kondisi air yang ada sangat tidak menentu. Bila dimasak untuk konsumsi air minum keluarga dilihat dengan kasat mata tampaknya bersih saja, tetapi saat diminum airnya berasa. Padahal sumur tersebut juga digunakan oleh tetangganya. Bila tidak, ya tidak etis, Wong tetangga saya ujarnya seraya berharap dengan pemerintah agar memberi bantuan fasilitas air untuk masyarakat di sekitar Wirobrajan.

ibu rumah tangga, Cemas akan keberaDaan air bersih

Asap kendaraan bermotor dan industri menyebabkan polusi udara di Kota Yogyakarta. Masyarakat terlihat gusar dengan udara yang tidak bersahabat sekarang ini. Adrimas (45) misalnya, salah satu warga yang berdomisili di Kusumanegara merasa sangat dirugikan karena asap tebal kendaraan bermotor dan asap PT SGM. Kerugian pun kian bertambah karena dagangan bajunya yang dipajang dalam ruangan toko semakin kotor. Ia hanya bisa berkeluh kesah, susah mau mengadu dengan siapa sehinga ujung-ujungnya pasrah. Kami hanya menikmati susu asapnya PT SGM dan kendaraan bermotor, tuturnya. Bila diingat, lanjut Andrimas, pemerintah pernah mencanangkan kendaraan bermotor yang banyak mengeluarkan asap, khususnya motor dua tak, akan ditertibkan. Akhir-akhir ini kelihatanya pemerintah juga tidak berdaya apa lagi masyarakat.

Andrimas (Pedagang) Kusumanegara Kota Yogyakarta

meraDang nikmati asaP

Ir. H. Hadi Prabowo (Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta)

Pengelolan lingkungan hidup di kawasan perkotan bukanlah hal mudah. Salahsatu penyebab utama buruknya kualitas lingkungan lantaran meningkatnya kepadatan penduduk. Kalau soal lahir mati mungkin bisa kita batasi tapi kalau orang datang dan pergi kan tidak bisa, itu kan hak asasiujarnya. Soal kedua adalah belum berubahnya perubahan pola pikir masyarakat untuk beraktifitas dan tetap ramah lingkungan. Beliau mengakui perlu waktu yang lama soal perjuangan tersebut. Selanjutnya, pemerintah memilik beberapa target soal persoalan lingkungan khususnya di Kota Yogyakarta. Pertama, soal pengelolaan sampah. pemerintah menargetkan pada tahun 2011, 50 % penduduk kota telah mengelola sampahnya sendiri dari rumah tangga. Kedua, pencanangan program biopori untuk mencegah terjadinya banjir. Beliau berharap masyarakat dapat mendukung secara aktif program-program pemerintah soal lingkungan hidup.

Pengelolaan lingkungan kota tiDak muDahbagi kePala Dinas lingkungan hiDuP kota yogyakarta, banyaksoal yang harus Diselesaikan Dalam uPaya menuju kota yang ramah lingkungan.

berikut PenDaPatnya.

toegoe :: suara rakyat dalam wahana lingkungan ::

| edisi khusus laporan publik | Tahun II | januari 2009 |

3

tOegOe pembacaPerlahan, lingkungan perkotaan Yogyakarta mulai tampak bersih dari sampah yang menumpuk. Kebersihan lingkungan tersebut berkat peran pemerintah Daerah Istimewah Yogyakarta yang memperhatikan lingkungan. Kondisi ini diungkapkan salah satu warga kota Yogyakarta, Herry (41). Pengolahan sampah misalnya, pemerintah kota sudah menyediakan tempat-tempat penampungan di sekitar rumah penduduk. Tidak hanya itu, lanjut Herry, mobil pengankut sampah banyak yang telah beroperasi membawa sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk kebersihan lingkungan sudah agak lumayanlah dibandingkan dengan kota lain, kata Herry. Ia berharap Pemerintah Kota Yogyakarta tidak hanya berhenti sampai pada penampungan akhir saja menyelesaikan masalah sampah. Namun sampah-sampah yang bertumpukan di tempat pembuangan akhir tetap dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan efek negatif bagi masyarakat. Pemerintah Kota Yogyakarta perlu meningkatkan kinerjanya, sampah-sampah itu kan bisa dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman,tuturnya. Melihat sejarah dan keberadaannya hingga kini, maka WALHI

Herry Kota Yogyakarta

Pemkot (teruslah) memPerhatikan samPah

Anung WiboWo (ketuA LeSei-YPP JogJAkArtA)

dapat menjadi aktor sentral bagi bertemunya berbagai kepentingan dalam proses pembangunan yang berbasis kawasan. Pertemuan antar kepentingan ini selayaknya diikuti oleh sinergitas antar sektor pembangunan. Oleh karena itu sudah layak dan saatnya Walhi memporsikan diri untuk dapat dipercaya oleh masyarakat luas di bidang sosial dan politik dalam menumbuhkan dinamika pembangunan. Kedepannya, Sangat perlu untuk WALHI melakukan program berbasis kawasan. Alasannya adalah bahwa pembangunan di Indonesia harus berbasis pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang mencakup:

Walhi Perlu memPertahankan Program berbasis kaWasan

Mobilisasi sumberdaya kawasan secara partisipatif Perpaduan sumberdaya kawasan Pengembangan landasan perekonomian rakyat dikawasan. Pengembangan industri strategis berbasis masyarakat. Pengembangan wawasan ekologis Penempatan WALHI di garis depan pembangunan sebagai

pelopor pengembangan proses praksis dalam pembangunan untuk tercapainya pemantapan demokrasi politik dan ekonomi melalui proses pemberdayaan masyarakat, komunitas dan lembaga-lembaga pengambil keputusan pada tingkat desa, dusun dan lingkungan. Salam lestari

Johan (Pegawai) Parangtritis, Bantul

Sejak pertemuan PNLH X di Gabusan, Bantul,

WALHI kembali

menegaskan arah perjuangan oranisasinya yaitu mengerakan sayap politik ke arah grass root. Namun masih banyak masyarakat tidak tahu keberadaan organisasi ini. Salahsatunya, Johan. WALHI itu apa sih? tanya pegawai PLN ini. Setelah beberapa lama dijelaskan bahwa WALHI adalah organisasi yang bergerak di bidang lingkungan hidup, akhirnya beliau tahu. Oh Baguslah, o